Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    RESPON PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT TAHAP PRE-NURSERY TERHADAP PEMBERIAN NPK DAN GIBERELIN PADA MEDIA PODSOLIK MERAH KUNING

    No full text
    Pertumbuhan awal bibit merupakan periode kritis yang sangat menentukan keberhasilan tanaman dalam mencapai pertumbuhan yang baik dipembibitan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari interaksi pupuk NPK dan zat pengatur tumbuh giberelin terhadap pertumbuhan kelapa sawit tahap pre-nursery pada media podsolik mereh kuning. Penelitian ini dimulai dari 19 September sampai 11 Desember 2019. Penelitian dilaksanakan di lahan yang terletak di Komplek Cempaka Emas, Jalan Ahmad Yani II Desa Tanjungpuri Kubu Raya. Penelitian ini didesain menggunakan metode faktorial dengan pola RAL (rancangan acak lengkap). Faktor pertama adalah 3 macam dosis pupuk NPK dan faktor kedua 4 macam konsentrasi zat pengatur tumbuh giberelin, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, setiap ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman dan jumlah keseluruhan adalah 108 tanaman. Adapun perlakuan yang dimaksud adalah faktor pertama dosis pupuk NPK sebagai berikut: 1g, 3g dan 5g. Faktor kedua konsentrasi zat pengatur tumbuh giberelin sebagai berikut: 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm dan 300 ppm. Variabel pengamatan yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang volume akar dan berat kering tanaman. Uji lanjut dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian giberelin dengan konsentrasi 100 ppm merupakan perlakuan terbaik dan pemberian dosis NPK tidak memperbaiki pertumbuhan tanaman kelapa sawit tahap pre-nursery pada media podsolik merah kuning

    FERMENTASI AMPAS SAGU YANG DITAMBAHKAN KROMIUM MENGGUNAKAN Aspergilus niger UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PAKAN

    No full text
    Ampas sagu merupakan salah satu limbah pertanian dari tanaman sagu. Kandungan serat kasar yang tinggi dan rendahnya protein kasar merupakan kendala utama ampas sagu sebagai pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pakan ampas sagu yang difermentasi menggunakan Aspergillus niger dengan konsentrasi yang berbeda selama tiga hari. Penelitian menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) yang terdiri atas enam perlakuan konsentrasi Aspergillus niger yaitu 0% (P0), 2% (P1), 4% (P2), 6% (P3), 8% (P4), 10% (P5) dengan empat kali ulangan. Variabel yang diamati adalah bahan kering, bahan organik, protein kasar, serat kasar dan Cr organik. Analisis data menggunakan uji sidik ragam dan uji Duncans Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pakan ampas sagu yang difermentasi menggunakan Aspergillus niger dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh nyata terhadap kadar protein kasar dan serat kasar dan berpengaruh tidak nyata terhadap kadar bahan kering, bahan organik dan Cr organik. Hasil penelitian ini diperoleh nilai protein kasar 4,16 7,64%, serat kasar 21,59 28,87%, bahan kering 85,85 88,56%, bahan organik 76,58-79,02%, dan Cr-organik 2,58 3,31%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fermentasi ampas sagu yang ditambahkan kromium menggunakan Aspergillus niger dapat meningkatkan kualitas pakan dan penambahan Aspergillus niger 10% merupakan perlakuan terbaik dengan protein kasar tertinggi sebesar 7,64%

    Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Daun Lamtoro terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pakchoy pada Tanah Gambut

    No full text
    Peningkatan produksi sawi pakchoy pada tanah gambut perlu diimbangi dengan teknik budidaya yang baik, salah satunya dengan mengaplikasikan POC daun lamtoro sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi POC daun lamtoro yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi pakchoy pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Waktu penelitian dimulai dari tanggal 18 Agustus sampai 4 Oktober 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). POC daun lamtoro diaplikasikan dengan berbagai konsentrasi. Perlakuan yang dimaksud adalah p1( 5 ml/liter air ); p2 (10 ml/liter air); p3 (15 ml/liter air); p4 (20  ml/liter air); p5 (25  ml/liter air). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali, dan terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga tanaman sampel seluruh nya yaitu 100 tanaman. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, jumlah klorofil daun, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC daun lamtoro dengan konsentrasi 20 ml/liter air secara umum dapat memberikan pertumbuhan dan hasil pakchoy yang terbaik pada tanah gambut, tetapi dengan pemberian POC daun lamtoro konsentasi 15 ml/liter air sudah efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil pakchoy pada tanah gambut. Kata Kunci : POC daun latoro, sawi pakchoy, tanah gambu

    IDENTIFIKASI BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH PADA BERBAGAI PENGGUNAAN LAHAN GAMBUT UNTUK TANAMAN BUDIDAYA DI DESA RASAU JAYA I KABUPATEN KUBU RAYA

    Get PDF
    ABSTRAK Berbagai tipe penggunaan lahan gambut yang berbeda mengakibatkan perubahan lingkungan seperti kedalaman muka air tanah, dan kematangan tanah gambut. Perubahan sifat kimia tanah gambut dapat terjadi akibat perubahan alih fungsi lahan yang terjadi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sifat kimia tanah pada berbagai penggunaan lahan gambut untuk tanaman budidaya (kelapa sawit, karet dan jagung) di Desa Rasau Jaya I Kabupaten Kubu Raya. Pengambilan sampel tanah untuk analisis sifat kimia tanah di setiap lokasi penelitian masing masing 1 kg dengan kedalaman 0-20 cm menggunakan metode diagonal. Setiap penggunaan lahan ada 5 titik pengamatan kemudian dikompositkan per masing-masing lahan dengan kode sampel kelapa sawit (S), karet (K), dan jagung (J) sehingga jumlah sampel pada beberapa penggunaan lahan sebanyak 3 sampel. Sampel tanah yang diambil yaitu sampel tanah utuh dan sampel tanah tidak utuh (terganggu). Sampel tanah tidak utuh (terganggu) diambil memakai bor gambut untuk analisis sifat kimia: pH tanah, c- organik tanah, n-total tanah, p- tersedia tanah, k- dd tanah, kb tanah dan ktk tanah. Sampel tanah utuh ( tidak terganggu) diambil menggunakan ring sampel untuk parameter penunjang yang meliputi : kematangan gambut, kedalaman muka air tanah, bobot isi tanah, dan porositas tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tiga penggunaan lahan gambut di Rasau Jaya I yaitu pada pengamatan pH tanah rata-rata sangat masam, C- organik, N-total, P-tersedia, dan KTK tanah termasuk dalam kriteria sangat tinggi, sedangkan Kdd dan KB tanah termasuk dalam kriteria sangat rendah. Kata kunci: Sifat Kimia Tanah,Tanah Gambut, Tiga Penggunaan Lahan

    Identifikasi Sifat Kimia Tanah Pada Lahan Pasang Surut Berdasarkan Tipe Luapan di Kelurahan Sungai Garam Kecamatan Singkawang Utara Kota Singkawang

    No full text
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia tanah pada lahan pasang surut berdasarkan tipe luapan di kelurahan Sungai Garam Kecamatan Singkawang Utara Kota Singkawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Penelitian dimulai dari tanggal 04 juli 2019 sampai 12 Agustus dan sampai dengan penyajian hasil. Penelitian dilakukan pada tiga tipe luapan lahan A, B, dan C dengan sistem diagonal, masing-masing lahan ditentukan pada 5 titik pengamatan setiap titik pengamatan di ambil sampel tanah pada kedalaman 0-30 cm dengan alat boring tanah terganggu dan tanah dikompositkan. Hasil penelitian jenis tanah di lahan pengamatan tergolong jenis tanah Aluvial, tekstur tanah tipe luapan A, B dan C memiliki kelas tekstur lempung berdebu; Pirit di tipe luapan A, B dan C menunjukkan bahwa ada kandungan pirit dengan Reaksi tanah (pH) tipe luapan A, B netral, dan tipe luapan C agak alkalis termasuk dalam kriteria agak alkalis sampai dengan netral; Kandungan (N) total tipe luapan A, B rendah dan tipe luapan C sangat rendah; Kandungan (P) tersedia tipe luapan A, C rendah dan tipe luapan B sedang; Kapasitas Tukar Kation (KTK) tipe luapan A, B dan C rendah, termasuk dalam kriteria rendah; Kandungan (K-dd) dan Kejenuhan Basa (KB) tipe luapan A, B dan C sangat tinggi, tergolong sangat tinggi; Kandungan Kalsium (Ca) tipe luapan A, B dan C sedang, Kandungan Magnesium (Mg-dd) tipe luapan A rendah, B, dan C sedang, tipe luapan A, B dan C tergolong sedang; Kandungan C-Organik, Daya Hantar Listrik (DHL), Kandungan Al, dan Salinitas tipe luapan A, B dan C sangat rendah, tipe luapan A, B dan C termasuk dalam kriteria sangat rendah

    RESPON PEMBERIAN PUPUK KCL DAN PEMANGKASAN BUAH TERHADAP HASIL SEMANGKA

    Get PDF
    Peningkatan produktivitas semangka dapat dilakukan dengan pemberian pupuk KCL dan diikuti dengan pemangkasan buah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis KCl dan jumlah buah per tanaman terbaik dalam meningkatkan berat buah per tanaman semangka. Penelitian ini dilaksanakan di lahan aluvial yang terletak di Dusun Sedau Desa Suah Api Kecamatan Jawai Selatan Kabupaten Sambas, dimulai dari tanggal 1 Maret sampai 5 Juni 2022. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan faktor perlakuan kombinasi antara dosis KCl dan pemangkasan buah dengan 6 taraf perlakuan (K1 = KCl 50 g/tanaman dengan menyisakan 2 buah/tanaman, K2 = KCl 50 g/tanaman dengan menyisakan 3 buah/tanaman, K3 = KCl 70 g/tanaman dengan menyisakan 2 buah/tanaman, K4 = KCl 70 g/tanaman dengan menyisakan 3 buah/tanaman, K5 = KCl 90 g/tanaman dengan menyisakan 2 buah/tanaman, dan K6 = KCl 90 g/tanaman dengan menyisakan 3 buah/tanaman). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 24 satuan/plot percobaan. Setiap plot ada 5 tanaman, 3 di antaranya ialah tanaman sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya yaitu 120 tanaman.  Pemangkasan buah dilakukan pada umur tanaman 37 HST dengan menyisakan 2 buah atau 3 buah per tanaman (sesuai perlakuan). Pemupukan KCl dilakukan dengan 4 tahap aplikasi yaitu tahap ke-1 dilakukan 2 minggu sebelum tanam, tahap ke-2 pada umur tanaman 15 HST, tahap ke-3 pada umur tanaman 25 HST, tahap ke-4 pada umur tanaman 35 HST. Variabel yang diamati yaitu berat per buah, diameter buah, berat buah per  tanaman, berat buah per plot dan kadar sukrosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbagai dosis pupuk KCl dan pemangkasan buah dapat meningkatkan jumlah berat per buah, diameter buah, berat per tanaman dan berat buah per plot, tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar sukrosa buah semangka. pemberian dosis pupuk KCl 70 g/tanaman dengan menyisakan 2 buah/tanaman merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan berat per buah dan diameter per buah. Sedangkan perlakuan pemberian dosis pupuk KCl 70 g/tanaman dengan menyisakan 3 buah/tanaman merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan berat buah per tanaman dan berat buah per plot. Kata Kunci : Pemangkasan buah, Pupuk KCl,  Semangka

    PENGARUH PEMBERIAN KAPUR DOLOMIT DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA (BRASSICA OLERACEA L) PADA TANAH ALUVIAL

    Get PDF
    Pengembangan tanaman kubis bunga pada tanah aluvial di Kalmantan Barat mempunyai prospek yang tinggi, namun memiliki kendala seperti pH yang rendah.  Tujuan penelitian untuk mengetahui interaksi kapur dengan pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga.  Penelitian dilaksanakan di rumah plastik fakultas pertanian UNTAN, berlangsung selama 3 bulan (11 Desember 2020 - 23 Febuari 2021).  Penelitian menggunakan rancangan faktorial  acak lengkap yang terdiri dari dua faktor dengan 3 ulangan.  Faktor pertama yaitu kapur (K) yang terdiri dari k1 = 1,428 g/polibag; k2 = 2,628 g/polibag dan k3 = 3,828 g/polibag dan pupuk NPK majemuk (P),  terdiri dari  p1 = 2 g/polibag;  p2 =  4 g/polibag dan 6 g/polibag. Pengamatan terdiri jumlah daun pada  umur 2 minggu dan 4 minggu setelah tanam, klorofil daun, volume akar, diameter bunga dan berat segar bunga.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi kapur dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata pada semua variabel pengamatan,  hanya kapur berpengaruh nyata terhadap volume akar.Kata Kunci :  Kapur, kubis bunga, pupuk NPK, tanah aluvia

    Pengaruh Monosodium Glutamat Sebagai Substitusi Nutrisi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada Pada Teknik Hidroponik

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Monosodium Glutamat Terhadap Pertumbuhan dan hasil Selada (Lactuca sativa L.) dengan menggunakan Teknik Hidroponik Sistem Sumbu. Penelitian ini dilaksanakan di green house Fakultas Pertanian UNTAN, waktu penelitian dimulai tanggal 17 Desember sampai 15 Januari 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor terdiri dari 4 taraf perlakuan dan 5 ulangan, unit-unit percobaan adalah sebagai berikut: A= perlakuan menggunakan nutrisi AB mix 100%, B= perlakuan dosis 10 gram monosodium glutamat, C= perlakuan dosis 15 gram monosodium glutamat, D= perlakuan dosis 20 gram monosodium glutamat. masing-masing perlakuan diulang 5 kali, dan setiap ulangan terdiri dari 6 sampel tanaman jadi jumlah keseluruhan sampel ada 120 sempel tanaman. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian monosodium glutamat sebagai komplement nutrisi memberikan pengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada dengan teknik hidroponik sistem sumbu

    PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL STROBERI SECARA HIDROPONIK

    Get PDF
    Stroberi adalah buah-buahan beriklim subtropis yang banyak disukai karena bentuk dan rasanya yang segar, dengan perkembangan teknologi pertanian semakin maju, stroberi dapat tumbuh dengan baik dalam kondisi iklim seperti di Indonesia. Budidaya stroberi dapat dilakukan dengan sistem hidroponik, keuntungannya bahan yang mudah didapat, mudah dalam perawatan, penggunaan air dan pupuk sangat efisien. Peningkatan hasil stroberi baik secara kualitas dan kuantitas dapat dilakukan dengan penambahan hormon. POC-PH adalah salah satu pupuk organik cair yang mengandung hara dan hormon yang baik untuk tanaman pada fase vegetatif dan fase generatif. Pemberian konsentrasi yang tepat perlu diketahui agar pertumbuhan dan hasil stroberi meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) dan mendapatkan konsentrasi yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil stroberi. Penelitian dilakukan di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, mulai pertengahan Januari sampai pertengahan April. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 6 perlakuan, 4 ulangan dan setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah K0 = konsentrasi 0 ml/l ; K1 = Konsentrasi 5 ml/l ; K2 = konsentrasi 10 ml/l ; K3 = Konsentrasi 15 ml/l ; K4 = Konsentrasi 20 ml/l dan K5 = Konsentrasi 25 ml/l. Variabel pengamatan terdiri, pertambahan jumlah daun, berat kering tanaman, volume akar, berat kering akar, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat buah rata-rata per tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi POC yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil stroberi pada media hidroponik substrat ditunjukkan pada pemberian POC dengan konsentrasi 15 ml/l

    PENGARUH KONSENTRASI PUPUK HAYATI CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU PADA TANAH GAMBUT

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi pupuk hayati cair yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di jl. Reformasi, Gang. Struktur, Pontianak Tenggara dari tanggal 18 Maret hingga 18 Mei 2020. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan pemberian pupuk hayati cair dengan 5 ulangan. Taraf perlakuan yang dimaksud adalah berturut-turut 2; 5; 10; 15 dan 20 ml/l air. Variabel yang diamati yaitu volume akar, klorofil daun, luas daun, berat kering tanaman, jumlah daun dan berat segar tanaman. Hasil penelitian tidak ditemukan konsentrasi yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi, tetapi ditemukan konsentrasi yang efektif yaitu 10 ml/l terhadap komponen pertumbuhan dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sawi hijau.Kata kunci : pupuk hayati cair, gambut, sawi hija

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇