Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    EKSTRAK FENOLIK KULIT BATANG POHON BAWANG HUTAN (Scorodocarpus borneensis Becc.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN UNTUK MENGHAMBAT KERUSAKAN FILLET IKAN OLEH BAKTERI PROTEOLITIK

    No full text
    ABSTRACTPhenolic extract of stem bark of the garlic tree (Scorodocarpus borneensis Becc.) as an antioxidant to inhibit distruction of fish fillets by proteolytic bacteria has been studied. The aim of the study was to determine relationship of the concentration of phenolic extract (methanol:aquades 70/30 v/v) stem bark of the garlic tree with ist antioxidant and inhibitory the destruction of fish fillets by proteolytic bacteria. The study was carried out by maceration of the wood garlic stem bark using methanol:aquades (70:30 v/v). While percent growth inhibition of proteolytic bacteria was expressed descriptively. The results showed total phenol of 100 ppm extract (70 MeOH: 30 H2O, v/v) stem bark of the garlic tree was 463.87 ± 2.73 mg GAE / g. Antioxidant activity of 100 ppm was 93.07%. Immersion in 10% solution of phenolic antioxidant extract stem bark of the garlic tree able to inhibit the growth of proteolytic bacteria which resulted in microbial damage of fish fillets during storage at 15° .  Keywords : antioxidant, proteolytic bacterial, phenolic, stem bark of the garlic tre

    KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI SARI BUAH TAPUS (Curculigo latifolia Dryand) SIAP MINUM DENGAN PENAMBAHAN BAHAN PENSTABIL CMC DAN GUM ARAB

    No full text
    Buah Tapus (Curculigo latifolia Dryand) adalah buah khas dari Kalimantan Barat yang memiliki citra rasa manis bahkan mampu memodifikasi rasa manis. Tujuan dari penelitian adalah untuk menentukan konsentrasi CMC dan Gum Arab terhadap karakteristik sari buah tapus dengan kualitas fisik, kimia dan sensori yang terbaik. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor: 1. Bahan penstabil, terdiri dari dua taraf perlakuan antara lain CMC dan Gum Arab. 2. Konsentrasi bahan penstabil, terdiri dari tiga taraf perlakuan antara lain 0,5%, 1,0%, 1,5%. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga jumlah perlakuan sebanyak 24 sampel. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah vitamin C, pH, total padatan terlarut (TPT), viskositas produk, dan stabilitas produk. Hasil uji terbaik menyatakan bahwa perlakuan terbaik adalah perlakuan Gum Arab dengan konsentrasi 1,5% yaitu 1.06, Vitamin C sebesar 17,60 mg/100g, pH sebesar 4,53, total padatan terlarut sebesar 13,27 0brix, viskositas sebesar 0,40 cp, stabilitas sebesar 47,50%. Hasil uji sensori yaitu rasa sebesar 5.48 (suka), aroma sebesar 4.48 ( agak suka), kenampakan sebesar 5.44 (suka)

    THE EFFECT OF CITOCININE CONCENTRATION ON THE GROWTH OF PINEAPPLE LEAF CUTTINGS

    No full text
    Plant Growth Regulator (PGR) are non-nutrient organic compounds, which in small amounts can support, inhibit and can change the physiological processes of plants. On the PGR bosa used to stimulate shoot growth in pineapple leaf cutting is benzyl adeno purine (BAP) from the cytokines group. This study aims to find the concentration of cytokines for the growth of pineapple leaf cuttings. The design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) with 6 levels of Cytokinin treatment and each treatment had 4 replications, each replication had 5 samples, so there were 6 x 4 x 5 = 120 units of experiment. The treatment of cytokines consists of: s0 = without the administration of cytokines, s1 = 0.2 mg / l, s2 = 0.3 mg / l, s3 = 0.4 mg / l, s4 = 0.5 mg / l, s5 = 0.6 mg / l. The variables observed in this study were the time of formation of shoots (days), the percentage of shoot formation (%), shoot height (cm), number of shoots (shoots), number of leaves (strands). The results showed that the various cytokines concentration had non significant effect on the time of bud formation, shoot height, number of shoots and number of leaves.

    KAJIAN MIKROBIA PELARUT FOSFAT DI LAHAN SAWAH SEKITAR SUMUR GARAM DESA SUAK KABUPATEN SINTANG

    No full text
    ABSTRAKUnsur fosfat merupakan unsur hara terpenting kedua setelah nitrogen. Peran unsur fosfat sangat penting dan tidak dapat digantikan oleh unsur lain. Ketersediaan unsur fosfat di dalam tanah umumnya sangat rendah disebabkan mudah terikat oleh unsur lain seperti Al, Fe, Ca, dan Mg. Keberadaan mikrobia yang dapat melarutkan fosfat sangat penting dalam sistem pertanian khususnya di lahan yang salinitasnya tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberadaan mikrobia pelarut fosfat yang ada di lahan sawah sekitar sumur garam, serta mendapatkan beberapa jenis mikrobia pelarut fosfat di lahan sawah sekitar sumur garam Desa Suak Kabupaten Sintang. Isolasi mikrobia pelarut fosfat dilakukan dengan media pikovskaya Ca3(PO4)2sebagai sumber P dengan metode pengenceran (dilution method). Mikrobia pelarut fosfat yang tumbuh pada media dihitung berdasarkan jumlah koloni, sedangkan zona bening yang terbentuk disekitar koloni sebagai indikator kemampuan mikrobia melarutkan fosfat diukur dengan penggaris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan bakteri pelarut fosfat pada sumber P Ca3(PO4)2pada lokasi B2, B3, B4, S3, S4, dan U1, sedangkan jamur pelarut fosfat ditemukan pada lokasi T1, B2, B3, B4, S1, dan U1. Kata Kunci : Bakteri Pelarut Fosfat, Jamur Pelarut Fosfat, Salinitas, Sumur Garam, Unsur Hara

    PROFILE OF FARMERS OF SWADAYA PALM IN KAYONG UTARA

    No full text
    ABSTRACT This research is based on the increasing area of oil palm plantation cultivated in Kayong Utara. Thus increasing employment opportunities for the community in Kayong Utara. The purpose of this study was to determine the factors that influence the level of work productivity of independent oil palm farmers in North Kayong Regency. The population in this study were independent oil palm farmers in North Kayong District, with a total of 71 respondents. The analysis used is multiple linear regression. The results of this study are that the variables of Education, Work Experience variables and Other Income variables proved to have a significant influence on the work productivity of independent / independent oil palm farmers in Seponti District, North Kayong Regency. Keyword: oil palm, independent oil palm plantations, work productivity

    EFFECT OF POC MADE FROM MACKEREL FISH WASTE TOWORD THE GROWTH AND YIELD OF PEANUT PLANT ON PEAT SOIL

    No full text
    The objectives of this research were to observe concentration of the best POC mackerel fish waste for growth and yield of peanut plant on peat soil. The reseach was carried from 16 September 2018 to 9 Desember 2018 at the experimental of Faculty of Agriculture Univercity of Tanjungpura. This study used a Completely Rendomized Design of 5 treatments with 4 replication each and replication consists of 4 samples. The treatment consisted of 10ml/L water; 20ml/L water; 30ml/L water; 40ml/L water; 50ml/L air. The observed variables this study include high plant, dry weight plant (cm), wet weight pods (g), number pods (g), amount seed contens, number empty seeds and seed dry weight (g). Result based of the research on conducted, concentrations of POC mackerel fish waste effectively domonstrated by peanut plant with a cpncentration of 10 ml/L water. Keywords : mackerel fish waste POC, peat soil, , peanu

    ANALISIS PEMASARAN DAN TRANSMISI HARGA CABAI RAWIT DI KABUAPETAN KUBU RAYA

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tentang saluran pemasaran, margin pemasaran, efesiensi pemasaran dan transmisi harga cabai rawit di Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dan teknik survei.  Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja karena daerah penelitian memiliki nilai produksi cabai rawit tertinggi. Untuk mementukan jumlah responden digunakan metode  bola salju yaitu 11 petani dan 8 lembaga pemasaran. Hasil dari penelitian menunjukkan ada 3 saluran pemasaran cabai rawit di Kabupaten Kubu Raya, yaitu; Saluran I  dari Petani langsung ke Pengecer Desa, Saluran II dari Petani,  ke Pengumpul Desa dan terakhir ke Pengecer, dan Saluran III dari Petani, ke Pengumpul Luar Kota kemudian ke Pedangan Pengecer. Saluran I memiliki nilai bagian yang diterima petani (83.33%) tertinggi, sehingga diindikasikan memiliki tingkat efesiensi pemasaran terbaik dibandingkan Saluran II (68.57%) dan Saluran III (67.86%). Selanjutnya,  nilai elastisitas transmisi harga dari cabai rawit adalah 0.042 lebih kecil dari 1 (ET < 1), nilai tersebut mengindikasikan jika terjadi perubahan harga sebesar 1% di tingkat pengecer maka akan menyebabkan perubahan harga sebesar 0.042% di tingkat produsen,  artinya elastisitas transmisi harga cabai rawit adalah inelastis.Kata Kunci:Saluran Pemasaran, Margin Pemasaran, Efesiensi Pemasaran dan Transmisi Harg

    PENGARUH BOKASI BATANG PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA PADA TANAH ALUVIAL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis bokasi batang pisang yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian berlangsung dari tanggal 9 September 2017 sampai dengan tanggal 8 November 2017. Rancangan penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 kali ulangan, setiap unit percobaan terdiri dari 3 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah b0 = tanpa pemberian bokasi batang pisang, b1 = 10% bokasi batang pisang setara dengan 387 g/polybag, b2 = 15% bokasi batang pisang setara dengan 825 g/polybag, b3 = 20% bokasi batang pisang setara dengan 1.265 g/polybag dan b4 = 25% bokasi batang pisang setara dengan 1.703 g/polybag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar, tinggi tanaman, jumlah daun, klorofil daun, berat kering akar tanaman berat kering bagian atas tanaman, jumlah buah pertanaman dan berat buah pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi batang pisang berpengaruh nyata terhadap volume akar, tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering akar tanaman, berat kering bagian atas tanaman, jumlah buah pertanaman dan berat buah pertanaman namun berpengaruh tidak nyata terhadap klorofil daun tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi batang pisang dengan dosis 10% merupakan dosis yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil tanaman okra pada tanah aluvial.Kata kunci : Aluvial, bokasi batang pisang, okr

    PENGARUH PANJANG ENTRIS TERHADAP PERTUMBUHAN SAMBUNG PUCUK TANAMAN JAMBU AIR CITRA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang entris terhadap pertumbuhan jambu air citra. Penelitian ini dilaksanakan dilokasi jalan Tanjung Raya 2 Gg. Haji Gani Kabupaten Kubu Raya selama 3 bulan. Metode yang digunakan  dalam penelitian ini  adalah metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan  Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan, 5 ulangan dan terdapat 4 tanaman sampel yaitu: p1 (panjang entris 5 cm), p2 (panjang entris 10 cm), p3 (panjang entris 15 cm), p4 (panjang entris 20 cm) dan p5 (panjang entris 25 cm). Variabel yang diamati adalah: Persentase Tanaman Hidup (%), Jumlah Daun yang Tumbuh (helai), Panjang Tunas (cm). Pada penelitian ini tidak ditemukan panjang entris yang terbaik untuk pertumbuhan sambung pucuk tanaman jambu air citra. Tetapi panjang entris yang efektif ditunjukan oleh pertumbuhan sambung pucuk dengan menggunakan panjang entris 10 cm

    Pengaruh Pupuk Kotoran Ayam Pada Berbagai Jarak Tanam Terhadap Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Ubi Jalar Ungu Di Tanah Gambut

    No full text
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan berapa jarak tanam dan dosis pupuk kotoran ayam terbaik pada ubi jalar ungu di tanah gambut, serta untuk mengetahui apakah terjadi interaksi antara jarak tanam dan dosis pupuk kotoran ayam pada ubi jalar  di tanah gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split PlotDesign) pola faktorial dengan dua faktor perlakuan terdiri dari jarak tanam (J) sebagai petak utama (mainplot) dan pupuk kotoran ayam (P) sebagai anak petak (subplot). Adapun jarak tanam terdiri dari tiga taraf, yaitu : j1 = (70 cm x 20 cm) j2 = (70 cm x 25 cm) j3 = (70 cm x 30 cm)dan pupuk kotoran ayam terdiri dari tiga taraf, yaitu : p1 = (10 ton/ha) p2 = (15 ton/ha ) p3 = (30 ton/ha). Masing-masingperlakuan diulang sebanyak 3 kali.Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah, panjang batang utama (cm), klorofil daun (spad unit), Berat kering tanaman (g), Jumlah umbi Per Tanaman, Berat umbi segar Per Tanaman, Berat umbi segar Per petak. Berdasarkan hasil penelitian ini tidak ditemukan perlakuan berbagai jarak tanam dan dosis pupuk kotoran ayam yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar ungu di tanah gambut serta tidak terjadi interaksi antara jarak tanam dan pupuk kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil ubi jalar ungu di tanah gambut. Kata kunci:JarakTanam,UbiJalarUngu, KotoranAyam, Tanah Gambut

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇