Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    PENGARUH PEMBERIAN LUMPUR MERAH DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH PMK

    Full text link
    Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan satu di antara komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi karena digunakan sebagai rempah dan penyedap rasa makanan. Permasalahan yang dihadapi pada lahan PMK adalah pH termasuk masam, Al-dd yang tinggi, kandungan P yang rendah, kapasitas tukar kation yang rendah (KTK) dan tanah yang miskin unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lumpur merah dan dosis pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil bawang merah yang terbaik pada tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan di lahan penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalah lumpur merah (M) yang terdiri dari 3 taraf dan faktor kedua adalah pupuk NPK (F) yang terdiri dari 3 taraf. Perlakuan seluruhnya 9 kombinasi terdiri dari 3 ulangan dan setiap kombinasi perlakuan terdapat 4 tanaman sampel, dengan demikian terdapat 108 tanaman. Faktor pertama: Lumpur Merah (M) terdiri dari 3 taraf: m1 = 1: 500 (0,016 kg/polybag) setara dengan 16 gram/polybag , m2 = 1: 750 (0,01067 kg/ polybag) setara dengan 10,67 gram/polybag, m3 = 1: 1000 (0,008 kg/polybag) setara dengan 8 gram/polybag. Faktor kedua: Pupuk NPK (F) terdiri dari 3 taraf: f1 = 0,0008 kg/tanaman setara denga 0,8 gram/tanaman, f2 = 0,0012 kg/tanaman setara dengan 1,2 gram/tanaman, f3 = 0,0016 kg/tanaman setara dengan 1,6 gram/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian lumpur merah dan NPK  terjadi interaksi pada variabel jumlah anakan minggu ke 4 dan minggu ke 6 sedangkan pada variabel jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah umbi, berat basah dan berat kering angin berpengaruh tidak nyata. Perlakuan terbaik terdapat pada pemberian lumpur merah 8 g/tanaman dan NPK 1,6 g/tanaman

    PENGARUH FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL

    Full text link
    Bawang merah (Allium ascalonicum L.) salah satu jenis tanaman hortikultura yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan. Media tanam yang dapat digunakan untuk budidaya bawang merah adalah tanah aluvial. Kendala dari tanah aluvial adalah kurangnya unsur hara yang terdapat dalam tanah. Kendala tersebut bisa diatasi dengan pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) ditambah dengan pemberian bahan organik, salah satunya yaitu pupuk kandang kambing. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara pemberian FMA dan pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di desa Sungai Palai, Kecamatan Pemangkat pada tanggal 20 Desember 2022 sampai dengan 23 Februari 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) faktorial dengan petak utama dan anak petak. Pemberian FMA sebagai petak utama (m) terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu m0 = diberi FMA dan m1 = tanpa diberi FMA. Pemberian pupuk kandang kambing sebagai anak petak (p) terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu p1 = 5 ton/ha, p2 = 10 ton/ha, p3 = 15 ton/ha dan p4 = 20 ton/ha. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat basah panen, berat kering angin, jumlah umbi per rumpun, diameter umbi dan infeksi akar oleh FMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemberian FMA dan pupuk kandang kambing pada variabel berat basah panen dan berat kering angin. Pemberian pupuk kandang kambing pada dosis 20 ton/ha mampu memberikan hasil berat basah panen dan berat kering angin yang terbaik. Pemberian FMA memberikan hasil terbaik pada infeksi akar oleh FMA

    KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN DI SUNGAI PAWAN DESA TANJUNG PASAR KABUPATEN KETAPANG

    Full text link
    Keanekaragaman jenis ikan merupakan sumberdaya perairan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia karena di perairan umum khususnya di sungai hidup berbagai jenis ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis ikan di Sungai Pawan Desa Tanjung Pasar Kabupaten Ketapang seperti indeks keanekaragaman, keseragaman, dominasi dan nilai manfaat. Penelitian telah dilaksanakan selama 3 bulan yaitu pada bulan Mei-Juli 2022 di Desa Sungai Pawan Tanjung Pasar Kabupaten Ketapang. Pengambilan sampel dilakukan 2 kali pengulangan yaitu pada pagi dan siang hari. Alat tangkap yang digunakan yaitu jaring insang dengan ukuran mata jaring 1,5 inci, dan jala dengan ukuran mata jaring ½ inci.Hasil komposisi dan persyaratan jenis ikan yang diperoleh selama penelitian di Sungai Pawan Desa Tanjung Pasar secara keseluruhan berjumlah 390 ekor ikan yang termasuk dalam 17 jenis dan 7 famili. Hasil dari stasiun 1 terdapat 138 ekor dan pada stasiun 2 terdapat 117 ekor, sedangkan pada stasiun 3 terdapat 135 ekor ikan. Selain itu terdapat 3 jenis ikan yang diperoleh dari nelayan setempat yaitu ikan tapah, belida, dan kakap. Jenis ikan terbanyak yang ditemukan di setiap stasiun adalah ikan lais atau Kryptoterus limpok termasuk ke dalam famili Siluridae . Sedangkan spesies ikan terbanyak di sepanjang perairan sungai Pawan Desa Tanjung Pasar adalah famili Cyprinidae yang memiliki 8 jenis ikan . Hasil analisis indeks karbon (H') ikan di Sungai Pawan Desa Tanjung Pasar sebesar 2,61–2,68. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kelainan ikan di sungai tergolong sedang, dan hasil analisis indeks keseragaman (E) ikan di sungai selama penelitian sebesar 0,93-1,01 keseragaman tinggi. Sedangkan hasil nilai indeks dominasi (C) sebesar 0,078-0,098 termasuk dalam kategori rendah. Hasil wawancara berdasarkan nilai manfaat menunjukan beberapa jenis ikan yang ada di Sungai Pawan Desa Tanjung Pasar sebagian besar dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi oleh penduduk setempat, dan ada juga beberapa jenis ikan berpotensi sebagai ikan hias seperti ikan baung pelangi, ikan kepeter, dan ikan sumpit

    PENGARUH KOMBINASI SLUDGE DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING

    Full text link
    Kubis bunga tergolong tanaman sayuran yang saat ini dapat ditanam di dataran menengah hingga dataran rendah. Tanaman kubis bunga termasuk golongan tanaman sayuran semusim atau berumur pendek. Penelitian ini bertujuan mendapatkan dosis kombinasi Sludge dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi Jl. Sepakat II, Kel/Ds. Bangka Belitung, Kec. Pontianak Tenggara, Pontianak Kalimantan Barat. Waktu penelitian dilaksanakan dari 2 Maret 2022 sampai dengan 14 Mei 2022. Penelitian ini menggunakan eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan kombinasi Sludge dan pupuk NPK (F) dan 5 ulangan, setiap perlakuan diambil 4 sampel tanaman. Jumlah tanaman keseluruhannya ada 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu : f1 = 5 ton/ha  Sludge + 350 kg/ha NPK, f2 = 10 ton/ha Sludge + 300 kg/ha NPK, f3 = 15 ton/ha Sludge + 250 kg/ha NPK, f4 = 20 ton/ha Sludge + 200 kg/ha NPK, f5  = 25 ton/ha Sludge + 150 kg/ha NPK. Variabel yang diamati meliputi: jumlah daun (helai), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), diameter bunga (cm), bobot kubis bunga per tanaman (g). Hasil pengamatan terhadap penelitian didapat hasil bahwa kombinasi sludge dan pupuk NPK berpengaruh nyata pada volume akar, berat kering tanaman, diameter bunga dan bobot bunga/tanaman tetapi berpengaruh tidak nyata pada jumlah daun    1-5 MST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi sludge dan pupuk NPK pada taraf 20 ton/ha + 200 kg/ha merupakan kombinasi yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK

    PENGARUH KONSENTRASI AIR AKI PADA PEMATAHAN DORMANSI BENIH SALAK

    Full text link
    Budidaya salak secara generatif memiliki masalah utama yaitu sifat dormansi pada biji salak yang menyebabkan biji sulit untuk berkecambah. Upaya yang dapat dilakukan untuk membantu proses pematahan dormansi adalah dengan perlakuan khusus, salah satunya perendaman biji dengan larutan air aki yang memiliki kandung H2S04. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi air aki terbaik dalam proses pematahan dormansi biji salak. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Adisucipto, Komplek Pondok Indah Lestari, Kabupaten Kubu Raya dengan lama penelitian ± 2 bulan sejak 13 Desember 2022 - 31 Februari 2023. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan sehingga jumlah unit pelaksanaan yang dibutuhkan adalah 24 unit perlakuan. Setiap unit/plot ditanam 20 benih salak, sehingga jumlah benih yang digunakan sebanyak 480 benih. Taraf perlakuan yang digunakan adalah sebagai berikut: C0: Kontrol, C1:5%, C2: 10%, C3: 15%, C4: 20% dan C5: 25% dengan lama perendaman 15 menit untuk semua taraf perlakuan. Variabel yang diamati meliputi Indeks Vigor, Keserempakan Tumbuh, Daya Berkecambah, Kecepatan Tumbuh, Panjang Radikula dan Panjang Plumula. Hasil penelitian menunjukan bahwa perendaman air aki dengan konsentrasi 15% memberikan hasil yang terbaik terhadap pematahan dormansi benih salak

    Aplikasi Lumpur Laut Dan Biochar Sebagai Alternatif Pembukaan Lahan Tanpa Bakar Dan Pengaruh Produksi Jagung Pada Lahan Gambut.

    No full text
    ABSTRACT Peats have low fertilitie. Low macro and micro nutrients ( K , Ca , Mg , P, Cu, Zn, B and Mn ) and are acidic. This study aims to identify the effects of biochar and sea mud (lumpur laut) to changes of chemical and physical properties of peats that influence the growth and yield of corn on peats. Biochar and sea mud are used as ameliorant to improve peat soil properties. Research Variable consist of growth, yield, soil pH , total nitroge, total C and C / N. The best result mud sea and biochar influences of corn height is b2l2, code b1l2 for weight of dry shelled corn, code b2l2 for soil pH. Mud sea and biochar influences in total-N and total-C is b2l0 and code b0l0 for ratio C/N. b2l2 is dosis used biochar and sea mud. Keywords : Peats, Sea Mud, Biochar ABSTRAK Gambut memiliki kesuburan yang rendah, ketersedian jumlah unsur hara makro dan mikro yang rendah (K, Ca, Mg, P, Cu, Zn, Mn, B) yang rendah, mengandung asam-asam organik yang beracun. Penelitian bertujuan untuk Mengetahui pengaruh biochar dan lumpur laut terhadap perubahan sifat kimia dan fisika tanah serta pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Biochar dan lumpur laut digunakan sebagai amelioran dengan tujuan meningkatkan nilai kesuburan gambut. Variabel pengamatan antara lain pengamatan tinggi tanaman, Berat pipilan, selain itu juga diamati pH tanah, nitrogen total, total C dan C/N. Hasil terbaik dari pengaruh lumpur laut dan biochar terhadap tinggi jagung pada perlakuan b2l2, perlakuan b1l2 untuk berat pipilan, perlakuan b2l2 untuk pH tanah . Pengaruh lumpur laut dan biochar terhadap total-N dan total-C pada perlakuan b2l0 dan perlakuan b0l0 pada nilai Rasio C/N. b2l2 adalah kode perlakuan dari biochar dan lumpur laut. Kata Kunci : Gambut, Lumpur Laut, Biocha

    Beberapa Cara Pematahan Dormansi Benih Padi Inpara

    No full text
    Benih padi merupakan bagian yang umum digunakan sebagai bahan tanam. Pada umumnya benih padi yang baru dipanen tidak dapat ditanam secara langsung, karena benih padi mengalami masa dormansi (after-ripening). Pematahan dormansi benih padi dapat dilakukan dengan cara perendaman dalam larutan KNO3, air, dan dalam larutan MOL rebung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pematahan dormansi yang terbaik dan periode pematahan dormansi tercepat pada benih padi Inpara 3. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 April sampai 13 Juni 2014 di Laboratorium Agronomi dan Klimatologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan metode eksperimen rancangan petak terbagi (split-plot) dengan 2 faktor, dimana perlakuan pematahan dormansi (K), sebagai main plot dengan 4 taraf perlakuan yaitu kontrol (tanpa perendaman), perlakuan dengan perendaman KNO3 3% selama 24 jam, perendaman dengan air selama 24 jam, dan perendaman dalam larutan MOL rebung dengan konsentrasi 25 ml/liter selama 6 jam yang diulang sebanyak tiga kali dan periode pematahan dormansi (T), sebagai sub plot dengan waktu 1-8 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan perendaman KNO3 3% selama 24 jam terbaik dan dapat mematahkan dormansi benih padi Inpara 3 dengan cepat yaitu 4 minggu setelah panen, selain itu perlakuan dengan KNO3 juga dapat meningkatkan daya berkecambah, keserempakan tumbuh, indeks vigor, kecepatan tumbuh, berat kering kecambah normal dan laju pertumbuhan kecambah.   Kata kunci : Benih Padi, Dormansi, KNO3, MOL Rebung, Perendama

    PENGARUH TINGKAT SUPLEMENTASI SAWI HIJAU (Brassica junceaL.) TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI MI BASAH

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tingkat suplementasi sawi hijau pada mi basah yang mempunyaisifatfisikokimiadansensoriterbaikRancanganpenelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan yaitu suplementasi sawi hijau yang terdiri dari tujuh taraf perlakuan yaitun0= 0%, n1= 25%, n2= 30%, n3= 35%, n4= 40%, n5= 45%, dann6= 50%.Variabel yang diamati adalah karakterfisikokimia dan sensori.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa mi basah suplementasi sawi hijau yang dihasilkan memiliki kandungan air berkisar antara36,74-45,07%, abu0,77-2,27%, lemak 1,51–3,08%,protein 10,03–12,54%, dan karbohidrat 41,10-46,84%. Suplementasi sawi hijau berpengaruh nyata terhadap kadar air, dan kadar abu mi basah, namun berpengaruh tidak nyata terhadap kadar protein,kadar lemak, dan kadar karbohidratmi basah yang dihasilkan.Berdasarkan uji fisikokimia dan sensori, mi basah 35% sawi hijau menghasilkan nilai perlakuan(NP): 0,56 sebagai perlakuan terbaik dengan karakter fisikokimia yaitu kadar air 41,36%, abu1,46%, lemak2,78%, protein 10,92%, dan karbohidrat 43,46%. Hasil analisis sensori terbaik yaitu warna 4,25 (hijau), citarasa 4,53 (langu), tekstur 3,50 (agakkenyal), dan kesukaan 3,28 (agaksuka). Kata kunci :Suplementasi, Sawi Hijau, MiBasah

    PENGARUH BERBAGAI JENIS PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MELON PADA TANAH ALUVIAL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan yang berada di Jalan Parit Haji Muchsin, A.Yani II, Kabupaten Kubu Raya terhitung mulai tanggal 01 Agustus 2014 sampai dengan 31 Oktober 2014. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perhitungan data uji statistik anova dan uji lanjut BNJ, terdiri dari 5 taraf perlakuan dengan 5 blok sebagai ulangan dan setiap satu percobaan terdiri dari 3 tanaman sampel. Perlakuan tersebut adalah pupuk organik kotoran ayam (p1), kotoran bebek (p2), kotoran kambing (p3), kotoran kelinci (p4), kotoran ayam (p5). Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah volume akar, jumlah klorofil daun, berat kering tanaman, tinggi tanaman, waktu berbunga, berat buah, diameter buah, dan kemanisan buah. Hasil penelitian menunjukkan pupuk organik kotoran ayam merupakan jenis pupuk organik yang terbaik serta memberikan pengaruh nyata terhadap variabel berat kering tanaman dan hasil melon yaitu berat buah

    KAJIAN SIFAT KIMIA TANAH PADA TIGA TIPE PENGGUNAAN LAHAN GAMBUT DI DESA WAJOK HILIR KECAMATAN SIANTAN KABUPATEN MEMPAWAH

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sifat kimia tanah gambut akibat alih fungsi lahan pada kebun sawit, kebun jagung dan hutan sekunder di Desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah. Metode penelitian bersifat survey lapangan, pengambilan sampel tanah pada kedalaman 0-30 cm dan analisis laboratorium. Hasil penelitian menunjukan sifat kimia tanah, reaksi tanah (sangat masam), Carbon Organik (sangat tinggi), Nitrogen total (sangat tinggi), fosfor tanah (sangat rendah), Kalium Tanah (sangat rendah), Calsium Tanah (sangat rendah), Magnesium (sangat rendah), Kejenuhan Basa (sangat rendah), Kapasitas Tukar Kation (sangat tinggi), Daya Hantar Listrik (sangat tinggi), Kadar Abu, Bobot Isi (rendah). Sifat kimia tanah di tiga lahan tergolong sangat rendah

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇