Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
1262 research outputs found
Sort by
Pertumbuhan dan Hasil Baby Kailan pada Berbagai Formulasi Nutrisi dengan Sistem Hidroponik Vertikultur
Kailan (Brassica oleraceae var. acephala) atau kale merupakan sayuran yang masih satu spesies dengan kol atau kubis (Brassica oleracea). Vertikultur merupakan teknik pertanian vertikal yang menerapkan sistem pertanian bertingkat yang tidak membutuhkan lahan yang luas. Formulasi nutrisi hidroponik digunakan dalam proses perhitungan ramuan atau resep untuk menunjang keberhasilan budidaya tanaman secara hidroponik dan menemukan nutrisi terbaik sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan hasil baby kailan dengan sistem hidroponik vertikultur. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 22 April – 22 Juni 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan one way ANOVA menggunakan satu faktor dengan 5 taraf perlakuan untuk setiap perlakuan digunakan 20 sampel tanaman, sehingga jumlah tanaman keseluruhan 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud: A= Formulasi Mas’ud, B= AB Mix Hydro J, C= Formulasi NPK + Gandasil D, D= Formulasi Yos, E= AB Mix Goodplant. Variabel pengamatan yang dilakukan yaitu; jumlah daun per tanaman, luas daun per tanaman, kadar klorofil daun, volume akar, berat segar dan berat kering tanaman. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka kesimpulannya adalah pemberian jenis formulasi nutrisi Goodplant, Mas’ud dan Yos sama baiknya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman baby kailan dengan sistem hidroponik vertikultur
Efektivitas Isolat Bradyrhizobium japonicum dari Beberapa Lokasi Tanah Aluvial di Desa Kapur Terhadap Serapan Nitrogen oleh Tanaman Kedelai pada Media Pasir
ABSTRAK Kebutuhan akan kedelai terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara produksi yang dicapai belum mampu mengimbangi kebutuhan tersebut. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi kedelai adalah dengan menggunakan bakteri Bradyrhizobium japonicum sebagai penambat nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas isolat bakteri Bradyrhizobium japonicum pada tanah aluvial yang berasal dari beberapa lokasi di desa kapur dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman kedelai. Sampel isolat bintil akar kedelai varietas willis berasal dari tanah bekas tanaman kedelai di Desa Kapur dari beberapa lokasi yang berbeda. Media isolasi bakteri bintil akar yang digunakan adalah kongo red, bromthymol blue, Yeast Malt Bront dan Yeast Malt Agar. Data hasil penelitian diuji dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 7 perlakuan dan 4 kali ulangan. Kemudian dilanjutkan analisis statistika dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil analisis efektivitas isolat bakteri Bradyrhizobium japonicum dari beberapa lokasi memberikan pengaruh nyata terhadap parameter berat basah tanaman, berat kering tanaman, jumlah bintil akar, berat kering akar tanaman, nitrogen total dan serapan nitrogen tanaman kedelai. Isolat Bradyrhizobium japonikum dari beberapa lokasi yang paling efektif terhadap parameter penelitian yaitu isolat dari lokasi C (P5). Kata Kunci : Bakteri Bintil Akar, Bradyrhizobium japonicum, Kedelai, PenambatNitrogen
PENGARUH KOMBINASI BOKASI DAUN LAMTORO DAN DOLOMIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU PADA TANAH GAMBUT
Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman sawi pada umumnya dihadapkan pada permasalahan rendahnya pH tanah, rendahnya kandungan unsur hara yang tersedia dalam tanah diantaranya adalah unsur hara N, P dan K, dan rendahnya aktivitas mikroorganisme di dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan dosis kombinasi bokasi daun lamtoro dan kapur dolomit yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan fakultas pertanian Universitas Tanjungpura, mulai dari tanggal Mei sampai Juni 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap (RAL). Peralakuan pertama b1 = Bokashi daun lamtoro 10 ton/ha setara dengan 125 g/polybag , Kapur dolomit 11,25 ton/ha setara dengan 45 g/polybag, b2 = Bokashi daun lamtoro 10 ton/ha setara dengan 125 g/polybag Kapur dolomit 15 ton/ha setara dengan 60 g/polybag, b3 = Bokashi daun lamtoro 10 ton/ha setara dengan 125 g/polybag Kapur dolomit 18,75 ton/ha setara dengan 75 g/polybag, b4 = Bokashi daun lamtoro 20 ton/ha setara dengan 250 g/polybag Kapur dolomit 11,25 ton/ha setara dengan 45 g/polybag, b5 = Bokashi daun lamtoro 20 ton/ha setara dengan 250 g/polybag Kapur dolomit 15 ton/ha setara dengan 60 g/polybag, b6 = Bokashi daun lamtoro 20 ton/ha setara dengan 250 g/polybag kapur dolomit 18,75 ton/ha setara dengan 75 g/polybag, b7 = Bokashi daun lamtoro 30 ton/ha setara dengan 375 g/polybag Kapur dolomit 11,25 ton/ha setara dengan 45 g/polybag, b8 = Bokashi daun lamtoro 30 ton/ha setara dengan 375 g/polybag Kapur dolomit 15 ton/ha setara dengan 60 g/polybag, dan b9 = Bokashi daun lamtoro setara dengan 375 g/polybag Kapur dolomit 18,75 ton/ha setara dengan 75 g/polybag. Variabel yang di amati yaitu jumlah daun, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, berat segar tanaman, dan kadar klorofil daun. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi bokasi daun lamtoro dosis 30 ton/ha dan dolomit dosis 18,75 ton/ha merupakan perlakuan yang terbaik tehadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut tetapi kombinasi bokasi daun lamtoro dosis 30 ton/ha dan dolomit dosis 11,25 ton/ha sudah efektif terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut
UJI KEMAMPUAN ISOLAT BAKTERI AZOTOBACTER DARI RHIZOSFER BERBAGAI MACAM TANAMAN PADA LAHAN GAMBUT TERHADAP SERAPAN NITROGEN OLEH TANAMAN PADI (Oryza sativa L)
ABSTRAK Gambut terutama yang berada di daerah tropis memiliki sifat fisika, kimia dan biologi tertentu yang mencerminkan ciri khas dari tanah tersebut.Sifat-sifat yang menjadi ciri khas dari gambut tersebut adalah pH relatif rendah. Nitrogen merupakan unsur hara utama yang dibutuhkan oleh semua tanaman untuk mencapai pertumbuhan dan hasil yang optimal. Diantara satu bakteri penambat nitrogen adalah bakteri Azotobacter. Azotobacter merupakan salah satu bakteri penambat nitrogen aerobik non- simbiotik yang mampu menambat nitrogen dalam jumlah yang cukup tinggi dan membuat nitrogen tersedia untuk semua tumbuhan.Secara alamiah tanah gambut memiliki tingkat kesuburan rendah, karena kandungan unsur haranya rendah dan mengandung beragam asam - asam organik yang sebagian bersifat racun bagi tanaman. Gambut yang kekurangan unsur hara N pada umumnya jika diberi pupuk N, tanaman yang tumbuh pada gambut akan merespon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan isolat bakteri azotobacter dari rhizosfer berbagai macam tanaman terhadap serapan N2 pada tanaman padi dan untuk membandingkan kemampuan isolat azotobacter yang di isolasi dari rhizosfer berbagai macam tanaman di lahan gambut terhadap serapan N2 pada tanaman padi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari satu faktor perlakuan dan tiga ulangan, yaitu isolat bakteri Azotobacter yang terdiri dari 7 taraf. Total jumlah semuanya terdapat 21 unit percobaan. Berdasarkan hasil dari penelitian adalah pemberian bakteri azotobacter dapat meningkatkan parameter tinggi tanaman dan serapan nitrogen.Kata Kunci : Azotobacter, Nitrogen, Tanah Gambu
PENGARUH PERBANDINGAN PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS JAGUNG MANIS PADA LAHAN GAMBUT
Budidaya tanaman jagung di tanah gambut dihadapkan pada masalah fisik dan kimia tanah yang kurang baik. Pemberian pupuk organik dan anorganik pada tanah gambut diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah sehingga pertumbuhan tanaman jagung dapat lebih optimal. Pemilihan varietas yang tepat juga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil budidaya jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pupuk organik dan anorganik yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Petani di Desa Rasau Jaya II Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya dimulai sejak tanggal 12 Mei - 9 Agustus Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Split Plot dengan 2 faktor perlakuan dan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan terdapat 10 tanaman sampel. Faktor pertama yaitu varietas jagung manis (v1= varietas bonanza, v2= varietas secada), dan faktor kedua perbandingan pupuk organik dan anorganik (p1= 0%+100%, p2= 25%+75% , p3= 50%+50%, p4= 75%+25%, p5= 100%+0%). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, kadar klorofil daun, berat kering tanaman, luas daun total, volume akar, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, diameter tongkol dan berat tongkol per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap semua variabel kecuali klorofil daun. Perlakuan perbandingan pupuk organik dan anorganik berpengaruh nyata terhadap semua variabel. Berdasarkan hasil pengamatan varietas secada dengan pemberian 100% pupuk organik dan 75% pupuk organik + 25% pupuk anorganik memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung yang sama baiknya pada tanah gambut
PENGARUH PACLOBUTRAZOL DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PULUT HITAM PADA LAHAN SULFAT MASAM.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paclobutrazol dan pupuk Urea terhadap pertumbuhan dan hasil jagung pulut hitam di lahan sulfat masam. Penelitian dilaksanakan di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung dari tanggal 12 Juni 2021 sampai 14 Agustus 2021. Penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan Rancangan Blok Terpisah (Split Block) terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah konsentrasi paclobutrazol dengan 2 taraf perlakuan yaitu : 0 dan 1500 ppm. Faktor kedua adalah dosis pupuk Urea dengan 3 taraf perlakuan yaitu 175, 350, dan 525 kg/ha. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap petak terdiri dari 6 sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, diameter batang, panjang ruas batang, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, jumlah baris biji per tongkol tanpa kelobot, dan diameter tongkol tanpa kelobot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi 1500 ppm paclobutrazol berpengaruh nyata terhadap variabel pertumbuhan tanaman jagung pulut hitam di lahan sulfat masam. Konsentrasi 1500 ppm paclobutrazol secara nyata menurunkan tinggi tanaman, panjang daun, dan panjang ruas batang, serta meningkatkan lebar daun. Meskipun demikian, pemberian paclobutrazol berpengaruh tidak nyata terhadap variabel hasil tanaman jagung pulut hitam di lahan sulfat masam. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis pupuk Urea berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan tanaman, namun berpengaruh pada hasil taman yaitu panjang tongkol. Dosis 350 kg/ha lebih efektif dalam meningkatkan panjang tongkol. Tidak ada pengaruh interaksi antara paclobutrazol dan pupuk Urea dalam mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut hitam
Pengaruh Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram Putih Pada Media Serbuk Gergaji
Media tumbuh merupakan salah satu aspek penting yang menentukan tingkat keberhasilan budidaya jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Jamur tiram putih membutuhkan banyak nutrisi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dimana semakin banyak zat nutrisi yang tersedia maka hasil dan pertumbuhan jamur tiram akan semakin maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi POC terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih pada media serbuk gergaji. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan dari tanggal 1 Mei 2021 - 15 Agustus 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 6 taraf konsentrasi POC dengan 4 ulangan. Masing-masing perlakuan terdiri dari 3 tanaman sampel.. Konsentrasi POC p0 = tanpa POC, p1 = POC 5%, p2 = POC 10%, p3 = POC 15%, p4 = POC 20% dan p5 = POC 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur panen panen dengan waktu terbaik yaitu pada pemberian POC dengan konsentrasi 10% dengan rerata 19,25 hari, berat basah pemberian POC dengan konsentrasi 20% memberikan hasil terbaik yaitu dengan rerata 111,15 g, dan diameter tubuh buah pemberian POC dengan konsentrasi 5% memberikan hasil terbaik dengan rerata 10,34 cm
HUBUNGAN PREMI PANEN DENGAN KINERJA KARYAWAN PT.MITRA ANEKA REZEKI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan premi panen dengan kinerja karyawan PT. Mitra Aneka Rezeki. Populasi yang ada dilokasi penelitian yakni di PT. Mitra Aneka Rezeki desa kampung baru adalah 294 karyawan yang terdiri dari karyawan tetap dan buruh. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling yaitu pekerja panen karyawan tetap yang berjumlah 75 orang. Menganalisis hubungan premi panen dengan kinerja karyawan digunakan uji Korelasi Rank Spearman dengan program SPSS 20 for windows.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) premi panen yang berlaku di PT. Mitra Aneka Rezeki adalah premi sistem bobot dari TBS, dengan nilai premi terbentuk dalam 3 tingkatan. Tingkatan dari premi tersebut yakni premi progresif 1 dengan nilai premi Rp80/kg jika karyawan mendapatkan output lebih basis sebesar +50 kg/hari, sedangkan pada premi progresif 2 nilai premi yang diberikan Rp90/kg jika karyawan mendapatkan output lebih basis sebesar >50 100 Kg/hari, dan untuk tingkatan premi yang nilainya paling tinggi ada pada premi progresif 3 dengan nilai premi yaitu Rp100/kg, jika karyawan dapat menghasilkan output lebih basis hingga >100kg/hari. 2) Berdasarkan hasil analisis Korelasi Rank Spearman terdapat hubungan yang sangat kuat antara premi panen dengan kinerja karyawan yang ada di PT. Mitra Aneka Rezeki.Saran dari penelitian ini adalah karyawan harus mengoptimalkan keahlian dan kemampuan yang dimiliki dengan cara mengikuti pelatihan yang diberikan perusahaan serta mengoptimalkan waktu kerja dan sumber daya tenaga kerja dalam keluarga yang dapat membantu meningkatkan kuantitas dan kualitas kerja dan meminimalisasi nilai denda yang dilakukan saat bekerja.Kata Kunci : Premi Panen, Kinerja Karyawa
STATUS KESUBURAN TANAH PADA MASA REPLANTING PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI DESA KELOMPU KECAMATAN KEMBAYAN KABUPATEN SANGGAU
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesuburan hara di dalam tanah pada perkebunan kelapa sawit saat masa replanting dan menghitung dosis pupuk untuk kebutuhan tanaman kelapa sawit. Penelitian menggunakan metode survey dan pengambilan sampel dilapangan dengan kedalaman 0-30 cm dengan system acak atau geografis. Sampel tanah diambil pada tiga lokasi yaitu L1, L2, L3 dan di analisi di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah dan laboratorium Fisika dan konservasi tanah. Penelitian dilakukan dengan tahapan survey pendahuluan, pengambilan sampel tanah, analisis Laboratorium, pengolahan data dan penyajian hasil. parameter penelitian yaitu pH tanah, C-organik, N-total, P-total, P-Tersedia dan K-dd, K2O, KTK, KB, Bobot Isi, dan Al-dd. Hasil penelitian menunjukan bahwa status kesuburan pada lokasi L1, L2, L3 termasuk dalam kriteria rendah. Hasil perhitungan rekomensai pemupukan Urea, SP-36 dan MOP pada lahan L1 untuk kebutuhan pupuk Urea 48,37 kg/ha, pupuk SP-36 dengan dosis 82,41 kg/ha, pupuk MOP 161,2 kg/ha dan saran pemupukan L2 untuk Urea 52,68 kg/ha, pupuk SP-3695,97kg/ha, MOP 145,6 kg/ha, kemudian untuk lahan L3 saran pemupukan Urea sebesar 49,74kg/ha, pupuk SP-36 72,25 kg/ha dan MOP 204,3 kg/ha. Kata kunci :Replanting kelapa sawit, kesuburan tanah, rekomendasi pemupukan
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TIMUN BABY AKIBAT PEMBERIAN BERBAGAI MACAM KONSENTRASI POC LIMBAH BUAH PEPAYA PADA TANAH ALUVIAL
Mentimun (Cucumis sativus L) adalah jenis sayuran dari family cucurbitaceae atau labu-labuan yang sudah populer di seluruh dunia. Salah satu usaha untuk meningkatkan kesuburan tanah atau kandungan hara dalam tanah yaitu dengan pemberian pupuk organik cair limbah buah pepaya. Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Purnama II, gg Purnama Sutera, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21 April 2021 sampai 18 juni 2021. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan konsentrasi pupuk organik cair limbah buah pepaya yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman timun baby. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan. Setiap satuan unit percobaan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga total tanaman keseluruhan 100 tanaman. a1 : POC Limbah Buah Pepaya 100 ml/l, a2 : POC Limbah Buah Pepaya 150 ml/l, a3 : POC Limbah Buah Pepaya 200 ml/l, a4 = POC Limbah Buah Pepaya 250 ml/l, a5 : POC Limbah Buah Pepaya 300 ml/l. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah (buah), berat buah pertanaman (g), berat buah perbuah (g), panjang buah (cm) dan diameter buah (cm). Hasil penelitian pemberian POC limbah buah papaya berbeda nyata terhadap variabel jumlah buah dan berat buah pertanaman, tetapi berbeda tidak nyata volume akar, berat kering, berat buah perbuah, diameter buah dan panjang buah.Kata Kunci: Limbah Buah Pepaya, Pupuk Organik cair, Tanah Aluvial, Timun Baby