Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
1262 research outputs found
Sort by
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCHOI TERHADAP PENGGUNAAN BIOURINE KAMBING PADA MEDIA GAMBUT
This study aimed at getting the best concentrasion of goat biourine to on the growth and yield of pakchoi in peat soils. The research was conducted is located at Kecamatan pontianak Tenggara start from 14th March 2020 until 29th April 2020. The completely Randomized Design (CRD) was used in this experiment with 5 levels concentration of goat biourine with 5 replications. The intended concentration treatment were 50; 75; 100; 125; and 150 ml/l. The observed are variable the root volume, chlorophyll content, leaf area, dry weight of the plant, number of leaves and the fresh weight of the plant. The results showed that the use of goat biourine with a concentration of 100 ml / l showed the highest mean value of all observed variables in the growth and yield of pakchoi by using goat biourine on peat soils media, but the efficient concentrate to on the growth and yield of pakchoi is shown by giving goat biourine 75 ml/l
PENGARUH PAKET NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA SECARA HIDROPONIK
Selada adalah salah satu tanaman hortikultura yang merupakan sumber vitaminn dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Ketersediaan lahan pada saat ini merupakan permasalahan utama yan menjadi penghambat kegiatan pertanian. Sefara teknis sistem hidroponik dapat digunakan sebagai cara budidaya dengan keterbatasan tersebut. Paket nutrisi untuk tanaman hidroponik dalam penelitian ini dapat merakit sendiri dan paket nutrisi yang memang sudah tersedia khusus untuk hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan paket nutrisi terbaik bagi pertumbuhan dan hasil selada secara hidroponik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2016 sampai Juli 2016. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan diulang sebanyak 6 dan setiap ulangan terdiri dari 5 sampel sehingga total pengamatan sebanyak 120 tanaman. Perlakuan tersebut adalah A (1/2 MS), B (MS), C (Good Plant), D (Hidrofarm Viggie A+B). Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah jumlah daun (helai), berat segar tanaman (g), volume akar (cm3) dan berat kering tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian paket nutrisi terhadap pertumbuhan dan hasil selada secara hidroponik memberikan pengaruh nyata terhadap variabel jumlah daun, berat segar dan volume akar, sedangkan pada berat kering berpengaruh tidak nyata. Pemberian paket nutrisi Hidrofarm viggie mix A+B dan Good Plant merupakan paket nutrisi lebih baik dibandingkan paket nutrisi lainnya. Kata Kunci : Paket Nutrisi, Hidroponik, Pertumbuhan dan Hasil, Selada
Respon Pertumbuhan Aglaonema dud anjamani Pada Berbagai Komposisi Media Tanam
Aglaonema membutuhkan media tanam yang baik untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal. Medianya harus porous, gembur dan berpori agar akar yang baru mampu menembus media untuk mencari makanan. Pertumbuhan dan kualitas Aglaonema dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mencari komposisi media tanam yang terbaik terhadap pertumbuhan Aglaonema dud anjamani. Penelitian ini dilaksanakan di Screen house Laboratorium Ekofisiologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak dari tanggal 16 Februari sampai dengan 15 Mei 2020. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 9 taraf perlakuan komposisi media tanam dengan 3 ulangan. Taraf perlakuan yang dimaksud adalah perbandingan komposisi media tanam (arang sekam:cocopeat:zeolit) menggunakan perbandingan volume v1:v2:v3 mulai dari perbandingan 2:1:2, 2:2:1, 2:2:2, 3:1:2, 3:2:1, 3:2:2, 4:1:2, 4:2:1, 4:2:2. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), lebar daun (cm), panjang daun (cm) dan volume akar (cm3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua komposisi media tanam arang sekam, cocopeat, zeolit menunjukkan pertumbuhan panjang daun Aglaonema dud anjamani sama baiknya. Komposisi media tanam arang sekam, cocopeat dan zeolit dengan perbandingan 2:2:1, ditinjau dari segi efesiensi dan ekonomis lebih baik dibandingkan dengan perlakuan komposisi media tanam lainnya. Kata Kunci : Aglaonema dud anjamani, Komposisi Media Tanam
Analisis Pendapatan Usahatani Jagung Manis Pada Kelompok Tani Karya Jaya Di Desa Rasau Jaya 1 Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan usahatani Jagung Manis pada kelompok tani karya jaya di Desa Rasau Jaya 1 Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung kepada 40 responden petani Jagung Manis pada kelompok tani karya jaya yang dipilih secara sengaja dengan karakterisitik tertentu yang berada di Desa Rasau Jaya 1 Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Data yang dibutuhkan untuk penelitian ini adalah data primer yang langsung dicari di lokasi penelitian dan data sekunder yang diperoleh dari penelitian kepustakaan, instansi terkait dan sumber lain yang sesuai dengan penelitian ini. Data diolah dan dianalisis menggunakan analisis pendapatan. Pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah responden 40 petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan observasi terhadap 40 responden dengan luas lahan dibawah 0,8 Ha didapatkan jumlah produksi rata-rata jagung manis dalam tiga bulan yang merupakan periode produksi adalah 7.260 Kg jagung manis yang 1 karungnya seberat 60 kg. Total biaya produksi rata-rata jagung manis dalam tiga bulan yang merupakan periode produksi sebesar Rp 5,999,431. Sehingga diperoleh rata-rata penerimaan untuk usahatani jagung manis sebesar Rp 18,273,750,- hal ini tentu dapat diperoleh pada tingkat harga jual rata-rata sebesar Rp.150.000 per karung. Maka diperoleh rata-rata pendapatan bersih untuk usahatani jagung manis sebesar Rp 12,274,318,
PENGARUH RESIDU AMELIORAN BEKAS TANAMAN JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR DI TANAH ALUVIAL
Tingginya permintaan tomat oleh masyarakat perlu diimbangi dengan peningkatan produksi, salah satunya dengan memanfaatkan lahan bekas tanaman jagung yang telah diberikan amelioran.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh residu amelioran yang telah diberikan terdahulu dalam budidaya tanaman jagung terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dengan sistem budidaya jenuh air pada tanah aluvial. Lokasi penelitian terletak di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Waktu penelitian mulai dari bulan Desember 2019 sampai Maret 2020. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan 5 taraf residu amelioran bekas tanaman jagung, A (Residu pupuk kandang ayam 7,5 ton/ha); B (Residu pupuk kandang kambing 7,5 ton/ha); C (Residu Kapur 4 ton/ha + Pupuk kandang kambing 7,5 ton/ha); D (Residu abu 15 ton/ha + Pupuk kandang kambing 7,5 ton/ha); E (Residu pupuk kandang ayam 15 ton/ha). Masing-masing diulang sebanyak 5 kali, dan terdiri dari 5 sampel tanaman. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman minggu ke-1, 2, dan 3, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat per buah. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa residu amelioran bekas tanaman jagung yang digunakan dalam budidaya tanaman tomat dengan sistem BJA memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah dan berat buah per tanaman, namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap berat buah per buah. Residu amelioran dari pupuk kandang ayam 15 ton/ha dan residu dari abu 15 ton/ha + pupuk kandang kambing 7,5 ton/ha merupakan perlakuan dengan hasil yang sama baiknya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Kata Kunci : budidaya jenuh air, residu amelioran, tanah aluvial, tanaman toma
PENGARUH APLIKASI BIOCHAR DAN PUKAN SAPI TERHADAP SERAPAN UNSUR HARA MAKRO DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L.) DI TANAH ULTISOL
ABSTRAKJagung merupakan tanaman serealia yang bernilai ekonomi tinggi dan jumlah impor jagung manis semakin meningkat setiap tahunnya. Satu di antara upaya dalam mengurangi jumlah impor jagung adalah dengan mengoptimalkan Tanah Ultisol untuk areal produksi jagung khususnya di Kalimantan Barat. Penelitian merupakan percobaan faktorial yang disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan Biochar Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Pupuk Kandang Sapi. Faktor pertama adalah dosis biochar yang terdiri 4 taraf yaitu tanpa Biochar (B0), 10 ton/ha (B1), 20 ton/ha (B2), dan 30 ton/ha (B3). Faktor kedua adalah dosis Pupuk Kandang yang terdiri 4 taraf yaitu tanpa Pupuk Kandang (P0), 20 ton/ha (P1), 40 ton/ha (P2), dan 60 ton/ha (P3). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 48 unit percobaan. Pemberian biochar tandan kosong kelapa sawit dan pukan sapi berpengaruh tidak nyata terhadap serapan hara N, P, K, dan Mg serta hasil tanaman jagung manis. Satu di antara faktor yang mempengaruhi nilai serapan hara dan hasil tanaman adalah pH (reaksi tanah) dan bahan organik.Kata Kunci : Biochar, Jagung Manis, Pupuk Kandang Sapi, Serapan Hara, Ultisol
PENGARUH DOSIS DAN LAMA INKUBASI PUPUK HIJAU KIRINYU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING
Peningkatan produksi bawang daun pada tanah podsolik merah kuning dihadapkan pada sifat fisik dan kimia yang kurang baik bagi pertumbuhan tanaman sehingga perlu upaya perbaikan lahan dengan pemberian kombinasi pupuk hijau kirinyu dan lama inkubasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis dan lama inkubasi pupuk kirinyu yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah podsilok merah kuning. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas tanjungpura Pontianak. Waktu penelitian dari 12 April sampai 27 Mei 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pemberian kombinasi dosis dan lama inkubasi pupuk hijau kirinyu yang diulang sebanyak 3 kali, dan terdiri dari 3 tanaman sampel sehingga tanaman sampel seluruhnya yaitu 81 tanaman.. Perlakuan yang dimaksud adalah k1 (375 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 2 minggu); k2 (375 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 3 minggu); k3 (375 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 4 minggu); k4 (750 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 2 minggu); k5 (750 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 3 minggu); k6 (750 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 4 minggu); k7 (1125 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 2 minggu); k8 (1125 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 3 minggu); k9 (1125 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 4 minggu Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi dosis dan lama inkubasi pupuk hijau kirinyu memberikan pengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakkan, volume akar, dan berat segar tanaman
PENGARUH ABU KAYU DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA MEDIA GAMBUT
Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh interaksi antara pemberian abu kayu dan pupuk kandang ayam yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tomat pada media gambut. Penelitian dimulai dari bulan Juli sampai Oktober 2020 berlokasi di lahan milik KEP’S Agro Jalan Sungai Raya Dalam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor abu kayu (A) dan faktor pupuk kandang ayam (P). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Faktor pertama adalah abu kayu terdiri dari 3 taraf yaitu a1 = 310 g/polybag setara dengan 17 ton/ha, a2 = 432 g/polybag setara dengan 24 ton/ha, a3 = 552 g/polybag setara dengan 31 ton/ha, sedangkan faktor kedua adalah pupuk kandang ayam terdiri dari 3 taraf yaitu p1 = 175 g/polybag setara dengan 10 ton/ha, p2 = 350 g/polybag setara dengan 20 ton/ha, p3 = 525 g/polybag setara dengan 30 ton/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, kadar klorofil daun, berat kering tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, berat per buah dan berat buah per tanaman.Berdasarkan hasil penelitian bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian abu kayu dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada media gambut. Akan tetapi, dengan perlakuan kombinasi abu kayu 310 g/polybag setara dengan 17 ton/ha dan pupuk kandang ayam 175 g/polybag setara dengan 10 ton/ha sudah cukup efisien untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tomat pada media gambut. Kata kunci: abu kayu, media gambut, pupuk kandang ayam, toma
PENGARUH DOSIS NPK PADA BEBERAPA JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU PADA TANAH ALUVIAL
ABSTRAK Tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman kacang hijau dihadapkan padabeberapa kendala seperti rendahnya kandungan unsur hara esensial. Salah satu usaha untukmemenuhi kebutuhan unsur hara pada tanah aluvial yang rendah adalah denganpenambahan pupuk NPK Lao Ying. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksiantara jarak tanam dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacanghijau pada tanah aluvial. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan percobaan FakultasPertanian Universitas Tanjungpura mulai pada tanggal 14 Januari 2020 sampai 24 Maret 2020. . Hitpotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah diduga dengan jaraktanam 40 x 20 cm dan dosis NPK 200 kg/ha atau setara 34 g/petak dapatmemberikan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau terbaik pada tanahaluvial. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan bentuk Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari 2 faktor yakni jarak tanam dan dosis NPKyang terdiri dari 3 taraf perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali,sehingga terdapat 27 petak. Perlakuan yang dimaksud adalah 2 faktor yaitu jarak tanam dandosis NPK yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu: j1 = 40 x 10 cm, j2 = 40 x 20 cm, j3 =40 x 30 cm dan dosis NPK terdiri dari 3 taraf yaitu : p1 = 200 kg/ha atau setara 34 g/petak,p2 225 kg/ha atau setara 45 g/petak, p3 = 250 kg/ha atau setara 56 g/petak. Variabelpengamatan dalam penelitian ini adalah Luas Daun (cm), Volume Akar (cm), Berat KeringTanaman (g), Jumlah Polong Per Tanaman (polong), Jumlah Biji Per Polong (biji), BeratBiji Kering Per Tanaman (g) dan berat 100 biji kering (g). Sedangkan variabel penunjang yaitu suhu udara, kelembaban, curah hujan dan pH tanah. Berdasarkan hasil penelitianini ditemukan bahwa interaksi antara dosis jarak tanam dan dosis pupuk NPKberpengaruh nyata terhadap jumlah polong per tanaman.
KAJIAN BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DESA SANDAI KANAN KABUPATEN KETAPANG
ABSTRAK Kelapa sawit merupakan salah satu komoditi yang menyumbang devisa paling besar bagi Indonesia. Tanah Ultisol merupakan tanah yang memiliki masalah karena keasaman tanah rendah, bahan organik rendah, nutrisi makro rendah dan memiliki ketersedia P sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengindenfikasi beberapa sifat kimia tanah ultisol dan memberikan saran pemupukan pada tiga pengelolaan lahan kebun kelapa sawit rakyat di Desa Sandai Kanan Kabupaten Ketapang. Tahapan penelitian dimulai pada persiapan survei, dan wawancara kepada petani yang memiliki lahan tersebut, Penelitian dilakukan di 3 lahan yang berbeda kepemilikan. Setiap lahan di ambil 5 titik sampel tanah yang dilakukan menggunakan cara sistematis (sistem diagonal) dengan kedalaman yaitu 0-30 cm dan 30-60 cm. Sampel tanah dikompositkan per masing-masing lahan kemudian dibawa ke laboratorium untuk dianalisis sesuai dengan parameter pengamatan, dan penyajian hasil. Hasil penelitian ketiga lahan kelapa sawit didapatkan bahwa reaksi tanah pH pada kedalaman 0-30 cm berkisar 4,32-4,68 (sangat masam sampai masam) dan kedalaman 30-60 cm berkisar4,41-4,52 (sangat masam sampai masam), C-organik pada kedalaman 0-30 cm berkisar 1.22-2,17% (rendah sampai sedang) dan 30-60 cm 0,79-1,53% (sangat rendah sampai rendah), N-Total pada kedalamn 0-30 cm berkisar 0.18-0,31 % (rendah sampai sedang) dan kedalam 30-60 cm berkisar 0,12-0,25 % (rendah sampai sedang), P-Tersedia pada kedalamn 0-30 cm berkisar 0.18-0,31 % (rendah sampai sedang) dan kedalam 30-60 cm berkisar 0,12-0,25 % (rendah sampai sedang), K-dd pada kedalam0-30 cm dan 30-60 cm berkisar 0,05-0,06 (sangat rendah). KTK pada kedalaman 0-30 cm berkisar 6,71-10,18 (rendah) dan kedalam 30-60 cm berkisar 5,37-7,17 (rendah). Kejenuhan basa pada kedalaman 0-30 cm berkisar 9,99-12,48 (sangat rendah) dan kedalaman 30-60 cm berkisar 10,61-11,85 (sangat rendah), tekstur tanah yaitu (lempung liat berdebu, lempung berliat, dan lempung), dan bobot isi dengankedalaman 0-30 cm pada setiap lahan mempunyai kriteria rendah yaitu rata-rata 0,84-0,99 g/cmᶟ.Saran pemupukan Urea, SP36 dan KCL yang dianjurkan berdasarkan hasil analisis tanah dan perhitungan pupuk untuk tanaman kelapa sawit di lokasi penelitian adalah Lahan A Urea 904,97 g/pohon, SP36 76,63 g/pohon dan KCL 3.830 g/pohon. Lahan B Urea 913,19 g/pohon, SP36 700,75 g/pohon dan KCL 3.160 g/pohon. Lahan C Urea 942,98 g/pohon, SP36 579,52 g/pohon dan KCL 4,160 g/pohon.Kata Kunci: Kelapa Sawit, Tanah Ultisols, Sifat Kimia Tanah