Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    SERAPAN HARA TANAMAN KELAPA SAWIT DI LAHAN GAMBUT DESA SIJANG KABUPATEN SAMBAS

    Get PDF
    Kelapa sawit yang dibudidayakan di Kabupaten Sambas mempunyai produksi yang berbeda-beda di setiap lahan. Perbedaan produksi di setiap lahan di pengaruhi oleh beberapa faktor. Adapun faktor yang mempengaruhi produksi tanaman kelapa sawit adalah kondisi tanah dan unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman agar tumbuh maksimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis kadar hara N, P, K, Mg, Cu dan Boron pada Satuan Peta Lahan yang sudah diklasifikasikan berdasarkan umur tanaman kelapa sawit dan  mengelompokannya dalam kategori defisiensi, optimum, dan berlebih, mengetahui serapan hara N, P, dan K pada tanaman kelapa sawit, dan memberikan rekomendasi pemupukan tanaman kelapa sawit di lokasi penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawit swadaya masyarakat Desa Sijang Kabupaten Sambas. Parameter penelitian yaitu Nitrogen, Fosfor, Kalium, Magnesium, Tembaga, dan Boron. Hasil Analisis menunjukkan bahwa kadar hara N, P, K, Mg, Cu, dan Born  pada SPL 1 tergolong defisiensi sampai berlebih, SPL 2 tergolong defisiensi sampai berlebih, dan SPL 3 tergolong defisiensi sampai berlebih. Pada masing-masing SPL di Rekomendasikan dosis pemupukan N, P dan K untuk SPL 1 (Urea 7,5 kg/pohon/tahun, SP-36 0,5 kg/pohon/tahun, KCL 1,75 kg/pohon/tahun), SPL 2 (Urea 2,75 kg/pohon/tahun, SP-36 0,35 kg/pohon/tahun, KCL 3,75 kg/pohon/tahun), dan SPL 3 (Urea 9,5 kg/pohon/tahun, SP-36 1,1 kg/pohon/tahun, KCL 4,5 kg/pohon/tahun)

    ANALISIS PENDAPATAN PETANI PADA SISTEM INTEGRASI TANAMAN UBI KAYU- TERNAK SAPI POTONG (INTEGRETED FARMING SYSTEM) DI DESA SUNGAI RASAU KECAMATAN SUNGAI PINYUH KABUPATEN PONTIANAK

    No full text
    ABSTRAK Penelitian yang berjudul Analisis Pendapatan Petani Pada Sistem Integrasi Tanaman Ubi kayu Ternak sapi potong di Desa Sungai Rasau Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Pontianak ini dilakukan untuk mengetahui besarnya pendapatan petani pada sistem integrasi tanaman ubi kayu ternak sapi potong dan mengetahui kontribusi ternak sapi potong dan ubi kayu terhadap pendapatan petani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan jumlah populasi sebanyak 29 orang petani ubi kayu ternak sapi potong. Analisis data yang digunakan adalah analisis data statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani terbesar yaitu pada luas lahan 0,85 ha dengan rata-rata kepemilikan ternak sapi potong 4 ekor yaitu Rp 13.619.000,-pertahun dimana petani lebih banyak menjual ternak sapi potong setiap tahunnya. Kontribusi pendapatan ternak sapi potong pada skala kepemilikan ternak 3 ekor yaitu 52%, pada skala kepemilikan ternak 4 ekor yaitu 56% dan pada skala kepemilikan ternak 6 ekor yaitu 36%. Kata Kunci: Pendapatan Petani, Sistem Integrasi, Kontribusi Pendapatan Usaha Ternak Sapi Potong

    PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG PADA TANAH ALUVIAL

    No full text
    This research aimed to know the effect of the concentration of liquid organic seedto the growth and result of eegplant on alluvial soil. The research uses acompletely randomized design (CRD) the consint of 5 treatments and eachtreatments is repeated 5 times and replication consint of 3 plant samples. Thetreatment consist of POC 0,2 % (A), POC 0,3 % (B), 0,4 % (C), 0,5 % (D), 0,6 %(E). Observed variabels in this research are plant dry weight (g), days toflowering (HST), the number of flower each plant (bud), flower become fruitpercentege (%), number of fruits each plant (fruit), fruit weight each plant (g),number of fruit each plot (fruit). The results of this research shows the treatmeantgives significant effect on all the research variables. Concentration of 0,2 % produces the best growth and result to the variable plant dry weight, percentageof flowers into fruits, the number of fruits each plant, the number of number offruit each plot and fruit weight.Keywords: Concentration, Liquid Organic Seed (LOS), Eggplant, Alluvial soi

    ANALISIS SIFAT FISIKA TANAH PADA DUA KELAS LERENG DI KEBUN KARET DESA MANGGALA KECAMATAN PINOH SELATAN KABUPATEN MELAWI

    Get PDF
    Sifat fisika tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman sangat berkaitan dengan pengelolaan tanaman yang tumbuh diatasnya. Sistem olah tanah juga turut mempengaruhi sifat-sifat fisika tanah. Lereng yang semakin curam dan semakin panjang akan meningkatkan kecepatan aliran permukaan dan volume air permukaan semakin besar, sehingga tanah yang diangkut akan lebih banyak. Meningkatnya erosi menyebabkan penurunan kualitas sifat fisika tanah yang dicirikan dengan terjadinya pemadatan tanah yang mengakibatkan porositas dan kadar air tanah menurun. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis sifat fisika tanah pada lahan berlereng di kebun karet. Penelitian ini bertujuan  mengidentifikasi dan menganalisis sifat fisika tanah pada kelas lereng datar (0-3%) dan miring (15-30%) di kebun karet Desa Manggala Kecamatan Pinoh Selatan Kabupaten Melawi. Penentuan titik pengamatan dilakukan dengan metode grid diagonal 5 titik setiap lahan. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Hasil uji-t pada kelas lereng datar dan miring parameter yang berbeda nyata adalah teksur tanah fraksi pasir, bobot isi tanah, kadar air kapasitas lapangan, porositas tanah, permeabilitas tanah dan kemantapan agregat tanah kedalaman 0-30 cm, sedangkan yang tidak berbeda nyata adalah tekstur tanah fraksi debu dan liat, kemantapan agregat kedalaman 30-60 cm

    PENGARUH PANJANG ENTRIS TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK ALPUKAT

    No full text
    PENGARUH PANJANG ENTRIS TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK ALPUKAT Floriana Ekaliawati 1), Putu Dupa Bandem 2), Patriani 2) 1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan 2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang entris terhadap keberhasilan penyambungan bibit alpukat. Penelitian ini dilaksanakan dilokasi penangkar bibit “Jl. Wonoyoso, Kec. Pontianak Selatan, Kota Pontianak” dari tanggal 10 April 2013 – 10 Juli 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu: panjang entris 5 cm (a1), panjang entris 8 cm (a2), panjang entris 11 cm (a3), panjang entris 14 cm (a4) dan panjang entris 17 cm (a5) . Setiap perlakuan ada 5 ulangan dan tiap perlakuan terdiri dari 3 tanaman sampel. Variabel yang diamati adalah: Persentase Keberhasilan Sambungan (%), Jumlah Daun yang Tumbuh (helai) dan Pertambahan Panjang Entris (cm). Hasil penelitian menunjukan perlakuan panjang entris berpengaruh tidak nyata terhadap variabel pengamatan persentase keberhasilan sambungan, jumlah daun yang tumbuh dan pertambahan panjang entris. Perlakuan panjang entris 8 cm (a2) memberikan rerata tertinggi untuk persentase keberhasilan sambungan yaitu 93,33% sedangkan perlakuan panjang entries 17 cm (a5) memberikan rerata tertinggi untuk jumlah daun yang tumbuh yaitu 18,97 dan perlakuan panjang entris 8 cm (a2) menunjukan pertambahan panjang entris tertinggi yaitu 10,37 cm. Kata Kunci : Panjang Entris, Pucuk, Bibit Alpukat Effect of Entres Length to Success Connect Shoots Avocado Floriana Ekaliawati 1) Putu Dupa Bandem and Patriani 2) 1)Student, 2)Lecturer Faculty of Agriculture University of Tanjungpura ABSTRACT This study aims to determine the effect on the success of grafting entres length avocado seedlings. This research was conducted in the location breeder seed "Jl. Wonoyoso, district. South Pontianak, Pontianak "from April 10, 2013-10 July 2013. The method used in this study is a field experiment with pattern method completely randomized design (CRD), which consists of 5 treatments are: entres length 5 cm (a1), entres length 8 cm (a2), entres length 11 cm (a3), entres length 14 cm (a4) and entres length 17 cm (a5). There are 5 replicates of each treatment and each treatment consisted of 3 plant samples. The variables measured were: Percentage of Successful Connection (%), number of leaves are Grown (strands) and Added entres length (cm). The results showed the treatment length of entres effect is not real to the observation variable percentage of successful connections, the number of leaves that grow and the length of entres. Treatment entres length 8 cm (a2) gave the highest mean percentage of successful connections is 93.33% while the treatment entres length 17 cm (a5) gave the highest mean number of leaves that grow are 18.97 and a2 treatment (8 cm) showed increase highest entres length 10.37 cm. Keywords: Length of Entres, Shoots, Seeds Avocado

    EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI DESA SAHAM KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK

    No full text
    ABSTRAK Tanaman kelapa sawit adalah tanaman yang bernilai tinggi yang akan dikelola menjadi minyak nabati atau VCO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan di lokasi penelitian dalam pengembangan tanaman kelapa sawit (Elaeis Guinesis Jacq) beserta kendala dan rekomendasi perbaikannya, dengan metode survey tanah, klasifikasi dan kriteria kesesuaian lahan. Berdasarkan hasil pengamatan penelitian di lapangan dan hasil analisis laboratorium, dipadukan dengan syarat tumbuh tanaman kelapa sawit, sehingga diperoleh kelas kesesuaian lahan, menunjukan bahwa faktor pembatas pada SPT 1 (Typic Dystrudepts) dengan penilaian kelas kesesuaian lahan aktual S3n-3 yaitu sesuai marginal dengan faktor pembatas K2O yang sangat rendah, sedangkan kesesuaian lahan aktual pada SPT 2 (Typic Haplorthods) adalah N2r-3 yaitu tidak sesuai permanen dengan faktor pembatas pH yang sangat masam dan S3n-3 yaitu K2O yang sangat rendah. Derajat kemasaman tanah yang sesuai untuk tanaman kelapa sawit berkisar antara pH 4,0 sampai dengan 5,0. Upaya perbaikan lahan yang dapat dilakukan adalah perlu didukung dengan pemberian rekomendasi pengelolaan antara lain adalah rekomendasi pengapuran dan rekomendasi pemupukan. Setelah adanya rekomendasi perbaikan tersebut maka kelas kesesuaian lahan potensialnya menjadi S2 (cukup sesuai) pada SPT 1, sedangkan pada SPT 2 menjadi S3 (sesuai marginal). Kata Kunci : Kelapa Sawit, Evaluasi Kesesuaian Laha

    EVALUASI KESESUAIAN LAHAN RAWA PASANG SURUT UNTUK TANAMAN PADI DI DESA BANYU ABANG KECAMATAN TELUK BATANG KABUPATEN KAYONG UTARA

    No full text
    Evaluasi lahan merupakan suatu pendekatan atau cara menilai potensi sumber daya lahan. Hasil evaluasi lahan akan memberikan informasi dan arahan penggunaan lahan yang diperlukan, dan akhirnya nilai harapan produksi yang kemungkinan akan diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala-kendala untuk tanaman padi, membuat klasifikasi kesesuaian lahan pasang surut untuk tanaman padi, serta membuat rekomendasi pengelolaan lahan pasang surut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Banyu Abang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis sampel tanah di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini dimulai dari November 2014 sampai dengan Januari 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua Satuan Peta Tanah yaitu Sulfic Endoaquents dan Typic Sulfaquents. Kesesuaian lahan aktual pada jenis tanah Sulfic Endoaquents (SPT 1) adalah sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas retensi hara (pH tanah) dan kedalaman sulfidik (S3fx) dan jenis tanah Typic Sulfaquents (SPT 2) memiliki kelas kesesuaian tidak sesuai permanen (N2) dengan faktor pembatas retensi hara (pH tanah) dan kedalaman sulfidik (N2fx). Rekomendasi perbaikan pada SPT 1 dan SPT 2 adalah drainase dan tata saluran air, pemupukan serta pengapuran dengan tingkat pengolahan tinggi, maka kesesuaian lahan potensial SPT 1 menjadi cukup sesuai dengan media perakaran dan hara tersedia sebagai faktor pembatas  (S2rn) sedangkan SPT 2 menjadi sesuai marginal dengan kedalaman sulfidik sebagai faktor pembatas (S3x). Kata kunci : evaluasi kesesuaian lahan, kayong utara, padi

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH AKIBAT PEMBERIAN LUMPUR MERAH DAN PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM PADA TANAH ULTISOL

    Get PDF
    Bawang merah (Allium ascalonicum  L.)  adalah salah satu tanaman hortikultura yang termasuk dalam kelompok rempah dan digunakan sebagai rempah penyedap rasa masakan serta dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Lahan yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya bawang merah salah satunya adalah pada tanah ultisol. Penggunaan tanah ultisol sebagai media tanam memiliki kendala seperti ketersediaan unsur hara yang rendah, dan pH relatif masam. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian lumpur merah dan pupuk kandang kotoran ayam, sehingga pH tanah ultisol dapat meningkat dan dengan pemberian pupuk kandang kotoran ayam dapat memperbaiki sifat fisik tanah dan membantu tersedianya unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik dari interaksi pemberian lumpur merah (Red mud) dan pupuk kandang kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di tanah ultisol. Penelitian ini dimulai dari tanggal 22 Agustus 2022 hingga 15 November 2022. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktorial. faktor pertama adalah lumpur merah /red mud (R) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yakni,  r1 = 5,3 g/polybag setara dengan 1,32 ton/ha, r2 = 8 g/polybag setara dengan 2 ton/ha, dan r3  = 16 g/polybag setara dengan 4 ton/ha dan faktor kedua adalah pupuk kandang kotoran ayam (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yakni, a1 = 80 g/polybag setara dengan 20 ton/ha, a2 = 120 g/polybag setara dengan 30 ton/ha, dan a3 = 160 g/polybag setara dengan 40 ton/ha. Masing-masing perlakuan dilakukan 3 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan , jumlah umbi per rumpun, berat segar umbi per rumpun (g), dan berat kering angin umbi (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap interaksi perlakuan yang diberikan berpengaruh tidak nyata pada variabel jumlah daun, jumlah umbi, berat segar umbi dan berat kering umbi, dan hanya berpengaruh nyata pada variabel tinggi tanaman 6 - 8 MST dan jumlah anakan 6 MST, sehingga efesiensi penggunaan dosis lumpur merah adalah 1,32 ton/ha dan pupuk kandang kotoran ayam 20 ton/ha

    RESPON PERTUMBUHAN SETEK LADA HUTAN TERHADAP PEMBERIAN BERBAGAI JENIS PERANGSANG AKAR SINTETIS

    Get PDF
    Lada hutan (Piper colubrinum L.) merupakan salah satu spesies lada liar. tanaman ini memiliki sifat resisten terhadap serangan jamur Phytophthora capsici penyebab penyakit busuk pangkal batang lada dan resisten terhadap nematoda (Meloidogyne incognita), sehingga tanaman lada hutan dimanfaatkan sebagai batang bawah pada grafting lada sambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan setek lada hutan terhadap pemberian berbagai jenis perangsang akar sintetis dan untuk menemukan perangsang sintetis yang paling baik terhadap keberhasilan pertumbuhan setek lada hutan. Penelitian dimulai dari tanggal 30 September sampai dengan 26 November 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan perangsang akar sintetis dengan 4 ulangan pada tiap perlakuan, sehingga didapat 20 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri dari 5 sampel setek lada hutan sehingga jumlah sampel keseluruhannya adalah 100 setek lada hutan. Perlakuan perangsang akar sintetis yang dimaksud dalam penelitian adalah p₀ = kontrol (perendaman air selama 30 menit), p₁ = Rootone-F, p₂ = Root Up, p₃ = Growtone dan p₄ = Atonik. Variabel-variabel yang diamati meliputi : persentase tumbuh setek (%), jumlah tunas (batang), panjang tunas (cm), jumlah akar (helai), panjang akar (cm) dan jumlah daun (helai). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai jenis perangsang akar sintetis maupun tanpa perangsang akar sintetis dapat digunakan dalam perbanyakan setek lada hutan. Pemberian perangsang akar Growtone menghasilkan jumlah akar terbanyak yaitu 23,5 helai, dan perangsang akar Atonik menghasilkan panjang akar terpanjang yaitu 16 cm. 

    STUDI KEANEKARAGAMAN BAKTERI ENDOFIT PADA TANAMAN LADA (Piper nigrumL) YANG TERSERANG HAWAR BELUDRU (Septobasidiumsp.) DI DESA SEMPARUNG KECAMATAN SUNGAI KUNYIT KABUPATEN PONTIANAK

    No full text
    Bakteri endofit adalah bakteri yang siklus hidupnya berada didalam jaringan tanaman, bakteri ini dapat menginduksi ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit dan sebagai PGPB (Plant Growth Promoting Bacteria).Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data keanekaragaman bakteri endofit yang ada pada tanaman lada sakit terserang Septobasidium sp.di Desa Semparung, Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Pontianak.Penelitian bersifat deskriptif dengan metode survey, pengambilan sampel secara porposif yaitu jaringan buah, cabang dan akar dengan 3 kriteria tanaman 1).Tanaman lada sehat, 2).Tanaman lada sakit dan 3).Tanaman lada sehat diantara tanaman lada sakit.Hasilisolasi jaringan tanaman diperoleh 58 isolat bakteri endofit.Morfologi koloni terbanyakberwarna putih, bentuk bulat, pinggir rata, elevasi cembung, dan permukaan halus.Isolat bakteri terbanyak terdapat pada jaringan akar, kemudian cabang dan paling sedikit pada buah.Tingkat keanekaragaman isolat bakteri endofit berdasarkan indeks Shannon pada tanaman lada sakit dengan nilai 1, tanaman lada sehat 0,67 dan tanaman lada sehat diantara tanaman lada sakit 1,67 menunjukkan keanekaragaman yang tergolong rendah. Tingkat kesamaan isolat bakteri endofit pada tanaman lada sakit terserang Septobasidium sp. berdasarkan Jaccard Meassuredengan nilaitertinggi 0,47terdapat pada akar. Kata Kunci: Bakteri endofit, Keanekaragaman, Septobasidium sp., Tanaman Lad

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇