JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri
Not a member yet
    210 research outputs found

    MODEL KONSEPTUAL FAKTOR PENDORONG NIAT SEBAGAI FASILITAS PENGUMPULAN MINYAK GORENG BEKAS SEBAGAI INISIASI JARINGAN REVERSE LOGISTICS

    Get PDF
    The driving factors of intentions as a used cooking oil collection facility: a conceptual model. The reverse logistics (RL) flow characteristics include scattered supply sources and uncertain supply quantities. This characteristic also applies to the flow of used cooking oil, which is one of the ends of used products that can be managed through RL activities. In addition, there is no regular mechanism for collecting used cooking oil from food service businesses and households. The current collection process is handled by third parties whose main aim is for economic gain. On the other hand, to create a sustainable cooking oil supply chain that provides economic benefits and realizes environmental sustainability and social responsibility, it is necessary to take responsibility for food service business actors as producers of used cooking oil. This form of responsibility can be in the willingness to serve as a facility for collecting used cooking oil. The willingness of a food service business to serve as a collection facility is, of course, influenced by certain factors. This research proposes a conceptual model of the driving factors for the willingness of food service businesses to serve as used cooking oil collection facilities. This conceptual model was built based on a literature review and adjustments to the current RL flow conditions of the used cooking oil. The conceptual model formed can be used as a basis for empirical research on food service business actors.

    Penilaian Faktor-Faktor Resiko Musculoskeletal Disordes Pada Pegawai Kantor PT. X Di Kota Padang

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan penilaian resiko permasalahan musculoskeletal disorders terutama gerakan berulang dari anggota tubuh bagian atas dalam tugas pegawai perkantoran di kota Padang.  Pengumpulan data dilakukan teradap 20 orang sampel dengan melakukan pengukuran terhadap postur pada saat bekerja dan juga melalui wawancara semi terstruktur dan kuesioner tertutup dengan kriteria masa kerja minimal 1 tahun dan bekerja minimal selama 3 jam berturut-turut per hari dengan menggunakan komputer. Metoda yang digunakan untuk penilaian resiko kerja  adalah metoda Rapid Office Strain Assessment tools (ROSA) yaitu untuk menilai kegiatan kerja berulang pegawai selama bekerja. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa skor akhir 7 sebanyak 6 pegawai, skor akhir 8 sebanyak 13 pegawai dan skor akhir 9 sebanyak 1 pegawai jadi keseluruhan pekerja memiliki resiko tinggi karena memiliki nilai score lebih dari 5.  Hal ini juga didukung oleh temuan dari hasil wawancara dan kuesioner menggunakan Nordic Body Map yang mengindikasikan bahwa mayoritas pegawai mengeluhkan gangguan pada beberapa bagian tubuh pada saat bekerja. Keluhan tersebut paling dominan terjadi pada pinggang, punggung, leher bagian atas, leher bagian bawah, dan tangan kanan. Kondisi ini menunjukkan dapat menimbulkan resiko terjadinya musculoskeletal disorders (MSDs).  Untuk mengatasi berbagai keluhan tersebut diperlukan adanya perubahan desain pada stasiun kerja yang ada sekarang sehingga postur tubuh pekerja bisa menjadi lebih ergonomis pada saat bekerja.

    Perancangan Meja Kerja Pada Area Dismantle Dalam Meminimalisir Keluhan MsDs Di PT. XYZ Menggunakan Metode Ergonomic Function Deployment (EFD)

    Get PDF
    Berdasarkan hasil observasi, PT. XYZ melakukan pekerjaannya menggunakan alat yang beragam seperti alat manual, dan mesin yang masih semi otomatis, sehingga postur kerja operator juga beragam seperti membungkuk, memuntir, berdiri, dan duduk. Area dismantle merupakan salah satu area yang masih menggunakan alat manual dengan postur kerja yang membungkuk, setelah dilakukan pengukuran postur kerja menggunakan skor REBA, operator dismantle mendapatkan skor REBA 9 yang berarti perlu tindakan segera untuk meminimalisir keluhan MsDs. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki postur kerja dengan merancang meja kerja menggunakan metode EFD. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu desain alat bantu berupa meja kerja dismantle dan setelah dilakukan perhitungan skor REBA akhir mendapatkan skor 4 yang berarti tingkat risiko sedang dan perlu tindakan namun tidak segera dan dengan skor tersebut mengalami penurunan dari skor awal

    Analisis Risiko Rantai Pasok Bahan Baku Dalam Memenuhi Permintaan Konsumen Pada Industri Pertambangan Andesit Di Cilegon

    Get PDF
    Persaingan yang ketat di industri pertambangan andesit menuntut perusahaan untuk terus berinovasi, menyediakan produk berkualitas, dan menjaga harga yang kompetitif. Rantai pasok merupakan bagian sentral dalam memastikan keberlangsungan sebuah industri. Dalam melakukan kegiatan operasional pada industri pertambangan andesit di Cilegon, berbagai risiko dapat mempengaruhijaringan rantai pasok secara keseluruhan. Risiko tersebut dapat dikendalikan dengan melakukan manajemen risiko yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko dalam rantai pasok menggunakan pendekatan Supply Chain Operations Reference (SCOR) dan House of Risk (HOR). SCOR digunakan untuk memetakan aktivitas rantai pasok, sementara HOR diterapkan untuk menentukan prioritas agen risiko dan strategi mitigasi risiko.Hasil identifikasi risiko rantai pasok terdapat 44 kejadian risiko (Risk event) dan 53 sumber risiko (Risk Agent) dari hasil analisis HOR Fase-1 dimana kurangnya transparansi rantai pasokan memiliki nilai ARP paling tertinggi sebesar 7224 dari total sumber risiko atau agen risiko. hal ini terjadi dikarenakan ketidakjelasan informasi dari pemasok dan produsen sehingga dapat merugikan visibilitas dalam aliran rantai pasok. Untuk mengurangi risiko tersebut perlu mengimplementasikan sistem manajemen rantai pasok yang terintegrasi dan penggunaan teknologi blockchain untuk melacak dan memastikan transparansi dalam rantai pasok. Dari hasil identifikasi strategi penangan terdapat 24 aksi mitigasi untuk mengurangi sumber risiko (Risk Agent). Analisis HOR Fase-2 menunjukkan melakukan pelatihan rutin bagi karyawan mengenai SOP (Standard Operating Procedures) merupakan preventive action dengan nilai ETD tertinggi sebesar 55317

    Strategi Pengembangan Kemasan Makanan Untuk Mendukung Prilaku Konsumen Ramah Lingkungan Dengan Menggunakan Metode SWOT

    Get PDF
    Dalam beberapa tahun terakhir, permasalahan lingkungan hidup semakin mendapat perhatian, sehingga mendorong masyarakat dan perusahaan untuk mencari solusi yang lebih berkelanjutan. Salah satu permasalahan yang memprihatinkan adalah penggunaan kemasan pangan yang ramah lingkungan. Pencemaran lingkungan meningkat secara signifikan dengan penggunaan kemasan sekali pakai atau plastik tradisional, terutama jika menyangkut sampah yang sulit terurai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pengembangan kemasan makanan ramah lingkungan dengan pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) guna mendukung perilaku konsumen yang lebih sadar lingkungan. Kemasan makanan ramah lingkungan semakin menjadi perhatian seiring meningkatnya kesadaran akan dampak limbah plastik terhadap ekosistem. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi. Responden dalam penelitian ini mencakup konsumen, produsen makanan, serta ahli lingkungan hidup dan desain kemasan. Hasil perhitungan dengan menggunakan metode SWOT diperoleh bobot IFE (Internal Factor Evaluation) sebesar 0,33 sedangkan pada EFE (Eksternal Factor Evaluation) sebesar 0,05. Berdasarkan bobot yang telah diperoleh pengembangan kemasan ramah lingkungan ini masuk dalam kuadran 1 dan dapat menggunakan strategi growth oriented strateg

    Perencanaan Agregat Produksi Tiang Besi Dengan Pola Permintaan Musiman

    No full text
    Perencanaan produksi merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dan diperlukan dalam suatu perusahaan. Perencanaan produksi dapat dimulai dengan peramalan permintaan konsumen yang akan menjadi patokan dalam menentukan jumlah barang yang akan diproduksi. Bagian produksi tiang besi merupakan bagian yang sangat penting pada PT XYZ karena tiang besi merupakan produksi tertua yang masih beroperasi dan menghasilkan keuntungan terbesar bagi perusahaan. Permintaan pasar terhadap tiang besi tidaklah merata disetiap bulannya melainkan cendrung berpola musiman. Hal ini menyebabkan perencanaan produksi yang dilakukan oleh pihak perusahaan seringkali tidak tepat sehingga pemanfaatan sumber daya tidak merata disetiap periodenya. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian agar dapat merencanakan produksi yang tepat untuk pola permintaan musiman. Berdasarkan hasil penelitian peramalan dilakukan dengan menggunakan metode konstan karena memiliki error terkecil. Sedangkan Perencanaan produksi agregat yang terpilih yaitu level strategy dengan total biaya produksi sebesar Rp. 3.644.729.500,-. Berdasarkan hasil perencanaan produksi agregat dan disagregasi didapatkan jadwal induk produksi untuk setiap jenis tiang per periode dengan jumlah produksi terbanyak yaitu jenis tiang 11-200

    FAKTOR YANG BERPERAN DALAM MENDORONG MINAT PEMBELIAN POPOK RAMAH LINGKUNGAN

    Get PDF
    Diantara produk yang banyak dikonsumsi masyarakat yang berpotensi besar merusak lingkungan adalah popok sekali pakai karena komposisi bahan yang sulit terurai di alam seperti plastik dan Super Absorbent Polimer (SAP). Popok kain ini dianggap lebih ramah lingkungan. Hanya saja jumlah pengguna popok sekali pakai tetap lebih banyak, khususnya di daerah berkembang seperti Kabupaten Bantul. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap niat penggunaan popok ramah lingkungan ini. Faktor yang diteliti adalah:  sikap terhadap penggunaan green product, norma subyektif, perceived behavioral control, kepedulian terhadap lingkungan, perceived risk, dan personal norm. Pengolahan data dielakukan dengan regresi berganda. Dari hasil penelitian diperoleh fungsi regresi: Niat= 0,058sikap + 0,284SN + 0,390PBC + 0,032KL – 0,026PR + 0,118Norm. Berdasarkan uji t didapat kesimpulan bahwa faktor yang signifikan berpengaruh adalah perceived behavioral control, norma subyektif, dan personal norm

    Penentuan Jumlah Pegawai Bagian Farmasi untuk Mengurangi Total Waktu Menunggu Pasien Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap dengan Metode Simulasi

    Get PDF
    Penelitian Tamzil (2018) telah mengusulkan penambahan jumlah pegawai bagian farmasi yang melayani pasien rawat jalan dan pasien rawat inap untuk mengurangi waktu menunggu pasien. Pada penelitian ini akan dilakukan pengkajian kembali mengenai usulan penambahan pegawai tersebut, baik yang melayani pasien rawat jalan maupun pasien rawat inap. Hal ini bertujuan untuk memperoleh kombinasi jumlah pegawai yang lebih baik lagi sehingga total waktu menunggu dapat menjadi lebih singkat lagi. Penentuan jumlah pegawai tersebut akan menggunakan metode simulasi dimana skenario yang diusulkan adalah sebanyak 3 skenario. Selain itu, untuk mencapai ketentuan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, maka diterapkan juga alternatif perubahan. Alternatif perubahan untuk Bagian Rawat Jalan ada 2, yaitu penambahan pegawai rawat jalan sebanyak 2 orang serta penambahan pegawai rawat jalan sebanyak 1 orang dan pegawai input sebanyak 1 orang. Alternatif perubahan untuk Bagian Rawat Inap, yaitu penambahan pegawai yang mengantarkan obat menuju nurse station sebanyak 1 orang. Berdasarkan hasil penelitian, maka diketahui bahwa skenario usulan 3 alternatif 2 menghasilkan waktu menunggu obat yang lebih singkat untuk pasien rawat jalan, sedangkan untuk pasien rawat inap skenario 3 yang menghasilkan waktu menunggu obat yang lebih singkat. Waktu menunggu obat untuk pasien rawat jalan sudah memenuhi ketentuan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, namun untuk pasien rawat inap tidak ada alternatif yang memungkinkan untuk mencapai standar yang ditetapkan. Hal ini disebabkan pengantaran obat menuju ke nurse station sudah membutuhkan waktu 1,5 jam. Oleh karena itu, pihak rumah sakit perlu meninjau kembali sistem pelayanan pegawai rawat inap

    EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001 : 2008 MENGGUNAKAN METODE GAP ANALYSIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR

    Get PDF
    Perusahaan yang memproduksi stamping logam dan komponen las untuk pembuatan otomotif dan alat musik telah mempertahankan akreditasi ISO 9001:2008. Perusahaan saat ini sedang dalam proses transisi ke ISO 9001:2015. Meskipun ada perubahan pada divisi secara keseluruhan, perusahaan masih menggunakan prosedur kerja kuno. Instruksi kerja dan formulir yang digunakan saat ini juga telah mengalami penambahan atau penyesuaian sebagai akibat dari perubahan berbagai tahapan pekerjaan dan perlunya pencatatan yang lebih luas dalam proses produksi. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode gap analysis yang bertujuan untuk mengevaluasi kondisi perusahaan saat ini. Hasil yang didapat dari metode gap analysis berupa perbandingan antara kondisi sebenarnya yang ada di perusahaan dengan persyaratan klausul-klausul yang ada di sistem manajemen mutu ISO 9001: 2008 sehingga dapat diketahui kekurangan dari sistem yang ada sebelumnya untuk melakukan perbaikan dalam rangka kesiapan menuju sistem manajemen mutu ISO 9001: 2015. Hasil pengolahan data didapatkan bahwa penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001: 2008 sudah berjalan dengan cukup baik. Klausul 4 mendapatkan pencapaian sebesar 88% dengan gap sebesar 12%, klausul 5 mendapatkan pencapaian sebesar 89,50% dengan gap sebesar 10,50%, klausul 6 mendapatkan pencapaian sebesar 89% dengan gap sebesar 11%, klausul 7 mendapatkan pencapaian sebesar 87,25% dengan gap sebesar 12,75%, dan klausul 8 mendapatkan pencapaian sebesar 86,50% dengan gap sebesar 13,50%. Sehingga untuk hasil tertinggi berada pada tingkat implementasi klausul 5 dengan rata-rata nilai persentase pencapaian sebesar 89,55% dan hasil terendah pada tingkat implementasi klausul 8 dengan rata- rata nilai persentase pencapaian sebesar 86,50%

    PERANCANGAN USULAN PERBAIKAN PADA PROSES TANDEM COLD MILLING PRODUK FULL HARD 0,2 x 914 mm DI PT XYZ DENGAN METODE SIX SIGMA

    Get PDF
    PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur baja. Cold Rolling Mill adalah pabrik yang memproduksi produk Full Hard dengan ukuran 0,2 x 914 mm merupakan produk popular yang rutin diproduksi perusahaan. Full Hard 0,2 x 914 mm menghasilkan total produksi periode Januari 2018 sampai Desember 2018 sebesar 121.637 ton dengan jumlah produk defective sebesar 19.404 ton. Fokus penelitian ini adalah memperbaiki tahapan proses di mill Continuous Tandem Cold Mill (CTCM) pada proses Tandem Cold Milling. Digunakan metodologi penelitian Six Sigma yaitu DMAIC untuk mengurangi terjadinya permasalahan. Pertama, dilakukan identifikasi CTQ produk dan proses untuk mengetahui persyaratan mana yang belum terpenuhi. Lalu, dilakukan pengukuran nilai DPMO dan level sigma. Didapatkan nilai rata-rata DPMO sebesar 26474,3 dan nilai rata-rata level sigma sebesar 3,432. Untuk mengetahui penyebab terjadinya defect pada proses tersebut, maka dilakukan analisis menggunakan fishbone diagram untuk menjelaskan akar penyebab permasalahan dan improve dengan memberikan rancangan usulan perbaikan. Usulan perbaikan yang diberikan adalah pengadaan alat ukur ketebalan, pembuatan check sheet untuk pengecekkan komponen-komponen bending system, pengoptimalan besar suhu coolant water, dan pembuatan alarm penanda perubahan besar tekanan reduksi. Kata kunci: Full Hard, Six Sigma (DMAIC), Tandem Cold Milling, CTQ, Analisis Regresi, Poka Yoke

    200

    full texts

    210

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇