Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
1262 research outputs found
Sort by
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KOPI (Coffea Canephora) DI PUNGGUR KECIL KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT
Evaluasi lahan adalah penilaian sumber daya lahan untuk tujuan tertentu dengan menggunakan suatu pendekatan atau cara yang sudah teruji. Petani kopi di Kubu Raya masih menghadapi sejumlah persoalan, salah satunya yakni produktivitas kopi segar hanya sekitar tiga ton per hektar terlebih lagi karakteristik pada lahan lokasi penelitian masih belum diketahui. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan data informasi mengenai sifat fisik dan kimia tanah yang dapat memberikan solusi pertumbuhan dan produktivitas tanaman kopi. Penelitian dilakukan di Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat dengan tahapan pengumpulan data dan informasi, survei pendahuluan, survei dan pengambilan sampel tanah di lapangan, analisis lapangan analisis laboratorium serta pengolahan data dan penyajian hasil. Kegiatan evaluasi lahan ini dilakukan dengan luasan 60 hektar dengan jumlah 12 titik pengamatan dengan setiap titik pengamatan mewakili 5 hektar lahan penelitian. Hasil penilaian kesesuaian lahan aktual untuk tanaman kopi menunjukkan bahwa pada lahan penelitian memiliki faktor pembatas S3-nr,wa. Faktor pembatas S3-nr,wa dengan faktor pembatas kelembaban, kejenuhan, pH H2O dan K-dd. Usaha perbaikan yang dapat dilakukan adalah pengolahan lahan berkelanjutan dilakukan untuk mengatasi faktor kedalaman gambut dan rekomendasi ameliorant untuk mengatasi pH, kematangan gambut dan kejenuhan basa. Jika dikaitkan dengan fakta yang ada di lapangan kelas kesesuaian lahan potensialnya bisa mencapai kelas sesuai (S3)
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PADA TANAH ALUVIAL
Lobak (Raphanus sativus L.) merupakan tanaman yang termasuk familia Cruciferae berbentuk umbi seperti wortel dan berwarna putih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara pupuk kandang ayam dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah aluvial serta mendapatkan dosis interaksi yang terbaik dari pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpuran Pontianak berlangsung pada 4 April 2023 – 7 Mei 2023. Penelitian ini merupakan eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu pupuk kandang ayam (A) dan pupuk hayati (P), masing-masing terdiri dari 3 taraf perlakuan. Setiap unit perlakuan terdiri dari 3 sampel tanaman dan diulang 3 kali. sehingga jumlah seluruh tanaman yaitu 81 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu faktor pertama pemberian pemberian pupuk kandang ayam dengan 3 dosis taraf perlakuan yaitu 80 g/polybag; 120 g/polybag; 160 g/polybag. Faktor kedua yaitu pemberian pupuk hayati yang terdiri dari 3 taraf konsentrasi yaitu 5 ml/L air; 10 ml/L air; 15 ml/L air. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, luas daun, berat kering tanaman, panjang umbi, berat segar tanaman, dan berat segar umbi. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan varians (uji F taraf 5%). Apabila uji F menunjukkan adanya pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi antara pupuk kandang ayam dosis 30 ton/ha setara dengan 120 g/polybag dan pupuk hayati konsentrasi 15 ml/L air memberikan pertumbuhan dan hasil lobak yang terbaik pada tanah aluvial
Inventarisasi Jenis Ikan Hasil Tangkapan Nelayan Di Taman Nasional Danau Sentarum
Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) terletak di dataran banjir Sungai Kapuas di Kalimantan Barat. Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) seluas 132.000 hektar terdiri atas sekumpulan danau musiman dan beberapa formasi hutan rawa yang unik dan kaya akan keanekaragaman hayati (Giesen and Aglionby). Selain itu, di dalam kawasan terdapat juga beberapa bukit yang merupakan habitat dari hutan meranti dan kerangas. Sejak tahun 194, kawasan ini telah dinyatakan sebagai situs ramsar, sebagai bukti pengakuan masyarakat internasional sebagai lahan basah yang penting bagi pelestarian keanekaragaman hayati. Taman Nasional Danau Sentarum mendukung industri perikanan tradisional skala besar dan menjadi penyumbang sumberdaya perikanan air tawar terbesar di Kalimantan Barat. Taman Nasional Danau Sentarum adalah tempat hidup ikan arwana (Scleropages formosus) jenis super merah (super red dragon fish) yang harganya sangat mahal, dan termasuk dalam daftar CITES. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis ikan hasil tangkapan nelayan di Taman Nasional Danau Sentarum Kapuas Hulu. Penelitian telah dilaksanakan selama 2 bulan di Taman Nasional Danau Sentarum dan identifikasi ikan di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive berdasarkan informasi dari masyarakat dan hasil penelitian terdahulu. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan survey lapangan, pengambilan dan pemeriksaan sampel ikan dan kualitas fisika dan kimia perairan. Variabel pengamatan dilakukan dengan pengamatan jenis ikan, jumlah individu disetiap spesies, parameter fisika dan kimia perairan Danau Sentarum, pemanfaatan ikan dan status konservasi. Berdasarkan hasil penelitian hasil penelitian tangkapan nelayan di Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), ditemukan ikan sebanyak 17300 ekor yang termasuk kedalam 69 spesies dan 22 famili. Ikan famili Cyprinidae yang paling banyak diperoleh yaitu 29 spesies.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAN FREKUENSI PEREBUSAN TERHADAP FISIKOKIMIA DAN SENSORI SIRUP BUAH LAKUM (VITIS DIFFUSA)
Lakum (Vitis diffusa) merupakan sejenis tumbuhan liar yang menjalar dan dijumpai pada kawasan Kalimantan dan Malaysia. Pengolahan buah lakum menjadi sirup mempunyai kendala karena rasa buahnya yang gatal jika dimakan langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dan frekuensi perebusan pada pembuatan sirup buah lakum yang mempunyai sifat fisikokimia dan sensori yang baik. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri 2 faktor. Faktor pertama lama perendaman dalam air garam (1 jam, 2 jam dan 3 jam) dan faktor kedua frekuensi perebusan (1 kali, 2 kali dan 3 kali). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA). Dari hasil analisa jika menunjukkan beda nyata dilakukan uji lanjut dengan BNJ (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sirup buah lakum mempunyai kadar vitamin C 3,13 – 4,69mg/100g, pH 2,04 – 2,17, total asam 2,25 – 3,38%, dan kalsium oksalat 7,91 – 9,17%. Perlakuan terbaik sirup buah lakum terdapat pada perlakuan lama perendaman 1 jam dengan frekuensi perebusan 1 kali memiliki karakter fisikokimia vitamin C 5,43mg/100g, pH 2,01, total asam 1,49%, dan kalsium oksalat 9,17% sedangkan karakter sensori adalah tingkat keasaman 3,28 (agak asam), warna 2,64 (agak kemerahan), rasa 3,76 (agak manis) dan kesukaan 3,40 (agak suka).Kata kunci : fisikokimia, frekuensi perebusan, lama perendaman, sensori, sirup buah laku
PENGARUH PUPUK MAJEMUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI Putih PADA TANAH ALUVIAL
Paulus Runggah(1), Rahmidiyani (2), Dwi Zulfita (2) (1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak Pupuk majemuk merupakan pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara.Pupuk majemuk biasanya paling sedikit terdiri dari dua unsur hara. Pupuk phonska mengandung unsur N, P, K dan S disebut pupuk phonska majemuk. Tanaman sawi putih merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, banyak dikonsumsi oleh masyarakat dan mengandung gizi yang cukup tinggi.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pupuk majemuk phonska terhadap pertumbuhan dan hasil sawi putih pada tanah aluvial, mengetahui dosis pupuk majemuk phonska yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi putih pada tanah aluvial. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) dalam 1 faktor yang terdiri dari 5 taraf untuk perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali, setiap ulangan terdiri dari 3 sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu p0 (tanpa pemberian pupuk majemuk phonska), p1 (1,5 g/polybag), p2 (3 g/polybag), p3 (4,5 g/polybag), p4(6 g/polybag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun (helai), volume akar (cm3), berat segar tanaman (g), berat kering tanaman (g), pengamatan suhu dan kelembaban di lapangan. Hasil penelitian menunjukan pemberian pupuk majemuk phonska memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman yang berbeda nyata pada tanah aluvial. Dosis pupuk majemuk phonska yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi putih pada tanah aluvial adalah 1,5 g/polybag. Kata kunci : Aluvial, Sawi Putih, Pupuk Majemu
Pengaruh Kompos Bungkil Kopra Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat Pada Tanah Podsolik Merah Kuning
THE INFLUENCE OF COPRA MEAL COMPOST TO GROWTH AND YIELD OF TOMATO PLANTS ON RED-YELLOW PODZOLIC SOILS Mirnawati Yulia (1), Dini Anggorowati (2), Asnawati (2) (1)Student of Agriculture Faculty (2) Lecturers of Agriculture Faculty Tanjungpura University Pontianak ABSTRACT The purpose of conducting this research was to know the influence of copra meal compost to the growth and yield of tomato plants on red-yellow podzolic soils. The research was done at the Experimental Garden of Agriculture Faculty of Tanjungpura University, Pontianak. It was held from July 10th, 2013 and ended on October 12th, 2013. The research was Completely Randomized Design which consists of 5 treatment and 5 replications, each replication consisted of 4 samples of plants. The treatment given is k1 (690 g/polybag which equivalent to 5% of organic material), k2 (1.433 g/polybag which equivalent to 10% of organic material), k3 (2.177g/polybag which equivalent to 15% of organic material), k4 (2.920 g/polybag which equivalent to 20% of organic material), and k5 (3.664 g/polybag which equivalent to 25% of organic material). The variables that were observed in this research were plant height (cm), chlorophyll leaves (SPAD units), leaf area (cm2), root volume (cm3), top dry weight of plant (g), root dry plant (g), days to flowering (DAP), harvesting (DAP), number of fruits for each plant (fruit), fruit weight for each unit (g), weight for each fruit (g), fruit diameter (cm), and the environment observation. The research finding indicated that copra meal compost could improved the growth and yield of tomato plants on red-yellow podzolic soils. Meanwhile, the efficient dose of copra meal compost to be given to tomato plants was 1.433 g/polybag which equivalent to 10% of organic material. Keywords : red-yellow podzolic soils, tomato, copra meal compos
PENGARUH PEMBERIAN BOKASI KULIT PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN DI TANAH GAMBUT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokasi kulit pisang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan di tanah gambut. Penelitian dilaksanakan dikebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian dilaksanakan mulai dari tanggal 14 Desember 2013 sampai dengan tanggal 26 Januari 2014. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan dan 5 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman jadi terdapat 100 polibag tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah b1 = 225 g bokasi kulit pisang/ polibag, b2 = 300 g bokasi kulit pisang/ polibag, b3 = 375 g bokasi kulit pisang/ polibag, b4 = 450 g bokasi kulit pisang/ polibag, b5 = 525 g bokasi kulit pisang/ polibag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah berat segar bagian atas tanaman (gram), kehijauan daun ( Spad unit), volume akar ( cm3), luas daun( cm2), berat kering tanaman (gram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi kulit pisang memberikan pengaruh nyata terhadap berat segar tanaman, dan berpengaruh tidak nyata terhadap kehijauan daun, volume akar, luas daun, dan berat kering tanaman
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH GAMBUT
Edamame (Glycine max (L.) Merill) adalah jenis kedelai kategori sayuran yang memiliki ukuran biji lebih besar, memiliki nilai gizi yang baik untuk kesehatan dan memiliki peluang pasar yang besar. Pemanfaatan tanah gambut sebagai lahan budidaya dihadapkan dengan faktor penghambat yaitu tingkat C-organik yang tinggi dan kandungan hara yang rendah. Masalah tersebut perlu diatasi dengan memberikan pupuk hayati dan pupuk NPK. Mikroba yang terkandung dalam pupuk hayati dapat mempercepat proses perombakan bahan organik tanah gambut, dapat menyediakan hara bagi tanaman dan menghasilkan hormon pertumbuhan. Pupuk NPK merupakan unsur hara makro yang dapat diserap tanaman secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi pupuk hayati dan dosis pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah gambut. Penelitian ini berlangsung sejak tanggal 14 Februari sampai 8 Juli 2022, di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu pupuk hayati (p) sebanyak 3 taraf dan faktor kedua yaitu pupuk NPK (n) sebanyak 3 taraf sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan memiliki 3 ulangan dan 4 tanaman sampel sehingga terdapat 108 unit tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu p1 = pupuk hayati 5 ml/l, p2 = pupuk hayati 10 ml/l, p3 = pupuk hayati 15 ml/l, n1 = pupuk NPK 200 kg/ha, n2 = pupuk NPK 300 kg/ha, n3 = pupuk NPK 400 kg/ha. Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, umur berbunga, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong segar, jumlah polong isi, bobot polong segar dan jumlah bintil akar. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi pupuk hayati dan dosis pupuk NPK memberikan interaksi terhadap variabel volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong segar dan jumlah polong isi. Pupuk hayati dengan konsentrasi 15 ml/l dan dosis NPK 200 kg/ha merupakan perlakuan paling efektif meningkatkan hasil tanaman yaitu jumlah polong segar per tanaman dan jumlah polong isi kedelai edamame yang ditanam pada tanah gambut
PERANAN BOKASHI TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K PADA PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG MANIS DI TANAH GAMBUT
ABSTRAKPenelitian dilakukan untuk mengetahui peranan bokashi terhadap ketersediaan hara N, P, K dan pertumbuhan tanaman jagung di tanah gambut. Penelitian merupakan percobaan lapangan yang menggunakan pola rancangan acak lengkap (RAL) terdiri 1 faktor dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga terdapat 24 polibag. Setiap perlakuan tanaman diulang sebanyak 2 set perlakuan, sehingga total 48 polibag. Sampel tanaman diambil pada perlakuan dengan dosis V0 : Tanpa Perlakuan 0 g/polibag V1 : 10 ton/ha (290 g/polibag) V2 : 20 ton/ha (590 g/polibag) V3 : 30 ton/ha (790 g/polibag) V4 : 40 ton/ha (1170 g/polibag) V5 : 50 ton/ha (1500 g/polibag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi berpengaruh nyata terhadap pH Tanah, C-Organik, N- Total Tanah, P-Tersedia Tana, K-dd Tanah, Tinggi Tanaman, dan Diameter Batang.Dosis terbaik yaitu pada perlakuan V3 : 30 ton/ha (790 g/polibag)Kata kunci: Bokashi, Gambut, Jagung, Ketersediaan Hara N, P,
PERANAN KOMBINASI LUMPUR MERAH DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K, DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG PADA TANAH GAMBUT
ABSTRAK Tanah gambut merupakan tanah hasil akumulasi timbunan bahan organik yang terbentuk secara alami dalam jangka waktu yang lama. Bahan organik tersebut berasal dari pelapukan vegetasi yang tumbuh di sekitarnya dan lahan gambut berasal dari endapan bahan organik yang terbentuk karena pengaruh hujan yang tinggi dan genangan air. Proses dekomposisi tanah gambut belum terjadi secara sempurna karena keadaan gambut yang selalu jenuh air dan menyebabkan tanah gambut memiliki kesuburan serta pH yang rendah. Tanaman jagung merupakan komoditas pangan terpenting kedua setelah padi. Upaya untuk memperbaiki pH tanah, ketersediaan hara N, P, K dan pertumbuhan tanaman jagung pada tanah gambut maka perlu dilakukan dengan menggunakan lumpur merah dan pupuk kandang sapi. Pemanfaatan lahan gambut sebagai media tanam, mempunyai beberapa kendala yakni pH tanah yang rendah dan kurangnya kandungan hara. Keasaman tanah yang optimal sebagai syarat tumbuh tanaman jagung berkisar 5,5- 6,5. Tanaman jagung juga membutuhkan unsur hara esensial terutama Nitrogen (N), Fosfor (P) dan Kalium (K) dalam jumlah yang besar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi lumpur merah dan pupuk kandang sapi terhadap ketersediaan unsur hara N, P, K dan pertumbuhan tanaman jagung di tanah gambut. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap, dengan 9 taraf kombinasi perlakuan lumpur merah dan pupuk kandang sapi. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, maka terdapat 27 unit percobaan. Dosis perlakuan lumpur merah dengan kode ‘R’ terdiri dari: R1:50 g/polybag (2 ton/ha), R2: 100 g/polybag (4 ton/ha), R3: 150 g/polybag (6 ton/ha). Dosis perlakuan pupuk kandang sapi dengan kode ‘S’ terdiri dari: S1: 500 g/polybag (20 ton/ha), S2: 1.000 g/polybag (40 ton/ha), S3: 1.500 g/polybag (60 ton/ha). Parameter yang diamati adalah Reaksi Tanah (keasaman Tanah), C- organik Tanah, Nitrogen (N) Total tanah, Fosfor (P) Tersedia, Kalium (K) Tersedia, Tinggi Tanaman Jagung, Diameter Batang Jagung, dan Jumlah Daun. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan R1S3 lumpur merah 50 g (2 ton/ha) dan pupuk kandang sapi 1.500 g (60 ton/ha) dapat meningkatkan pH tanah, nitrogen total, fospor tersedia, kalium tersedia sebesar34-97%, menurun karbon organik tanah sebesar 97% dan meningkatkan pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun) sebesar17-81%. Kata Kunci: Lumpur Merah, Pupuk Kandang Sapi, Ketersediaan Hara, TanamanJagung, Tanah Gambut