Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
1262 research outputs found
Sort by
Uji Ketahanan Beberapa Varietas Padi terhadap Patogen Blas (Pyricularia oryzae)
Penyakit blas yang disebabkan oleh cendawan Pyricularia oryzae merupakan salah satu penyakit utama yang menyerang tanaman padi di Indonesia, Penyakit blas sebelumnya diketahui hanya menyerang padi gogo tetapi saat ini penyebaran penyakit blas sudah menyerang pertanaman padi sawah. Penelitian bertujuan untuk menguji ketahanan beberapa vairetas padi terhadap penyakit blas (Pyricularia oryzae). Jenis varietas padi yang digunakan adalah Pandan wangi, Ketupat, Pulut Putih, Inpari 32, dan Ciherang. Inokulasi patogen dilakukan dengan cara disemprotkan suspensi konidia dan penempelan biakan murni. Serangan penyakit blas pada varietas padi Ciherang merupakan yang tertinggi mencapai 46,67% - 100% (semprot dan tempel) dan serangan terendah 0% pada varietas padi sawah (padi wangi, pulut putih, dan ketupat), fase timbulnya gejala terhitung pada 6-10 hari setelah inokulasi.Kata kunci: Padi (Oryza sativa), blas, Pyricularia oryzae, resisten
PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRASI DAN FREKUENSI POC KULIT NANAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNCIS PADA TANAH ALUVIAL
Produksi buncis yang menurun mengakibatkan tidak terpenuhinya permintaan. Penurunan tersebut disebabkan oleh beberapa hal, seperti kondisi lahan suboptimal dan kualitas hasil yang kurang baik Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan frekuensi pemberian POC kulit nenas yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis tegak pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Pontianak, dari bulan Maret hingga Mei 2020,. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah konsentrasi POC kulit nanas sebanyak 3 taraf. Faktor kedua adalah frekuensi pemberian POC kulit nanas sebanyak 3 taraf sehingga jumlah total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan 3 ulangan. Setiap kombinasi perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Faktor pertama adalah konsentrasi pemberian POC kulit nanas (K) K1 = 150ml/l, K2 = 200ml/l, K3 = 250ml/l. Faktor kedua adalah frekuensi pemberian POC kulit nanas (I) I1 = 4 hari sekali, I2 = 7 hari sekali, I3 = 10 hari sekali. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, berat kering tanaman, volume akar, jumlah polong, dan berat polong. Konsentrasi 150 ml/l dan frekuensi 4 hari sekali terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bucis pada tanah aluvial.Kata kunci: Alluvial, Buncis, Kulit Nanas, Pupuk organic cair.
RESPON TANAMAN LOBAK TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI BIOCHAR SERBUK GERGAJI KAYU DAN PUPUK KALIUM DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING
Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis kombinasi biochar dan kalium yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dimulai dari bulan Juli hingga September 2020 berlokasi di lahan milik KEP’S Agro Jl. Sungai Raya Dalam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu, kombinasi antara pemberian serbuk kayu dan pupuk kalium (A, B, C, D). Setiap perlakuan terdiri dari 4 taraf perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali serta setiap unit perlakuan terdapat 5 sampel. A = 1200 g/polybag biochar (15%) + 0,2 g KCl/polybag (50 kg KCl/ha), B = 800 g/polybag biochar (10%) + 0,4 g KCl/polybag (100 kg KCl/ha), C = 400 g/polybag biochar (5%) + 0,6 g KCl/polybag (150kg KCl/ha), D = 0,8 g KCl/polybag (200 kg KCl/ha). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah panjang daun, jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar umbi, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman. Pemberian biochar serbuk gergaji kayu 1200 g/polybag biochar (15%) + 0,2 g KCl/polybag (50 kg KCl/ha) adalah kombinasi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah podsolik merah kuning . Kata kunci: Biochar Serbuk Gergaji Kayu, Lobak, Podsolid Merah Kuning, Pupuk Kalium
PENGARUH KOMBINASI BOKASI JERAMI PADI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SEMANGKA PADA TANAH ALUVIAL
Usaha peningkatan produksi semangka dengan perluasan lahan budidaya harus diimbangi dengan usaha intensifikasi seperti penambahan bahan organik berupa bokasi jerami dan pemupukan NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi bokasi jerami padi dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil semangka pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor, yaitu Perbandingan pemberian dosis bokasi jerami padi yang dikombinasi dengan pupuk NPK dengan 5 taraf perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali. Setiap perlakuan terdiri dari 3 sampel tanaman sehingga jumlah tanaman seluruhnya 75 tanaman. Perlakuan yang dimaksud antara lain: A = dosis bokasi jerami padi 3 ton/ha + NPK 550 kg/ha; B = dosis bokasi jerami padi 5 ton/ha + NPK 450 kg/ha; C = dosis bokasi jerami padi 7 ton/ha + NPK 350 kg/ha; D = dosis bokasi jerami padi 9 ton/ha + NPK 250 kg/ha; E = dosis bokasi jerami padi 11 ton/ha + NPK 150 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah: panjang batang utama (cm); kadar klorofil daun (Spad Unit); volume akar (cm3); berat kering tanaman (g); jumlah buah/tanaman (buah); berat buah/buah (g); berat buah/tanaman (g); panjang buah (cm); dan lingkar buah (cm). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dosis kombinasi bokasi jerami padi 7 ton/ha + pupuk NPK 350 kg/ha adalah dosis terbaik untuk meningkatkan hasil berat buah/buah dan berat buah/tanaman
PENGARUH KOMBINASI KONSENTRASI DAN INTERVAL PEMBERIAN POC CANGKANG TELUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT PADA TANAH GAMBUT
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi konsentrasi dan intervalpemberian POC Cangkang Telur yang terbaik pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan KEP’S Agro Jl. Sui Raya Dalam, Kota Pontianak berlangsung dari 19 Agustus – 20 Oktober 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 9 kombinasi perlakuan dengan masing-masing 3 ulangan. Kombinasi konsentrasi dan interval pemberian POC cangkang telur adalah A=65ml/L air + 5 hari, B=65ml/L air + 7 hari, C=65ml/L air + 9 hari, D=145ml/L air + 5 hari, E=145ml/L + air 7 hari, F=145ml/L air + 9 hari, G=270ml/L air + 5 hari, H=270ml/L air + 7 hari dan I=270ml/L air + 9 hari. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, berat kering tanaman, volume akar, diameter batang, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat buah per buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi konsentrasi dan interval pemberian POC cangkang telur berpengaruh nyata terhadap variabel pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Perlakuan konsentrasi 145ml/L air + interval 5 dan 7 hari sekali merupakan perlakuan terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya.Kata kunci : Gambut, interval pemberian, konsentrasi, pupuk organik cair cangkang telur, toma
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG PUTIH DENGAN PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK NPK DAN POC KULIT PISANG PADA TANAH GAMBUT
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis kombinasi pupuk NPK dan POC kulit pisang yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil bawang putih pada tanah gambut.Penelitian dilaksanakan di Rumah Kompos Pendidikan Untan (RKPU) Fakultas Pertanian dimulai sejak tanggal 9 Juli 2020 sampai dengan 21 Oktober 2020 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 faktor perlakuan yaitu P1 = 1,6gr NPK + POC konsentrasi 30ml / L, P2 = 2,4gr NPK = POC konsentrasi 25ml / L, P3 = 3,2gr NPK + POC konsentrasi 20ml / L, P4 = 4gr NPK + POC terkonsentrasi 15ml / L dan P5 = 4,8gr NPK + Konsentrasi POC 10ml / L). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap ulangan terdapat 4 tanaman sampel. Varabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman, berat kering tanaman dan berat kering angin umbi. Hasil penelitian menunjukan bahwa mempersembahkan kombinasi pupuk NPK dan POC kulit pisang berpengaruh nyata terhadap berat tanaman segar tanaman, berat kering tanaman dan berat kering angin umbi (g)
Response of Growth and Yield of Mustard Toward Gibberellin on Peat Soil
The increase in market demand for mustard needs to be balanced with an increase in production, one of which is by utilizing peat land which is balanced with the provision of gibberellin as a plant growth regulating hormone. This study aims to determine the best concentration of gibberellin (GA3) in increasing the growth and yield of mustard on peat soil. The research was conducted at West Kalimantan Province, Southeast Pontianak Sub-district. The research was conducted from September 12nd – October 12nd 2020. The method used was a Completely Randomized Design with 4 levels concentration of gibberellin, namely was p1 (10 ppm); p2 (20 ppm); p3 (30 ppm); p4 (40 ppm). Each treatment was repeated 6 times and consisted of 4 plant samples so the whole plant samples were 96 plants. The variables observed were plant height, number of leaves, leaf area, root volume, plant dry weight and plant fresh weight. The results showed the various concentrations of gibberellin could increase plant height, leaf number, leaf area and fresh weight of caisim mustard plants. The efficient gibberellin concentration was obtained at 30 ppm based on the yield potential of the plant, namely plant fresh weight with an average of 23.72 grams
ANALISIS SEKTOR PEREKONOMIAN DAN KOMODITAS SUBSEKTOR PERKEBUNAN UNGGULAN DI KABUPATEN SANGGAU
Sanggau adalah salah satu kabupaten di wilayah perbatasan,tepatnya di utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Terhubungnya akses transportasi darat dari ibukota Provinsi ke Kabupaten ini dan sebagai penghubung ke Kabupaten lainnya menjadikan wilayah ini semakin berkembang di Kalimantan Barat. Kondisi wilayah yang terus berkembang, diperlukan penelitian untuk mengetahui potensi dan identifikasi sektor ekonomi dan komoditas subsektor perkebunan yang memiliki prospek untuk dikembangkan, dalam rangka meningkatkan pembangunan ekonomi Kabupaten Sanggau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor ekonomi dan komoditas subsektor perkebunan unggulan di Kabupaten Sanggau. Alat analisis yang digunakan terdiri dari Klassen Typologi, Dynamic Location Quotient (DLQ), Shift Share Klasik dan analisis overlay. Data yang digunakan adalah PDRB berdasarkan harga konstan, tenaga kerja dan produksi komoditas perkebunan di Kabupaten Sanggau dan Provinsi Kalimantan Barat periode 2011-2017. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan analisis overlay (gabungan Klassen Typologi, Dynamic Location Quotient (DLQ) dan Shift Share Klasik), sektor ekonomi yang menjadi unggulan adalah sektor pertambangan dan penggalian. Hasil analisis overlay menunjukkan bahwa komoditas subsektor perkebunan yang menjadi unggulan, yaitu kelapa sawit
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG UNGU TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) RUMEN SAPI PADA TANAH ALUVIAL
Pengaplikasian POC rumen sapi pada tanah aluvial merupakan upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan produksi terung ungu dengan meningkatkan kualitas tanah secara kimia dan biologi. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi POC rumen sapi yang efektif terhadap pertumbuhan dan hasil terung pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan yang terletak di Jalan Sepakat 2, Blok T Kota Pontianak. Waktu penelitian dimulai tangga 16 Agustus - 6 Desember 2020. Metode yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor yaitu pemberian berbagai konsentrasi POC rumen sapi dengan 6 taraf (p0= Tanpa POC;p1 = konsentrasi 5% atau 50 ml/L; air p2 = konsentrasi 10% atau 100 ml/L; p3= konsentrasi 15% atau 150 ml/L; p4= konsentrasi 20% atau 200 ml/L; p5= konsentrasi 25% atau 250 ml/L). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan terdiri dari 4 sampel tanaman. Variabel yang diamati adalah volume akar (cm3), Berat Kering Tanaman (g), Jumlah Buah per Tanaman (buah), Berat Buah per Buah (g), Berat Buah per Tanaman (g), Diameter Buah (cm). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC rumen sapi dengan konsentrasi 5% atau 50 ml/L air secara umum efektif dalam meningkatkan volume akar, berat kering, berat buah perbuah, berat buah per tanaman dan diameter buah terung ungu pada tanah aluvial, namun pada penambahan konsentrasi 25% atau setara dengan 250 ml/L air terus menunjukkan hasil yang semakin tinggi.Kata Kunci : POC rumen sapi, tanah aluvial, terung ung
PENGARUH KONSENTRASI BIO-URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCHOY PADA MEDIA GAMBUT
Salah satu jenis sayuran daun yang banyak mengandung serat dan digemariorang saat ini adalah pakchoy. Pakchoy penampilannya seperti sawi tetapi lebihpendek dan kompak. Budidaya pakchoy memerlukan tanah yang subur agarpertumbuhannya baik, tetapi lahan yang subur untuk penanaman sangat terbatas. Tanah gambut berpotensi untuk perluasan budidaya tanaman pakchoy.Pemanfaatan tanah gambut yang kurang baik sebagai media tanam dapat diperbaikidengan menambah unsur hara yang cukup bagi tanaman. Salah satu unsur hara yangdapat diberikan kepada tanaman adalah bio-urin sapi yang merupakan salah satubahan pupuk organik cair dan belum banyak dimanfaatkan oleh petani. Penelitianini dilaksanakan di Rumah Jamur, Jalan Reformasi, Gang Struktur, Pontianak Kota.Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan dari tanggal 22 Agustus 2020 – 20September 2020. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap(RAL) yang terdiri dari satu faktor Bio-urine Sapi (U) dengan 5 perlakuan dan 5ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel. Perlakuan yamg di maksudyaitu u1 ( bio-urine sapi dengan konsentrasi 0 ml/ l ), u2 ( bio-urine sapi dengankonsentrasi 20 ml/ l ), u3 ( bio-urine sapi dengan konsentrasi 40 ml/ l ), u4 ( biourinesapidengankonsentrasi60ml/l)danu5 ( bio-urine sapi dengan konsentrasi80 ml/ l ). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun (helai),kadar klorofil daun (spad unit), volume akar (cm3), luas daun (cm), berat keringtanaman (g) dan berat segar tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwapemberian Bio-urine Sapi dengan konsentrasi 80 ml/liter air memberikan pertumbuhan dan hasil pakchoy yang terbaik pada media gambut.Kata Kunci : bio-urine sapi, gambut, pakchoy