Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
1262 research outputs found
Sort by
PENGARUH KERAPATAN NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SAMBUNG PUCUK JAMBU AIR MADU DELI HIJAU
Jambu air madu Deli Hijau ( Syzygium samarangense (Blume) Merr. &Perry)merupakan salah satu komoditi unggulan terbaru yang mulai banyak dikembangkanoleh petani hortikultura di daerah kota Pontianak. Metode perbanyakan vegetatif yangefektif dalam perbanyakan jambu air madu Deli Hijau yaitu menggunakan sambungpucuk.Bibit sambung pucuk setelah buka sungkup masih memerlukan pemeliharaanyang intensif, karena bibit yang disimpan pada tempat terbuka dengan intensitascahaya yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan kerusakan sel dalam tanaman. Salahsatu cara untuk mendapa tkan intensitas cahaya yang optimal dapat dilakukan denganpemberian naungan, sehingga cahaya yang diterima oleh bibit akan optimal dan dapatmendukung pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kerapatannaungan yang terbaik terhadap pertumbuh an bibit sambung pucuk jambu air maduDeli Hijau. Penelitian dilaksanakan di Lahan Jl. Ampera, Komplek Permata Ampera,Kec. Pontianak Kota, Kalimantan Barat, selama kurang lebih 3 bulan. Metode yangdigunakan adalahmetodeRancangan Acak Lengkap (RAL), ter diri dari 5 perlakuan,5 ulangan dan 4 sampel. Perlakuann1 = tanpa naungan(kontrol),n1 = naungan 50%,n2 = naungan 60%, n3 = naungan 70%dann4 = naungan 80%. Variabel pengamatanyaitu,persentase bibit hidup (%), pertambahan panjang batang atas (cm), jumlah daun(helai), jumlah tunas (tunas) dan panjang tunas(cm).Hasil penelitian ini menunjukkanbahwakerapatan naungan berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan.Kerapatan naungan yang terbaik untuk jumlah tunas dan dapat digunakan dalampembibitan jambu air madu Deli Hijau hasil sambung pucuk setelah buka sungkupadalah naungan 70%.Kata kunci: intensitas cahaya, jambu air madu deli hijau, naungan, sambung pucuk
LAND SUITABILITY EVALUATION FOR LAND MANAGEMENT RECOMMENDATIONS BASED ON AGROECOLOGICAL ZONE AT TANJUNG VILLAGE, SEKADAU HILIR SUB-DISTRICT, SEKADAU DISTRICT
Land useing in Tanjung Village should be developing by land suitability classes, because land suitability provide recommendations for agricultural land management.The researeh objects are to know land suitability clasess for paddy, watermelon and palm oil agroecological zone at Tanjung Village. The method of these researeh show that were soil survey and laboratory analysis. These results showed thare are 2 subgroups of soil, namely Typic Hapludults and Typic Plinthudults. Actual and potential land suitability for paddy in zone III and zone IV (S3-nr, na) can be increased to (S2-rc), for watermelon in zone III (S3-wa, nr, na, eh) and zone IV (S3-wa, nr, na) can be increased to (S1), for oil palm in zone III and zone IV (S3-na) can be increased to (S1). The recomendation for watermelon of sub zone III/D-hp and IV/D-hp are liming, P-fertilizer and terasering. The recomended for palm oil of III/D-ep and IV/D-ep are liming, P-fertilizer and K-fertilizer
PERAN KOMODITAS UNGGULAN SEKTOR PERTANIAN DALAM MENINGKATKAN EKONOMI WILAYAH DI KABUPATEN KETAPANG
penelitian inibertujuan untuk mengetahui peran komoditas unggulan terhadap sektor pertanian dalam meningkatkan ekonomi wilayah. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis LQ (Location Quotient), tipologi klassen, DLQ ((Dynamic Location Quotient). Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambi dari BPS (badan pusat statistik) kabupaten ketapang. Hasil penelitian untuk mengetahui komoditas unggulan sektor pertanian yang terdapat di kabupaten ketapang. Mententukan komoditas tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan sektor basis dan non basis yang menjadi komoditas unggulan disektor pertanian. Hal ini menunjukan bahwa komoditas unggulan harus tetap dipertahankan dalam peningkatan ekonomi wilyah
PENGARUH SUHU DAN KETEBALAN LAPISAN PENGERINGAN TERHADAP SIFAT FISIK PATI SAGU (Metroxylon sagu Rotbb.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan suhu dan ketebalan lapisan pengeringan terbaik terhadap sifat fisik pati sagu. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak dimulai pada bulan Juli sampai September 2016. Rancangan penelitian ini menggunakan metode percobaan faktorial dalam RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 2 faktor perlakuan yaitu suhu (45 oC, 55 oC, 65 oC) dan ketebalan (1 cm, 2 cm, 3 cm) dengan 4 ulangan. Alat pengering yang digunakan adalah pengering tipe rak. Variabel meliputi: laju pengeringan (kg/jam), daya serap air (%), daya pengembangan, kelarutan (obrix) dan kecerahan warna. Berdasarkan hasil analisis menunjukan perlakuan suhu mempengaruhi semua variabel pengamatan sedangkan ketebalan mempengaruhi daya serap air, daya pengembangan dan kecerahan warna. Suhu pengeringan 55 oC dan ketebalan 2 cm memberikan hasil pengeringan yang terbaik untuk sifat fisik pati sagu
PENGARUH JARAK TANAM DAN PUPUK N TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN PADA TANAH GAMBUT
Bawang daun (Allium fistulosum L.) dapat tumbuh pada tanah gambut yang mempunyai unsur hara yang cukup bagi pertumbuhannya. Pupuk N sangat diperlukan dalam pertumbuhan tanaman bawang daun, selain itu kepadatan populasi juga mempengaruhi produksi tanaman sehingga diperlukan jarak tanam yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi yang terbaik antara jarak tanam dan pupuk N terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di jalan Purnama 2, Kota Pontianak dari tanggal 10 Maret 2020 hingga 2 Mei 2020. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) pola faktorial dengan dua faktor perlakuan terdiri dari jarak tanam (j) sebagai petak utama (mainplot) dan pupuk N (n) sebagai anak petak (subplot). Adapun jarak tanam terdiri dari tiga taraf, yaitu : j1 = (20 cm x 15 cm) j2 = (20 cm x 20 cm) j3 = (20 cm x 25 cm) dan pupuk N terdiri dari tiga taraf, yaitu : n1 = (150 kg/ha) n2 = (200 kg/ha ) n3 = (250 kg/ha). Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap unit percobaan terdiri dari 4 sampel tanaman.Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun (helai), jumlah anakan per rumpun (anakan), klorofil daun (spad unit), panjang akar (cm), berat basah per petak (g), berat basah per rumpun (g), dan berat kering tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan jarak tanam dan dosis pupuk N yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah gambut, tetapi perlakuan yang efisien untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang daun adalah penggunaan jarak tanam 20 x 25 cm dan pupuk N dosis 150 kg/ha. Kata kunci: Jarak Tanam, Pupuk N, Bawang Daun, Tanah Gambut
PENGARUH KOMPOS KOTORAN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KAILAN PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING
Penggunaan kompos kotoran kambing dalam budidaya tanaman kailan pada tanah podsolik merah kuning dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil kailan. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis kompos kotoran kambing yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kailan pada tanah podsolik merah kuning. Lokasi penelitian terletak di Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan. Waktu penelitian mulai dari tanggal 27 Juli - 26 Agustus 2020. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan perlakuan dosis kompos kotoran kambing terdiri dari 6 taraf yaitu k1 (10 ton/ha); k2 (20 ton/ha); k3 (30 ton/ha); k4 (40 ton/ha); k5 (50 ton/ha); dan k6 (60 ton/ha). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun, jumlah klorofil daun, luas daun, volume akar, bobot kering tanaman dan bobot segar tanaman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis kompos kotoran kambing yang diberikan akan meningkatkan pertumbuhan dan hasil kailan. Dosis yang efektif ditunjukkan pada pemberian 50 ton/ha berdasarkan potensi hasil tanaman kailan yaitu bobot segar tanaman dengan rata-rata 54,29 gram
ANALYSIS OF THE FEASIBILITY OF CANDIED NUTMEG HOME INDUSTRY IN THE PULAU LEMUKUTAN VILLAGE OF SUNGAI RAYA KEPULAUAN SUB-DISTRICT
This research tries to analyze candied nutmeg home industry in Pulau Lemukutan Village, Sungai Raya Kepulauan District. Using descriptive analysis research methods and using 52 respondents. The results of this study indicate that the total costs incurred are Rp 3,804,472 per production, receipts obtained Rp 8,548,254, income earned Rp 5,172,138 and profit of Rp 4,743,782. Judging from the R / C value greater than 1, which is 2.24. Almost every Rp. 1.00 of the costs incurred, obtained Rp. 2.24. So, the candied nutmeg home industry is worth the effort. Labor productivity obtained Rp 5,121,014. This value is higher than the Bengkayang Regency UMK, which is Rp 2,364,776 per month. Capital productivity values obtained 1.46%. This value is greater than the savings interest which is 0.28%. More capital is needed if the candied nutmeg home industry is employed than combined.Keyword : Candied Nutmeg, Home Industry, Feasibilit
Pengaruh Campuran Ekstrak Tanjung Mimusops elengi dan Ekstrak Keben Barringtonia asiatica Terhadap Biologi Crocidolomia pavonana
ABSTRAK Salah satu hama penting tanaman dari famili Brassicaceae ialah ulat krop kubis Crocidolomia pavonana. Kerusakan yang ditimbulkan hama ini dapat menyebabkan penurunan hasil produksi tanaman kubis. Salah satu pengendalian yang dapat dilakukan adalah menggunakan insektisida berbahan nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh campuran ekstrak biji Mimusops elengi dan Barringtonia asiatica terhadap larva C. pavonana. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pestisida, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak dari bulan November 2018-Oktober 2019. Pengujian dilakukan dengan metode residu pada daun. Bahan yang digunakan adalah ekstrak biji tanjung dan ekstrak biji keben. Uji mortalitas dilakukan pada larva C. pavonana instar dua melalui tahapan uji pendahuluan dan uji lanjutan, uji reproduksi C. pavonana dilakukan terhadap imago C. pavonana yang sehat dan berhasil muncul. Pengamatan dilakukan terhadap mortalitas dan reproduksi C. pavonana. Hubungan konsentrasi-mortalitas dianalisis dengan probit. Pengujian reproduksi diuji pada konsentrasi setara LC30 dan LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas letal ekstrak campuran pada LC50 sebesar 3,27%. Hasil uji reproduksi menunjukkan konsentrasi LC50 dapat mempersingkat umur imago jantan selama 11,8 hari, dan konsentrasi LC30 belum dapat menyebabkan perubahan lama hidup imago jantan dibandingkan kontrol. Ekstrak campuran pada konsentrasi yang diuji belum dapat menyebabkan perubahan lama hidup imago betina, dan konsentrasi ekstrak campuran 1,50%-4,00% dapat menurunkan keperidian imago betina sebesar 7,4%-10,4%
Pengaruh POC Kulit Pisang Kepok terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Putih pada Tanah Gambut
Tanaman terung (Solanum melongena L) termasuk salah satu tanaman sayursayuran. Di dalam kehidupan sehari-hari buah terung dapat digunakan sebagaisayur lodeh, opor, lalap segar ataupun lalap masak karena cita rasanya yang enak,selain itu dapat juga dibuat terung asinan dan manisan. Dalam dunia kesehatanterung dikenal sebagai penurun kolesterol, mengandung zat anti kanker, sertaalat kontrasepsi. Dalam buah terung terkandung gizi yang cukup tinggi yaitudalam setiap 100 g bahan buah terung segar terdapat 24 kalori; 1,1 g protein; 0,2 glemak; 5,5 g karbohidrat; 15,0 mg kalsium; 37,0 mg fosfor; 0,4 mg besi; 4,0 SIvitamin A; 5 mg vitamin.C; 0,04 vitamin B1; dan 92,7 g air. Pengembanganbudidaya terung putih di Kalimantan Barat perlu dilakukan karena tingginyapermintaan pasar dan terjadinya penurunan produksi. Usaha peningkatan produksitanaman terung putih dengan perluasan lahan budidaya pada tanah gambut harusdiimbangi dengan usaha intensifikasi yaitu dengan pemberian POC kulit pisngkepok sebagai usaha dalam meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian inibertujuan untuk mendapatkan konsentrasi POC kulit pisang yang terbaik padatanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di kebun Fakultas Pertanian UniversitasTanjungpura Pontianak. Penelitian dimulai dari tanggal 4 maret – 15 mei 2020(2,5 bulan). Metode yang digunakan adalah Racangan Acak Lengkap satu faktoryaitu pemberian berbagai konsentrasi POC kulit pisang dengan 5 perlakuan ( p1=5 ml/L; p2 = 15 ml/L; p3 = 25 ml/L; p4 = 35 ml/L; p5 = 50 ml/L). Semuaperlakuan diulang sebanyak 5 kali, dan terdiri dari 4 sampel tanaman. Variabelpengamatan yang diamati adalah tinggi tanaman, volume akar, luas daun, klorofildaun, berat kering, jumlah buah, diameter buah, panjang buah, berat buah perbuahdan berat buah pertanaman. Konsentrasi POC kulit pisang yang paling efisienuntuk pertumbuhan dan hasil tanaman terung putih adalah dengan konsentrasi 15ml/L
PENGARUH PUPUK MAJEMUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI Putih PADA TANAH ALUVIAL
Pupuk majemuk merupakan pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara.Pupuk majemuk biasanya paling sedikit terdiri dari dua unsur hara. Pupuk phonska mengandung unsur N, P, K dan S disebut pupuk phonska majemuk. Tanaman sawi putih merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, banyak dikonsumsi oleh masyarakat dan mengandung gizi yang cukup tinggi.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pupuk majemuk phonska terhadap pertumbuhan dan hasil sawi putih pada tanah aluvial, mengetahui dosis pupuk majemuk phonska yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi putih pada tanah aluvial. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) dalam 1 faktor yang terdiri dari 5 taraf untuk perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali, setiap ulangan terdiri dari 3 sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu p0 (tanpa pemberian pupuk majemuk phonska), p1 (1,5 g/polybag), p2 (3 g/polybag), p3 (4,5 g/polybag), p4(6 g/polybag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun (helai), volume akar (cm3), berat segar tanaman (g), berat kering tanaman (g), pengamatan suhu dan kelembaban di lapangan. Hasil penelitian menunjukan pemberian pupuk majemuk phonska memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman yang berbeda nyata pada tanah aluvial. Dosis pupuk majemuk phonska yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi putih pada tanah aluvial adalah 1,5 g/polybag. Kata kunci : Aluvial, Sawi Putih, Pupuk Majemu