Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    PENGARUH PEMBERIAN SLUDGE KELAPA SAWIT DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING DI MAIN NURSERY

    Full text link
    Kelapa sawit ( Elaeis guineensis Jacq .) merupakan komoditi tanaman industri penting penghasil minyak. Bahan organik yang terdapat dalam sludge akan memperbaiki sifat fisik dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Mikroba yang ada pada pupuk hayati bermanfaat sebagai bahan pengurai yang dapat membantu menyediakan unsur hara. Oleh karena itu penelitian dilakukan dengan tujuan mengetahui interaksi lumpur dan pupuk hayati serta mengetahui dosis terbaik lumpur dan konsentrasi pupuk hayati terhadap pertumbuhan tanaman kelapa sawit di pembibitan utama . Penelitian dilaksanakan di lahan Pertanian yang terletak di Jl. Sungai Raya Dalam Ujung, Desa Punggur. Penelitian ini berlangsung dari 12 April hingga 5 Juli 2022. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini dalam bentuk faktorial dengan pola Rancangan Petak Terbagi (RPT). Perlakuan terdiri dari 2 faktor:   lumpur sebagai Petak Utama (MP) dan pupuk hayati sebagai Sub Petak (SP) yang masing-masing memiliki 3 taraf perlakuan. Analisis data dilakukan menggunakan aplikasi CoStat. Variabel yang diamati yaitu pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, pertambahan luas daun, pertambahan diameter batang, pertambahan berat kering akar, pertambahan berat kering tajuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan lumpur dan pupuk hayati tidak saling mempengaruhi terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tanah PMK di pembibitan utama . Dosis pemberian sludge dan pupuk hayati yang efektif yaitu 12 ton/ha dan 4cc /l larutan terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tanah PMK di main nurser

    RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KRATOM TERHADAP JENIS TANAH YANG BERBEDA

    Full text link
    Kratom merupakan tanaman lokal yang ada di Kapuas Hulu yang digunakan sebagai obat herbal yang dapat dimakan mentah, diseduh seperti teh atau diubah menjadi bubuk, kapsul, tablet maupun cairan. Kratom merupakan tanaman endemik yang tumbuh subur di daerah dekat aliran sungai pada jenis tanah aluvial yang kaya bahan organik, pertumbuhan bibit kratom di habitat yang berbeda dengan asalnya merupakan hal yang sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan bibit kratom yang terbaik pada media tanah yang berbeda yaitu, pada tanah aluvial, gambut, dan podsolik merah kuning (PMK). Penelitian ini dilaksanakan di Kota Pontianak sejak Februari sampai dengan Mei 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga taraf perlakuan uji. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut : t1 = tanah aluvial, t2 = tanah gambut, dan t3 = tanah PMK. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 9 kali. Setiap unit percobaan ada 5 sampel tanaman yang berarti ada 135 tanaman. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan media tanam, persiapan benih kratom, penanaman, dan pemeliharaan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kratom dapat tumbuh dengan baik di mana jenis tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan bibit kratom yaitu pada tinggi tanaman dan jumlah daun 2, 5, 8, 11 dan 14 minggu setelah tanam, volume akar dan berat kering tanaman. Media tanam tanah gambut dengan penambahan pupuk kandang ayam dan kapur dolomit memberikan pertumbuhan bibit kratom yang lebih baik dibandingkan dengan media tanam tanah aluvial dan PMK

    PENGARUH AMELIORAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA LAHAN GAMBUT

    Full text link
    Jagung manis (Zea mays saccharata L.) merupakan tanaman pangan yang banyak dibudidayakan masyarakat dan menjadi satu diantara komoditas terpenting setelah tanaman padi karena mengandung karbohidrat,  protein, lemak yang rendah, dan sejumlah vitamin sangat bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian bertujuan untuk menentukan dosis dan jenis amelioran terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan gambut. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu pemberian dosis amelioran (D) terdiri dari: d1= 10 ton/ha setara dengan 5,6 kg/petak, d2= 20 ton/ha setara dengan 11,2 kg/petak, d3= 30 ton/ha setara dengan 16,8 kg/petak. Faktor kedua yaitu jenis amelioran (J) terdiri dari: j1= lumpur laut, j2= tanah aluvial, j3= abu kayu. Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering tanaman, volume akar, berat jagung berkelobot, diameter tongkol, panjang tongkol, berat jagung berkelobot per petak. Berdasarkan hasil penelitian bahwa amelioran abu kayu dengan dosis 20 ton/ha setara 11,2 kg/petak merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan gambut

    PENGARUH SKARIFIKASI DAN LAMA PERENDAMAN DENGAN EKSTRAK BAWANG MERAH TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI PINANG

    Full text link
    Pinang (Areca catechu) merupakan tanaman perkebunan yang memiliki potensi yang cukup tinggi dan nilai ekonomi sebagai bahan baku industri kimia dan farmasi. Secara alamiah benih pinang baru dapat berkecambah setelah 60-75 hari setelah semai.. Tujuan penelitian ini mendapatkan metode skarifikasi dan lama perendaman dengan ekstrak bawang merah yang  terbaik untuk mempercepat perkecambahan pada biji pinang. Penelitian ini dilakukan di lahan yang terletak di Jl. Parit Sarim Desa Punggur Besar Kecamatan Sungai Kakap pada bulan Desember 2022 sampai Febuari 2023. Penelitian ini menggunakan pola  Faktorial Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 2 faktor, yaitu faktor skarifikasi dan lama perendaman, serta setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang dimaksud terdiri dari: tanpa skarifikasi dan lama perendaman 3 jam, tanpa skarifikasi dan lama perendam 6 jam, tanpa skarifikasi dan lama perendaman 9 jam, skarifikasi dan lama perendaman 3 jam, skarifikasi dan lama perendaman 6 jam, skarifikasi dan lama perendaman 9 jam. Variabel  yang diamati adalah kadar air, daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh, panjang akar, dan panjang plumula. Hasil penelitian  ini yaitu  skarifikasi dan lama perendaman dengan ekstrak bawang merah terhadap perkecambahan biji pinang hanya memberikan interaksi pada variabel pengamatan daya berkecambah. Skarifikasi pada benih dan lama perendaman 9 jam memberikan pengaruh yang tertinggi  terhadap perkecambahan biji pinang

    PENGARUH BOKASHI LIMBAH SAYURAN DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH GAMBUT

    Full text link
    Kubis bunga (Brassica oleraceea L.) merupakan jenis tanaman sayuran yang termasuk dalam keluarga tanaman kubis-kubisan (Cruciferae). Usaha yang dilakukan untuk meningkatkan produksi kubis bunga di Kalimantan Barat dapat dilakukan dengan memanfaatkan tanah gambut. meskipun demikian tanah gambut memiliki beberapa kendala jika dimanfaatkan sebagai media tanam seperti pH tanahnya yang rendah, memiliki porositas yang tinggi, memiliki kandungan C-organik yang tinggi dan secara alami status hara tanah gambut tergolong rendah, baik hara makro maupun mikro. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi terbaik dari bokashi limbah sayuran dan pupuk hayati untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Reformasi Gang Struktur, Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat, berlangsung dari Juni hingga Oktober 2023. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu bokashi limbah sayuran (b) terdiri dari 3 taraf yaitu b1 (400 g/polybag ≈ 20 ton/ha), b2 (500 g/polybag ≈ 25 ton/ha), b3 (600 g/polybag ≈ 30 ton/ha). Faktor kedua pupuk hayati (h) terdiri dari tiga taraf yaitu h1 (5 ml bioboost/liter air), h2 (10 ml bioboost/liter air), h3 (15 ml bioboost/liter air). Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu jumlah daun, Volume akar, berat kering tanaman, berat segar krop dan diameter krop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian bokashi limbah sayuran dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah gambut. Pemberian bokashi limbah sayuran dengan dosis 25 ton/ha ≈ 500 g/polybag dan pupuk hayati 10 ml/liter air memberikan hasil terbaik pada variabel berat segar krop

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH TERHADAP PEMBERIAN PGPR DAN PUPUK PHOSPAT DI TANAH ALUVIAL

    Full text link
    Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) adalah salah satu tanaman penghasil biji-bijian yang merupakan tanaman pangan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi karena kandungan gizinya terutama protein dan lemak yang tinggi. Produksi kacang tanah dapat dikatakan masih rendah dalam skala nasional, oleh sebab itu perlu peningkatan produksi kacang tanah dengan program intensifikasi dan ekstensifikasi. Ekstensifikasi yang dilakukan dengan memanfaatkan tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman kacang tanah. Tanah aluvial umumnya memiliki kendala seperti liat cukup tinggi, aerasi kurang baik dan daya ikat air yang rendah. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menambahkan PGPR dan pupuk Phospat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dari pemberian PGPR dan pupuk Phospat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah pada tanah aluvial. Penelitian ini dimulai dari 01 September sampai 04 Desember 2021 di Desa Kalimas Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama pemberian Konsentrasi PGPR terdiri dari 3 taraf yaitu a1 = 10 ml/L, a2 = 20 ml/L, a3 = 30 ml/L, dan faktor kedua yaitu pemberian dosis pupuk Phospat terdiri dari 3 taraf yaitu b1 = 125 kg/ha, b2 = 250 kg/ha, b3 = 375 kg/ha. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat biji kering per tanaman, berat 100 biji, dan berat biji kering per petak. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi PGPR dan SP-36 dosis 20 ml/l + 125 kg/ha adalah dosis yang paling efektif dalam penelitian ini

    KORELASI KADAR AIR TANAH LAPANGAN DAN KEDALAMAN MUKA AIR TANAH PADA ZONA RIPARIAN KEBUN RAYA SAMBAS

    Full text link
    Kebun Raya Sambas merupakan satu-satunya kebun raya di Kalimantan Barat yang memiliki zona atau wilayah riparian. Kemiringan lereng pada Zona Koleksi Tumbuhan Riparian Kebun Raya Sambas yang bervariasi menyebabkan kadar air tanah lapangan berubah-rubah, hal ni akan mempengaruhi pertumbuhan pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara kadar air tanah lapangan terhadap muka air tanah pada lahan basah atau Zona Riparian Kebun Raya Sambas. Pengangambilan sampel tanah meliputi dua jalur yaitu jalur U dan X pada zona riparian, sebanyak 6 sampel yang diambil pada setiap jalurnya dengan kedalaman 0-30 cm. Jumlah keseluruhan sampel pada zona riparian sebanyak 12 sampel tanah utuh dan terganggu. Parameter sifat fisika tanah meliputi fraksi tekstur tanah, bobot isi tanah, porositas total tanah, konduktivitas hidrolik tanah, kemantapan agregat tanah, dan kadar air tanah lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi kedalaman muka air tanah dengan sifat fisika tanah memiliki nilai sangat rendah (fraksi pasir, fraksi debu dan kemantapan agregat tanah) dan rendah (fraksi liat, bobot isi, porositas total dan konduktivitas hidrolik). Hasil analisis Kadar air kondisi lapangan (KAL) memiliki nilai regresi 0,41 (sedang) dan kekuatan pengaruh korelasi 17,11 %. Kadar air kapasitas lapangan (KAKL) memiliki nilai regresi 0,06 (sangat rendah) dan  kekuatan  pengaruh  korelasi 34 %

    PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN NEPENTHES MIRABILIS

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media tanam terbaik untuk pertumbuhan anakan Nepenthes mirabilis. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nanga Mahap, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau dengan ketinggian tempat 10-1000 m di atas permukaan laut dan berlangsung pada tanggal Januari – Maret 2023 atau selama 4 bulan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan faktor perlakuan yaitu kombinasi media tanam (P) yang terdiri dari 8 tingkat perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman sehingga jumlah keseluruhan tanaman yaitu 96 polibag. Kombinasi media tanam yang dimaksud adalah A : Tanah gambut, B : Tanah gambut + Pupuk kotoran ayam 1 : 1 (v:v), C : Tanah gambut + Arang sekam 1:1 (v:v), D : Tanah gambut + Pupuk kotoran ayam + Arang sekam 1:1:1 (v:v), E : Tanah aluvial, F : Tanah aluvial + Pupuk kotoran ayam 1:1 (v:v), G : Tanah aluvial + Arang sekam 1:1 (v :v) dan H : Tanah aluvial + Pupuk kotoran ayam + Arang sekam 1:1:1 (v:v). Variabel pengamatan meliputi: pengamatan persentase tanaman yang hidup (%), pertambahan tinggi tanaman (cm), pertambahan jumlah daun (helai) dan pertambahan jumlah kantong yang terbentuk pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam Tanah gambut + Pupuk kotoran ayam + Arang sekam 1:1:1 merupakan media tanam terbaik terhadap pertumbuhan anakan Nepenthes mirabilis dan semua media variabel tinggi tanaman 12 MST, pertambahan jumlah daun 4-16 MST, dan pertambahan jumlah kantong 4 dan 16 MST bisa menggantikan tanah gambut

    KAJIAN KARAKTERISTIK KIMIA TANAH PADA LAHAN PASCA PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) DI DUSUN LAMAT PAYANG DESA TIRTA KENCANA KABUPATEN BENGKAYANG

    Full text link
    Aktivitas penambangan emas menimbulkan dampak buruk berupa turunnya kualitas tanah seperti sifat fisik, sifat kimia dan biologi tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji karakteristik kimia tanah pada lahan pasca penambangan emas tanpa izin dan untuk menentukan saran pemupukan pada lahan sawah dan lahan jagung. Penentuan titik pengamatan dilakukan dengan metode purposive sampling. Sampel diambil secara diagonal kedalaman 0-30 cm. Setiap lahan terdiri dari 5 titik pengamatan masing-masing dikompositkan menjadi 1 sampel, sehingga diperoleh total sampel sebanyak 4 sampel. Pengambilan sampel tanah utuh dilakukan pada lahan jagung dan sawah dengan jumlah sampel sebanyak 2 sampel. Analisis sifat kimia tanah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah dan analisis sifat fiska tanah dilakukan di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah Fakultas Pertanian. Parameter sifat kimia tanah terdiri dari Reaksi Tanah (pH ), Karbon Organik, N-total, P-tersedia, K-dd, Kapasita Tukar Kation, Kejenuhan Basa dan parameter pendukung terdiri dari tekstur dan bobot isi. Hasil analisis data berdasarkan kriteria penilaian sifat kimia tanah sebagai berikut: pH kriteria (masam, agak masam, netral), Karbon (C) Organik (sangat rendah, rendah, tinggi), Nitrogen (N) total (sangat rendah, rendah, sedang), Fosfor (P) tersedia (sangat rendah, sedang), Kalium (K)-dd (sangat rendah), Kapasitas Tukar Kation (rendah, sedang, tinggi), Kejenuhan Basa (sangat rendah, rendah).Kata Kunci : Lahan Pasca PETI, Penggunaan Lahan, Sifat Kimia Tana

    CURAHAN WAKTU KERJA WANITA TANI PADA USAHATANI PADI SAWAH DI DESA SUNGAI RENGAS KECAMATAN SUNGAI KAKAP

    Full text link
    Sektor pertanian menjadi sektor paling utama dalam penyerapan tenaga kerja. Tenaga kerja dalam usahatani dibagi menjadi tiga jenis, yaitu tenaga kerja manusia, tenaga kerja hewan, dan tenaga kerja mesin. Dalam tenaga kerja manusia terbagi lagi menjadi tiga jenis, yaitu tenaga kerja pria, tenaga kerja wanita, dan tenaga kerja anak. Pertanian akan semankin berkembang apabila para pelaku dengan didukung oleh pemerintah dapat memahami peran dan fungsi pertanian, serta mampu mengelolahnya dengan benar sesuai dengan perkembangan kebutuhan manusia. Fenomena wanita bekerja pada sektor pertanian bukanlah hal yang baru terlebih lagi di daerah pedesaan, bahkan peran wanita pada sektor pertanian menjadi suatu hal yang tidak terbantahkan. Petani di Desa Sungai Rengas merupakan penduduk asli daerah tersebut. Konstribusi wanita tani di desa Sungai Rengas tidak dapat dibantahkan lagi, karena di desa tersebut tidak hanya tenaga kerja laki-laki yang melakukan kegiatan usahatani. Wanita tani diwilayah tersebut ada yang mengelolah lahannya sendiri, ada juga yang bekerja dilahan orang lain sebagai buruh tani, dan ada juga yang mengelolah lahan sewa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi curahan waktu kerja wanita tani di Desa Sungai Rengas. Penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan jumlah sampel 43 petani. Analisis data yang dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda untuk melihat apa saja yang mempengaruhi curahan waktu kerja wanita tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel luas lahan, jumlah tanggungan keluarga dan status kepemilikan lahan berpengaruh secara signifikan terhadap curahan waktu kerja wanita tani di Desa Sungai Rengas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇