JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri
Not a member yet
210 research outputs found
Sort by
SIX SIGMA DMAIC SEBAGAI METODE PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK KURSI PADA UKM
Penelitian dilakukan untuk mengetahui kemampuan proses berdasarkan produk cacat dengan pendekatan metode six sigma DMAIC kemudian untuk mengetahui usulan penerapan pengendalian kualitas dengan mengalisis penyebab cacat pada proses produksi kursi kemudian mengupayakan perbaikan berkesinambungan dengan konsep 5W+1H, Tahap define akan menetukan objek penelitian yang memiliki tingkat defect tertinggi berdasarkan voice of costumer (VOC), Pada tahap Measure menemukan jenis cacat yang dominan terjadi pada setiap proses dengan menggunakan pareto diagram untuk mengetahui penyimpangan produksi tertinggi, kemudian mengukur DPMO (DefectPer Million Opportunities) yang dikonversikan kedalam tingkat sigma.Pada tahap analyze akan menganalisis CTQ dengan Pareto Diagram untuk menganalisis sumber masalah dengan fishbone diagram. Pada tahap improve membuat usulan perbaikan dengan metode 5W+1H. dari pengolahan data didapat nilai DPMO sebesar. Saat ini perusahaan berada pada tingkat 3.31-sigma dengan CTQ (Critical of Quality) adalah jenis cacat kursi lecet dan penyok, ukuran tidak standar dan jahitan tidak rapi.Dari hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa penyebab utama kecacatan adalah faktor manusia dan berdasarkan analisis 5W+1H maka kebijakan utama yang harus di lakukan oleh pihak perusahaan yaitu pengawasan atau kontrol dengan pembuatan SOP dan adanya training untuk meningkatkan kompetensi operator
PENGEMBANGAN KONTEN E-LEARNING MENGGUNAKAN DESIGN SPRINTPADA MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK (TOPIK: PROJECT INTRODUCTION)
e-Learning bukan merupakan sesuatu hal yang baru. Banyak Universitas di seluruh dunia sudah menerapkan e-Learning sejak beberapa tahun yang lalu. Mahasiswa Teknik Industri Universitas X merasa bahwa materi kursus Manajemen Proyek banyak. Adapun hasil feedback menunjukkan adanya kebutuhan terhadap e-Learning untuk mendukung para mahasiswa untuk belajar materi yang banyak. Banyak studi mediskusikan mengenaiperancangane-Learning, namun masih sedikit sekali yang membahas mengenai bagamana cara mendesain konten e-Learning. Metode yang digunakan pada studi ini adalah Design sprint yaitu sebuah framework dari metode agile. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk merancang konten e-Learning dalam mata kuliah Manajemen Proyek terutama dalam bab Project introduction dengan metode Design sprint. Penulis menggunakan metode Design sprint untuk mengembangkan konten. Tak hanya itu, penulis juga ingin menilai mahasiswa dengan soal kuis yang sesuai. Pertanyaan-pertanyaan terkait soal kuis disesuaikan dengan hasil pencapaian (Learning outcome) berdasarkan Backward design dan Bloom’s Taxonomy. Video pembelajaran pada bab ini diujikan and hasilnya menunjukkan bahwa terdapat kenaikan nilai sebanyak 61% dari pemahaman siswa. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa e-Learning dapat membantu mahasiswa untuk belajar and meningkatkan pemahaman mereka
USULAN PERANCANGAN CONVEYOR UNTUK MENGURANGI KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PROSES PACKING PRODUK DENGAN ASPEK ERGONOMI
Dalam proses packing produk, operator packing di PT. XYZ mengeluhkan gangguan musculoskeletal yang merupakan salah satu bahwa indicator terganggunya kesehatan operator. Operator sering mengeluhkan pada saat bekerja ataupun setelah bekerja badan terasa pegal dan sakit. Hasilnya adalah keluhan muskuloskeletal pada bagian otot bawah maupun otot bagian bawah. Beberapa pendekatan yang digunakan untuk memperbaiki kondisi pada proses packing diantaranya Nordic Body Map, REBA dan pendekatan Antropometri dalam perancangan conveyor.Dari hasil penelitian ini diperoleh perancangan conveyor dengan ukuran panjang 180cm, lebar 63cm dan tinggi 50cm, untuk lebar timbangan 42cm
MINIMASI DOWNTIME PADA UNIT SHORE TO SHIP DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) DI PT. MITRA SENTOSA ABADI
PT Mitra Sentosa Abadi merupakan salah satu Perusahaan Bongkar Muat peti kemas / container di lingkungan kerja Terminal Container 3 Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta. Dalam kegiatan operasionalnya terdapat tinggi nya nilai downtime pada unit Shore To Ship (STS) karena mengalami beberapa kali breakdown, yaitu sebesar 15.37 jam pada periode Juli 2017 – Desember 2017 sehingga perusahaan mengalami kerugian.Untuk meningkatkan kehandalan unit dan menunjang kelancaran proses bongkar muat sehingga nilai performance availability baik, maka akan dilakukan perencanaan Perawatan atau Maintenance dengan metode RCM (Reliabillity Centered Maintenance) untuk meminimasi tingginya Downtime. Adapun upaya yang dilakukan yaitu dengan mengetahui komponen kritis yang menyebabkan permasalahan tersebut dan dilanjutkan dengan pengolahan data kualitatif untuk mengetahui nilai MTTF (Mean Time To Failure) dan mengetahui nilai MTTR (Mean Time To Repair) dan dilakukan proses implementasi untuk mengetahui perubahan nilai Downtime yang terjadi.Setelah dilakukan implementasi perbaikan pada bagian Spreader Section unit Shore To Ship selama periode Maret 2018 - Mei 2018, analisa perubahan yang terjadi pada bagian Spreader Section yaitu mengalami penurunan nilai downtime sekitar 56% yaitu yang sebelumnya 425.2 menit atau 7,1 jam dalam 6 bulan menjadi 120 menit atau 2 Jam dalam 3 bula
PROSES PENGAMBILAN DATA PADA AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) MENGGUNAKAN PRINSIP CLOSED LOOP CONTROL SYSTEM
Analyical Hierarchy process adalah sebuah pendekatan dan metod eyang jamak digunakan peneliti dan awam dalam penentuan keputusan berdsarkan banyak kriteria. AHP menggunakan pendekatan matrix berpasangan yang beresiko membuat proses perhitungan inkonsisten. Hal itu dikarenakan proses perhitungan menggunakan skala rasio yang membandingkan antara dua alternative atau kriteria. Perbandingan tersebut mungkin sekali menjadi tidak konsisten karena keterbatasan dari kapasitas komputasi benak manusia. Oleh karena itu diperlukan sebuah metode dan alat pengambilan data yang dapat memberikan langsung nilai konsistensi pada saat pengisian kuesioner AHP. Sehingga responden dapat melakukan koreksi dengan baik dan peneliti tidak perlu mengulang pengisian kuesioner yang membuat responden enggan. Proses perancangan dan perhitungan menggunakan spreadsheet baik itu Microsoft excel atau pun produk dari google. Hasil perancangan menunjukkan, proses pengisian dapat langsung memberikan informasi kepada responden apakah pengisiannya sudah konsisten atau belum sehingga dapat langsung dilakukan perbaikan
USULAN KEBIJAKAN PERSEDIAAN PADA PERISHABLE PRODUCT UNTUK MEMINIMASI OVERSTOCK DAN BIAYA PEMBEKUAN PRODUK DI CV.XYZ
CV.XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pemotongan ayam yang memproduksi ayam broiler yang terdiri dari beberapa jenis produk yaitu ayam karkas, ayam parting (paha atas, paha bawah, dada, dan sayap) danayam beku. Pada CV.XYZ penjualan produk beku (sisa) sangat banyak dan merugikan perusahaan karena biaya pembekuan yang tinggi.Banyaknya penjualan produk beku terjadi karena peramalan permintaan yang tidak akurat dan perusahaan juga belum memiliki kebijakan persediaan yang tepat dan pengambilan keputusan dalam menentukan jumlah pemesanan bahan baku. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, digunakan metode peramalan single moving average dan single exponential smoothing karena data permintaan memiliki plot horizontal dan memiliki kesalahan peramalan terkecil. Data peramalan menjadi input untuk optimasi model matematika yang memiliki fungsi tujuan memaksimasi profit. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan jumlah pemesanan ayam hidup yang optimal untuk minggu ke 1 sampai minggu ke 4 adalah 57263, 84910, 101753 dan 100557 kg ayam. Sehingga didapatkan profit sebesar Rp.59.485.152 lebih banyak 1% dari kondisi awal dan biaya pembekuan turun sebanyak 23%
ANALISIS TURBIDITY TERHADAP DOSIS KOAGULAN DENGAN METODE REGRESI LINEAR (STUDIKASUS DI PDAM TIRTA MUSI PALEMBANG)
Telah dilakukan penelitian tentang pengolahan air baku dengan menggunakan koagulan Aluminium Sulphate dan Poly Aluminium Chlorida (PAC) jenis padat dan cair di intake 1 Ilir PDAM Tirta Musi Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan hubungan antara dosis koagulan terhadap turbidity dengan menggunakan metode Regresi Linier. Analisis regresi linier perlu dilakukan untuk menguji kekuatan hubungan antara dosis koagulan sebagai variabel independen dengan variabel dependen (turbidity) air baku di Intake 1 Ilir. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara penambahan dosis koagulan Aluminium Sulphate terhadap turbidity dengan nilai korelasi sebesar -0,951. Begitu juga dengan penambahan dosis koagulan PAC jenis padat dan cair yang mendapatkan hasil signifikan mendekati -1 yaitu -0,952 dan – 0879. Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan yang sangat kuat dan negatif antara penambahan dosis koagulan terhadap turbidity pada ketiga jenis koagulan ini. Hubungan negatif menunjukkan bahwa semakin banyak dosis koagulan yang ditambahkan maka semakin menurunkan nilai turbidity air baku
DESAIN ALAT BANTU PENGAMBILAN PART DI WAREHOUSE PT. XYZ DENGAN ASPEK ERGONOMI
Pada proses pengambilan part di bagian standard part di warehouse PT. XYZ terdapat postur kerja yang tidak ergonomi dalam aplikasinya. Proses yang tidak ergonomi tersebut menjadi kendala karena terdapat keluhan musculoskeletal yang dirasakan operator. Disamping itu, total rekapitulasi dari kuesioner nordic body map terdapat 98 keluhan dengan kategori sangat tinggi dan diperlukan tindakan sesegera mungkin. Penelitian dilakukan guna mengurangi atau bahkan menghilangkan keluhan yang dirasakan operator dengan mengutamakan aspek ergonomi yang mana didukung dengan pengumpulan data dari kuesioner NBM (Nordic Body Map). Kemudian diolah yang di dukung dengan metode REBA (Rapid Entire Body Assesment). Software Mannequin Pro dari proses awal pengambilan part di bagian standard part dengan tujuan mengetahui tingkat keluhan yang dialami operator. Selanjutnya dilakukan pengumpulan data antropometri operator dengan cara melakukan Uji Keseragaman Data, Uji Kecukupan Data, dan Uji Kenormalan data yang dilanjutkan dengan Perhitungan Persentil guna menentukan usulan yang akan dirancang menggunakan metode Value Engineering. Berdasarkan perancangan dari penelitian diatas, disimpulkan dapat menjawab keluhan dari operator dengan berkurangnya keluhan musculoskeletal yang dirasakan operator dengan simulasi dari software Mannequin Pro. Dari total rekapitulasi kuesioner nordic body map terjadi penurunan keluhan menjadi 66 keluhan dengan kategori sedang dan tindakan mungkin diperlukan
PERANCANGAN ALAT UKUR EVALUASI PENGGUNAAN KURSI RODA PADA PENDUDUK DENGAN DISABILITAS DAN KESUSAHAN MOBILITAS DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Mobilitas, merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, dengan melakukan mobilittas maka kebutuhan manusia akan terpenuhi, namun, bagi para kaum disabilitas, mobilitas adalah salah satu hal yang susah untuk dipenuhi. Kursi roda, merupakan salah satu alat mobilitas yang dapat membantu para kaum disabilitas untuk memenuhi kebutuhan akan mobilitas, namun, kebanyakan pengguna kursi roda menggunakan jenis kursi roda yang tidak sesuai, sehingga hal ini menimbulkan permasalahan baru bagi para penggunanya salah satunya adalah munculnya penyakit baru seperti scoliosis, selain itu, belum terdapat alat ukur evaluasi terhadap seberapa sesuai penggunaan kursi roda. Mengacu pada PEQ, beberapa poin pertanyaan dapat dikembangkan dan dipergunakan pada evaluasi kursi roda. Kuisioner yang dikembangkan pada penelitian ini, dapat mengetahui demografi pengguna kursi roda di Yogyakarta, serta dapat mengetahui kondisi terkini pengguna kursi roda terkait kursi roda yang dimiliki dan digunakan.
METODE FULL COSTING SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA PRODUK KREASI SAMPAH ECOBRICK
Proses daur ulang yang tepat pada jenis sampah plastik dapat membawa keuntungan dari sisi ekonomi. Plastik sendiri merupakan salah satu jenis sampah yang memerlukan waktu yang lama untuk terurai. Hal ini yang disadari oleh pengurus bank sampah tidak terkecuali di wilayah Kota Yogyakarta, salah satunya bank sampah yang berada di Lowanu. Bank sampah ini melakukan daur ulang sampah plastik botol air mineral dan plastik sachet menjadi kreasi meja ecobrick. Selama ini kreasi meja ecobrick yang dihasilkan hanya sebatas dipajang pada pameran hasil pengolahan sampah yang diselenggarakan oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat. Pengurus bank sampah belum memiliki keberanian untuk menjual meja kreasi ecobrick kepada calon konsumen. Hal ini disebabkan pengurus tidak dapat menentukan harga jual yang tepat sehingga calon konsumen tertarik untuk membeli. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk dapat mengetahui harga pokok produksi yang dihabiskan untuk menghasilkan meja kreasi ecobrick, sehingga pengurus dapat menentukan harga jual berdasar besarnya margin yang mereka tetapkan. Metode full costing digunakan untuk memecahkan masalah ini. Harga pokok produksi untuk setiap unit meja kreasi ecobrick adalah sebesar Rp 107.600