Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    Pengaruh Bokasi Ampas Sagu Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pare Pada Tanah Podsolik Merah Kuning

    No full text
    Upaya meningkatkan produktivitas tanah podsolik merah kuning dalam rangkapeningkatan produksi pare dapat dilakukan dengan pemberian bahan organik misalnya bokasi ampas sagu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis bokasi ampas sagu yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pare pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan di Jalan Danau Sentarum Kecamatan Pontianak Kota, dari tanggal 5 September sampai 19 November 2019. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 level dosis bokasi ampas sagu dengan masing-masing 5 ulangan. Level dosis yang dimaksud adalah 100, 200, 300, 400 dan 500 g/tanaman setara dengan 5, 10, 15, 20 dan 25 ton/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian iniadalah volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat segar buah per tanaman, berat per buah, diameter buah, panjang buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi ampas sagu meningkatkan secara nyata hasil tanaman yaitu berat per buah dan panjang buah tetapi tidak meningkatkan secara nyata pertumbuhan tanaman dan pemberian bokasi ampas sagu dengan dosis 200 g/tanaman merupakan dosis efektif untuk pertumbuhan dan hasil tanaman pare pada tanah podsolik merah kuning

    MULTIPLIKASI TUNAS ANGGREK HITAM SECARA IN VITRO DENGAN PENAMBAHAN PUPUK DAUN DAN EKSTRAK RAGI PADA MEDIA ½ MS

    Get PDF
    Anggrek hitam merupakan jenis anggrek endemik Kalimantan dan Papua yang saat ini kelestariannya terancam karena habibatnya rusak. Salah satu cara untuk melestarikannya dengan perbanyakan secara in vitro. Kombinasi pupuk daun dan ekstrak ragi dapat digunakan sebagai media modifikasi MS agar biaya produksi dapat berkurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi antara pupuk daun dan ekstrak ragi serta untuk mendapatkan konsentrasi terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktor yaitu pupuk daun dengan 3 taraf konsentrasi dan ekstrak ragi dengan 4 taraf konsentrasi yang diulang sebanyak 4 kali dan masing-masing ulangan terdiri dari 3 sampel sehingga terdapat 144 unit percobaan. Perlakuan tersebut adalah h₀r₀ = 0 g/l pupuk daun + 0 g/l ekstrak ragi, h₀r₁= 0 g/l pupuk daun + 0,75 g/l ekstrak ragi, h₀r₂= 0 g/l pupuk daun + 1,25 g/l ekstrak ragi, h₀r₃= 0 g/l pupuk daun + 1,50 g/l ekstrak ragi, h₁r₀= 1 g/l pupuk daun + 0 g/l ekstrak ragi, h₁r₁= 1 g/l pupuk daun + 0,75 g/l ekstrak ragi, h₁r₂= 1 g/l pupuk daun + 1,25 g/l ekstrak ragi, h₁r₃= 1 g/l pupuk daun + 1,50 g/l ekstrak ragi, h₂r₀= 2 g/l pupuk daun + 0 g/l ekstrak ragi, h₂r₁= 2 g/l pupuk daun + 0,75 ekstrak ragi, h₂r₂= 2 g/l pupuk daun + 1,25 g/l ekstrak ragi, h₂r₃= 2 g/l pupuk daun + 1,50 g/l ekstrak ragi. Variabel yang diamati adalah waktu muncul akar (mst), waktu muncul tunas (mst), jumlah akar (helai), jumlah tunas (tunas), dan pertambahan jumlah daun (helai). Konsentrasi yang efektif bagi waktu muncul akar yaitu 1 g/l pupuk daun dan 1,50 g/l ekstrak ragi. Konsentrasi yang efektif bagi waktu muncul tunas dan pertambahan jumlah daun yaitu 1 g/l pupuk daun dan 1,25 g/l ekstrak ragi. Konsentrasi pupuk daun 2 g/l dan ekstrak ragi 1,25 g/l merupakan konsentrasi terbaik bagi pertumbuhan jumlah akar anggrek hitam.Kata Kunci: Anggrek Hitam, Ekstrak Ragi, Media ½ Ms, Pupuk Daun

    KAJIAN KEBERADAAN BAKTERI PENGIKAT N BEBAS AZOTOBACTER PADA TANAH GAMBUT DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI DESA RASAU JAYA II KABUPATEN KUBU RAYA

    No full text
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji populasi bakteri Azotobacter pada lahan tanah gambut di perkebunan kelapa sawit. Lokasi penelitian di Desa Rasau Jaya II Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan adalah metode diagonal, agar sampel mewakili lahan yang ada. Sampel tanah utuh diambil menggunakan ring sampel. Parameter yang diamati dan dianalisis pada penelitian ini meliputi temperatur tanah, reaksi tanah (pH), C/N rasio, C-organik, N total, kadar air tanah, kedalaman permukaan air tanah, bobot isi, dan mengamati populasi bakteri pengikat N bebas Azotobacter, analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukan terdapat populasi Azotobacter pada lahan satu rata-rata 22,2 (x106) CFU/ml, lahan dua rata-rata 21,4 (x106) CFU/ml yang terendah pada lahan tiga rata-rata 7,8 (x106) CFU/ml.Kata kunci : Azotobacter, Gambut, Kelapa Sawi

    PENGARUH VARIETAS DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL GAMBAS DI TANAH GAMBUT

    Get PDF
    Tanaman Gambas (Luffa acutangula L.) merupakan tanaman sayuran merambat dengan alat pemegang berbentuk pilin, batang panjang dan kuat, dapat mencapai puluhan meter. Daerah asal gambas dari India, tanaman ini telah beradaptasi lama di daerah Asia Tenggara termasuk Indonesia. Buah gambas berkhasiat untuk membersihkan darah, selain berguna untuk obat, kulit buah yang telah kering baik sekali untuk penggosok tempat cucian. pemilihan varietas tanaman yang tidak tepat menjadi salah satu masalah dalam budidaya tanaman, pengunaan bahan tanam yang bukan berasal dari varietas unggul akan sangat berpengaruh bagi budidaya tanaman. pengaturan jarak tanam merupakan faktor penting dalam upaya meningkatan hasil dari tanaman. Jarak tanam yang terlalu jarang mengakibatkan besarnya proses penguapan air dari dalam tanah, sehingga proses pertumbuhan dan perkembangan terganggu. Penelitian ini telah dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Sungai Raya Dalam Ujung, Desa Punggur. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 9 Febuari sampai 30 April 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sebagai rancangan dasar. Sistem Jarak Tanam ditentukan sebagai petak utama (main plot) yang terdiri dari 3 taraf dan Varietas sebagai anak petak (sub plot) yang terdiri dari 3 taraf dan setiap kombinasi 9 perlakuan diulang sejumlah 3 (kelompok). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, berat buah perbuah, berat buah perpetak, panjang buah, diameter buah. Hasil penelitian menunjukkan varietas Hibrida Prima dengan jarak tanam 70 cm x 70 cm memberikan pertumbuhan yang terbaik dan jarak tanam 70 cm x 70 cm mampu memberikan hasil yang terbaik untuk tanaman gambas pada tanah gambut. Kata Kunci : Gambas, Gambut, Jarak Tanam, Varietas

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME PADA PEMBERIAN BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK P DI TANAH GAMBUT

    Get PDF
    Tanaman edamame (Glycine max (L.) Merill) merupakan tanaman multiguna yang memiliki peluang cukup besar untuk dikembangkan di Indonesia. Optimalisasi lahan gambut untuk areal produksi kedelai edamame dapat dilakukan dengan penambahan biochar yang memiliki sifat khelat yang dapat mengikat asam – asam organik yang bersifat racun bagi tanaman dan dapat meningkatkan ketersedian P. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh interaksi biochar sekam padi dan pupuk P dan mengetahui berapa dosis biochar sekam padi dan pupuk P yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai edamame di tanah gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan RAL yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu biochar sekam padi (b) sebagai petak utama yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua yaitu pupuk P (p) sebagai anak petak yang terdiri dari 3 taraf perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Jumlah keseluruhan tanaman terdapat 108 petak percobaan. Perlakuan tersebut terdiri dari b1p1 = biochar sekam padi 80 g/polybag + pupuk P 0,8 g/polybag, b1p2 = biochar sekam padi 80 g/polybag + pupuk P 1,2 g/polybag, b1p3 = biochar sekam padi 80 g/polybag + pupuk P 1,6 g/polybag, b2p1 = biochar sekam padi 120 g/polybag + pupuk P 0,8 g/polybag, b2p2 = biochar sekam padi 120 g/polybag + pupuk P 1,2 g/polybag, b2p3 = biochar sekam padi 120 g/polybag + pupuk P 1,6 g/polybag, b3p1 = biochar sekam padi 160 g/polybag + pupuk P 0,8 g/polybag, b3p2= biochar sekam padi 160 g/polybag + pupuk P 1,2 g/polybag, b3p3 = biochar sekam padi 160 g/polybag + pupuk P 1,6 g/polybag. Variabel pengamatan meliputi : tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah polong per tanaman (buah), berat polong per tanaman (g), dan berat polong isi per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar sekam padi 20 ton/ha dan pupuk P 150 kg/ha dapat meningkatkan jumlah polong yaitu 24,44 buah/tanaman, berat polong yaitu 75,61 g/tanaman, dan berat polong isi 67,58 g/tanaman.Kata kunci : Biochar, Gambut, Kedelai Edamame, Pupuk P

    PENGARUH JENIS PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA SISTEM DOUBLE ROW DI LAHAN GAMBUT

    Get PDF
    Tanaman jagung manis merupakan salah satu komoditas hortikultura yang telah banyak dibudidayakan. Satu diantara faktor pembatas pertumbuhan tanaman jagung manis adalah kesuburan tanah. Masalah utama dalam pemanfaatan lahan gambut adalah terbatasnya kemampuan kimia dan biologis tanah. Perlu dilakukan upaya pemanfaatan dan pengelolaan untuk memperbaiki kesehatan tanah, khususnya gambut diantaranya dengan menggunakan pupuk hayati (biofertilizer). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis pupuk hayati yang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik pada tanaman jagung manis dengan sistem tanam double row di lahan gambut. Penelitian dilaksanakan di Lahan Pertanian Patok 28 Desa Rasau Jaya II, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 9 Juli – 17 September 2022. Penelitian menggunakan metode eksperimen pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan yang diulang sebanyak 6 kali. Perlakuan yang dimaksud yaitu: A = Pupuk Hayati Bioboost, B = Pupuk Hayati Biokonversi, C = Pupuk Hayati PGPR dan D = Pupuk Hayati Tricoderma. Variabel pengamatan terdiri dari yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang daun, luas daun, berat segar tanaman, berat kering tanaman, volume akar, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah baris per petak dan berat tongkol per petak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jenis pupuk hayati Bioboost, Biokonversi, Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Tricoderma harzianum dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis.Kata Kunci : Double Row, Jagung Manis, Lahan Gambut, Pupuk Hayat

    PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PUTIH TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK NPK DAN POC KULIT PISANG PADA TANAH ALUVUAL

    Get PDF
    Tanaman lobak putih adalah salah satu tanaman sayuran yang dikonsumsi bagian daun dan umbinya. Produksi lobak di Kalimantan Barat tahun 2020 sebesar 2,8 ton/ha sedangkan pada tahun yang sama produktifitas hanya 16 ton/ha. Rendahnya produktivitas tanaman lobak salah satunya disebabkan masih kurang tepatnya teknik budidaya yang digunakan. Peningkatan produktifitas dapat dilakukan dengan memperbaiki kesuburan media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk NPK dan konsentrasi POC kulit pisang yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak putih pada tanah aluvial. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan yaitu kombinasi dosis pupuk NPK dan POC kulit pisang, terdiri dari 5 taraf perlakuan dan 5 ulangan, sehingga terdapat 25 satuan percobaan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga jumlah tanaman yaitu 100 tanaman. Taraf perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut: P1= 100 kg/ha NPK Setara dengan 0,4 g/polybag + 500 ml/l POC Kulit Pisang, P2 = 250 kg/ha NPK Setara dengan 1 g/polybag + 400 ml/l POC Kulit Pisang, P3= 400 kg/ha NPK Setara dengan 1,6 g/polybag + 300 ml/l POC Kulit Pisang, P4= 550 kg/ha NPK Setara dengan 2,2 g/polybag + 200 ml/l POC Kulit, Pisang P5= 700 kg/ha NPK Setara dengan 2,8 g/polybag + 100 ml/l POC Kulit Pisang. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah : Panjang umbi, Diameter umbi, luas daun, Berat segar tanaman, Berat segar umbi, Berat kering bagian atas, Berat kering umbi. Berdasarkan hasil penelitian kombinasi pupuk NPK dan POC kulit pisang berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan yaitu berat segar tanaman, berat kering bagian atas, berat kering umbi, berat segar umbi, luas daun, panjang umbi dan diameter umbi. Kombinasi 700 kg/ha pupuk NPK + 100 ml/l POC merupakan perlakuan hasil lobak tertinggi pada tanah alluvial. Kata Kunci     : Lobak Putih, Pupuk NPK, POC Kulit Pisang, Tanah Aluvial

    AKTIVITAS HERBISIDA CAMPURAN GLIFOSAT DAN 2,4-D AMINA TERHADAP KENTOSAN

    Get PDF
    Kentosan berasal dari biji kelapa sawit yang tumbuh di piringan dan gawangan yang dapat mengganggu aktivitas perawatan tanaman kelapa sawit. Pengendalian kentosan dapat dilakukan dengan beberapa metode salah satunya dengan penggunaan herbisida. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat aktivitas herbisida campuran bahan aktif glifosat 480 g/l dan 2,4-d amina 865 g/l terhadap kentosan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2021 selama 3 bulan di Rumah Kawat dan Laboratorium Pestisida Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 5 perlakuan, 5 ulangan. Variabel yang diamati yaitu gejala keracunan dan bobot kering kentosan setelah aplikasi herbisida. Hasil penelitian menunjukkan herbisida campuran berbahan aktif glifosat + 2,4-d amina menunjukkan nilai indek kombinasi sebesar 0,83 (IK ≤ 1) sehingga herbisida campuran bersifat tidak antagonis.Kata kunci : 2,4-D Amina ,Herbisida Campuran, Glifosat, Kentosan, Pengendalia

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI CAISIM TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA TANAH GAMBUT

    Get PDF
    Tingginya permintaan pasar terhadap sawi caisim perlu diimbangi dengan peningkatan produksi salah satunya dengan memanfaatkan lahan gambut dan pemberian pupuk organik cair. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis pupuk organik cair terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi caisim pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan pada lahan yang terletak di Jl. Reformasi, Kota Pontianak. Waktu penelitian mulai dari 23 Agustus - 13 Oktober 2020. Metode yang digunakan rancangan acak lengkap yaitu pemberian berbagai dosis pupuk organik cair dengan 6 taraf g1 (1 cc/l air); g2 (2 cc/l air); g3 (3 cc/l air); g4 (4 cc/l air); g5 (5 cc/l air); g6 (6 cc/l air); Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, dan terdiri dari 4 sampel tanaman. Variabel yang diamati adalah jumlah daun, jumlah klorofil daun, luas daun, volume akar, bobot kering tanaman dan bobot segar tanaman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis pupuk organik cair pada tanaman sawi caisim dapat meningkatkan pertumbuhannya dengan tolak ukur: jumlah daun, jumlah klorofil daun, luas daun, volume akar, bobot kering tanaman dan bobot segar tanaman. Dosis yang efektif ditunjukkan pada pemberian 4 cc/l air berdasarkan potensi hasil tanaman sawi caisim yaitu bobot segar tanaman dengan rata-rata 39,19 gram. Kata Kunci : pupuk organik cair, sawi caisim, tanah gambu

    PENGARUH KOMBINASI BOKASHI AMPAS SAGU DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT PADA TANAH ALUVIAL

    Get PDF
    Cabai rawit (Capsicum frustescens L.) merupakan komoditi hortikultura yang memiliki fluktuasi harga yang paling tinggi jika dibandingkan dengan komoditi hortikultura lainnya. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis kombinasi bokashi ampas sagu dan NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan yang berlokasi di Jalan Pramuka, Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat yang dilaksanakan dari tanggal 11 Januari sampai dengan 17 April 2022. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah benih cabai rawit varietas Dewata 43 F1, tanah aluvial, bokashi limbah ampas sagu, NPK, kapur dolomit, polybag, pestisida dan lanjaran. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah cangkul, parang, ayakan, terpal, gembor, paranet, meteran, kertas label, penggaris, corong, jerigen, timbangan digital, timbangan duduk, hand sprayer, termohigrometer, tali rapia, ember, oven, gunting, kamera, pulpen dan buku tulis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali dan terdiri atas 4 tanaman sampel sehingga seluruhnya terdiri atas 100 tanaman sampel. Adapun perlakuannya adalah sebagai berikut b1= 0 ton/ha Bokashi Ampas Sagu  + NPK 100%, b2 = 10 ton/ha Bokashi Ampas Sagu + NPK 75%, b3 = 20 ton/ha Bokashi Ampas Sagu + NPK 50%, b4 = 30 ton/ha Bokashi Ampas Sagu + NPK 25% dan b5 = 40 ton/ha Bokashi Ampas Sagu + NPK 0%. Pelaksanaan penelitian meliputi pembuatan bokashi ampas sagu, pembersihan lahan, persemaian benih, persiapan tanah aluvial, pemberian kapur dolomit dan bokashi ampas sagu, penanaman, pemberian NPK, pemeliharaan tanaman dan panen. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah) dan berat buah per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi yang paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah aluvial yaitu kombinasi bokashi ampas sagu 20 ton/ha dan NPK  50%.Kata Kunci: Bokashi Ampas Sagu, Cabai Rawit, NPK, Tanah Aluvia

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇