Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
1262 research outputs found
Sort by
PENGARUHPUPUKUREATERHADAPPERTUMBUHANDANHASILSAWI HIJAUPADATANAHALUVIAL
Tanamansawihijaumerupakanjenissayuranyangsangatdikenaldikalangan konsumen.Upaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasiltanamansawihijaupadatanahaluvialyangdilakukandenganpemberianpupuk anorganik yang mengandung nitrogen sepertiurea.Penelitian inibertujuanmencaridosisureayangterbaikuntukpertumbuhandanhasilsawihijaupadatanahaluvial.PenelitianinidilaksanakandikebunpercobaanFakultasPertanianUniversitasTanjungpuraPontianakdimulaitanggal22April–19Mei2020.PenelitianinimenggunakanRancanganAcakLengkap(RAL),terdiridari5perlakuanpupukureadan5ulangan.Setiapperlakuanterdiridari4sampeltanaman,sehinggajumlahtanamankeseluruhannyaadalah100tanaman.Perlakuanyangdimaksudadalahn1=100kg/hasetaradengan0,4g/tanaman,n2=150kg/hasetaradengan0,6g/tanaman,n3=200kg/hasetaradengan0,8g/tanaman,n4=250kg/hasetaradengan1,0g/tanaman,n5=300kg/hasetaradengan1,2g/tanaman.Variabelyangdiamatidalam penelitianiniadalahjumlahdaun(helai),luasdaun(cm),volumeakar(cm3),beratsegartanaman(g),danberatkeringtanaman(g).Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwapemberianpupukureadengandosis0,8g/tanamandapatmenunjukkanvolumeakar,luasdaun,danberatkeringtanamanyangtertinggiyaituberturut-turut29,76cm3,1530,80cm,dan9,79g.2
ANALISIS SEBARAN SALINITAS DAN KESUBURAN TANAH PADA LAHAN TEPI PANTAI KECAMATAN SUNGAI KUNYIT KABUPATEN MEMPAWAH
ABSTRAKSalinitas merupakan jumlah garam yang terdapat dalam suatu volume tanah. Peningkatan luas lahan salin setiap tahun mengakibatkan salinitas menjadi masalah dunia. Lahan salin pada umumnya dapat ditemukan pada daerah pantai yang dipengaruhi oleh pasang surut dan intrusi air asin lebih dari 3 bulan dalam setahun, dengan jumlah Na+ dalam tanah lebih dari 8%. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sungai Kunyit. Kecamatan Sungai Kunyit satu di antara daerah yang berada di tepi pantai memperoleh pengaruh pasang surut air laut. Daerah yang berada di tepi pantai yang merupakan sumber salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keberadaan salinitas terhadap lahan yang ada di sekitar pantai berdasarkan jarak dan tingkat kesuburan tanah. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit dengan jarak dimulai dari 5 m dari pantai sampai 1 km menjauhi pantai. Beberapa sifat kimia tanah yang dianalisis pada penelitian ini meliputi DHL, pH, kejenuhan basa, C-organik, KTK, P-total, K-total, ESP dan bobot isi tanah. Sampel tanah akan dianalisis di Laboratorium dan diolah menggunakan software Microsoft Excel 2016. Salinitas pada lokasi penelitian tergolong dalam kriteria sangat rendah. Tingkat salinitas ini tidak mempengaruhi kesuburan tanah pada lahan sekitar lokasi penelitian. Nilai salinitas tertinggi terdapat pada jarak 100 m dari laut yaitu sebesar 0,27 dS/m. Nilai salinitas yang tinggi diduga dipengaruhi oleh kandungan Na+, C-organik, KTK dan tekstur tanah. Salinitas tanah pada lokasi penelitian di pengaruhi oleh kondisi lingkungan yang terdapat di lokasi penelitian. Berdasarkan hasil penelitian jarak pantai tidak memiliki pengaruh besar terhadap tingkat salinitas tanah dari sumber salinitas hingga jarak 1 km tingkat salinitas yang diperoleh tergolong sangat rendah.Kata Kunci : Analisis sebaran, Kesuburan tanah, Salinitas tanah Sungai Kunyit
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNCIS TEGAK TERHADAP PUPUK NITROGEN PADA TANAH ALUVIAL
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis Pupuk Urea yang memberikanpertumbuhan dan hasil buncis tegak yang terbaik pada tanah aluvial.Penelitian inidilaksanakan di Betang Center, Jl Tran Kalimantan,Kec. Sungai Amabawang,Kabupaten Kubu Raya dimulai dari tanggal 20 Juni – 16 Juli 2020. RancanganPenelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri satu faktoryaitu dosis Pupuk urea dengan 5 taraf perlakuan dan 4 ulangan, masing-masingulangan terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga dihasilkan 80 tanaman,perlakuanyang dimaksud adalah n0 = tanpa pupuk urea (0 g), n1 = 125 kg/ha pupuk urea, n=250 kg/ha pupuk urea, n3 = 375 kg/ha pupuk urea, n= 500 kg/ha.Variabel yangdiamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman,volume akar, berat polong, beratkering, jumlah polong, jumlah cabang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwapemberian pupuk urea dengan dosis 125 kg/ha, merupakan dosis yang efektif dalammeningkatkan pertumbuhan dan hasil pada buncis tegak.Kata kunci : Aluvial, Buncis Tegak, Pupuk Urea. 4
KELAYAKAN USAHA SARANG BURUNG WALET DIKECAMATAN BENUA KAYONG KABUPATEN KETAPANG
Penelitianinibertujuanuntukmenganalisiskelayakanfinansialusahasarangburungwalet di KecamatanBenuaKayongKabupaten Ketapang.Lokasi penelitiandipilihsecarasengajayaituKecamatanBenuaKeyongdenganpertimbanganbahwadaerahinimerupakan salah satukecamatan yang memilikiletakstrategisuntukkehidupanburungwalet.Metode yang digunakandalampenelitianiniadalahmetodesurvei.Jumlahsampel yang digunakanadalah 38 penangkarburungwalet.Penelitianinimengunakananalisis financial yaituNet Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate Return (IRR),payback period (PP) dan analisissensitivitas. Penelitianinimengunakananalisisfinansialdengan discountfacktor 6%menunjukanNet Present Value (NPV) sebesar Rp. 734,062,699,- ,Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) sebesar 5,1 dan Internal Rate Return (IRR) sebesar 38,4,payback period (PP) menunjukkan bahwa pengembalian investasi yaitu 4 yang artinya selama kurun waktu empat tahun. Kata Kunci:Usahasarangburungwalet, KelayakanFinansial, Burungwalet
PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP KEAKTIFAN ANGGOTA KELOMPOK TANI DI DESA RASAU JAYA DUA KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBURAYA
Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis peran penyuluh, menganalisis keaktifan anggota kelompok tni, dan menganalisis hubungan peran penyuluh terhadap keaktifan anggota kelompok tani di Desa Rasau Jaya Dua Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Metode yangh digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan lokasi penelitian di Desa Rasau Jaya Dua Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kuburaya. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling yaitu dengan sampel responden yang berjumlah 42 orang. Untuk menganalisis hubungan antara peran penyuluh terhadap keaktifan anggota kelompok tani digunakan uji Korelasi Spearman Rank dengan program SPSS 17.0 for windows.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Peran penyuluh yang ada di Desa Rasau Jaya Dua Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kuburaya baik sebagai pembimbing (54,76%), sebagai edukator (47,62%), sebagai mediator (40,48%), sebagai pendidik (61,91%), sebagai komunikator (59,53%), sebagai konsultan (59,52%) adalah sangat berperan terhadap petani. 2) Keaktifan anggota kelompok tani baik keaktifan anggota kelompok tani dalam mengikuti pertemuan sebesar (45,23%) dengan kategori sangat aktif, keaktifan anggota kelompok tani dalam mengikuti penyuluhan sebesar (40,47%) dengan kategori sangat aktif, dan partisipasi pada pelaksanaan kegiatan penyuluh sebesar (42,85%) dengan kategori aktif. 3) Terdapat hubungan antara peran penyuluh terhadap keaktifan anggota kelompok tani di Desa Rasau Jaya Dua Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kuburaya.Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1) Peran penyuluh yang ada di Desa Rasau Jaya Dua Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Rasau Jaya baik sebagai pembimbing, sebagai edukator, sebagai mediator, sebagai pendidik, sebagai komunikator, dan sebagai konsultan adalah sangat berperan terhadap petani. 2) Keaktifan anggota kelompok tani dalam mengikuti pertemuan dan keaktifan anggota kelompok tani dalam mengikuti penyuluhan adalah dalam kategori sangat aktif, sedangkan partisipasi pada pelaksanaan kegiatan penyuluhan adalah dalam kategori aktif. 3) Terdapat hubungan antara peran penyuluh terhadap keaktifan anggota kelompok tani di Desa Rasau Jaya Dua Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kuburaya. Kata Kunci: Peran Penyuluh, Keaktifan, Kelompok Tani, Korelasi Rank Spearman
RESPON TANAMAN LOBAK TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI BIOCHAR SERBUK GERGAJI KAYU DAN PUPUK KALIUM DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING
Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis kombinasi biochar dan kalium yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dimulai dari bulan Juli hingga September 2020 berlokasi di lahan milik KEP’S Agro Jl. Sungai Raya Dalam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu, kombinasi antara pemberian serbuk kayu dan pupuk kalium (A, B, C, D). Setiap perlakuan terdiri dari 4 taraf perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali serta setiap unit perlakuan terdapat 5 sampel. A = 1200 g/polybag biochar (15%) + 0,2 g KCl/polybag (50 kg KCl/ha), B = 800 g/polybag biochar (10%) + 0,4 g KCl/polybag (100 kg KCl/ha), C = 400 g/polybag biochar (5%) + 0,6 g KCl/polybag (150kg KCl/ha), D = 0,8 g KCl/polybag (200 kg KCl/ha). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah panjang daun, jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar umbi, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman. Pemberian biochar serbuk gergaji kayu 1200 g/polybag biochar (15%) + 0,2 g KCl/polybag (50 kg KCl/ha) adalah kombinasi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah podsolik merah kuning . Kata kunci: Biochar Serbuk Gergaji Kayu, Lobak, Podsolid Merah Kuning, Pupuk Kalium
EFEKTIVIITAS BERBAGAI JENIS MULSA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA TANAH ALUVIAL
ABSTRAK Permasalahan pada budidaya tanaman tomat adalah tanaman tomat tidak tahan terhadap cekaman lingkungan, baik berupa genangan air atau kekeringan. Penelitian bertujuan mengetahui efektivitas penggunaan jenis mulsa dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan pada bulan November sampai Maret 2020 di Desa Jirak Kecamatan Sajad Kabupaten Sambas. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor 5 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali dengan 4 tanaman sampel perbedengan. Perlakuan tersebut terdiri dari: mulsa batang pisang (M0), mulsa jerami padi (M1), mulsa alang-alang (M2), mulsa sekam padi (M3), dan mulsa plastik hitam perak (M4). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), berat kering tanaman (g), volume akar (cm3), waktu berbunga (hari), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g), berat buah perbuah (g), jumlah buah perpetak (buah), berat buah perpetak (g) dan pengamatan lingkungan. Dari hasil penelitian perlakuan mulsa plastik hitam perak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm), berat kering tanaman (g), volume akar (cm3), waktu berbunga (hari), jumlah buah pertanaman (buah), jumlah buah perpetak (buah), sehingga diambil kesimpulan bahwa penggunaan mulsa plastik hitam perak memberikan hasil tertinggi pada beberapa variabel, namun penggunaan mulsa organik seperti mulsa batang pisang, mulsa jerami padi, mulsa alang-alang dan mulsa sekam padi sudah cukup efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah aluvial Kata Kunci : Jenis Mulsa, Tanah Aluvial, Toma
EVALUASI KEMAMPUAN LAHAN DI DESA SUNGAI JELAYAN KECAMATAN KENDAWANGAN KABUPATEN KETAPANG
ABSTRAKDesa Sungai Jelayan merupakan salah satu Desa yang ada di Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang yang masih mempunyai potensi untuk dilakukan pengelolaan berkelanjutan. Evaluasi Kemampuan lahan merupakan salah satu upaya untuk mengatasi penurunan degradasi lahan. Kemampuan lahan adalah penilaian atas satuan lahan untuk penggunaan tertentu yang dinilai dari masing-masing faktor penghambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lahan sesuai parameter kemampuan lahan, menilai sub kelas kemampuan lahan dan memberikan saran penggunaan lahan berdasarkan sub kelas kemampuan lahan di Desa Sungai Jelayan. Tahapan penelitian dimulai dari persiapan, survei pendahuluan, penentuan lokasi penelitian berdasarkan satuan lahan yang terdiri dari jenis tanah, kelas lereng, penggunaan lahan dan terdapat 9 satuan lahan, dan penentuan titik pengamatan, serta pengamatan dilapangan dan pengambilan sampel tanah, analisis laboratorium, pengolahan data dan penyajian hasil. Hasil penelitian diperoleh 2 ordo tanah yaitu Entisols dan Inceptisols. Hasil evaluasi kemampuan lahan terbagi menjadi lima kelas kemampuan lahan dan sub kelas yaitu kelas II-s, III-s, IV-w, V-w dan VIII-es. Usaha perbaikan atau upaya penggunaan lahan secara lestari dapat dilakukan dengan 5 upaya yaitu garapan intensif, garapan sedang, garapan terbatas, cagar alam/hutan lindung, dan pengembalaan intensif.Kata Kunci: Degradasi Lahan, Kemampuan Lahan, Sub Kelas
Karakteristik Minyak Kasar Biji Mentawa (Artocarpus anisophyllus) dengan Metode Ekstraksi Maserasi Menggunakan Pelarut Heksan dan Petroleum Eter
Mentawa adalah salah satu buah lokal yang dikonsumsi dengan biji buah dan menghasilkan limbah biji yang sangat banyak. Biji mentawa mengandung minyak akan tetapi sampai saat ini belum diketahui karakteristik dari minyak biji mentawa. Salah satu cara ekstraksi minyak dapat dilakukan dengan menggunakan pelarut nonpolar. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik minyak kasar biji mentawa terbaik dari ekstraksi menggunakan pelarut heksan dan petroleum eter (PE). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 1 (satu) faktor perlakuan yaitu rasio kombinasi pelarut heksan dan pelarut PE (5 taraf perlakuan yaitu 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, 0:100; 3 kali ulangan). Data yang diperoleh dianalisis dengan anova 5%. Jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan uji beda nyata jujur (BNJ) 5%, Penentuan hasil terbaik pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode De Garmo. Kombinasi heksan dan PE pada rasio 0:100 merupakan perlakuan terbaik. Kualitas minyak kasar biji mentawa yang dihasilkan yaitu rendemen sebesar 17,39 %, angka penyabunan 231,36 mg KOH/g, berat jenis 0,981 g/mL, angka iodin 24,04 g Yod/100g dan pH 8,57.Kata Kunci: Minyak kasar, Maserasi, Heksan, PE, Karakteristik
Uji Ketahanan Beberapa Varietas Padi terhadap Patogen Blas (Pyricularia oryzae)
Blas disease caused by P. oryzae fungus is one of the main diseases that attack rice crops in Indonesia, Blas disease was previously known to attack gogo rice only Currently the blas disease spread of and already attacked rice fields. The research aims to test the resistance of some rice varieties to blas disease (P. oryzae). The rice varieties used are Pandan Wangi, Ketupat, Pulut Putih, Inpari 32, and Ciherang. Pathogen inoculation is carried out by spraying konidia suspense and pure breeding. The attack of blas disease pathogen on Ciherang rice varieties is the highest reaching 46.67% - 100% (spray and paste) and the lowest attack 0% on rice varieties of rice fields (fragrant rice, white pulut, and ketupat), after the onset of symptoms is calculated at 6-10 days after inoculation