Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    PENGARUH PUPUK UREA, SP36, DAN KCL DIPERKAYA DENGAN INOKULASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH GAMBUT

    Get PDF
    Kedelai edamame (Glycinemax (L) Merril.) merupakan kedelai asal Jepang yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan dengan kedelai biasa. Kedelai edamame memiliki bentuk tanaman, biji dan polong yang lebih besar. Upaya untuk meningkatkan produksi kedelai edamame dapat dilakukan dengan mengoptimalkan lahan gambut untuk areal produksi kedelai edamame di Kalimantan Barat. Pupuk yang dapat digunakan adalah Urea, SP36, dan KCL, ketiga pupuk ini mengandung unsur nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Unsur hara N, P, dan K sangat diperlukan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Disamping itu penggunaan FMA mampu meningkatkan serapan unsur yang tidak mobil terutama hara P. FMA memiliki peranan yang sangat penting bagi tanaman yaitu dapat memfasilitasi penyerapan hara dalam tanah sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, sebagai penghalang biologis terhadap infeksi patogen akar, meningkatkan ketersediaan air bagi tanaman dan meningkatkan hormon pemacu tumbuh. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh dosis terbaik pupuk N, P, dan K yang diperkaya dengan inokulasi FMA terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 kali ulangan. Perlakuan yang dimaksud yaitu : p1 = dosis pupuk 100% dari anjuran, p2 = dosis pupuk 75% dari anjuran, p3 = dosis pupuk 50% dari anjuran, p4 = dosis pupuk 25% dari anjuran. Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi : tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah cabang produktif (buah), umur berbunga (hst), jumlah polong isi pertanaman (buah), berat polong isi per tanaman (g). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk N, P, K dosis 100% dosis anjuran setara dengan Urea 0,90 g/tanaman, SP36 0,65 g/tanaman, dan KCl 0,65 g/tanaman diperkaya dengan inokulasi FMA dapat memberikan pertumbuhan dan hasil kedelai edamame yang terbaik pada tanah gambut

    Karakteristik Sifat Kimia Tanah Pada Beberapa Tipe Lahan Rawa Pasang Surut Untuk Tanaman Padi di Kabupaten Mempawah

    No full text
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sifat kimia tanah pada beberapa tipe lahan rawa pasang surut, status kesuburan dan saran pemupukan untuk tanaman padi. Pengambilan sampel tanah menggunakan metode grid bentuk diagonal pada lahan rawa pasang surut lokasi tipe luapan A di Desa Peniti Besar, lokasi tipe luapan B di Desa Parit Bugis dan lokasi tipe C di Desa Sungai Burung. Tanah yang diambil ada dua cara di kedalaman 0-30cm yaitu tanah terganggu menggunakan bor tanah mineral diambil sampel 1kg lalu didekompositkan dari lima titik menjadi satu dengan dua ulangan di tiap lokasi dan tanah utuh menggunakan ring sampel. Hasil analisis status hara dikelompokkan berdasarkan kriteria penilaian sifat kimia tanah (Balai Penelitian Tanah, 2009) dan status kesuburan berdasarkan Pusat Penelitian Tanah PPT, Bogor (1995). Hasil penelitian sifat kimia tanah di tiga lokasi menunjukkan pH sangat rendah, Karbon-Organik tinggi hingga sangat tinggi, K-Tersedia rendah hingga tinggi, Kalsium rendah hingga tinggi, Mg sedang hingga tinggi, Fe sangat rendah hingga sedang, Alumunium tergolong sangat rendah, KTK sedang hingga tinggi, KB rendah hingga tinggi, pirit tipe 1 : 1 (tidak berbuih, tidak berbau hingga) 2 : 1 (burbuih lambat, tidak berbau), tekstur tanah lempung liat berdebu. Hal ini membuat status kesuburan tanahnya tergolong rendah hingga tinggi, dengan bobot isi tanah tipe A 0,69 gram/cm3, tipe B 1,00 gram/cm3, dan tipe C 0,99 gram/cm3, saran pemupukan untuk lahan tipe A urea 254,34 kg/Ha, SP-36 81,30 kg/Ha, dan KCL 330,9 kg/Ha, tipe B urea 247,82 kg/Ha, SP-36 220,67 kg/Ha, dan KCL 338,68 kg/Ha, tipe C urea 250 kg/Ha, SP-36 258,25 kg/Ha, dan KCL 323,55 kg/Ha, saran pengapuran tipe A 3.068,808 kg dolomit/Ha, tipe B 1.623,853 kg dolomit/Ha dan tipe C 591,743 kg dolomit/Ha

    BABADOTAN WEED RESPONSE Ageratum conyzoides AFTER APPLICATION OF ATRAZINE AND MESOTRION HERBICIDE

    No full text
    Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi respons gulma babadotan Ageratum conyzoides setelah aplikasi herbisida atrazin dan mesotrion. Penelitian dilakukan pada September November 2019 di Kebun Percobaan dan Laboratorium Pestisida, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan. Pengamatan dilakukan pada intensitas keracunan gulma. Hasil penelitian menunjukan bahwa intensitas keracunan gulma A. conyzoides yang disebabkan oleh herbisida atrazin lebih cepat dibandingkan dengan herbisida mesotrion maupun campuran. 1 minggu setelah aplikasi (MSA), pada dosis 0,63 1/ha, 1,25 1/ha dan 2,5 1/ha yaitu sebesar 100%. Herbisida campuran lebih efektif menurunkan biomassa gulma A. conyzoides hingga 100%, terlihat pada dosis 0,13 l/ha, 0,25 l/ha, 0,50 l/ha dan 1 l/ha

    POTENTIAL OF COMMUNITY BASED MANGROVE ECOWISATA DEVELOPMENT IN THE BAKAU BESAR LAUT VILLAGE SUNGAI KUNYIT SUBDISTRICT MEMPAWAH REGENCY

    No full text
    ABSTRACTThis study aims to determine the potential of mangrove ecotourism in the Bakau Besar Laut Village area, know the suitability of mangrove ecotourism in the Bakau Besar Laut Village area, know the community perceptionof the Bakau Besar Besar Village of the development of ecotourism community-based mangrove. This research was conducted from September 2018-January 2019. The method used in sampling the potential of this mangrove forest is the purposive sampling method to determine the observation station, while the perception data collection is done by interviewing the community and visitors whose sample is determined by the proportional random sampling method. The results of the study found the potential of mangrove resources for ecotourism development consists of 8 types of mangroves and included in the conditional category to be used as ecotourism areas. Other potentials there are a variety of potential mangrove fauna in the form of monitor lizards, storks, kepah, crowak and shot fish that indicate the area has a value suitable to be managed as an ecotourism area. The availability of facilities and infrastructure is sufficient to support tourism activities. The Bakau Besar Laut has an ecotourism suitability index that is very suitable to be developed as an ecotourism area with suitability values ranging from 82-86.6%. And the carrying capacity of the area in the village of Bakau Besar Laut is only able to accommodate tourists as many as 40 people / day, so that the mangrove forests of the Bakau Besar Laut have the potential to be developed as an ecotourism area. Mangrove forests in the Bakau Besar Laut Village have ecotourism potential that can be seen from the perception and participation of the community in utilizing the habitat and function of mangrove forests as ecotourism areas and the community contributes to the management of mangrove ecotourism.Key words: Regional Carrying Capacity, Public Perceptio

    Pengaruh Bokasi Kulit Pisang Kepok dan Kapur Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Okra Merah Pada Tanah Aluvial

    Get PDF
    Pemanfaatan tanah alluvial untuk budidaya tanaman okra dihadapkan pada berbagai kendala. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki tingkat kemasaman tanah dengan pengapuran, sedangkan untuk memperbaiki sifat fisik tanah adalah dengan pemberian bokasi kulit pisang kepok. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi bokasi kulit pisang kepok dan kapur terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra merah yang terbaik pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Kota Pontianak. Waktu penelitian selama 3 bulan, dimulai pada tanggal 10 Maret s.d. 10 Juni 2020. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah faktorial dengan Racangan Acak Lengkap yang terdiri dari 2 faktor yaitu pemberian berbagai dosis bokasi kulit pisang kepok dengan 3 taraf (b1 = 153 g/polybag; b2 = 619 g/polybag; b3 = 1.083 g/polybag) dan pemberian berbagai dosis kapur dolomit dengan 3 taraf (k1 = 9 g/polybag; k2 = 12 g/polybag; k3 = 15g/polybag). Interaksi pemberian bokasi kulit pisang kepok dan kapur dolomit dapat meningkatkan berat per buah tanaman okra merah. Pemberian bokasi kulit pisang kepok 153 g/polybag dan kapur dolomit 12 g/polybag merupakan interaksi terbaik dalam meningkatkan berat perbuah tanaman okra merah dengan hasil 22 g. Pemberian bokasi kulit pisang kepok secara mandiri dapat meningkatkan jumlah buah dan berat buah, sedangkan pemberian kapur dolomit secara mandiri memberikan hasil yang sama terhadap semua variabel pengamatan

    PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAUN LAMTORO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAKCOY PADA TANAH GAMBUT

    No full text
    Sayuran merupakan salah satu produk hortikultura yang banyak diminati oleh masyarakat karena memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan termasuk sawi pakcoy. Penelitian ini bertujuan mendapatkan konsentrasi POC daun lamtoro yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Sungai Raya Dalam km 1,3 Komplek Rumah Dinas RUTAN Pontianak dengan ketinggian tempat 1 meter dpl. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 11 Juli 2021 -11 Agustus 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan dimana tiap perlakuan terdiri dari 3 sampel. Jadi total  keseluruhan yang diperoleh  5 x 5 x 3 = 75 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah p1= POC kosentrasi 5   ml/liter, p2= POC kosentrasi 10 ml/liter, p3= POC kosentrasi 15 ml/liter, p4= POC kosentrasi 20  ml/liter dan p5= POC kosentrasi 25  ml/liter . Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah volume akar, jumlah klorofil daun, berat kering tanaman, jumlah daun dan berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi POC daun lamtoro memberikan pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy yang sama baiknya pada tanah gambut sehingga pemberian POC daun lamtoro konsentrasi 5 ml/L air sudah efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy pada tanah gambut tersebut. Kata kunci : konsentrasi, pupuk organik cair, gambut          

    KARAKTERISTIK KIMIA TANAH ULTISOL DI LAHAN KARET UNGGUL MASYARAKAT DI DESA RABAK KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi sifat kimia tanah ultisol dan memberikan saran pemupukan pada tiga pengelolaan lokasi karet unggul masyarakat di Desa Rabak Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Metode penelitian dimulai dari persiapan survei, dan wawancara kepada petani yang memiliki lahan. Penelitian dilakukan di 3 lokasi yang berbeda kepemilikan. Setiap lokasi diambil 5 titik sub sampel tanah menggunakan cara (sistem diagonal) dengan kedalaman  0-30 cm dan 30-60 cm. Sampel tanah dikompositkan per masing-masing lokasi kemudian dibawa ke laboratorium untuk dianalisis sesuai dengan parameter pengamatan, dan penyajian hasil. Hasil penelitian bahwa bahwa reaksi tanah pH pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm berkisar 4,26-4,61 (sangat masam sampai masam), Karbon organik tanah pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm berkisar 2,54-0,79 % (sedang sampai sangat rendah), Nitrogen total tanah pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm berkisar 0,11-034 % (sedang sampai rendah), Fospor tersedia tanah pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm berkisar 10,23-30,19 ppm (tinggi sampai rendah), Kalium (K)-dd tanah pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm berkisar 0,03-0,09 cmol (+) kg-1  (sangat rendah), Kapasitas Tukar Kation tanah pada kedalaman 0-30 cm dan  30-60 cm berkisar 10,11-5,44 cmol (+) kg-1  (rendah), Kejenuhan Basah Tanah pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm berkisar 9,24-17,42 % (sangat rendah), Tekstur tanah yaitu lempung liat berdebu dan lempung, dan bobot isi pada kedalaman 0-30 cm berkisar 0,93-1,08 g/cm3 (sedang).Kata Kunci: Karet Unggul, Sifat Kimia Tanah, Tanah Ultisols

    PENGARUH KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN dan HASIL SAWI HUMA pada TANAH ALUVIAL

    Get PDF
    The purpose of this study was to obtain the best interaction of various doses of sawdust ash and NPK fertilizer on peat soil. The research was carried out on peat land, Jungle Jaya hamlet, Sungai Duri village, Sungai Raya sub-district, Bengkayang Regency, West Kalimantan. The research design used was a randomized block design with 2 factors and 3 treatment levels. Powder ash factor consisting of a1=1.8 kg/plot, a2=2.7 kg/plot, a3=3.5 kg/plot and NPK fertilizer factor consisting of m1=22.25 gr/plot, m2= 37.50 gr/plot, m3=45.00 gr/plot. Planting is done by placing the seeds in each planting hole with a total of two seeds with a spacing of 25 cm x 25 cm per planting hole. Variable observations were made on plant height, plant dry weight, number of pods, weight of pods, number of filled pods, and number of seeds. The results showed that the application of sawdust ash and NPK fertilizer doses of 2.7 kg/plot and 37.50 g/plot had a significant effect on all observed variables.Keywords: compost empty bunches of oil palm, mustard huma, alluvial soil

    KARAKTERISASI PADI BERAS HITAM BELIAH DI LAHAN SAWAH

    Get PDF
    Padi Beras Hitam Beliah Kabupaten Bengkayang belum teridentifikasi dengan baik, maka perlu pengembangan lebih lanjut sebagai varietas padi lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter agronomi dan morfologi pertumbuhan padi beras hitam Beliah pada fase vegetatif sampai fase generatif yang ada di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini dilaksanakan dilahan sawah tadah hujan Desa Naram, Kota Singkawang dimulai pada tanggal 25 Februari sampai 21 Agustus 2020. Pada pengamatan karakteristik tanaman mengunakan 100 sampel tanaman dengan jarak tanam 25 x 25 cm. Beberapa hasil dari penelitian ini kemapuan menghasilkan akan sebanyak 13 anakan, tinggi tanaman 144 cm, memiliki warna helaian daun hijau muda Yellow-Green Group (144A), bentuk lidah daun 2-cleft, sangat bervariasi baik dari sifat agronomi maupun morfologinya. Menghindari terjadinya kelangkaan padi beras hitam Beliah maka perlu untuk dilakukan karakterisasi agronomi dan morfologi yang bertujuan untuk menginventarisasi sifat-sifat agronomi maupun morfologi padi beras hitam Beliah. Setelah diketahui sifat-sifat agronomi maupun morfologi diharapkan bisa memberikan informasi kepada pemerintah, perguruan tinggi maupun para pemulia agar bisa melestarikan atau melakukan pemuliaan terhadap padi beras hitam ini

    PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH DENGAN PEMBERIAN TANAH MINERAL PADA BERBAGAI TINGKAT KEMATANGAN TANAH GAMBUT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta mendapatkan dosis pemberian tanah mineral yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada berbagai tingkat kematangan tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Reformasi Gg. Matematika, Bansir Darat, Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, dimulai sejak tanggal 15 Oktober hingga 14 Desember 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial sebagai rancangan dasar. Perlakuan tanah mineral terdiri dari 3 taraf yaitu m1 = 5% berat tanah gambut (400 g/polybag), m2 = 10% berat tanah gambut (800 g/polybag), m3 = 15% berat tanah gambut (1.200 g/polybag) dan tingkat kematangan gambut terdiri dari 3 taraf perlakuan g1 = fibrik, g2 = hemik, g3 = saprik, sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan dan 3 sampel tanaman. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan per rumpun, berat basah umbi per rumpun dan berat kering umbi per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian tanah mineral dan tingkat kematangan tanah gambut memiliki interaksi terhadap variabel jumlah daun umur 2 MST, secara mandiri tingkat kematangan tanah gambut saprik berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan berat segar umbi per rumpun, serta pada tingkat kematangan tanah gambut fibrik berpengaruh nyata pada jumlah daun, namun pemberian perlakuan tanah mineral secara mandiri berpengaruh tidak nyata pada semua variabel pengamatan.Pemberian kedua perlakuan menunjukan bahwa ditemukan pengaruh interaksi antara pemberian tanah mineral dan tingkat kematangan tanah gambut pada jumlah daun umur 2 MST. Secara mandiri, tingkat kematangan tanah gambut saprik berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan berat segar umbi per rumpun, serta pada tingkat kematangan tanah gambut fibrik berpengaruh nyata pada jumlah daun, namun pemberian tanah mineral 5%, 10% dan 15% secara mandiri berpengaruh tidak nyata pada semua variabel pengamatan

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇