Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
1262 research outputs found
Sort by
PENGARUH MEDIA MS DAN MEDIA ALTERNATIF TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGREK CATTLEYA sp SECARA IN-VITRO
Kultur in-vitro merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalammedia buatan secara aseptik. Media kultur jaringan membutuhkan bahan-bahankimia yang relatif mahal dan sulit didapatkan sehingga perlu dicari bahanalternatif. Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai alternatif adalah pupukmajemuk. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh mediaalternatif dan media MS serta mencari media alternatif yang terbaik untukpertumbuhan anggrek Cattleya sp secara in-vitro. Penelitian dilaksanakan mulaitanggal 12 September 2017 sampai 3 Januari 2018 di Laboratorium BioteknologiFakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Rancangan penelitian yangdigunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu media MS,Growmore, Growquick S, Hyponex Hijau dan Gandasil D. Variabel yang diamatiyaitu pertambahan jumlah daun, persentase eksplan membentuk tunas, waktumuncul tunas pertama, jumlah tunas, dan pertambahan jumlah akar. Responpertumbuhan anggrek Cattleya sp secara in-vitro pada media alternatif sama baikdengan media MS pada variabel pertambahan jumlah daun, persentase eksplanmembentuk tunas, waktu muncul tunas pertama dan jumlah tunas. Media GandasilD merupakan media yang lebih baik dibandingkan media MS dan media alternatiflainnya pada variabel pertambahan jumlah akar anggrek Cattleya sp secara invitro.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KALE TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR REBUNG BAMBU SECARA HIDROPONIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil kale terhadap pemberian pupuk organik cair rebung bambu secara hidroponik dan mendapatkan konsentrasi terbaik pupuk organik cair rebung bambu untuk tanaman kale. Penelitian ini dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian berlangsung dari 4 Februari – 30 Maret 2020. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 5 ulangan dengan 3 sampel tanaman, perlakuan POC rebung bambu adalah p0=tanpa POC, p1=150 ml/L air, p2=200 ml/L air, p3=250 ml/L air, p4=300 ml/L air. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman, berat kering tanaman dan volume akar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa uji regresi polinomial yang ditujukan untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap variabel yang diamati menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi POC rebung bambu memberikan pengaruh terhadap semua variabel yang diamati dengan pola kurva kuadratik, pemberian POC rebung bambu dengan pengaruh 39% dan 224,38 ml/L merupakan konsentrasi terbaik pada variabel berat segar tanaman.Kata kunci : hidroponik, kale, POC rebung bambu, nutrisi AB-Mi
Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Kelapa Sawit Swadaya di Lahan Gambut di Kabupaten Kubu Raya
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kelayakan finansial kelapa sawit swadaya dengan pemilihan lokasi Studi Kasus di Desa Mekar Sari Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 42 Petani kelapa sawit swadaya di Desa Mekar Sari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini NPV (Net Presen Value), B/C Ratio, IRR (Internal Rate Of Return), PP (Payback Period) dan Analisis Sensitivitas. Hasil analisis pada penelitian ini berdasarkan metode NPV, B/C Ratio dan IRR menunjukkan usahatani kelapa sawit swadaya layak untuk di jalankan setelah melalui analisis sensitivitas yang menggunakan 2 (dua) skenario baik saat harga pupuk naik maupun saat harga jual Tandan Buah Segar (TBS) turun. Dengan waktu pengembalian modal (payback periode) selama 7 tahun 1 bulan.Kata kunci : Kelapa Sawit, Analisis Kelayakan Finansial, Analisis Sensitivitas
Pengaruh Pemberian Kombinasi Lumpur Laut dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Serapan N, P, K Tanaman Jagung di Lahan Bekas Tambang Bauksit
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasilumpur laut dan pupuk kandang sapi terhadap serapan N, P, K tanaman jagung dilahan bekas tambang bauksit di tanah ultisol. Penelitian merupakan percobaanlapangan yang menggunakan pola rancangan acak kelompok (RAK) terdiri dari 4perlakuan dengan 5 ulangan sehingga terdapat 20 sampel daun tanaman jagung,sampel tanaman diambil pada perlakuan dengan kode A= tanpa lumpur dan pupukkandang sapi/bedeng, B= 1,5 Kg (250 g) lumpur laut + 2,5 kg (400 g) pupuk kandangsapi/bedeng, C= 2,4 Kg (400 g) lumpur laut + 4 kg (650 g) pupuk kandang sapi/bedeng,D= 3,3 Kg (550 g) lumpur laut + 5,5 kg (920 g) pupuk kandang sapi/bedeng. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pemberian lumpur laut dan pupuk kandang sapiberpengaruh nyata terhadap reaksi tanah (pH), berat kering tanaman (gram), kalium,tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap serapan nitrogen dan serapan fosfor.Perlakuan lumpur laut dan pupuk kandang sapi yang terbaik terhadap semua parameteryang diamati yaitu pada perlakuan C= 2,4 Kg (400 g) lumpur laut + 4 kg (650 g) pupukkandang sapi/bedeng
PENGARUH KOMBINASI ABU JANJANG DAN KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING
Tomat termasuk sayuran buah yang paling digemari oleh hampir setiap orang. Hal ini disebabkan karena rasanya yang enak, dan sedikit asam. Selain itu tomatmerupakan sumber vitamin A, vitamin C, dan sedikit vitamin B, terutama pada buahtomat yang telah tua (merah). Penelitian ini untuk mengetahui kombinasi abu janjangdan kompos tandan kosong kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan hasil tanamantomat pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilakukan di Sungai RayaDalam, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini telah dilakukan dari tanggal 14 maretsampai dengan 20 juni 2020. Penelitian menggunakan metode Rancangan AcakLengkap (RAL) dengan satu fakor kambinasi abu janjang dan kompos tandan kosongkelapa sawit, yang terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 ulangan dan tiap ulangan terdiridari 3 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah k= 1,12 g abujanjang/polibag + 140 g kompos tandan kosong kelapa sawit/polibag, k1 = 1,40 g abujanjang/polibag + 140 g kompos tandan kosong kelapa sawit/polibag, k= 1,68 g abujanjang/polibag + 140 g kompos tandan kosong kelapa sawit/polibag, k= 1,12 g abujanjang/polibag + 280 g kompos tandan kosong kelapa sawit/polibag, k= 1,40 g abujanjang/polibag + 280 g kompos tandan kosong kelapa sawit/polibag, k= 1,68 g abujanjang/polibag + 280 g kompos tandan kosong kelapa sawit/polibag, k= 1,12 g abujanjang/polibag + 420 g kompos tandan kosong kelapa sawit/polibag, k= 1,40 g abujanjang/polibag + 420 g kompos tandan kosong kelapa sawit/polibag, dan k= 1,68 gabu janjang/polibag + 420 g kompos tandan kosong kelapa sawit/polybag. Variabelyang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat keringtanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per buah, dan berat buah per tanaman.Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pemberian perlakuan(k) 1,12 g abu janjang/polibag + 280 g kompos tandan kosong kelapa sawit/polibagmenunjukkan pertumbuhan yang terbaik pada tinggi tanaman 2 mst, volume akar,berat kering tanaman dan pada hasil tomat yaitu jumlah buah pertanaman dan berat 4buah pertanaman pada tanah podsolik merah kuning. 2 3 4 5 6 7 8
RESPON TANAMAN LOBAK TERHADAP KOMBINASI PUPUK NPK DAN PUPUK ORGANIK CAIR SABUT KELAPA PADA TANAH GAMBUT
Sabut kelapa merupakan salah satu limbah dari sisa-sisa buah kelapa yang berpotensi dapat dimanfaatkan karena, limbah ini mudah diperoleh dalam jumlah yang banyak serta mudah dilakukan pengolahan sebagai pupuk organik cair. Pemanfaatan pupuk organik cair sabut kelapa dapat dikombinasikan dengan pupuk NPK sehingga dapat memberikan unsur hara bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk NPK dan pupuk organik cair sabut kelapa yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di Jalan Moh. Isa, Pontianak. Waktu pelaksanaan pada bulan November sampai dengan bulan Desember 2019. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 7 taraf perlakuan dan 4 ulangan dengan 3 sampel tanaman pada setiap ulangan. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, berat kering bagian atas tanaman, panjang umbi, diameter umbi, dan, berat segar umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai kombinasi pupuk NPK dan pupuk organik cair sabut kelapa berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan. Pemberian pupuk organik cair sabut kelapa dapat menggantikan sebagian peran NPK. Penggunaan pupuk NPK dan pupuk organik cair sabut kelapa yang paling efisien adalah 40% NPK ditambahkan 300 ml pupuk organik cair sabut kelapa
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH TERHADAP PEMBERIAN BERBAGAI BIOAKTIVATOR PADA TANAH GAMBUT
Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas utama sayuran di Indonesia dan mempunyai banyak manfaat. Sebagai komoditas hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat, maka produksi bawang merah perlu ditingkatkan salah satunya dengan menambahkan bioaktivator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bioaktivator yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kompos Pendidikan Untan (RKPU) Fakultas Pertanian dimulai sejak tanggal 15 Mei 2020 sampai dengan 27 Juli 2020. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 faktor perlakuan yaitu p0 (tanpa bioaktivator), p1 (bioaktivator EM4), p2 (bioaktivator akar alang-alang), p3 (bioaktivator akar bambu), dan p4 (bioaktivator Trichoderma sp). Masing - masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap ulangan terdapat 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, berat segar tanaman, berat kering angin tanaman dan berat kering angin umbi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian berbagai bioaktivator berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm) 4–8 mst, jumlah anakan (anakan) 4 – 8 mst, jumlah daun (helai) 4 – 8 mst, berat segar tanaman (g), berat kering angin tanaman (g) dan berat kering angin umbi (g), namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman (cm) 2 mst, jumlah anakan (anakan) 2 mst, jumlah daun (helai) 2 mst. Dapat disimpulkan bahwa bioaktivator akar bambu merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang mera
PENGARUH KAPUR DAN BIOURINE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PADA TANAH GAMBUT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis kapur, konsentrasi biourine dan interaksi kapur dan biourine yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman loabk pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan dari bulan Oktober sampai Desember 2018 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen factorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu kapur (k) dan biourine (b). Kapur terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu k1 (112 g/polybag), k2 (167 g/polybag), dan k3 (220 g/polybag), faktor biourine terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu b1 (20%), b2 (40% dan b3 (60%), terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan dan tiap ulangan terdiri 3 tanaman sampel. Kombinasi perlakuan yang dimaksud adalah k1b1, k1b2, k1b3, k2b1, k2b2, k2b3, k3b1, k3b2, dan k3b3. Variabel pengamatan yang diamati yaitu jumlah daun (helai), klorofil daun (spad unit), luas daun (cm2), berat kering tanaman (g), berat segar (g), berat umbi (g), panjang umbi (cm), dan diameter umbi (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan interaksi kapur dan biourine pada tanah gambut dan pada perlakuan kapur tidak ditemukan dosis terbaik tetapi memberikan hasil yang sama . Konsentrasi biourine terbaik pada berat kering tanaman pada konsentrasi 20%
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI LADA (Piper nigrum, L) DI DESA MAYAK KECAMATAN SELUAS KABUPATEN BENGKAYANG
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kelayakan finansial lada dengan pemilihan lokasi Studi Kasus di Desa Mayak Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 32 Petani lada di Desa Mayak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini NPV (Net Presen Value), B/C Ratio, IRR (Internal Rate Of Return), PP (Payback Period) dan Analisis Sensitivitas. Hasil analisis pada penelitian ini berdasarkan metode NPV, B/C Ratio dan IRR menunjukkan usahatani lada layak untuk di jalankan setelah melalui analisis sensitivitas yang menggunakan 2 (dua) skenario baik saat harga pupuk naik maupun saat harga jual lada turun. Dengan waktu pengembalian modal (payback periode) selama 3 tahun 3 bulan.Kata kunci : Usahatani Lada, Analisis Kelayakan Finansial, Analisis Sensitivitas
PERANAN AMELIORAN RED MUD DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP KETERSEDIAAN HARA DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG PADA LAHAN PASCA TAMBANG BAUKSIT KABUPATEN SANGGAU
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh red mud dan pupuk kandang sapi terhadap ketersediaan N, P, dan K pada lahan pasca tambang bauksit di PT. Antam Kabupaten Sangau. Penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 ulangan sehingga terdapat 20 petak percobaan, dimana sampel tanah diambil pada kedalaman 0-30 cm dan di analisis di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan D (4,5 kg/bedeng red mud + 50 kg/bedeng pupuk kandang sapi) dapat meningkatkan pH tanah dari 4.77 menjadi 7,12 atau meningkat 49,3 %, meningkatkan C-organik tanah dari 1, 45 % menjadi 4,7 % atau meningkat 224,1% dan meningkatkan K yang dari 0,42 cmol(+)kg-1 menjadi 4,93 cmol(+)kg-1 atau meningkat 1074%. Perlakuan C (3 kg/bedeng red mud + 40 kg/bedeng pupuk kandang sapi) dapat meningkat P tersedia dari 4,83 ppm menjadi 62,64 ppm atau meningkat 366,8%, meningkatkan pertumbuhan tinggi 144,64 cm atau meningkat 31,3% dan diameter batang jagung 25,816 cm atau meningkat 61,2%. Perlakuan B (1,5 kg/bedeng red mud + 30 kg/bedeng pupuk kandang sapi) dan perlakuan C (3 kg/bedeng red mud + 40 kg/bedeng pupuk kandang sapi) sama- sama dapat meningkatkan N total dari 0,28 % menjadi 0,55 % atau meningkat 96,4 %. Kata Kunci: Red Mud, Ketersedia Hara, Lahan Pasca Tamban