Bidan Prada: Jurnal Publikasi Kebidanan Akbid YLPP Purwokerto
Not a member yet
278 research outputs found
Sort by
Respon Psikologis Ibu Hamil Resiko Tinggi (Resti) dalam Persiapan Fase Persalinan (Studi Kualitatif)
Masa kehamilan melibatkan beberapa perubahan yang dapat terjadi pada ibu salah satunya adalah faktor perubahan psikologis. Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan kelahiran bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir namun kadang-kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Penyebab kematian ibu secara tidak langsung dikarenakan keterlambatan maupun kesalahan sewaktu pertolongan persalinan. Belum memadainya pengawasan antenatal juga menyebabkan terjadinya penyulit dan kehamilan resiko tinggi ataupun komplikasi kehamilan Masih banyaknya ibu dengan 4 T (terlalu tua, terlalu muda, terlalu dekat dan terlalu banyak). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan case study. Teknik sampel menggunakan purposive sampling sesuai kebutuhan peneliti jumlah responden primer awal 8 orang ibu hamil resiko tinggi, dan 6 orang responden sekunder. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dari yang diterjemahkan. Lokasi penelitian di Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian kondisi fisiologis ibu hamil resiko tinggi dalam mempersiapkan persalinan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya : tingkat pengetahuan ibu hamil, dukungan social, self efficacy, kecemasan, tingkat stress dan kondisi social ekonomi. Ibu hamil yang didukung oleh keluarga akan lebih rendah tingkat kecemasan dan stressnya dibandingkan ibu hamil yang tidak mendapat dukungan keluarga. Dukungan keluarga dapat berupa bantuan mengerjakan pekerjaan rumah dan mengantar istri periksa hamil
Faktor yang Mempengaruhi Keaktifan Kader dalam Pelaksanaan Posbindu Lansia di Desa Karangnanas Sokaraja Banyumas
Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) lansia merupakan pos pelayanan terpadu dalam memberikan pelayanan kepada manusia usia lanjut, dan dilaksanakan oleh masyarakat itu sendiri. Tujuan dilaksanakan Posbindu lansia adalah agar para lansia memahami pentingnya menjaga kesehatan diri sendiri, meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan lansia. Kader adalah seorang yang direkrut dari masyarakat, untuk masyarakat yang membantu pelaksanaan pos pelayanan terpadu. Keaktifan kader sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan posbindu. Mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi keaktifan kader dalam pelaksanaan Posbindu Lansia di Desa Karangnanas Sokaraja Banyumas. Penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus (case study). Subjek penelitian ini yaitu kader posbindu dan bidan desa. Analisis data dalam penelitian kualitatif ini menggunakan thematic content analysis. Kader mengetahui tentang Posbindu Lansia dan kader kesehatan, pendidikan kader SD dan SMA, pekerjaan kader sebagai ibu rumah tangga, lama menjadi kader 3 tahun dan lebih dari 10 tahun, dan atas motivasi sendiri menjadi seorang kader. Faktor yang mempengaruhi keaktifan kader meliputi pengetahuan tentang Posbindu Lansia dan kader kesehatan, tingkat pendidikan, pekerjaan, lama menjadi kader, dan kesadaran ibu menjadi kader
Edukasi Cuci Tangan Sebagai Salah Satu Pencegahan dan Pengendalian Infeksi dalam Upaya Mawas Diri dari Covid-19
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi merupakan suatu upaya kegiatan untuk meminimalkan atau mencegah terjadinya infeksi dan untuk mencegah transmisi penyakit menular. Salah satu indakan adalah mencuci tangan. Kebiasaan mencuci tangan dapat menjaga kesehatan terutama saat ini dalam situasi Pandemi Covid-19. Kebiasaan mencuci tangan sampai saat ini masih selalu ditegaskan, ajakan pemerintah untuk selalu ingat pesan ibu yaitu antara lain mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. Tidak ketinggalan pada lingkungan Panti Asuhan Putri Muhammadiyah Tanjung Kabupaten Banyumas. Termasuk pada kelompok rentan terjangkit covid-19 dikarenakan jumlah anggota panti asuhan yang padat dan mobilitas tinggi tim memberikan edukasi terkait cuci tangan 6 langkah sebagai salah satu upaya mencegah transmisi penularan peyakit. Metode yang digunakan learning by doing yaitu belajar dengan mempraktekkannya. Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota panti asuhan terkait mencuci tangan
Dukungan Teman Sebaya, Dukungan Suami, Konsep Diri dan Aktivitas Fisik terhadap Kendali Kecemasan Wanita
Permasalahan-permasalahan yang dihadapi wanita dalam menghadapi masa pre menopause memerlukan pemecahan sebagai upaya untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi terhadap masalah dan tekanan yang mereka akan hadapi. Tingkat kendali kecemasan yang rendah berfungsi untuk menyeimbangkan emosi individu dalam situasi yang penuh tekanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya dukungan teman sebaya, dukungan suami, konsep diri dan aktifitas fisik terhadap kendali kecemasan wanita perkotaan dalam menghadapi masa pre menopause. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah populasi penelitian sebanyak 140 wanita dalam menghadapi masa pre menopause, sedangkan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Drajat Kecamatan Kesambi Kota Cirebon pada bulan Februari 2017. Hasil pengujian hipotesis diperoleh kendali kecemasan wanita perkotaan dalam menghadapi masa pre menopause dipengaruhi oleh dukungan teman sebaya 11,37%, dukungan suami 17,49%, konsep diri 14,95%, dan aktivitas fisik 30,00%. Besar total pengaruh langsung dukungan teman sebaya, dukungan suami, konsep diri, dan aktifitas fisik terhadap kendali kecemasan wanita perkotaan dalam menghadapi masa pre menopause sebesar 84,00%, sedangkan besar total pengaruh tidak langsung sebesar 1,33%. Aktivitas fisik merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kendali kecemasan wanita perkotaan dalam menghadapi masa pre menopause. Diharapkan wanita perkotaan dalam menghadapi masa pre menopause memanfaatkan waktu dengan melakukan aktifitas fisik yang baik, benar, terukur dan teratur, seperti jalan cepat, jogging, bersepeda, dan semua jenis senam misalnya senam aerobik, senam kesegaran jasmani dan lain-lain
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) pada Santri Dipondok Pesantren
Kanker payudara adalah jenis tumor ganas yang dapat menyerang wanita usia subur dan merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia pada wanita. Kasus Kanker payudara menunjukkan semakin meningkat, di Indonesia sendiri kasus kanker terjadi paling tinggi yaitu 58.256 kasus atau 16,7% dari total 348.809 kasus kanker. Salah satu pencegahan yang dilakukan pada santi adalah melakukan pemeriksaan payudara. Artikel ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan terhadap pemeriksaan payudara pada santri dipondok pesantren MMQ.Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional studi yang dilakukan dengan cara diuji bersamaan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Sampel dalam artikel ilmiah ini adalah sejumlah 65 santri. Analisa univariat ini dilakukan dalam bentuk distribusi frekuensi,Analisa bivariat pada artikel mengunakan tabulasi silang. Hasil penelitian menujukkan bahwa ada hubungan antara sikap dengan tindakan sadari dan ada hubungan antara dukungan orang tua dengan tindakan sadari. Simpulan : Variabel yang berhubungan secara signifikan berdasarkan hasil olah data, menyatakan ada hubungan antara Sikap dengan tindakan SADARI dan ada hubungan antara dukungan orang tua dengan tindakan SADARI
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Pernikahan Usia Muda pada Wanita di Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu Jawa Barat
Analisis survei penduduk antar sensus (SUPAS) 2005 dari BKKBN, untuk kelompok umur 15-19 tahun perbedaannya cukup tinggi yaitu 5,28% di perkotaan dan 11,88% di pedesaan. Hal ini menunjukkan bahwa wanita usia muda di perdesaan lebih banyak yang melakukan pernikahan pada usia muda. Tujuan penelitian adalah untuk diketahuinya gambaran faktor-faktor penyebab pernikahan usia muda pada wanita di Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Desain penelitian cross sectional populasi pada penelitian ini adalah semua wanita yang menikah pada tahun 2012 sejumlah 421, sampel penelitian adalah sebagian wanita yang menikah pada tahun 2012 sebanyak 104. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan langsung kepada responden. Pengolahan data menggunakan analisis univariat, uji chi-square dan multivariat (regresi logistik sederhana). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 49 responden atau 47,1% menikah pada usia muda dan sebanyak 55 responden atau 52,9% tidak menikah pada usia muda. Penelitian juga menemukan bahwa pendidikan responden, dorongan orang tua, penghasilan orang tua, paparan media massa, penyuluhan tenaga kesehatan, pengetahuan dan sikap ada hubungan dengan pernikahan usia muda. Tetapi pendidikan orang tua tidak ada hubungan dengan pernikahan usia muda. Sedangkan faktor yang dominan dengan pernikahan usia muda adalah faktor sikap
Hubungan Pola Hidup Sehat Ibu Hamil Dengan Kejadian Preeklamsi Di Puskesmas Cilimus Kabupaten Kuningan
Tahun 2016 adalah 154 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Salah satu penyebab kematian ibu di Kabupaten Kuningan adalah preeklamsi-eklamsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Pola hidup sehat ibu hamil dengan kejadian preeklamsi di Puskesmas Cilimus Kabupaten Kuningan Tahun 20. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik (korelasi) dengan menggunakan pendekatan cross sectional. populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di Puskesmas Cilimus periode bulan Agustus Tahun 2018 berjumlah 48 orang dan pengambilan sampel yang penulis gunakan adalah total sampling sebanyak 48 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan gambaran pola hidup sehat ibu hamil di Puskesmas Cilimus sebagian besar (77,1%) dengan pola hidup sehat ibu hamil sehat. Gambaran kejadian preeklamsi di Puskesmas Cilimus Kabupaten Kuningan sebagian besar (79,2%) tidak mengalami preeklampsi. Hasil uji statistik dengan menggunakan chi squere menunjukan bahwa nilai p value 0,001 karena nilai p value < 0,05 hal ini berarti Ho ditolak yang artinya ada Hubungan antara pola hidup sehat ibu hamil dengan kejadian preeklamsi di Puskesmas Cilimus Kabupaten Kuningan Tahun 2018
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Beresiko Remaja Terhadap Penyakit Menular Seksual
Penyakit Menular Seksual (PMS) menyebabkan infeksi alat reproduksi yang harus dianggap serius. Bila tidak diobati secara tepat, infeksi dapat menjalar dan menyebabkan penderitaan, sakit berkepanjangan, kemandulan dan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku beresiko remaja terhadap penyakit menular seksual di SMA X Kabupaten Majalengka. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang ada di SMA X Kabupaten Majalengka yang berjumlah 624 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan sistem stratified random sampling, dengan jumlah sampel penelitian yaitu sebanyak 86 sampel penelitian. Hasil penelitian, dapat diketahui bahwa ada pengaruh faktor peran orang tua terhadap perilaku remaja beresiko penyakit menular seksual dengan nilai p-value (Sig) sebesar 0,000. Ada pengaruh faktor lingkungan terhadap perilaku remaja beresiko penyakit menular seksual dengan nilai p-value (Sig) sebesar 0,000. ada pengaruh faktor media informasi terhadap perilaku remaja beresiko penyakit menular seksual dengan nilai p-value (Sig) sebesar 0,000. Saran pada penelitian ini diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang PMS dan suatu masukan bagi pihak sekolah untuk mengambil tindakan yang tepat, cepat dalam memberikan pemahaman dalam rangka pencegahan kasus PMS terutama mengenai perilaku yang beresiko terkena PM
Implementasi Multi Source Feedback (MSF) terhadap Penilaian Profesional Behavior Mahasiswa di Lahan Praktik
Mahasiswa kebidanan merupakan calon-calon tenaga professional yang nantinya akan bekerja dan berhubungan langsung dengan pasien. Memiliki perilaku profesional harus selalu ada didalam diri seorang mahasiswa bidan. Profesional Behavior (PB) merupakan perilaku yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa pada tahap praktik dilahan, tidak terkecuali pada mahasiswa tahap akademik yang sedang melakukan Field Lab di lahan. Multi Source Feedback (MSF) adalah salah satu metode yang digunakan untuk menilai PB mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi MSF untuk menilai PB mahasiswa di lahan praktik pada tingkat akademik. Hasil dari penelitian ini adalah mahasiswa kebidanan memiliki nilai professional behavior yang memuaskan dibuktikan dengan hasil rata-rata penilaian responden adalah 84,6% menilai memuaskan kepada mahasiswa praktikan. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa MSF dapat digunakan pada mahasiswa untuk menilai kemampuan PB yang dilakukan dilahan praktik
Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Teman Sebaya dengan Pelaksaan Pemeriksaan Sadari di Pondok Pesantren Ma’had Mambaul Qur’an Tahun 2020
Kanker payudara penyakit yang paling ditakuti wanita. penyebab kanker payudara masih belum diketahui secara pasti, kanker payudara menyerang usia lanjut, perempuan muda dan remaja, lebih dari 80% kanker payudara pada remaja diketahui pada stadium lanjut, upaya untuk mendeteksi dini dengan cara melakukan pemeriksaan SADARI untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan teman sebaya dengan pelaksaan pemeriksaan SADARI di pondok Pesantren Ma’had Mambaul Qur’an tahun 2020. Penelitian survey analitik dengan desain cross sectional. sampel penelitian ini proporsional cluster random sampling. dengan teknik simple random sampling. 65 remaja putri. Analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-square dengan derajat kepercayaan 95% dengan kemaknaan atau ? = 0,05. Hasil uji statistik chi-square dengan nilai p value = 0,05 ada hubungan pengetahuan dengan pelaksanaan SADARI. Hasil analisis bivariat ada hubungan pengetahuan pelaksanaan SADARI dengan nilai p value = 0,05 dan terdapat hubungan dukungan teman sebaya dengan pemeriksaan SADARI dengan nilai p value = 0,005. Terdapat hubungan pengetahuan dan dukungan teman sebaya dengan pelaksaan pemeriksaan SADARI