Jurnal Peternakan Indonesia
Not a member yet
    495 research outputs found

    Penerapan Kesejahteraan Hewan dalam Manajemen Ayam Broiler

    Full text link
    Ayam broiler tetap menjadi prioritas utama dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat. Mayoritas ayam broiler diproduksi dan dipelihara secara intensif di dalam kandang. Sistem pemeliharaan ini mulai menarik perhatian masyarakat karena dianggap membatasi aktivitas hidup ayam dan mengurangi kesejahteraan mereka. Kesejahteraan hewan harus diperhatikan sejak persiapan kandang, manajemen pemeliharaan hingga panen. Memperhatikan kesejahteraan hewan tidak hanya menguntungkan hewan itu sendiri tetapi juga peternak dan konsumen manusia. Penelitian ini dilakukan berdasarkan studi literatur dengan menganalisis data sekunder dari berbagai jurnal yang telah diterbitkan. Penerapan kesejahteraan hewan dalam manajemen pemeliharaan ayam broiler meliputi persiapan kandang, proses pemeliharaan, hingga ayam siap dipanen. Dengan penerapan kesejahteraan hewan, ayam akan mendapatkan kondisi lingkungan yang nyaman dan sesuai kebutuhan sehingga dapat berproduksi secara optimal dan efisien. Penelitian mengenai standar manajemen pemeliharaan ayam broiler menunjukkan bahwa penerapan kesejahteraan hewan pada hewan ternak secara tidak langsung sudah dilakukan

    Peningkatan Nutrisi Sisa Makanan dan Limbah Organik Dapur Pesantren di Kabupaten Tanah Laut

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kandungan nutrisi sisa makanan dan limbah organik dapur pesantren di Kabupaten Tanah Laut sebagai pakan lokal ternak unggas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor I yaitu jenis mikrorganisme (Bacillus amyloliquefaciens, Neurospora crassa dan Saccharomyces cerevisiae) dan Faktor II yaitu lama fermentasi (lama fermentasi 5, 7 dan 9 hari). Peubah yang diamati adalah kandungan bahan kering (%), protein kasar (%BK), lemak kasar (%BK), serat kasar (%BK) dan total abu (%BK). Hasil penelitian ini menunjukan tidak terjadi interaksi antara jenis mikroorganisme dengan lama fermentasi, namun masing-masing faktor yaitu jenis mikroorganisme (Faktor I) berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan lemak kasar dan serat kasar dan lama fermentasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan lemak kasar dan serat kasar. Dari penelitian ini dapat disimpulkan fermentasi sisa makanan dan limbah dapur organik fermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae dengan lama 7 hari diperoleh kandungan nutrisi bahan kering 92,46%, kandungan protein kasar 20,17% BK, kandungan lemak kasar 16,76% BK, serat kasar 5,90% BK dan total abu 7,44 %BK

    Review: Urea Molasses Block (UMB) sebagai Suplemen Ternak Ruminansia di Indonesia

    Full text link
    Urea molasses block (UMB) umumnya merupakan campuran dari molases, urea, bahan pengeras, bahan pengisi dan sumber mineral yang dijadikan sebagai pakan tambahan untuk ternak ruminansia. Kandungan UMB bervariasi tergantung jenis bahan pakan yang digunakan sebagai penyusun, tujuannya untuk memenuhi kebutuhan ternak, meningkatkan kecernaan nutrien pakan, dan memperbaiki nilai nutrisi ternak. Lebih lanjut, UMB sebagai suplemen dapat berfungsi untuk meningkatkan produktivitas ternak dalam hal peningkatan berat badan dan susu serta dapat meningkatkan reproduktivitas ternak. Review ini dibuat dengan cara mengkelompokkan dan menganalisis hasil-hasil penelitian terkait UMB untuk membahas komposisi bahan penyusun, formulasi, uji kualitas dan faktor yang mempengaruhi, aplikasi pemberian ke ternak, mempelajari mekanisme dan pengaruh pemberian UMB dari segi produksi dan reproduksi ternak. Berbagai macam jenis bahan dan formulasi dapat digunakan untuk membuat UMB sesuai tujuan produksi ternak yang diinginkan. Pemberian UMB dapat memberikan pengaruh positif terhadap kenaikan performans ternak

    Efektivitas Penyemprotan Larutan EM4 (Effective Microorganism - 4) terhadap Penurunan Kadar Amonia pada Kandang Broiler Semi Closed House

    Full text link
    Gas amonia yang dihasilkan di kandang ayam memiliki bau menyengat serta dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan dan menyebabkan polusi pada lingkungan sekitar perkandangan. Salah satu tindakan untuk penurunan kadar amonia dalam kandang yaitu dengan penyemprotan Effective Microorganisms-4 (EM4). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi pengaruh penyemprotan EM4 terhadap penurunan kadar amonia pada kandang broiler semi closed house. Penelitian dilaksanakan di PT Rismawan Pratama Bersinar dengan peubah utama berupa kadar amonia, suhu, dan kelembapan dalam kandang broiler semi closed house dengan populasi sebanyak 20.000 ekor dan konsentrasi kadar EM4 sebesar 0,98%. Pengukuran kadar amonia dilakukan menggunakan hydrion ammonia test papper sebanyak 4 kali yaitu 1 kali sebelum dan 3 kali setelah penyemprotan larutan EM4 ke dalam kandang, sedangkan pengukuran suhu dan kelembapan dilakukan di hari yang sama setiap pukul 09.00 pagi. Kadar amonia menurun pada hari ke-1, sebesar 5 ppm pada suhu kandang 27,3℃ dengan kelembapan 70% dan bertahan sampai dengan hari ke-2 dengan suhu 28,2℃ dan kelembapan 61,5%, namun meningkat kembali menjadi 8 ppm pada hari ke-3 dengan suhu 29,2℃ dan kelembapan 57,5%. Penyemprotan larutan EM4 dapat menurunkan kadar amonia dalam kadang broiler semi closed house. Perubahan suhu mempengaruhi kadar amonia dan tingkat kelembapan kandang.Â

    Implementasi Penyuluhan dalam Diseminasi Inovasi pada Usaha Peternakan Sapi Potong di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

    Full text link
    Kabupaten Dharmasraya adalah daerah yang menjadi bagian dari pusat pengembangan ternak sapi di wilayah Sumatera Barat, berbagai kegiatan penyuluhan sudah banyak di lakukan dalam diseminasi inovasi peternakan, terutama pada peternakan sapi potong. Realitasnya usaha ini tidak berkembang, justru mengalami penurunan populasi hingga 9,1% dalam kurun satu tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualifikasi penyuluh dan mendeskripsikan pelaksanan penyuluhan pada peternakan sapi potong. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode survey dan didukung dengan observasi langsung di lapangan. Penetapan sampel penelitian dilakukan secara  purposive sampling dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 60 peternak yang berasal dari lima kelompok peternak sapi potong dan mewakili lima wilayah transmigrasi dan telah mengikuti penyuluhan secara intensif. Teknik analisis data adalah deskriptif kuantitatif, berupa skor dan persentase. Hasil penelitian adalah kualifikasi penyuluh sudah tergolong pada kategori baik, dengan rata rata persentase adalah 87,86% dan pelaksanaan penyuluhan tergolong  kategori sedang dengan rata rata persentase adalah 78,19%. Kesimpulan penelitian adalah meskipun kualifikasi penyuluh sudah pada kualifikasi baik, namun belum tentu  dapat menjamin pelaksanaan penyuluhan berjalan secara baik pula, terbukti pelaksanaan penyuluhan hanya kategori sedang, sehingga hasil riset ini berguna dalam memberikan masukan pada Dinas terkait untuk perbaikan pelaksanaan penyuluhan pada peternak sapi potong di daerah Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat pada masa yang akan datang

    The Effect of Commercial Feeding with Different Brands on Physical Quality Kampung Unggul Balitbangtan (Kub) Chicken Meat

    Full text link
    The purpose of this study is to ascertain how giving commercial feed of various brands affects the physical quality of meat obtained from Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) chickens on pH values, cooking losses and water holding capacity. The Completely Randomized Design (RAL) and Analysis of Variance (ANOVA) techniques were used in this study. The Duncan Multiple Range Test (DMRT) was used to see if there were any notable changes. This research used 160 Day Old Chicks (DOC) with 4 commercial feed treatments with different brands, namely P1 (WK Feed). P2 (CPH Feed), P3 (PAT Feed) and P4 (CFD Feed) with level of protein contains each brand. The results of this study show that giving commercial feed with different brands can have a significant effect (

    Total Padatan dan Warna L*, a*, b* Yogurt dengan Penambahan Sari Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) yang Berbeda Levelnya

    Full text link
    Penggunaan sari buah naga merah dimaksudkan untuk memberikan media pertumbuhan bagi bakteri asam laktat (BAL) dan meningkatkan kualitas yogurt. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sari buah naga merah pada yogurt terhadap nilai total padatan, dan warna L*, a*, b* yogurt yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial dengan blok sebagai ulangan sebanyak tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan sari buah naga merah terhadap jumlah susu segar yang digunakan untuk pembuatan yogurt (T1= 0%, T2= 2%, T3= 4% dan T6= 6% v/v).  Perlakuan penggunaan sari buah naga merah dimaksudkan untuk berperan sebagai prebiotik penambah sumber energi bagi BAL dan sebagai pewarna alami. Selain itu, penelitian ini merupakan penelitian awal pada yogurt buah naga merah menggunakan starter konvensional dan materi susu segar dari peternakan rakyat, sehingga diharapkan dapat bersifat aplikatif di masyarakat. Parameter yang diukur adalah nilai total padatan, warna kecerahan (L*), warna hijau-merah (a*) dan kuning-biru (b*).  Data yang diperoleh dianalisa dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan buah naga merah pada pembuatan yogurt mulai dari 0, 2, 4 dan 6% tidak mempengaruhi terhadap jumlah padatan, namun berpengaruh terhadap warna L*, a*, dan b*. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan buah naga merah sampai 6% akan diperoleh yogurt dengan total padatan yang tidak signifikan serta warna yogurt semakin gelap, menuju warna merah dan kebiruan.Â

    Pengolahan Limbah Usus Broiler dengan Natrium Bikarbonat terhadap Karakteristik Fisiko-Kimia

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis Natrium Bikarbonat dan durasi penyimpanan bahan terbaik untuk menurunkan kandungan lemak kasar usus broiler. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dua faktor (RAL Faktorial). Faktor pertama adalah dosis Natrium Bikarbonat (A1= 0,8%, A2= 1,6%, A3= 3,2%), faktor kedua adalah durasi penyimpanan usus broiler yang dicampur Natrium Bikarbonat (B1= 6 jam, B2= 12 jam, B3= 24 jam). Peubah yang diamati adalah persentase rendemen, kandungan lemak kasar dan protein kasar. Hasil analisis keragaman menunjukkan Interaksi faktor pada persentase rendemen memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) dengan rataan 55,45-90,84. Interaksi faktor memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap penurunan kandungan lemak kasar dengan rataan 12,24-14,42%. Interaksi faktor pada kandungan protein kasar memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) dengan rataan 55,56-62,29%. Kesimpulan hasil penelitian adalah perlakuan A3B1 (konsentrasi 3,2% dan durasi perendaman 6 jam) merupakan kombinasi terbaik menurunkan kandungan lemak kasar usus broiler

    Penambahan Trehalosa Bahan Pengencer Tris Kuning Telur terhadap Kualitas Semen Beku Sapi Simmental

    Full text link
    Penelitian dilakukan untuk meningkatkan kualitas dari semen beku sapi Simmental dengan materi berupa semen segar yang kualitas semen segarnya telah dilakukan pengujian. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) masing-masing perlakuan ditambahkan trehalosa dengan dosis yang berbeda-beda mulai dari 0%, 0,5%, 1%, dan 1,5% dengan variabel terdiri dari motilitas, persentase hidup spermatozoa, membran plasma utuh, tudung akrosom utuh dan abnormalitas spermatozoa. Penelitian menunjukkan hasil dari penambahan trehalosa memberikan pengaruh yang signifikan (P>0,05) terhadap motilitas, persentase hidup spermatozoa, MPU, TAU dan abnormalitas, memberikan hasil terbaik pada dosis penambahan trehalosa 0,5%, dimana ditemukan motilitas 76,77%, persentase hidup spermatozoa 59,62%, MPU 59,50%, TAU 62,00% dan abnormalitas 12,37%. Kesimpulan dari penelitian ini penambahan trehalosa dapat meningkatkan kualitas semen beku sapi Simmental

    Kualitas Fisikokimia pada Bubuk Putih Telur Ayam Menggunakan Karagenan

    Full text link
    Putih telur ayam merupakan bahan yang memiliki kandungan tinggi protein dan sifat fungsional. Sifat fungsional putih telur ayam memfasilitasi penggunaannya dalam pengaplikasian di industri pangan. Proses produksi putih telur bubuk menghasilkan produk akhir yang mengalami penurunan kualitas terutama sifat fungsionalnya. Karagenan adalah bahan tambahan pangan yang berfungsi untuk membantu memperbaiki sifat fungsional bahan pangan yakni berperan sebagai stabilisator yang berasal dari tanaman rumput laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas bubuk putih telur ayam dengan penambahan karagenan. Studi ini dilakukan dengan menggunakan metode percobaan laboratorium dengan desain rancangan acak lengkap, yang melibatkan empat perlakuan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan karagenan sebanyak 1%, 2%, dan 3% dari jumlah telur (w/w), serta terdapat perlakuan kontrol tanpa penambahan karagenan. Penambahan karagenan berdampak secara signifikan (P<0,01) terhadap  kadar air, kadar protein, kadar lemak, kelarutan, dan warna.  Penambahan karagenan pada bubuk putih telur ayam dapat meningkatkan kadar protein, kelarutan, dan kecerahan. Bubuk putih telur ayam dengan penambahan karagenan dapat menurunkan kadar air, kadar lemak, warna kemerahan, dan kekuningan. Berdasarkan hasil penelitian, putih telur ayam bubuk dapat dikembangkan menggunakan karagenan 3% untuk meningkatkan kualitas putih telur ayam bubuk

    432

    full texts

    495

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Peternakan Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇