Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    STRATEGI PENGUATAN KELEMBAGAAN KOPERASI PRODUKSI DI PT.POLIPLANT CARGILL KABUPATEN KETAPANG

    Get PDF
    Tujuan penelitian untuk merumuskan strategi penguatan dengan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal, serta peluang dan ancaman eksternal kelembagaan koperasi produksi. Pengambilan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner, wawancara dan pengamatan langsung (observasi). Metode yang digunakan merupakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis data penelitian menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian berdasarkan analisis SWOT menunjukan bahwa strategi yang harus diterapkan dalam penguatan kelembagaan koperasi produksi adalah strategi SO dengan alternatif strategi yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan kualitas kelembagaan koperasi dan pengembangan jaringan usaha.                                                                      Kata kunci: Koperasi Produksi, SWOT, Strategi Penguatan

    KOMBINASI BOKASI SERUNI LAUT DENGAN ABU SERBUK GERGAJI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA MERAH PADA TANAH GAMBUT

    Get PDF
    Tanaman okra merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Tanaman okra merah khususnya di pontianak dapat dilakukan dengan memnfaatkan lahan-lahan pertanian dalam kegiatan budidaya tanaman, salah satunya yaitu tanah gambut.Berdasarkan luas penyebarannya, tanah gambut di Kalimantan Barat berpotensi digunakan untuk budidaya tanaman okra merah, akan tetapi dalam pemanfaatan tanah gambut ini dihadapkan pada berbagai kendala yaitu tingkat kemasaman tinggi, tingkat kesuburan dan ketersediaan hara serta kejenuhan basa (KB) yang rendah. Perlu diimbangi dengan intensifikasi lahan salah satunya dengan aberupa abu serbuk gergaji. Pemberian bokasi seruni laut dan abu serbuk gergaji dharapkan dapat memperbaiki sifat kimia tanah gambut sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi bokasi seruni laut dengan abu serbuk gergaji yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra merah pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksankan di Lahan Percobaan Fakultaas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Dengan lama penelitian 3 bulan dari bulan 16 Maret sampai 30 Mei 2020. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan. Masing-masing perlakuan di ulang 5 kali dimana tiap unit perlakuan terdiri dari 4 sampel, sehingga jumlah seluruhnya sebanyak 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu: A = Bokasi seruni laut 0,3 kg/ polybag + abu serbuk gergaji 0 kg/polybag, B = Bokasi seruni laut 0,3 kg/ polybag  + abu serbuk gergaji 1,5 kg/ polybag, C = Bokasi seruni laut 0,2 kg/polybag + abu serbuk gergaji 2 kg/ polybag, D= Bokasi seruni laut 0,1 kg/ polybag + abu serbuk gergaji 2,6 kg/polybag, dan E = Bokasi seruni laut 0 kg/polybag + abu serbuk gergaji 2,6 kg/polybag. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah, tinggi tanaman (cm), kadar klorofil daun (spad unit), total luas daun (cm) volume akar (cm³), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g) dan berat buah perbuah (g).Hasil penelitian menunjukkan pemberian kombinasi bokasi seruni laut dengan abu serbuk gergaji pada dosis bokasi seruni laut 0,1 kg/ polybag + abu serbuk gergaji 2,6 kg/polybag memberikan pertumbuhan yang terbaik. Namun pada pemberian kombinasi bokasi seruni laut dengan abu serbuk gergaji pada dosis bokasi seruni laut 0,3 kg/ polybag + abu serbuk gergaji 1,5 kg/polybag lebih efesien untuk pertumbuhan dan hasil pada tanaman okra merah

    Pengaruh metode ekstraksi terhadap viabilitas benih kakao ( Theobroma Cacao L)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahan ekstraksi mana yang terbaik yang dapat menjaga viabilitas benih kakao tetap tinggi. Penelitian ini dimulai dari 20 Maret sampai 18 April 2020 di Jalan Gusti Hamzah Gang Nur 2, Pontianak. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan berbagai bahan ekstraksi benih kakao, yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 6 ulangan yang masing-masing menggunakan 25 benih. Perlakuan yang dimaksud adalah (p1) pengupasan pulp dengan perendaman air kapur 20 g /liter, (p2) Pengupasan pulp dengan abu gosok 5 g/benih, (p3) Pengupasan pulp dengan ilalang, dan (p0) Tanpa dilakukan pengupasan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan keserempakan tumbuh. Selain itu juga dilakukan pengamatan kondisi suhu (oC) dan kelembaban udara (%), dan curah hujan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan ekstraksi benih kakao menggunakan abu sekam padi dan kapur tohor dapat menghasilkan viabilitas benih kakao terbaik. Kata kunci: abu, benih kakao, kapur, ilalang

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MARJIN PEMASARAN NANAS DI KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi marjin pemasaran nanas di Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini dilakukan terhadap 78 orang petani serta dari pedagang pengumpul sebanyak 3 orang, dan pedagang pengecer sebanyak 4 orang, petani nanas berasal dari desa Sungai Malaya dan desa Mega Timur dan responden ditentukan dengan metode Random Sampling. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harga berpengaruh secara signifikan terhadap marjin pemasaran, sedangkan variabel volume dan jarak tidak berpengaruh secara signifikan terhadap marjin pemasaran nanas di Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya

    THE INFLUENCE OF GANDASIL D AND LIQUID WASTE ON THE GROWTH AND YIELD OF LETTUCE WITH THE HYDROPONICS OF WICK SYSTEM

    No full text
    This study aims to obtain the best concentration combination of Gandasil D fertilizer and Tofu Liquid Waste for growth and yield on siomak lettuce with a hydroponic wick system technique. The study was conducted in one of the green houses of the Faculty of Agriculture, Tajungpura University, Pontianak, starting on October 31 until November 29, 2019. This study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments each treatment 5 times each, and each replica consisted of 6 plant samples so the total sample is 150 plants. The treatments a = 0.5 g / l Gandasil D + 60% Tofu Liquid Waste, b = 1 g / l Gandasil D + 50% Tofu Liquid Waste, c = 1.5 Gandasil D + 40% Tofu Liquid Waste, d = 2 g / l Gandasil D + 30% Tofu Liquid Waste, and     e = 2.5 g / l Gandasil D + 20% Tofu Liquid Waste. The observable variables observed in this study were plant height (cm), number of leaves (sheet), plant fresh weight (g), plant dry weight (g), chlorophyll content (spad). the results of this study indicate that the treatment of Gandasil D fertilizer and Tofu Liquid Waste can make a difference to the growth and yield of the siomak lettuce in a hydroponic wick system

    HUBUNGAN POPULASI MIKROBA PELARUT FOSFAT TERHADAP KETERSEDIAAN FOSFOR (P) PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA AMBAWANG KUALA KABUPATEN KUBU RAYA

    Get PDF
    ABSTRAKAktivitas mikoorganisme dipengaruhi oleh ketersediaan P di dalam tanah maka P untuk sumber nutrisi aktivitas MPF perlu diberikan kedalam tanah. Kepadatan populasi yaitu aktivitas MPF dan kepadatan populasinya dalam tanah ditentukan oleh perubahan pada masing-masing lahan sawah dan berdasarkan kondisi tersebut perlu dilakukan kegiatan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui korelasi/hubungan populasi mikroba pelarut fosfat terhadap ketersediaan fosfor (P) pada lahan sawah tadah hujan di Desa Ambawang Kuala Kabupaten Kuburaya. Pengambilan sampel dengan menggunakan sistem diagonal pada 7 lokasi penelitian dengan 5 titik yang dikompositkan, jumlah sampel pada 7 lokasi penelitian sebanyak 7 sampel. Parameter penelitian meliputi parameter utama dan parameter penunjang. Tahapan penelitian meliputi penentuan lokasi, pengambilan sampel, analisis sampel dan karakteristik MPF di laboratorium, penentuan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan hubungan populasi bakteri pelarut fosfat terhadap ketersediaan fosfor (P) pada lahan sawah tadah hujan adalah r = 0,602 dan r2 = 0,362 dan hasil analisis korelasi menunjukkan hubungan yang “kuat”, sedangkan hubungan populasi cendawan pelarut fosfat terhadap ketersediaan fosfor (P) pada lahan sawah tadah hujan adalah r = 0,429 dan r2 = 0,184, menunjukkan hubungan yang “cukup kuat”.  Kata kunci : Lahan Sawah Tadah Hujan, Mikroba Pelarut Fosfat, Ketersediaan Fosfo

    EVALUASI KEMAMPUAN LAHAN DESA SONGGA KECAMATAN MENYUKE KABUPATEN LANDAK

    No full text
    ABSTRAKKemampuan lahan merupakan potensi lahan untuk penggunaan berbagai sistem pertanian secara umum untuk penggunaan lahan berkelanjutan. Kemampuan lahan adalah salah satu metode untuk mengetahui daya dukung lahan. Desa Songga merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak yang sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah sebagai petani. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi karakteristik lahan, menentukan sub kelas kemampuan lahan, dan memberikan saran penggunaan lahan berdasarkan sub kelas kemampuan lahan di Desa Songga Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak. Lokasi penelitian di Desa Songga Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak. Metode yang digunakan adalah metode survey. Parameter yang di amati dan dianalisis pada penilitian ini meliputi iklim, lereng, tekstur tanah, permeabilitas, kedalaman efektif tanah, drainase tanah, bahaya erosi, batuan/kerikil, ancaman banjir/genangan, dan reaksi tanah (pH).Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat satuan lahan, yang terdiri dari satu kelas kemampuan lahan, yaitu kelas kemampuan lahannya kelas IV, dengan sub kelas kemampuan lahan IV-es, dimana faktor penghambat daerah perakaran, erosi tidak ada, ringan sampai sedang, dan kelerengan. Kata kunci : Desa Songga Kabupaten Landak, Evaluasi Kemampuan Lahan, Karakteristik Lahan, Satuan Laha

    PERBEDAAN LAJU INFILTRASI DI LAHAN PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) DI KECAMATAN MANDOR KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    ABSTRAKPenambangan emas merupakan suatu kegiatan yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, namun demikian penambangan emas juga dapat merugikan dan merusak alam apabila dalam pelaksanaannya tanpa diikuti dengan proses pengolahan limbah hasil secara baik dan pengelolaan lahan setelah proses tambang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui infiltrasi tanah pada lahan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dilaksanakan di Kecamatan Mandor Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitan ini yaitu metode pengukuran infiltrasi di lapangan serta pengambilan sampel untuk analisis sifat fisika dan kimia tanah, dengan 5 ulangan pada lahan sekunder, semak belukar pasca PETI dan lahan tambang aktif, sehingga diperoleh total 15 sampel.Hasil pengukuran di lapangan dengan menggunakan double ring infiltrometer didapatkan nilai laju infiltrasi awal tertinggi sampai terendah berturut-turut yaitu semak belukar laju infiltrasi awal sebesar 162,1 cm/jam, tambang aktif 157,4 cm/jam dan hutan sekunder 115,2 cm/jam. Laju infiltrasi konstan tertinggi sampai terendah berturut-turut yaitu pada tambang aktif 58,79 cm/jam (sangat cepat), semak belukar 57,43 cm/jam (sangat cepat) dan hutan sekunder 50,04 cm/jam (sangat cepat). Rata-rata laju infiltrasi tertinggi sampai terendah berturut-turut yaitu pada lokasi semak belukar dengan rata-rata laju infiltrasi sebesar 87,21 cm/jam, tambang aktif 84,41 cm/jam dan hutan sekunder 67,16 cm/jam. Hasil perbandingan uji t infiltrasi, pada hutan sekunder dan semak belukar menunjukkan hasil t tabel sebesar 0.000<0,05 sehingga berbeda nyata. Pada tambang aktif dibandingkan dengan hutan sekunder juga menunjukkan hasil t tabel sebesar 0,000<0,05 yang menunjukkan hasil berbeda nyata. Hasil uji t pada tambang aktif dan semak belukar juga menunjukkan hasil t tabel sebesar 0,000<0,05 sehingga didapat laju infiltrasi yang berbeda nyata. Kata kunci : Lahan pasca PETI, Infiltrasi tanah,  Fisika tana

    PENGARUH KOMBINASI PUPUK HAYATI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mencari kombinasi pupuk hayati dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dimulai dari bulan April sampai dengan bulan Agustus 2020 dilokasi yang terletak di Jalan Parit Demang Dalam, Gang Kulang Kulit kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan metode eksperimen pola Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari satu faktor (P) yaitu 4 perlakuan dan 6 ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu p1=pupuk hayati + NPK (100 kg/ha setara dengan 3 g/polibag), p2=pupuk hayati + NPK (200 kg/ha setara dengan 6 g/polibag), p3=pupuk hayati + NPK  (300 kg/ha setara dengan 9 g/polibag) + pupuk hayati, p4= NPK (400 kg/ha setara dengan 12 g/polibag) tanpa pupuk hayati. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk hayati dan pupuk NPK yang secara keseluruhan mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah PMK dengan perlakuan pemberian kombinasi pupuk hayati + pupuk NPK (200 kg/ha setara dengan 6 g/polibag) mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah PMK. Pemberian kombinasi pupuk hayati dan pupuk NPK dapat meningkatkan efisiensi dan mampu mengurangi penggunaan pupuk anorganik NPK hingga 50%

    Finansial Feasibility Analysis of Copra Processing Business at Jeruju Besar Village Sungai Kakap District Kubu Raya Regency

    No full text
    This research aim is to analyze financial feasibility of copra processing enterprises in the Jeruju Besar village,  Sungai Kakap district, Kubu Raya regency . The research uses data primary and secondary data with the number of respondents as many as 13 people and wearing a method of the census. The value of the discount factor is 7%. Analysis of the data used was analysis feasibility financial as Net Present Value (NPV), Net Benefit-Cost ratio ( Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP) and sensitivity analysis. The research results show that it is still appropriate to copra processing enterprises followed by the value of Net Present Value (NPV) as much as Rp. 172.935.815, Net Benefit-Cost ratio ( Net B/C) is 2,996, Internal Rare of Return (IRR)  is 44,5 %, and scores of the Payback Period (PP) is 0,27 years or about 2 months and 7 days. Despite the Net Present Value (NPV)  , So it could be conclusion that the processing enterprises of corpa is still worth to be operations. In the analysis sensitivity, researchers chose the scenario 2 scenario 45 copra price increase of percent and scenario wages increase employment of 2 %. The results show that the two scenarios analisiss senstivitas sensitivity analysis is still worth planted. Key Words : financial feasibility, copra processing, discount factor, Net Preseent Value (NPV), Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C), Internal Rare of  Return (IRR), Payback Period (PP), Sensitivity Analyze

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇