Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
1262 research outputs found
Sort by
IDENTIFIKASI STATUS KESUBURAN TANAH PADI SAWAH PASANG SURUT DESA PENJALAAN KECAMATAN SIMPANG HILIR KABUPATEN KAYONG UTARA
ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di desa penjalaan kecamatan simpang hilir kabupaten kayong utara dengan luasan sawah pasang surut ±10 ha. Waktu Penelitian selama ± 6 bulan dimulai dari persiapan data, pengambilan sampel di lapangan, analisis tanah di laboratorium sampai pada tahap penyusunan laporan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia tanah dan status kesuburan tanah serta saran pemupukan pada padi sawah pasang surut di Desa Penjalaan Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara. Upaya untuk mengetahui status hara dan tingkat kesuburan tanah di lokasi penelitian maka dilakukan pengambilan sampel tanah menggunakan metode diagonal yaitu 3 tanah komposit dan 3 tanah utuh sehingga keseluruhan sampel berjumlah 6 selanjutnya di analisis di laboratorium kimia dan kesuburan tanah fakultas pertanian universitas tanjungpura.parameter penelitian, yaitu pH tanah, C-organik, N-total, P-tersedia, K-total/tersedia, KTK, KB (kejenuhan basa), Salinitas dan BI (bobot isi). Data status hara pada tanah sawah pasang surut hasil analisis di kelompokkan berdasarkan kriteria penilaian sifat kimia tanah (Staf Pusat Penelitian Tanah, 1983) sedangkan status kesuburan berpedoman pada Pusat Penelitian Tanah PPT, Bogor (1995). Hasil penelitian sifat kimia tanah menunjukkan pH tergolong sangat masam, C-Organik sangat tinggi, N tinggi, P sedang sampai tinggi, K sedang, KTK sedang, KB rendah sampai sangat rendah, dan salinitas sangat rendah. hal ini membuat status kesuburan tanah padi sawah pasang surut desa penjalaan kecamatan simpang hilir kabupaten kayong utara tergolong rendah sehingga perlu dilakukan pemberian pupuk baik Urea, SP-36, dan KCL.Kata kunci : sawah pasang surut, sifat kimia, status kesuburan tana
THE EFFECT OF PALM OIL ASH AND CHICKEN MANURE ON GROWTH AND YIELD ON DAYAK ONION IN PEAT SOIL
ABSTRACTThe aim of this study was to obtain the best dose of the effect of palm oil ash and chicken manure interaction as well as the best dosage of single factor palm oil ash and chicken manure on growth and yield of dayak onion in peat soil. This research was conducted from October 21, 2018 to January 21, 2019 in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. This study used the Factorial method with a completely randomized design (CRD) pattern with 2 treatment factors. The first factor was the provision of palm oil ash consisting of two levels, namely 109.50 g and 138.85 g. The second factor was the provision of chicken manure consisting of 3 levels, namely 40 g, 60 g, and 80 g. The variables observed in this study were plant height, number of leaves, number of tillers, number of tubers, fresh weight of tubers and weight of dry tubers. The results showed that there was no interaction between the administration of palm oil ash and chicken manure to all the observed variables of dayak onion plants. The administration of palm oil ash gives the same results on all observation variables of onion dayak plants. Providing chicken manure can affect the number of tillers. The best dose of chicken manure is 60 g / polybag, equivalent to 15 tons / ha. The effect of effective combination occurs on the administration of palm oil ash doses of 109,50 g / polybag and chicken manure dose of 60 g / polybag. Keywords : chicken manure, dayak onion, palm oil ash, peat soil
INDEKS KUALITAS TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA BELITANG DUA KECAMATAN BELITANG KABUPATEN SEKADAU
Kualitas tanah adalah kapasitas tanah yang berfungsi mempertahankan produktivitas tanaman, mempertahankan dan menjaga ketersediaan air serta mendukung kegiatan manusia. Kualitas tanah yang baik akan mendukung kerja fungsi tanah sebagai media pertumbuhan tanaman, mengatur dan membagi aliran air dan menyangga lingkungan yang baik pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Indeks Kualitas Tanah pada penggunaan lahan di Desa Belitang dua Kecamatan Belitang Kab Sekadau. Indikator kualitas tanah adalah sifat, karakteristik atau proses fisika, kimia dan biologi tanah yang dapat menggambarkan kondisi tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan kebun kelapa sawit, kebun karet dan lahan hutan sekunder pada jenis tanah hapludult. Parameter yang di amati meliputi sifat fisik,kimia dan makro biologi tanah, untuk sifat fisik tanah yaitu Kadar Air Kapasitas lapang, Bobot isi, porositas total dan tekstur. Untuk sifat kimia tanah paremater yang di amati yaitu, pH, N-Total, P-total, K-Total, KB, KTK, Ca, Mg, C-Organik dan Bahan organik, dan untuk sifat biologi yang diamati hanya jumlah populasi cacing tanah pada setiap penggunaan lahan. Indeks kualitas tanah dihitung dengan menggunakan kriteria Mausbach dan Seybold (1998), yang dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan menggunakan analisis Minimum Data Set (MDS). Hasil penelitian menunjukkan Indeks Kualitas Tanah (IKT) pada ketiga penggunaan lahan berkriteria rendah dengan nilai kebun kelapa sawit sebesar 0,3, lahan kebun karet sebesar 0,32 dan lahan hutan sekunder sebesar 0,35. hal ini disebabkan kurangnya pemberian pupuk yang dilakukan oleh petani serta kurang nya pengetahuan petani setempat tentang kualitas tanah yang baik. Tanah yang berkualitas baik akan menjamin keberlanjutan fungsi tanah, baik fungsi produksi maupun fungsi ekologi. Penentuan Indeks Kualitas tanah suatu lahan akan berguna untuk penyusunan arah pengelolaan lahan yang berkelanjuta
SINGKONG PATIENT OF FORMULATION (Manihot Utillisima) AND GELATIN ON PHYSICOCYMIC AND ORANOLEPTIC PROPERTIES OF MARSHMALLOW
This study aims to determine the formulation of the use of cassava starch and gelatin on the physicochemical and organoleptic properties of marshmallows. This study used a Randomized Block Design (RBD) by 1 factor consisting of 7 levels formulation of cassava starch concentration. Each treatment was repeated 4 times to obtain 28 combination samples. Parameters of observation included water content, ash content, texture, total dissolved solids, and sensory. Effectiveness Index Test results showed that the best concentration was found in the best concentration was found in the addition of 4.65g cassava, 19,85g gelatin starch concentration, by the physcochemical and scusory properties water content was 19,93%, ash content was 1,62%, texture was 0,025kg, total dissolved solids were 26,30°Brix. The best sensory test results were 4,72 (likes) sweetness, 4,72 (likes) texture, 4,72 (likes) color and 4,68 (likes) elasticity.
Keywords: Cassava Starch, Formulations, Gelatin, Marshmallow
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KAILAN TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI NUTRISI ANORGANIK DAN PUPUK HAYATI KEONG MAS SECARA HIDROPONIK
Kailan (Brassica oleraceae) memiliki kandungan gizi yang tinggi bagi kesehatan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin hari semakin meningkat, beberapa alternatif teknik budidaya dapat dilakukan terhadap tanaman kailan, dengan harapan produksi yang dihasilkan optimal, baik kualitas maupun kuantitas yaitu salah satunya secara hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kailan secara hidroponik. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Saing Rambi, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas dari tanggal 1 Januari sampai 16 Februari 2019. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu perlakuan kombinasi Goodplant dengan pupuk hayati keong mas yang terdiri dari 6 taraf perlakuan 5 kali ulangan, setiap ulangan digunakan 3 sampel tanaman, sehingga jumlah tanaman keseluruhannya adalah 90 tanaman. Taraf perlakuan A=pemberian 100% Goodplant dan tanpa pupuk hayati keong mas, B= pemberian 90% Goodplant dan 10% pupuk hayati keong mas, C= pemberian 80% Goodplant dan 20% pupuk hayati keong mas, D= pemberian 70% Goodplant dan 30% pupuk hayati keong mas, E= pemberian 60% Goodplant dan 40% pupuk hayati keong mas dan F= pemberian 50% Goodplant dan 50% pupuk hayati keong mas. Variabel yang diamati adalah volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2) dan berat segar tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi Goodplant dan pupuk hayati keong mas memberikan pengaruh nyata terhadap semua variabel yang diamati. Kombinasi Goodplant dan pupuk hayati keong mas yang efektif diberikan ke tanaman kailan adalah pada kombinasi 80% Goodplant dan 20% pupuk hayati keong mas, sehingga pupuk hayati keong mas dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan nutrisi Goodplant. Kata Kunci : Hidroponik, Goodplant, Kailan, Pupuk Hayati Keong Mas Chinese Kale (Brassica oleraceae) has a high nutrient content for health and high economic value. To fulfill the increasing market demand, the several alternative cultivation techniques can be done in order to produce the optimal production both quality and quantity, which is hydroponics. This study aims to find out which the best combination for growth and yield of kailan by hydroponics. This research was conducted in Saing Rambi Village, Sambas Subdistrict, Sambas Regency from January 1st until February 16th 2019. This study used a Completely Randomized Design (CRD) method with one factor, namely the combination treatment of Goodplant and golden snail biofertilizer that consist of 6 treatment levels and 5 replications, each replication used 3 plant samples, the total number of plants are 90 plants. The treatments levels are A = 100% Goodplant without golden snail biofertilizer, B = 90% Goodplant and 10% golden snail biofertilizer, C = 80% Goodplant and 20% golden snail biofertilizer, D = 70% Goodplant and 30% golden snail biofertilizer, E = 60% Goodplant and 40% golden snail biofertilizer and F = 50% Goodplant and 50% golden snail biofertilizer. The observed variables were root volume (cm3), dry weight of plants (g), plant height (cm), number of leaves (strands), leaf area (cm2) and fresh weight of plants (g). The results showed that the combination of Goodplant and golden snail biofertilizer had a significant effect on all observed variables. The effective combination of Goodplant and golden snail biofertilizer to growth and yield chinese kale is the combination of 80% Goodplant and 20% of golden snail biofertilizer, so that golden snail biofertilizer can be used to reduce Goodplant nutrients. Keywords : Hydroponics, Goodplant, Chinese Kale,Golden Snail Biofertilize
Identifikasi Sifat Fisika Tanah Sawah Irigasi dan Tadah Hujan di Desa Gombang Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak
Dalam upaya meningkatkan produksi padi di Kalimantan Barat, petani Kecamatan Sengah Temila melakukan penanaman padi dilahan sawah tadah hujan dan sawah irigasi, sebagai salah satu media pertumbuhan tanaman padi. Hasil produksi padi di lahan penelitian pada lahan sawah tadah hujan 1 ha dengan produksi padi 1 ton dan lahan irigasi 1 ha dengan produksi padi 3,5 ton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sifat fisik tanah sawah pada dua lahan di Desa Gombang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Penelitian dilakukan di Desa Gombang, lahan penelitian merupakan lahan sawah, Irigasi dan Tadah Hujan, dengan luas masing-masing 2 ha diambil 5 titik sampel secara diagonal, dengan 2 kedalaman yaitu 0-20 cm dan 20-40 cm. sampel tanah diambil dalam bentuk sampel tanah utuh dan sampel tanah terganggu.Hasil dari penelitian ini frofil tanah pada lahan sawah irigasi dan tadah hujan, warna tanah pada lahan sawah irigasi coklat sangat pucat dengan struktur prisma dan struktur lempung berdebu pada kedalaman 0-60 cm warna abu-abu gelap dengan struktur tiang dan tekstur liat berdebu dengan kedalaman 60-100 cm sedangkan pada lahan sawah tadah hujan dengan warna abu-abu kedalaman 0-100 cm dengan struktur remah dan tekstur lempung liat berpasir kedalaman 0-30 cm dan 30-100 cm struktur gumpal dengan tekstur liat berpasir. Hasil uji-t untuk melihat perbedaan sifat fisika tanah pada sawah tadah hujan dan sawah irigasi, pada semua parameter menunjukkan hasil berbeda tidak nyata.Rerata bobot isi tanah pada kedalaman 0-20 cm dan 20-40 cm pada lahan irigasi lebih tinggi di bandingkan lahan sawah tadah hujan. Nilai rerata kadar air tanah kapasitas lapangan pada lahan sawah irigasi pada kedalaman 0-20 cm dan 20-40 cm lebih rendah dibandingkan dengan lahan sawah tadah hujan. Porositas total pada lahan sawah irigasi memiliki porositas total lebih rendah pada kedalaman 0-20 cm dan 20-40 cm dibandingkan dengan lahan sawah tadah hujan. Rerata permeabilitas tanah pada lahan sawah irigasi kedalaman 0-20 cm lebih tinggi dengan sawah tadah hujan, dan sebaliknya pada kedalaman 20-40 cm pada lahan sawah irigasi lebih rendah dari pada lahan sawah tadah hujan. Nilai rerata C-organik tanah pada lahan sawah irigasi dan tadah hujan tergolong tinggi, sedangkan pada kedalaman 20-40 cm pada lahan sawah irigasi tergolong sedang. Nilai rerata kandungan N-total pada lahan sawah irigasi dan tadah hujan tergolong sedang, sedangkan C/N rasio pada lahan sawah irigasi dan tadah hujan tergolong kriteria rendah. Nilai rerata pH tanah pada lahan sawah irigasi dan tadah hujan yang tergolong rendah dan masam.Kata kunci : Sifat Fisika Tanah, Sawah Irigasi, Sawah Tadah Hujan
THE EFFECT OF LIQUID ORGANIC FERTILIZER FROM FISH WASTE TO THE GROWTH AND YIELD OF KALE (Brassica oleracea var.sabellica) ON PEAT SOIL
This study was aimed to obtain the best concentration of liquid organic fertilizer from fish waste to the growth and yield of kale on the field. The research was conducted from March 1st until April 16th, 2019 at the experiment field in Agriculture Faculty, Tanjungpura University, Pontianak. The research was used Completely Randomized Design (CRD) with the application of organic fertilizer as a single factor. The research was designed in 5 treatments of concentration and 5 replications, each replication consisted of 4 sample plants. The treatments consist of i1 = 300 ml / liter of water, i2 = 400 ml / liter of water, i3 = 500 ml / liter of water, i4 = 600 ml / liter of water, i5 = 700 ml / liter of water. The variables observed in this research consist of root volume, number of leaves, plant fresh weight, plant dry weight, and root dry weight. Based on the results of the research conducted, it can be concluded that the administration of liquid organic fertilizer from fish waste can increase the growth and yield of kale plants on peat soil. Giving concentration of liquid organic fertilizer from fish waste 600 ml/liter of water produces the highest number of leaves and a concentration of 700 ml/liter of water produces fresh weight and the highest dry weight of kale plants. The use of liquid organic fertilizer from fish waste with a concentration of 500 ml/liter of water showed the most efficient results for all observation variables.Keywords: fish waste, kale, liquid organic fertilizer, pea
The Effect Of Liquid Organic Fertilizer On Shrimp Waste To The Growth And Yield Of Peanut On Peat Soil
The aim of this research is to find out the best concentration liquid organic fertilizer on shrimp waste on peanut on peat soil. The research was conducted from 13 april to 13 july 2019 in Jl. Perdana, Gg. Mufakat 1. The study used a completely randomized design (CRD) method in which the application of organic fertilizer as a single factor. The treament were designed in five level of concentration and 5 treatments with 5 replications and each replication consisted of 4 sample plants. The treatment in question is k1 = 20 ml/ liter of water, k2 = 40 ml/ liter of water, k3 = 60 ml/ liter of water, k4 = 80 ml/ liter of water and k5 = 100 ml/ liter of water. The observed variables in this study are plant height (cm), root volume (cm3), the dry weight of the plant (g), wet stover weight on top of plant (g), wet stover weight on bottom of plant (g), the number of pods per plant, the dry weight of pods per plant (g) and dry weight of kernel per plant (g). The results showed that the using of liquid organic fertilizer on shrimp waste with dose 60 ml/liter can improve to growth and yield of peanut on peat soil. Key word : peat soil, liquid organic fertilizer, peanut, shrimp waste.
PENGARUH BERBAGAI JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PADA TANAH ALUVIAL
ABSTRAK Penggunaan berbagai jenis pupuk kandang untuk memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah aluvial akan memberikan pengaruh berbeda karena setiap jenis pupuk kendang memiliki C organik dan kandungan hara yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mencari jenis pupuk kandang yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 14 Agustus 2019 sampai tanggal 27 September 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali, dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman, jadi jumlah keseluruhan tanaman adalah 96 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah a = pupuk kandangan sapi, b = pupuk kandang ayam, c = pupuk kandang bebek dan d = pupuk kandang burung puyuh. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu jumlah daun, berat segar tanaman, berat segar umbi, panjang umbi, diameter umbi dan berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk kandang sapi menunjukkan hasil yang sama baiknya untuk meningkatkan berat segar tanaman, berat segar umbi, panjang umbi, dan diameter umbi tanaman lobak pada tanah aluvial. Kata Kunci : Aluvial, lobak, pupuk kandan
Kajian Beberapa Sifat Kimia Tanah Ultisols Pada Tanaman Kelapa Sawit Di Desa Tebedak Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak
Agricultural field especially in the cultivation of crops, soil conditions and management are important factor that will determine the growth and yield of crops cultivated. In Indonesia, the Ultisols are generally not well handled. On a large scale, the land of Ultisols has been utilized for oil palm plantations, rubber and industrial crop forests, but on the scale of farmer economic constraints is one of the causes of unmanaged soil is well. The province that has a Ultisols spread very widely is East Kalimantan 10.04 million ha, west Kalimantan 5.71 million ha, central Kalimantan 4.81 million ha and Riau 2.27 million ha. The problem faced is the limitation of fertile land and lack of information about the condition of land, to increase production of oil palm in the village Tebedak District Ngabang Regency Landak, it is necessary to study some properties of soil chemistry So that from this research can provide fertilizing advice.This research aims to study some of the chemical properties of the Ultisols soil which are planted with palm oil in several gardens and suggested of Nitrogen, phosphorus and Potassium in village Tebedak District Ngabang Regency Landak. This research is expected to provide information on chemical properties of soil in village Tebedak District Ngabang Regency Landak. The parameters in this study is the reaction of the soil (pH), organic carbon, total nitrogen, phosphorus and potassium available, interchangeable, calcium, magnesium can be exchanged, cation exchange capacity, base saturation, soil texture, and bulk density.The taking of soil samples taken at Palm Gardens in the village Tebedak District Ngabang Regency Landak, soil samples were taken at 5 different Palm locations, each location taken 5 point diagonally and made the composite sample of 1 so that composite samples obtained 5 were analyzed in the laboratory of chemistry and soil fertility Faculty of Agriculture University of Tanjungpura. The results of the analysis of the soil samples in the laboratory showed that a soil pH range from 3,93-4,12 with criteria very wry, organic carbon ranges 0,54-1,07% with low to very low criteria, total nitrogen range 0,07-0,14% with low criteria to very low, phousphorus available range is 20.12-25,55 ppm criteria are, potassium range 0,06-0,12 cmol(+)kg-1 criteria of low to very low, calcium range 0,17-0,31 cmol(+)kg-1 with very low criteria, magnesium range 0,06-0,13 cmol(+)kg-1 with very low criteria, cation exchange capacity ranged 4,58-6,50 cmol(+)kg-1 criteria of low to very low base saturation ranges, 8,73-11,09% with a very low criteria, soil texture in sandy loam and bulk density I deeper 0-30 has the value 1, 32-1,36 g/cm3. Key Words : Oil Palm, Chemical Properties Of The Soil, Ultisol