Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    PERSEPSI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA KELOMPOK TANI DI DESA KAYU ARA KECAMATAN JELIMPO KABUPATEN LANDAK

    No full text
    Kelompok tani berfungsi sebagai titik penting untuk menjalankan dan menterjemahkan konsep hak petani kedalam kebijakan, strategi dan program yang layak dalam satu kesatuan utuh dan sebagai wadah transformasi dan pengembangan kedalam langkah oprasional. Berbagai masalah yang menimpa dan menghambat kegiatan kelompok tani dalam menjalankan kegiatan pertanian berdampak terhadap kapasitas institusi dan kinerjanya. Oleh karena itu pengukuran kinerja kelompok tani perlu dilakukan agar dapat diketahui sejauh mana tingkat pencapaian hasil kerja atau tingkat kegagalan yang dialami kelompok tani dalam menjalankan kegiatan pertanian dan kendala-kendala yang dihadapi. Upaya-upaya dalam meningkatkan kinerja dapat dilakukan terlebih dahulu dengan mengetahui sejauh mana tingkat kinerja yang telah ada dan mengkaji faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan tingkat kinerja tersebut. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui persepsi petani dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja kelompok tani di Desa Kayu Ara Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Metode penelitian menggunakan metode survei. Analisis data  menggunakan alat analisis uji korelasi rank spearman. Untuk menguji tingkat signifikansi, menggunakan uji t. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persepsi petani terhadap kinerja kelompok tani di Desa Kayu Ara adalah rendah yang di ukur melalui 4 indikator. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja kelompok tani adalah umur, pendidikan ,luas lahan, interaksi dengan penyuluh, dan sarana produksi. Berdasarkan hasil analisis, ternyata faktor pendidikan dan faktor interaksi dengan penyuluh yang mempengaruhi kinerja kelompok tani di Desa Kayu Ara Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak.   Kata kunci: Persepsi, kinerja, kelompok tani

    UJI EFEKTIFITAS BAKTERI Bradyrhizobium japonicum DAN UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI DI TANAH GAMBUT

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas bakteriBradyrhizobium japonicum, urea, serta interaksi B. japonicum dan urea terhadappertumbuhan dan hasil kedelai di tanah gambut. Penelitian ini menggunakanrancangan acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor denganfaktor pertama adalah bakteri B. japonicum (R) terdiri dari dua level dan faktorkedua adalah dosis pupuk urea (U) yang terdiri dari empat level. Kombinasinyamenjadi 8 perlakuan yakni, r0u0 (tanpa B. japonicum+ urea 0 kg /ha), r0u1 (tanpaB. japonicum+ urea 25 kg/ha), r0u2 (tanpa B. japonicum+ urea 50 kg /ha), r0u3(tanpa B. japonicum+ urea 75 kg /ha), r1u0 (B. japonicum+ urea 0 kg /ha), r1u1(B. japonicum+ urea 25 kg /ha), r1u2 (B. japonicum+ urea 50 kg /ha), r1u3 (B.japonicum+ urea 75 kg /ha). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, kadarklorofil daun, jumlah bintil akar, berat basah bintil akar, berat kering tanaman,berat kering akar, jumlah polong per tanaman, berat biji kering per tanaman, danbobot 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bakteri B.japonicum memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar klorofil daun, jumlahpolong per tanaman, dan berat biji kering per tanaman. Perlakuan ureamemberikan pengaruh yang nyata terhadap terhadap berat kering tanaman.Interaksi perlakuan B. japonicum dan urea memberikan pengaruh yang nyataterhadap tinggi tanaman, jumlah bintil akar, berat basah bintil akar, dan berat bijikering per tanaman.Kata kunci: B. japonicum, Kedelai, Tanah gambut, Urea

    ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA TAMBAK IKAN BANDENG DI DESA JELU AIR KECAMATAN JAWAI SELATAN KABUPATEN SAMBAS

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha tambak ikan bandeng di Desa Jelu Air Kecamatan Jawai Selatan Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu di Desa Jelu Air Kecamatan Jawai Selatan. dengan pertimbangan bahwa Desa Jelu Air Kecamatan Jawai Selatan merupakan salah satu daerah sentral perikanan tambak sistem monokultur dan pengolahannya dilakukan secara tradisional. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan jmlah responden sebanyak 37 petani tambak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengusaha tambak ikan bandeng di Desa Jelu Air Kecamatan Jawai Selatan Kabupaten Sambas layak untuk diusahakan. Nilai NPV yang diperoleh Rp20.476.431, IRR 30,20 persen, dan Net B/C Rasio 1,52. Adapun waktu pengembalian modalnya selama tiga tahun empat bulan. Kenaikan biaya operasional dan penurunan benefit sebesar 6,97 persen (berdasarkan rata-rata inflasi Bank Indonesia tahun 2013) usaha ini tetap layak untuk diusahakan. Usaha tambak ikan bandeng ini sensitif terhadap perubahan harga produksi

    PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT

    Get PDF
    Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber penghasilan petani, maupun potensi sebagai penghasil devisa untuk Negara. Tanaman bawang merah merupakan komoditas sayuran karena mengandung gizi yang tinggi, bahan baku untuk obat-obatan, sebagai pelengkap bumbu masak, memiliki banyak kandungan vitamin dan berperan sebagai aktivator enzim di dalam tubuh. Tanah gambut memiliki kendala terutama berkaitan dengan kesuburan tanah rendah, kadar air tinggi, kematangan gambut dan berat isi rendah. Kendala kimia tanah gambut berupa kejenuhan basa rendah, kapasitas tukar kation tinggi dan tanah yang bereaksi masam disebabkan kandungan asam organik yang tinggi.Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mencari dosis interaksi amelioran dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil  bawang merah pada tanah gambut.  Penelitiandilakukanselama2bulan,dimulai sejak 05 Maret 2023 sampai dengan 29 April 2023. Penelitian ini menggunakanmetodeRancanganAcakLengkap(RAL)Faktorialyangterdiridari2faktorperlakuan.Faktorbeberapa jenis amelioran3taraf,danfaktorpupukNPK3taraf.Perlakuan  diulang sebanyak 3 kali dan setiap satu unit percobaan terdapat 4 sampel, sehinggadiperoleh sebanyak 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah:faktor pertamaa1= 560 kg/ha + 12 ton/ha amelioran setara dengan 16 g/polybag dan 334 g/polybag, a2= 700 kg/ha + 15 ton/ha amelioran setara dengan 20 g/polybag dan 423 g/polybag, a3= 805 kg/ha + 17 amelioran setaradengan 23 g/polybag dan 490 g/polybag, faktor kedua p1= 200 kg/ha pupuk NPK setara dengan 5g/polybag, p2= 400 kg/ha pupuk NPK setara dengan 11 g/polybag, p3= 600 kg/hapupukNPKsetaradengan16g/polybag.Variabelpengamatanmeliputitinggitanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, berat segar umbi per rumpun, dan berat kering angin umbi per rumpun. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan,didapatkankesimpulanbahwatidak terjadi interaksi antara amelioran dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Perlakuan amelioran dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber penghasilan petani, maupun potensi sebagai penghasil devisa untuk Negara. Tanaman bawang merah merupakan komoditas sayuran karena mengandung gizi yang tinggi, bahan baku untuk obat-obatan, sebagai pelengkap bumbu masak, memiliki banyak kandungan vitamin dan berperan sebagai aktivator enzim di dalam tubuh. Tanah gambut memiliki kendala terutama berkaitan dengan kesuburan tanah rendah, kadar air tinggi, kematangan gambut dan berat isi rendah. Kendala kimia tanah gambut berupa kejenuhan basa rendah, kapasitas tukar kation tinggi dan tanah yang bereaksi masam disebabkan kandungan asam organik yang tinggi.Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mencari dosis interaksi amelioran dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil  bawang merah pada tanah gambut.  Penelitiandilakukanselama2bulan,dimulai sejak 05 Maret 2023 sampai dengan 29 April 2023. Penelitian ini menggunakanmetodeRancanganAcakLengkap(RAL)Faktorialyangterdiridari2faktorperlakuan.Faktorbeberapa jenis amelioran3taraf,danfaktorpupukNPK3taraf.Perlakuan  diulang sebanyak 3 kali dan setiap satu unit percobaan terdapat 4 sampel, sehinggadiperoleh sebanyak 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah:faktor pertamaa1= 560 kg/ha + 12 ton/ha amelioran setara dengan 16 g/polybag dan 334 g/polybag, a2= 700 kg/ha + 15 ton/ha amelioran setara dengan 20 g/polybag dan 423 g/polybag, a3= 805 kg/ha + 17 amelioran setaradengan 23 g/polybag dan 490 g/polybag, faktor kedua p1= 200 kg/ha pupuk NPK setara dengan 5g/polybag, p2= 400 kg/ha pupuk NPK setara dengan 11 g/polybag, p3= 600 kg/hapupukNPKsetaradengan16g/polybag.Variabelpengamatanmeliputitinggitanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, berat segar umbi per rumpun, dan berat kering angin umbi per rumpun. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan,didapatkankesimpulanbahwatidak terjadi interaksi antara amelioran dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Perlakuan amelioran dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut.   Kata Kunci: Amelioran, Pupuk NPK, Tanah Gambut, Bawang Merah

    ANALISIS DISTRIBUSI PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI PADI DI KECAMATAN MUARA PAWAN KABUPATEN KETAPANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi pendapatan rumah tangga dan distribusi sumber-sumber pendapatan (On Farm, Off Farm dan Non Farm ) serta menganalisis besarnya ketimpangan pendapatan rumah tangga dan sumber-sumber pendapatan (On Farm, Off Farm dan Non Farm ) di Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang dengan metode deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive sampling) dengan pertimbangan bahwa persentase penduduk di daerah tersebut paling tinggi adalah bermata pencaharian sebagai petani. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 98 responden dipilih secara proporsional dari delapan desa yang ada di kecamatan tersebut. Analisis yang digunakan adalah Gini Ratio serta digambarkan dengan Kurva Lorenz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi pendapatan rumah tangga petani padi serta sumber-sumber pendapatan rumah tangga tersebut tergolong dalam merata miskin. Sedangkan ketimpangan pendapatan yang diukur dengan Gini Ratio didapat ketimpangan pendapatan rumah tangga petani tergolong dalam ketimpangan rendah atau relatif merata yang angkanya sebesar 0,21, sedangkan jika dilihat dari sumbersumber pendapatan On Farm, Off farm dan Non Farm termasuk dalam katagori ketimpangan tinggi yang angkanya masing-masing sebesar 0,62, 0,65 dan 0,67. Kurva lorenz menggambarkan bahwa distribusi pendapatan rumah tangga cenderung lebih merata jika dibandingkan disribusi pendapatan pada sumber-sumber pendapatan.Kata kunci : Distribusi , Ketimpangan, Pendapatan Rumah Tangga, Analisis Gini Ratio dan Kurva Lorenz

    UJI KUALITAS AIR UNTUK IRIGASI PADA DESA KAYU ARA KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK

    No full text
    ABSTRAK Pemanfaatan sumberdaya alam yang biasa dilakukan dalam sektor pertanian adalah saluran irigasi, baik saluran irigasi pada permukaan, saluran irigasi bawah permukaan, saluran irigasi dengan pemancaran dan saluran irigasi dengan tetesan. Salah satu saluran irigasi yang umum dilakukan adalah saluran irigasi pada permukaan. Umumnya masyarakat tidak mengetahui kulitas air untuk irigasi, sehingga dapat menimbulkan dampak bagi pertumbuhan tanaman di daerah irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air untuk irigasi pada Desa Kayu Ara Kecamatan Mandor Kabupaten Landak. Pengukuran kualitas air untuk irigasi yaitu pengukuran karakteristik fisik dan pengukuran karakteristik kimia air, karakteristik fisik air meliputi temperatur, debit aliran, kecerahan,kandungan sedimen, sedangkan karakteristik kimia air meliputi pH, salinitas dan DHL ( Daya Hantar Listrik ), Boron, Ca2+, Mg2+ dan Na+, alkalinitas, Nisbah Serapan Sodium (SAR/ Sodium Absrobtion Ratio) dan RSC ( residual sodium carbonat ). Hasil pengamatan menunjukan bahwa Kualitas air yang ada di Desa Kayu Ara Kecamatan Mandor Kabupaten Landak sesuai untuk irigasi. Kata Kunci: Kualitas air, Saluran Irigasi ABSTRACT Use of the natural resources is usually can be conducted in the agricultural sector is irrigation, irrigation well on the surface, subsurface irrigation canals, irrigation channels and transmitting channel with drip irrigation. One of the common irrigation is irrigation canals on the surface. Generally people do not know the quality of their water for irrigation, which can cause impact on plant growth in irrigated areas. The objective of this study was to know the quality of water for irrigation in the Kayu Ara Village Mandor District Landak Regency. Water quality parameters for irrigation is the measurement of physical characteristics and measurements of the characteristics of water chemistry, physical characteristics of water include temperature, flow rate, brightness, sediment content, while the chemical characteristics of water include pH, salinity and DHL (Electrical Conductivity), Boron, Ca2 +, Mg2 + and Na +, alkalinity, sodium Absorption Ratio (SAR / sodium Absrobtion Ratio) and RSC (residual sodium carbonate). The results showed that the water quality in the Kayu ara village mandor District landak regency is suitable for irrigation. Key Word: Water quality, Irrigatio

    ANALISIS FAKTOR BAURAN PEMASARAN TERHADAP PENJUALAN INDUSTRI KRIPIK BUAH FIRJATUL JAYA DI RASAU JAYA III KABUPATEN KUBU RAYA

    No full text
    Sektor industri makanan berperan penting dalam pembangunan daerah, karena sektor industri makanan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pembangunan ekonomi di Kalimantan Barat. Saat ini industri makanan cukup banyak ditemui dibeberapa daerah khususnya kecamatan Rasau Jaya. Industri Kripik buah Firjatul Jaya mengalami persaingan yang kompetitif, persaingan yang semakin luas menyebabkan harus adanya strategi pemasaran yang dapat membuat usahanya tetap berkembang. Bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, distribusi dan promosi sangat efektif untuk mencapai tujuan pemasaran yaitu meningkatkan penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor bauran pemasaran terhadap penjualan usaha industri kripik buah Firjatul Jaya di Rasau Jaya III Kabupaten Kubu Raya dengan metode deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive sampling), jumlah sampel penelitian ini sebanyak 40 responden dipilih secara proporsional dari empat tempat penjualan kripik buah Firjatul Jaya dan dianalisis dengan analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling tinggi pengaruhnya terhadap penjualan kripik buah Firjatul Jaya adalah faktor produk dikarenakan produk mempunyai peranan yang cukup penting yang merupakan salah satu bentuk fisik yang dinilai oleh konsumen, dilihat dari atribut produk itu sendiri seperti variasi produ,  kemasan produk, merek produk, kualitas produk, ukuran produk, dan pelayanan produk. Sehingga secara umum Faktor bauran pemasaran tersebut sudah baik untuk meningkatkan penjualan.   Kata kunci    :  Bauran Pemasaran, Penjualan, Kripik Buah Firjatul Jaya, Analisis Konjoin

    KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KERAJINAN ANYAMAN AKAR KELADI AIR (Sagittaria Guyanensis)

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen pada industri  kerajian anyaman akar keladi air (Sagittaria Guyanensis). Sampel dari penelitian ini terdiri dari 96 responden. Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI) digunakan sebagai teknik analisis data. Hasil analisis data menunjukan bahwa hasil Importance Performance Analysis (IPA) yang menjadi prioritas utama yang harus ditingkatkanadalah keterjangkauan harga, kesesuaian harga dengan manfaat, akses transportasi kelokasi, periklanan. Tingkat Customer Satisfaction Index (CSI) dari atribut kepuasan konsumen secara keseluruan puas, ditunjukan oleh 72,1 persen. Tingkat kepuasan tertinggi adalah kualitas produk dengan skor rata-rata 3,900.sebaliknya atribut dengan tingkat kinerja terendah adalah akses transportasi kelokasi  dengan skor rata-rata 3,385

    STUDI KARAKTERISTIK DAS DAN KUALITAS AIR UNTUK IRIGASI PADA SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) TAYAN BAGIAN HILIR KABUPATEN SANGGAU

    Get PDF
    Daerah Aliran Sungai (DAS) termasuk wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami yang batas di darat merupakan pemisah topografis (punggung bukit) dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi karakteristik Sub DAS Tayan di Kabupaten Sanggau, mengidentifikasi kualitas air untuk irigasi Sub DAS Tayan bagian hilir di Kabupaten Sanggau. Pola drainase yang terbentuk pada DAS Tayan merupakan pola dendritik, pola aliran ini anak-anak sungainya terlihat seperti cabang-cabang pohon dan memiliki bentuk DAS yang radial dengan anak-anak sungai langsung masuk ke induk sungai sehingga bentuknya seperti bulu burung dan mempunyai ciri utama menyempit pada daerah bagian hilirnya. Nilai IKD DAS Tayan sebesar 0,85 km/km2. Ini berarti nilai IKD termasuk dalam kategori sedang. Profil melintang sungai berbentuk trapesium, dan orde WRb pada DAS Tayan adalah 3,77. Hubungan antara tinggi muka air dengan debit aliran persamaannya adalah Q=4,265(H- 2.626)0,1212 dengan koefisien determinasi sebesar 0,2328 dengan tingkat kesalahan sebesar 0,482494. Hubungan antara besarnya debit aliran dengan debit sedimen persamaan regresinya adalah Qs=10.192 Qw8.243604 dengan nilai korelasi sebesar 0,669403 dan koefisien determinasi sebesar 0,4481. Hasil kualitas air sungai untuk pengamatan pH selama 5 hari pada outlate DAS Tayan dapat diketahui bahwa kisaran nilai pH 5,1 – 6 dengan nilai rata-rata pH adalah 5,53. Suhu berkisar antara 260C hingga 270C dengan fluktuasi 20C dan memiliki rata-rata 26,30C ini berarti suhu dititik pengamatan tersebut masih tergolong baik. Kisaran kecerahan air di DAS Tayan sebesar 37 cm – 64 cm dengan rata-rata 48,35 cm. Nilai DHL pada DAS Tayan masuk dalam kategori sedang yaitu produksi tanaman yang sensitif garam dapat terganggu, nilai SAR masuk dalam kategori rendah, maka dapat dipergunakan untuk mengairi hampir segala jenis tanah dengan kemungkinan yang kecil untuk terkumpulnya sodium pada tingkat yang membahayakan dan untuk nilai RSC nya termasuk dalam kategori kelas sedang, maka Air ini cocok untuk jenis tanah tertentu dan untuk tanaman tertentu pula. Biasanya tanaman yang toleran dan agak toleran terhadap sodium dapat tumbuh. Air ini tidak dapat digunakan pada drainase buruk dan juga perlu pengolahan tanah secara khusus untuk mengurangi salinitas misalnya dengan mengaliri air bersih.Kata kunci: Karakterisik DAS, Kualitas Air,Sedimentasi

    ANALISIS FINANSIAL USAHA PEMBENIHAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax sp) DI DESA KAPUR KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha Pembenihan Lobster Air Tawar ( Cherax Sp) Di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu di Di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya dengan pertimbangan bahwa daerah ini merupakan satu-satu Desa yang baru melakukan usaha penbenihan lobster air tawar ini. Populasi yang menjadi objek penelitian ini adalah seluruh petani lobster air tawar sebanyak 2 kelompok terdiri dari 12 petani yaitu 6 orang dari kelompok Mina Sungai Kapuas dan 6 orang dari kelompok Karya Bahari. Penelitian ini menggunakan analisis finansial dengan 5 kriteria yaitu Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP) dan Analisis Sensitivitas. Hasil penelitian menggunakan discount factor 12% menunjukan NPV pada kelompok Mina sungai Kapuas sebesar Rp. 3.771.983,10,- Net B/C  sebesar 1,48 dan IRR sebesar 28,03%. Payback Period menunjukan bahwa pengembalian investasi yaitu 3 tahun 2 bulan, sedangkan NPV pada kelompok Karya Bahari sebesar Rp. 5.557.181,05 ,- Net B/C  sebesar 1,65 dan IRR sebesar 31,67%. Payback Period menunjukan bahwa pengembalian investasi yaitu 2 tahun 10 bulan. Berdasarkan kegiatan tersebut usaha pembenihan lobster air tawar ini layak untuk diusahakan secara finansial. Sementara hasil Analisis Sensitivitas didapatkan bahwa kenaikan biaya operasional 10% dan penurunan benefit 5% masih  layak diusahakan dan dikembangkan.   Kata kunci: Usaha Pembenihan Lobster Air Tawar, Finansial,Lobster Air Tawa

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇