Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    Hubungan Karakteristik Petani dan Kesejahteraan Petani Padi Sawah Tadah Hujan di Kecamatan Sungai Kakap

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani apa saja yang memiliki hubungan dengan kesejahteraan petani padi sawah tadah hujan di Kecamatan Sungai Kakap, objek penelitian ini adalah petani yang mengusahakan padi sawah tadah hujan  di Kecamatan Sungai Kakap. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder dengan jumlah responden sebanyak 54 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi rank spearman dan analisis kesejahteraan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari 54 responden masih ada 11 responden yang dikategorikan belum sejahtera, dan dari 4 karakteristik yang di uji hanya 3 karakteristik yang memiliki hubungan yaitu pengalaman bertani, tingkat pendidikan dan luas lahan, dan yang tidak memiliki hubungan adalah umur petani

    IDENTIFICATION OF FUNGI TO RED RICE IN TERIAK, BENGKAYANG, WEST BORNEO

    No full text
    Rice (Oryza sativa L.) is a common crop in Indonesia. Kalimantan Barat has a lot of rice germplasm, including local red rice. Some of obstacles that cause a decrease in rice production was plant diseases. There many kind of rice diseases was known. This study aims to determaind rice diseases on red rice in Teriak, Bengkayang. Plant samples for identification took by purposive method and randomized method used to determine the disease progress (incidence and severity). The result of identification showed that there are six diseases in red rice, such as leaf and neck blast, brown leaf spot, narrow brown leaf spot, stackburn, sheath rot and sheath blight. The disease severity calculations on rice leaves was 55,90% - 78,52%, rice stem 0% - 41,48% and panicle of rice 15,19% - 63,70%.Keyword : disease incidence, disease severity, red rice, identificatio

    EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PASANG SURUT UNTUK TANAMAN KELAPA DAN PADI DI KELURAHAN SUNGAI GARAM KECAMATAN SINGKAWANG UTARA KOTA SINGKAWANG

    No full text
    ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sub kelas kesesuaian lahan dan faktor-faktor pembatas untuk tanaman kelapa dan padi serta menyusun rekomendasi pengelolaan berdasarkan faktor-faktor pembatas pada lahan pasang surut di Kelurahan Sungai Garam Kecamatan Singkawang Utara Kota Singkawang. Tahapan penelitian dimulai dari persiapan, survei pendahuluan, survei lapangan, analisis tanah dilaboratorium, intepretasi data dan penyajian hasil             Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lokasi penelitian terdapat 2 satuan peta tanah (SPT) yaitu SPT 1 Typic Sulfaquents mempunyai kelas kesesuaian aktual N2-x dan kelas kesesuaian potensial S3. SPT 2 Typic Endoaquents mempunyai kelas kesesuaian aktual S3-n dan kelas kesesuaian potensial S2. Rekomendasi pengelolaan terdiri dari rekomendasi pengelolaan tanah dan pemupukan. Pengelolaan tanah dilakukan dengan pembumbunan tanaman agar dapat memberikan media tumbuh yang baik serta mempermudah peresapan pupuk ke dalam tanah. Status kesuburan tanah masih tergolong rendah sehingga perlu dilakukan pemupukan pada tanaman di lokasi penelitian guna memperbaiki kebutuhan unsur hara bagi tanaman. Kata Kunci : Evaluasi Kesesuaian Lahan. Kelapa dan Pad

    FORMULATION OF MAKING COW MILK KEFIR WITH ADDITION TO PINEAPPLE EXTRACT AS SUGAR REPLACEMENT

    No full text
    This study aim to determine the addition of pineapple extract as a sugar subtitute for physico-chemical and organoleptic kefir of cow’s milk. The study was conducted at the Animal Husbandry Laboratory of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. The research design used was a randomized block design (RBD) with 5 treatments and 5 replications for each treatment, namely P0 = (6% sugar + 0% pineapple extract)), P1 = (4.5% sugar + 1.5% pineapple extract), P2 = (3% sugar + 3% pineapple extract), P3 = (1.5% sugar + 4.5% pineapple extract), P4 = (0% sugar + 6% pineapple extract). Parameters observed were reducing sugars, pH, ethanol levels, total acids, proteins and organoleptics. Then the data were analyzed statistically using the F Test by comparing table F at the 5% level and continued with the HSD Test if it had a significant effect. The results showed that the addition of pineapple extract had a significant effect on pH, reducing sugar, total acid, ethanol content and cow milk kefir protein but had no significant effect on organoleptics which included preference for cow milk kefir. The best treatment from the research that has been done is the results of the calculation of the best treatment value NP) at 3% treatment resulting in pH 4,36%, total acid 0.66%, ethanol 9,34%, reduced sugar 18,26%, protein 4,22%, texture 3,84 (rather like), flavor 3.32 (rather like), preference 3.48 (rather like), and aroma 3.48 (rather like) Keywords: cow’s milk, kefir seed, pineapple

    The Effect of Poultry Manure and Mulch on the Growth and Yield Cayenne Pepper On Alluvial Soils

    No full text
    The cultivation of cayenne pepper in alluvial soil has some problems, one of them is the solid structure of the soil. Poultry manure can be used as an alternative to soil structure, whilemulch to reduce nutrient leaching from rain splashes. This study aims to find out the interaction of poultry manure andmulch on the growth and yield of cayenne pepper plants on alluvial soil.This research was conducted in Tengguli village land, Sajad District, Sambas Regency from 18th February to 15th May 2019. This study used a split plot design, is silver plastic mulch (m0= without mulch and m1= mulch) as main plot andpoultry manure (a1= 5 ton/ha, a2= 10 ton/ha, a3= 15 ton/ha) as sub plot. Observation variables were plant height, dry weight of the plants, root volume, number of plant fruit, weight of plant fruit, weight of fruit, number of plot fruit, and weight of plot fruit. The result shows that the interaction poultry manure 15 to/ha  and mulch provide  the highest ofgrowth and cayenne pepper plant results on alluvial soil. Keyword: Mulch,Poultry Manure, Alluvial Soil, Cayenne Pepper Plant

    KEBERADAAN NEMATODA ENTOMOPATOGEN (NEP) PADA PERTANAMAN HORTIKULTURA DI LAHAN GAMBUT DENGAN FREKUENSI APLIKASI PESTISIDA YANG BERBEDA

    No full text
    KEBERADAAN NEMATODA ENTOMOPATOGEN (NEP) PADA PERTANAMAN HORTIKULTURA DI LAHAN GAMBUT DENGAN FREKUENSI APLIKASI PESTISIDA YANG BERBEDA Kurnia Sari(1) Indri Hendarti(2) Tris Haris Ramadhan(2)(1)Mahasiswa Fakultas Pertanian (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak Email: [email protected] ABSTRAK Nematoda entomopatogen adalah jenis agens hayati yang hidup di dalam tanah. Populasinya dapat menurun apabila terpapar bahan kimia berupa pestisida yang terlalu sering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan populasi NEP pada lahan gambut yang digunakan untuk pertanian hortikultura dengan intensitas aplikasi pestisida rendah, sedang, dan tinggi. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan, dan 15 kali ulangan, sehingga akan diperoleh 45 sampel. Parameter penelitian meliputi mortalitas serangga umpan, populasi NEP/ml, identifikasi morfologi NEP, identifikasi biokimia bakteri simbion dan analisis tanah.Hasil pengamatan menunjukkan lahan dengan intensitas pestisida (IP) tertinggi tingkat mortalitas larvanya paling rendah yaitu 51,7 %, tingkat populasi NEP paling sedikit yaitu 551 JI/ml dan keragaman jenis NEP nya paling kecil yaitu hanya jenis Steinernema carpocapsae. Sedangkan pada lahan IP sedang dan rendah mortalitas larva mencapai 80,67 % dan 78,7 % dan populasi 1.112 JI/ml dan 752 JI/ml. Keragaman tertinggi ada pada IP lahan sedang dengan dua jenis NEP yaitu Steinernema carpocapsae dan Heterorhabditis bacteriophora. Sedangkan kelimpahan populasi Steinernema carpocapsae ada pada lahan IP rendah. Kata kunci: NEP, Intensitas Pestisida, mortalitas, populasi

    PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEHADIRAN HUTAN LINDUNG GUNUNG NANING DI KABUPATEN SEKADAU

    No full text
    Hutan memberikan banyak manfaat bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Pemanfaatan lahan dan sumber daya hutan yang ideal harus mampu didukung oleh kesadaran untuk menjaga, serta mengoptimalkan setiap elemen yang terlibat di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap kehadiran hutan lindung Gunung Naning dan faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap kehadiran hutan lindung Gunung Naning di desa Meragun Kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sekadau. Responden dalam penelitian ini berjumlah 87 orang. Persepsi masyarakat dianalisis secara deskriptif dengan bantuan kuesioner dan untuk mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi persepsi masyarakat digunakan analisis korelasi rank spearman dengan bantuan program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi masyarakat terhadap kehadiran hutan lindung Gunung Naning berada pada kategori persepsi tinggi yaitu sebesar 61%. Faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi persepsi masyarakat adalah umur dan lama tinggal. Masyarakat menilai baik dan mendukung kehadiran hutan lindung Gunung Naning karena kehadiran hutan lindung Gunung Naning memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat diantaranya pemanfaatan hutan sebagai sumber air bersih dan sumber energi listrik.i

    Studi Sifat Fisika Tanah Gambut Pada Lahan Lidah Buaya (Aloevera Sp) dan Semak Belukar Di Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan antara sifat fisika tanah gambut pada lahan lidah buaya dan lahan semak belukar yang belum terganggu. Penelitian ini menggunakan metode survey secara langsung pada lokasi penelitian dan dilanjutkan dengan pengambilan sampel tanah untuk bahan analisis di Laboratorium. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah dan Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 21 Maret 2019 sampai 22 Juni 2019. Penentuan titik pengamatan di lokasi penelitian secara langsung ditentukan menggunakan alat GPS (Global Positioning System). Pengambilan sampel tanah dilakukan di kedalaman 0-20 cm pada 5 titik pengamatan disetiap lahan.Hasil analisis fisika tanah gambut menunjukkan bahwa kadar serat utuh pada lahan lidah buaya dengan kematangan hemik sebesar 59,8% dan lahan semak belukar dengan kematangan hemik sebesar 58,6% dan hasil uji t tidak berbeda nyata. Bobot isi pada lahan lidah buaya sebesar 0,26 g/cm3 dan lahan semak belukar sebesar 0,36 g/cm3 dengan kriteria rendah dan hasil uji t berbeda nyata. Porositas total pada lahan lidah buaya sebesar 81,27%  dan  lahan semak belukar sebesar 72,45% dengan kriteria poros dan hasil uji t berbeda nyata. Kadar air kapasitas lapangan pada lahan lidah buaya sebesar 55,32% dan lahan semak belukar sebesar 51,48% dan hasil uji t tidak berbeda nyata. Permeabilitas pada lahan lidah buaya sebesar 5,07 cm/jam dan lahan semak belukar sebesar 3,59 cm/jam dengan kriteria sedang dan hasil uji t tidak berbeda nyata. Kata kunci : sifat fisika tanah gambut, lidah buaya, semak belukar

    POPULASI BAKTERI PELARUT FOSFAT PADA LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. DAYA SUMBER MAKMUR KECAMATAN NGABANG KABUPATEN LANDAK, KALIMANTAN BARAT

    No full text
    ABSTRAKFosfat merupakan satu diantara unsur hara esensial yang berperan penting pada proses pertumbuhan tanaman. Ketersediaan fosfat umumnya rendah di dalam tanah dikarenakan mudah terikat oleh unsur lain Fe, Al, Ca dan Mg. Mikrobia yang dapat melarutkan fosfat menjadi penting dalam sistem pertanian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah populasi, jenis Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) dan kemampuan BPF dalam melarutkan fosfat yang di isolasi dari lahan kelapa sawit dengan umur tanaman yang berbeda. Isolasi BPF dilakukan menggunakan media pikovskaya CaPO4 sebagai sumber P dengan metode pengenceran (dilution method). Perhitungan populasi BPF dengan metode cawan hitung (total plate count). Hasil penelitian ini menunjukan beberapa isolat bakteri Sp1, Sp2, Sp3, Sp4, Sp5 dan Sp6. Isolat BPF yang memiliki indeks pelarutan P terbesar adalah Sp3 sebesar 44 mm². Kelimpahan populasi BPF dipengaruhi oleh C-organik dan pH tanah.Kata kunci : Bakteri, Landak, Kelapa Sawit, Pelarut Fosfat, Ultisol

    The Effect of Nutrition combination Ab-Mix and fermented cow urine To Growth and Results Mustard of Hydroponic Culture

    No full text
    This research was conducted to determine the combination of ab-mix nutrients and fermented cow urine for growth and results mustard of hydroponic culture. This research was conducted in the district Ngabang in district Landak West Kalimantan  which lasted 13 January until 23 February 2019. The method used is the complete randomized design (CRD) consisted of 6 treatments, 4 replitions, and 6 sampling unit plants. The combination of ab-mix nutrients and fermented cow urine where P1 = 5 ml Ab-Mix/L solution, P2 = 2.5 ml Ab-Mix + 50 ml fermented cow urine/L solution, P3 = 2.5 ml Ab-Mix + 60 ml fermented cow urine/L solution, P4 = 2.5 ml Ab-Mix + 70 ml fermented cow urine/l solution, P5 = 2.5 ml Ab-Mix + 80 ml fermented cow urine/L solution and P6 = 90 ml of fermented cow urine/L solution. Variable observations in this research  were plant height, number of leaves, area of leaf, plants fresh weight, plants dried weight, and the volume of roots. The results showed that combination of nutrients ab-mix and fermented cow urine had a significant effect on all observation variables, the best treatments of control 5 ml ab-mix/L solution, lowest treatment of control 90 ml of fermented cow urine/L solution and the best combination treatment 2.5 ml Ab-Mix + 80 ml fermented cow urine/L solution.   Keywords : Ab-mix goodplant, cow urine is fermented, hydroponics, Mustard

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇