Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    PENGARUH PEMBERIAN BOKASI LEGUMENOSE DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PADA TANAH ALUVIAL

    Get PDF
    ABSTRACTThis study aimed to obtain the best interaction dose of bokasi legume and NPK fertilizer on the growth and yield of mustard greens on alluvial soil. This research started from 28 April – 28 May 2022, on Jl. Perdamian, Parit Banjar, Melati Hamlet, Kalimas Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. The study used a factorial design with a Completely Randomized Design (CRD) pattern consisting of 2 treatment level factors. and the second factor is the dose of NPK fertilizer in which each factor consists of 3 levels. Each treatment was repeated 3 times and the treatment unit contained 4 plant samples. The treatment in question is the first factor, the dose of bokasi legumes b1 = 20 tons/ha, b2 = 30 tons/ha, b3 = 40 tons/ha, and the second factor is the dose of NPK fertilizer consisting of 3 levels, namely n1 = 50 kg/ha, n2 = 100 kg/ha, n3 = 150 kg/ha. The variables observed in this study were the number of leaves, leaf area, root volume, fresh weight and dry weight. Based on the results of the study, it can be concluded that the provision of 30 tons/ha of legumenose bocation + 50 kg/ha of NPK fertilizer is an interaction that provides the most effective growth of mustard greensKeywords : alluvial soil, bokasi legumes, mustard greens, legume plant, NPK 

    ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KEBUN RAYA SAMBAS

    Get PDF
    ABSTRAKKebun Raya Sambas merupakan kawasan hutan sekunder yang diperuntukkan sebagai area konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan koleksi tumbuhan yang memiliki beberapa ekosistem didalamnya antara lain hutan dataran rendah dan riparian. Kebun Raya Sambas memiliki kondisi topografi yang bervariasi. Lereng yang semakin curam akan menyebabkan peningkatan kecepatan aliran permukaan dan volume air permukaan semakin besar, sehingga tanah yang terangkut akan lebih banyak jika tidak mendapatkan pengelolaan yang baik. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan pemetaan menggunakan sistem informasi geografis yang memudahkan dalam menhubungkan data pada suatu titik tertentu di bumi, serta menggabungkan dan menganalisanya.Tujuan dari penelitian ini diantaranya menghitung pendugaan erosi berdasarkan rumus USLE, menghitung erosi yang diperbolehkan, menetapkan  tingkat bahaya erosi dan memetakan tingkat bahaya erosi menggunakan aplikasi SIG. Sampel yang diambil dari penelitian ini berdasarkan data topografi lahan, penggunaan lahan, dan jenis tanah. Setiap satuan lahan terdapat satu titik sampel, dan diambil pada kedalaman 0-30 cm. Penetapan lokasi sampling menggunakan metode acak, sedangkan analisa hasil data menggunakan metode USLE (Universal Loss Soil Equation). Dalam penentuan tingkat bahaya erosi diperlukan data : erosivitas hujan, erodibilitas tanah, panjang dan kemiringan lereng, pengelolaan tanaman dan konservasi tanah.Kebun Raya Sambas memiliki iklim yang sangat basah, topografi mulai dari datar hingga agak curam, penggunaan lahan hutan sekunder, dan terdapat 4 jenis tanah diantaranya : Typic Hapludults, Typic Endoaquepts, Typic Kandiudults, dan Typic Udipsamments. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebun Raya Sambas memiliki nilai erosi tertinggi sebesar 116,95 ton/ha/th dan nilai erosi yang paling rendah ialah 38,98 ton/ha/th, dan erosi yang diperbolehkan sebesar 33,60 ton/ha/th sampai dengan 54 ton/ha/th. Penelitian juga menunjukan terdapat dua kelas tingkat bahaya erosi, yaitu kelas rendah dengan luas 81,74 hektar dan kelas sedang dengan luas 77,82 hektar. Pada tingkat bahaya erosi sedang memiliki volume erosi lebih besar daripada erosi yang diperbolehkan sehingga perlu tindakan konservasi tanah berupa pembuatan teras datar pada kemiringan <3%, teras kridit pada kemiringan lereng 3%-10% dan teras guludan pada kemiringan lereng 10-60%. Kata Kunci : Kebun Raya Sambas, Erosi, Metode USL

    THE EFFECT OF WOOD ASHES AND QUAIL DUNG FERTILIZER ON THE GROWTH AND YIELDS OF CAYENNE PEPPER PLANT ON PEAT SOIL

    No full text
    This study aimed to determine the interaction between wood ashes and quail dung fertilizer as well as the dose of both, which provided the best growth and yield on cayenne pepper in peat soils. The study was conducted at Jl. Equator, Gg. Teluk Betung Maju, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Pontianak City. The period of the study by December 3rd 2018 to April 5th 2019. This study used an experimental method with a completely randomized factorial design (CRD) consisting of 2 treatment factors. The first factor was wood ashes with 3 levels of treatment, and the second factor was quail dung manure with 3 levels of treatment. Each treatment was repeated 3 times, each replication consisted of 4 sample plants, so that the total number of plants were 108 plants. The treatment consisted of wood ash treatment i.e a1 = 430 g/polybag equivalent to 21 tons/ha, a2 = 620 g/polybag equivalent to 31 tons/ha, a3 = 810 g/polybag equivalent to 41 tons/ha and fertilizer treatment quail manure enclosure p1 = 200 g/polybag is equivalent to 10 tons/ha, p2 = 400 g/polybag is equivalent to 20 tons/ha, p3 = 600 g/polybag is equivalent to 30 tons/ha. Observation variables in the study were plant height (cm), plant dry weight (g), root volume (cm3), number of productive branches (branches), number of fruits per plant (fruit) and weight of fruits per plant (g). Supporting observation variables on environmental conditions are air temperature (°C), relative humidity (%) and rainfall (mm). The results of this study showed that interaction of the wood ash treatment and the quail dung manure does not significantly affect all observed variables. The wood ash treatment significantly affected plant dry weight, root volume, number of productive branches, number of fruits per plant and fruit weight per plant but had no significant effect on plant height of 2 MST and 4 MST, while the treatment of quail dung manure no significant effect on all observational variables. The combination of wood ashes at a dose of 810 g/polybag and 400 g/polybag quail dung manure provide the highest rate of yield of cayenne pepper on peat soils.Keywords : wood ash, cayenne pepper, peat, quail dung manur

    KINERJA PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN DALAM MENGEMBANGKAN USAHATANI JAGUNG DI KABUPATEN BENGKAYANG

    Get PDF
    ABSTRACTThis study aims to determine the performance of agriculture extention officers instructors based on farmers' perceptions and determine the relationship of agriculture extention officers performance with the level of development of corn farming in bange village, Sanggau Ledo District, Bengkayang Regency. The sampling method uses proportional random sampling. Data analysis uses descriptive analysis and Spearman Rank correlation analysis. The results of this study indicate that The relationship between the performance of agriculture extention officers with the level of development of corn farming has a significant relationship and has a positive correlation direction. Level of agriculture extention officers performance in Bange Village is relatively high based on the dominance of respondents who give a high score of 63% of respondents. Based on Spearman Rank correlation analysis, agriculture extention officers performance shows that the higher the farmer's assessment of PPL performance, the higher the level of their farming. Keywords: Agricultuture Extention Officers Performance, Farmers' Perception, Corn Farming, Spearman Rank Correlation.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja penyuluh pertanian lapangan (PPL) berdasarkan dari persepsi petani dan mengetahui hubungan kinerja PPL dengan tingkat perkembangan usahatani jagung di Desa bange Kecamatan Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang. Metode Pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hubungan antara kinerja PPL dengan tingkat perkembangan usahatani jagung memiliki hubungan yang signifikan dan memiliki arah korelasi positif.tingkat kinerja PPL di Desa Bange tergolong tinggi berdasarkan dominasi responden yang memberikan nilai tinggi sebanyak 63% responden. Berdasarkan analisis korelasi Spearman Rank kinerja PPL menunjukan semakin tinggi penilaian petani terhadap kinerja PPL, maka semakin tinggi juga tingkat usahatani mereka.Kata Kunci: Kinerja PPL, Korelasi Spearman Rank, Persepsi Petani, Usahatani Jagung

    INVENTARISASI PATOGEN CENDAWAN PADA BEBERAPA VARIETAS JAGUNG

    No full text
    Jagung merupakan sumber bahan pangan penting setelah beras di Indonesia. Tingginya kebutuhan jagung, sehingga Indonesia harus mengimpor. Faktor penghambat utama dalam budidaya tanaman jagung adalah gangguan organisme pengganggu tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis dan intensitas serangan penyakit pada beberapa varietas jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Rasau Jaya 2, Kecamatan Rasau, Kabupaten Kubu Raya, pada bulan Maret sampai bulan Juni 2019. Benih jagung yang digunakan adalah, Piooner-21, Bisi-18, Pertiwi-3, dan Hi-Corn. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa hanya terdapat 4 jenis patogen yang ditemukan pada beberapa varietas tanaman jagung yaitu penyakit hawar daun (Helminthosporium sp), penyakit bulai (Peronosclerospora maydis, penyakit bercak daun (Curvularia sp), penyakit hawar pelepah (Rhizoctonia solani Kuhn). Penyakit hawar daun, bercak daun, dan hawar pelepah menyerang varietas Piooner-21, Bisi-18, Pertiwi-3 dan Hi-Corn. Penyakit bulai hanya menyerang varietas Piooner-21 dan Pertiwi-3. Intensitas serangan tertinggi penyakit hawar daun dan bulai terjadi pada varietas Piooner-21, penyakit bercak terjadi pada varietas Bisi-18, sedangkan penyakit hawar pelepah terjadi pada varietas Hi-Corn. Kata kunci : Cendawan, Jagung, Patogen, Penyaki

    PERANAN ABU BOILER TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG PADA TANAH ULTISOLS

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui peranan abu boiler terhadap ketersediaan hara N, P, K dan pertumbuhan tanaman jagung pada tanah ultisols. Penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 ulangan sebanyak 2 set perlakuan sehingga terdapat 48 polybag. Penelitian dilakukan dengan persiapan tempat penelitian, persiapan tanah, pemberian pupuk dasar dan abu boiler, pengambilan sampel tanah, penanaman, pemeliharaan dan analisis laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan B2 dengan dosis 20 ton/ha dapat meningkatkan C-Organik dan nitrogen total tanah sebesar 4,6% – 11,62% kecuali pada ketersediaan P tanah, K tanah dan pH. Pertumbuhan tanaman yaitu tinggi tanaman dan diameter batang meningkat sebesar 5,26% – 11,23%.Kata Kunci : Abu Boiler, Ketersediaan Hara, Ultisol

    ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN SEBAGAI AKIBAT PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI DESA BANDA SARI KECAMATAN AIR UPAS KABUPATEN KETAPANG

    Get PDF
    ABSTRAKPenggunaan lahan adalah segala campur tangan manusia, baik secara permanen maupun secara siklus terhadap suatu kelompok sumber daya alam dan sumber daya buatan, yang secara keseluruhan disebut lahan, dengan tujuan untuk mencukupi kebutuhan. Penggunaan lahan Desa Banda Sari meliputi kebun kelapa sawit dengan luas  mencapai 1.763,54 Ha, kebun karet dengan luas mencapai 8,14 Ha, kebun campuran luas lahan mencapai 17,51 Ha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan, komoditas unggulan dan ketersediaan lahan. Tahapan penelitian verifikasi penggunaan lahan, wawancara sosial ekonomi dan pengambilan sampel tanah komposit pada 5 penggunaan lahan menggunakan bor dengan kedalaman 0-30 cm sampel tanah komposit dianalisis dilaboratorium dan penyajian hasil. Hasil penelitian perubahan penggunaan lahan tahun 2019 mencapai 61.82 Ha, hasil wawancara dengan masyarakat dengan jumlah responden 12 kebun karet dengan nilai 12, kebun campuran dengan nilai 15 dan kebun kelapa sawit dengan nilai 19 menunjukkan kriteria sebagai komoditas unggulan. Hasil reaksi tanah pH (sangat masam dan masam), C-organik (rendah, sedang dan tinggi), N-Total (rendah sampai sedang), P-Total (rendah, sedang dan tinggi), Kalium (K) (sangat rendah), Kapasitas Tukar Kation (KTK) (Rendah dan sedang) dan Kejenuhan Basa (sangat rendah), Status kesuburan tanah (Rendah dan sedang). Lahan yang tersedia dengan luas 82,65 Ha direkomendasikan untuk perkebunan kelapa sawit. Kata Kunci: Perubahan Lahan. Komoditas Unggulan. Ketersediaan Lahan

    Kualitas Silase Daun Kattek (Derris trifoliata Lour) yang Diberi Dedak Padi dengan Tingkat Berbeda

    Get PDF
    ABSTRAKKattek (Derris trifoliata Lour) merupakan tumbuhan leguminosa pemanjat/perambat berkayu. Potensi daun kattek yang sangat banyak dapat digunakan sebagai pakan alternatif ternak ruminansia dengan cara dibuat silase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas silase daun kattek yang diberi dedak padi dengan tingkat berbeda. Penelitian mengunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan lima ulangan sehingga terdapat 25 perlakuan. Masing-masing perlakuan menggunakan daun kattek sebanyak 2 kg dengan penambahan dedak padi dengan tingkat yang berbeda. Perlakuan dalam penelitian terdiri dari 1) P0: tanpa dedak padi ( kontrol); 2) P1: dedak padi (8%); 3) P2: dedak padi (10%); 4) P3: dedak padi (12%); 5) P4: dedak padi (14%). Hasil penelitian menunjukan penambahan dedak padi yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata (p<0,01) terhadap pH, protein kasar, serat kasar, lemak kasar dan kadar air, memberikan pengaruh yang nyata (p<0,05) terhadap aroma dan berpengaruh tidak nyata terhadap warna. Penambahan dedak padi 14 % memberikan hasil yang baik terhadap pH, protein kasar, serat kasar, lemak kasar dan kadar air serta mampu mempertahankan nilai nutrisi silase daun kattek.Kata kunci: Daun kattek, dedak padi, silas

    PENGARUH KOMBINASI BIOCHAR, PUKAN AYAM DAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP KETERSEDIAAN N, P, K DAN PERTUMBUHAN VEGETATIF JAGUNG MANIS (Zea Mays L. Saccharata Sturt) DI TANAH ALUVIAL

    No full text
    ABSTRAKTanah dari Ordo Entisol merupakan tanah tanpa horizon yang baru mulai terbentuk dengan ciri-ciri tidak adanya perkembangan profil yang nyata. Bahan yang diendapkan atau menyusun tanah Aluvial di dataran beriklim basah umunya tergolong lebih kurus dibandingkan tanah endapan di daerah kering. Upaya peningkatan produksi tanaman jagung manis dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yaitu dengan cara pemupukan, baik pupuk organik maupun pupuk anorganik, upaya meningkatkan kesuburan tanah pada budidaya jagung manis salah satunya dapat menggunakan biochar. Penambahan biochar ke tanah meningkatkan ketersediaan kation utama, Fospor, Nitrogen Total dan Kapasitas Tukar Kation tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar tankos, pukan ayam dan pupuk anorganik terhadap ketersediaan N, P, dan K dan pertumbuhan vegetatif jagung manis (Zea Mays L. Saccharata Sturt) di tanah Aluvial. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri 6 perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Berdasarkan hasil pengamatan pemberian biochar tankos meningkatkan pH tanah pada perlakuan P5=6,75, parameter C-organik pada perlakuan P5=2,9, parameter N-Total pada perlakuan P5=0,83 lebih tersedia ke dalam tanah dikarenakan diberikan biochar tankos 20 ton (88.50 g/polybag). Pada parameter P-Tersedia perlakuan P4=625.94 dan parameter K-Tersedia perlakuan P4=27,30 pada perlakuan tersebut pemberian pukan ayam lebih banyak sehingga tersedia bagi tanaman dan Tinggi Tanaman pun meningkat terlihat pada perlakuan P1=67.72, dikarenakan pemberian pukan ayam 20 ton (88.50 g/polybag).Kata Kunci: Biochar, Jagung Manis, Pukan Ayam, Pupuk Anorganik, Tanah Aluvia

    PENGARUH BIOCHAR TONGKOL JAGUNG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG EDAMAME PADA TANAH GAMBUT

    Get PDF
    Pemberian biochar tongkol jagung dan pupuk NPK pada tanah gambut dapat meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi yang sesuai untuk tanaman kacang edamame. Tujuan penelitian untuk mengetahui dosis biochar tongkol jagung dan pupuk NPK yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang edamame pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan yang terletak di Komplek Purnama Agung Permai Kota Pontianak, mulai dari Februari sampai April 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama pemberian berbagai dosis biochar tongkol jagung dengan 3 taraf (4 ton/ha, 6 ton/ha, dam 8 ton/ha). Faktor kedua yaitu pemberian berbagai dosis pupuk NPK dengan 3 taraf (150 kg/ha, 180 kg/ha, dan 210 kg/ha). Variabel yang di amati yaitu tinggi tanaman 2 MST, 3 MST, dan 4 MST, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong dan berat polong per tanaman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian berbagai dosis biochar tongkol jagung dan pupu NPK tidak terdapat interaksi dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang edamame pada tanah gambut. Biochar tongkol jagung 6 ton/ha merupakan dosis yang efisien dalam meningkatkan pertumbuhan kacang edamame berdasarkan karakter tinggi tanaman 3 MST. Dosis pupuk NPK 210 kg/ha merupakan perlakuan terbaik dalam menghasilkan jumlah polong dan berat polong per tanaman. Kata Kunci : Biochar tongkol jagung, kacang edamame, pupuk NPK, tanah gambu

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇