JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri
Not a member yet
    210 research outputs found

    Perencanaan Pemeliharaan Mesin Nitrogen Berdasarkan Repair Complexity dan Future Value: Pendekatan ISMO

    Full text link
    Keandalan mesin memainkan peran penting dalam konsistensi layanan dan efisiensi operasional. Penelitian ini mengusulkan model perencanaan pemeliharaan jangka panjang yang terstruktur untuk unit mesin nitrogen di AHASS Delima Motor, sebuah bengkel sepeda motor skala kecil di Jawa Barat. Metode ISMO yang terdiri dari Inspection (Inspeksi), Small Repair (Perbaikan Ringan), Medium Repair (Perbaikan Sedang), dan Overhaul (Perbaikan Total) digunakan untuk menentukan frekuensi aktivitas pemeliharaan berdasarkan skor repair complexity mesin, yang dinilai pada level 8 melalui evaluasi lapangan. Skor ini menghasilkan siklus aktivitas selama 9,5 tahun, terdiri dari 9 inspeksi, 5 perbaikan ringan, 2 perbaikan sedang, dan 1 overhaul. Setiap aktivitas dijadwalkan dalam garis waktu bulanan dan dikonversi menjadi estimasi biaya tahunan menggunakan metode Future Value (FV), dengan asumsi tingkat inflasi tahunan sebesar 20,02%. Total biaya pemeliharaan yang diproyeksikan untuk seluruh siklus adalah sebesar Rp 25.552.627. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa model ini responsif terhadap variasi inflasi. Model ini menghasilkan alat perencanaan yang sederhana dan ekonomis untuk penganggaran pemeliharaan di bengkel skala kecil tanpa memerlukan sistem digital atau komputerisasi. Kata kunci: Perencanaan pemeliharaan, metode ISMO, mesin nitrogen, proyeksi biaya, future valu

    Evaluasi Sustainability Supplier Kraft paper dalam Mendukung Supply Chain Management Menggunakan Metode FAHP dan TOPSIS di PT Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG)

    Full text link
    Sustainability telah menjadi topik yang menarik perhatian secara global dikarenakan semakin menipisnya sumber daya alam, perubahan iklim, dan kesehatan masyarakat. Hal ini juga yang mendasari organisasi atau perusahaan tidak bisa lagi mengabaikan masalah sustainability dalam bisnis. PT Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG) adalah perusahaan industri manufaktur yang memproduksi kemasan semen. Pemilihan supplier yang berasal dari luar negeri menjadi tantangan tersendiri bagi PT IKSG, pasalnya selama ini beberapa kali didapati masalah keterlambatan pengiriman bahan baku dan penurunan kualitas. Oleh karena itu, PT IKSG melakukan evaluasi setiap tahunnya terhadap mutu supplier. Tetapi sayangnya dengan keinginan perusahaan untuk meningkatkan sustainability perusahaan, tidak dibarengi dengan evaluasi supplier yang mengedepankan askpek sustainable pula. Sehingga perlu dilakuakannya evaluasi tentang sustainability supplier di PT IKSG. Penelitian ini bertujuan untuk memilih supplier kraft paper terbaik dengan menggunakan pendekatan sustainable. Metode yang digunakan adalah Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan metode tersebut, urutan pemasok dengan nilai tertinggi adalah supplier Mondi Paper Sales dengan nilai preferensi 0,872, Trinity Holding Australian di urutan kedua dengan nilai preferensi 0,778, Billerud di urutan ketiga dengan nilai preferensi 0,431, Fujian Qingshan Paper Industry menempati urutan keempat dengan nilai preferensi 0,073

    REDESAIN TATA LETAK PRODUK BERDASARKAN MARKET BASKET ANALYSIS

    Full text link
    Agung Supermarket merupakan perusahaan retail yang cukup dikenal di masyarakat Kabupaten Gorontalo. Hampir setiap hari dan setiap waktu konsumen mengunjungi Agung Supermarket. Hal ini menyebabkan sering terjadinya penumpukan dan penataan produk yang kurang tepat membuat banyaknya keluhan konsumen kesulitan dalam mencari produk. Sehingga diperlukan inovasi dan strategi untuk tetap kompetitif dengan pesaing retail sekitarnya. Penelitian ini bertujuan menyusun perancangan ulang tata letak produk berdasarkan kebutuhan dan perilaku konsumen saat berbelanja. Metode Market Basket Analysis (MBA) digunakan untuk mencari pola belanja konsumen sehingga lebih mudah untuk menyusun strategi promosi dan tata letak produk pada supermarket. Namun, pola tersebut rentan berubah setiap periode. Kemudian dilakukan pengolahan lebih lanjut menggunakan Overall Variability of Association Rules (OCVR) agar hasilnya konsisten sepanjang periode tanpa rawan perubahan aturan karena tingkat variabilitas yang tinggi. Dari hasil OCVR dilakukan Pemetaan tata letak menggunakan Activity Relationship Chart (ARC) untuk mencari tahu hubungan antara keterkaitan atau keeratan setiap produk. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis pembahasan yang telah dilakukan, ketentuan penataan layout yaitu dilakukan dengan mendekatkan produk-produk berdasarkan aturan asosiasi hasil analisis MBA, OCVR, dan ARC. Didapatkan 6 rules perubahan tata letak pada layout Agung Supermarke

    Optimasi Pemilihan Rute Terpendek Distribusi Gas LPG 3 Kg Menggunakan Algoritma Sweep Berbasis Python

    Full text link
    Distribusi gas LPG 3 Kg memerlukan perencanaan rute yang efisien untuk menekan biaya operasional, menghemat waktu, dan meningkatkan keamanan pengiriman. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemilihan rute terpendek distribusi gas LPG 3 Kg dengan menerapkan Algoritma Sweep berbasis Python pada kasus Capacitated Vehicle Routing Problem (CVRP). Data yang digunakan meliputi lokasi pelanggan, jarak antar titik, dan kapasitas angkut truk. Algoritma Sweep digunakan untuk mengelompokkan pelanggan berdasarkan sudut polar relatif terhadap depot, dilanjutkan dengan penentuan urutan kunjungan yang meminimalkan jarak tempuh sambil memenuhi batas kapasitas kendaraan. Hasil optimasi menunjukkan bahwa metode ini mampu menghasilkan tiga rute distribusi dengan total jarak tempuh 98,7 km, mengalami pengurangan sebesar 26,18 km atau sekitar 21% dibandingkan kondisi awal yang mencapai 124,88 km. Selain itu, jumlah armada dapat ditekan menjadi tiga truk tanpa melanggar batas kapasitas angkut. Implementasi berbasis Python memungkinkan proses penghitungan dan pemodelan rute dilakukan secara cepat, akurat, dan dapat diulang untuk berbagai skenario distribusi

    PROSES RELAYOUT PENGELASAN INCONEL 625 UNTUK MENGURANGI REJECT POROSITY DI PT CLADTEK BI MANUFACTURING

    Full text link
    Tata letak mesin yang kurang optimal dalam suatu proses produksi tidak hanya menyebabkan ketidakefisienan aliran material, tetapi juga dapat meningkatkan risiko cacat produk seperti porosity disebabkan oleh angin, hal ini disebabkan oleh kedekatan dua mesin utama dengan pintu utama. Penelitian ini dilakukan di PT Cladtek BI Metal, sebuah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang pembuatan pipa bawah laut untuk industri minyak dan gas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk perbaikan tata letak mesin menggunakan metode Activity Relationship Chart (ARC). Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum perbaikan, total jarak aliran material dalam proses produksi mencapai 365 meter. Setelah dilakukan perancangan ulang tata letak menggunakan metode ARC, jarak tersebut berhasil dikurangi menjadi 42 meter. Selain menghasilkan efisiensi jarak sejauh 323 meter, perancangan ulang ini juga bertujuan untuk meminimalisir dampak lingkungan luar terhadap proses produksi, khususnya pada mesin-mesin yang rentan terhadap porosity. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan dalam upaya peningkatan efisiensi dan kualitas produksi. Kata kunci: Activity Relationship Chart (ARC), efisiensi produksi,porosity

    Analisis Beban Kerja Bagian Proses Produksi Dengan Metode Full Time Equivalent (FTE)

    Full text link
    Unlogic Project merupakan sebuah usaha kecil menengah yang bergerak dibidang konveksi dengan produk berupa baju. Hal ini diketahui bahwa beban kerja pada proses produksi di unlogic project masih belum optimal dan masih terdapat tidak berkeseimbangan beban kerja karyawan. Maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE), gunanya untuk menyederhanakan pengukuran kerja dengan mengubah jam beban kerja ke jumlah orang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beban kerja yang diterima oleh karyawan, mengetahui jumlah kebutuhan tenaga kerja optimal berdasarkan perhitungan beban kerja menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE). Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan waktu siklus, uji kecukupan data, uji keseragaman data, rating faktor, waktu normal, full time equivalent, kondisi awalan jumlah karyawan dan kondisi usulan jumlah karyawan, dan usulan pemerataan beban kerja. Selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan diagram keseimbangan untuk mencari hasil keseimbangan dari setiap karyawan pada proses produksi. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode full time equivalent diketahui bahwa ada ketidakseimbangan pada beban kerja dari 10 karyawan, dimana ada 1 karyawan memiliki beban kerja yang di atas normal dan 9 lainnya memiliki beban kerja yang di bawah normal. Untuk dilakukan beberapa perbaikan yaitu dengan menggabungkan beberapa pekerjaan. Hasilnya adalah didapatkan bahwa jumlah tenaga kerja optimal sebanyak 8 karyawan dan nilai keseimbangan meningkat 7% dari sebelumnya adalah 0,40 % menjadi 0,47%

    Analisis Pemborosan Supply Chain Pengadaan Beras Luar Negeri (LN) Menggunakan Metode Lean Six Sigma Pada Perum BULOG Kancab Sidoarjo

    No full text
    Perum BULOG Sidoarjo memiliki beberapa gudang, di antaranya adalah Gudang Banjar Kemantren III yang melakukan proses pengadaan beras Luar Negeri (LN) 50 kg dengan patahan 5% yang telah diuji oleh surveyor. Dalam proses pengadaan beras Luar Negeri (LN), masih terdapat kendala yang kerap ditemukan, yaitu adanya beras kempos, beras basah, dan selisih jumlah colly beras. Kendala tersebut berdampak pada kualitas sistem rantai pasok yang menimbulkan adanya defect atau cacat pada proses pengadaan. Defect tersebut antara lain adalah beras kempos, yaitu sak beras yang mengalami kebocoran lebih dari 4% per sak dan sejumlah 1% dari total muatan truk; beras basah, yaitu sak beras yang tercampur dengan air; dan selisih jumlah colly beras, yaitu ketidaksesuaian jumlah muatan colly atau sak beras baik lebih maupun kurang. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi perbaikan berdasarkan prioritas bobot yang tertinggi untuk mengeliminasi waste berupa defect yang telah disebutkan. Adapun metode yang digunakan adalah Lean Six Sigma yang terintegrasi dengan beberapa metode yaitu Root Cause Analysis (RCA) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh 3 rekomendasi perbaikan yang diusulkan kepada perusahaan, yaitu meningkatkan kualitas sak beras yang harus dilakukan oleh bagian pengadaan perusahaan, penggunaan conveyor oleh bagian pengadaan perusahaan, dan pengawasan muatan maksimal truk pada area timbangan oleh juru timbang perusahaa

    Analisis Keseimbangan Produksi Lower Holder dengan Pendekatan Line Balancing Pada PT. XYZ

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menyeimbangkan produksi lower holder dengan melakukan pembagian tenaga kerja yang seimbang, dan merancang aliran proses serta tata letak produksi yang efisien untuk meminimalkan waktu tunggu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ranked Positional Weight, Largest Candidate Rule, dan Kilbridge and Wester. Hasil penelitian menggunakan metode perusahaan line efficiency sebesar 62%, balance delay sebesar 38%, dan smoothness index sebesar 686,1. Metode Ranked Positional Weight line efficiency sebesar 62%, balance delay sebesar 38%, dan smoothness index sebesar 220,73. Metode Largest Candidate Rule line efficiency sebesar 62%, balance delay sebesar 38%, dan smoothness index sebesar 226,89. Metode Kilbridge and Wester line efficiency sebesar 62%, balance delay sebesar 38%, dan smoothness index sebesar 205,82. Maka dapat dipilih metode Kilbridge and Wester sebagai metode terbaik karena memiliki nilai smoothness index yang lebih kecil. Rekomendasi penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan faktor kendala teknis pada penggunaan mesin dan fasilitas produksi diperusahaan agar hasil penelitian dapat lebih optimal

    ANALISIS RUTE DISTRIBUSI TERPENDEK UNTUK MEMINIMUMKAN BIAYA DISTRIBUSI DENGAN METODE TRAVELLING SALESMAN PROBLEM (TSP) DI PT. XYZ

    Full text link
    PT. XYZ adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri produksi kapas dan kasa. Produk PT. XYZ dikenal di seluruh wilayah Indonesia melalui beberapa distributor besar yang tersebar di semua wilayah Indonesia. Maka dari itu, diperlukan lintasan minimum yang tepat agar sistem pendistribusiannya menjadi lebih cepat dan efisien. Masalah yang muncul dalam perusahaan yaitu penentuan rute distribusi yang ditentukan secara manual berlandaskan pemahaman dan pengalaman supir menyebabkan konsumsi bahan bakar melebihi kebutuhan yang seharusnya dan mengakibatkan tingginya biaya distribusi. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan rute distribusi terpendek dan meminimumkan biaya distribusi produk kasa hidrofil steril 16x16 cm dengan menggunakan metode Travelling Salesman Problem (TSP) Algoritma Branch and Bound. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Traveling Salesman Problem (TSP) Algoritma Branch and Bound lebih baik dan lebih optimal dibandingkan rute awal perusahaan karena dapat menghasilkan usulan perbaikan rute distribusi terpendek dengan penghematan jarak tempuh sebesar 59,4 km dan penghematan biaya distribusi sebesar Rp. 336.600 dengan persentase penghematan jarak tempuh sebesar 16,32% dan persentase penghematan biaya distribusi sebesar 5,74%

    Optimasi Pengendalian Persediaan Bahan Baku Karton Box Menggunakan Multi-Item Economic Order Quantity (EOQ) di PT. XYZ

    Full text link
    PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur pembuatan karton kotak bergelombang. Tidak optimalnya frekuensi pembelian bahan baku mengakibatkan tingginya biaya pemesanan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah optimal persediaan bahan baku dan meminimumkan total biaya persediaan. Berdasarkan hasil penelitian, metode Multi-Item EOQ memperoleh kuantitas pemesanan yang optimal, frekuensi pembelian, biaya pemesanan dan biaya simpan yang optimal. Hal ini dapat dilihat pada kondisi optimal pada PT. XYZ karena dapat menekan frekuensi pembelian dan biaya simpan yang berlebihan. Dengan jumlah pemesanan optimal setiap bahan baku adalah kertas kraft liner 125 GSM sebesar 18 ton, kertas kraft liner 150 GSM sebesar 18 ton, kertas kraft liner 200 GSM sebesar 18 ton, kertas medium 150 GSM sebesar 24 ton, lem sebesar 2337 Kg, Stiching/Kawat sebesar 1056 Kg, Tinta sebesar 2716 Kg. Penggunakan metode EOQ Multi-Item didapatkan total biaya persediaan minimum sebesar Rp. 131.123.896,-

    200

    full texts

    210

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇