Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
1262 research outputs found
Sort by
Karakteristik Fisika Tanah Pada Tiga Tipe Penggunaan Lahan di Desa Kepayang Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah
ABSTRAKAlih Fungsi dan pengelolaan lahan yang berbeda dalam jangka panjang menyebabkan perbedaan karakteristik lahan, seperti karakteristik fisika tanah. Desa Kepayang merupakan salah satu Desa di Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah yang memanfaatkan hutan sekunder sebagai lahan perkebunan diantaranya kebun karet rakyat dan kebun kelapa sawit rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan karakteristik fisika tanah pada tiga tipe penggunaan lahan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kepayang Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah. Pengambilan sampel tanah pada setiap lahan diambil 5 titik pengamatan yang masing-masing titik mewakili luasan ± 1 ha. Masing-masing sampel tanah yang diambil disetiap lahan sebanyak 6 sampel tanah terganggu dan 15 sampel tanah utuh dikedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Sehingga jumlah keseluruhan sampel pada ketiga penggunaan lahan sebanyak 30 sampel tanah utuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tiga tipe penggunaan lahan berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter sifat tanah. Nilai rerata bobot isi tanah berkisar 0,98%-1,19% (g/cm3) (berkriteria sedang), porositas tanah berkisar 37,09-50,82 (buruk sampai baik), permeabilitas tanah berkisar 6,69%-12,11% (cm/jam) (agak cepat), kadar air kapasitas lapangan berkisar 57,98%-63,10%, reaksi tanah berkisar 4,33-4,87, (masam hingga sangat masam), C-organik berkisar 1,81%-3,47% (rendah, sedang hingga tinggi), N-total berkisar 0,25%-0,47% (sedang)
Kajian Status Hara Tanah Ultisol Pada Tiga Tipe Penggunaan Lahan di Desa Kepayang Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah
Alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian telah menunjukkan dampak yang sangat besar terutama terhadap kerusakan lingkungan, akan tetapi proses itu terus berlangsung dan telah menunjukkan dampak negatif yang berlangsung dan tidak seorang pun yang tahu sampai kapan proses itu dipastikan dapat dihentikan. Desa Kepayang merupakan salah satu Desa di Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah yang memanfaatkan hutan sekunder sebagai lahan perkebunan diantaranya perkebunan karet dan perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara tanah pada tiga tipe penggunaan lahan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kepayang Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah untuk pengambilan sampel tanah pada setiap lahan diambil 5 titik pengamatan yang masing-masing titik mewakili luasan ± 1 ha. Setiap lahan dilakukan pengambilan sampel tanah terganggu sebanyak 5 sampel individu menggunakan sistem diagonal pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm kemudian dikompositkan. Sehingga jumlah keseluruhan sampel adalah sebanyak 6 sampel tanah terganggu yang kemudian dialalisis di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Hasil analisis di Laboratorium menunjukan bahwa reaksi tanah (pH tanah) berkisar 4,33-4,83 dengan kriteria masam hingga sangat masam, C-organik berkisar 1,81-3,47% berkriteria rendah hingga tinggi, Nitrogen total berkisar 0,25-0,47% berkriteria sedang, C/N berkisar 7,24-7,65 berkriteria rendah, Fosfor tersedia berkisar 21,62-52,48 ppm berkriteria sangat tinggi, Kalium tersedia berkisar 0,08-0,24 cmol(+)kg-1) berkriteria rendah hingga sangat rendah, Kalsium berkisar 0,70-1,13 cmol(+)kg-1) berkriteria sangat rendah, Magnesium berkisar 0,38-0,89 cmol(+)kg-1) berkriteria rendah hingga sangat rendah, Kejenuhan basa berkisar 14,31-21,83% berkriteria rendah hingga sangat rendah, Kapasitas tukar kation berkisar 8,58-12,70 cmol(+)kg-1) berkriteria rendah dan status kesuburan tanah yang rendah
Uji Toleransi Bayam Merah Terhadap Cekaman Salinitas
This research aimed to know level of tolerance red spinach to salinity stress. This research was conducted in Pontianak from July 9th to August 2nd 2019. The method used was the completely randomized design (CRD). Comprised of 6 concentration level. Concentration level was the: 0, 2.000, 4.000, 6.000, 8.000 and 10.000 ppm. The variables observed in this research were fresh weight, root volume, leaf area, root dry weight and shoot dry weight. The results showed that the red spinach was tolerance the salinity stress of 8.000 ppm NaCl but the more salt accumulation increased the stunted growth.Keywords : Tolerance Test, Red Spinach, Salinity Stres
ISIKAN JUDUL BERBAHASA INGGRIS
ISIKAN ABSTRACT BAHASA INGGRIS (mulai dari abstract sampai keyword
STATUS HARA N, P, K PADA TANAH INCEPTISOLS DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT KECAMATAN SEBAWI KABUPATEN SAMBAS
AbstrakUnsur hara yang diperlukan tanaman untuk tumbuh terdiri dari 16 unsur hara yang ada di dalam tanah. Tanaman akan mengabsorbsi unsur hara dalam bentuk ion yang terdapat di sekitar perakaran. Unsur hara ini harus berada dalam bentuk tersedia dan dalam konsentrasi yang optimum bagi pertumbuhan tanaman. Tanah Inceptisols pada areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia sebagian besar bertopografi datar hingga bergelombang dan sebagian kecil bergelombang hingga berbukit. Proses pembentukan tanahnya berasal dari proses pelapukan yang sangat intensif karena berlangsung pada daerah tropika dan sub tropika yang bersuhu panas dan bercurah hujan tinggi. Tanaman kelapa sawit di Kecamatan Sebawi telah memasuki usia 8 tahun, perkebunan sawit milik rakyat tersebut berada pada kemiringan 0-8 % dan > 8-15 % namun mempunyai produksi yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status unsur hara N, P, dan K pada tanah Inceptisols pada lahan kelapa sawit rakyat di Kecamatan Sebawi Kabupaten Sambas. Penelitian ini menggunakan metode transek/tegak, berdasarkan hasil penelitian status unsur hara nitrogen, fosfor, dan kalium tanah Inceptisols maka Reaksi tanah (pH) pada lokasi penelitian termasuk dalam kriteria sangat masam, fosfor (P) tersedia tanah termasuk dalam kriteria tinggi. C-organik, N-total, K-dd, Na-dd, Mg-dd dan KTK termasuk dalam kriteria rendah, Kejenuhan Al-dd, Ca-dd dan KB termasuk dalam kriteria sangat rendah. Kata Kunci : Status Hara N, P, K, Kelapa Sawit, Tanah Inceptisols, Kecamatan Sebaw
KAJIAN BAKTERI AZOTOBACTER PADA TANAH GAMBUT DI BEBERAPA TIPE PENGGUNAAN LAHAN KELURAHAN SIANTAN KOTA PONTIANAK
ABSTRAKAzotobacter merupakan bakteri yang berperan dalam penyediaan Nitrogen pada tanah karena bakteri tipe ini mampu menambat Nitrat dengan mengoksidasi ion ammonium pada tanah sehingga dapat terikat dengan kuat pada komponen-komponen humus yang menyebabkan Nitrat tidak mudah terbilas keluar tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bakteri Azotobacter di beberapa penggunaan lahan diantaranya lidah buaya, pepaya, sawi, kelapa sawit, nanas dan hutan sekunder pada lahan gambut. Penelitian ini dimulai pada bulan Agustus sampai November 2018 dengan lokasi pengambilan sampel tanah bertempat di Sungai Selamat, kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara dan inokulasi bakteri Azotobacter di Laboratorium Bioteknologi dan Biologi Tanah serta Analisis kimia tanah bertempat di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah dan untuk analisis Fisika tanah bertempat di Laboratorium Fisika dan Konservasi tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis keragaman klasifikasi satu arah (One Way Anova) dengan rancangan acak lengkap yaitu 6 penggunaan lahan (lidah buaya, pepaya, sawi, kelapa sawit, nanas dan hutan sekunder). Variabel pengamatan terdiri dari parameter utama (jumlah bakteri Azotobacter) dan analisis tanah ( pH, C-organik, kadar abu, N-total, rasio C/N, bahan organik, kematangan tanah, kadar air tanah dan bobot isi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil jumlah populasi bakteri Azotobacter berpengaruh tidak nyata. Hasil Azotobacter terbanyak pada lahan lidah buaya yaitu 4,21055 x 106CFU/ml tanah dan yang paling sedikit pada hutan sekunder yaitu 2,07767 x 106CFU/ml tanah. Pada penggunaan lahan Sawi jumlah bakteri Azotobacter yang ditemukan sebanyak 2,90010 x 106CFU/ml tanah, kelapa sawit ditemukan sebanyak 2,23322 x 106CFU/ml tanah dan pada lahan pepaya ditemukan sebanyak 2,73272 x 106CFU/ml tanah. Kata Kunci: Azotobacter,bakteri tanah, Gambut, Nitrogen
Pengaruh Kombinasi Biochar, Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Diperkaya dan NPK Terhadap Ketersediaan Hara, Serapan dan Produksi Jagung Manis di Tanah Gambut
ABSTRAK Produksi jagung manis di Indonesia masih sangat rendah. Banyak kendala yang dihadapi dalam pengusahaan jagung manis, salah satunya adalah rendahnya kesuburan tanah dan mahalnya harga pupuk kimia (anorganik). Penelitian ini di laksanakan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Metode yang digunakan dalam penelitan ini yaitu metode eksperimen lapangan dengan pola rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan kombinasi biochar sekam padi, kompos tandan kosong kelapa sawit diperkaya dan NPK perlakuan yang dimaksud : P0 = Tanpa perlakuan, P1 = 750 gram biochar + 250 gram TKKS diperkaya + 300 NPK, P2= 750 gram biochar + 500 gram TKKS diperkaya + 300 NPK, P3= 750 gram biochar + 250 gram TKKS diperkaya + 600 NPK, P4= 750 gram biochar + 500 gram TKKS diperkaya + 600 NPK. Masing–masing perlakuan diulang 3 kali dan setiap unit perlakuan terdiri dari 3 polybag sehingga total 45 polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi biochar sekam padi, kompos tandan kosong kelapa sawit diperkaya dan NPK berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan Ketersediaan N-total, P, K, namun tidak berpengaruh nyata terhadap pH tanah dan berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan Serapan N, panjang tongkol, berat tongkol klobot dan berat tongkol tanpa klobot jagung manis, namun tidak berpengaruh nyata terhadap serapan P dan K. Berdasarkan hasil analisis, dapat dilihat bahwa pH tanah sebelum perlakuan yaitu 3,09 (sangat masam), setelah diberikan perlakuan rata – rata pH tanah meningkat berkisar 3,99 (sangat masam). N-total tanah sebelum perlakuan yaitu 1,69 % (sangat tinggi), setelah diberikan perlakuan menurun 0,43 % (sedang). P–tersedia tanah sebelum perlakuan yaitu 8,46 ppm (sangat rendah), setelah perlakuan meningkat menjadi 59,90 ppm (tinggi). Kalium dapat dipertukarkan sebelum perlakuan yaitu 0,09 cmol(+) kg-1 (sangat rendah), setelah diberikan perlakuan meningkat menjadi 0,99 cmol(+)kg-1 (sangat tinggi). Berdasarkan hasil penelitian rata – rata tertinggi pengaruh pemberian kombinasi biochar sekam padi, kompos tandan kosong kelapa sawit diperkaya dan NPK terhadap serapan N, P, K dan berat kering tanaman serta panjang tongkol, berat tongkol klobot dan berat tongkol tanpa klobot jagung manis terdapat pada perlakuan P3 (750 gram biochar + 250 gram TKKS diperkaya + 600 NPK). Hal ini disebabkan sudah optimalnya pemberian kombinasi biochar sekam padi, kompos tandan kosong kelapa sawit dan pupuk NPK terhadap tanah Gambut. Kata kunci : Biochar Sekam Padi, Chromolaena, Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit, Tanaman Jagung, Tanah Gambu
The Effect Of The DoseOfNitrogen Fertilizer To The Growth And Yield OfMustard Greens On Alluvial
The aim of this research is to find out the bestdoseof nitrogen fertilizerfor the growth and yield of mustard greens on alluvial soil. The research was conducted from 04 mayto 04juni 2019 in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. The study used a completely randomized design (CRD) method in which the application of organic fertilizer as a single factor. The treament were designed in five level of concentration and 5 treatments with 5 replications and each replication consisted of 4 sample plants. The treatment in question is p1 = Urea 150 kg/ha,p2 = Urea 175 kg/ha, p3 = Urea 200 kg/ha,p4 = Urea 225 kg/ha and p5 = Urea 250 kg/ha. Variabeles observed in research wereroot volume (cm3), the number of spad unit(spad unit), leaf area (cm2), the dry weight of the plant (g), and the fresh weight of the plant (g). The results showed that the using of urea fertilizer with dose 250 kg/ha is best results providefor the growth and yield of mustard greens on alluvial.Keywords:alluvial, nitrogen fertilizer, mustardgreen
Uji Berbagai Varietas Cabai Merah Pada Tanah Alluvial
The aim of this research is to find out the best variety to the growth and yield of red chillies on alluvial soil. The research was conducted from 16 march to 12 june 2019 in Jl. Siaga, Gg. Siaga Setia,Kubu Raya. The study used a completely randomized design (CRD) method in which the application of variety on red chillies as a single factor. The research consists of 4 treatments with 6 replications and each replication consisted of 4 sample plants. The treatment in question is p1 = Hot Beauty Variety, p2 = Hot Chilli Variety, p3 = Gada F1 Variety dan p4 = Passion Variety. The observed variables in this study are plant height, root volume, the number of fruit per plant, diameter of fruit per plant and weight of fruit per plant. Results of the research shows that variety of Gada f1 and hot chilli variety are able to provide the best tolerance if compared to the hot beauty variety and passion in alluvial soil and environmental plants, their products are not yet out of the product. Keywords : red chili, , variety. alluvial soi
PENGARUH BEBERAPA KONSENTRASI BENZYL AMINO PURIN DAN PANJANG ENTRIS TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK DURIAN
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) dan panjang entris terhadap keberhasilan sambung pucuk durian. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari tanggal 30 November 2018 – 26 Februari 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen lapangan dengan metode Rancangan Acak Lengkap dengan pola faktorial. Faktor pertama yaitu konsentrasi BAP yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu b1 = 100 ppm, b2 = 200 ppm, b3=300 ppm. Faktor kedua yaitu panjang entris yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu p1= 7,5 cm, p2= 10 cm, p3=12,5 cm. setiap perlakuan ada 3 ulangan dan tiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati adalah: Persentase Sambung Hidup (%), Kecepatan Tumbuh Tunas (hr), Jumlah Tunas (tunas), Pertambahan Diameter Batang Atas (mm), dan Jumlah Daun (helai). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara BAP dan panjang entris terhadap semua variabel pengamatan. Perlakuan BAP berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan persentase sambung hidup, kecepatan tumbuh tunas, pertambahan diameter batang atas, dan jumlah daun namun berpengaruh tidak nyata terhadap variabel pengamatan jumlah tunas. Sedangkan perlakuan panjang entris berpengaruh nyata terhadap persentase sambung hidup dan berpengaruh tidak nyata terhadap kecepatan tumbuh tunas, jumlah tunas, pertambahan diameter batang atas, dan jumlah daun. Perlakuan BAP (100 ppm) memberikan rerata tertinggi untuk persentase sambung hidup, 63,89 %, kecepatan tumbuh tunas 21,29 hr, dan jumlah daun 7,07 helai, sedangkan perlakuan panjang entris memberikan rerata tertinggi untuk persentase sambung hidup yaitu 52,77 %. Kata Kunci: BAP, durian, panjang entris