Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
1262 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN BAHAN ORGANIK SEBAGAI CAMPURAN MEDIA PEMBIBITAN SETEK LADA
ABSTRACTPepper (Piper nigrum Linn) is an important spice plant that can’t be replaced with other herbs, especially in Indonesia. However, productivity and production is currently low due to the large number of trees being felled and replaced with oil palm and rubber, whereas the demand for these commodities is still high in the form of white pepper and black pepper, therefore pepper cultivation in West Kalimantan is still very promising but it must be done improvement of pepper cultivation technique especially since from breeding. This study aims to determine the organic material that provides the best growth as a mixture of pepper cuttings breeding the place. This research was conducted in Pontianak, street parit Demang road for 4 months from August 28th 2017 to January 2nd2018. The study used a Completely Randomized Design (RAL) design, consisting of 4 replication treatments 6 and plant samples 5. Observational variables included live percentage, plant height, number of leaves, root volume, shoot dry weight, root dry weight and environmental observation. The results showed that the utilization of organic material as a mixture of pepper cuttings nursery media has no significant effect on all observation variables. Based on the research done it can be concluded that all organic materials used as a mixture of media can provide the same growth of pepper cuttings nursery. Keywords: Nursery Media of Pepper Cuttings, Papper
Pengaruh Pemberian Paclobutrazol terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis di Tanah Entisol
The aim of this research was to determine the effect of paclobutrazol on the growth and yield of sweet corn on entisol. This research was conducted at Dusun Banjar Laut, Rasau Jaya 2, Kubu Raya regency, Kalimantan Barat province. This research started on February 14th 2018 to April 21st 2018. The experimental design used was complete block design (CBD) consist of 5 treatment levels concentration of paclobutrazol, namely : 0 ppm (p0); 500 ppm (p1); 1000 ppm (p2); 1500 ppm (p3); dan 2000 ppm (p4). Each treatment was repeated 5 times and each plot consist of 5 plant samples. The variables observed in this research were include height of plant, leaf area, stem diameter, root volume, dry weight of the upper part of the plant, root dry weight, time of anthesis and time of silking, weight of cob per plot, weight of cob with husk, weight of cob without husk, cob length, cob diameter. The results showed that application of paclobutrazol affected the growth and yield of sweet corn on entisol. The application of paclobutrazol gives an effect on height of plant, stem diameter, root dry weight and weight cob sweet corn per plot.Keywords : Entisol , Sweet Corn, Paclobutrazol
KAJIAN INDEKS KUALITAS TANAH SETELAH DIBAKAR PADA TIGA PERIODE PEMBAKARAN LADANG BERPINDAH MENGGUNAKAN METODE MAUSBACH DAN SEYBOLD DI KABUPATEN MELAWI
ABSTRAKKualitas tanah adalah kapasitas tanah yang berfungsi mempertahankan produktivitas dan menjaga ketersediaan air serta mendukung kegiatan manusia. Kualitas yang baik akan mendukung kerja fungsi tanah diantaranya sebagai melestarikan aktivitas biologi, pengaturan dan penyaluran air serta penyaring dan penyangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kualitas tanah setelah dibakar pada pasca tiga periode pembakaran ladang berpindah yang telah di tinggalkan selama 3 tahun (PB 3), 5 tahun (PB 5), 10 tahun (PB 10) hingga tahun 2017 dan hutan sekunder (HS) sebagai kontrol dengan menggunakan metode Mausbach dan Seybold. Parameter yang diukur meliputi porositas total, C-organik, persentase dari penjumlahan debu dan lempung, pH tanah, P tersedia, K tersedia dan N total. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kayu Bunga, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi. Indeks kualitas tanah (IKT) dihitung menggunakan metode Mausbach dan Seybold. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan IKT PB 3 tahun sebesar 0,578, PB 5 tahun sebesar 0,521, PB 10 tahun sebesar 0,460 dan HS sebesar 0,492, dan semuanya termasuk IKT sedang. Nilai indeks kualitas berkisar antara 0-1, semakin nilai indeks mendekati 1 menunjukkan kualitas semakin baik. Tanah yang berkualitas baik akan menjamin keberlanjutan fungsi tanah, baik fungsi produksi maupun fungsi ekologi. Penentuan indeks kaulitas tanah suatu lahan akan berguna untuk penyusunan arah pengelolaan lahan yang berkelanjutan.Kata Kunci : Kualitas tanah, Indeks kualitas tanah, ladang berpindah, metode Mausbach dan Seybol
Respon Tanaman Kedelai Akibat Pemberian Abu Sabut Kelapa pada Tanah Gambut
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis abu sabut kelapa yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sarang Burung Danau Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas yang berlangsung sejak bulan Juli hingga September 2016. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan, 5 ulangan dan setiap ulangan terdapat 4 polibag tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah pemberian abu kayu 337 g/polibag, pemberian abu sabut kelapa 195 g/polibag, 373 g/polibag, 550 g/polibag, dan 725 g/polibag. Variabel yang diamati adalah volume akar (cm3), jumlah bintil akar (bintil), berat kering tanaman (g), berat biji pertanaman (g), dan berat 100 biji tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu sabut kelapa berpengaruh nyata terhadap variabel volume akar, jumlah bintil, berat kering, berat biji pertanaman, dan berat 100 biji tanaman kedelai
THE EFFECT OF COMBINATION OF CHICKEN MANURE AND KCl ON THE GROWTH AND YIELD OF SHALLOT ON ALUVIAL SOIL
Shallots (Allium ascalonicum L.) is a horticultural commodity classified as spice vegetables which has many benefits and high economic value. Efforts to increase the production of shallots in West Kalimantan can be carried out on various types of soil, including alluvial soils. The purpose of this research was to obtain the best dose combination of chicken manure with KCl on the growth and yield of shallots on alluvial soil. The study was conducted in the village of Parit Bugis, Segedong District, Mempawah Regency. The study began on May 21 2018 to August 19 2018. This study used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatment levels, namely A = 50 g / chicken manure plants equivalent to 10 tons / ha and 1.5 g KCl / plants equivalent to 300 kg / ha, B = 75 g / chicken manure plants equivalent to 15 tons / ha and 1.25 g KCl /plants equivalent to 250 kg / ha, C = 100 g / chicken manure plants equivalent to 20 ton / ha and 1 g KCl / plant equivalent to 200 kg / ha, D = 125 g / chicken manure plants equivalent to 25 tons / ha and 0.75 g KCl / plant equivalent to 150 kg / ha, E = 150 g / chicken manure crops equivalent to 30 tons / ha and 0.5 g KCl / plants equivalent to 100 kg / ha. Each treatment was repeated 5 times and each replication consisted of 3 sample plants so that the plants totaled 75 plants. The variables observed in this study were plant height (cm), number of leaves per clump (strands), number of tubers per clump (fruit), fresh weight of tubers per clump (g), dry weight of tubers per clump (g). The results showed that the combination of chicken manure and KCl gave an unreal effect on all observation variables.Keywords: alluvial, chicken manure and KCl, Shallot
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR ASAL BUAH-BUAHAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI PADA TANAH GAMBUT
Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin. Umumnya tanaman cabai membutuhkan unsur hara yang cukup dalam pertumbuhan dan perkembangannya agar hasilnya dapat maksimal. Unsur hara dalam tanah tidak sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman sehingga diperlukan penambahan unsur hara melalui pupuk organik cair asal buah-buahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi terbaik pupuk organik cair asal buah-buahan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, pada bulan November 2017 sampai Februari 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan5 taraf perlakuan yaitu k1 (5 ml/l), k2 (20 ml/l), k3 (35 ml/l), k4 (50 ml/l), k5 (65 ml/l). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dengan 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, waktu berbunga, berat kering tanaman, panjang buah, diameter buah, jumlah buah, berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair asal buah-buahan yang terbaik tidak ditemukan dalam penelitian ini namun konsentrasi 65 ml/l pupuk organik cair dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai pada tanah gambut. Kata kunci: cabai, gambut, pupuk organik cair asal buah-buaha
IDENTIFIKASI SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA MATANG SEGANTAR KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS
IDENTIFIKASI SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA MATANG SEGANTAR KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS Yanie Arianie(1), Sutarman Gafur(2), dan Rossie Wiedya Nusantara(2) (1)Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura (2)Dosen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi sifat kimia tanah dan merekomendasikan pemupukan N, P dan K di lahan sawah tadah hujan pada tanaman padi. Pengambilan sampel penelitian di Desa Matang Segantar Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas. Parameter dalam penelitian ini adalah pH tanah, C-organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia, kapasitas tukar kation, kejenuhan basa, tekstur dan bobot isi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pH tanah antara 4,41-4,88 dengan kriteria masam hingga sangat masam. C-organik antara 2,45-4,78 % dengan kriteria sedang hingga tinggi. Kandungan N-total antara 0,28-0,48 % dengan kriteria sedang. P-Tersedia antara 29,44-50,70 ppm dengan kriteria sedang hingga tinggi. K-tersedia antara 0,21-0,29 cmol (+)Kg1 dengan kriteria rendah. Kapasitas tukar kation antara 14,68-21,40 cmol (+)Kg1 dengan kriteria rendah hingga sedang. Kejenuhan basa antara 11,49-15,19 % dengan kriteria sangat rendah. Tekstur tanah termasuk dalam kelas liat berdebu. Bobot isi tanah antara 0,99-1,15 g/cm3. Dosis rekomendasi pemupukan yang digunakan untuk uji coba di lapangan adalah L1 sebesar 183 kg/ha Urea dan 56 kg/ha KCl. L2 sebesar 180 kg/ha Urea, 48 kg/ha SP-36 dan 81 kg/ha KCl. L3 sebesar 175 kg/ha Urea, 41 kg/ha SP-36 dan 320 kg/ha KCl. L4 174 kg/ha Urea, 52 kg/ha SP-36 dan 340 kg/ha KCl. Kata kunci : Sifat kimia tanah, lahan sawah tadah hujan dan rekomendasi pemupuka
ANALISIS SIKAP DAN PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PRODUK KECAP MANIS BANGO PADA PASAR MODERN KOTA PONTIANAK
Bango merupakan merek kecap manis yang diproduksi oleh PT Unilever. Kecap manis Bango merupakan merek lokal potensial yang diwaspadai oleh pesaing karena setiap tahunnya penjualan kecap manis Bango selalu meningkat . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap dan perilaku konsumen kecap manis Bango pada Pasar Modern Pontianak. Pengambilan sampel dengan metode Accidental sampling dengan jumlah sampel 96 responden, kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis Fishbein. Atribut kecap manis Bango yang digunakan untuk mengukur sikap konsumen meliputi merek, rasa, kekentalan, kemasan, label, keberagamn ukuran dan harga. Untuk perilaku konsumen variabel yang digunakan meliputi Peran anggota keluarga, peran teman dan peran tenaga penjual .Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap konsumen terhadap atribut kecap manis Bango adalah baik dengan skor total (10,42) dan perilaku konsumen dalam keputusan pembelian pada kecap manis Bango di Pasar modern Kota Pontianak adalah positif dengan skor (9,82)Kata Kunci : Kecap manis Bango , multiatribut fishbein , Pasar modern, Sikap dan perilaku konsumen
PENGARUH MEDIA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA SECARA HIDROPONIK
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media organik terbaik bagi pertumbuhan dan hasil selada secara hidroponik. Penelitian dilaksanakan di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya sejak 22 Februari sampai 16 April 2016. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, terdiri dari 5 perlakuan diulang sebanyak 5 dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel sehingga total pengamatan sebanyak 100 tanaman. Perlakuan tersebut adalah m1 (75% serbuk gergaji + 25% arang sekam), m2 (25% serbuk gergaji + 75% arang sekam), m3 (50% serbuk gergaji + 50% arang sekam), m4 (100% serbuk gergaji + 0% arang sekam), m5 (0% serbuk gergaji + 100% arang sekam) Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah jumlah daun (helai), luas daun (cm2), berat segar tanaman (g), volume akar (cm3) dan berat kering tanaman (g). Perlakuan dengan 25% serbuk gergaji + 75% arang sekam merupakan media organik terbaik dibandingkan media lainnya. Kata Kunci : Hidroponik, Media Organik, Selada,
Pengaruh Pupuk Hidroponik Sebagai Media Alternatif Pengganti Media MS Terhadap Pertumbuhan Anggrek Dendrobium sp. Secara Kultur Jaringan
Pengaruh Pupuk Hidroponik Sebagai Media Alternatif Pengganti Media MS Terhadap Pertumbuhan Anggrek Dendrobium sp. Secara Kultur Jaringan Ayu Medang Tanjung(1), Asnawati(2), Nur Arifin(3)1Budidaya; UniversitasTanjungpura2Budidaya; UniversitasTanjungpura3Budidaya; UniversitasTanjungpurae-mail:*[email protected] ABSTRACTThe growth medium in tissue culture has a great influence on growth and development of explants. There are some constrain in obtaining common tissue culture medium, such as hard to make, the chemicals is hard to find and the price is relatively high so it needs an alternative medium that is easily obtained and be able to give the same effect with commonly used tissue culture medium. Hydroponics fertilizer can be used as an alternative medium because it is easy to make and relatively low price compared to MS medium. The research aims to determine wether hydroponic fertilizers can be used as an alternative medium and to find the best type of hydroponic fertilizer to the growth of Dendrobium sp. orchid on tissue culture. The research was conducted from December 20, 2017 to March 20, 2018 at the Laboratory of Biotechnology Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. This research used Completely Randomized Design (CRD) with one factor i.e. MS, WB Mix, Nutrisi Hidroponik, Veggie Mix, and Goodplant. The variables observed in this research include the increase number of leaves (piece), the increase number of root (piece), the time to buds appearance (weeks) and number of buds (buds). The results showed that in general the use of hydroponic fertilizer as alternative medium for tissue culture medium provide equal response with MS medium to the growth of Dendrobium sp. orchids, but on MS medium the growth of buds is faster than all types of hydroponic fertilizer as alternative medium. Keyword : Alternative Medium, Dendrobium sp. Orchid, MS Medium, Tissue Cultur