Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    NATURE OF ACTIVITY FORMULATION MIXTURE OF IPA GLYPHOSATE + METSULFURON METHYL TO Cyperus rotundus WEED

    No full text
    The use of a single herbicide is often unsatisfactory in the field. Mixing herbicides is expected to provide better control results. The purpose of this study was determine the nature of the activity formulation mixture of IPA glyphosate + methsulfuron methyl with two ratios of  24:1 and 36:1 against Cyperus rotundus weeds. The study was conducted in Experimental Field, Faculty of agriculture, Tanjungpura University, Pontianak, from January to March 2019. The research was arranged according to a Randomized Block Design. Data analysis using probit analysis continued with combination indeks calculation. The results showed that the combination index of IPA glyphosate + methulfuron methyl 24:1and 36:1 was 0,88 and 0,77 so that the two mixed herbicides were not antagonistic to C. rotundus

    EVALUASI KESESUAIAN LAHANPADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI DESA PENITI KECAMATAN SEKADAU HILIR KABUPATEN SEKADAU

    No full text
    Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui tingkat kesesuaian lahan sampai pada tingkat sub kelas kesesuaian lahan untuk tanaman kelapa sawit, serta faktor-faktor pembatas untuk pengembangan tanaman kelapa sawit menyusun rekomendasi berdasarkan fakor-faktor pembatas  untuk tanaman kelapa sawit. Penelitian dilakukan di Desa Peniti Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau dengan luas areal penelitian 100 Ha. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Parameter pengamatan pH Tanah, C-Organik, N-Total, P-Tersedia, KTK Tanah, KB, K-dd, Ca-dd, Mg-dd, Al-dd, Penentuan jenis tanah,  Rekomendasi Pengapuran dan Rekomendasi Pemupukan.            Hasil analisis sifat kimia tanah menunjukan bahwa Reaksi tanah (pH) di SPT 1 dan 2 tergolong masam berkisar antara 4,01-4,27, C-organik tergolong sangat rendah sampai rendah berkisar antara 0,81-1,11%, dengan kandungan N-total tergolong rendah berkisar antara 0,11-0,15%, P-tersedia tergolong sangat rendah antara 5,78-8,11 ppm, KTK tergolong rendah berkisar antara 5,42-7,57 cmol/kg, KB tergolong sangat rendah sampai rendah berkisar antara 18,36-22,32%, K-dd tergolong sangat rendah bekisar antara 0,08-0,16, Ca-dd tergolong sangat rendah berkisar antara 0,60-0,86 Mg-dd tergolong sangat rendah sampai rendah berkisar antara 0,22-0,40 Al-dd tergolong tinggi berkisar antara 1,11-1,95. Jenis tanah pada lokasi penelitian SPT 1: Typic Palehumults, SPT 2: Typic Haplohumults.            Rekomendasi pemupukan Lokasi I: 230,18 kg Urea/ha, 137,89 SP-36/ha, 170KCL/ha. Lokasi II : 231,27 kg Urea/ha, 128,67 kg SP-36/ha, 201 KCL/ha.   Kata kunci: Evaluasi Lahan, Kelapa Sawit, Tanah Ultisol, Sekadau Hilir

    Bioekologi Ikan Baung (Hemibagrus nemurus, Val. 1840) di Hilir Sungai Kapuas Desa Radak Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya

    No full text
    This research focuses on the bioecology of Asian Redtail Catfish (Hemibagrus nemurus) in the downstream of the Kapuas River, Radak Village, Terentang Sub-district, Kubu Raya District. It was conducted from June to September 2020. It aims to identify the relationship between biological aspects including distribution and food habits with the habitats of catfish in the downstream of Kapuas River. It used a purposive random sampling method by selecting the research location based on differences in the environmental setting. The research area was divided into three stations consisting of Station I, which is far from residential areas and bordering secondary forest. Station II is the meeting point of Kapuas River and the Creek of Radak River. Then, station III is close to residential areas. The distribution of catfish could be found in all three stations at a certain time with the highest abundance at station II. The food habit of catfish was considered carnivorous with a length of RGL <1 with the main food of shrimps with an IP percentage of 41.55%, followed by fish and insects as complementary foods with an IP percentage of 27.45% and 19.6% respectively. The ISC value of catfish ranged from 0.8-1.9%. The water condition in the downstream of the Kapuas River is still balanced for the life of catfish

    KARAKTERISTIK KIMIA TANAH SAWAH IRIGASI BERBEDA LAMA PENGELOLAAN LAHAN DI DESA PAKUMBANG KABUPATEN LANDAK

    No full text
    ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan di Desa Pakumbang Kabupaten Landak pada tiga lahan sawah irigasi berbeda lama pengelolaan lahan, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sifat kimia tanah sawah irigasi berbeda lama pengelolaan lahan di Desa Pakumbang Kabupaten Landak. Penentuan titik pengamatan penelitian ini menggunakan sistem diagonal, dengan 5 titik sampel pada setiap petakan sawah dengan kedalaman 0-20 cm.Hasil analisis tanah menunjukan bahwa pH tanah  termasuk dalam kriteria sangat masam, C-organik termasuk dalam kriteria sangat rendah sampai rendah, N-total termasuk kriteria rendah-sedang, Fosfor tersedia termasuk kriteria rendah, sedang sampai sangat tinggi, Kalium dapat di tukar masuk kriteria rendah, KTK masuk kriteria rendah, Kejenuhan Basa masuk kriteria sangat rendah, Kejenuhan Al termasum kriteria sedang-tinggi, Tekstur tanah masuk kriteria liat berdebu, dan bobot isi tanah termasuk kriteria rendah, sedang sampai tinggi. Hasil analisis statistik uji-t berpasangan pada sifat kimia tanah dan fisika tanah, pH tanah tidak berbeda nyata, C-organik berbeda nyata, N-Total berbeda nyata, Fosfor tersedia berbeda nyata, Kalium dapat ditukar tidak berbeda nyata, tekstur tanah untuk fraksi pasir, debu, liat tidak berbeda nyata, bobot isi  berbeda nyata

    KARAKTERISASI PADI LOKAL BERAS HITAM SELASIH DI KECAMATAN BELITANG HULU KABUPATEN SEKADAU

    Get PDF
    Karakterisasi Padi Lokal Beras Hitam Selasih di Kecamatan Belitang Hulu Kabupaten Sekadau Ari Kurniawan 1), Tantri Palupi2), Darusalam2),1)Mahasiswa Fakultas Pertanian 2)Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Karakteristik padi beras hitam belum teridentifikasi dengan baik sehingga potensi dan peluang pengembangannya sebagai varietas padi lokal unggul belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi data dari karakter morfologi dan agronomi padi lokal beras hitam Selasih. Penelitian ini dilaksanakan di kecamatan Belitang Hulu, kabupaten Sekadau, mulai tanggal 03 Januari 2019 – 28 Juni 2019. Pengamatan karakterisasi tanaman dilakukan pada tanaman sampel sebanyak 100 tanaman. Setiap lubang tanam dibenamkan benih sebanyak 1 benih setiap lubang tanaman dengan sistem tanam benih langsung dengan jarak tanam 25 x 25 cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa rerata tinggi bibit berkisar 37,20 cm, Panjang daun rerata 59,06 cm, lebar daun rerata 1,63 cm. Permukaan daun berambut, bentuk sudut daun tegak, sudut daun bendera sedang, warna leher daun hijau muda, warna telinga daun putih tidak berwarna, warna buku daun hijau, warna helai daun hijau tua, dan warna pelepah daun hijau. Rerata panjang lidah daun 1,39 cm, warna lidah daun putih dan bentuk lidah daun 2-cleft. Tinggi tanaman rerata tinggi yaitu 119,05 cm, sudut batang sedang, warna ruas batang kuning emas. Jumlah anakan yang muncul rerata 15 dengan kemampuan beranak sedang. Keluarnya malai  rerata seluruh malai keluar, panjang malai rerata 31,27 cm. Tipe malai antara sedang dan terbuka, poros malai terkulai. Panjang biji rerata 7,40 mm, bentuk biji agak membulat dan lebar biji rerata 2,40 mm. Fertilitas gabah fertile dan berat 100 biji rerata 1,36 g. Rerata umur tanaman 176 hari. Suhu dan kelembaban dengan rerata suhu 290 C dan rerata kelembaban 80%.  Kata Kunci : Karakterisasi, Padi Lokal Beras Hitam

    Karakteristik Kimia dan Sensori Burger Nabati dengan Formulasi Tempe dan Nangka (Artocarpus heterophyllus)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia dan sensoris burger nabati yang dihasilkan dari formulasi tempe dan nangka (Artocarpus heterophyllus). Desain Penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yaitu rasio formulasi antara tempe dan nangka (0:80, 20:60, 40:40, 60:20, 80:0), masing – masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 25 kombinasi perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan uji ANOVA (α=5%) dan uji BNJ (α=5%) dan sensoris menggunakan friedman. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan terbaik berdasarkan indeks efektifitas adalah perlakuan tempe 40g : nangka 40g dengan karakteristik kimia yaitu kadar air sebesar 51,9%, abu sebesar 3,96%, lemak sebesar 17,21%, protein sebesar 7,08%, karbohidrat sebesar 19,86%, serat sebesar 15,5% dan nilai hedonik yang dihasilkan: warna 5,08 (suka), aroma 5,04 (suka), rasa 5,12 (suka) dan tekstur 5,24 (suka)

    PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N,P,K DAN HASIL TANAMAN MELON PADA TANAH ALUVIAL

    No full text
    AbstrakSetiap jenis tanah memiliki tingkat kesuburan yang berbeda-beda tergantung dari faktor pembentuk tanah yang mendominasi daerah atau wilayah tersebut, diantaranya adalah faktor bahan induk, iklim, relief, organisme dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tandan kosong kelapa sawit terhadap ketersediaan hara N, P, K, dan hasil tanaman melon pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan pada bulan Febuari-April 2019 di Rumah Kompos Fakultas Pertanian, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuannya adalah p1 0g (control) p2 200g, Tankos p3 400g, Tankos P4 600g Tankos, dan p5 800g Tankos. Parameter yang diamati adalah pH, C-Organik, N, P, K, Tinggi tanaman, Diameter tanaman, dan berat buah. Hasil pengamatan menunjukkan pengaruh pemberian tandan kosong kelapa sawit pada perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap pH, P, K, Tinggi tanaman, Diameter tanaman, dan Berat buah, akan tetapi berpengaruh nyata terhadap C-Organik dan N pada tanah Aluvial

    Respon Sawi Hijau terhadap Pemberian Biochar Cangkang Kelapa Sawit pada Media Campuran Gambut dan Lumpur Kering

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis biochar cangkang kelapa sawit yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil sawi hijau dengan kandungan Pb yang rendah di dalam tanaman, pada media campuran gambut dan lumpur kering limbah pengolahan air bersih. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, berlangsung dari tanggal 17 Juni sampai 5 Agustus 2019. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dosis biochar yaitu, b0 (tanpa pemberian biochar), b1 (biochar 50 g/polybag), b2 (biochar 100 g/polybag ), b3 (biochar 150 g/polybag), b4 (biochar 200 g/polybag), masing – masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan setiap ulangan terdapat 3 sampel tanaman. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah jumlah daun, jumlah klorofil daun, volume akar, luas daun, berat segar bagian atas tanaman, berat kering bagian atas tanaman, berat kering akar tanaman, dan kandungan Pb. Hasil penelitian menunjukkan pemberian berbagai dosis biochar cangkang kelapa sawit tidak ditemukan dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau dengan kandungan Pb yang rendah pada jaringan tanaman. Kandungan Pb pada bagian atas tanaman melebihi 0,5 ppm, sehingga melewati ambang batas yang diperbolehkan oleh SNI 7378-2009. Kata kunci : Biochar Cangkang Kelapa Sawit, Gambut, Kandungan Pb, Lumpur Kering, Sawi Hijau

    STARCH OF SAGO (Metroxylon sagu rottb) WITH GREEN HOUSE EFFECT DRYER COMBINED BASED ON THICKNESS STACK AND STIRRING

    No full text
    The aim of this research was to find the drying rate of sago starch using greenhouse-effect dryer based on layer thickness and stirring frequency. This research used explorative experimental design consist of no-material treatment, 1 cm thickness with stirring frequency of 0, 2, and 4 times/hour, and 2 cm thickness and stirring frequency of 2 and 4 times/hour.  Observed parameters were sun radiation, dryer temperature, air humidity, drying rate, and material moisture content. The acquired data were analyzed descriptively. Sago starch drying showed drying rates as follows, thickness of 1 cm without stirring had drying rate of 1.39 kg/hour, thickness of 1 cm with stirring frequency of 2 times/hour had drying rate of 1.22 kg/hour, thickness of 1 cm with stirring frequency of 4 times/hour had drying rate of 1.67 kg/hour, thickness of 2 cm with stirring frequency of 2 times/hour had drying rate of 1.85 kg/hour, and thickness of 2 cm with stirring frequency of 4 times/hour had dring rate of 1.91 kg/hour

    SENSITIVITY TEST OF DOUBLE ANTIBODY SANDWICH ENZYME LINKED IMMUNOSORBENT ASSAY (DAS-ELISA) TO DETECT FOOT ROOT DISEASE (Phytophthora capsici L) IN PEPPER (Piper nigrum L)

    No full text
    Phytophthora capsici is the causal agent of foot rot, the most destructive disease of pepper in Indonesia and difficult to control. DAS-ELISA test to protect Phytophthora antigens based on antibodies that are very useful for protected plants can only be used up to the genus. This study was aimed to determine the sensitivity of Double Antibody Sandwich Enzyme Linked Immunosorbent Assay (DAS-ELISA) to detect stem rot disease (Phytophthora capsici) in each part of pepper plants (leaves, stems, and pure isolats) with different serial dilutions.The study was done at Laboratorium Balai Karantina Pertanian Kelas I Pontianak. The sensitivity limit for each sample part of the pepper plant was tested through the dilution stage of the plant extract. The results of the sensitivity limits for each sample are different. Samples of the leaves and stems of pepper plants showed positive results of Phytopththora capsici at dilution rates of 100 and 10-1. Whereas in pure isolats positive results of P. capsici were detected until the dilution rate of 10-3.  Keywords : Phytophthora capsici, ELISA, dilutio

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇