Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL KEBUN KELAPA SAWIT DESA PANGKALAN SUKA KECAMATAN NANGA TAYAP KABUPATEN KETAPANG

    Get PDF
    Kelapa sawit selama 20 tahun terakhir menjadi andalan ekspor dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani kelapa sawit khususnya di lokasi penelitian di Desa Pangkalan Suka. Petani kelapa sawit di desa ini memiliki perkebunan kelapa sawit mandiri namun produksinya rendah dikarenakan pengetahuan masyarakat tentang sifat tanah dan pemberian pupuk yang sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman kelapa sawit. Penelitian status kesuburan pada beberapa kelerengan di tanah ultisol perkebunan kelapa sawit bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah pada perkebunan kelapa sawit dan menghitung dosis pupuk untuk memberikan saran pemupukan tanaman kelapa sawit. Lokasi penelitian berada di Desa Pangkalan Suka Kecamatan Nanga Tayap Kabupaten Ketapang. Penelitian berlangsung selama 4 bulan. Penelitian ini melihat perbedaan karakteristik sifat kimia tanah pada lereng yang berbeda di perkebunan kelapa sawit. Bahan penelitian yang digunakan adalah sampel tanah, peta administrasi desa, peta jenis tanah, peta penggunaan lahan, peta kelas lereng, peta topografi, peta lokasi titik pengamatan, data curah hujan Kabupaten Ketapang periode 2015-2019 dan bahan bahan kimia lainya untuk keperluan analisis sifat kimia tanah di laboratorium. Lokasi penelitian memiliki status kesuburan yang rendah hal ini dikarenakan adanya beberapa faktor pembatas yaitu kandungan C-Organik tanah dan rendahnya N-total tanah. Ketersediaan bahan organik dalam tanah sangat mempengaruhi ketersediaan unsur hara dalam tanah. Rendahnya Unsur hara dalam tanah perlu dilakukan penambahan saran pemupukan tanaman kelapa sawit pada setiap lokasi. Saran pemupukan di kelerengan 0-3% yaitu Urea 0,87 Kg/pohon, SP-36 0,76 Kg/pohon dan MOP 2,96 Kg/pohon. Saran pemupukan di kelerengan 3-8% yaitu Urea 0,84 kg/pohon, SP-36 0,68 Kg/pohon dan MOP 4,3 kg/pohon kemudian di kelerengan 8-15% Urea 0,84 kg/pohon, SP-36 0,49 kg/pohon dan MOP 4,8 kg/pohon

    PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT LENGKENG PADA TANAH ULTISOL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konesntrasi pupuk organik cair yang optimal pada pertumbuhan bibit tanaman lengkeng. Penelitian ini dilakukan di pembibitan tanaman Mitra Bibit,sejak10November 2013 sampai dengan 10 Februari 2014. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari satu faktor yaitu konsentrasi pupuk organik cair POC, dengan 6 taraf perlakuan yakni : (1) s0 kontrol ( tanpa pupuk organik cair) ; (2) s1( 2 ml/l); (3) s2( 4 ml/l); (4) s3(6 ml/l); (5) s4( 8 ml/l); (6) s5( 10 ml/l) terdiri dari 4 ulangan, setiap perlakuan dengan3 tanaman sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi, panjang tunas entris(cm), pertambahan diameter batang (cm),dan pertambahan jumlah daun (helai). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair (POC)memberikan pengaruh tidaknyata terhadap semua variabel pengamatan   Kata kunci: Pupuk Organik Cair,Tanah Ultisol, Tanaman Lengkeng

    ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA JASA PENGANGKUTAN TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT (E. guineensis Jacq) DI DESA AMBOYO INTI KECAMATAN NGABANG KABUPATEN LANDAK

    No full text
    Usaha jasa pengangkutan tandan buah segar kelapa sawit berkembang seiring dengan pesatnya perkembangan perkebunan kelapa sawit. Pada kenyataannya usaha jasa pengangkutan tandan buah segar merupakan usaha yang tidak mudah untuk diusahakan, hal ini dikarenakan banyaknya faktor-faktor yang dapat menghambat kelancaran usaha serta menyebabkan kerugian secara finansial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha jasa pengangkutan tandan buah segar kelapa sawit di Desa Amboyo Inti. Penelitian ini menggunakan analisis finansial dengan 5 kriteria yaitu Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP) dan Analisis Sensitivitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha dengan menggunakan 1 dan 3 unit kendaraan layak untuk diusahakan, sedangkan usaha dengan 2 unit kendaraan tidak layak untuk diusahakan. Pada usaha dengan 1 unit kendaraan, NPV yang diperoleh sebesar Rp.307.943.970; Net B/C Ratio 1,86, IRR 23,51% dan Payback Period 4,11 tahun. Pada usaha dengan 2 unit kendaraan, NPV yang diperoleh sebesar Rp.-103.088.534; Net B/C Ratio 0,86, IRR 12,00, dan Payback Period 11,29 tahun. Pada usaha dengan 3 unit kendaraan, NPV yang diperoleh Rp.1.196.014.766; Net B/C Ratio 2,09, IRR 26,48, dan Payback Period 3,59 tahun. Analisis Sensitivitas menunjukan bahwa usaha dengan menggunakan 2 unit kendaraan tidak layak untuk diusahakan, sedangkan usaha dengan 1 dan 3 unit kendaraan masih layak untuk diusahakan meskipun terjadi kenaikan biaya operasional, penurunan benefit dan mengalami kenaikan biaya operasional dan penurunan benefit secara bersama-sama

    IDENTIFIKASI BAKTERI Aeromonas sp. PADA IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) DI UPT PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU DAN LAUT (UPT-PBAPL) KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    Ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii) merupakan salah satu dari sekian banyak ikan air tawar yang terdapat di danau, sungai-sungai besar, kecil maupun di kanal-kanal dan parit. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menjaga kelestarian spesies ini adalah dengan cara melakukan kegiatan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri Aeromonas sp. pada ikan tengadak yang dibudidayakan di kolam UPT-PBAPL Kalimantan Barat. Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih 2 bulan di dua tempat yaitu UPT-PBAPL Kecamatan Anjongan dan SKIPM Pontianak. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dan uji bakteri dilakukan dengan metode konvensional. Sampel selanjutnya dilakukan uji laboratorium, dengan parameter berupa gejala klinis, karakteristik morfologi dan koloni bakteri serta uji biokimia. Parameter penunjang yang digunakan berupa kualitas perairan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan sampel ikan tengadak tidak terdapat gejala klinis serangan bakteri. Sebagian besar koloni bakteri berbentuk bulat, tepian rata, warna krem dan elevasi cembung. Morfologi sel bakteri berbentuk batang pendek dan berwarna pink. Uji biokimia menunjukan gram negatif, oksidase positif, katalase positif, indol positif dan negatif, motility positif, ornithine dekarbokxilase negatif, glukosa positif, membentuk dan tidak membentuk gas, serta bersifat fermentatif. Berdasarkan kriteria tersebut menunjukan bahwa ikan tengadak terinfeksi bakteri Aeromonas sp. Yang bersifat parasit namun tidak mengganggu dan belum mampu menimbulkan penyakit pada ikan tersebut. Parameter kualitas air berupa suhu, pH dan Do layak untuk komoditas budidaya ikan air tawar

    Uji Banding Pengaruh Pupuk Kotoran Ayam dan Tanpa Pupuk terhadap Sifat Fisika Tanah Sawah dan Produksi Padi di Desa Sungai Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang

    Get PDF
    Tanaman  padi  (Oryzae  sativa L.)  merupakan  tanaman  pangan  sebagai  sumber energi yang umumnya dikonsumsi masyarakat Indonesia.Padi lokal yang berkembang di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat adalah Argo Pawan. Peningkatan produksi tanaman, khususnya padi adalah dengan menggunakan pupuk yaitu pupuk urea dan kotoran ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sifat fisika tanah pertumbuhan dan produksi padi sawah di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang lahan padi sawah yang dipupuk dengan kotoran ayam dan pupuk urea. Penelitian dilaksanakan di Desa Sungai Awan kanan bertempat di DEM Area Percontohan Pertanian Terpadu Kecamatan Muara Pawan pada tanah Entisol / Aluvial di areal tanaman padi sawah dengan varietas lokal Argo pawan, serta di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, dengan lama penelitian berlangsung selama 3 bulan. Titik pengamatan pada tanah sawah yang ditanami padi tersebut terdiri satu petak sawah yang ditanami padi dengan menggunakan pupuk kotoran ayam dan  pupuk urea. Pengukuran sampel tanaman yang terdapat pada areal sawah dengan ukuran 1 ha digunakan metode diagonal yang diambil 5 titik sampel yaitu empat sisi dan di tengah masing masing 6 petakan sehingga dalam 1 ha lahan areal sawah terdapat 30 petakan dengan ukuran 2,5 m x 2,5 m. Parameter penelitian yaitu sifat fisika tanah yang meliputi tekstur tanah, bobot isi tanah, porositas total tanah,  kadar air tanah kapasitas lapang dan permeabilitas tanah, sifat kimia tanah yang diamati meliputi reaksi pH tanah, C-Organik, N dan C/N sedangkan pertumbuhan tanaman padi meliputi tinggi tanaman dan jumlah anakan padi, produksi padi yang diamati meliputi berat bobot kering panen (BKP), berat bobot kering giling (BKG), bobot 1000 butir gabah dan hasil gabah ubinan. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian pupuk kotoran ayam berbeda tidak nyata dibandingkan pemberian pupuk urea dalam memperbaiki sifat fisika tanah yang meliputi tekstur tanah, bobot isi tanah, porositas tanah, kadar air tanah kapasitas lapang, permeabilitas tanah dan kimia tanah yang meliputi pH, C-Organik, N total dan C/N rasio lahan sawah di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. Pemberian pupuk kotoran ayam berbeda nyata dibandingkan pemberian pupuk urea terhadap pertumbuhan dan produksi padi di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang

    PENGARUH FAKTOR PSIKOLOGIS KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SAYURAN DI PASAR MODERN KOTA PONTIANAK

    No full text
    Sayuran sangat berperan penting dalam penyuplai serat bagi tubuh manusia. Saat ini sayuran tersedia di mana-mana pasar tradisional dan lainnya, namun ada sebagian konsumen lebih memilih membeli sayuran di pasar modern di karenakan selain pendapatan meningkat, gaya hidup berubah, juga keterbatasan waktu berbelanja, selain itu juga dipengaruhi oleh faktor psikologis konsumen yaitu motivasi, persepsi, pembelajaran dan kepercayaan dan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor psikologis yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian sayuran di pasar modern Kota Pontianak dengan metode deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dipilih di tujuh pasar modern Kota Pontianak yang merupakan sentra pasar modern yang menawarkan produk sayuran yang segar dan higeinis dengan purposive sampling sebanyak 100 sampel yang dianalisis dengan analisis Konjoin. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang paling tinggi pengaruhnya terhadap keputusan pembelian sayuran di pasar modern Kota Pontianak adalah faktor persepsi dikarenakan tingginya tingkat perhatian konsumen terhadap kemasan dan tempat (rak) sayuran, pemahaman konsumen terhadap kriteria kesegaran dan higeinis sayuran sehingga sebagian besar konsumen mempersepsikan kemasan dan tempat (rak) sayuran dan kriteria kesegaran dan higeinis sayuran di pasar modern Kota Pontianak sudah baik dan sesuai  untuk menarik perhatian konsumen. Kata kunci: Faktor Psikologis Konsumen, Keputusan Pembelian, Sayuran, Pasar Modern, Analisis Konjoin.PENGARUH FAKTOR PSIKOLOGIS KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SAYURAN DI PASAR MODERN KOTA PONTIANA

    Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Padi di Desa Sungai Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang

    No full text
      EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PADI DI DESA SUNGAI AWAN KANAN KECAMATAN MUARA PAWAN KABUPATEN KETAPANG Fredy Junian Pranata1)Riduansyah2) dan Bambang Widiarso2) 1) Mahasiswa 2) Dosen Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura   Abstract The study"Evaluasi Kesesuaian lahan Untuk Tanaman Padi  di Desa Dungai Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang". The purposeofthis studywas to assess thesuitability of landat the site ofresearchfordevelopmentof rice plants(Oryza sativa) and theirconstraintsandrecommendationsfor improvement.This study wasdonefromJune of2014toSeptember 2014. Twosoilprofilesrepresentingthe location ofexcavationandsoil samplesP1andP2(10106'48 "LS -100049'36" LSand1090053'36"BT -1100053'36" BT), which of horizonAandB.The methodusedin this studyis asurvey methodwith agridsystem. The results of the evaluation of the suitability of land to display the sub-group level limiting factors on SPT 1 and SPT 2 is need for land management in an effort to land use. Application of Geographic Information Systems (GIS) spatial information present in the form of maps of land suitability for rice crop and area information of each soil map unit. Land evaluation results indicate there are several limiting factors on the SPT 1 acidic pH and contains sulfidik andSPT 2 both contain acidic pH and contained sulfidic content. Land suitability evaluation efforts need to be supported by the provision of management recommendations include the recommendation liming, and fertilizer recommendation. Kata kunci : Tanaman Padi, Evaluasi Kesesuaian Lahan   EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PADI DI DESA SUNGAI AWAN KANAN KECAMATAN MUARA PAWAN KABUPATEN KETAPANG   Fredy Junian Pranata1)Riduansyah2) dan Bambang Widiarso2) 1) Mahasiswa 2) Dosen Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura   Abstrak Penelitian “Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Padi di Desa Sungai Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan di lokasi penelitian untuk pengembangan tanaman padi (Oryza Sativa) beserta kendala dan rekomendasi perbaikannya. Penelitian ini di lakukan dari bulan juni 2014 samapai dengan September 2014.   Dua profil tanah yang mewakili lokasi penggalian dan contoh tanah P1 dan P2 (1016’48” LS – 10049’36” LS dan 109053’36” BT - 110053’36” BT) yang di ambil dari horizon A dan B. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan system grid.   Hasil Penelitian evaluasi kesesuaian lahan sampai tingkat sub group menampilkan faktor-faktor pembatas pada SPT 1 dan SPT 2 yang perlunya pengelolaan lahan dalam upaya pemanfaatan lahan. Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) menyajikan informasi spasial berupa peta kesesuaian lahan untuk tanaman padi dan informasi luas area dari masing-masing satuan peta tanah. Hasil evaluasi lahan menunjukkan terdapat beberapa faktor pembatas pada SPT 1 yaitu pH yang masam dan mengandung sulfidikdan pada SPT 2 sama mengandung pH yang masam dan terdapat kandungan sulfidik. Upaya evaluasi kesesuaia lahan perlu didukung dengan pemberian rekomendasi pengelolaan antara lain adalah rekomendasi pengapuran, dan rekomendasi pemupukan

    PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT Adenium sp ASAL BIJI

    No full text
    This experiment aims to determine the composition of the best growing media for the growth of seedling of Adenium sp originated from seed. It was  conducted on February 3rd 2014 to October 6th 2014 at on Jalan Budi Utomo, Komplek Surya Kencana  II Block G.8, District of North Pontianak. The experiment used a completely randomized design (CRD), which consists of 4 treatments with 6 replicates and each treatment consisted of 3 samples that contained 72 plants sampled plants. Such treatment is peat: sand: chicken manure (1: 1: 1 v / v / v), husk fuel: sand: chicken manure (1: 1: 1 v / v / v), cocopeat : sand : chicken manure (1: 1: 1 v / v / v), sawdust: sand: chicken manure (1: 1: 1 v / v / v). The increase of variables measured were plant height (cm), the increase of leaf number (strands), total leaf area (cm2), stem diameter (cm),  and root volume (cm3). Result showed that composition growth media has significant effect on increase plant height at months 2nd, 3rd, and  root volume while stem diameter, and the increase of leaf number at months 1st. 2nd, 3rd does not significant effect. Keywords: Adenium sp, peat, roasted husks, cocopeat, sawdust, sand, chicken manure

    STUDI KARAKTERISTIK TANAH PADA TRANSEK LERENG DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI DESA SABUNG KECAMATAN SUBAH KABUPATEN SAMBAS

    No full text
    ABSTRAK   Klasifikasi tanah adalah penggolongan secara sistematis tanah-tanah pada berbagai kategori berdasarkan persamaan sifat-sifat tanah. Klasifikasi tanah dapat menjadi sarana untuk mengungkapkan bagaimana sifat tanah tersebut, sehingga dapat dilakukan interpretasi terhadap tanah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat kimia, fisik dan morfologi tanah dalam suatu transek lereng dan mengklasifikasikannya menurut sistem klasifikasi tanah USDA. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana cara mengelola tanah secara tepat dan upaya untuk mengembangkan lokasi penelitian menjadi lahan yang produktif bagi tanaman kelapa sawit serta guna pengelolaan yang lebih baik. Berdasarkan hasil pengamatan penelitian di lapangan dan hasil analisis laboratorium, kondisi fisik tanah di seluruh areal penelitian seluas 25 Ha dengan ciri-ciri lokasi pada Pedon 1 kelas lereng datar 0-3% mempunyai 3 lapisan warna tanah, bertekstur lempung liat berpasir dan lempung berliat, memiliki drainase agak baik, terdapat air tanah pada kedalaman 90 cm dan memiliki jenis tanah (Typic Endoaquepts). Pedon 2 kelas lereng 3-8% berombak, mempunyai 3 lapisan warna tanah, bertekstur lempung liat berpasir, berdrainase baik dengan air tanah > 150 cm dan memiliki jenis tanah  (Typic Dystrudepts). Pedon 3 dan Pedon 4 kelas lereng bergelombang 8-15% mempunyai 3 lapisan warna tanah, bertekstur lempung liat berpasir, mempunyai drainase baik dengan air tanah >150 cm dan memiliki jenis tanah  (Typic Dystrudepts). Lokasi penelitian ini memiliki status kesuburan tanah yang rendah, hal ditunjukkan dengan pH tanah masam dan sangat masam, serta memiliki Kapasitas Tukar Kation, Kejenuhan Basa, C-organik, P-tersedia, K-dd, Na-dd, Ca-dd dan Mg-dd, tergolong rendah sampai sangat rendah pada semua pedon.   Kata kunci : Transek Lereng, Klasifikasi Tanah, karakteristik tanah, Kelapa   Sawit

    PENGARUH SUBSTITUSI PUPUK CAIR LIMBAH TAHU DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN BABY PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING

    Get PDF
    Budidaya mentimun baby di tanah podsolik merah kuning mengalami kendala yaitu rendahnya unsur hara di dalam tanah. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kandungan unsur hara di tanah podsolik merah kuning dengan menambahkan pupuk organik dan anorganik, diantaranya melalui penggunaan pupuk pupuk organik cair limbah tahu dan pupuk NPK Phonska. Konsentrasi pupuk organik cair limbah tahu dan dosis pupuk NPK Phonska yang optimum akan memberikan dampak efektif pada pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun baby. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis substitusi yang terbaik dari pupuk organik cair limbah tahu dan pupuk NPK Phonska terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun baby pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan berupa POC limbah tahu dengan NPK Phonska dan diulang sebanyak 5 kali. Setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Sehingga jumlah tanaman 100. Adapun perlakuan sebagai berikut: t1= konsentrasi POC 0 % + 600 kg/ha NPK Phonska, t2 = konsentrasi POC 25% + 450 kg/ha NPK Phonska, t3 = konsentrasi POC 50% + 300 kg/ha NPK Phonska, t4 = konsentrasi POC 75% + 150 kg/ha NPK Phonska, t5 = konsentrasi POC 100% + 0 kg/ha NPK Phonska. Hasil analisis keragaman pemberian POC limbah tahu + NPK Phonska berpengaruh tidak nyata terhadap volume akar, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat per buah, panjang buah dan diameter buah, akan tetapi berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian 50 % POC limbah tahu + 300 kg/ha NPK Phonska merupakan dosis terbaik pada varieabel berat kering tanaman dengan menghasilkan rerata 4,76 gram

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇