Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    PEMANFAATAN TEPUNG CANGKANG KEONG MAS SEBAGAI PENGGANTI KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KAILAN PADA TANAH GAMBUT

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis pemberian tepung cangkang keong mas yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lingkungan Asrama PBS Ketapang yang terletak di jalan Perdana no.53A Pontianak. Penelitian berlangsung dari tanggal 22 Maret sampai dengan 30 April 2014. Tanah yang digunakan untuk penelitian ini adalah tanah gambut. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor, 5 taraf perlakuan pemberian tepung cangkang keong mas, dan 5 ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah : k0 =  tanpa pemberian tepung cangkang keong mas, k1 =  60 gram/ polybag,  k2 =  120 gram/ polybag, k3 =  140 gram/ polybag, k4=  240 gram/ polybag. Variabel yang diamati  dalam penelitian meliputi: Volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah daun (helai), berat segar tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung cangkang keong mas dapat meningkatkan pH tanah gambut. Tepung cangkang keong mas dosis 240 g/polybag pada tanah gambut memberikan pertumbuhan dan hasil yang tertinggi pada semua variabel pengamatan tanaman kailan, namun dosis 60 g/polybag tepung cangkang keong mas merupakan dosis yang efisien

    PENGARUH PERANGSANG AKAR ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN STEK MELADA (Piper colubrinum L.)

    Get PDF
    Melada (Piper colubrinum L.) famili piperaceae berhabitus perdu yang resisten Phytophthora capsici digunakan sebagai batang bawah penyambungan dengan tanaman lada. Melada adalah spesies piper yang paling besar persentase perakarannya berkisar 82,24 %, pertumbuhannya cepat sehingga efektif jika diperbanyak secara stek batang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perangsang akar alami terhadap pertumbuhan stek melada. Penelitian ini dilaksanakan didalam green house Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak dari tanggal 30 September - 30 November 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu K = rootone-F (kontrol), A = bawang merah 75%, B = air kelapa 75%, C = daun kelor 75%, D = urine sapi 75%. Variabel yang diamati adalah persentase tumbuh, jumlah daun, jumlah tunas, waktu muncul tunas, panjang tunas, panjang akar, jumlah akar dan volume akar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian zat perangsang akar alami ekstrak daun kelor dan air kelapa dengan konsentrasi 75% lebih efektif sebagai pengganti zat perangsang akar sintetis dalam meningkatkan persentase tumbuh pada stek tanaman melada

    PENGARUH PUPUK HIJAU PAITAN DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KAILAN PADA TANAH GAMBUT

    Get PDF
    Kailan merupakan salah satu jenis sayuran daun yang termasuk jenis kubis-kubisan dan merupakan tanaman yang relatif baru. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 10 Agustus sampai 23 Oktober 2022. Penelitian bertujuan terjadi interaksi antara pupuk hijau paitan dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kailan pada lahan gambut dan mendapatkan interaksi antara pupuk hijau paitan 30 ton/ha setara dengan 375 g/polibag dan NPK 300 kg/ha setara dangan 1,2 g/polibag dapat memberikan pertumbuhan dan hasil kailan pada lahan gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor perlakukan yaitu pupuk hijau paitan (B) dan NPK (P) yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap perlakuan terdapat 3 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah perlakuan pupuk hijau paitan dengan 3 taraf yaitu b1 (pupuk hijau paitan 20 ton/ha),  b2 (pupuk hijau paitan 30 ton/ha) dan b3 (pupuk hijau paitan 40 ton/ha). Perlakuan pupuk NPK terdiri dari 3 taraf yaitu p1 (NPK 200 kg/ha), p2  (NPK 300 kg/ha), p3 (NPK 400 kg/ha).  Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat segar tanaman, jumlah daun, luas daun, berat  kering tanaman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemberian pupuk hijau paitan dan NPK terhadap berat kering tanaman kailan pada tanah gambut. Interaksi antara pupuk hujau kalian dosis 30 ton/ha setara dengan 375 kg/polybag dan NPK dosis 200kg/ha setara dengan 0,8 g/polybag memberikan pertumbuhan dan hasil kalian yang terbaik pada tanah gambut

    PENGARUH KONSENTRASI AIR KELAPA TERHADAP KECEPATAN TUMBUH BIBIT NANAS ASAL SETEK BATANG PADA MEDIA TANAM PMK

    Get PDF
    Nanas merupakan salah satu tanaman daerah tropis yang tumbuh di Kalimantan Barat pada lahan gambut. Perbanyakan tanaman nanas secara setek batang masih jarang dilakukan. Hal ini dikarenakan proses pertumbuhannya sangat lambat sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan bibit dalam waktu singkat, sehingga memerlukan hormon auksin dan sitokinin untuk mempercepat pertumbuhan setek asal batang nanas. Salah satu tanaman yang banyak mengandung auksin dan sitokinin adalah air kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi air kelapa yang terbaik terhadap pertumbuhan setek asal batang nanas pada media tanam PMK. Penelitian ini dilaksanakan pada Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan faktor pemberian konsentrasi air kelapa yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dan setiap taraf perlakuan diulang sebanyak 5 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 sampel setek tanaman sehingga total tanaman keseluruhan berjumlah 120 unit setek tanaman. Variabel yang diamati yaitu waktu muncul tunas, persentase setek hidup, jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi air kelapa memberikan pengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan setek asal batang nanas pada media tanam Podsolik Merah Kuning

    PENGARUH ARANG SEKAM SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM DAN PEMBERIAN GA3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH ALUVIAL

    Get PDF
    Usaha pengembangan Kubis Bunga untuk memenuhi kebutuhan pangan di tanah aluvial mengalami kendala yaitu sifat tanah dan waktu pembungaan yang cukup lama. Upaya dalam menunjang keberhasilan dalam budidaya kubis bunga pada tanah aluvial dapat didorong dengan memperbaiki sifat fisik tanah dengan menambahkan campuran bahan organik tanah yaitu arang sekam dan melakukan penambahan hormon GA3 untuk menunjang pembungaan pada krop kubis bunga. Dosis Arang Sekam dan Konsentrasi GA3 yang optimum akan memberikan dampak pada pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan interkasi arang sekam dan GA3 yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Spit Plot Design) dengan RAL yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu Arang sekam (a) sebagai petak utama yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua yaitu GA3 (b) sebagai anak petak yang teriri dari 3 taraf perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Jumlah keseluruhan tanaman terdapat 108 petak percobaan. Perlakuan tersebut terdiri dari a1b1 = arang sekam 15% + GA3 50 mg/l, a1b2= arang sekam 15% + GA3 100 mg/l, a1b3 = arang sekam 15% + GA3 150 mg/l, a2b1= arang sekam 25% + GA3 50 mg/l, a2b2 = arang sekam 25% + GA3 100 mg/l, a2b3 = arang sekam 25% + GA3 150 mg/l, a3b1= arang sekam 35% + GA3 50 mg/l, a3b2 = arang sekam 35% + GA3 100 mg/l, a3b3 = arang sekam 35% + GA3 50 mg/l. Variabel pengamatan meliputi : Luas daun (cm2 ), volume akar (cm3 ), berat kering tanaman (g), umur berbunga (hari), diameter bunga (cm2 ), dan bobot krop (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pada berbagai dosis arang sekam dan konsentrasi GA3 relatif sama terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga pada tanah aluvial. Interaksi efektif yang direkomendasikan adalah dosis arang sekam 15 % + konsentrasi GA3 50 mg/l. Kata Kunci : Arang Sekam, GA3, Kubis Bunga, Tanah Aluvial

    PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK LENGKENG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi zat pengatur tumbuh terhadap keberhasilan sambung pucuk tanaman lengkeng. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan dengan menggunakan beberapa konsentrasi ZPT Atonik diulang sebanyak empat kali, setiap ulangan terdiri dari lima sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu k0 = kontrol, k1 = 0,05%, k2 = 0,10%, k3 = 0,15%, k4 = 0,20% dan               k5 = 0,25%. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah persentase tumbuh (%), jumlah daun (helai) dan pertambahan panjang tunas (cm). Hasil penelitian menunjukkan perendaman entris pada beberapa konsentrasi ZPT memberikan pengaruh yang nyata terhadap persentase tumbuh (%), jumlah daun (helai) dan pertambahan panjang tunas (cm). Konsentrasi zat pengatur tumbuh Atonik yang diberikan sebanyak 0,05%, memberikan pengaruh terbaik atau hasil yang optimal terhadap keberhasilan sambung pucuk lengkeng

    ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN USAHATANI PADI DENGAN PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK DI KELURAHAN PAJINTAN KECAMATAN SINGKAWANG TIMUR

    No full text
    Metode SRI (System of Rice Intensification) adalah sistem berusahatanipadi yang lebih menekankan pada peningkatan kemampuan tanah dalammemberikan nutrisi kepada tanaman melalui pemberian pupuk organik. Usahatanidengan penggunaan pupuk organik menggunakan pupuk kompos, pupuk organikbuatan, dan MOL. Sedangkan usahatani dengan penggunaan pupuk anorganikmenggunakan pupuk urea dan NPK phonska. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pendapatan usahatani padi sawah dengan menggunakan pupukorganik dan anorganik, serta untuk mengetahui perbedaan pendapatan usahatanipadi sawah yang menggunakan pupuk organik dan anorganik. Penelitian inimenggunakan analisis Uji t Independen dengan menggunakan program SPSS 18.Hasil penelitian yaitu rata-rata pendapatan usahatani padi yang menggunakanpupuk organik adalah sebesar Rp 31.178.679 Ha/Thn sedangkan rata-ratapendapatan usahatani padi yang menggunakan pupuk anorganik adalahsebesar Rp 20.239.863 Ha/Thn. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan hasilbahwa pendapatan usahatani dengan penggunaan pupuk organik lebih besardibandingkan pendapatan usahatani dengan penggunaan pupuk anorganik.Kata Kunci : Analisis Komparatif, Pendapatan, Usahatani Padi, Pupuk Organik,Pupuk Anorgani

    Peran Penyuluh Perkebunan Terhadap Penerapan Teknologi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Karet di Desa Mandor Kecamatan Mandor Kabupaten Landak

    No full text
    Desa Mandor merupakan salah satu desa yang sebagian besarmasyarakatnya mengandalkan penghasilannya dari perkebunan karet. Dalampengembangan dan peningkatan produksi tanaman karet, pemerintah telahberupaya memberikan suatu program bantuan yaitu program penyuluhan berupapenerapan teknologi PHT karet. Teknologi PHT yang diterapkan yaitu budidayatanaman karet secara sehat. Namun kenyataannya, di Desa Mandor merupakandesa yang memiliki rata-rata produksi terkecil dibandingkan desa-desa lain yaitu534,16 Kg/ Ha/ Thn. Adanya peran penyuluh sebagai fasilitator diharapkan agarpenerapan teknologi PHT dapat diterapkan sepenuhnya oleh petani. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran penyuluh dengan penerapanteknologi PHT oleh petani. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan teknikpengumpulan data menggunakan kuesioner dan diubah menjadi kuantitatif yangberbentuk data ordinal. Populasi dalam penelitian adalah semua petani yangmengikuti Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu yaitu 25 orang, sehinggapenelitian ini merupakan penelitian populasi. Metode analisis Sperman Rankuntuk mengetahui ada tidaknya hubungan peran penyuluh dengan penerapanteknologi PHT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh dalampenerapan teknologi PHT yaitu 4 responden (16%) menyatakan kategori tinggi, 21responden (84%) menyatakan kategori sedang dan tidak ada yang menyatakankategori rendah ; penerapan teknologi PHT karet oleh petani yaitu tidak ada yangtermasuk kategori tinggi, 5 responden (20%) termasuk kategori sedang dan 20responden (80%) termasuk kategori rendah ; terdapat hubungan yang signifikanantara peran penyuluh perkebunan dengan penerapan teknologi PHT karet olehpetani dimana hasil uji korelasi Spearman Rank yaitu 0,582 dan nilai signifikan0,002.Kata kunci : peran penyuluh perkebunan, teknologi PHT, penerapan teknologiPH

    KARAKTERISASI BEBERAPA GENOTIPE JAGUNG DI LAHAN GAMBUT

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi beberapa genotipe jagung F13 di lahan gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan gambut Rasau Jaya II dari tanggal 7 April sampai 26 Oktober 2013. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari tujuh genotipe jagung F13 sebagai perlakuan dan dua varietas pembanding yaitu varietas Arjuna dan Sukmaraga. Setiap perlakuan dikelompokkan menjadi lima kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar karakter beberapa genotipe jagung F13 telah relatif sama dengan varietas pembanding. Karakter kualitatif yang berbeda adalah arah cabang lateral malai genotipe E dan F, karakter kuantitatif yang berbeda nyata yaitu karakter tinggi tanaman genotipe D, karakter lingkar tongkol dan bobot biji per tongkol genotipe G, serta karakter panjang tongkol genotipe H

    Pengaruh Varietas dan Kapur Dolomit terhadap Intensitas Serangan Blossom End Rot dan Hasil Tomat pada Tanah Gambut

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara varietas dan kapur dolomit terhadap intensitas serangan Blossom End Rot (BER) dan hasil tomat pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan metoda eksperimen lapangan dalam bentuk Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design) yang terdiri dari dua faktor yaitu varietas (main plot) yang terdiri dari 2 taraf yaitu Permata dan Tymoti. Kapur dolomit (sub plot) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 64,34 g/polybag, 84,32 g/polybag dan 112,44 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap waktu berbunga, waktu panen, intensitas serangan BER, diameter buah dan berat buah per tanaman. Sedangkan perlakuan kapur dolomit dan interaksi berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel. Perlakuan varietas Tymoti memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan dengan varietas Permata pada semua variabel pengamatan, antara lain waktu berbunga, waktu panen, intensitas serangan BER, diameter buah dan berat buah per tanaman. Kata kunci : Blossom End Rot, Dolomit, Gambut, Tomat

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇