Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
1262 research outputs found
Sort by
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN PADA PT SEPANJANG INTI SURYA MULIA DI DESA TELUK TUJUH KECAMATAN NANGA TAYAP KABUPATEN KETAPANG
ABSTRAKSumber daya manusia atau karyawan adalah penggerak utama suatu organisasi atau perusahaan. Karyawan yang aktif, inovatif, kreatif, partisipatif, dan memiliki loyalitas kepada perusahaan serta mendukung terhadap pencapaian tujuan perusahaan sangat dibutuhkan dalam memperkuat daya saing perusahaan. Namun permasalahan yang sering muncul dalam pengelolaan perusahaan adalah mengenai motivasi kerja karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja terhadap motivasi kerja dan faktor lingkungan kerja yang paling berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan PT Sepanjang Inti Surya Mulia. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 65 orang yang dipilih dengan teknik probabilitas sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa lingkungan kerja yaitu variabel penerangan, tata warna, ukuran ruang kerja, pengaturan ruang kerja dan kebersihan signifikan berpengaruh positif terhadap motivasi kerja, serta variabel sirkulasi udara, getaran mekanis, privasi ruangan dan mutu udara tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. Variabel yang paling berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan PT Sepanjang Inti Surya Mulia adalah variabel Penerangan. Kata Kunci : Lingkungan Kerja, Motivasi Kerja
PENGARUH AMPAS TEH TERFERMENTASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU PADA TANAH ALLUVIAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ampas teh terfermentasi terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah alluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan empat ulangan dan masing – masing ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman. Total dari seluruh sampel penelitian adalah 72 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah t0 (tanpa ampas teh terfermentasi), t1 (200 g/polybag ampas teh terfermentasi), t2 (400 g/polybag ampas teh terfermentasi), t3 (600 g/polybag ampas teh terfermentasi), t4 (800 g/polybag ampas teh terfermentasi), dan t5 (1.000 g/polybag ampas teh terfermentasi). Variabel pengamatan yaitu volume akar, luas daun, berat kering, jumlah daun dan berat segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ampas teh terfermentasi berpengaruh nyata terhadap volume akar, luas daun, berat kering, jumlah daun dan berat segar tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ampas teh terfermentasi berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau. Pemberian ampas teh terfermentasi t5 (1.000 g/polybag ampas teh terfermentasi) adalah dosis yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah alluvial. Kata Kunci : Alluvial, Ampas Teh Terfermentasi, Sawi Hija
UJI EFEKTIVITAS NEMATODA PATOGEN SERANGGA (Steinernema carpocapcae) DARI TANAH GAMBUT TERHADAP Spodoptera litura Fabricius PADA TANAMAN SAWI
Nematoda Patogen Serangga (NPS) merupakan pengendali hama yang ramah lingkungan dan dapat menjadi alternatif bagi insektisida kimia. Penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas isolat Steinernema carpocapsae yang berasal dari tanah gambut. Percobaan dilakukan di rumah kaca tanaman sayuran, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, dari bulan April sampai dengan Juni 2017. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Kepadatan populasi nematoda yang diuji terhadap larva S. litura F. adalah 150, 300, 600, 1200 dan 2400 JI/ml serta kontrol tanpa pemberian S. carpocapsae maupun S. litura F. Hasil percobaan menunjukkan bahwa Semakin tinggi tingkat kepadatan Nematoda S. carpocapsae yang diinvestasikan menyebabkan peningkatan mortalitas S. litura F, perlakuan 2400 Ji/ml memiliki waktu kematian tercepat dalam jangka waktu 2 hari dan perlakuaan tersebut menunjukan jumlah nematoda tertinggi dan S. carpocapsae pada tingkat kepadatan populasi S. carpocapsae 600 JI/ml efektif terhadap larva S. litura F. dengan mortalitas larva 56%. Kata kunci : Rumah kaca, Sawi, S. carpocapsae, dan S. litura F.
THE GROWTH OF Cymbidium finlaysonianum Lindl. ORCHID SEEDLING AT VARIOUS CONCENTRATIONS OF FOLIAR FERTILIZER
Leaves through fertilization is the alternative supply of nutrients for plants. The giving of foliar fertilizer on post acclimatization seedling needed for using the precise concentration to avoid plant organs from damage. This study aims to find the best concentration of foliar fertilizer on the growth of Cymbidium finlaysonianum orchids. The research was conducted at the shelter house of Agriculture Faculty of Tajungpura University Pontianak which start from Desember 26th 2017 until April 26th 2018. The research used Completely Randomized Design (CRD), consists of 6 concentration treatment levels of Gaviota 63 foliar fertilizer which is k1= 1 g/l, k2= 2 g/l, k3= 3 g/l, k4= 4 g/l, k5= 5 g/l, k6= 6 g/l with 4 replication and 4 sample plants. Observational variables included the increase of root number, the increase of leaves number, the increase of leaf length, the increase of leaf width and environmental observation. The result showed the given of foliar fertilizer as much 1 g/l to 6 g/l giving the good growth responses towards the increase of root number, the increase of leaves number and the increase of leaf length of Cymbidium finlaysonianum orchid seedling. The giving of 1 g/l foliar fertilizer is the effective concentration for the increase of leaf width and the growth of Cymbidium finlaysonianum orchid seedling
PSYCHOLOGICAL FACTOR AND QUALITY DIMENSIONS ON FAST FOOD CONSUMPTION BEHAVIOR
Consumption transition of society move out on food pattern which inclined fat contains and high calorie as like fast food. More factor was influence consumer on fast food consumption behavior, that is psychological factor and quality dimensions. The purpose of this research is to analyze the influence of psychological factors (learning, information processing, change of attitude and anxiety) and quality dimensions (price, flavor, packaging, service and brand) on fast food comsumption behaviour on 150 respondent by purposive sampling with descriptive method used analysis Structural Equation Modelling (SEM). The results show that pshycological factors do not affect on consumtion behavior. However, quality dimensions attribute is the primary factor on fast food consumtion behavior than followed by price, flavor, packaging, service and brand. The highest influence in service was consumer loyality. Thus, producer have to create some queue line so that making short time, and arrange room weather which more privacy without have to less room arrangement was avaible.
STATUS KESUBURAN TANAH GAMBUT BEKAS TERBAKAR PADA PENGGUNAAN LAHAN NANAS DAN SEMAK BELUKAR DI DESA GALANG KECAMATAN SUNGAI PINYUH KABUPATEN MEMPAWAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat kimia tanah dan status kesuburan tanah gambut bekas terbakar pada penggunaan lahan nanas dan semak belukar. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Galang Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung di lapangan dan wawancara dengan petani, Penelitian telah dilaksanakan pada penggunaan lahan yang terdiri dari tanaman nanas dan semak selukar. Setiap titik sampel (penggunaan lahan) memiliki luas 3 ha,dengan masing-masing titik memiliki luas 1 ha dari luasan lahan ini di ambil 5 titik sub sampel secara diagonal. Tanah yang didapat dari 5 titik sub sampel lalu dikompositkan. Parameter pengamatan terdiri dari Reaksi Tanah (pH), C-organik, Nitrogen (N-total), Fosfor (P-total), Fosfat (P-tersedia), Kalium (K-total), Kalium (K-dd), Kapasitas Tukar Kation, Kejenuhan Basa, dan Kadar Abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata pada dua penggunaan lahan SB dan N yang diteliti memiliki Nilai reaksi tanah (pH) yaitu antara 3,61–3,66 tergolong sangat masam, Nilai C-Organik yaitu antara 54,46–56,71 % tergolong sangattinggi, Nitrogen (N-total) yaitu antara 1,89–1,93 % tergolong sangat tinggi, Nilai Fosfor (Ptotal) yaitu antara 3,37–3,91 mg/100 tergolong sangat rendah, Nilai Fosfot (P-tersedia) yaitu antara 14,70–17,14 ppm tergolong sedang, Nilai Kalium (K-total) yaitu antara 13,42–15,88 mg/100g tergolong rendah, Nilai Kalium (K-dd) yaitu antara 0,20–0,22 cmol/kg tergolong rendah, Nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK) yaitu antara 112,46–117,39 cmol/kg yang tergolong sangat tinggi, Nilai Kejenuhan Basa yaitu antara 4,11–4,32 % tergolong sangat rendah, dan Nilai Kadar Abu yaitu antara 2,22–6,34 % tergolong rendah. Akhir daripenelitian ini adalah status kesuburan tanah pada penggunaan lahan SB pasca kebakaran tergolong rendah dan pada penggunaan lahan N pasca kebakaran tergolong rendah.Kata kunci : Status Kesuburan, Penggunaan Lahan, Nanas dan Semak Belukar
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL TAMBAK IKAN KERAPU SUNU DI KECAMATAN BUNGURAN BARAT KABUPATEN NATUNA
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finasial tambak ikan kerapu sunu di Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani ikan yang menjadi pengusaha budidaya ikan kerapu di Kabupaten Kecamatan Bunguran Barat Natuna dengan jumlah 30 Orang. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, kuisioner, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian Analisis Kelayakan Finansial Ikan Kerapu Kecamatan Bunguran Kabupaten Natuna menunjukan nilai rata-rata NPV usaha perikanan ikan kerapu sebesar Rp.16.462.976.32 bernilai positif, sehingga membuktikan bahwa usaha penangkapan ikan ini layak diteruskan. Rata-rata nilai IRR usaha ikan kerapu sebesar 38% nilai tersebut lebih besar dari discount factor 12 % sehingga usaha perikanan ini layak untuk diteruskan. Nilai B/C ratio rata-rata pada usaha ikan kerapu sebesar 2,20, nilai tersebut lebih besar dari satu sehingga usaha keramba kerapu layak diusahakan Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan usaha ikan kerapu di Kecamatan Bunguran Barat layak untuk diusahakan
PENGARUH KOMPOS DAUN BAMBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SEMANGKA PADA TANAH ALUVIAL
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos daun bambu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman semangka pada tanah aluvial. Penelitian berlangsung dari tanggal 2 Maret sampai 4 Mei 2017, penelitian dilaksanakan di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode yang digunakan adalah pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5%. Perlakuan terdiri dari 6 taraf yaitu (a0 = kontrol, a1 = 900 g/petak, a2 = 1.800 g/petak , a3 = 2.700 g/ petak, a4 = 3.600 g/petak dan, a5 = 4.500 g/petak) dan perlakuan ini diulang sebanyak 4 kali. Variabel pengamatan meliputi : volume akar (cm3), berat kering (g), klorofil daun (spad unit), berat buah pertanaman (g), jumlah buah pertanaman, dan panjang buah pertanaman (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos daun bambu mempengaruhi pertumbuhan tanaman semangka pada tanah aluvial. Dosis kompos daun bambu yang optimal adalah 2.700 g/petak atau setara 33 ton/ha. Kata kunci : Kompos Daun Bambu, Tanaman Semangk
KARAKTERISTIK FISIKA TANAH SAWAH IRIGASI SEMI TEKNIS DI BANTARAN SUNGAI DAN KAKI BUKIT DESA LUBUK ANTUK KABUPATEN KAPUAS HULU
ABSTRAK Tanah sawah adalah tanah yang digunakan untuk bertanam padi sawah, baik terus-menerus sepanjang tahun maupun bergiliran dengan tanaman palawija. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan karakteristik fisika tanah sawah irigasi semi teknis di bantaran sungai tepuai dan kaki bukit beluan. Penelitian ini dilakukan selama 4 (empat) bulan yakni Agustus 2018 sampai dengan November 2018 dimulai dari pengambilan data sampel di lapangan, analisis sampel di laboratorium sampai dengan penyajian hasil. Lokasi penelitian di lakukan di Desa Lubuk Antuk Kabupaten Kapuas Hulu. Pengolahan data dengan menggunakan uji-t Pairet Sample t-test dengan taraf kepercayaan 5 % dan menggunakan program Microsoft Word Exel yang meliputi perhitungan dari hasil porositas total, bobot isi, kadar air kapasitas lapangan, dan permeabilitas tanah antara nilai rata-rata dari dua lahan. Warna tanah lahan sawah bantaran sungai (SBS) yaitu: abu-abu kemerahan, abu-abu gelap, dan coklat gelap keabu-abuan. Lahan sawah kaki bukit (SKB) yaitu: coklat keabu-abuan, kuning agak kecoklatan, dan kuning kecoklatan. Tekstur tanah lahan SBS dan SKB yaitu: liat. Struktur tanah lahan SBS dan SKB yaitu: gumpal.Muka air tanah pada lahan SBS T1 85 cm, T2 80 cm, T3 78 cm, T4 95 cm, dan T5 90 cm sedangkan pada lahan SKB T1-T5 120 cm belum ditemukan muka air tanahnya, dimana ketinggian masing-masing titik pada petakan sawah berbeda-beda dan pada saat penelitian saluran irigasinya kering dikarenakan masih dalam perbaikan atau direhap. pH tanah masam. Carbon organik rendah sampai sangat rendah. N-Total rendah sampai sangat rendah. C/N Ratio rendah. Kematangan tanah agak matang dan matang. Bobot isi tanah lahan SBS kedalaman 0-20 dan 20-40 cm tidak berbeda nyata, SKB 0-20 dan 20-40 cm berbeda nyata. Lokasi SBS dan SKB kedalaman 0-20 cm tidak berbeda nyata, SBS dan SKB kedalaman 20-40 cm berbeda nyata. Porositas total tanah lahan SBS dan SKB kedalaman 0-20 dan 20-40 cm tidak berbeda nyata. Lokasi SBS dan SKB kedalaman 0-20 cm tidak berbeda nyata, SBS dan SKB kedalaman 20-40 cm berbeda nyata. Kadar air kapasitas lapangan tanah lahan SBS dan SKB kedalaman 0-20 dan 20-40 cm tidak berbeda nyata. Lokasi SBS dan SKB kedalaman 0-20 cm berbeda nyata, SBS dan SKB kedalaman 20-40 cm tidak berbeda nyata. Permeabilitas tanah lahan SBS dan SKB kedalaman 0-20 dan 20-40 cm berbeda nyata. Lokasi SBS dan SKB kedalaman 0-20 dan 20-40 cm tidak berbeda nyata. Kata kunci: Karakteristik Fisika Tanah, Sawah Irigasi, Sawah Bantaran Sungai, Sawah Kaki Bukit
Respon Pertumbuhan Anggrek Phalaenopsis Hibrid pada Media MS dan Berbagai Media Alternatif Secara In Vitro
Media kultur merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan perbanyakan dengan kultur in vitro. Media dasar kultur in vitro seperti Murashige and Skoog (MS) dalam pembuatannya rumit serta bahan-bahan kimia yang relatif mahal dan terkadang sulit untuk didapat. Media alternatif pupuk dapat dijadikan sebagai alternatif karena harga bahan-bahan yang murah, mudah didapat dan kandungan unsur haranya lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan anggrek Phalaenopsis hibrid pada media MS dan berbagai jenis media alternatif secara in vitro. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 27 Maret hingga 27 Juli 2017 di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu media MS, Growquick S, Growmore, Hyponex hijau dan Gandasil D dengan penambahan BAP 1,5 ppm dan air kelapa 100 ml/l. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi pertambahan jumlah daun (helai), pertambahan jumlah akar (helai), waktu terbentuk tunas (MST), jumlah tunas (tunas) dan persentase eksplan membentuk tunas (%). Hasil penelitian menunjukkan media alternatif lebih mampu mendorong pembentukan tunas dibandingkan media MS pada persentase eksplan membentuk tunas meskipun respon pertumbuhan anggrek Phalaenopsis hibrid secara umum sama baiknya pada media MS maupun media alternatif. Media alternatif pupuk Gandasil D menunjukkan hasil yang lebih baik pada persentase eksplan membentuk tunas, yaitu sebesar 75% dibandingkan dengan media alternatif lainnya. Kata kunci : Anggrek, In Vitro, Media Alternatif, Media MS, Phalaenopsis Hibri