Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
1262 research outputs found
Sort by
ANALISIS DAMPAK PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN INDUSTRI TERHADAP SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DUSUN BELANGIRAN KECAMATAN NGABANG KABUPATEN LANDAK
ABSTRAK Perubahan yang terjadi akibat pembangunan hutan tanaman industri akan menimbulkan hal-hal positif atau lebih banyak menimbulkan hal-hal negatif yang justru merugikan masyarakat sekitarnya. Tujuan penelitian adalah menganalisis dampak pembangunan hutan tanaman industri terhadap sosial ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode survey yang dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukan bahwa masyarakat di Dusun Belangiran rata-rata telah menerima dampak selama pembangunan Hutan Tanaman Industri dikategorikan sedang, ditunjukan dengan belum optimalnya bantuan yang diterima masyarakat oleh perusahaan. Bila ditinjau dari aspek sosial ekonomi masyarakat, dampak pembangunan hutan tanaman industri dari beberapa aspek seperti fasilitas sosial, interaksi masyarakat dengan hutan, pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, mobilitas penduduk, pola pemilikan lahan, sumber pendapatan, peluang usaha, dan pekerjaan utama belum maksimal. Perusahaan dan masyarakat seharusnya dapat bekerjasama dalam mengkoordinir kegiatan pembangunan hutan tanaman industri. Kata kunci: Dampak, Masyarakat, Sosial Ekonomi, Hutan Tanaman Industr
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR KEONG MAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELEDRI DENGAN TEKNIK HIDROPONIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi POC keong mas yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri dengan teknik hidroponik menggunakan media tanam sekam bakar. Penelitian ini dilaksakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura Pontianak yang dilaksanan mulai tanggal 28 Juli 2013 sampai dengan 3 Oktober 2013. Metode yang digunakan adalah pola satu faktor Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 6 perlakuan yaitu p1 = 10 ml/liter air, p2 = 20 ml/liter air, p3 = 30 ml/liter air, p4 = 40 ml/liter air, p5 = 50 ml/liter air, dan p6 = 60 ml/liter air. Variabel pengamatan yang diamati adalah panjang tangkai tanaman (cm), jumlah tangkai, berat segar bagian atas tanaman (g), berat kering bagian atas tanaman (g) dan volume akar (cm3) serta pengamatan lingkungan yaitu suhu (0C) dan kelembaban (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi POC dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman seledri yang ditunjukkan dengan berpengaruh nyata terhadap panjang tangkai, jumlah tangkai, berat segar dan volume akar. Pemberian POC dengan konsentrasi 40 ml/liter air memberikan rata-rata tertinggi pada semua variabel pengamatan. Kata kunci : Hidroponik, Keong Mas, Pupuk Organik Cair, Sekam Bakar, Seledr
Analisis Efisiensi Saluran Pemasaran Kerupuk Ikan Belidak di Desa Piasak Kecamatan Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu
ABSTRAK Tujuan penelitian ini 1). Untuk mengetahui saluran pemasaran mana yang paling efisien dan memberikan keuntungan terbesar bagi produsen kerupuk ikan belidak. 2). Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi besarnya marjin pemasaran kerupuk ikan belidak. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) di Desa Piasak Kecamatan Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu. Hasil penelitian menunjukkan, saluran pemasaran yang paling efisien adalah saluran pemasaran I ( produsen –pedagang pengecer – konsumen akhir ), dimana saluran ini memberikan harga yang paling besar bagi produsen dengan persentase Farmer’s Share sebesar 85,71% dan marjin pemasaran yang terkecil 14,28%. keuntungan terbesar terdapat pada saluran pemasaran II Rp.27.418,74/Kg/bln. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya marjin pemasaran kerupuk ikan belidak di Desa Piasak adalah volume penjualan, harga ditingkat produsen dan jumlah lembaga pemasaran yang dilalui. Kata Kunci : Efisiensi Pemasaran, Kerupuk Ikan Belidak, Margin Pemasaran, Farmer’s Share, Profitability Indeks.
Pengaruh Varietas dan Kapur Dolomit terhadap Intensitas Serangan Blossom End Rot dan Hasil Tomat pada Tanah Gambut
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara varietas dan kapur dolomit terhadap intensitas serangan Blossom End Rot (BER) dan hasil tomat pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan metoda eksperimen lapangan dalam bentuk Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design) yang terdiri dari dua faktor yaitu varietas (main plot) yang terdiri dari 2 taraf yaitu Permata dan Tymoti. Kapur dolomit (sub plot) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 64,34 g/polybag, 84,32 g/polybag dan 112,44 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap waktu berbunga, waktu panen, intensitas serangan BER, diameter buah dan berat buah per tanaman. Sedangkan perlakuan kapur dolomit dan interaksi berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel. Perlakuan varietas Tymoti memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan dengan varietas Permata pada semua variabel pengamatan, antara lain waktu berbunga, waktu panen, intensitas serangan BER, diameter buah dan berat buah per tanaman. Kata kunci : Blossom End Rot, Dolomit, Gambut, Tomat
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN TERHADAP BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK GANDASIL D DAN B SECARA HIDROPONIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk Gandasil (D dan B) dan mengetahui konsentrasi yang tepat sehingga memberikan pertumbuhan dan hasil mentimun yang terbaik secara hidroponik. Penelitian ini dimulai pada tanggal 30 Juni sampai dengan 6 September 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel sehingga seluruhnya berjumlah 96 tanaman sampel. Perlakuan yang diberikan yaitu p0 = 5 ml/l AB-Mix 5, p1 = 1 g/l Gandasil (D dan B), p2 = 3 g/l Gandasil (D dan B), p3 = 5 g/l Gandasil (D dan B), p4 = 7 g/l Gandasil (D dan B), p5 = 9 g/l Gandasil (D dan B). Variabel yang diamati yaitu Panjang Tanaman umur 2 MST dan 3 MST (cm), Jumlah Daun umur 2 MST dan 3 MST (helai), Volume Akar (cm3), Berat Kering Tanaman (g), Bobot per Buah (g), Diameter Buah (cm), Panjang Buah (cm), Jumlah Buah per Tanaman (buah), Berat Buah per Tanaman (g). Adapun variabel penunjang yaitu Suhu Udara (°C) dan Kelembaban Udara (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk Gandasil (D dan B) pada perlakuan (P2) pupuk Gandasil D pada saat tanaman umur 0-1 minggu dengan konsentrasi 0 g/l, umur 1-2 minggu 1,5 g/l, umur 2 minggu – fase vegetatif maksimum 3 g/l, dan fase vegetatif maksimum – fase generatif diganti dengan Gandasil B dengan konsentarsi 3 g/l merupakan perlakuan terbaik sebagai nutrisi alternatif dari nutrisi AB-Mix untuk pertumbuhan dan hasil mentimun secara hidroponik
PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK TANI DALAM PROGRAM SL-PTT PADI SAWAH DI DESA SEI MATA-MATA KECAMATAN SIMPANG HILIR KABUPATEN KAYONG UTARA
Program SL-PTT padi sawah merupakan program yeng bertujuan meningkatkan produktivitas lahan, memperbaiki pendapatan petani, serta melakukan pengelolaan tanaman terpadu yang berwawasan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi anggota kelompok tani dalam program SL-PTT padi sawah dan mengetahui hubungan antara partisipasi anggota kelompok tani dalam program SL-PTT padi sawah dengan penerapan PTT di Desa Sei Mata-Mata Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode survey. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa desa Sei Mata-Mata memiliki lahan pertanian terbesar di Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara dan menjadi lokasi pelaksanaan program SL-PTT, tetapi produktivitas padi sawah belum mencapai target yang telah ditetapkan. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 42 responden yang diambil dengan metode Simple Random Sampling. Analisis yang digunakan adalah Korelasi Kendall’s Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar partisipasi anggota kelompok tani tergolong kategori simbolis (74%) dan 26% responden yang tergolong kategori partisipasi semu, sedangkan pada penerapan PTT padi sawah menunjukan bahwa 72% responden tergolong kategori rendah, 26% responden tergolong kategori sedang dan 2% responden tergolong kategori tinggi. Hasil analisis hubungan antara partisipasi anggota kelompok tani dalam program SL-PTT dengan penerapan PTT sebesar 0,141 dengan nilai P value (signifikansi) sebesar 0,245, sehingga tidak terdapat hubungan antara kedua variabel. Kata kunci : Partisipasi, Kelompok Tani, SL-PTT dan Padi Sawah
ANALISIS PERSEPSI ANGGOTA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PADA KOPERASI KREDIT (CREDIT UNION) TRI TAPANG KASIH DI KANTOR TEMPAT PELAYANAN PUSAT SEJIRAM KABUPATEN KAPUAS HULU
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui persepsi petani terhadap kualitas pelayanan Koperasi Kredit (Credit Union) Tri Tapang Kasih di Kantor Tempat Pelayanan Pusat Sejiram Kabupaten Kapuas Hulu, dan (2) mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi petani terhadap kualitas pelayanan pada Koperasi Kredit (Credit Union) Tri Tapang Kasih di Kantor Tempat Pelayanan Pusat Sejiram Kabupaten Kapuas Hulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan lokasi penelitian di Kantor Tempat Pelayanan Pusat Koperasi Kredit (Credit Union) Tri Tapang Kasih Sejiram Kabupaten Kapuas Hulu. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dari jumlah anggota yang masih aktif yaitu 100 orang petani responden. Untuk menganalisis hubungan antara faktor pembentuk persepsi dengan persepsi petani terhadap kualitas pelayanan Koperasi Kredit (Credit Union) Tri Tapang Kasih digunakan uji Chi Square dengan program SPSS 18,00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap kualitas pelayanan Koperasi Kredit (Credit Union) Tri Tapang Kasih berada dalam kategori baik. Hasil analisis mengenai hubungan antara faktor karakteristik dengan persepsi petani terhadap kualitas pelayanan Koperasi Kredit (Credit Union) Tri Tapang Kasih menunjukkan bahwa usia berhubungan dengan persepsi petani terhadap kualitas pelayanan pada Koperasi Kredit (Credit Union) Tri Tapang Kasih Sejiram pada taraf signifikan 95% dan nilai ρvalue lebih kecil dari 0,05. Kata Kunci : Koperasi Kredit (Credit Union) Tri Tapang Kasih, Kualitas Pelayanan, Konsep Persepsi
PENGARUH KOMPOS LIMBAH MEDIA JAMUR TIRAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH PADA TANAH ALUVIAL
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis kompos limbah media jamur tiram yang terbaik untuk hasil tanaman kacang tanah pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak dengan lama penelitian selama 5 bulan, dimulai dari tanggal 18 September 2013 sampai tanggal 20 Januari 2014. Rancangan penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu k1 (5 ton/ha kompos limbah media jamur tiram atau setara dengan 91,6 gram/lubang tanam), k2 (10 ton/ha kompos limbah media jamur tiram atau setara dengan 183 gram/lubang tanam), k3 (15 ton/ha kompos limbah media jamur tiram atau setara dengan 274,7 gram/lubang tanam), k4 (20 ton/ha kompos limbah media jamur tiram atau setara dengan 366,3 gram/lubang tanam) dan k5 (25 ton/ha kompos limbah media jamur tiram atau setara dengan 457,9 gram/lubang tanam), setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu volume akar (cm3), berat kering tanaman(g), jumlah polong isi per petak (polong), berat biji kering per petak (g) dan berat 100 biji kering (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa k5 (25 ton/ha kompos limbah media jamur tiram atau setara dengan 457,9 gram/lubang tanam) memberikan hasil tertinggi pada semua variabel pengamatan. Kata kunci: aluvial, hasil, kacang tanah, kompos limbah media jamur tiram
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PASANG SURUT UNTUK TANAMAN PADI SAWAH DI DESA SUNGAI ITIK KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBURAYA
Evaluasi lahan merupakan suatu pendekatan atau cara menilai potensi sumber daya lahan. Hasil evaluasi lahan akan memberikan informasi dan/atau arahan penggunaan lahan yang diperlukan, dan akhirnya nilai harapan produksi yang kemungkinan akan diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala-kendala untuk tanaman padi sawah, membuat klasifikasi kesesuaian lahan pasang surut untuk tanaman padi sawah, serta membuat rekomendasi pengelolaan lahan pasang surut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sungai Itik Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis sampel tanah di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini dimulai dari Juni 2014 sampai dengan Agustus 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian lahan untuk tanaman padi sawah menunjukkan bahwa lahan tersebut memiliki kesesuaian lahan aktual tidak sesuai saat ini (N1) dengan faktor penghambat kedalaman efektif dan kedalaman sulfidik (N1-rx). Namun setelah adanya perbaikan dengan tata saluran air mikro dengan tingkat pengelolaan sedang, maka kesesuaian lahan potensialnya menjadi sesuai bersyarat (S3).
DINAMIKA POPULASI IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SUNGAI RENGAS, KABUPATEN KUBURAYA
Ikan tongkol (Euthynnus affinis) merupakan salah satu jenis hasil tangkapan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui sebaran frekuensi panjang ikan, hubungan panjang dan berat, parameter pertumbuhan, serta mortalitas dan laju eksploitasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan software FISAT II Ver. 1.2.2 Tahun 2005 yang dikeluarkan oleh FAO-ICLARM. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2022 sampai dengan bulan Februari 2023. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel ikan tongkol adalah metode systematic random sampling. Hasil penelitian menunjukan sebaran frekuensi panjang cagak ikan tongkol selama penelitian diperoleh panjang minimum 30,7 cm dan panjang maksimum 56,5 cm. Persamaan hubungan panjang dan berat ikan tongkol adalah W = 0,0918L2,592 dengan koefisien determinasi (R2) 0,853. Pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif. Koefisien pertumbuhan (K) adalah 0,70 per tahun dengan panjang asimtotik (L∞) sebesar 56,50 dan umur teoritis mula-mula (t0) sebesar -0,714 per tahun. Laju mortalitas total (Z) adalah 1,65 per tahun, mortalitas alami (M) sebesar 1,21 per tahun, laju mortalitas penangkapan (F) sebesar 0,44 per tahun dan laju eksploitasi (E) sebesar 0,27. Nilai laju eksploitasi ini belum melebihi nilai eksploitasi optimum 0,