JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri
Not a member yet
    210 research outputs found

    PENINGKATAN EFISIENSI PRODUKSI KEMASAN PLASTIK DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING DAN VALUE STREAM MAPPING DI PT ABC

    Full text link
    Perkembangan industri yang pesat mendorong peningkatan persaingan antar perusahaan. Untuk bertahan dan berkembang, perusahaan perlu menerapkan strategi yang dapat meningkatkan kualitas produk serta mempertahankan konsumen yang semakin selektif. PT ABC merupakan perusahaan yang bergerak di industri kemasan plastik, menghadapi tantangan serius berupa tingginya tingkat pemborosan dalam proses produksi, rendahnya efisiensi kerja, serta kualitas produk yang tidak konsisten. Permasalahan yang ada di perusahaan saat ini teridentifikasi pada aktivitas menunggu (45,14%), transportasi (36,69%), dan gerakan (7,90%) yang mendominasi aliran proses produksi dan menyebabkan lead time yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan meminimalkan pemborosan melalui penerapan pendekatan Lean Manufacturing dengan metode Value Stream Mapping (VSM). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung selama delapan bulan pada lini produksi, disertai analisis aktivitas berdasarkan kategori Value Added (VA), Non-Value Added (NVA), dan Necessary but Non-Value Added (NNVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya perbaikan seperti penggantian troli menjadi forklift, perawatan mesin berkala, serta penyediaan alat cadangan berhasil menurunkan total waktu produksi dari 12.617 detik menjadi 7.983 detik dan mengurangi lead time dari 185.417 detik menjadi 180.786 detik. Selain itu, proporsi aktivitas bernilai tambah meningkat dari 49,30% menjadi 54,62%. Penerapan Lean Manufacturing dan VSM terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi, mengurangi pemborosan, dan memperbaiki ketepatan waktu pengiriman produk

    Analisis dan Mitigasi Risiko Pada Green Supply Chain Management dengan Integrasi Metode House Of Risk dan Fuzzy Logic Di PT XYZ

    Full text link
    Manajemen rantai pasok menjadi aspek penting dalam meningkatkan daya saing perusahaan, terutama dengan tantangan risiko operasional dan lingkungan yang dapat mengganggu kinerja. PT XYZ sebagai salah satu produsen bumbu masak terbesar di Indonesia telah berkomitmen untuk menerapkan zero waste, namun Perusahaan masih menghadapi kendala dalam pengelolaan limbah, seperti limbah tulang ayam dari produksi dan limbah spesifik lainnya. Ketidakefisienan dalam pengelolaan ini tidak hanya meningkatkan biaya operasional tetapi juga menimbulkan risiko terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang terintegrasi melalui konsep green supply chain management (GSCM) menggunakanametode House of Risk (HOR) dan fuzzy logic untukamengidentifikasi sumber utama risiko yang perlu diprioritaskan untuk mitigasi, sekaligus memberikan rekomendasi alternatif dalam penanganan risiko. Hasil penelitian ini pada house of risk tahap 1 didapatkan 18 kejadianarisiko yang disebabkan oleh 22 penyebab risiko pada aktivitas green supply chain. Berdasarkan konsep diagram pareto didapatkan 12 agen resiko yang paling dominan. Dari hasil House Of Risk Tahap 2 menunjukkan bahwa terdapat 13 aksi mitigasi yang diusulkan agaradapat meminimalisir penyebab risiko paling dominan yang telah terjadi pada aktivitas green supply chain PT.XYZ

    IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELANGGAN DAN SPESIFIKASI PRODUK RANGKA SEPEDA KAYU TIPE SEPEDA GUNUNG

    Full text link
    Sepeda, sebagai alat transportasi roda dua yang banyak digunakan oleh berbagai kalangan usia, menawarkan fleksibilitas dan sifat ramah lingkungan yang membuatnya menjadi pilihan populer. Selain berfungsi sebagai alat transportasi yang ekonomis dan efisien, sepeda juga sering kali menjadi hobi bagi banyak orang. Komponen kunci dari sebuah sepeda adalah rangka, yang berperan penting dalam menahan beban pengguna serta mempengaruhi desain dan kenyamanan. Salah satu produk yang menghadapi tantangan dalam hal desain dan kenyamanan adalah rangka sepeda kayu mountain bike yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional. Meskipun produk ini sudah memenuhi kriteria kegunaan, masalah utama terletak pada desain dan kenyamanan konsumen. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi kebutuhan pelanggan terhadap rangka sepeda kayu berjenis sepeda gunung, serta mengetahui spesifikasi produk inovasi dari sepeda kayu. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan yaitu Quality Function Deployment (QFD), sedangkan spesifikasi didapatkan dengan membandingkan beberapa ukuran sepeda gunung yang ada dipasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 kebutuhan pelanggan dengan 9 karakteristik teknis yang nanti akan menjadi spesifikasi produk

    Analisis Pengaruh 4K dan 1H terhadap Pemilihan Pengiriman Barang di Papua Barat Daya

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh dan hubungan antara kualitas pengiriman, ketepatan pengiriman, kejelasan mekanisme pengiriman, keamanan (4K), dan harga pengiriman (1H) terhadap pemilihan jasa pengiriman oleh konsumen. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan menggunakan survei terhadap 202 responden dari populasi konsumen pengguna jasa pengiriman. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hubungan antara variabel empat K dan satu H memiliki satu hubungan yang tidak signifikan yaitu ketepatan terhadap kualitas pengiriman, yang bisa mengindikasikan bahwa faktor ketepatan mungkin tidak sekuat faktor yang lain dalam mempengaruhi kualitas pengiriman, atau bisa jadi dipengaruhi oleh konteks atau karakteristik sampel yang digunakan dalam penelitian

    USULAN PERBAIKAN KUALITAS PAINTING BOOTH DENGAN METODE SIX SIGMA PADA PT. FOSTA UNGGUL PERDANA

    Full text link
    PT. Fosta Unggul Perdana merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur khusus dalam pembuatan painting booth. Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat sebuah metode perbaikan di mana dapat mengetahui jenis – jenis kecacatan dan tingkat kecacatan yang terjadi pada proses produksi di PT. Fosta Unggul Perdana. Di mana metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode Six Sigma. Metode yang digunakan yaitu melakukan pengumpulan data, yang hasilnya yaitu ditemukan 5 kecacatan yang terjadi pada proses produksi painting booth pada perusahaan yaitu kecacatan salah melubangi material, kecacatan salah menekuk material, kecacatan pengelasan tidak rapih, kecacatan penghalusan tidak rapih, dan kecacatan salah dalam pemasangan benda dalam perakitan akhir. Dengan tingkat kecacatan yang cukup banyak, maka metode perbaikan akan menggunakan Six Sigma guna memudahkan dalam menjabarkan dan menganalisa tiap kecacatan yang terjadi dan dapat mengetahui aspek mana yang paling sering terjadi cacat dalam proses produksi. Dengan menggunakan Six Sigma, diketahui untuk nilai Sigma yang diperoleh sebelum dilakukan perbaikan yaitu sebesar 3,144 Sigma dengan Nilai DPMO (Defect Per Million Opportunities) sebesar 50.133,11. Berdasarkan hasil tersebut, dibuat sebuah perbaikan dengan menggunakan salah satu tools yaitu FMEA dan juga pembuatan SOP baru sehingga setelah dilakukan penerapan pada perusahaan nilai Sigma dari sebelumnya 3,144 Sigma meningkat menjadi 3,625 Sigma dengan Nilai DPMO (Defect Per Million Opportunities) yang turun dari yang sebelumnya 50.133,11 menjadi 16.800

    Perancangan Strategi Pengembangan Bisnis Menggunakan Metode SWOT dan QSPM Pada UMKM Toko Roti dan Kue

    No full text
    Dalam menghadapi persaingan bisnis dan kondisi pasca pandemi, pelaku bisnis UMKM Toko Roti dan Kue berencana untuk merancang strategi bisnis guna bersaing di pasar serta membangun prospek untuk tumbuh pada masa menuju pasca pandemi. Tujuan penelitian ini untuk merancang dan mengevaluasi strategi pengembangan bisnis berdasarkan faktor-faktor internal dan eksternal bisnis Toko Roti dan Kue. Perancangan strategi pengembangan bisnis dilakukan dengan metode Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal bisnis serta merancang strategi yang layak, dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) sebagai penyempurna dalam penentuan pemilihan strategi bisnis. Hasil penelitian menggunakan analisis SWOT didapatkan 10 faktor internal dan 10 faktor eksternal bisnis serta didapatkan empat alternatif strategi pengembangan bisnis berdasarkan faktor-faktor internal dan eksternal bisnis. Hasil perhitungan QSPM didapatkan alternatif strategi terbaik yaitu strategi WO (memanfaatkan perkembangan teknologi untuk pemasaran dan menggunakan pekerja outsourcing untuk memenuhi permintaan konsumen) dengan nilai tertinggi sebesar 6.516

    DESAIN ALAT BANTU PROSES PEMOTONGAN TAHU GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PRODUKSI

    Full text link
    A company in the food industry that produces tofu has encountered issues with product size inconsistency in each batch. This is due to the very basic cutting process currently using only a knife and a wooden roller. As a result, errors can occur during production, leading to tofu pieces that are not uniform in size. To address this, a design for a cutting aid has been developed to increase the number of cut pieces and minimize the cutting process time. This cutting aid was designed using a rational method. The tofu cutting aid is ergonomically designed to make it easier for workers to perform their tasks. The goal of this tool is to produce tofu pieces that are uniform and of the same shape

    Pemetaan, Pengendalian Dan Sistem Pendukung Keputusan Mitigasi Risiko Rantai Pasok Proses Bisnis PT. XYZ

    Full text link
    Rantai pasok merupakan hal penting dalam operasi bisnis. Dalam hal biaya dan kualitas produk, rantai pasok merupakan faktor penting bagi banyak bisnis dalam memastikan kelancaran operasi mereka. Berdasarkan wawancara awal, saat ini terdapat berbagai permasalahan besar di PT. Lini proses bisnis rantai pasok XYZ. Prosedur produksi yang tidak sesuai harapan, kelelahan pekerja, pekerja yang sering lembur untuk memenuhi target, dan keterlambatan bahan baku. Tingginya permintaan perusahaan secara tidak langsung dapat berdampak pada efektivitas dan efisiensinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko-risiko yang terjadi pada proses bisnis rantai pasok dan menentukan langkah mitigasi risiko dengan menggunakan metode House of Risk dan Analytic Hierarchy Process . Dari hasil identifikasi risiko diperoleh 12 agen risiko dan 26 kejadian risiko yang dipetakan melalui Referensi Operasi Rantai pasok. Selanjutnya melalui house of risk tahap 1 dan diagram Pareto diperoleh 6 agen risiko yang harus diberikan tindakan mitigasi. kemudian menghitung House of Risk tahap 2 dengan mengkorelasikan antara 6 agen risiko dan 11 tindakan preventif sehingga menghasilkan prioritas tindakan mitigasi berdasarkan Ratio of Effectiveness to Difficulty. Selanjutnya pada perhitungan Analytic Hierarchy Process diperoleh hasil eigen vector tertinggi sebesar 13,2% dengan nilai konsistensi rasio (CR) sebesar 0.096, maka dianggap valid karena < 0,1. Model ini dianggap konsisten dan dapat diterapkan

    Perbaikan Kemasan Kripik Kulit Singkong pada UMKM ‘The Jambal’s’ dengan Menggunakan Metode Kansei Engineering dan Quality Function Deployment

    Full text link
    Kemasan memainkan peranan penting dalam sebuah pembungkus makanan, selain sebagai perlindungan makanan dari beberapa zat berbahaya dan tidak diinginkan, kemasan memiliki fungsi lain yang dapat dipergunakan sebagai identitas ataupun sarana informasi bagi perusahaan yang memiliki produk makanan tersebut. Kemasan yang menarik juga dapat menjadi selling point karena dapat menarik minat dari para pembeli untuk kembali membeli produk terkait, namun permasalahan kemasan ini masih belum banyak diperhatikan oleh UMKM, padahal hal tersebut bisa menjadi faktor pendorong bagi UMKM untuk terus berkembang. The Jambal’s, adalah UMKM yang bergerak di produk kripik kulit, memiliki potensi besar sebagai penyedia layanan jajanan makanan, namun kemasan yang dipergunakan masih belum sepenuhnya membangkitkan potensi dari UMKM tersebut. Salah satu metode yang memasukkan unsur emosi, salah satunya estetika dalam pengembangan produk, adalah Kansei Engineering (KE), metode ini kemudian dikolaborasikan dengan Quality Function Deployment dimana pengembangan kemasan tetap berdasarkan dari kebutuhan konsumen yang didapat dari emosi melalui proses KE. Hasil akhir pada penelitian ini adalah kemasan yang telah sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen serta memunculkan unsur estetika di dalamnya

    PERBAIKAN SISTEM KERJA OPERATOR PEMILIHAN BATU BERDASARKAN ANALISA POSTUR KERJA

    Full text link
    Salah satu pengsuplai listrik di Sumatera adalah pembangkitan ombilin, dimana stasiun kerja pemilihan batu menggunakan belt conveyor dengan pekerjaan secara berdiri tanpa menggunakan alat bantu selama 3 sampai 4 jam pengisian dan pekerja sering mengalami kelelahan dan keluhan dalam melakukan pekerjaan tersebut. Untuk meminimasi kelelahan tersebut dirancang alat bantu berupa kursi kerja ergonomis. Penelitian diawali dengan mengidentifikasi keluhan pekerja menggunakan kuisioner Nordic Body Map (NBM) kemudian dilakukan penilaian postur kerja menggunakan metode Ovako Working Posture Analysis System (OWAS)  dengan hasil 1 yang diartikan dibutuhkan perbaikan pekerjaan dimasa datang. Perancangan kursi menggunakan dimensi tubuh antropometri pekerja dilakukan untuk perbaikan postur kerja.

    200

    full texts

    210

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇