Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    Pengaruh Herbisida Atrazin dan Mesotrion serta Campurannya terhadap Rumput Tuton Echinochola colona

    No full text
    Gulma merupakan tumbuhan yang merugikan kepentingan manunsia. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh herbisida atrazin dan mesotrion serta campurannya terhadap gulma Echinochloa colona. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Pestisida Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak pada September November 2019. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Herbisida yang digunakan atrazin, mesotrion dan campurannya. Perlakuan setiap herbisida terdiri dari 5 taraf dosis, ditambah kontrol, dengan 5 ulangan pada setiap perlakuan. Itensitas keracunan gulma dan data bobot kering gulma diamati. Analisis probit mengunakan untuk aplikasi SAS. Herbisida mesotrion dengan dosis 0,63 1/ha, 1,25 1/ha dan 2,5 1/ha dapat menghambat pertumbuhan gulma Echinochloa colona, tetapi tidak dapat membunuh gulma secara tuntas. Penggunaan herbisida atrazin lebih baik dibandingkan herbisida mesotrion

    Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Padi Ladang di Desa Engkangin Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak

    No full text
    ABSTRAKTanah adalah sumber daya fisik yang penting untuk perencanaan penggunaan lahan. Pemahaman petani yang terbatas tentang pengelolaan lahan tanpa memperhatikan kelanjutan lahan. Evaluasi kesesuaian lahan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan menentukan kelas kesesuaian lahan. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui sub kelas kesesuaian lahan untuk tanaman padi ladang. Penelitian di lakukan di Desa Engkangin, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak dan di rekomendasikan untuk menyelesaikan faktor-faktor penghambat tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei tanah dan analisis sampel tanah. Hasil Penelitian menunjukan bahwa memiliki 1 SPT, Typic Hapludults. Berdasarkan kriteria kesesuaian lahan, tanah termasuk kelas kesesuaian lahan aktual N-f, r yang merupakan sebagai faktor penghambat yaitu pH tanah dan drainase tanah. kelas kesesuaian lahan potensial termasuk S2, (sesuai marginal). Pembangunan saluran irigasi dan pengapuran sebagai rekomendasi untuk meningkatkan produktivitas padi ladan

    PENGARUH BOKASI BERANGKASAN TEBU DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI PADA TANAH ALUVIAL

    Get PDF
    Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tumbuh kedelai dihadapkan pada beberapa kendala seperti struktur tanah yang pejal dan ketersediaan unsur hara yang rendah. Kendala tersebut dapat diatas dengan pemberian bokasi berangkasan tebu dan pupuk NPK. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan  dosis bokasi berangkasan tebu yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai pada tanah aluvial, untuk mendapatkan dosis pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai pada tanah aluvial, dan untuk mendapatkan interaksi bokasi berangkasan tebu dan pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil kedelai yang terbaik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Parit Buluh, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung dari Tanggal 28 Desember 2021 – 30 April 2022. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan dan diperoleh 9 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Faktor pertama bokasi berangkasan tebu terdiri dari 3 taraf yaitu t1=10 ton/ha, t2=15 ton/ha, dan t3=20 ton/ha. Faktor kedua pupuk NPK terdiri dari 3 taraf yaitu n1=250 kg/ha, n2=450 kg/ha, dan n3=650 kg/ha. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, klorofil daun, bintil akar, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat biji kering per tanaman, dan berat 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan bokasi berangkasan tebu dengan dosis 15 ton/ha merupakan dosis yang paling efektif terhadap variabel berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman dan berat biji kering per tanaman kedelai pada tanah aluvial. Dosis pupuk NPK 650 kg/ha merupakan dosis yang paling efektif terhadap tinggi tanaman kedelai terhadap 2 MST dan 4 MST pada tanah aluvial. Dosis bokasi berangkasan tebu 10 ton/ha dan pupuk NPK 650 kg/ha memberikan interaksi yang efektif terhadap tinggi tanaman kedelai 3 MST pada tanah aluvial

    Pengaruh Pupuk Hayati dan Rock Fosfat terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah (Arachis hipogea L.) pada Tanah Gambut

    No full text
    Kacang tanah (Arachis hipogea L.) merupakan komoditi yang bernilai ekonomis yang dapat di konsumsi langsung ataupun untuk kebutuhan industri.Gambut merupakan material bahan organik yang tertimbun secara alami dalam keadaan basah yang berlebihan, dan sedikit mengalami perombakan. Kendala budidaya kacang tanah pada lahan gambut bergantung pada tingkat kematangan media gambut. Pengolahan media gambut agar sesuai dengan syarat tumbuh tanaman kacang tanah dapat dilakukan dengan penambahan pupuk hayati dan pemupukan rock fosfat (RP). Pemberian pupuk hayati pada gambut dengan pH optimal akan menambah keragaman mikrobia dalam pembentukan unsur hara agar tersedia bagi tanaman. Rock fosfat (RP) merupakan bahan baku utama pembuatan pupuk SP dan umumnya kadar P2O5 pada RP dibawah 30% sehingga penggunaanya relatif lebih banyak dari pupuk P lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kombinasi pupuk hayati dan rock fosfat (RP) terhadap ketersediaan unsur hara P serta efisiensi dalam penggunaan RP terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Sepakat 2 Gg. Racana Untan Pontianak. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2020 – 7 Februari 2021. Penelitian ini menggunakan metode split-plot Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 2 faktor dengan faktor (m) 2 taraf yaitu: m0 = Pupuk hayati 0 g/kg benih kacang tanah, m1 = Pupuk hayati 5 g/kg benih kacang tanah dan faktor (p) 4 taraf yaitu: p0 = 0 g/petak rock fosfat setara dengan 0 kg/ha, p1= 5 g/petak rock fosfat setara dengan 50 kg/ha, p2=  15 g/petak rock fosfat setara dengan 150 kg/ha, p3= 25 g/petak rock fosfat setara dengan 250 kg/ha. Variabel pengamatan yang dilakukan yaitu: tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, berat polong kering tanaman, berat biji kering per tanaman, berat 100 butir biji kering dan serapan P. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka kesimpulannya adalah (1) Pemberian pupuk hayati dan rock phospat dapat meningkatkan serapan unsur hara P pada tanah gambut, (2) Penggunaan pupuk rock phospat dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang tanah pada tanah gambut yaitu berat kering tanaman, berat polong kering tanaman dan berat biji kering tanaman

    EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KARET DAN PADI DI DESA LEMBAH BERINGIN KECAMATAN NANGA MAHAP

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan kelas kesesuaian lahan aktual dan sub  kelas kesesuaian  lahan potensial untuk tanaman karet dan padi serta memberikan saran perbaikan sesuai dengan faktor pembatas untuk kelas kesesuian lahan potensial. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survey dan analisis tanah di laboratorium. Hasil penelitian menunjukan Pada lokasi penelitian terdapat 2 satuan peta tanah (SPT). SPT 1 (Typic Dystrudepts) memiliki topografi datar (3-5%), berdrainase baik, memiliki kelas kesesuaian lahan aktual S3-wa,na untuk tanaman karet dan S3-nr,na untuk tanaman padi. SPT 2 (Typic Udurtens) memiliki tofografi datar (3-5%), berdrainase baik, memiliki kelas kesesuaian lahan aktual S3-wa,rc,na untuk tanaman karet dan S3-rc,nr,na untuk tanaman padi. Pada lokasi penelitian untuk meningkatkan kelas kesesuaian lahan perlu dilakukan perbaikan-perbaikan seperti pemberian kapur untuk memperbaikai pH tanah. Pengelolaan tata air untuk mengendalikan kelebihan air. Kata Kunci : Aktual, Evaluasi Kesesuaian Lahan, Potensia

    PEMETAAN STATUS UNSUR HARA FOSFOR (P) DAN KALIUM (K) PADA LAHAN KELAPA SAWIT MENGHASILKAN DI WILAYAH PERKEBUNAN PT.KARYASUKSES UTAMA PRIMA

    No full text
    Perlunya inventarisasi status unsur hara P dan K untuk mengetahui sebaran beserta luasan yang terapat di PT. KSUP merupakan latar belakang dari penelitian ini. Status unsur hara di dalam tanah dapat diketahui melalui survei langsung dan analisis di laboratorium kemudian disajikan dalam bentuk peta untuk mengetahui sebaran dan luasannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan status unsur hara P dan K yang terdapat di lokasi penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei lapangan dengan mengambil sampel tanah secara komposit yang yang kemudian dilanjutkan dengan analisis laboratorium. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-30 cm sebanyak 32 titik sampel, yaitu 31 titik diperoleh dari blok dan 1 titik pada area sekitar kebun (hutan).Hasil penelitian menunjukkan reaksi tanah (pH) lokasi penelitian sangat asam hingga asam 3,93-4,64, P-tersedia sangat rendah hingga rendah 6,42-25,24 ppm, P-total berkriteria sangat rendah hingga sangat tinggi 2,36-93,85 ppm, K-dd berkriteria sangat rendah hingga sedang 0,04-0,45 mg/100gr dan K-total berkriteria sangat rendah hingga sedang 3,01-30,28 mg/100gr. Hasil overlay menunjukkan status dengan kriteria sangat rendah hingga rendah yang didominasi oleh status sangat rendah 249 Ha (56,28 %). Kata kunci : Pemetaan Unsur Hara, Unsur Hara Fosfor dan Kalium, Tanaman Kelapa Sawit, Sistem Informasi Geografi

    PENINGKATAN VIABILITAS DAN VIGOR BENIH PORANG MELALUI BERBAGAI MEDIA MATRICONDITIONING

    Get PDF
    Porang (Amorphophallus onchophyllus) adalah komoditi tanaman yang termasuk ke dalam famili Araceae dan merupakan tumbuhan semak (herba) dengan umbi tunggal di dalam tanah. Tanaman porang saat ini sedang eksis karena khasiatnya sehingga banyak dicari, banyak orang berlomba-lomba menanamnya karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Secara generatif perkembangbiakan porang dapat menggunakkan biji atau buah. Benih tanaman porang mengalami masa istirahat/dormansi selama 1-2 bulan sejak mulai memasuki musim tanam, selain itu pertumbuhannya tidak seragam, untuk mengatasi hal tersebut tanaman porang diperlukan perlakuan khusus untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih porang. Meningkatkan viabilitas dan vigor benih dapat diusahakan dengan memaksimalkan perlakuan matriconditioning, adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui media matriconditioning yang terbaik dalam meningkatkan viabilitas dan vigor benih porang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti adalah Media Matriconditioning, terdiri dari 4 perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Perlakuan dimaksud adalah: A= Kontrol (tanpa perlakuan), B= 10 biji porang + 1,7 gr abu kayu + 0,6 ml air, C= 10 biji porang + 1 gr abu sekam padi  + 0,6 ml air, D= 10 biji porang + 1 gr abu tempurung kelapa + 0,5 ml air. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan berbagai media matriconditioning terhadap perkecambahan benih porang tidak memberikan pengaruh nyata pada variabel indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan panjang radikula, tetapi hanya berpengaruh nyata terhadap variabel panjang plumula yaitu pada perlakuan kontrol, abu kayu halus + air, abu sekam padi halus + air berbeda nyata dengan perlakuan abu tempurung kelapa + air. Sehingga hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa belum ditemukan media matriconditioning terbaik untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih porang. Hal ini disebabkan karena perlakuan yang diberikan pada benih porang kurang tepat, benih yang digunakan sudah memasuki waktu untuk berkecambah, sehingga memberikan respon yang sama bagi semua perlakuan.Kata kunci: Abu kayu, Abu sekam padi, Abu tempurung kelapa, Matriconditioning, Poran

    PENGARUH KOMPOS SOLID PLUS (KOSPLUS) TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG MANIS DI TANAH GAMBUT

    Get PDF
    ABSTRAK Kebutuhan ekspor jagung di Indonesia mengalami penurunan sebesar 17,25% sehingga perlu adanya usaha untuk meningkatkan ketersediaan jagung di Indonesia. Tanah gambut mempunyai potesi untuk di jadikan lahan pertanian sehingga dapat meningkatkan ketersediaan jagung di Indonesia, namun kendala utama dalam budidaya tanaman jagung pada tanah gambut memiliki reaksi tanah masam dan ketersediaan unsur hara yang rendah. Hal tersebut perlu adanya usaha pemupukan satu diantaranya pemberian KOSPLUS menjadi alternatif pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk KOSPLUS terhadap ketersediaan unsur hara N, P, K dan tinggi tanaman jagung manis di tanah gambut. Hipotesis penelitian ini KOSPLUS berpengaruh terhadap unsur hara N, P, K tanah gambut dan pertumbuhan vegetatif maksimum tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura sebagai tempat penyimpanan polybag dan analisis unsur hara di Laboratorium Kimia Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura sejak 12 Maret sampai 26 Juni 2021. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Eksperimen Lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), perlakuan yang diuji meliputi, P0 (Tanpa Perlakuan), P1 (280 g/polybag), P2 (560 g/polybag), P3 (830 g/polybag), P4 (1.100 g/polybag), P5 (1.390 g/polybag). Terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 kali ulangan Jadi jumlah keseluruhan terdapat 24 polybag. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian KOSPLUS dengan dosis 830 g/polybag pada perlakuan P3 mampu meningkatkan pH tanah, C-Organik tanah, N-total tanah, P-tersedia tanah, K- tersedia tanah, Tinggi tanaman sebesar 22% - 49%. Kata kunci: Kompos Solid Plus (KOSPLUS), Ketersediaan hara NPK, Tanah gambut

    STATUS KESUBURAN TANAH SAWAH PASANG SURUT DI DESA PASIR KECAMATAN MEMPAWAH HILIR KABUPATEN MEMPAWAH

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari status kesuburan tanah  Sawah  Pasang Surut  berdasarkan  tipe luapan  sebagai  pertimbangan  dalam pengelolaan lahan dan memberikan saran pemupukan untuk sawah pasang surut di Desa Pasir. Metode penelitian ini merupakan survey lapangan dengan sistem grid. Pengambilan sampel pada kedalaman 0 - 20 cm pada ketiga tipe luapan sawah yaitu tipe luapan A, B, dan C dan dianalisis di laboratorium. Parameter tanah yang diukur yaitu pH tanah, C-organik, N-total, P-total, dan K-dd, K2O Mg-dd, KTK, KB. Hasil penelitian menunjukan kesuburan tanah sawah pada tipe luapan A, B, dan C memiliki kriteria rendah. Kesuburan tanah tergolong rendah disebabkan oleh nilai KTK, KB, P- total dan C-organik, tanah yang rendah. Upaya dalam memenuhi unsur hara yang terdapat pada lahan tersebut diberikan saran pemupukan yang diberikan dalam upaya memperbaiki unsur hara pada lahan penelitian yaitu : pada sawah tipe luapan A 282,60 kg/Ha pupuk urea, pupuk SP-36 dengan dosis 112,41 kg/Ha dan pupuk KCL dengan dosis 292,15 kg/Ha. Pada sawah tipe luapan B, 271,73 kg/Ha pupuk urea, pupuk SP-36 dengan dosis 115,02 kg/Ha dan pupuk KCL dengan dosis 334,75 kg/Ha. Sawah tipe luapan C dengan dosis 280,43 kg/Ha urea pupuk SP-36 dengan dosis 58,63 Kg/Ha dan pupuk KCL disarankan untuk memberikan pupuk sebanyak 254,49 kg/Ha.Kata kunci: Tanah Sawah, Pasang Surut, Tipe Luapan, Kesuburan Tanah, Mempawa

    PERCEPATAN PERTUMBUHAN SETEK KRATOM TERHADAP PEMBERIAN ZPT GIBERELIN BERBAGAI KONSENTRASI

    Get PDF
    Kratom merupakan stimulan yang dapat meningkatkan konsentrasi dan energi jika dikonsumsi dengan dosis rendah. Tingginya nilai ekonomi kratom sebagai obat herbal meningkatkan permintaan ekspor dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan budidaya pada tanaman kratom. Pembibitan kratom biasanya dilakukan secara generatif menggunakan bibit dan jarang sekali dilakukan secara vegetatif. Pembibitan secara vegetatif memiliki beberapa keuntungan antara lain tidak membutuhkan waktu lama untuk panen dan memiliki sifat genetik yang sama dengan induk sehingga sifat unggul dari induk akan dapat dipertahankan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memacu pertumbuhan pada setek kratom adalah pengaplikasian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) giberelin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi ZPT giberelin yang terbaik terhadap pertumbuhan setek kratom. Penelitian ini dilakukan di rumah penelitian yang terletak di Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak selama 6 minggu mulai dari bulan November-Desember 2021. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima taraf perlakuan konsentrasi giberelin yaitu b0= 0 ppm, b1= 50 ppm (0,05 g/l), b2= 100 ppm (0,10 g/l), b3= 150 ppm (0,15 g/l), b4= 200 ppm (0,20 g/l). Setiap unit perlakuan diulang sebanyak 5 kali dengan setiap perlakuan terdapat 4 sampel tanaman sehingga terdapat 100 tanaman. Variabel yang diamati diantaranya jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan pemberian ZPT giberelin konsentrasi 0 ppm, 50 ppm dan 100 ppm mampu meningkatkan jumlah daun pada setek kratom.Kata Kunci: giberelin, herbal, obat, setek kratom, vegetatif, zat pengatur tumbu

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇