Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    PENGARUH KONSENTRASI HERBISIDA 2,4 D TERHADAP PERTUMBUHAN CENDAWAN Metarhizium anisopliae (Metsch.) SECARA In Vitro

    No full text
    Metarhizium anisopliae (Metsch.) merupakan salah satu cendawan entomopatogen. Cendawan ini banyak ditemukan didalam tanah. Salah satu faktor penghambat pertumbuhan M. anisopliae (Metsch.) adalah adanya senyawa kimia. Herbisida 2,4 D merupakan herbisida sintetik untuk mengendalikan gulma. Herbisida 2,4 D selain beracun terhadap gulma, herbisida ini diduga juga dapat bersifat racun terhadap M. anisopliae (Metsch.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi herbisida 2,4 D terhadap pertumbuhan M. anisopliae (Metsch.) secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dengan metode peracunan media. Konsentrasi herbisida 2,4 D yang digunakan adalah 0,02%, 0,15%, 0,20%, 0,40%, 0,50% tiap-tiap perlakuan diulang lima kali. Pengamatan dilakukan mulai dari hari ke 4 setelah isolasi, dengan selang waktu dua hari selama 14 hari. Variabel pengamatan meliputi rata-rata diameter pertumbuhan, hari terbentuknya spora, jumlah spora dan morfologi cendawan secara makro dan mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi maka pertumbuhan diameter cendawan semakin terhambat, pembentukan spora menjadi terhambat dan jumlah spora menjadi berkurang, namun konsentrasi herbisida tidak berpengaruh terhadap bentuk spora. Kata Kunci :Daya hambat cendawan, Herbisida 2,4 D, Metarhizium anisoplia

    ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGGILINGAN PADI (RICE MILLING) DI KECAMATAN SEMPARUK KABUPATEN SAMBAS

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha penggilingan padi di Kecamatan Semparuk Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu di Kecamatan Semparuk dengan pertimbangan bahwa setiap desa di Kecamatan Semparuk merupakan salah satu daerah yang memiliki penggilingan padi yang cukup banyak di antara desa-desa pada kecamatan lain di Kabupaten Sambas. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 36 responden`. Pegambilan sampel dilakukan dengan cara acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengusaha penggilingan padi di Kecamatan Semparuk Kabupaten Sambas layak untuk diusahakan. Nilai NPV yang diperoleh Rp. 77.749.127, IRR 48,89 persen, dan Net B/C Rasio 2,25. Adapun waktu pengembalian modalnya selama dua tahun lima bulan. Kenaikan biaya operasional (terutama bahan bakar solar) dan penurunan benefit (terutama produk beras) sebesar 6,97 persen (berdasarkan rata-rata inflasi Bank Indonesia tahun 2013) usaha ini tidak layak untuk diusahakan.   Kata kunci: Analisis Kelayakan Finansial, Analisis Sensitivitas, Penggilingan Padi, Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio, Internal Rate of Return (IRR

    PENGARUH PENGOLAHAN TANAH TERHADAP JUMLAH SIMPANAN BIJI GULMA DI DALAM TANAH PADA TANAH ALLUVIAL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengolahan tanah terhadap jumlah simpanan biji gulma di dalam tanah pada tanah alluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura pada bulan Agustus hingga Desember 2014. Identifikasi dan pengolahan data dilaksanakan di Laboratorium Hama Tanaman Universitas Tanjungpura. Penelitian menggunakan metode observasi dengan analisis vegetasi gulma yang tumbuh setelah pengolahan tanah. Pengamatan dilakukan setelah pengolahan tanah 1 kali, 2 kali, 3 kali dan 4 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 5 spesies gulma yang memiliki jumlah simpanan biji gulma tertinggi yaitu dengan nilai SDR diatas 10% dan dianggap sebagai gulma penting yaitu, Borreria alata, Cyrtococcum sp, Ageratum conyzoides, Ludwigia parennis dan Phyllantus debilis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengolahan tanah sebanyak 1 kali dapat mengurangi jumlah simpanan biji gulma dalam tanah jika dilakukan sebelum gulma menghasilkan biji

    PENGARUH BOKASI AMPAS KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG PADA TANAH ULTISOL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokasi ampas kelapa yang difermentasi dengan MOL sayuran dan mengetahui dosis pupuk ampas kelapa yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah Ultisol. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi Jalan Tanjung Raya II Gg Sari Mulya Pontianak, penelitian dilaksanakan dari tanggal 14 Januari 2014 sampai dengan tanggal 31 Maret 2014. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor dengan 6 taraf perlakuan terdiri dari 4 ulangan, setiap ulangan terdapat 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), berat kering tanaman (g), volume akar (cm3), kadar kehijauan daun (Spad unit), jumlah buah pertanaman (buah), panjang buah (cm), berat buah pertanaman (g), diameter buah pertanaman (cm), luas daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk bokasi ampas kelapa dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Kata kunci : Bokasi Ampas Kelapa, Mikro Organisme Lokal, Terung

    PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH PADA MEDIA SERBUK GERGAJI

    Get PDF
    Media tumbuh merupakan salah satu aspek penting yang menentukan tingkat keberhasilan budidaya jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) perlu dilakukan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang kurang selama masa pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan frekuensi pemberian POC terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih pada media serbuk gergaji. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan dari tanggal 14 Februari – 16 Juni 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 6 taraf konsentrasi dengan 4 ulangan. Masing-masing ulangan terdiri dari 3 sampel. Jadi total keseluruhan yang diperoleh 72 baglog. Perlakuan p1 (Frekuensi pemberian POC setiap 1 hari), p2 (Frekuensi pemberian POC setiap 2 hari), p3 (Frekuensi pemberian POC setiap 3 hari), p4 (Frekuensi pemberian POC setiap 4 hari), p5 (Frekuensi pemberian POC setiap 5 hari), dan p6 (Frekuensi pemberian POC setiap 6 hari). Variabel penelitian meliputi umur panen (hari), berat segar jamur tiram (g), diameter tudung buah jamur tiram (cm), dan jumlah tubuh buah jamur tiram (buah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang paling efisien untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih pada media serbuk gergaji adalah frekuensi pemberian POC setiap 2 hari di variabel berat segar jamur tiram dengan rerata nilai 361,82

    ANALISIS SOSIAL EKONOMI TERHADAP PERILAKU KEWIRAUSAHAAN IBU RUMAH TANGGA NELAYAN DI DESA SARANG BURUNG DANAU KECAMATAN JAWAI KABUPATEN SAMBAS

    No full text
    Abstrak Ibu rumah tangga nelayan mempunyai peran penting dalam keluarga, selain sebagai ibu rumah tangga, ibu nelayan juga bertugas mencari nafkah membantu para suami. Ibu nelayan mengatasi masalah ekonomi dengan berwirausaha. Dalam berwirausaha ibu nelayan memiliki keterbatasan dari faktor pendidikan, pemasaran, pengalaman dan umur, dimana faktor tersebut mempengaruhi perilaku ibu nelayan dari segi percaya diri, berani mengambil resiko, berorientasi tugas dan hasil, kepemimpinan dan kreatifitas. Tujuan penelitian menganalisis hubungan sosial ekonomi terhadap perilaku kewirausahaan di Desa Sarang Burung Danau Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas. Metode Simple Random Sampling digunakan pada 22 responden. Analisis data menggunakan Korelasi Kendal Tau. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang sedang (0,516) antara sosial ekonomi terhadap perilaku kewirausahaan. Pendidikan ibu nelayan hanya mampu di tingkat SMP, umur ibu nelayan tergolong usia produktif, pengalaman berwirausaha ibu nelayan yang lama dan pemasaran tepat pada sasaran. Pendidikan, umur, pengalaman dan pemasaran perlu diperhatikan untuk meningkatkan perekonomian rumah tangga nelayan. Kata Kunci : Aspek Sosial Ekonomi, Pendidikan, Umur, Pengalaman, Pemasaran dan  Perilaku Kewirausahaan

    Pengaruh Bokashi dan Abu tandan Kosong kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan dan Hasil terung pada Tanah Aluvial

    Get PDF
    Terung merupakan salah satu komoditi hortikultura bernilai ekonomi tinggi. Salah satu tanah yang dapat digunakan untuk budidaya tanaman terung ungu yaitu tanah aluvial. Tanah aluvial sebagai media tanam memiliki kendala seperti struktur tanah pejal pH rendah, ketersediaan unsur hara dan bahan organik rendah. Upaya untuk mengatasinya adalah dengan pemberian bahan pembenah tanah seperti bokashi dan abu tandan kosong kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi bokashi dan abu tandan kosong kelapa sawit yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil terung ungu pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 15 Agustus 2022 – 27 Oktober 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang menggunakan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama pemberian bokashi tandan kosong kelapa sawit terdiri dari 3 taraf yaitu b1 = 20 ton/ha setara dengan 600 g/polibag, b2 = 30 ton/ha setara dengan 900 g/polibag dan b3 = 40 ton/ha setara dengan 1.200 g/polibag. Faktor kedua pemberian abu tandan kosong kelapa sawit terdiri dari 3 taraf yaitu 8,8 ton/ha setara dengan 40 g/polibag, 13 ton/ha setara dengan 60 g/polibag dan 17,7 ton/ha setara dengan 80 g/polibag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman bobot per buah, panjang buah dan diameter buah. Hasil penelitian menujukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara bokashi dan abu tandan kosong kelapa sawit. Perlakuan faktor tunggal bokashi tandan kosong kelapa sawit dengan dosis 20 ton/ha ≈ 600 g/polibag dan abu TKKS 8,8 ton/ha ≈ 40 g/polibag merupakan dosis terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil terung pada tanah aluvial. Kata Kunci : Abu, Aluvial, Bokashi, Tandan Kosong Kelapa Sawit, Terung

    Analisis Perbandingan Pendapatan Usahatani Mentimun Dan Terong Di Lahan Pekarangan Di Desa Mamek Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak

    No full text
    Salah satu daerah yang warganya memanfaatkan lahan pekarangan adalah di Desa Mamek Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pendapatan antara usahatani mentimun dengan pendapatan usahatani terong di lahan pekarangan. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive). Populasi penelitian ini adalah masyarakat di Desa Mamek, Sampel dipilih menggunakan Metode Survey dengan jumlah sampel berjumlah 32 responden, terdiri dari 20 reponden untuk petani mentimun dan 12 responden untuk petani terong. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji independen sampel T-test (Uji-t). Uji independen sampel T-test (Uji-t) merupakan analisis statistic yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis komperatif, khususnya perbedaan rata – rata dua kelompok sampel yang tidak saling berhubungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata pendapatan petani Mentimun sebesar Rp. 8.580.222,22 /Ha/Musim tanam sedangkan pendapatan petani Terong sebesar Rp. 2.053.476,85 /Ha/Musim tanam. dari hasil analisis uji – t dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan nyata terhadap pendapatan petani yang menanam tanaman mentimun dan petani yang menenam terong di lahan pekarangan. Kata kunci : Pemanfaatan Lahan Pekarangan, Usahatani Mentimun dan Terong, Pendapatan Usahatani

    PENGARUH BOKASI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT CHERRY PADA TANAH ALUVIAL

    Get PDF
    Tomat cherry (Lycopersicum esculentum) merupakan tanaman sayuran komersial yang sedang dikembangkan di Indonesia. Tomat cherry bernilai ekonomi tinggi atau multiguna, pengembangan produksi tomat cherry yang optimal sangat ditentukan oleh teknik budidaya tanaman yang baik dan tepat, salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu tanah dan pemupukan serta ketersediaan unsur-unsur hara bagi pertumbuhan dan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara dosis bokasi TKKS dan pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil tomat cherry yang terbaik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Reformasi Gg. Racana Untan, mulai dari tanggal 17 Januari sampai 10 Maret 2023. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu Bokasi TKKS (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu b₁ = 20 ton/ha, b₂ = 30 ton/ha dan b₃ = 40 ton/ha dan faktor kedua yaitu Pupuk NPK (N) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu n₁ = 200 kg/ha, n₂ = 300 kg/ha, dan n₃ = 400 kg/ha sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga total keseluruhan tanaman adalah 108 tanaman. Tidak ditemukan dosis perlakuan terbaik dari berbagai kombinasi perlakuan, namun pemberian bokasi TKKS 30 ton/ha dan Pupuk NPK 300 kg/ha merupakan dosis yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tomat cherry pada tanah aluvial.

    PENGARUH GEL Aloe vera PADA MEDIA DASAR VACINT DAN WENT TERHADAP PERTUMBUHAN SUBKULTUR ANGGREK Dendrobium spectabille

    No full text
    Anggrek merupakan jenis tanaman hias yang diminati oleh masyarakat salah satunya adalah Dendrobium spectabille yang merupakan jenis asli dari Indonesia tepatnya di Papua. Subkultur adalah transfer planlet dari media satu ke media lainnya dikarenakan persediaan makanan didalam media sebelumnya semakin berkurang, hal ini ditunjukan oleh mengecilnya media dalam botol kultur yang diakibatkan oleh tumbuhnya dan berkembangnyaplanlet.Media tanam merupakan hal terpenting dalam subkultur dan baiknya media yang baru harus sama dengan media sebelumnya yaitu Vacint dan Went + gel Aloe vera, namun untuk menentukan kosenterasi gel Aloe vera terbaik pada perkembangan Dendrobium spectabille tidaklah mudah, tahapan subkultur merupakan tahapan yang penting pada budidaya kultur jaringan (in vitro) karena planlet sudah mulai memenuhi botol kultur selain itu cadangan makanan didalam botol juga sudah sedikit.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mencari kosenterasi gel Aloe vera yang tepat pada media dasar Vacint dan Went terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium spectabille. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, yang dilaksanakan pada tanggal 2 April 2013 sampai dengan tanggal 2 Juli 2013. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan yaitu: a1 (VW+Aloe vera 10g/l), a2 (VW+Aloe vera 20g/l), a3 (VW+Aloe vera 30g/l), a4 (VW+Aloe vera 40g/l), a5 (VW+Aloe vera 50g/l), a6 (VW+Aloe vera 60g/l), dan diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati adalah persentase tanaman hidup (%), jumlah daun (helai), jumlah anakan (tunas) dan warna tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa beberapa kosenterasi pemberian gel Aloe vera tidak mempengaruhi pertumbuhan dari subkultur Dendrobium spectabille.  

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇