Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
1262 research outputs found
Sort by
SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TALAS KUKUS PADA PEMBUATAN KUE BINGKE
SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TALAS KUKUS PADA PEMBUATAN KUE BINGKE Marselina Weni Sari*), Tri Rahayuni 2), Suko Priyono 2)1)Program Studi S-1 Agroteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian,Universitas Tanjungpura2)Dosen Program Studi S-1 Ilmu Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian,Universitas Tanjungpura*Email Korespondensi : [email protected] bingke merupakan makanan tradisional khas Pontianak yang terbuat dari tepung terigu, telur, gula pasir, santan, garam dan susu kental manis yang menyerupai kue lumpur. Kue bingke ini khas menyerupai bentuk bunga segi enam, bertekstur lembut dan rasa manis serta tanpa bahan pengawet sintesis. Talas merupakan tanaman umbi-umbian yang dapat mengeluarkan getah berwarna putih seperti susu. Tanaman ini memiliki daun berbentuk perisai dan warna daun yang sangat bervariasi tergantung varietasnya. Umbi talas berpotensi sebagai sumber karbohidrat dan protein yang cukup tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui substitusi terbaik tepung terigu dan talas berdasarkan sifat kimia dan sensori kue bingke. penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor perlakuan terdiri dari 6 taraf, yaitu substitusi tepung terigu : talas terdiri dari 100:0 %, 90:10 %, 80:20 %, 70:30 %, 60:40 %, 50:50 %. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 24 sampel kombinasi. Parameter pengamatan meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat dan sensori. Hasil Uji Indeks Efektifitas menunjukkan bahwa substitusi terbaik terdapat pada 50% tepung terigu dan 50% talas, dimana kadar air (46,72), kadar abu (1,90), kadar lemak (22,95), kadar protein (6,42) dan kadar karbohidrat (22,00). Hasil uji sensori terbaik yaitu warna 4,16 (menarik), aroma 3,96 (beraroma talas), tekstur 4,28 (sangat tidak keras) dan rasa 4,12 (manis). Kata Kunci : bingke, talas, terigu, substitus
THE EFFECT OF PADI HUSK BIOCHAR COMBINATION AND CHICKEN MANURE AGAINST KALE GROWTH AND RESULTS (Brassica oleraceae var. Acephala L.) IN PEATLAND
Kale plants are a type of green vegetables belonging to Brassica originating from the Eastern Mediterranean or Asia. Kale plants are also dubbed the "The Queen of Greens" and are vegetables that are very well known throughout the world because they have very high nutritional and nutritional content. The aim of this research was determine the best dose of a combination of rice husk biochar and chicken manure on the growth and yield of kale on peat soil. This research was carried out in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. This research started on November 3, 2018 until February 18, 2019. The design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 6 treatments namely: (b1) 3 ton biochar / ha + 15 ton chicken manure / ha , (b2) 6 ton biochar / ha + 15 ton chicken manure / ha, (b3) 9 ton biochar / ha + 15 ton chicken manure / ha, (b4) 3 ton biochar / ha + 30 ton chicken manure / ha, (b5) 6 ton biochar / ha + 30 ton chicken manure / ha, (b6) 9 ton biochar / ha + 30 ton chicken manure / ha. Each treatment was repeated 4 times and consisted of 3 plant samples. Observation variables observed in this study were root volume ), number of leaves (strands), leaf area (), leaf chlorophyll content (spad unit), fresh weight of plants (g), and plant dry weight ( g). Based on the results of research that has been carried out that the combination of rice husk biochar 6 ton / ha and chicken manure 15 ton /ha can increase the growth and yield of the best kale plants on peat soil. Keywords: Biochar Rice Husk, Chicken Manure, Kal
Community Stucture of Fish in Terentang Lake District Sanggau Regency Kalimatan Barat
This study aims to determine the structure of the fish community in the waters of Lake Terentang. Subah Village, TayanHilir District, Sanggau Regency, West Kalimantan Province. This research was conducted from July to October 2019, by taking 3 sampling points. Sampling was done 3 times at each station; at 08.00 AM -10.00 AM; 12.00 AM - 02.00 PM;05.00 PM -07.00 AM, each repeated 3 times using atrawl (gill net) with a 1.5 inches mesh size, a cast net with 1.4 inchesmesh sizeand a Bubu (traditional fish trap). Plankton sampling uses plankton net and water quality research carried out in situ while doing the fish sampling. The results showed that the fish caught totaling 1728 individuals, 19 species, 16 genera from 9 families. The species that are dominant are from the Cyprinidaefamily(7 species) and then Osphronemidae (3 species) and the least is from the Claridaeand Siluridae each of 1 species. Diversity Index (H ') based on fishing gear ranged from 2.09 to 2.52 with moderate category, Uniformity (E') ranged from 0.83 to 0.89 in the high category and Dominance (C) ranged from 0.11 to 0.26 low category. Plankton abundance obtained a total of 1009 plankton were observed which are divided into 14 species. The results of several parameters of the quality of the Lake Terentang Lake are still suitable for the life of the organism.Kata Kunci : Composition of fish species, diversity index, dominance, uniformity and RLG (Relative Length of Gut
KAJIAN KARAKTERISTIK KIMIA TANAH GAMBUT PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA MEGA TIMUR KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG
Gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang setengah membusuk sehingga kandungan bahan organiknya tinggi. Gambut terbentuk dari bagian-bagian tumbuhan yang jatuh akan tetapi proses pembusukannya terhambat.Tanah gambut menempati 47,8% dari lahan rawa di Indonesia yang luasannya sekitar 15 juta Ha dan tersebar pada empat pulau besar di Indoneaia yaitu, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Irian. Pemanfaatan lahan gambut sebagai lahan pertanian bukanlah hal yg baru, secara tradisional masyarakat telah lama memanfaatkan lahan gambut untuk usaha pertanian dalam skala kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Karakteristik kimia tanah (pH, KTK, N- total, P-total dan KB) pada empat jenis penggunaan lahan yaitu karet, sawit, nanas dan semak belukar di Desa Mega Timur Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Lokasi penelitian berada di lahan gambut milik rakyat dengan empat jenis penggunaan lahan diantaranya kebunan kelapa sawit, kebunan karet, kebunan nanas dan semak belukar di Desa Mega Timur Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya.Pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit dengan dua kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm, pada masing-masing lokasi (penggunaan lahan). Hasil analisis reaksi tanah (pH) pada empat jenis penggunaan lahan yaitu kebun nanas, kebun kelapa sawit, kebun karet dan semak belukar memiliki pH dengan kriteria sangan masam. Hasil analisis N-total dengan kriteria sedang sampai tinggi. Hasil analisis P-total termasuk dalam kriteria sangat rendah sampai tinggi. Hasil analisis K-total dengan kriteria sangat rendah. Hasil analisis KTK dengan kriteria sedang sampai tinggi. Hasil analisis KB dengan kriteria sangat rendah. Hasil analisis bobot isi pada empat jenis penggunaan lahan rata-rata sangat rendah. Hasil analisis kadar serat gosok pada empat penggunaan lahan dengat tingkat kematangan hemik.Kata Kunci : Tanah gambut, penggunaan lahan, karakteristik kimia tana
GALLIC ACID AND GLUTAMIC ACID CRUDE EXTRACT of SAN-SANGK (Albertisia papuana Becc.) LEAVES by Aspergillus niger FNCC 6018 FERMENTATION at pH and TEMPERATURE VARIETY CONDITION
One of methods to gallic acid plant productionbytannin fermentation using Aspergillus microbes. The purposeof this research were to obtain gallic acid and glutamic acid from san-sangk (Albertisia papuana Becc.) leaves fermentation using Aspergillus niger FNCC 6018. Research design used factorial block randomized between temperature (25; 30; 45°C) and pH (5; 5.5; 6). The data such as total of tannin (TT) was measuring as a tannic acid while gallic acid was measured from total of phenolic (TF) and glutamic acidwas measured from total of free amino acid (TAAB). Data was analyzed byAnova (α= 5%).The result showed that there were not significantly between temperature and pH to TT, TF and TAAB.The treatmen with lower of total tannin 0.579 mg/100 g and higher of total phenolic 0.224 mg GAE/g is combination between temperature of 30oC and pH of 5.5 for 48 hours. The present work showed that tannin hydrolysis efficiency of Albertisia papuana using this method was 41.7%
Respon Pemberian Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Lobak Pada Tanah Gambut
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abu tandan kosong kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama 2 bulan, menggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) dengan satu faktor perlakuan abu tandan kosong kelapa sawit, yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu A1 (7,05 gr/polybag), A2 (1,031 gr/polybag), A3 (1,355 rg/polybag), A4 (1,681 gr/polybag), A5 (2,008 gr/polybag). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap ulangan terdapat 4 sampel tanaman sehingga jumlah tanaman seluruhnya 100 unit tanaman. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah klorofil daun, berat kering tanaman (gr), berat segar tanaman (gr), berat segar umbi (gr), diameter umbi (cm), dan panjang umbi (cm). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian abu tandan kosong kelapa sawit tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman lobak (klorofil dan berat kering tanaman) dan berpengaruh nyata dengan hasil tanaman lobak (berat segar tanaman, berat segar umbi, diameter umbi, dan panjang umbi). Pemberian abu tandan kosong kelapa sawit dengan dosis 1.035 gr/polybag merupakan dosis terbaik terhadap hasil tanaman lobak pada tanah gambut
Kajian Status Kesuburan Tanah Pada Beberapa Tipe Penggunaan Lahan Di Desa Karimunting Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang
ABSTRAK Desa Karimunting merupakan satu diantara daerah di Kalimantan Barat yang mengalihkan fungsi hutan menjadi peruntukan lain seperti pemukiman, kebun kelapa sawit, kebun kelapa dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah pada beberapa tipe penggunaan lahan di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang. Variabel pengamatan terdiri dari pH, C-organik, KTK, N-total, KB, P-tersedia, P-total, K-total, dan K-dd. Penelitian ini berlangsung selama 4 bulan. Penelitian ini mencakup tiga tipe penggunaan lahan yaitu hutan sekunder, kebun kelapa sawit dan kebun kelapa lokal. Analisis data menggunakan Uji-T untuk mentukan perbedaan status kesuburan tanah di hutan sekunder, perkebunan kelapa sawit, dan perkebunan kelapa lokal. Hasil analisis kesuburan tanah dalam bentuk data kualitatif disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kesuburan pada lokasi kelapa lokal dan kelapa sawit sangat berbeda nyata pada pH, C-Organik, KTK, N-Total, dan Kejenuhan basa. pH, KB dan K-dd tanah pada lokasi hutan sekunder dan kelapa sawit sangat berbeda nyata. Status kesuburan tanah pada hutan sekunder tergolong sangat rendah, sedangkan untuk kelapa lokal dan kelapa sawit tergolong rendah. Kata Kunci: Desa Karimunting, Status Kesuburan Tanah, Tipe Penggunaan Laha
ANALYSIS OF THE ACTIVITY OF SCHEDULING THE DISTRIBUTION OF CPO (CRUDE PALM OIL) AND PKO (PALM KERNEL OIL) PRODUCTS AT PT. MITRA ANEKA REZEKI (MAR)
ABSTRACTIndustry has a level of intense competition in the free market era, even at the distributor level. Consumers will feel satisfied with the service of distribution, if the product arrives on time, the right amount and the right quality. PT. Mitra Aneka Rezeki partners have a problem with the lack of inventory when there is an order and its distribution system, such as delivery time, the number and type of goods delivered to each company destination and the cost of goods distribution. Resulting in the occurrence of shortages or excess inventory in the company in question. This study aims to plan the scheduling of product distribution activities to be well coordinate and minimal distribution costs with the optimal number of shipments using the DRP method. DRP is a method for handling inventory procurement in a multi echelon distribution network. From the results of the research, the distribution of companies during 2017 was 144 shipments at a cost of Rp. 3.037.509.720,-., when appling the DRP method, distribution will only be carried out as much as 40 times at a cost of Rp. 2.928.412.580,-,resulting in a decrease in cost of Rp. 109.097.140,- or 3,6 %..Keyword : Aktivity, Distribution, schedulin
PENGARUH PUPUK HIJAU DAUN GAMAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI DI TANAH ALUVIAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk hijau daun gamal yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 taraf perlakuan, 5 ulangan dan setiap ulangan terdapat 3 sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah pemberian pupuk hijau daun gamal : 0, 160, 208, 256, 304 g/polybag. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah volume akar (cm3), luas daun (cm2), berat segar tanaman (g), berat kering tanaman (g) dan hasil tanaman (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk hijau daun gamal dengan dosis 304 g/polybag memberikan hasil yang terbaik terhadap variabel pengamatan volume akar, luas daun, berat segar, berat kering dan hasil tanaman sawi. Kata kunci : Pupuk Hijau Daun Gamal, Sawi, AluvialPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk hijau daun gamal yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 taraf perlakuan, 5 ulangan dan setiap ulangan terdapat 3 sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah pemberian pupuk hijau daun gamal : 0, 160, 208, 256, 304 g/polybag. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah volume akar (cm3), luas daun (cm2), berat segar tanaman (g), berat kering tanaman (g) dan hasil tanaman (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk hijau daun gamal dengan dosis 304 g/polybag memberikan hasil yang terbaik terhadap variabel pengamatan volume akar, luas daun, berat segar, berat kering dan hasil tanaman saw
GROWTH RESPONSE AND RESULTS ON SABRANG ONION (Eleutherine americana Merr) AGAINST OF GRANTING SOLID ORGANIC FERTILIZER ON PEAT
ABSTRAK This study aims to determine the growth and yield response of the best Sabrang on the provision of Organic Solid Fertilizer on peat. The research was carried out on Jl Reformasi GG. Matematika Pontianak Tenggara West Kalimantan, in 7 November 2017 to 8 January 2018. The research method used was Completely Randomized Design consist of 5 treatments namely (p1): 10 g, (p2): 20 g, (p3): 30 g, (p4): 40 g, (p5): 50 g and five replications, so there are 25 units of treatment. Number of samples each treatment that is 4 plants. The observed variables in this study are plant height (cm), number of leaves per clump (split unit), number of chickens per spruce (fruit), fresh weight of tuber per hill (g) and dry weight of tuber wind clump (g). The results showed that the giving of Organic Solid Fertilizer had no significant effect on all observation variable. Keyword: Sabrang onion, Peat, Solid Organic Fertilizer.