Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
1262 research outputs found
Sort by
Karakterisistik Pertumbuhan Vegetatif Padi Beras Hitam (Podi Itam) Asal Simpang Hulu Kabupaten Ketapang
Karakteristik Padi Beras Hitam Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang belum teridentifikasi dengan baik, maka perlu pengembangan lebih lanjut sebagai varietas padi lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter morfologi pertumbuhan padi beras hitam (podi itam) pada fase vegetatif yang ada di Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang. Penelitian ini dilaksanakan dilahan sawah tadah hujan Sui Raya Dalam, Kab. Kubu Raya dimulai pada tanggal 15 Maret sampai 17 Juli 2020. Pada pengamatan karakteristik tanaman mengunakan 100 sampel tanaman dengan jarak tanam 25 x 30 cm. Hasil dari penelitian menunjukkan rata-rata tinggi bibit yaitu 39,29 cm, panjang daun 59,27 cm,lebar daun 1,76 cm, permukaan daun yang tidak berambut, sudut daun bendera 37,65°, warna leher daun yang berwarna hijau muda, warna helain daun Green Group 143 C, warna pelepah berwarna Green Group 143 B, bentuk lidah daun 2-cleft, warna lidah daun Yellow Green Group 145 A, tinggi tanaman berkisar 141,55 cm, jumlah anakan 14, dan sudut batang yaitu 42°.
Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah dengan Pemberian Bokasi Kotoran Bebek Pada Tanah Gambut
ABSTRAK Tanah gambut memiliki sifat keasaman tanah yang tinggi dan ketersediaan harayang rendah serta kejenuhan basa (KB) yang menyebabkan pertumbuhan danperkembangan tanaman yang sangat rendah. Salah satu cara untuk mengatasimasalah kekurangan unsur hara adalah dengan memberikan bokasi kotoran bebek.Penelitian ini bertujuan mendapatkan dosis bokasi kotoran bebek yang terbaik untukpertumbuhan dan hasil kacang tanah pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakandi lahan gambut yang terletak di Jalan Perdana, Parit Demang yang memilikiketinggian tempat 1-2 meter diatas permukaan laut (mdpl). Penelitian inidilaksanakan pada tanggal 30 November 2019 sampai tanggal 29 Februari 2020.Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor,yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 3tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah b1 = 5 ton/ha bokasi kotoranbebek, b2 = 10 ton/ha bokasi kotoran bebek, b3 = 15 ton/ha bokasi kotoran bebek, b4= 20 ton/ha bokasi kotoran bebek, b5 = 25 ton/ha bokasi kotoran bebek, b6 = 30ton/ha bokasi kotoran bebek. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggitanaman, volume akar, berat kering total tanaman, jumlah polong per tanaman, beratkering biji per tanaman, dan berat kering biji per petak. Berdasarkan hasil penelitianmaka dapat disimpulkan bahwa pemberian bokasi kotoran bebek dengan dosis 30ton/ha menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang terbaik tanaman kacang tanah.
Pengaruh Dosis Tepung Cangkang Keong Mas dengan Lama Inkubasi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Lobak pada Tanah Aluvial
Penelitian ini bertujuan untuk mendapat dosis tepung cangkang keong mas dengan lama inkubasi terbaik bagi pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 januari – 10 maret 2020, bertempat di Jalan Budi Utomo, Dusun Sungai Rengas, Desa Kakap, Kebupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 taraf perlakuan dan 4 ulangan dengan 4 sampel tanaman pada setiap ulangan.. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun (helai), berat segar tanaman (g), berat umbi(g), panjang umbi (cm), dan diameter umbi (cm). Hasil penelitian pemberian berbagai dosis tepung cangkang keong mas dengan lama inkubasi belum memberikan hasil yang optimal pada pertumbuhan dan hasil tanaman lobak di tanah aluvial.Kata Kunci : Tepung Cangkang Keong Mas, Tanah Aluvial, Lobak
ANALISIS PENDAPATAN PETANI KARET DI DESA DURIAN JAYA KECAMATAN TANAH PINOH BARAT KABUPATEN MELAWI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan yang diterima petani Karet di Desa Durian Jaya Kecamatan Tanah Pinoh Barat. Jumlah responden sebanyak 78 orang analisis data yang digunakan adalah analisis penerimaan, biaya dan pendapatan usahatani. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata penerimaan sebesar Rp. 4.592.202 / Hektar, dengan rata-rata biaya dikeluarkan sebesar Rp. 114. 214 / Hektar sehingga diperoleh pendapatan rata-rata petani karet per-tahun sebesar Rp. 4.477.988 / Ha.Kata kunci : Karet, Pendapata
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY PADA TANAH ALLUVIAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh POC Super Nasa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy pada tanah alluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan dan masing – masing ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman. Total dari seluruh sampel penelitian adalah 75 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah p1= 1ml/l air, p2 = 2 ml/l air, p3 = 3ml/l air, p4 = 4ml/l air, p5 = 5ml/l air. Adapun variabel pengamatan yaitu jumlah daun, berat segar tanaman, luas daun total, volume akar, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC Super Nasa berpengaruh nyata terhadap luas daun total, berat segar tanaman dan berat kering tanaman. Pengaruh tidak nyata terhadap pemberian POC Super Nasa ditunjukkan pada variabel pengamatan volume akar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian POC 2 ml/l air yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Pemberian POC 1 ml/l air adalah dosis yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil pakcoy pada tanah alluvial.
Studi Serangan Penyakit Hawar Daun Bakteri Padi (Xanthomonas oryzae pv. oryzae) di Singkawang
ABSTRAKGejala serangan mirip penyakit Hawar daun bakteri (HDB) padi telah ditemukan di beberapa tempat di Singkawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi patogen penyakit mirip HDB yang dilaporkan telah menyebar di Singkawang. Penelitian yang dilakukan meliputi mengukur tingkat serangan dan sebaran penyakit HDB pada daerah yang ada kasus serangan, serta karakterisasi patogen penyebab penyakit. Serangan penyakit tertinggi mencapai 26.6% dengan insiden serangannya 81% dan serangan terendah 3.3% dengan insiden serangannya 23%. Didapatkan 10 dari 15 isolat bakteri yang mencirikan koloni bakteri Xoo. Hasil identifikasi (isolasi) pada media selektif Wakimoto, uji Gram dan uji Postulat Koch menunjukan bahwa patogen penyebab penyakit HDB adalah Xoo
HUBUNGAN MUKA AIR TANAH DAN SIFAT FISIKA TANAH GAMBUT DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT ESTATE KPS PT. PARNA AGROMAS KABUPATEN SEKADAU
ABSTRAKAdanya kegiatan pemulihan ekosistem gambut sangat penting mengurangi pengeringan yang berlebihan pada tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menganalisis hubungan muka air tanah dan sifat fisika tanah gambut di perkebunan kelapa sawit Estate KPS PT Parna Agromas Kabupaten Sekadau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode grid dengan kedalaman sampel 0-200 cm dengan interval 25 cm, dengan parameter penelitian terdiri dari : identifikasi tingkat kematangan dan kedalaman gambut, pengamatan muka air tanah, kadar serat utuh, bobot isi, porositas total dan kadar air kapasitas lapangan. Nilai rata-rata kadar serat utuh berkisar 20-89 %, dan rata-rata bobot isi tanah gambut berkisar 0,06-0,26 g/cm3, serta rata-rata porositas total tanah gambut berkisar 84,11-96,07 %, sedangkan untuk kadar air kapasitas lapangan berkisar 80,08-94,86 %Vol. Hasil korelasi muka air tanah dengan bobot isi menunjukan adanya korelasi yang positif dengan koefisien korelasi yang tergolong dalam kategori kuat. Sedangkan hasil korelasi antara bobot isi dengan porositas total menunjukan korelasi yang sangat kuat, kadar air kapasitas lapangan dengan porositas total menunjukan korelasi yang sangat rendah, bobot isi dengan kematangan menunjukan korelasi yang kuat dan porositas total dengan kematangan menunjukan korelasi yang sedang atau cukup. Kata kunci : muka air tanah, sifat fisik tanah, gambu
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KALE PADA TANAH GAMBUT
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAPPERTUMBUHAN DAN HASIL KALE PADA TANAH GAMBUT Ari Firmansyah(1), Dwi Zulfita(2), Mulyadi Safwan(2),(1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Dosen Fakultas Pertanian Universitas TanjungpuraPontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Pupuk Organik Cair Herbafarm dan mencari konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kale pada tanah gambut. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 22 april 2020 – 22 mei 2020. Penelitian dilaksanakan di Jalan Reformasi Gang Struktur Untan Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan, setiap ulangan terdiri dari empat sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu pupuk organik cair 1 ml/l (p1), 1,5 ml/l (p2), 2 ml/l (p3), 2,5 ml (p4) dan 3 ml/l (p5). Variabel pengamatan meliputi : jumlah daun, kadar klorofil, volume akar, luas daun, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Hasil analisis keragaman pemberian berbagai konsentrasi Pupuk Organik Cair Herbafarm memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap komponen pertumbuhan tanaman kale pada tanah gambut yaitu variabel jumlah daun, kadar klorofil, volume akar, luas daun, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Pada penelitian ini ditemukan konsentrasi Pupuk Organik Cair Herbafarm yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kale pada tanah gambut yaitu konsentrasi 2 ml/l. Kata Kunci : gambut, kale, pupuk organik cair herbafar
STUDI KUALITAS AIR BAGIAN HULU DAS SEBANGKAU AKIBAT PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN DI KECAMATAN TEBAS KABUPATEN SAMBAS
Studi kualitas air merupakan suatu pendekatan atau cara menilai kualitas air suatu sungai. Hasil studi akan memberikan informasi tentang apakah air sudah tercemar dan kualitasnya menurun sampai ke tingkat tertentu dan menyebabkan air tidak berfungsi sesuai dengan peruntukkan dan kegunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisika dan kimia air di Daerah Aliran Sungai Sebangkau serta mengkelaskan kualitas air sesuai dengan kriteria yang telah di tetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001. Penelitian ini dilakukan pada DAS Hulu Sebangkau Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas pada 3 titik pengamatan yaitu pada titik I daerah hulu, titik II daerah lokasi sekitar kegiatan PETI dan titik III daerah hilir, kemudian dilanjutkan dengan menganalisis sampel air di Laboratorium Kualitas Tanah dan Kesehatan Lahan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dan Laboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini dimulai dari Oktober 2014 sampai dengan Agustus 2015. Penelitian ini difokuskan pada 9 parameter antara lain : kecerahan, debit aliran, temperatur, total padatan tersuspensi (TSS), total padatan terlarut (TDS), oksigen terlarut (DO), derajat keasaman (pH), chemical oxygen demand (COD) dan merkuri (Hg). Dari hasil pengamatan dan perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh nilai rata-rata : kecerahan pada titik I sebesar 47,07 cm, titik II sebesar 32,33 cm dan titik III sebesar 38,67 cm, temperatur air sungai DAS Sebangkau pada titik I sebesar 25,60C, titik II sebesar 29,80C dan titik III sebesar 27,170C, debit aliran pada titik I sebesar 0,37 m3/detik, titik II sebesar 0,06 m3/detik dan titik III sebesar 4,58 m3/detik, padatan tersuspensi pada titik I sebesar 8,67 mg/liter, titik II sebesar 55 mg/liter dan titik III sebesar 26 mg/liter, padatan terlarut pada titik I sebesar 33,67 mg/liter, pada titik II sebesar 234,93 mg/liter dan titik III sebesar 10,93 mg/liter, oksigen terlarut pada titik I sebesar 4,63 mg/liter, pada titik II sebesar 4,91 mg/liter dan titik III sebesar 5,19 mg/liter, chemical oxygen demand pada ttik I sebesar 55,43 mg/liter, titik II sebesar 32,06 mg/liter dan titik III sebesar 56,95 mg/liter, derajat keasaman atau pH pada titik I sebesar 2,64, titik II sebesar 3,13 dan titik III sebesar 3,89, merkuri atau Hg pada titik I sebesar 0,000133 mg/liter, titik II sebesar 0,0015 mg/liter dan pada titik III sebesar 0,0004 mg/liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi DAS Sebangkau tidak masuk dalam mutu air kelas satu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 untuk parameter seperti pH, TSS, COD, dan Hg sedangkan parameter seperti Temperatur, Kecerahan, Debit Aliran, TDS dan DO masih masuk kedalam batas toleransi mutu air kelas satu. Kata Kunci : Studi Kualitas Air, DAS, PETI, kelas mutu air, dan parameter
Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Pemberian Paclobutrazol terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat pada Tanah Aluvial
Tanaman tomat merupakan tanaman komoditas hortikultura penting untuk sayur-sayuran dan buah segar. Salah satu permasalahan tanaman tomat adalah tanaman tomat varietas Servo memiliki karakteristik tinggi tanaman yang bisa mencapai 92,00 – 145,85 cm serta memiliki batang yang sukulen, sehingga mudah rebah jika sudah memasuki fase generatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi dan waktu pemberian paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lahan yang terletak di Jalan Sepakat 2, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat pada bulan Februari sampai dengan Mei 2020. Penelitian ini menggunakan faktorial pola rancangan acak lengkap (RAL), dimana faktor pertama konsentrasi paclobutrazol yang terdiri dari 3 taraf yaitu 100 ppm, 150 ppm dan 200 ppm. Faktor kedua yaitu waktu pemberian paclobutrazol yang terdiri dari 3 taraf yaitu 3 kali sehari, 4 kali sehari dan 5 hari sekali. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah buah, panjang buah, diameter buah, berat buah per buah, berat buah per tanaman, volume akar, berat kering tajuk dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara konsentrasi dan waktu pemberian paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah aluvial. Pemberian paclobutrazol pada penelitian ini untuk pemendekkan tinggi tanaman berhasil, akan tetapi konsentrasi pemberian paclobutrazol harus diturunkan menjadi dibawah 100 ppm agar pertumbuhannya tidak terlalu kerdil dan mampu menghasilkan buah yang banyak