Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG PADA TANAH SULFAT MASAM

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang ayam dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terong pada tanah sulfat masam. Penelitian ini berlangsung selama 68 hari dimulai pada tanggal 27 April 2020 – 7 Juli 2020. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Punggur Besar Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor yaitu Dosis Pupuk Kandang Ayam (P) terdiri dari 6 taraf perlakuan, masing – masing perlakuan diulangan 4 kali dan setiap ulangan terdiri dari 6 tanaman sampel, sehingga terdapat 120 tanaman. Perlakuan terdiri dari p0 (5 ton/ha), p1 (10 ton/ha), p2 (15 ton/ha), p3 (20 ton/ha) p4 (25 ton/ha) dan p5 (30 ton/ha). Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar (cm3), berat kering tanaman (g) panjang buah (cm), berat buah (g), dan jumlah buah (buah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi berpengaruh nyata terhadap variabel volume akar (cm3), berat kering tanaman dan jumlah buah, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan panjang buah (cm) dan berat buah (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam dengan dosis 20 ton/ha lebih efisien sudah menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman terong yang baik pada tanah sulfat masam

    APLIKASI BOKASI LIMBAH KULIT KACANG HIJAU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KALE (Brassica oleracea var. acephala) PADA TANAH ALUVIAL

    No full text
    Kale merupakan salah satu jenis kubis daun yang tidak membentuk krop. Tanah aluvial merupakan salah satu media tanam yang memiliki kendala yaitu struktur tanah yang keras, tekstur yang liat, rendahnya kandungan unsur hara, kejenuhan basah yang rendah, dan sifat yang masam. Usaha yang dilakukan untuk perbaikannya dengan menambah bahan organik yaitu bokasi limbah kulit kacang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis bokasi limbah kulit kacang hijau yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kale pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu dosis bokasi limbah kulit kacang hijau yang terdiri dari 5 taraf perlakuan, yaitu : b1 (300 g/polybag), b2 (600 g/polybag), b3 (900 g/polybag), b4 (1.200 g/polybag), dan b5 (1.500 g/polybag). Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan dengan 4 sampel tanaman. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun (helai), kehijauan daun (spad unit), luas daun (cm2) berat segar tanaman (g), dan berat kering tanaman(g).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan dosis bokasi limbah kulit kacang hijau yang terbaik tetapi dosis yang efisien ditunjukkan dengan pemberian bokasi limbah kulit kacang hijau dengan dosis 600 g/polybag.Kata kunci : Bokasi Limbah Kulit Kacang Hijau, Kale, Tanah Aluvia

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA TANAH ALUVIAL

    Get PDF
    ABSTRAK Rendahnya produksi sawi di Kalimantan Barat mengakibatkan permintaan pasarakan komoditas ini tidak terpenuhi dengan baik sehingga perlu upaya peningkatanproduksi dengan ekstensifikasi lahan pada tanah aluvial yang diimbangi denganperbaikan teknik budidaya salah satunya yaitu dengan pemberian pupuk organik cair.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi pupuk organik cair yangterbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah aluvial.Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak pada Jl. Parit H. Husin 1, KotaPontianak. Waktu penelitian mulai tanggal 21 Mei- 30 Juni 2020. Metode yangdigunakan Rancangan Acak Lengkap yaitu pemberian berbagai konsentrasi pupukorganik cair digrow dengan 5 taraf p1 (5 ml/l); p2 (10 ml/l); p3 (15 ml/l); p (20 ml/l);dan p (25 ml/l). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali, dan terdiri dari 4 sampeltanaman. Variabel yang diamati adalah jumlah daun, volume akar, kadar klorofildaun, luas daun, berat segar tanaman dan berat kering tanaman. Hasil Penelitianmenunjukkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi pupuk organik cair digrowterbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau yaitu padapemberian 15 ml/l.5

    Pengaruh Pemberian Kompos Daun Lada terhadap Pertumbuhan Setek Lada Satu Ruas Berdaun Tunggal pada Tanah Aluvial

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk tujuan dilakukan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kompos daun lada yang dapat menghasilkan pertumbuhan setek lada terbaik. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Februari sampai Mei 2019, penelitian ini dilaksanakan Desa Sendoyan, Dusun Bungur RT 08 RW 03, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu A = 1 (Tanah) : 0 (Kompos), B = 1 (Tanah) : 1 (Kompos), C = 1 (Tanah) : 2 (Kompos), D = 1 (Tanah) : 3 (Kompos). Variabel pengamatan meliputi, jumlah tunas, tinggi tunas, jumlah daun, persentase setek hidup, panjang akar, volume akar, berat kering tunas, dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian kompos daun lada tanpa menggunakan kompos memberikan hasil pertumbuhan lebih baik terhadap pertumbuhan setek lada satu ruas berdaun tunggal

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI AKIBAT PEMBERIAN POC AIR KELAPA PADA TANAH GAMBUT

    No full text
    ABSTRAK Tanaman sawi (Brassica juncea L.) merupakan tanaman hortikultura yang perludikembangkan oleh petani di Kalimantan Barat karena tingginya permintaan pasardan terjadinya penurunan produksi, upaya pengembangan budidaya sawi dapatdilakukan dengan ekstensifikasi lahan yaitu pada tanah gambut dengan pemberianPOC air kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi POC airkelapa yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi padatanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan pada lokasi yang terletak di Jl. Parit HajiMuksin 2, Perumahan Mega Mas blom G 50. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 11April – 22 Mei 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yaitupemberian berbagai konsentrasi POC air kelapa dengan 6 taraf yaitu a = 15 ml/l; a2 = 20 ml/l; a3 25 ml/l; a4 = 30 ml/l; a5 = 35 ml/l; dan a = 40 ml/l. Setiap perlakuandiulang sebanyak 4 kali, dan terdiri dari 4 sampel tanaman. Variabel yang diamatidalam penelitian ini adalah jumlah daun, luas daun, volume akar, berat segartanaman, dan berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian pengaruh berbagaikonsentrasi POC air kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pada tanahgambut menunjukkan bahwa tidak ditemukan konsentrasi POC air kelapa yangterbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi tetapi konsentrasi yang efektif ditunjukkanpada pemberian konsentrasi POC air kelapa sebanyak 25 ml/l.6

    PENGARUH LAMA INKUBASI PUPUK KOTORAN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG SEMI PADA TANAH ALUVIAL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lama inkubasi dan mendapatkan lama inkubasi pupuk kotoran kambing yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung semi pada tanah aluvial. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak. Penelitian telah dilaksanakan dari tanggal 8 April sampai dengan 30 Mei 2020. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, terdiri dari 4 taraf perlakuan, 4 ulangan dan 4 sampel sehingga terdapat 16 bedengan. Perlakuan yang dimaksud adalah p1 = Inkubasi pupuk kotoran kambing 7 hari sebelum tanam, p2 = Inkubasi pupuk kotoran kambing 14 hari sebelum tanam, p3 = Inkubasi pupuk kotoran kambing 21 hari sebelum tanam, dan p4 = Inkubasi pupuk kotoran kambing 28 hari sebelum tanam. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, berat kering tanaman, berat segar tongkol, panjang tongkol, dan diameter tongkol. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa dengan perlakuan lama inkubasi pupuk kotoran kambing 28 hari sebelum tanam menunjukkan pertumbuhan yang terbaik dan pada hasil jagung perlakuan yang efektif ditunjukkan perlakuan lama inkubasi pupuk kotoran kambing 21 hari sebelum tanaman

    PENGARUH KOTORAN WALET DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA LAHAN GAMBUT

    No full text
    Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat sering digunakan untuk menjadi penyedap masakan. Tanah gambut sebagai media tumbuh bawang merah memiliki banyak kendala diantaranya ketersediaan hara yang rendah, pH yang rendah, bahan organik yang belum terdekomposisi sehingga kandungan hara terutama hara makro seperti N,P dan K rendah. Usaha untuk memperbaikinya adalah dengan memberikan kotoran walet dan pupuk majemuk NPK. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan interaksi dosis kotoran walet dan pupuk NPK untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah yang terbaik pada lahan gambut. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2020 sampai 9 Mei 2020 di Jalan Reformasi, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor pertama adalah pemberian kotoran walet yang terdiri dari 3 taraf, dan faktor kedua adalah pemberian pupuk NPK yang petak terdiri dari 3 taraf dengan total 9 perlakuan diantaranya 20 ton/hektar kotoran walet dan 400 kg/hektar pupuk NPK, 20 ton kotoran walet dan 500 kg/hektar pupuk NPK, 20 ton/hektar kotoran walet dan 600 kg/hektar pupuk NPK, 30 ton/hektar kotoran walet dan 400 kg/hektar pupuk NPK, 30 ton/hektar kotoran walet dan 500 kg/hektar pupuk NPK, 30 ton kotoran walet dan 600 kg/hektar pupuk NPK, 40 ton/hektar kotoran walet dan 400 kg/hektar pupuk NPK, 40 ton/hektar kotoran walet dan 500 kg/hektar pupuk NPK, 40 ton/hektar kotoran walet dan 600 kg/hektar pupuk NPK. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali, dan setiap satuan percobaan terdiri dari 15 sampel tanaman. Variabel pada penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah anakan per rumpun, volume akar, berat kering total per tanaman, berat segar umbi per rumpun, berat kering angin umbi per rumpun, hasil per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 30 ton/hektar kotoran walet dan 400 kg/hektar pupuk NPK  pada bawang merah merupakan dosis interaksi terbaik untuk meningkatkan hasil berat segar umbi dan berat kering angin umbi

    THE EFFECT OF COMBINED NITROGEN SOURCE ON THE GROWTH AND YIELDS OF PAKCOY IN PEAT SOIL

    No full text
    ABSTRACTThis study aims to find the best combination of nitrogen sources in the form of ammonium and nitrate for growth and yield of pakcoy on peat soils. This research was conducted at the green house of the Faculty of Forestry, Tanjungpura University, Pontianak City with an altitude of 5 meters above sea level. The time of this study lasted for ± 3 months. The research used a completely randomized design (CRD) consisting of one treatment factor, namely a combination of nitrogen sources with 5 (five) treatment levels with 5 (five) replications, and each treatment consisting of 5 (five) sample plants, so that there were 125 plants. The treatments analyzed were: n1 = 100% NH4+  + 0% NO3- ; n2= 75% NH4+ + 25% NO3- ; n3 = 50% NH4+ + 50% NO3- ; n4 = 25% NH4+ + 75% NO3- ; n5 = 0% NH4+  + 100% NO3-. The variables observed were the number of leaves (strands), leaf chlorophyll content, leaf area, root volume and plant dry weight. The effect of giving a combination of nitrogen fertilizers had a significant effect on root volume, number of leaves, dry weight, and area and, but not significantly, on leaf chlorophyll content variables. The combination of 50% NH4+ + 50% NO3- provides the best growth and yield of pakcoy on peat soils. Keywords: combination of nitrogen sources, pakcoy, pea

    STATUS HARA NPK PADA DUA KEMIRINGAN LAHAN BUDIDAYA TANAMAN LADA (Piper Ningrum. L) DI DUSUN SEKUNYIT DESA SEMANGET KECAMATAN ENTIKONG

    No full text
    ABSTRAKLada merupakan komoditas andalan ekspor tradisional bagi Indonesia. Di Indonesia tanaman lada dapat tumbuh dan berkembang dengan pesat, hal ini dikarenakan kecocokan alam serta letak geografis dan kesuburan tanah yang baik. Unsur hara N, P, K sangat berperan penting untuk meningkatkan produktifitas lada. Kandungan unsur hara N, P, K yang umumnya relatif rendah menjadi kendala terhadap peningkatan produktifitas lada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status hara dan kekurangan N, P, K di lahan ultisol serta rekomendasi pupuk pada tanaman lada berdasarkan status hara N, P, K di lahan ultisol. Diperlukan uji status hara tanah untuk mengetahui unsur hara yang tersedia di lahan tersebut dengan harapan dapat memperoleh informasi kondisi kesuburan tanah, sehingga dapat merekomendasikan kebutuhan pupuk nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) untuk meningkatkan produksi lada. Penelitian ini dilakukan dengan metode diagonal pada 2 kelas lereng, di mana setiap 1 kelas lereng masing-masing 3 titik komposit dan 1 titik komposit masing-masing 5 titik sampel pada kedalaman 0-30 cm. Jarak pengambilan sampel tanah sekitar 50-100 cm dari titik pusat pengambilan sampel. Untuk pH tanah didapat hasil analisis sampel tanah di laboratorium menunjukan bahwa kondisi tanah yang bereaksi masam dengan kisaran pH (H2O) antara 4,62-5,34 yaitu pada dua kemiringan lereng dengan rata-rata pH (H2O) 4,92 dengan kriteria masam. Pada tanah Ultisol di lokasi penelitian diperoleh dengan pemberian pupuk NPK (1:1:2) sebanyak 40-120 gram/tanaman. Kata Kunci: Lada, Ultisol, Nitrogen (N),  Fosfor (P), Kalium (K

    PENGARUH PUPUK KOTORAN KAMBING DAN UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI HIJAU DI TANAH ALUVIAL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi terbaik antara dosis pupuk kotoran kambing dan pupuk urea pada tanaman sawi hijau di tanah aluvial. Penelitianini dilakukan di lokasi yang tarletak di Jalan Parit H. Mukhsin 2, Komplek MegaMas, Kuburaya, penelitian dilaksanakan dimulai 09 agustus – 03 oktober 2020.Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada faktorial,faktor pertama pemberian berbagai dosis pupuk kotoran kambing (k) dengan 3 tarafyaitu (k1, k2, k3) dan faktor kedua pemberian pupuk urea (n) dengan 3 taraf yaitu (n1,n2, n3) sehingga doperoleh 9 kombinasi perlakuan dan masing-masing perlakuandiulang sebanyak 3 kali, dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman sehinggajumlah sampel tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Perlakuan pertamapemberian pupuk kotoran kambing yaitu: k1 = 10 ton/ha, k2 = 20 ton/ha, k3 = 30ton/ha. Factor kedua pemberian pupuk urea yaitu: n1 = 75 kg/ha, n2 = 125 kg/ha, n3 =175 kg/ha. Kombinasi tersebut antara lain: k1n1, k1n2, k1n3, k2n1, k2n2, ,k3n3. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian yaitu volume akar (cm),jumlah daun (helai), luas daun (cm2), berat kering tanaman (g), dan berat segartanaman (g). Variabel pengamatan pendukung terhadap kondisi lingkungan yaitu,suhu udara harian (C), kelembaban udara relatif (%), curah hujan (mm) dan pHtanah. Berdasarkan hasil penelitian, terjadi interaksi antara pupuk kotoran kambing °da pupuk urea pada variabel volume akar, luas daun, berat kering tanaman, dan beratsegar tanaman, sedangkan pada variabel jumlah daun tidak terjadi interaksi.Pemberian pupuk kotoran kambing dengan dosis 30 ton/ha dan pupuk urea dengandosis 175 kg/ha memberikan pertumbuhan dan hasil sawi hijau yang terbaik di tanahaluvial. k2n3, k3n1, k3n2

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇