Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    RESPON DUA VARIETAS KUBIS BUNGA TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK KANDANG DAN KAPUR DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kombinasi pupuk kandang dan kapur yang paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga varietas Larissa dan Snow White yang ditanam pada tanah aluvial dengan sistem budidaya jenuh air dan mengetahui varietas yang memiliki respon terbaik terhadap pemberian perlakuan. Penelitian dilaksanakan di Golden River Camp dengan jenis tanah aluvial yang berada di Jl. Kalimas Tengah, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kuburaya, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini berlangsung mulai dari Bulan Juli sampai November tahun 2023. Rancangan penelitian menggunakan split blok, dengan perlakuan varietas terdiri dari 2 taraf yaitu v1 (larissa) dan v2 (snow white), perlakuan kombinasi pupuk kandang dan kapur yang terdiri dari 4 taraf yaitu t1 (pukan ayam); t2 (pukan kambing); t3 (pukan ayam + kapur); dan t4 (pukan kambing + kapur). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun, berat segar, berat kering, luas daun, muncul bunga, berat krop dan diameter krop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas larissa lebih unggul dan penggunaan kombinasi pupuk kandang kambing memberikan respon pertumbuhan dan hasil yang baik. Varietas dan kombinasi yang efektif ditunjukkan pada varietas Larissa dan kombinasi pupuk kandang kambing sebagai perlakuan terbaik

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAKCOY TERHADAP KOMBINASI NUTRISI AB MIX DAN POC AIR KELAPA

    Full text link
    Sawi pakcoy (Brassica rapa L) merupakan salah satu sayuran daun yang memiliki nilai ekonomis tinggi, untuk itu perlu adanya peningkatan produksi pakcoy.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dosis kombinasi nutrisi AB mix dan POC air kelapa yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil pakcoy secara hidroponik. Penelitian ini berlokasi di Jl. Perdamaian, Komplek Residence Borneo Khatulistiwa 3 No. A45 Kota Baru, Pontianak. Penelitian ini dilakukan dari 17 September 2022 sampai 28 Oktober 2022. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu kombinasi larutan AB mix dan POC air kelapa (L). Perlakuan kombinasi AB mix dan POC air kelapa terdiri dari 6 perlakuan, 4 ulangan, 4 sampel tanaman sehingga jumlah seluruh tanaman ialah 96 tanaman. Perlakuan yang diberikan sebagai berikut : l0 = 5 ml AB mix, l1 = 2,5 ml AB mix + 200 ml POC air kelapa / Liter, l2 = 2,5 ml AB mix + 300 ml POC air kelapa / Liter, l3 = 2,5 ml AB mix + 400 ml POC air kelapa / Liter, l4 = 2,5 ml AB mix + 500 ml POC air kelapa / Liter dan l5 = 2,5 ml AB mix + 600 ml POC air kelapa / Liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi AB-mix 5 ml memberikan rerata tertinggi pada pertumbuhan dan hasil pakcoy secara hidroponik. Pemberian  kombinasi AB-mix 2,5 ml + POC air kelapa 200 ml/l sudah mampu menggantikan pemberian AB-mix 5 ml/

    PENGARUH PERSENTASE NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PORANG DI FASE GENERATIF PADA TANAH GAMBUT

    Full text link
    Tanaman porang merupakan tanaman asli daerah tropis, penghasil umbi yang memiliki kandungan karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan serat pangan. Peningkatan produksi porang per satuan luas dapat dilakukan diantaranya dengan cara menyediakan ruang rumbuh yang mendukung pertumbuhan tanaman porang, satu diantaranya dengan memenuhi kebutuhan intensitas cahaya yang sesuai keperluan tanaman porang, yaitu sebesar 60% - 70%. Saat ini belum diketahui persentasi naungan terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman porang pada tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persentase naungan terbaik terhadap hasil tanaman porang di fase generatif pada tanah gambut. Penelitian ini berlangsung selama 6 bulan yang dimulai pada Juni 2023 sampai November 2023 yang berlokasi di Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan, 5 ulangan dan masing-masing ulangan terdiri 4 sampel, sehingga diperoleh 100 tanaman. Perlakuan yang digunakan yaitu N0: tanpa naungan, N1: intensitas naungan 45%, N2: intensitas naungan 60%, N3: intensitas naungan 75%, N4: intensitas naungan 90%. Variabel pengamatan meliputi: jumlah bulbil, berat bulbil, hari panen, diameter umbi, dan bobot umbi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa naungan dengan intensitas 90% menghasilkan hasil generatif terbaik untuk tanaman porang yang berasal dari bulbil/katak pada tanah gambut

    PENGARUH PUPUK KANDANG BEBEK DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT DI TANAH GAMBUT

    Full text link
    Pemberian pupuk kotoran bebek dan NPK pada tanah gambut diharapkan dapat meningkatkan kesuburannya. Hal ini diharapkan dapat mendorong produktifitas terhadap pertumbuhan dan produksi cabai rawit jika ingin mengembangkannya di tanah gambut. Penelitian bertujuan untuk: mengetahui kombinasi yang terjadi antara penggunaan pupuk kandang bebek dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit di tanah gambut serta menentukan dosis kombinasi pupuk kandang bebek dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit di tanah gambut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial terdiri dari 2 faktor yang masing-masing diulang 3 kali. Faktor pertama adalah dosis pemberian pupuk kotoran bebek (B) terdiri dari: b ₁ = 10 ton/ha, b ₂ = 15 ton/ha dan b ₃ = 20 ton/ha. Faktor kedua adalah dosis pemberian pupuk NPK (N) terdiri dari: n ₁ = 200 kg/ha, n₂=150 kg/ha dan n₃= 100 kg/ha. Variabel yang diamati: tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, panjang per buah dan diameter per buah. Penelitian menunjukkan bahwa: tidak terdapat interaksi antara pupuk kandang bebek dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah gambut. Pemberian pupuk kandang bebek sebesar 15 ton/ha setara 529 g/polibag merupakan dosis efektif terhadap pertumbuhan tinggi serta berat kering tanaman cabai rawit di tanah gambut. Pemberian pupuk NPK sebesar 100 kg/ha setara 3,52 g/polibag merupakan dosis terbaik dalam memberikan pertumbuhan berat kering tanaman cabai rawit di tanah gambut

    PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR TONGKOL JAGUNG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK (Raphanus sativus L.) PADA TANAH PMK

    Full text link
    Lobak (Raphanus sativus L.) termasuk jenis tanaman sayuran dalam bentuk umbi dari keluarga Cruciferaeceae atau Brassicaceae, tumbuh di daerah tropis yang beriklim sedang dan dapat dijadikan sebagai obat alternatif. Upaya peningkatan produksi tanaman lobak di Kalimantan Barat adalah dengan mengoptimalkan tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) sebagai media tanam dengan penambahan bahan organik biochar tongkol jagung dan pupuk NPK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara biochar tongkol jagung dan pupuk NPK serta untuk mendapatkan dosis terbaik dari masing-masing perlakuan. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Reformasi Gang. Struktur dengan ketinggian tempat 1 mdpl. Penelitian berlangsung sejak 5 Maret-12 April 2023. Penelitian mengunakan metode pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu biochar tongkol jagung (B) : b1 = 10 ton/ha, b2 = 20 ton/ha, b3 = 30 ton/ha; dan pupuk NPK (P) : p1 = 200 kg/ha, p2 = 400 kg/ha, p3 = 600 kg/ha masing-masing dengan 3 taraf perlakuan yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan, sehingga total keseluruhan ada 108 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi : jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar tanaman, berat segar umbi, berat kering tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian biochar tongkol jagung 10 ton/ha dan pupuk NPK 400 kg/ha memberikan hasil terbaik terhadap jumlah daun dan panjang umbi tanaman lobak

    KEMAMPUAN ISOLAT TRICHODERMA SEBAGAI PELARUT FOSFAT ASAL RHIZOSFER BAMBU, PISANG, DAN PEPAYA TERHADAP SERAPAN P TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DI TANAH ULTISOL

    Full text link
    Tanah Ultisol adalah jenis tanah yang memiliki tingkat kesuburan dan ketersediaan hara yang rendah. Unsur hara P merupakan salah satunya yang menjadi kendala untuk budidaya tanaman kacang hijau di Indonesia termasuk di Kalimantan Barat. Dengan demikian, dibutuhkan input tambahan dengan memanfaatkan mikroba tanah jenis fungi Trichoderma sp. dari rhizosfer tanaman bambu (bm), pisang (ps) dan pepaya (py) sebagai pemacu pertumbuhan tanaman yang dibantu oleh asam-asam organik untuk pelepasan ion fosfor yang tidak tersedia menjadi tersedia bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan isolat Trichoderma sebagai pelarut fosfat terhadap serapan hara P tanaman kacang hijau di tanah Ultisol dan membandingkan kemampuan isolat Trichoderma melarutkan fosfat dari rhizosfer bambu, pisang dan pepaya. Penelitian ini menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial,yaitu : P0 (Kontrol), P1 (bm.sp1), P2 (bm.sp2), P3 (bm.sp3), P4 (bm.sp4), P5 (ps.sp1), P6 (ps.sp3), P7 (py.sp1), dan P8 (py.sp2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan isolat Trichoderma berpengaruh nyata terhadap kemampuan isolat Trichoderma melarutkan fosfat, tinggi tanaman, berat kering bagian atas tanaman, dan serapan hara P. Kemampuan isolat Trichoderma pada perlakuan P8 (py.sp2) asal rhizosfer pepaya dapat meningkatkan berat kering dan serapan hara P tanaman. Kemampuan Trichoderma pada perlakuan isolat P1 (bm.sp1) asal rhizosfer bambu mampu melarutkan fosfat lebih tinggi

    POTENSI EKOWISATA RIAM BATU BIDE DI DESA RINGO LOJOK KECAMATAN BANYUKE HULU KABUPATEN LANDAK

    Full text link
    Ekowisata merupakan konsep pariwisata yang menintikberatkan pada pesona alam yang indah dan berkelanjutan. Riam Batu Bide sebagai salah satu wisata alam yang berada di Kecamatan Banyuke Hulu telah dimanfaatkan menjadi sebuah objek wisata oleh masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kawasan dan peluang pengembangan ekowisata sebagai kawasan ekowisata Riam Batu Bide, di Desa Ringo Lojok, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak. Penelitian ini telah dilakukan ±3 bulan yaitu dari Maret - April 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara terhadap para wisatawan dan masyarakat di sekitar wisata Riam Batu Bide. Pemilihan sampel respoden wisatawan ini berdasarkan pendekatan accidental sampling. Hasil penelitian menunjukan komponen daya tarik wisata adalah objek daya tarik dengan indeks kelayakan 91,66% (layak), aksesibilitas dengan indeks sebesar 54,16% (tidak layak), akomodasi dengan indeks  sebesar 33,33% (tidak layak) dan sarana prasaran dengan indeks sebesar 20,00% (tidak layak). Secara keseluruhan objek wisata Riam Batu Bide layak untuk dikembangkan sebagai  ekowisata karena dengan nilai indeks keseluruhan 49,78%. Sehingga sangat diperlukan peningkatan asksesbilitas dan sarana prasarana kawasan

    PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN GAMBAS AKIBAT PEMBERIAN PUPUK KANDANG BEBEK PADA TANAH GAMBUT

    Full text link
    Tanaman Gambas (Luffa acutangula L.) merupakan tanaman sayuran merambat dengan alat pemegang berbentuk pilin, batang panjang dan kuat, dapat mencapai puluhan meter. Daerah asal gambas dari india, tanaman ini telah beradaptasi lama di daerah Asia Tenggara termaksuk Indonesia. Buah berkasiat untuk membersihkan darah, selain berguna untuk obat, kulit buah yang telah kering baik sekali untuk penggosok tempat cucian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk budidayakan tanaman gambas adalah dengan cara memberikan pupuk kandang bebek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman gambas ditanah gambut. Penelitian ini dilakukan didalam polybag dengan menggunakan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan pupuk kandang bebek dengan 5 ulangan. Setiap satuan unit percobaan terdiri dari 3 sampel tanaman, sehingga total keseluruhan diperoleh 75 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah b1 = 10 ton/ha pupuk kotoran bebek setara dengan 160 g / polybag b2 = 15 ton/ha pupuk kotoran bebek setara dengan 240 g / polybag b3 = 20 ton/ha pupuk kotoran bebek setara dengan 320 g / polybag b4= 25 ton/ha pupuk kotoran bebek setara dengan 400 g / polybag b5= 30 ton/ha pupuk kotoran bebek setara dengan 480 g / polybag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar (cm³), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g),berat buah perbuah (g), panjang buah (cm), diameter buah (cm). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian pupuk kandang bebek dosis 10 ton/ha setara dengan 160 g/polybag dapat pertumbuhan dan hasil gamas pada tanah Gambut. Kata Kunci : Gambas, Tanah Gambut, Pupuk kandang Bebe

    KOMBINASI POC BATANG PISANG DAN KCl TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI BESAR DI TANAH GAMBUT

    Full text link
    Tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu jenis yang tergolong tanaman semusim. Cabai mengandung lasparaginase sebagai anti kanker dan zat warna kapsantin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis kombinasi POC batang pisang dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar di tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kuburaya, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022-Februari 2023. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap kombinasi perlakuan POC batang pisang (ml/l) + KCl (kg/ha) adalah 100+280, 200+210, 300+140, 400+70, 500+0. Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering, jumlah buah dan berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi 100+280, 200+210 POC Batang Pisang dan KCl memberikan hasil terbaik pada variabel tinggi tanaman 27 HST dan 34 HST. Pengunaan Kombinasi 400 ml/l POC batang pisang + 70 kg/ha KCl menunjukkan hasil yang cukup efektif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar

    PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG AYAM, PUPUK HAYATI, DAN KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS KUBIS BUNGA DI LAHAN PASANG SURUT SULFAT MASAM DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR

    Full text link
    Penggunaan pupuk kandang, pupuk hayati, dan kapur dalam budidaya tanaman kubis bunga pada lahan pasang surut sulfat masam mempunyai peran penting bagi perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil kubis bunga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk kandang ayam, pupuk hayati, dan kapur, serta untuk melihat respon dari dua varietas kubis bunga. Lokasi penelitian dilaksanakan di Golden River Camp yang berlokasi di Jl. Kalimas Tengah, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini berlangsung mulai bulan Juli-November 2023. Rancangan penelitian menggunakan Split Blok terdiri dari 2 faktor perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama varietas yaitu kubis bunga (Larissa dan Snow White sebagai petak utama (V) dan faktor kedua sebagai sub petak yaitu : pukan ayam; pukan ayam + kapur; pukan ayam + bioboost; pukan ayam + kapur + bioboost. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun, berat segar, berat kering, luas daun, muncul bunga, berat krop, dan diameter krop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Larissa dan kombinasi pupuk kandang ayam + Bioboost memberikan hasil terbaik pada kubis bunga di lahan pasang surut sulfat masam dengan sistem budidaya udara jenuh.

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇