JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri
Not a member yet
210 research outputs found
Sort by
Analisis Manajemen Risiko Aset pada Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Sorong
Pada penelitian ini, peneliti melihat pentingnya manajemen risiko dalam menangani, mengendalikan, dan melindungi aset biro administrasi akademik dan kemahasiswaan (BAAK) dengan melakukan penilaian risiko untuk menggabungkan risiko, menangani risiko, dan meminimalkan risiko yang mungkin terjadi pada BAAK tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko yang terjadi dan menemukan tindakan pengendalian risiko. Ini merupakan topik yang menarik untuk dibahas karena semua bidang bisnis pasti memiliki aset, termasuk di bidang pendidikan dan aset tersebut wajib untuk dijaga. Dengan menggunakan ISO 31010:2019, penelitian ini lebih pada penekanan terhadap proses penilaian risiko. Mulai dari tahap identifikasi risiko sampai pada evaluasi risiko. Hasilnya yakni terdapat 17 risiko yang telah teridentifikasi. Dimana dari ke 17 risiko tersebut 2 diantanya termasuk risiko besar dengan nilai level risiko 25 pada kode risiko A1 (tidak ada nya CCTV di dalam ruangan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan) dan 20 pada kode risiko A5 (printer laser jet ijazah yang tintanya tidak menempel dengan baik), dan 4 diantaranya termasuk risiko kecil dengan nilai level risiko 4 pada kode risiko A3, A7 A11, dan nilai level risiko 3 pada kode risiko A9. Selain itu hasil ini diharapkan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang risiko yang terkait dengan aset dan memberikan rekomendasi pengendalian risiko untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi
Analisis Penyebab Risiko pada Rantai Pasok Darah di Masa Pandemi COVID-19 Menggunakan Model Supply Chain Operations Reference (SCOR) dan Failure Modes and Effects Analysis (FMEA)
Kebutuhan darah merupakan sesuatu hal yang perlu mendapat prioritas perhatian karena dapat menyangkut keberlanjutan hidup manusia. Entitas dalam suatu rantai pasok darah dapat terdiri dari Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai pemasok darah, bank darah rumah sakit (BDRS) sebagai penyalur darah, dan pasien sebagai konsumen darah. BDRS merupakan unit pelayanan yang bertanggung jawab terhadap ketersediaan darah yang dapat memadai untuk menunjang pelayanan medis. Semenjak masa pandemi COVID-19, kemampuan pemenuhan produk darah di BDRS Kota Bandung mengalami penurunan. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan pemenuhan produk darah. Pada penelitian ini akan dilakukan identifikasi risiko dan analisis penyebab risiko pada suatu rantai pasok darah di masa pandemi khususnya di BDRS Kota Bandung. Penelitian diawali dengan tahap identifikasi risiko dengan model Supply Chain Operations Reference (SCOR). Penyebab risiko di BDRS dianalisis menggunakan metode Fishbone Analysis. nilai risiko (severity), dan penyebab risiko (occurrence) dinilai menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 34 risiko dan 29 penyebab risiko yang teridentifikasi. Melalui penelitian ini diharapkan BDRS dapat mengidentifikasi dan menganalisis risiko serta penyebabnya agar BDRS dapat segera melakukan penanganan sehingga permasalahan dalam rantai pasok darah dapat diminimasi
Evaluasi Resiko Ergonomi Postur Pekerja Pencelupan Batik Menggunakan Rapid Upper Limb Assessment dan Quick Exposure Check di UKM Batik Pasha
ABSTRAKBatik pasha adalah salah satu UKM yang memproduksi berbagai kerajinan batik. Batik Pasha melakukan proses pencelupan secara manual yaitu menggunakan bak pencelupan dilantai dengan postur kerja yang jongkok atau membungkuk. Hal tersebut menyebabkan pekerja mengalami keluhan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagian tubuh yang mengalami nyeri serta tingkat resiko postur kerja pada proses pencelupan di UKM Batik Pasha. Metode yang digunakan adalah Nordic Body Map (NBM), Rapid Upper Limb Assesment (RULA), dan Quick Exposure Check (QEC). Hasil pengukuran ergonomi pekerja mengalami keluhan pada beberapa bagian tubuh, serta final score metode Rapid Upper Limb Assesment (RULA) yaitu 7, dan Quick Exposure Check (QEC) level 3, hasil tersebut menunjukkan perlunya identifikasi dan perubahan segera. Tindakan perbaikan kerja yang dapat dilakukan adalah pekerja melakukan peregangan otot dan melakukan perubahan bentuk bak pencelupan yang sesuai dengan anthropometri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah postur kerja stasiun pencelupan di UKM Batik Pasha dibutuhkan perubahan segera. Kata kunci: Pencelupan, Nordic Body Map (NBM), Rapid Upper Limb Assesment (RULA), Quick Exposure Check (QEC), Postur Kerja. ABSTRACTBatik pasha is one of the SMEs that produces various batik crafts. Batik Pasha does the dyeing process manually by using a dyeing bath on the floor with a squat or dyeing work posture. This causes workers to experience body complaints. This study aims to determine the parts of the body that are affected and the level of risk of work posture in the dyeing process at SME’s Batik Pasha. The methods used are Nordic Body Map (NBM), Rapid Upper Limb Assessment (RULA), and Quick Exposure Check (QEC). The results of the ergonomics measurement of workers experience complaints in several parts of the body, as well as the final score of the Rapid Upper Limb Assessment (RULA) method of 7, and the Quick Exposure Check (QEC) level 3, these results indicate the need for an immediate view and change. The work action that can be done is that the worker stretches the muscles and changes the shape of the immersion bath according to anthropometry. The conclusion of this study is that the work posture of the dyeing station at SME’s Batik Pasha needs immediate changes. Keyword: Dyeing, Nordic Body Map (NBM), Rapid Upper Limb Assesment (RULA), Quick Exposure Check (QEC), Work Postur
OPTIMALISASI BIAYA DISTRIBUSI DAN ALOKASI PRODUK DENGAN MENGGUNAKAN METODE TRANSPORTASI
The growth of the manufacturing industry in Indonesia is now increasingly rapid, one of which is in the food and beverage sector. PT. XYZ is one of the beverage industries that has problems, namely the high cost of distribution due to the irregular distribution of distribution from the Factory to the Regional Sales Office (KPW). This study uses the transportation method with the initial solution, namely the Vogell Approximation (VAM) method, the Least Cost, North West Corner (NWC) method and the optimum solution using the Modified Distribution (MODI) method. In addition, a comparison was made with the results of the POM - QM software. The purpose of this research is to optimize distribution costs and allocate distribution of tea products in boxes (tetra pak) with a volume of 250 ml and analyze the optimal distribution costs after the application of transportation methods in distributing 250 ml Sosro Tetra Pak tea products at PT. XYZ. After doing the analysis and calculations, it is concluded that the application of transportation methods using POM - QM software can optimize distribution costs and allocate distribution of 250 ml Sosro Tetra Pak tea products at PT. XYZ. Then After calculating the transportation method, the optimal distribution cost is Rp. 2,059,460,017. There was a decrease in costs of up to Rp. 140,539,983 so the company will save up to 6.39%
Penentuan Prioritas Usulan Peningkatan Kualitas Layanan Kekayaan Intelektual dengan Penggunaan Metode Fuzzy ServQual dan Importance Performance Analysis
Peran Kekayaan Intelektual bagi suatu negara adalah memacu inovasi. Demi mendukung tujuan The World Class IP Office, DJKI perlu mengejar pertumbuhan inovasi agar bisa sejajar dengan 5 Kantor Kekayaan Intelektual teratas. Hal tersebut bisa tercapai dengan membangun sistem kekayaan intelektual yang kuat. Sistem kekayaan intelektual yang kuat diwujudkan dengan layanan kekayaan intelektual yang prima. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas layanan kekayaan intelektual yang dirasakan masyarakat pengguna dan menentukan layanan kekayaan intelektual yang menjadi prioritas perbaikan. Metode integrasi Fuzzy-ServQual dan Importance Performance Analysis digunakan dalam penelitian ini. Dimensi Servqual yang digunakan terdiri dari bukti fisik (tangibles), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (emphaty). Importance Performance Analysis (IPA) digunakan untuk mengidentifikasi atribut layanan kekayaan intelektual yang diharapkan oleh pelanggan dapat ditingkatkan. Hasil perhitungan melalui analisis Servqual menunjukkan bahwa nilai gap setiap dimensi Servqual belum dapat memenuhi harapan pelanggan. Dimensi kualitas yang memiliki rata-rata gap terbesar adalah dimensi Responsiveness (Daya Tanggap) dengan nilai gap -0,645, sehingga aspek perbaikan yang dapat diusulkan untuk menjadi prioritas dalam meningkatkan kualitas layanan yang diberikan oleh DJKI adalah dimensi Responsiveness (Daya Tanggap) dengan indikator penilaian berupa: (a) ketepatan waktu antara realisasi dan janji layanan; (b) konsistensi dalam pemberian layanan sejak awal hingga tuntas pelayanan; (c) kemudahan tahapan prosedur layanan ditinjau dari sisi kesederhanaan alur layanan; (d) kejelasan wewenang dan tanggung jawab petugas dalam penyelenggaraan layanan
Penerapan Metode AHP dalam Pemilihan Material Pembuatan Alat Bantu Kerja Proses Pengukuran
Industri UMKM memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Proses produksi pada industri UMKM ini merupakan hal yang penting dikarenakan pada proses ini terjadi perubahan dari material bahan baku menjadi produk jadi. Proses produksi pada bagian pengukuran di industri UMKM ini dilakukan bukan di meja melainkan dilakukan dilantai, hal ini sangat berbahaya jika dilakukan secara terus – menerus. Diperlukan alat bantu untuk membatu proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memprioritaskan alternatif material yang akan digunakan dalam membuat alat bantu kerja. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk proses pengambilan keputusan. Berdasarkan perhitungan yang sudah dilakukan didapatkan prioritas pertama pemilihan material alat bantu pembuatan meja ini yaitu dengan menggunakan besi hollow dengan nilai bobot 0.449. alternatif material ke dua yaitu kayu degan nilai bobot sebesar 0.284 dan prioritas terakhir adalah aluminium dengan nilai bobot sebesar 0.267. Dapat disimpulkan bahwa material hollow merupakan material terpilih yang dapat digunakan dalam pembuatan alat bantu kerja
Data Mining dan Aplikasi Six Sigma Dalam Meningkatkan Kualitas Batubara Pada Pembangkit Listrik
PT Cikarang Listrindo merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembangkit listrik tenaga uap. Batubara merupakan bahan bakar yang digunakan untuk mengubah air menjadi uap, uap yang dihasilkan digunakan untuk menggerakkan turbin untuk menghasilkan daya pada generator dan menghasilkan listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kualitas batubara agar sesuai standar spesifikasi umpan boiler. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah six sigma untuk menentukan permasalahan yang terjadi dan data mining digunakan untuk mengelompokkan data yang akan digunakan. Hasil penelitian six sigma dengan menggunakan pendekatan DMAIC ditemukan ukuran batubara yang masuk kedalam boiler pada titik sampling BC-12B tidak memenuhi standar spesifikasi umpan boiler, data Analisa menggunakan fishbone minitab dan decision tree menggunakan weka untuk menentukan keputusan improvement kemudian pada tahap control menggunakan perbaikan SOP (Standard Operational Procedure) yang dilakukan secara periodic untuk menjaga kualitas batubara
STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH (IKM) PADA SENTRA INDUSTRI FURNITUR DI KABUPATEN MOROWALI MENGGUNAKAN METODE (SWOT-PDCA)
Menurunnya produktivitas IKM furnitur menjadi sebuah tantangan bagi pelaku IKM dan pemerintah untuk memikirkan bagaimana cara agar IKM furnitur mampu meningkatkan produktifitas. Penentuan strategi penempatan dan sumber daya alam belum tentu merupakan strategi yang terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor permasalahan dalam strategi peningkatan produktivitas produk furnitur Morowali dan memberikan masukan kepada IKM tentang strategi peningkatan produktivitas produk furniture yang lebih optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan PDCA dan dikombinasikan dengan metode SWOT.Dari hasil penelitian diketahui bahwa kurangnya pemahaman operator dan tidak optimalnya penggunaan alat produksi menjadi penyebab utama kurangnya produktivitas. Untuk itu dibutuhkan standarisasi pada waktu dan proses produksi. Berdasarkan hasil analisis IFAS dan EFAS menunjukan sentra IKM furniture Morowali berada pada posisi yang baik pada sel I dengan nilai IFAS 3,4 dan nilai EFAS 3,1 yang menyarankan strategi Strength Opportunities (SO).Strategi SO yang disarankan dari hasil analisis SWOT adalah Setelah dilaksanakan implementasi strategi peningkatan produktivitas pada sentra IKM furniture Morowali. Memaksimalkan produktifitas peralatan untuk memenuhi jumlah permintaan dan Mengagendakan pelatihan sistem produksi untuk meningkatkan produktifitas. Implementasi strategi dilakukan melalui pelaksanaan pelatihan 5S dan sistem kerja produksi serta pemberlakuan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada sentra IKM furnitur Morowali. diketahui produktifitas meningkat sebanyak 7% setelah dilakukanya implementasi strategi peningkatan produktifitas
PENERAPAN MARKET BASKET ANALYSIS (MBA) DATA MINING MENGGUNAKAN METODE ASOSIASI APPRIORI DAN FP-GROWTH PADA WAN CAFFEINE ADDICT YOGYAKARTA
Banyaknya coffe shop baru yang bermunculan setiap tahunnya, membuat para pelaku usaha coffe shop harus berinovasi dan menyediakan produk yang sesuai dengan preferensi konsumen, dimana salah satu preferensi konsumen adalah adanya paket produk serta diskon terhadap produk tertentu. Dengan penerapan teknologi informasi memiliki peran penting di dalamnya pemilik bisnis coffe shop, yaitu memudahkan pemilik bisnis dalam melakukan rekapitulasi dan pengolahan data yang akan membantu pemilik bisnis kafe mengambil keputusan yang berkaitan dengan peningkatan bisnisnya. salah satu metode yang digunakan untuk pengambilan keputusan adalah data mining Asosiasi. Asosiasi dapat digunakan untuk mencari keterkaitan antar produk sehingga mampu meningkatkan minat beli konsumen dengan cara bundling dan penetapan diskon terhadap pembelian produk-produk yang saling terkait. Wan Caffeine Addict yang merupakan sebuah coffe shop di Yogyakarta memiliki 684 transaksi dan 50 jenis produk terjual pada bulan desember 2022. Menggunakan metode asosiasi apriori dan FP-growth dengan tingkat support 3% dan confidence 10% diperoleh produk yang paling berkaitan adalah produk Flavored Latte Hazelnut Large dengan produk Wannabe dengan tingkat confidence 0.7 atau 70% dan lift ratio 3.84
Analisis Sistem Informasi dan Proses Bisnis Untuk Penjualan Produk PT ASMI
PT Aristo Satria Mandiri Indonesia bergerak di industri precision part, die casting, die stamping, dan mould yang melayani perusahaan otomotif. Precision part adalah komponen dengan tingkat akurasi tinggi, di mana kesalahan kecil dapat mempengaruhi kinerja produk atau sistem. Untuk menjaga daya saing di tengah meningkatnya persaingan, PT Aristo Satria Mandiri Indonesia berupaya melakukan perbaikan berkelanjutan guna menjaga kualitas produk dan layanan. Sistem informasi yang efektif sangat penting untuk mendukung operasional perusahaan. Namun, ketidakintegrasian informasi sering menyebabkan keterlambatan pengiriman, yang berdampak pada kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem informasi penjualan yang terintegrasi di PT Aristo Satria Mandiri Indonesia. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi data, mempercepat penyediaan informasi, serta mendukung pengambilan keputusan manajemen. Hasil penerapan sistem ini dapat mengatasi keterlambatan pengiriman produk, meningkatkan efisiensi alur distribusi, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Selain itu, penelitian ini juga memberikan manfaat jangka panjang berupa pengelolaan data yang lebih efektif, pengambilan keputusan yang lebih baik, serta keunggulan kompetitif di industri yang semakin ketat