University of Brawijaya

bkg
Not a member yet
    137686 research outputs found

    Analisis Penerbitan Sp2dk Berdasarkan Perbedaan Jumlah Pembelian Pada Spt Tahunan Dengan Jumlah Perolehan Pada Spt Masa Ppn Pada Cv. Xy

    No full text
    Penelitian Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktorfaktor, upaya penyelesaian, dan dampak yang dihadapi oleh CV. XY akibat diterbitkannya SP2DK terkait selisih antara jumlah pembelian pada SPT Tahunan dan jumlah perolehan pada SPT Masa PPN. Dalam penelitian ini, KPP meminta penjelasan atas selisih sebesar Rp2.023.023.936. Objek penelitian adalah CV.XY, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang percetakan yang beroperasi dalam bentuk pabrik di Malang. Studi kasus ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, mengumpulkan data melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CV. XY dapat menjelaskan selisih tersebut melalui perhitungan ulang, meskipun masih ada selisih dengan nominal yang berbeda. Akibatnya, CV. XY harus melakukan pembetulan SPT Tahunan untuk menindaklanjuti kasus ini. Penulis menyarankan CV. XY dan Wajib Pajak lainnya untuk meningkatkan ketelitian dan perincian data sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku guna mengurangi kemungkinan diterbitkannya SP2DK di masa mendatang

    Pengaruh Konten Marketing Melalui Akun Instagram “@Mabar_Telur” Terhadap Minat Beli Produk Telur Mabar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat beli dan faktor-faktor yang memengaruhi minat beli konsumen produk telur MABAR terhadap content marketing di Instagram “@mabar_telur”. Penelitian ini dilaksanakan secara daring melalui Instagram @mabar_telur yang berlokasi di PT. Mabar Feed Indonesia Jl. Rumah Potong Hewan No. 44, MABAR, Kec. Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara. Waktu penelitian dimulai Maret – April 2024. Pemilihan lokasi penelitian ini di dasarkan pada pertimbangan Instagram Telur Mabar yaitu @mabar_telur yang memiliki 35.600 pengikut dengan 1.261 postingan terhitung pada tanggal 7 Maret 2024. Penelitian menggunakan analisis multivariate (korelasi atau regersi ganda) sehingga jika mengacu pada pendoman ketiga jumlah dari variabel bebas dan terikat sebanyak 16 variabel maka jumlah sampel dari penelitian ini yaitu 10 kali dari 16 variabel yaitu minimal 160 sampel. Analisis data secara kuantitatif dilakukan dengan metode tabulasi yang diolah menggunakan program Microsoft Excel dan untuk melihat korelasi antar variabel, serta menganalisis ragam dilakukan dengan menggunakan software Statiscal Package for Social Sciences (SPSS) versi 25. Hasil penelitian menunjukan karakteristik konsumen secara keseluruhan didominasi oleh jenis kelamin perempuan, domisili area Medan, usia konsumen 19-30 tahun, pendidikan sarjana, pekerjaan konsumen didominasi dengan swasta dan penghasilan didominasi dengan gaji Rp. 2.100.000 – Rp. 5.000.000. Faktor yang paling mempengaruhi konten marketing terhadap minat beli adalah variable konsistensi (X4). Deskripsi variabel konten marketing secara keseluruhan memiliki nilai yang cukup berperan terhadap minat beli konsumen telur mabar.. Secara keseluruhan variabel independent berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen keculai variabel relevansi (X1) dan akurasi (X2). Saran dari penelitian ini adalah perlu penelitian lebih lanjut dan memperdalam konten marketing pada relevansi konten dan akurasi konten yang ada di Instagram mabar_telur agar pemasaran produk melewati media sosial lebih berkembang dan lebih menarik untuk konsumen

    Aspek Biologi Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap dalam Menunjang Perikanan Berkelanjutan

    No full text
    Letak strategis Indonesia yang terapit antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, menjadikan perikanan tuna, termasuk ikan cakalang menjadi komoditas utama di Indonesia. Pada tahun 2012 Indonesia menyumbang lebih dari 16% produksi Tuna, Tongkol dan Cakalang (TTC) dunia. Permintaan ekspor yang tinggi mendorong pertumbuhan produksi dan ekspor TTC meningkat, seperti yang terlihat pada kenaikan volume ekspor dari tahun 2021 – 2023. Tingginya permintaan ekspor mendorong perusahaan perikanan seperti PT. Lautindo Synergy Sejahtera (LSS) menjadi eksportir tuna loin beku ke berbagai negara dengan memanfaatkan pasokan ikan tuna dan cakalang dari daerah pendaratan seperti Cilacap. Ditemukan bahwa produksi perikanan di Cilacap pada komoditas utama seperti cakalang dan tuna mengalami kenaikan. Peningkatan permintaan stok bahan baku menyebabkan intensitas pemanfaatan sumber daya perikanan di Cilacap semakin tinggi sehingga mempengaruhi penurunan stok yang disebabkan oleh overfishing. Perlu diadakannya penelusuran bahan baku yang diekspor seperti ikan cakalang, untuk menjaga keberlanjutan dan mendukung kelestarian sumber daya perairan. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah penelusuran aspek biologi. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk: mengidentifikasi dan menggolongkan jenis makanan yang dikonsumsi Ikan Cakalang, menganalisis keadaan hubungan panjang dan berat Ikan Cakalang, mengetahui kondisi tingkat kematangan gonad Ikan cakalang, mengetahui hubungan antara panjang ikan pertama kali tertangkap dan pertama kali matang gonad dari Ikan Cakalang, dan mengetahui status pemanfaatan Ikan Cakalang menggunakan analisis LB-SPR. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Februari 2024 di PT. Lautindo Synergy Sejahtera (LSS). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sample secara acak. Data isi lambung, panjang, berat dan TKG didapatkan dari hasil observasi. Data profil perikanan supplier Cilacap dan titik daerah penangkapan didapatkan dari kegiatan wawancara, sedangkan peta daerah penangkapan ikan didapatkan dari participatory mapping. Identifikasi isi lambung dapat membantu mengetahui makanan yang dikonsumsi dan tingkat kegemukan mereka. Analisis isi lambung ikan cakalang dikategorikan kedalam 3 golongan, golongan makanan utama adalah ikan lentera (Myctophidae), golongan makanan pelengkap adalah hancuran yang berisi daging hancur serta cairan, dan golongan makanan tambahan adalah udang kecil (Penaeidae), cumi kecil (Loliginidae), ikan terbang (Exocoetidae) dan ikan layang (Carangidae). Analisis hubungan panjang dan berat ikan memperoleh nilai koefisien b sebesar 2,655714 yang menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang berasal dari supplier Cilacap adalah alometrik negatif. Ikan cakalang merupakan ikan cepat atau perenang aktif sehingga apabila nilai b yang didapatkan rendah dibandingkan ikan perenang pasif diakibatkan oleh perbedaan pembagian alokasi energi yang dibutuhkan untuk pergerakan dan pertumbuhan. Berdasarkan observasi Tingkat Kematangan Gonad (TKG) secara morfologi dan histologi, ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang berasal dari supplier Cilacap didominasi oleh ikan-ikan yang sudah memasuki fase matang gonad atau dewasa (mature). Hasil analisis L50 dan Lc, didapatkan nilai L50 dan Lc sebesar 43,06 cm dan 44,5 cm. Hal ini menandakan bahwa nilai Lc > L50 yang menunjukkan bahwa sebagian besar ikan cakalang yang didaratkan di PPS cilacap dan digunakan sebagai bahan baku oleh PT. LSS sudah memasuki fase matang gonad. Didapatkan nilai SPR dari hasil analisis LB-SPR sebesar 16% dengan status pemanfaatan over exploited. Hal ini berbanding terbalik dengan nilai SPR yang didapatkan pada penelitian sebelumnya dengan lokasi penelitian yang sama, dimana nilai SPR yang diperoleh sebesar 48% dengan status pemanfaatan moderate. Perbedaan nilai SPR ini dapat terjadi karena perbedaan tahun penelitian dan aktivitas penangkapan pada tahun tersebut. Perolehan nilai SPR yang bersifat over exploited pada penelitian ini menandakan bahwa upaya penangkapan di perairan tersebut sudah dilakukan secara berlebihan. Perlu dilakukan upaya perbaikan pada perairan tersebut untuk menjaga status pemanfaatan dan keberlanjutan sumber daya ikan cakalang (Katsuwonus pelamis)

    Strategi Pengembangan Usaha Budidaya Maggot Pada Farm Micro Bsf Di Kabupaten Bantur Menggunakan Metode Business Model Canvas (Bmc) Dan Analisis Swot

    No full text
    Manajemen strategi adalah seni dan pengetahuan dalam merumuskan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi keputusan-keputusan lintas fungsional yang memampukan sebuah organisasi mencapai tujuannya. Manajemen Strategi merupakan suatu proses pengambilan keputusan untuk memanfaatkan sumberdaya perusahaan secara efektif dan efisien dalam kondisi lingkungan perusahaan yang selalu berubah-ubah Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengembangan usaha serta memunculkan ide solusitif untuk memaksimalkan kekuatan serta menghadapi tantangan baik masa ini maupun masa yang akan datang pada farm Micro BSF untuk memaksimalkan hasil yang diperoleh. Maka dari itu penulis tertarik untuk mengambil judul tentang “Strategi Pengembangan Usaha Budidaya Maggot pada Farm Micro BSF di Kabupaten Bantur Menggunakan Metode Business Model Canvas (BMC) dan Analisis SWOT”. Lokasi penelitian yang dipilih untuk melakukan penelitian ini adalah usaha budidaya maggot Bapak Sugeng Haji Santoso yang beralamatkan di Jl. Langsep No. 41 RT 1 RW 1 Wonorejo, Bantur, Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2024. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam Skripsi ini adalah metode observasi, interview. Dari data yang terkumpul selanjutnya di analisis dengan menggunakan teknik analisis Data yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, penarikan atau verifikasi kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Farm Micro BSF memanfaatkan kekuatan mereka, seperti hubungan kemitraan yang baik, keahlian SDM, dan dukungan edukatif kepada pelanggan, untuk menghadapi berbagai peluang. Mereka melihat peningkatan penjualan melalui media sosial dan e-commerce serta potensi kemitraan strategis dengan peternakan dan pembudidaya ikan lele sebagai peluang utama. Meskipun ada kelemahan seperti komplain bau, keterbatasan lahan, dan ketergantungan pada penjualan telur BSF, mereka merespons dengan strategi peningkatan kesadaran masyarakat, diversifikasi produk, dan solusi teknologi pengolahan sampah. Tantangan dari kurangnya dukungan pemerintah, persaingan bisnis, dan ancaman invasi hama diatasi dengan menggunakan hubungan kemitraan untuk mendapatkan dukungan lebih lanjut, meningkatkan kualitas layanan, dan menambah fasilitas penunjang. Melalui pendekatan ini, Farm Micro BSF berupaya untuk tetap kompetitif dan berkelanjutan dalam jangka panjang

    Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan Sak Emkm Pada Umkm Makanan Tauhwa Pak Mulyana

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penyusunan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM pada UMKM Makanan Tauhwa Pak Mulyana yang beralamatkan di Jalan Buya Hamka, Kabupaten Jombang. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang menggunakan metode pengumpulan data melalui wawancara langsung terhadap pemilik UMKM Makanan Tauhwa Pak Mulyana dan dokumentasi mengenai bukti-bukti yang dimiliki UMKM Makanan Tauhwa Pak Mulyana. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa UMKM Makanan Tauhwa Pak Mulyana belum memiliki laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Pencatatan keuangan yang dilakukan masih sangat sederhana yaitu hanya mencatat penjualan dan pembelian dalam buku. Penelitian ini menghasilkan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Indonesia untuk Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (EMKM) untuk UMKM Makanan Tauhwa Pak Mulyana yang terdiri dari Laporan Laba Rugi, Laporan Posisi Keuangan (Neraca), dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) untuk periode Januari 2024

    “Implementasi Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Menengah Entitas Mikro Kecil Menengah (SAK EMKM) Pada UMKM Ahas Berkah Ibrahim

    No full text
    UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia, dengan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja. Namun, mereka sering menghadapi kendala dalam penyusunan laporan keuangan yang akurat sesuai dengan standar akuntansi, terutama karena keterbatasan pemahaman dan kemampuan sumber daya manusia (SDM). Penelitian ini berfokus pada penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan UMKM, khususnya UMKM Ahas Berkah Ibrahim di Kota Batu, yang bergerak di bidang penjualan minuman seperti yoghurt dan susu. Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM Ahas Berkah Ibrahim belum memiliki sistem akuntansi yang terintegrasi dan sering mencampurkan uang pribadi dengan uang usaha, yang menciptakan ketidakpastian mengenai laba dan rugi setiap bulannya. Selain itu, pencatatan transaksi secara kasat mata tanpa rinci menyulitkan penilaian kinerja keuangan. Dengan penerapan SAK EMKM, UMKM ini dapat memperoleh visibilitas yang lebih baik terhadap seluruh transaksi, membantu melacak laba dan rugi secara lebih rinci, serta meningkatkan efisiensi dan akurasi proses akuntansi. Penerapan standar ini juga memungkinkan UMKM untuk memenuhi persyaratan dan prosedur yang diperlukan dalam penyusunan laporan keuangan yang akurat dan sesuai standar. Ini diharapkan dapat membantu UMKM dalam pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik dan mendukung pertumbuhan usaha di masa depan. Penelitan ini menghasilkan laporan keuangan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah untuk UMKM Ahas Berkah Ibrahim yang terdiri dari Laporan Laba Rugi, Laporan Posisi Keuangan(Neraca), dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) untuk periode Desember 2023

    “Implementasi Pengakuan dan Penyusutan Pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea & Cukai Tipe Madya Cukai Malang

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengakuan dan penyusutan, tentang perlakuan akuntansi atas aset tetap serta manajemen pengelolaan barang milik negara yang berlokasi di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea & Cukai Tipe Madya Cukai Malang Jalan Surabaya Nomor 2, Kota Malang, Jawa Timur. Dalam penelitian ini jenis metode yang digunakan adalah metode kualitatif, sumber data yang diperoleh sebagai penunjang penelitian ini adalah melalui proses wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan sebagai pembanding antara pengakuan dan penyusutan aset tetap yang diterapkan pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea & Cukai Tipe Madya Cukai Malang dengan PSAP No.07 yang mengatur tentang aset tetap. Hasil dari penelitian ini secara garis besar pengakuan dan penyusutan aset tetap di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea & Cukai Tipe Madya Cukai Malang telah sesuai dengan PSAP No.07. Hanya saja pada daftar inventaris aset seharusnya bisa disertakan tanggal perolehan dan tanggal berakhirnya masa manfaat sebuah aset untuk memudahkan dalam penghitungan penyusutan dan diharapkan juga Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea & Cukai Tipe Madya Cukai Malang dapat meninjau ulang setiap akhir tahun pada setiap aset yang mengalami penyusutan untuk melihat apakah ada perubahan masa manfaat aset sesuai dengan kondisi fisik aset pada periode tersebut

    Studi Efisiensi Proses Delignifikasi Berbasis Sodium Terhadap Limbah Sabut Kelapa

    No full text
    Sabut kelapa merupakan limbah yang mengandung lignoselulosa dari kelapa tetapi penggunaanya kurang optimal. Kandungan selulosa yang terdapat pada sabut kelapa mencapai 43,44%, dengan 3 – 12% berupa hemiselulosa. Selulosa yang terkandung di dalam sabut kelapa dapat dimanfaatkan sebagai pembuatan bioethanol, kertas, pulp, sebagai adsorben untuk menyerap zat-zat pencemaran dalam air dan sintesis senyawa superabsorben aerogel. Namun, dari banyaknya pemanfaatan selulosa, keberadaan lignin di dalam selulosa perlu mendapat perhatian khusus karena sifatnya yang kaku, keras, tidak larut dalam air dapat menghambat proses pemanfaatan limbah sabut kelapa. Proses Kraft, yang telah secara umum digunakan dalam industri pulp dan paper, sangat dihindari dalam penelitian ini karena proses ini mengakibatkan kehilangan lignin dan selulosa dalam jumlah besar. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dilakukan studi komparasi dari berbagai metode delignifikasi berbasis sodium terhadap limbah sabut kelapa untuk mendapatkan proses yang paling efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai metode proses delignifikasi berbasis sodium terhadap kadar lignin dan selulosa pada pulp, serta mengetahui efisiensi waktu dan konsumsi energinya. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maserasi, metode microwave, metode hidrotermal dan metode refluks. Variabel tetap yang ada dalam penelitian ini adalah larutan NaOH 6%, rasio perbandingan larutan NaOH 6% dengan sabut kelapa 20 mL/gram, suhu 100 C pada metode refluks dan hidrotermal, waktu 4 jam pada metode refluks, maserasi dan hidrotermal dan waktu 30 menit untuk metode microwave. Variabel terikat yang diamati adalah kadar selulosa dan kadar lignin. o Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain sabut kelapa, NaOH 6%, H2SO4, dan akuades. Penelitian ini diawali dengan mengayak sabut kelapa dengan ukuran 120 mesh kemudian dicampur dengan larutan NaOH 6% dengan rasio 20 mL/gram. Pada metode refluks campuran sabut kelapa dan NaOH 6% di refluks selama 4 jam dengan suhu 100 C, setelah itu difiltrasi dengan corong buchner. Pada metode maserasi sabut kelapa direndam dalam larutan NaOH 6% selama 4 jam pada suhu ruang, setelah itu difiltrasi dengan corong buchner. Pada metode hidrotermal campuran sabut kelapa dan NaOH 6% dimasukkan ke dalam reaktor hidrotermal kemudian di oven pada suhu 100 o C selama 4 jam, setelah itu difiltrasi dengan corong buchner. Pada metode microwave campuran sabut kelapa dan larutan NaOH 6% dimasukkan ke dalam gelas beaker ditutup dengan alumunium foil kemudian di microwave dengan daya 50% selama 30 menit, setelah itu difiltrasi dengan corong buchner. Setelah seluruh metode selesai dilaksanakan, sampel dikeringkan pada suhu 100 o o C selama 10 menit kemudian dilakukan analisa chesson, SEM dan FTIR

    Ripitabilitas Bobot Badan Dan Ukuran Tubuh Pada Domba Lokal Umur 1-2 Tahun

    No full text
    Domba lokal merupakan plasma nutfah yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Salah satu upaya dalam meningkatkan produktivitas domba lokal yaitu dengan meningkatkan mutu genetik melalui seleksi untuk memilih ternak unggul. Keberhasilan dalam seleksi dapat dicapai apabila seleksi didasarkan pada kemampuan genetik individu. Salah satu parameter potensi individu dapat dilihat dari nilai MPPA ( Most Probable Producing Ability ) yang merupakan nilai perkiraan maksimum kemampuan produksi ternak betina, yang dihitung atau diduga berdasarkan catatan performan. Seleksi juga akan efektif bila didasarkan pada nilai pengulangan (ripitabilitas). Ripitabilitas merupakan gambaran dari bagian ragam fenotipe suatu sifat dalam populasi yang disebabkan oleh perbedaan antar individu yang bersifat permanen, meliputi faktor genetik dan faktor lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan di PT Juara Agroniaga Sejahtera, Desa Jepangrejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia pada tanggal 01 Agustus 2023 – 14 November 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui estimasi nilai ripitabilitas dan MPPA (Most Probable Producing Ability) pada ukuran tubuh dan bobot badan Domba Ekor Tipis (DET). Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 91 ekor domba lokal betina. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dimana variabel yang diamati adalah bobot badan dan ukuran tubuh (panjang badan, tinggi badan, lingkar dada). Pengukuran dilakukan menggunakan mistar/tongkat ukur dan penimbangan menggunakan timbangan digital. Nilai Ripitabilitas diestimasi dengan metode korelasi antarkelas (interclass correlation). Nilai ripitabilitas yang diperoleh digunakan untuk menghitung nilai MPPA (Most Probable Producing Ability). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pengukuran periode I, II, dan III domba yang berumur 1 - 2 tahun MPPA positif menunjukkan bahwa performan domba lokal berada di atas rata-rata populasi. MPPA negatif menunjukkan bahwa performan DET berada dibawah rata-rata populasi. Domba lokal dengan nilai MPPA positif pada semua sifat yaitu domba dengan tag K018, K020, K019, K005, K021, B049, K004, K029, K014, K006, K010, K009, K023, B038, B076, B102, B095, K025, K026, B046, dan B071. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa estimasi nilai ripitabilitas bobot badan dan ukuran tubuh (panjang badan, tinggi pundak, lingkar dada) pada domba lokal umur 1-2 tahun tergolong tinggi, dengan nilai ripitabilitas tertinggi ditemukan pada variabel bobot badan. Dari 91 ekor domba lokal, terdapat 21 ekor (23,08%) yang memiliki estimasi nilai MPPA positif pada semua sifat

    Kualitas Sosis Ayam Fermentasi Dengan Penambahan Jenis Kefir Komersial Ditinjau Dari pH, Kadar Air, WHC, Susut Masak dan Tekstur

    No full text
    Sosis ayam merupakan produk olahan daging yang terbuat dari daging ayam giling dengan penambahan tepung, bumbu-bumbu dan bahan tambahan lainnya yang dimasukkan ke dalam casing sosis berbentuk silindris. Sosis ayam fermentasi merupakan produk olahan daging yang dibuat dengan menambahkan bakteri asam laktat. Fermentasi dilakukan dengan memanfaatkan peran bakteri asam laktat yang bertujuan untuk menghasilkan sekaligus meningkatkan citarasa, aroma dan meningkatkan lama simpan produk. Kefir merupakan minuman susu probiotik yang mengandung bakteri asam laktat dan yeast, sehingga memberikan kesehatan bagi tubuh karena mengandung mikroba yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen, selain itu juga dapat merangsang gerak peristaltik saluran pencernaan. Bakteri asam laktat dalam starter kefir sebagai pembentuk asam terdiri dari Lactobacillus ssp, Streptococcus ssp, Bifidobacterium ssp, Leuconostoc ssp, Lactococcus spp dan Saccharomyces. Penambahan jenis starter kefir komersial diharapkan mampu menghasilkan nilai pH, kadar air, WHC, susut masak dan tekstur sosis ayam fermentasi yang terbaik. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 6 September sampai 6 November 2023, yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi dan Fisiko Kimia Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan jenis starter kefir komersial yang terbaik terhadap kualitas pH, kadar air, WHC, susut masak dan tekstur sosis ayam fermentasi. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan inovasi dalam menghasilkan produk yang bermutu, meningkatkan pemahaman tentang penggunaan starter kefir sebagai bahan tambahan dan mengedukasi manfaat konsumsi produk pangan yang mengandung manfaat bagi tubuh sebagai sumber probiotik. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah sosis fermentasi yang terbuat dari daging ayam, gula, garam, susu full cream, es batu, jahe bubuk, lada bubuk, pala bubuk, bawang putih bubuk, ISP, STPP, tepung tapioka dan starter kefir komersial merk (10 Prebiotik, Turki dan Yogourmet). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pH, kadar air, WHC,susut masak dan tekstur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat perbedaan antar perlakuan diuji dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jenis starter kefir komersial dalam pembuatan sosis ayam fermentasi tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap pH, kadar air, WHC dan tekstur, tetapi memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap susut masak sosis ayam fermentasi. Nilai rataan pH 3.20 - 3.44, kadar air 65.66% - 66.70%, WHC 16.40% - 17.98%, susut masak 4.62% - 7.28% dan tekstur 3.40 N – 4.06 N Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa penambahan jenis starter kefir komersial tidak memengaruhi nilai pH, kadar air, WHC dan tekstur, tetapi berpengaruh terhadap susut masak sosis ayam fermentasi, namun perlakuan jenis starter kefir 10 Prebiotik yang terbaik ditinjau dari kadar air 65.66% + 0.72, WHC 17.98% + 0.80 dan tekstur 3.40 + v 0.50. Saran dari penelitian yang telah dilakukan adalah perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait durasi waktu inkubasi pada sosis ayam fermentasi dengan penambahan jenis starter kefir komersial menggunakan merk kefir 10 Prebiotik, kefir Turki dan kefir Yogourmet untuk mengetahui kerja bakteri asam laktat (BAL) terhadap daya simpan produk

    80,320

    full texts

    137,686

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    bkg
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇