Agriekonomika
Not a member yet
    186 research outputs found

    ANALISIS DINAMIKA KELOMPOK TANI NELAYAN DI PESISIR KOTA BONTANG

    No full text
    This purpose of research is to assess the level of dynamics farmer group of fishermen at Coastal in Bontang. Collected  data with survey methods, namely direct observation and interviews with respondents. Respondents were taken as many as 30 people who are members of farmer groups of fishermen. The data obtained were processed, tabulated and analyzed descriptively and using scoring techniques. The results showed that from the aspect of group dynamics analysis that the scores achieved relatively high, with the average score achieved by 89.85 (scores range from 75.1 to 97.5) .This suggests that groups of fishermen are relatively dynamic, meaning fellow members of farmers fishermen able to foster good cooperation

    PENGEMBANGAN USAHATANI BAWANG MERAH VARIETAS LEMBAH PALU

    No full text
    Penelitian dilakukan di Desa Bulupountu Jaya Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi  Provinsi Sulawesi Tengah, dengan menggunakan  metoda survey lapang  pada tahun 2014, terhadap 31 petani bawang merah varietas lembah palu. Tujuan penelitan adalah untuk mengetahui pengembangan usahatani bawang merah varietas lembah palu dan strategi analisis SWOT. Hasil penelitian menujukkan bahwa, rata-rata pendapatan bersih pada petani bawang merah varietas lembah palu dengan penguasaan lahan sekitar 0,34 ha sebesar Rp.21.746.480,24/satu musim tanam, dan rata-rata pendapatan bersih pada petani bawang merah varietas lembah palu dengan penguasaan lahan sekitar 1,00 ha sebesar  Rp. 64.634.792,65/ satu musim tanam. Analisis kelayakan usahatani bawang merah varietas lembah palu pada penguasaan lahan sekitar 0,34 ha sebesar 2,66, dan penguasaan lahan sekitar 1,00 ha sebesar 2,66, dengan nilai R/C 1, artinya usahatani bawang merah varietas lembah palu dapat dipertahankan dan dilanjutkan secara ekonomi sangat menguntungkan petani. Hasil analisis SWOT, menunjukkan bahwa strategi pengembangan usahatani bawang merah varietas lembah palu pada posisi kuadran III, mendukung strategi W-O (Weaknesses-Opportunities) dan analisis QSPM  diperoleh  strategi W-O (Weaknesses-Opportunities) terbaik dari ke 4 (empat).  Program.   Program ke 4 (empat), meningkatkan sumberdaya manusia (SDM), melalui pelatihan dan penyuluhan tentang teknologi pertanian organik dan penggunaan benih unggul untuk meningkatkan produksi dan pengembangan usahatani bawang merah varietas lembah palu.ABSTRACTThe research was conducted in Bulupountu Jaya Village Sigi Biromaru Subdistrict Sigi District of Central Sulawesi Province using field survey method on 31 farmers who cultivated Lembah Palu shallot variety in 2014.  The aim of the research was to identify the development of Lembah Palu shallot variety farming system using SWOT analysis strategy.  The research results showed that the average of the farmers’ net income was IDR 21,746,480.24/planting season and IDR 64,634,792.65/planting season for land tenure of 0.34 ha and 1.00 ha, respectively.  The feasibility analysis of the Lembah Palu shallot variety farming system either for lend tenure of 0.34 ha and 1.00 ha was 2.66 with R/C value 1.  This suggested that the farming system is maintainable and sustainable as it is economically beneficial for the farmers.  The SWOT analysis results showed that the strategy for the development of the Lembah Palu shallot variety farming system was at quadrant III supporting W-O (weaknesses-Opportunities) strategy, similarly QSPM analysis indicating W-O (weaknesses-Opportunities) as the best strategy of the fourth program. The fourth program is to improve human resources capacity through training and extension on organic agricultural technology and to use quality seeds for increasing production and development of Lembah Palu shallot variety farming system

    SISTEM DINAMIS RANTAI PASOK INDUSTRIALISASI GULA BERKELANJUTAN DI PULAU MADURA

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kerangka koseptual industrialisasi gula, mengetahui sistem dasar rantai pasok industrialisasi gula dan mengetahui sistem dinamis rantai pasok industrialisasi gula berkelanjutan (mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan)di pulau Madura.Jenis data adalah datra sekunder dan sumber data dari Bappenas, Kementerian Pertaniandan PTPN X. Analisis data menggunakan model dinamis. Hasil penelitian ini adalah skenario yang terjadi dalam analisis perilaku sistem dinamis rantai pasokindustrialisasi gula di Pulau Madura sampai beberapa tahun ke depan berdasar aspek ekonomi, sosial dan lingkungan adalah skenario pesimistis, realistis dan optimistis. Pada skenario pesimistis, realistis dan optimis total potensi yang ditanami masing-masing pada tahun 2023, tahun 2021 dan tahun 2018 dengan produksi rata-rata sebesar 725 ribu ton gula pada tahun tersebut. Pemerintah harus membuat roadmap industrialisasi gula di Pulau Madura.  ABSTRACTThis study is aimed to know a conceptual framework of sugar industrialization in Madura Island, to knowing the basic system of sugar industrializationsupply chain, to recognize the dynamic system  of sugar industrialization supply chain base on economical revenue, social welfare and environment. Type of secondary data has been collected from Bappenas, ministry of agriculture and PTPN X. Dynamic model  used to analyze the data. Three result scenarios to be used in the analysis of the behavior of sugar industrialization supply chain The results of this study are three scenarios of the success indicator pessimistic, realistic and optimistic. Pessimistic realized at 2023, realistic realized at 2021 and optimistic realized at2018 with sugarcane production rate at 725.000 ton. The government must develop a roadmap of sugarcane industrialization in Madura Island

    KERAGAAN USAHATANI DAN PEMASARAN BUAH NAGA ORGANIK

    No full text
    Salah satu faktor penting dalam agribisnis hortikultura adalah kelembagaan pemasaran dan salah satu komoditi yang menjanjikan adalah buah naga organik. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerimaan petani dan marjin pemasaran buah naga organik di Kabupaten Pamekasan. Hasil analisis usahatani menunjukkan adanya keuntungan dalam usahatani buah naga organik, hal ini ditunjukkan oleh nilai R/C=2,34. Bila dibandingkan dengan nilai R/C rasio usahatai tembakau Madura yaitu sebesar 1,38 maka dapat disimpulkan bahwa usahatani buah naga organik lebih efisien sehingga dapat dikatakan usahatani buah naga organik dapat dijadikan sebagai alternatif usahatani tembakau Madura. Kisaran (Acquirement) marjin pemasaran antara lembaga-lembaga pemasaran cenderung bervariasi dan timpang. Besarnya marjin pemasaran pada tengkulak dan pedagang pengumpul masing-masing Rp 5.000/kg dan Rp 4.000/kg. Besarnya bagian petani (farmer share) buah naga organik pada tengkulak dan pedagang pengumpul masing-masing 10%dan 10,67%. Secara ekonomi, buah naga organik masih menguntungkan. Keuntungan ini masih dapat ditingkatkan dengan memperbaiki sistem produksi, sehingga produktivitas dapat ditingkatkan. Diperkirakan dengan proses produksi ini dapat memperbaiki kualitas dan kuantitas, terutama pada tingkat lebih tinggi lagi, sehingga memiliki peluang mengakses pasar lebih luas, khususnya pasar luar negeri (ekspor).  ABSTRACTOne important factor in the agribusiness of horticulture is institutional marketing and one of the commodities that prospecive is organic dragon fruit. This study aims to determine the revenue of farmers and marketing margin of organic dragon fruit in Pamekasan. Results of the analysis showed profit in organic dragon fruit farming, this is indicated by the value of R / C = 2,34. When compared with the value of R / C ratio of Madura tobacco farming in the amount of 1.38 it can be concluded that organic dragon fruit farming more efficient so that it can be said dragon fruit organic farm can be used as an alternative to tobacco Madura farming. Range (acquirement) marketing margin between marketing agencies tend to vary and lame. The amount of marketing margin on middlemen and traders respectively Rp 5,000 / kg and Rp 4,000 / kg. The portion of the farmer (farmer share) organic dragon fruit on middlemen and traders respectively 10% and 10.67%. Economically, organic dragon fruit is still profitable. This advantage can be increased by improving the production system, so that productivity can be improved. It is estimated that the production process can improve the quality and quantity, especially at higher levels, so it has the opportunity to access larger markets, especially foreign markets (exports)

    STRATEGI PENINGKATAN PEMANFAATAN LAHAN RAWA PASANG SURUT DALAM MENDUKUNG PENINGKATAN PRODUKSI BERASDI KALIMANTAN TENGAH (STRATEGIES FOR INCREASING OF TIDAL SWAMPLAND TO SUPPORTINCREASED RICE PRODUCTION IN CENTRAL KALIMANTAN)

    No full text
    ABSTRAKKalimantan Tengah mempunyai lahan pasang surut 5,9 juta hektar, dan diperkirakan sekitar 0,81 juta hektar sesuai untuk pertanaman padi.  Akan tetapi lahan yang sudah dimanfaatkan untuk menghasilkan padi tidak lebih dari 10%. Kendala yang dihadapi dalam pengembangan padi di lahan pasang surut adalah belum tersedianya rekomendasi lengkap teknologi spesifik lokasi.  Selama satu dekade terakhir, kontribusi lahan pasang surut terhadap penyediaan beras di Kalimantan Tengah mencapai 30,07%. Peningkatan pemanfaatan lahan pasang surut dapat dilakukan dengan lima strategi, yakni peningkatan produktivitas, peningkatan indeks pertanaman, perluasan areal tanam, pengamanan hasil melalui penggunaan varietas yang toleran, pengelolaan air, pemupukan,  pengolahan tanah, pengendalian organisme pengganggu, dan perbaikan aspek sosial ekonomi petani.ABSTRACTCentral Kalimantan has tidal swampland around 5.9 million hectare, and estimated that there are around 0.81 million hectare are suitable for rice production, so it has high contribution for rice supplying. However, it is not more than 10% of the lands have been used for rice cultivating.  The problems of rice cultivating in tidal swampland is not available yet the comprehensive technology recomendation.  In the last one decade, tidal swampland has been contributed to rice supplying in Central Kalimantan around 30,07%. The contribution of tidal swampland on rice supplying in Central Kalimantan can be improve by using of five strategys, consisting of productivity improvement, intensification, extensification, and yield safety through by using of rice variety tolerant, water management, fertilization, soil tillage, pest and diseases control, and improvement of social economic aspect of the farmer

    PENGEMBANGAN PASAR LELANG FORWARD KOMODITAS BAHAN OLAH KARET (BOKAR) DI PROVINSI SUMATERA SELATAN

    No full text
    Permintaan karet dunia terus meningkat sejalan dengan peningkatan kebutuhan industri karet global untuk negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Eropa, dan China. Potensi dan peluang dapat meningkatkan ekspor karet alam Indonesia, untuk meningkatkan pendapatan petani yang memproduksi bahan Karet (bokar), secara tidak langsung. Namun, kurangnya harga referensi dari karet rakyat di tingkat nasional, membuat para petani selalu dirugikan, karena harga cenderung ditentukan oleh pedagang dan produsen, dan membuat lemah posisi tawar petani, sehingga pengembangan lelang pasar ke depan menjadi potensi dan peluang untuk penjualan bokar yang dapat menguntungkan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar lelang forward dari bokar memiliki potensi dan peluang sebagai tempat yang baik untuk transaksi yang lebih menguntungkan untuk para petani. Melalui pasar lelang forward, petani diminta untuk bersedia dan mampu berkelompok, untuk menghasilkan kualitas bokar yang baik, sehingga nilai penjualan bokar ini lebih tinggi, karena dijual oleh kelompok dengan cara lelang. ABSTRACTWorld rubber demand increased continuously in line with the increase in global rubber industry needs forthe countries like US, Japan, Europe, and China. The potential and opportunity should boost Indonesia's natural rubber exports, provide to increase the income of farmers that producing Material Rubber (bokar), indirectly. However, the lack of reference prices of rubber smallholder at the national level, made of the farmers always disadvantaged, because the prices tend to be determined by the traders and manufacturers, and made weak thebargaining position of farmers, so the development of forward auction market into the potential and opportunities for bokar’ssales that can benefit the farmers. The results showed that the forward auction market of bokar has the potential and opportunities as a good place for transaction that more profitable for farmers.Through the forward auction market,the farmers were required to be willing and able to associated, producedgood quality of bokar, so that the Bokar’s value of sale was higher, because beingsold by the association in a auction way

    PREFERENSI KONSUMEN BERAS BERLABEL (CONSUMER’S PREFERENCES FOR LABELED RICE )

    No full text
    ABSTRAKPerilaku konsumen beras telah bergeser dari sekadar mengkonsumsi beras berkualitas sedang menjadi beras berkualitas tinggi. Pergeseran ini telah melahirkan produk beras berlabel. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui tahapan proses keputusan pembelian yang dilakukan konsumen produk beras berlabel, (2) menganalisis sikap konsumen dan maksud perilaku konsumen terhadap produk beras berlabel, dan (3) menganalisis preferensi konsumen terhadap berbagai atribut yang melekat pada produk beras berlabel. Penelitian dilaksanakan di Kota Kendari, Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan Analisis Model Engel, Analisis Sikap Multiatribut Fishbein, dan Analisis Konjoin. Hasil penelitian memberikan gambaran beberapa perilaku konsumen dimulai dari pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan evaluasi pasca pembelian. Analisis Sikap Multiatribut Fishbein menunjukkan bahwa sikap konsumen terhadap produk beras berlabel adalah baik.  Preferensi konsumen produk beras berlabel meliputi beberapa atribut,yaitu produk dengan harga yang sedang, kemasan berukuran 25 kg, merk yang terkenal, mencantumkan SNI, butiran beras yang utuh, mementingkan varietas tertentu, warna beras yang bening, dan desain warna kemasan yang menyolok, namun tidak mementingkan panduan memasak. Kombinasi sembilan atribut dapat diterima untuk menggambarkan preferensi konsumen. Rekomendasi penelitian ini adalah preferensi konsumen dapat menjadi acuan untuk memproduksi beras berlabel.ABSTRACTBehavior of the rice consumer has shifted from consumption the standard-quality rice becoming high-quality rice. This shift has arisen labeled rice products. The purpose of this study was to (1) understanding the stage of the purchase decision process undertaken by consumers of labeled rice products, (2) analyzing the consumer attitudes and behavioral intention of consumers towards labeled rice products, and (3) analyzing the consumer preferences for various attributes inherent in labeled rice products. The study was conducted in Kendari, Southeast Sulawesi Province. This study uses Engel Model Analysis, Fishbein Multi-attributes Attitudes Analysis, and Conjoint Analysis. The results of this study indicated that Engel Model described some consumer behavior, which it beginning from the be aware of needs, information search, alternative evaluation, purchase decision, and post-purchase evaluation. The Fishbein Multi-attributes Attitudes Analysis showed that consumer attitudes toward labeled rice products is good. The Conjoint Analysis showed consumer preferences of labeled rice product are medium-price products, the packaging size of 25 kg, well-known brands, the Indonesian National Standard (SNI) label is attached, perfect grain of the rice in quality, cooking guide is ignored, having certain varieties, clear rice in colors, striking in the packaging color design. The conclusions of this study is combinations of the nine attributes is acceptable to describing consumer preferences. The recommendation of this study is consumer preference should be a reference for producing labeled rice products

    GAMBARAN UMUM SEKTOR UNGGULAN DAN KONTRIBUSI SEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI JAWA TIMUR (OLAH DATA TABEL INPUT-OUTPUT PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2010)

    No full text
    Pembangunan daerah dilakukan dengan memaksimalkan potensi sumber daya yang ada di suatu daerah. Karena sebagian besar penduduk Indonesia adalah petani, maka penting untuk mengetahui kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian suatu daerah. Makalah ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi sektor pertanian terhadap multiplier output, pengganda pendapatan, dan pengganda tenaga kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Input Output yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur Tahun 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas tebu berada pada kuadran II, Dari keseluruhan data di atas maka dapat disimpulkan bahwa (1) Komoditas tebu dapat mendorong berkembangnya industri gula di Jawa Timur, (2) di sektor peternakan, subsektor yang dapat dikembangkan adalah pakan ternak, pemotongan hewan, sapi, kambing dan domba, serta ayam (3) di sektor pengolahan subsektor pengolahan es krim, beras, dan penggilingan padi serta rokok. ABSTRACTLocal development is held by maximizing potential resources in a particular region. In addition, most of Indonesian people are farmers so it’s important to identify the agriculural contribution in local economic. The aim of this study are to study the contribution of agriculture  in ouput multiplier, income multiplier, and employment multiplier. The method which was used in this research was input-output analysis based on Badan Pusat Statistik East Java Province’s data in 2010. From the analysis, we can conclude that the sugarcane was formed in the second quadrant, in which (1)sugarcane comodity promoted the sugar industry in East Java Province (2) in livestock subsector, the woof of livestock industry, animals truncation, sheeps, goats, and chicken husbandry (poultry) were potentially to be developed (3) in processing subsector which was based on agriculture product, ice cream and processing, rice milling and cigarette were potentially to be developed.

    CPUE DAN TINGKAT PEMANFAATAN PERIKANAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DI SEKITAR TELUK PALABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT (CPUE AND UTILIZATION RATE OF SKIPJACK (KATSUWONUS PELAMIS) AT SURROUNDED PALABUHANRATU BAY AREA, SUKABUMI REGENCY, WEST )

    No full text
    ABSTRAKIkan Cakalang (Katsuwonus pelamis) merupakan salah satu hasil tangkapan yang banyak menyumbang produksi perikanan laut di Kabupaten Sukabumi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung  nilai CPUE (Catch per Unit Effort) ikan cakalang di Perairan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi dan menganalisis tingkat pemanfaatan ikan cakalang di sekitar Perairan Teluk Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2014 di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu, Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode analisis data yang digunakan adalah standarisasi alat tangkap, analisis hasil tangkapan per upaya penangkapan (CPUE) dan analisis Tingkat Pemanfaatan ikan cakalang. Alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan cakalang adalah payang, pancing tonda dan longline. Alat tangkap yang dijadikan standar adalah pancing tonda. Hasil analisis CPUE diperoleh nilai CPUEstd rata-rata tahun 2008-2013 sebesar 247,226 kg/trip. Nilai CPUE Ikan Cakalang yang didaratkan di Palabuhanratu cenderung menurun, yang artinya mengindikasikan terjadinya fully exploited pada perairan tersebut.  Rata-rata tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) di perairan Palabuhanratu sebesar 105,82%. ABSTRACTSkipjack (Katsuwonus pelamis) is one of leading commodity that contributed to the production of marine fisheries in Sukabumi.  The purposes of this research were to calculate CPUE (catch per unit effort) of skipjack at surrounded area of Palabuhanratu bay Sukabumi and analyze skipjack utilization rate in Palabuhanratu bay of Sukabumi. This research conducted in January-February 2014 at Palabuhanratu fishing port, West Java. Methods used in this research were descriptive. Method of analysis of data used standardization of fishing gears, calculated catch per efforts (CPUE) and utilization rate of skipjack. The fishing gear that used to capture skipjack were payang, troll line and longline. The standard fishing gear that used was troll line. Result of CPUE analysis obtained average value CPUEstd in 2008-2013 of 247,226 kg/trip. CPUE values of skipjack at Palabuhanratu tends to decline for several years (2008-2013), which means indicating the occurrence of fully exploited condition. Utilization rate of Skipjack surround Palabuhanratu bay was 105.82%.

    KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI KOPI ARABIKA DAN PROSPEK PENGEMBANGANNYA DI KETINGGIAN SEDANG

    No full text
    Kopi merupakan salah satu komoditas andalan dalam sektor perkebunan Indonesia. Sebagian besar ekspor kopi Indonesia adalah jenis kopi robusta (94%), dan sisanya adalah kopi jenis arabika. Sedangkan, konsumsi kopi dunia mencapai 70% berasal dari spesies kopi arabika dan 26% berasal dari kopi robusta. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya peluang pasar kopi Arabika lebih besar dibandingkan kopi robusta. Tanaman kopi Arabika sangat cocok tumbuh di dataran tinggi. Namun ada beberapa petani di wilayah dataran sedang tetap membudidayakan Kopi Arabika. Salah satu wilayah tersebut adalah Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember yang berada di dekat lereng Gunung Argopuro Oleh karenanya penting melakukan penelitian terkait usahatani kopi arabika di ketinggian sedang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kelayakan finansial usahatani kopi arabika; (2) menganalisis kepekaan usahatani kopi arabika terhadap kenaikan biaya produksi dan penurunan harga jual kopi; (3) menentukan prospek pengembangan kopi Arabika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analitis.Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Metode analisis yang digunakan adalah (1) Kelayakan finansial dengan criteria investasi yaitu NPV, IRR, Net B/C, Gross B/C, PR dan PP; (2) Analisis sensitifitas dengan melakukan simulasi perubahan kenaikan biaya produksi dan penurunan harga jual kopi; dan (3) Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan Usahatani kopi arabika di Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember secara finansial layak untuk diusahakan dan tidak peka terhadap perubahan biaya pupuk dan harga jual. Prospek pengembangan usahatani kopi arabika di desa Karangpring kecamatan Sukorambi adalah Grey Area artinya berada pada posisi lemah berpeluang. ABSTRACTCoffee is one of superior commodities of plantation sector in Indonesia. Robusta coffee is type of coffee that mostly exported by Indonesia (94%) and Arabica is the next. Moreover, 70% of world coffee consumption is Arabica coffee and 26% is Robusta. It indicates that the opportunity of Arabica coffee is higher than Robusta. Arabica coffee is suitable for high land;however, some farmers in medium land has cultivated the coffee. One of the area for Arabica coffee plantation in medium land is Karangpring Village, SukorambiSubdistrict, Jember Regency. The area located in the slope of Argopuro Mountain. Therefore, it is important to do research on Arabica coffee farming at medium altitude. The research aims to: (1) analyze the financial feasibility of Arabica coffee farming; (2) analyze the sensitivity of Arabica coffee farming toward increase in production cost and decrease in coffee price; (3) determine the prospect of development of Arabica coffee. The research uses descriptive and analytic methods as research method with sampling method of simple random sampling. Methods used for analysis are (1) financial feasibility with investment criteria of NPV, IRR, Net B/C, Gross B/C, PR and PP; (2) sensitivity analysis through simulation of change in the increase in production cost and decrease in coffee price; and (3) SWOT analysis. Research result shows that Arabica coffee farming at Karangpring Village SukorambiSubdistrict Jember Regency is financially feasible and it is not sensitive to changes in the cost of fertilizer and the selling price. Prospect for development of Arabica coffee farming at the village is in grey area, which is the position of weak but potential

    0

    full texts

    186

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Agriekonomika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇