Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    TINGKAT KETERTARIKAN WALANG SANGIT (Leptocorisa sp) PADA BERBAGAI JENIS UMPAN DI PERTANAMAN PADI (Oryza sativa)

    Get PDF
    Walang Sangit merupakan salah satu hama penting tanaman padi yang tertarik pada aroma bangkai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketertarikan walang sangit terhadap berbagai jenis umpan pada tanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2019 hingga Maret 2020. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yaitu P1 (Telur ayam busuk), P2 (Bangkai keongmas), P3 (Pekasam ikan), P4 (Cincalok), P5 (Pekasam Kelampai) dengan berat masing-masing perlakuan 250 g. Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan (blok sebagai ulangan). Variabel pengamatan dalam penelitian meliputi: Jumlah walang sangit terperangkap, jumlah telur walang sangit, serangga lain yang terperangkap, intensitas serangan walang sangit, jumlah populasi walang sangit yang terdapat pada lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang sangat nyata antar tiap perlakuan pada uji duncan taraf 1 dan 5 %. Walang sangit terperangkap paling tinggi terdapat pada perlakuan P2 (Bangkai keongmas) dengan rata-rata 22,23 ekor pada fase berbunga, 48,3 ekor pada fase masak susu, 34,3 ekor pada fase masak penuh dan 28,6 ekor pada fase masak kuning dengan total walang sangit terperangkap 1.561 ekor

    PENGARUH BOKASHI AMPAS TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG PADA TANAH GAMBUT

    No full text
    Bokashi ampas tebu adalah pupuk organik yang dibuat dari fermentasi ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokashi ampas tebu dan mendapatkan dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah gambut, dan mendapatkan dosis terbaik bokashi ampas tebu untuk tanaman terung. Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Purnama Pontianak berlangsung dari 10 Maret – 13 Juni 2020. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan bokashi ampas tebu 5 perlakuan dan 5 ulangan secara berturut-turut, 5 perlakuan bokashi ampas tebu adalah : 0, 250, 750, and 1000 g/polybag setara dengan 0, 12.5, 25, 37.5 and 50 ton/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, berat kering tanaman, volume akar, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, panjang buah dan diameter buah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian dosis bokashi ampas tebu dengan dosis 500 g/polybag setara dengan 25 ton/ha, dapat menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung yang terbaik pada pada tanah gambut. Kata kunci : bokashi ampas tebu,tanah gambut, tanaman terung

    PEMETAAN STATUS KESUBURAN TANAH PADA LAHAN BUDIDAYA KRATOM (Mitragyna Speciosa) DI DESA NANGA MENTEBAH, KECAMATAN MENTEBAH, KABUPATEN KAPUAS HULU

    No full text
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan, menganalisis dan memetakan tanah dengan mengelompokkan tanah-tanah yang sama dan hampir sama sifatnya ke dalam satuan peta tanah tertentu dengan mengamati sifat dan karakteristik tanah Di Desa Nanga Mentebah Kecamatan Mentebah Kabupaten Kapuas Hulu. Tahapan penelitian dimulai dari persiapan, survei pendahuluan, penentuan lokasi penelitian, penentuan titik pengamatan, Pengamatan dan pengukuran dilapangan dan pengambilan sampel tanah di lapangan, pengolahan data dan penyajian hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Status kesuburan tanah pada lokasi A dan B dengan total luas 14,04 ha (72,67%) mempunyai status kesuburan tanah rendah, dengan produksi bekisar antara 1,2 - 1,9 ton/bulan, lokasi C dan D dengan total luas 5,28 ha (27,33%) mempunyai status kesuburan sedang, dengan produksi bekisar antara 1,5 – 2,1 ton/bulan. Kata kunci: Pemetaan Kesuburan Tanah, Lahan Krato

    STUDI SIFAT FISIKA TANAH GAMBUT PADA TIGAPENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN MEMPAWAH TIMUR KABUPATEN MEMPAWAH

    Get PDF
    ABSTRAK Tanah gambut (peat soil) merupakan tanah yang mengandung bahan organik dalam jumlah yang besar sehingga mempengaruhi sifat rekayasa tanah tersebut. Dengan demikian sistem klasifikasi tanah berbeda dengan tanah lempung. Gambut (peat) berdasarkan proses terjadinya adalah campuran fragmen-fragmen mineral organik yang berasal dari tumbuh- tumbuhan yang membusuk (Hasnamet et al., 2012). Potensi lahan gambut sebagai lahan pertanian di Indonesia cukup luas. Pemanfaatannya  sebagai  lahan  pertanian membutuhklan  perencanaan  pengelolaan yang tepat dan sesuai karena sangat rentan terhadap kerusakan lahan seperti kerusakan fisik serta kerusakan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sifat fisika tanah  pada   tiga penggunaa  lahan  di  Kecamatan  Mempawah  Timur  Kabupaten Mempawah. Lahan gambut di Desa Sungai Bakau Kecil Kabupaten Mempawah telah mengalami alih fungsi menjadi sejumlah penggunaan lahan. Alih fungsi ini menyebabkan perubahan sejumlah sifat fisika tanah. Penggunaan lahan penelitian tersebut adalah  perkebunan nanas, hutan   sekunder dan hortikultura di Desa Sungai Bakau Kecil Kabupaten Mempawah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai bulan Desember Tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode transek. Titik sampel pada masing-masing penggunaan lahan berjumlah delapan. Setiap titik sampel diambil padakedalaman 0-20 cm. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Parameter yang diamati dan dianalisis pada penelitian ini meliputi kedalaman gambut, warna tanah, kedalaman muka air tanah, bobot isi, kadar air kapasitas lapangan, permeabilitas dan kadar serat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter tidak berbeda nyata pada bobot isi, kadar air kapasitas lapang, porositas tanah, permeabilitas dan  kadar serat gambut. Kata kunci : Tiga Penggunaan Lahan, Gambut, Sifat Fisika Tana

    PENGARUH BERBAGAI DOSIS BIOCHAR SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG HIJAU PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis biochar sekam padi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung hijau pada tanah PMK. Penelitian ini dimulai dari 24 Agustus sampai 9 Desember 2019. Penelitian dilaksanakan di Jl. Purnama Agung VII, Komplek Pondok Agung Permata, Kelurahan Parit Tokaya, Pontianak Selatan. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan, 5 ulangan dan setiap ulangan terdapat 4 sampel tanaman. Perlakuan sebagai berikut : (b1) 40 g/polybag, (b2) 80 g/Polybag, (b3) 120 g/polybag, (b4) 160 g/polybag dan (b5) 200 g/polybag. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah Klorofil Daun (SPAD Unit), Volume Akar (cm3), Luas Daun (cm2), Berat Kering Tanaman (g), Jumlah Buah Pertanaman, Bobot Buah Perbuah (g) dan Bobot Buah Pertanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil tanaman terung hijau yang terbaik ditunjukkan dengan pemberian biochar sekam padi dengan dosis 120 g/polybag dan 160 g/polybag

    Studi Serangan Penyakit Hawar Daun Bakteri Padi (Xanthomonas oryzae pv. oryzae) di Singkawang

    No full text
    ABSTRAKGejala serangan mirip penyakit Hawar daun bakteri (HDB) padi telah ditemukan di beberapa tempat di Singkawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi patogen penyakit mirip HDB yang dilaporkan telah menyebar di Singkawang. Penelitian yang dilakukan termasuk mengukur tingkat serangan dan sebaran penyakit HDB pada daerah yang ada kasus serangan, serta karakterisasi patogen penyebab penyakit. Serangan penyakit mencapai 26,6% dengan serangannya 81% dan serangan terendah 3,3% dengan serangannya 23%. Didapatkan 10 dari 15 isolat bakteri yang mencirikan koloni bakteri Xoo. Hasil pemeriksaan (isolasi) pada media selektif Wakimoto, Uji Gram dan Uji Postulat menunjukan bahwa patogen penyebab penyakit HDB adalah Xoo. Kata kunci: Hawar daun bakteri, padi, Xanthomonas oryzae

    PENGARUH CAMPURAN EKSTRAK TANJUNG Mimusops elengi DAN EKSTRAK KEBEN Barringtonia asiatica TERHADAP BIOLOGI Crocidolomia pavonana

    Get PDF
     ABSTRAK            Salah satu hama penting tanaman dari famili Brassicaceae ialah ulat krop kubis Crocidolomia pavonana. Kerusakan yang ditimbulkan hama ini dapat menyebabkan penurunan hasil produksi tanaman kubis. Salah satu pengendalian yang dapat dilakukan adalah menggunakan insektisida berbahan nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh campuran ekstrak biji Mimusops elengi dan Barringtonia asiatica terhadap larva C. pavonana. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pestisida, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak dari bulan November 2018-Oktober 2019. Pengujian dilakukan dengan metode residu pada daun. Bahan yang digunakan adalah ekstrak biji tanjung dan ekstrak biji keben. Uji mortalitas dilakukan pada larva C. pavonana instar dua melalui tahapan uji pendahuluan dan uji lanjutan, uji reproduksi C. pavonana dilakukan terhadap imago C. pavonana yang sehat dan berhasil muncul. Pengamatan dilakukan terhadap mortalitas dan reproduksi C. pavonana. Hubungan konsentrasi-mortalitas dianalisis dengan probit. Pengujian reproduksi diuji pada konsentrasi setara LC30 dan LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas letal ekstrak campuran pada LC50 sebesar 3,27%. Hasil uji reproduksi menunjukkan konsentrasi LC50 dapat mempersingkat umur imago jantan selama 11,8 hari, dan konsentrasi LC30 belum dapat menyebabkan perubahan lama hidup imago jantan dibandingkan kontrol.  Ekstrak campuran pada konsentrasi yang diuji belum dapat menyebabkan perubahan lama hidup imago betina, dan konsentrasi ekstrak campuran 1,50%-4,00% dapat menurunkan keperidian imago betina sebesar 7,4%-10,4%

    PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KALE PADA TANAH GAMBUT

    Get PDF
    ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Pupuk Organik Cair Herbafarm dan mencari konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kale pada tanah gambut. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 22 april  2020 – 22 mei 2020. Penelitian dilaksanakan di Jalan Reformasi Gang Struktur Untan Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan, setiap ulangan terdiri dari empat sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu pupuk organik cair 1 ml/l  (p1), 1,5 ml/l (p2), 2 ml/l (p3), 2,5 ml (p4) dan 3 ml/l (p5). Variabel pengamatan meliputi : jumlah daun, kadar klorofil, volume akar, luas daun, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Hasil analisis keragaman pemberian berbagai konsentrasi Pupuk Organik Cair Herbafarm memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap komponen pertumbuhan tanaman kale pada tanah gambut yaitu variabel jumlah daun, kadar klorofil, volume akar, luas daun, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Pada penelitian ini ditemukan konsentrasi Pupuk Organik Cair Herbafarm yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kale pada tanah gambut yaitu konsentrasi 2 ml/l. Kata Kunci :  pupuk organik cair herbafarm, kale, gambu

    DAMPAK KEBERADAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT KALIMANTAN AGRO PUSAKA TERHADAP PENDAPATAN DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN MASYARAKAT DI KABUPATENKAYONG UTARA

    Get PDF
    ABSTRAK            Berkembangnya perkebunan kelapa sawit diharapkan dapat memberikan dampak atau manfaat yang positif bagi kehidupan masyarakat sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mendeskripsikan dampak perkebunan kelapa sawit PT Kalimantan Agro Pusaka terhadap kesempatan kerja dan kesempatan berusaha, menganalisis perbedaan pendapatan dan distribusi pendapatan rumah tangga masyarakat sebelum dan sesudah adanya perkebunan kelapa sawit PT KAP. Perbedaan pendapatan dianalisis menggunakan uji t dan untuk menganalisis distribusi pendapatan menggunakan nilai Gini Rasio dengan bantuan program SPSS versi 20. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum adanya perkebunan kelapa sawit masyarakat Desa Sungai Paduan mayoritas bekerja sebagai petani, setelah adanya perkebunan kelapa sawit PT KAP, masyarakat memiliki kesempatan bekerja di perkebunan baik sebagai mandor, pemanen, perawatan, dan lainnya, dari perkerjaan tersebut pendapatan masyarakat menjadi lebih tetap setiap bulannya, selain itu muncul usaha-usaha baru seperti warung-warung sembako, penjual bensin, membuka bengkel, dan lainnya yang dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk menambah penghasilan. Berdasarkan hasil uji t terdapat perbedaan pendapatan yang signifikan antara pendapatan masyarakat sebelum dan sesudah adanya perkebunan. Berdasarkan analisis gini rasio, pendapatan rumah tangga sebelum adanya perkebunan memiliki nilai gini sebesar 0,32 artinya pendapatan rumah tangga masyarakat sebelum adanya perkebunan termasuk kategori ketimpangan sedang. Sedangkan pendapatan rumah tangga sesudah adanya perkebunan memiliki nilai gini sebesar 0,24 artinya pendapatan rumah tangga sesudah adanya perkebunan termasuk kategori ketimpangan rendah. Hal ini menunjukkan bahwa dampak keberadaan perkebunan kelapa sawit PT KAP berdampak positif terhadap masyarakat sekitar.Kata Kunci : Dampak,, Distribusi Pendapatan, Kabupaten Kayong Utara Pendapata

    SIFAT KIMIA TANAH ULTISOLS PADA AREAL UNTUK REPLANTING KELAPA SAWIT DAN HUTAN SEKUNDER DI DESA AMBOYO INTI KECAMATAN NGABANG

    Get PDF
    Tanah Ultisols dikenal sebagai tanah yang kurang subur tetapi pemanfaatannya dalam bidang pertanian sangat luas, khususnya pada bidang perkebunan kelapa sawit. Periode budidaya kelapa sawit di Desa Amboyo Inti telah berumur 33 tahun sehingga perlu dilakukan replanting. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan sifat kimia tanah Ultisols pada areal untuk replanting kelapa sawit dengan hutan sekunder. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Amboyo Inti Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak. Analisis sifat kimia dan fisika tanah dilakukan di lapangan, Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, serta Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Waktu penelitian berlangsung dari bulan Januari sampai April 2020. Titik pengamatan menggunakan sistem diagonal pada luasan 2 hektar untuk setiap penggunaan lahannya. Sampel tanah diambil secara utuh dan komposit pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm untuk masing-masing penggunaan lahan. Parameter sifat kimia tanah dalam penelitian ini adalah reaksi tanah (pH), karbon organik tanah (C-org) dan bahan organik tanah. Parameter pendukung pada pengamatan di lapangan adalah profil tanah dan sifat fisika tanah, seperti tekstur tanah. Hasil analisis menunjukkan reaksi tanah (pH) sangat masam pada kedua lahan di kedalaman 0-30 cm maupun 30-60 cm. Pada setiap penggunaan lahan, hasil analisis karbon organik tanah dan bahan organik tanah adalah rendah di kedalaman 0-30 cm dan sangat rendah di kedalaman 30-60 cm. Kata kunci : Sifat kimia tanah, Ultisols, replanting kelapa sawit, hutan Sekunde

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇