Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT DI TANAH GAMBUT

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat di tanah gambut. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan acak lengkap (RAL), dengan lima perlakuan dan lima ulangan dan terdiri dari 3 sampel tanaman sehingga jumlah tanaman 75 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah a0 = Kontrol (Tanpa pemberian pupuk kandang kotoran ayam), a1 = 10 ton/ha (pupuk kandang kotoran ayam 245 gram/polybag), a2 = 20 ton/ha (pupuk kandang kotoran ayam 488 gram/polybag), a3 = 30 ton/ha (pupuk kandang kotoran ayam 733 gram/polybag), a4 = 40 ton/ha (pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 977 gram/polybag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk kandang kotoran ayam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman minggu ke-4, jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman, tetapi pemberian pupuk kandang kotoran ayam berpengaruh tidak nyata terhadap variabel tinggi tanaman pada minggu ke-2, ke -6 dan ke-8. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang kotoran ayam pada media berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Pemberian pupuk kandang kotoran ayam dengan dosis 40 ton/ha (977 gr/polybag) merupakan dosis terbaik untuk hasil tanaman tomat di tanah gambut. Kata kunci : Gambut, Tomat , Pupuk Kandang Kotoran Aya

    ANALISIS KINERJA KARYAWAN PANEN DI PT. GUNAJAYA KARYA GEMILANG KENDAWANGAN ESTATE KECAMATAN KENDAWANGAN KABUPATEN KETAPANG

    No full text
    Kinerja merupakan hal yang sangat penting bagi organisasi karena dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi sumber daya manusianya. Dalam upaya meningkatkan hasil TBS (tandan buah segar) di PT. Gunajaya Karya Gemilang Kendawangan Estate Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang kinerja karyawan masih belum optimal dikarenakan produktivitas karyawan panen yang masih rendah dan berbagai kendala yang ada dilapangan sehingga penelitian ini difokuskan pada tujuan untuk menganalisis faktor-faktor kinerja karyawan panen. Teknik simple random sampling digunakan terhadap sampel 75 responden dengan analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi menjadi faktor paling penting mempengaruhi kinerja diikuti oleh gaya kepemimpinan, kompensasi, disiplin kerja, dan pengawasan karena motivasi yang diberikan kepada karyawan masih rendah dan kebutuhan sosial mempengaruhi motivasi terhadap kinerja karena untuk didaerah pedesaan tingkat sosial masih tinggi. Dengan demikian motivasi yang diikuti dengan kebutuhan sosial menjadi faktor paling penting bagi karyawan dalam meningkatkan kinerjanya.   Kata Kunci: Kinerja, Kompensasi, Motivasi, Gaya Kepemimpinan, Disiplin Kerja, Pengawasan, dan Konjoin

    PENGARUH BOKASI BATANG PISANG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING

    Full text link
    Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura tergolong sayuran rempah yang banyak dikonsumsi sebagai bumbu masakan. Selain itu bawang merah juga dijual dalam bentuk olahan seperti ekstrak bawang merah, minyak atsri, bawang goreng bahkan sebagai obat untuk menurunkan kadar kolesterol, tekananan darah, gula darah dan mencegah penggumpalan darah. Sebagai komoditas yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat maka perlu diupayakan untuk produksi bawang merah, satu diantaranya dengan pemanfaatan lahan PMK sebagai areal tanam bawang merah. Tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) memiliki beberapa masalah berupa rendahnya ketersedian bahan organik tanah dan unsur hara. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lahan PMK adalah dengan pemberian bokasi batang pisang dan pupuk NPK. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis interaksi pemberian bokasi batang pisang dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah PMK. Penelitian dilaksankan pada lahan di Jl. Milenium Perumahan Grand Arfiz No.34a Sungai Ambawang. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan faktor pertama yaitu bokasi batang pisang dan faktor kedua adalah pupuk NPK. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi interaksi terhadap pemberian bokasi batang pisang dosis 320 ton/ha dan pupuk NPK 300 kg/ha pada variabel berat kering angin umbi per umbi yaitu 7,81 g

    RESPON PERTUMBUHAN SETEK LADA AKIBAT APLIKASI PGPR DAN KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT PADA TANAH ALUVIAL

    Full text link
    Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Segorong, Desa Mayak, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang. Waktu penelitian berlangsung dari tanggal 15 Mei sampai 28 Agustus 2022. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan perlakuan terbaik dari aplikasi plant growth promoting rhizobakteria (PGPR) dan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) terhadap pertumbuhan setek lada pada tanah aluvial. Penelitian ini yaitu faktorial dengan pola rancangan acak kelompok yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah aplikasi PGPR yang terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu Tanpa PGPR dan Dengan PGPR dan faktor kedua adalah kompos TKKS yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu 1:0, 1:1, 1:2, dan 1:3 . Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali dan setiap unit percobaan terdapat 5 sampel tanaman sehingga terdapat 120 tanaman. Variabel pengamatan meliputi persentase setek hidup, jumlah daun, jumlah ruas, panjang tunas, panjang akar, berat kering tunas dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Dengan PGPR dan kompos TKKS 1:1 dan 1:2 merupakan perlakuan yang sama baiknya, namun kompos TKKS 1:1 merupakan perlakuan yang lebih efisien untuk pertumbuhan setek lada

    PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG HIJAU PADA TANAH GAMBUT

    Full text link
    Pupuk kandang ayam dan pupuk NPK yang diaplikasikan pada tanah gambut dapat memperbaiki porositas tanah, meningkatkan komposisi mikroorganisme tanah, meningkatkan daya ikat air tanah, serta diharapkan dapat menekan ketergantungan tanaman terhadap pupuk anorganik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui salah satu perlakuan kombinasi pupuk kadang ayam dan pupuk NPK terbaik untuk pertumbuhan dan hasil terung hijau pada tanah gambut. Penelitian dilakukan di Kota Pontianak, pada bulan Januari-Maret 2023. Percobaan disusun menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor yaitu kombinasi pupuk kandang ayam dan pupuk NPK (40 ton/ha+50 kg/ha; 35 ton/ha+100 kg/ha;  30 ton/ha+150 kg/ha; 25 ton/ha+200 kg/ha;  20 ton/ha+250 kg/ha; dan 15 ton/ha+300 kg/ha). Hasil penelitian diperoleh bahwa pengaplikasian pupuk kandang ayam 40 ton/ha dan pupuk NPK 50 kg/ha merupakan kombinasi perlakuan efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil terung hijau terlihat pada variabel berat kering tanaman, jumlah buah dan berat buah per tanaman

    STATUS STOK UDANG DOGOL (Metapenaeus monoceros) YANG DIDARATKAN DI TPI SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA

    Full text link
    Informasi mengenai stok udang dogol (Metapenaus monoceros) masih sangat minim dilakukan khususnya di Perairan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status stok udang dogol yang tertangkap di Sungai Kakap. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu random sampling dengan menentukan 2 orang nelayan dipilih berdasarkan pengoperasian alat tangkap trawl dan mengambil sampel udang putih 10% dari hasil tangkapan. Penelitian di lapangan dilakukan selama 3 bulan yaitu pada bulan Maret-Mei 2023. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan udang dogol yang tertangkap selama penelitian sebanyak 954 ekor, di mana udang dogol jantan yang tertangkap sebanyak 494 ekor dan betina sebanyak 460 ekor. Sebaran panjang karapas udang dogol yang diamati selama penelitian berkisar antara 15,5-65,5 mm, dan berat 16,5-21,5 gram. Hubungan panjang dan berat udang dogol jantan, betina dan gabungan bersifat allometrik negatif. Hubungan panjang dan panjang karapas udang dogol jantan, betina dan gabungan bersifat allometrik negatif. Udang dogol yang tertangkap di Sungai Kakap berdasarkan nilai K didapatkan hasil 2,5 per tahun dengan  nilai L∞ 73,67 mm jantan dan nilai K 2,1 per tahun dengan nilai L∞ 97,13 mm betina, sedangkan gabungan didapatkan nilai K 2,1 per tahun dengan L∞ 75,13 mm. Laju kematian total (Z) dan laju kematian alami (M) masing-masing 2,40/tahun dan 1,22/tahun. Laju kematian karena penangkapan (F) sebagai 5,14/tahun dan laju eksploitasi (E) sekitar 0,80/tahun. Dengan demikian status stok udang dogol sudah berada pada penangkapan berlebih (overfishing)

    PENGARUH BIOCHAR TEMPURUNG KELAPA DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG GELATIK PADA TANAH ALUVIAL

    Full text link
    Produktivitas terung gelatik di masyarakat Kalimantan Barat masih rendah. Dengan hal ini perlu ditingkatkan yaitu dengan cara memperluas areal tanam dengan memanfaatkan lahan-lahan marginal seperti tanah aluvial. Penambahan biochar tempurung kelapa dan pupuk NPK perlu ditambahan guna untuk mmperbaiki sifat kimia tanah. Agar mengefisiensi penyerapan unsur NPK maka perlu di berikan biochar tempurung kelapa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui interaksi dan dosis interaksi terbaik biochar tempurung kelapa dan pupuk NPK pada tanaman terung gelatik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak Gang Struktur, Reformasi Pontianak. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dari tanggal 15 Maret – 4 Mei 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama dosis biochar tempurung kelapa yang dilambangkan dengan huruf (B) terdiri dari 3 taraf. faktor kedua adalah dosis pupuk NPK Mutiara 16:16:16 yang dilambangkan dengan huruf (N) terdiri dari 3 taraf, sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dan seluruhnya dilakukan 3 kali pengulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman.  Sehingga total sampel adalah sebanyak 108 tanaman. Perlkauan b1 = 4 ton/ha biochar tempurung kelapa  setara dengan 120 g/polybag, Perlakuan b2 = 6 ton/ha biochar tempurung kelapa  setara dengan 180 g/polybag perlakuan b38 ton/ha biochar tempurung kelapa   setara dengan 240 g/polybag Faktor kedua yaitu : n1 = 400 kg NPK setara dengan 12 g/tanaman , n2 = 500 kg NPK setara dengan 15 g/tanaman  dan n3 = 600 kg NPK setara dengan 18 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar (cm3), tinggi tanaman (cm), luas daun (cm), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g), berat buah per buah (g), diameter buah (cm). Berdasarkan hasil penelitian tidak ditemukan dosis terbaik pada pemberian biochar tempurung kelapa dan pupuk NPK namun pada dosis biochar tempurung kelapa  8 ton/ha dan pupuk NPK 400 kg/ha merupakan dosis yang efektif pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung gelatik pada tanah aluvial

    PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG BEBEK DAN RED MUD TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL EDAMAME PADA TANAH GAMBUT

    Full text link
    Edamame (Glycine max (L.) Merill) merupakan tanaman multiguna yang memiliki peluang cukup besar untuk dikembangkan di Indonesia. Optimalisasi lahan gambut untuk areal produksi edamame dapat dilakukan dengan penambahan pupuk organik salah satunya pupuk kandang bebek. Tanah gambut yang bersifat masam upaya yang dilakukan untuk menetralkan tanah dengan pemberian red mud karena memiliki pH yang tinggi berkisar antara 10-14. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis interaksi antara pupuk kandang bebek dan red mud yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil edamame yang terbaik pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan RAL yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk kandang bebek (b) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua yaitu red mud (d) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan. Setiap  perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Jumlah keseluruhan tanaman terdapat 108 percobaan. Perlakuan tersebut terdiri dari b1d1 = pupuk kandang bebek 95 g/polybag + red mud 2 g/polybag, b1p2 = pupuk kandang bebek 95 g/polybag + red mud 3 g/polybag, b1p3 = pupuk kandang bebek 95  g/polybag + red mud 4 g/polybag, b2p1 = pupuk kandang bebek 125 g/polybag + red mud 2 g/polybag, b2p2 = pupuk kandang bebek 125 g/polybag + red mud 3 g/polybag, b2p3 = pupuk kandang bebek 125 g/polybag + red mud 4 g/polybag, b3p1 = pupuk kandang bebek 156 g/polybag + red mud 2 g/polybag, b3p2= pupuk kandang bebek 156 g/polybag + red mud 3 g/polybag, b3p3 = pupuk kandang bebek 156 g/polybag + red mud 4 g/polybag. Variabel pengamatan meliputi : tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah cabang per tanaman (buah), jumlah polong per tanaman (buah), dan berat polong per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Pupuk Kandang Bebek 20 ton/ha dapat menghasilkan jumlah cabang yaitu 30,44 /tanaman, jumlah polong yaitu 54,78 buah/tanaman, dan berat polong yaitu 76,69 g/tanaman atau red mud 4 ton/ha dapat menghasilkan jumlah cabang yaitu 30,44 /tanaman, jumlah polong yaitu 51,78 buah/tanaman, dan berat polong yaitu 72,49 g/tanaman

    STATUS MUTU AIR DI DANAU JEMUT KABUPATEN SINTANG

    Full text link
    Danau Jemut sebagai salah satu kawasan dengan sumberdaya ikan yang tinggi dan telah mengalami degradasi. Untuk itu, pola pengelolaan perikanan yang berkelanjutan mutlak diperlukan untuk menjamin terjaganya keanekaragaman hayati dan potensi pemanfaatan sumber dayanya. Danau Jemut diduga tercemar karena adanya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), Destructive Fishing dan aktivitas perkebunan kelapa sawit. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas dan status mutu air di Danau Jemut Kabupaten Sintang. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan, yaitu pada bulan September-Oktober 2022. Adapun penelitiannya terdiri dari pengukuran parameter Fisika, Kimia dan Biologi. Pengukuran parameter Fisika yaitu Suhu, kecerahan, dan TSS. Parameter Kimia yaitu DO, pH, Nitrat, Fosfat dan BOD. Parameter Biologi yang diukur yaitu Kelimpahan Plankton. Setelah parameter kualitas air yang diukur kemudian dilakukan Analisis dengan Metode STORET dan Indeks Pencemaran. Hasil penelitian menunjukkan Parameter kualitas air yang memenuhi baku mutu adalah suhu, kedalaman, kecerahan, TSS, DO dan nitrat. Parameter yang tidak memenuhi baku mutu adalah pH, fosfat dan BOD. Status mutu air menggunakan metode STORET menunjukkan kondisi tercemar sedang dengan metode Indeks Pencemaran menunjukkan kondisi tercemar ringan. Status mutu air Danau Jemut sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah dan dapat dijadikan daerah reservat perikanan

    PENGARUH NAUNGAN DAN PEMBERIAN UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG DAUN PADA TANAH GAMBUT

    Full text link
    Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang layak dikembangkan secara intensif di Indonesia. Pemanfaatan tanah gambut untuk budidaya bawang daun dihadapkan pada berbagai kendala yaitu ketersediaan hara yang rendah, hal ini menyebabkan pertumbuhan tanaman sangat rendah. Mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan cara melakukan pemupukan dengan tujuan memenuhi ketersediaan unsur hara tanah yang dibutuhkan oleh bawang daun dan pemberian naungan untuk mengatasi kondisi lingkungan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan kerapatan naungan dan untuk mengetahui dosis urea yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah gambut. Penelitian ini berlokasi di Jalan Reformasi gang Pertanian Jalur 1. Penelitian dimulai pada 18 Agustus 2022 sampai dengan 11 Oktober 2022. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Petak Terbagi  (Split Plot Design). Petak utama adalah perlakuan yang tidak di berikan naungan 0% dan diberi naungan 50%, 75 % serta anak petak dalam penelitian ini adalah pupuk Urea yaitu : 200 kg/ha, 250 kg/ha dan 300 kg/ha. Penelitian ini dilakukan dengan urutan kegiatan sebagai berikut yaitu pembuatan naungan, pembuatan bedengan dan pengapuran, penanaman bibit bawang daun, pemupukan, penyulaman, penyiraman, penyiangan, pengendalian hama dan penyakit dan panen. Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan per rumpun (anakan), berat segar tanaman (g) dan berat kering tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanpa pemberian naungan menunjukkan pertumbuhan dan hasil bawang daun yang terbaik pada tanah gambut. Pemberian urea 200 kg/ha merupakan dosis yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah gambut

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇