137686 research outputs found
Sort by
Analisis Penerbitan Sp2dk Berdasarkan Perbedaan Jumlah Pembelian Pada Spt Tahunan Dengan Jumlah Perolehan Pada Spt Masa Ppn Pada Cv. Xy
Penelitian Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktorfaktor, upaya penyelesaian, dan dampak yang dihadapi oleh CV. XY
akibat diterbitkannya SP2DK terkait selisih antara jumlah pembelian
pada SPT Tahunan dan jumlah perolehan pada SPT Masa PPN. Dalam
penelitian ini, KPP meminta penjelasan atas selisih sebesar
Rp2.023.023.936. Objek penelitian adalah CV.XY, sebuah perusahaan
yang bergerak dalam bidang percetakan yang beroperasi dalam bentuk
pabrik di Malang. Studi kasus ini menggunakan metode penelitian
deskriptif dengan pendekatan kualitatif, mengumpulkan data melalui
wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
CV. XY dapat menjelaskan selisih tersebut melalui perhitungan ulang,
meskipun masih ada selisih dengan nominal yang berbeda. Akibatnya,
CV. XY harus melakukan pembetulan SPT Tahunan untuk
menindaklanjuti kasus ini. Penulis menyarankan CV. XY dan Wajib Pajak
lainnya untuk meningkatkan ketelitian dan perincian data sesuai dengan
peraturan perpajakan yang berlaku guna mengurangi kemungkinan
diterbitkannya SP2DK di masa mendatang
Pengaruh Konten Marketing Melalui Akun Instagram “@Mabar_Telur” Terhadap Minat Beli Produk Telur Mabar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat beli dan faktor-faktor yang
memengaruhi minat beli konsumen produk telur MABAR terhadap content marketing di
Instagram “@mabar_telur”. Penelitian ini dilaksanakan secara daring melalui Instagram
@mabar_telur yang berlokasi di PT. Mabar Feed Indonesia Jl. Rumah Potong Hewan No. 44,
MABAR, Kec. Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara. Waktu penelitian dimulai Maret –
April 2024. Pemilihan lokasi penelitian ini di dasarkan pada pertimbangan Instagram Telur
Mabar yaitu @mabar_telur yang memiliki 35.600 pengikut dengan 1.261 postingan terhitung
pada tanggal 7 Maret 2024. Penelitian menggunakan analisis multivariate (korelasi atau
regersi ganda) sehingga jika mengacu pada pendoman ketiga jumlah dari variabel bebas dan
terikat sebanyak 16 variabel maka jumlah sampel dari penelitian ini yaitu 10 kali dari 16
variabel yaitu minimal 160 sampel. Analisis data secara kuantitatif dilakukan dengan metode
tabulasi yang diolah menggunakan program Microsoft Excel dan untuk melihat korelasi antar
variabel, serta menganalisis ragam dilakukan dengan menggunakan software Statiscal
Package for Social Sciences (SPSS) versi 25. Hasil penelitian menunjukan karakteristik
konsumen secara keseluruhan didominasi oleh jenis kelamin perempuan, domisili area Medan,
usia konsumen 19-30 tahun, pendidikan sarjana, pekerjaan konsumen didominasi dengan
swasta dan penghasilan didominasi dengan gaji Rp. 2.100.000 – Rp. 5.000.000. Faktor yang
paling mempengaruhi konten marketing terhadap minat beli adalah variable konsistensi (X4).
Deskripsi variabel konten marketing secara keseluruhan memiliki nilai yang cukup berperan
terhadap minat beli konsumen telur mabar.. Secara keseluruhan variabel independent
berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen keculai variabel relevansi (X1) dan akurasi
(X2). Saran dari penelitian ini adalah perlu penelitian lebih lanjut dan memperdalam konten
marketing pada relevansi konten dan akurasi konten yang ada di Instagram mabar_telur agar
pemasaran produk melewati media sosial lebih berkembang dan lebih menarik untuk
konsumen
Aspek Biologi Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap dalam Menunjang Perikanan Berkelanjutan
Letak strategis Indonesia yang terapit antara Samudera Pasifik dan
Samudera Hindia, menjadikan perikanan tuna, termasuk ikan cakalang menjadi
komoditas utama di Indonesia. Pada tahun 2012 Indonesia menyumbang lebih dari
16% produksi Tuna, Tongkol dan Cakalang (TTC) dunia. Permintaan ekspor yang
tinggi mendorong pertumbuhan produksi dan ekspor TTC meningkat, seperti yang
terlihat pada kenaikan volume ekspor dari tahun 2021 – 2023. Tingginya
permintaan ekspor mendorong perusahaan perikanan seperti PT. Lautindo
Synergy Sejahtera (LSS) menjadi eksportir tuna loin beku ke berbagai negara
dengan memanfaatkan pasokan ikan tuna dan cakalang dari daerah pendaratan
seperti Cilacap. Ditemukan bahwa produksi perikanan di Cilacap pada komoditas
utama seperti cakalang dan tuna mengalami kenaikan. Peningkatan permintaan
stok bahan baku menyebabkan intensitas pemanfaatan sumber daya perikanan di
Cilacap semakin tinggi sehingga mempengaruhi penurunan stok yang disebabkan
oleh overfishing. Perlu diadakannya penelusuran bahan baku yang diekspor
seperti ikan cakalang, untuk menjaga keberlanjutan dan mendukung kelestarian
sumber daya perairan. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah
penelusuran aspek biologi.
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk: mengidentifikasi dan
menggolongkan jenis makanan yang dikonsumsi Ikan Cakalang, menganalisis
keadaan hubungan panjang dan berat Ikan Cakalang, mengetahui kondisi tingkat
kematangan gonad Ikan cakalang, mengetahui hubungan antara panjang ikan
pertama kali tertangkap dan pertama kali matang gonad dari Ikan Cakalang, dan
mengetahui status pemanfaatan Ikan Cakalang menggunakan analisis LB-SPR.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Februari 2024 di PT.
Lautindo Synergy Sejahtera (LSS). Metode penelitian yang digunakan yaitu
metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sample secara acak. Data isi
lambung, panjang, berat dan TKG didapatkan dari hasil observasi. Data profil
perikanan supplier Cilacap dan titik daerah penangkapan didapatkan dari kegiatan
wawancara, sedangkan peta daerah penangkapan ikan didapatkan dari
participatory mapping.
Identifikasi isi lambung dapat membantu mengetahui makanan yang
dikonsumsi dan tingkat kegemukan mereka. Analisis isi lambung ikan cakalang
dikategorikan kedalam 3 golongan, golongan makanan utama adalah ikan lentera
(Myctophidae), golongan makanan pelengkap adalah hancuran yang berisi daging
hancur serta cairan, dan golongan makanan tambahan adalah udang kecil
(Penaeidae), cumi kecil (Loliginidae), ikan terbang (Exocoetidae) dan ikan layang
(Carangidae). Analisis hubungan panjang dan berat ikan memperoleh nilai
koefisien b sebesar 2,655714 yang menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang berasal dari supplier Cilacap adalah
alometrik negatif. Ikan cakalang merupakan ikan cepat atau perenang aktif
sehingga apabila nilai b yang didapatkan rendah dibandingkan ikan perenang pasif
diakibatkan oleh perbedaan pembagian alokasi energi yang dibutuhkan untuk
pergerakan dan pertumbuhan. Berdasarkan observasi Tingkat Kematangan
Gonad (TKG) secara morfologi dan histologi, ikan cakalang (Katsuwonus pelamis)
yang berasal dari supplier Cilacap didominasi oleh ikan-ikan yang sudah
memasuki fase matang gonad atau dewasa (mature).
Hasil analisis L50 dan Lc, didapatkan nilai L50 dan Lc sebesar 43,06 cm dan
44,5 cm. Hal ini menandakan bahwa nilai Lc > L50 yang menunjukkan bahwa
sebagian besar ikan cakalang yang didaratkan di PPS cilacap dan digunakan
sebagai bahan baku oleh PT. LSS sudah memasuki fase matang gonad.
Didapatkan nilai SPR dari hasil analisis LB-SPR sebesar 16% dengan status
pemanfaatan over exploited. Hal ini berbanding terbalik dengan nilai SPR yang
didapatkan pada penelitian sebelumnya dengan lokasi penelitian yang sama,
dimana nilai SPR yang diperoleh sebesar 48% dengan status pemanfaatan
moderate. Perbedaan nilai SPR ini dapat terjadi karena perbedaan tahun
penelitian dan aktivitas penangkapan pada tahun tersebut. Perolehan nilai SPR
yang bersifat over exploited pada penelitian ini menandakan bahwa upaya
penangkapan di perairan tersebut sudah dilakukan secara berlebihan. Perlu
dilakukan upaya perbaikan pada perairan tersebut untuk menjaga status
pemanfaatan dan keberlanjutan sumber daya ikan cakalang (Katsuwonus
pelamis)
Strategi Pengembangan Usaha Budidaya Maggot Pada Farm Micro Bsf Di Kabupaten Bantur Menggunakan Metode Business Model Canvas (Bmc) Dan Analisis Swot
Manajemen strategi adalah seni dan pengetahuan dalam merumuskan, mengimplementasikan,
serta mengevaluasi keputusan-keputusan lintas fungsional yang memampukan sebuah organisasi
mencapai tujuannya. Manajemen Strategi merupakan suatu proses pengambilan keputusan untuk
memanfaatkan sumberdaya perusahaan secara efektif dan efisien dalam kondisi lingkungan
perusahaan yang selalu berubah-ubah Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi
pengembangan usaha serta memunculkan ide solusitif untuk memaksimalkan kekuatan serta
menghadapi tantangan baik masa ini maupun masa yang akan datang pada farm Micro BSF untuk
memaksimalkan hasil yang diperoleh. Maka dari itu penulis tertarik untuk mengambil judul tentang
“Strategi Pengembangan Usaha Budidaya Maggot pada Farm Micro BSF di Kabupaten Bantur
Menggunakan Metode Business Model Canvas (BMC) dan Analisis SWOT”. Lokasi penelitian
yang dipilih untuk melakukan penelitian ini adalah usaha budidaya maggot Bapak Sugeng Haji
Santoso yang beralamatkan di Jl. Langsep No. 41 RT 1 RW 1 Wonorejo, Bantur, Malang. Penelitian
ini dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2024. Pendekatan dalam penelitian ini adalah
kualitatif deskriptif Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam Skripsi ini adalah metode
observasi, interview. Dari data yang terkumpul selanjutnya di analisis dengan menggunakan teknik
analisis Data yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, penarikan atau
verifikasi kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Farm Micro BSF memanfaatkan
kekuatan mereka, seperti hubungan kemitraan yang baik, keahlian SDM, dan dukungan edukatif
kepada pelanggan, untuk menghadapi berbagai peluang. Mereka melihat peningkatan penjualan
melalui media sosial dan e-commerce serta potensi kemitraan strategis dengan peternakan dan
pembudidaya ikan lele sebagai peluang utama. Meskipun ada kelemahan seperti komplain bau,
keterbatasan lahan, dan ketergantungan pada penjualan telur BSF, mereka merespons dengan
strategi peningkatan kesadaran masyarakat, diversifikasi produk, dan solusi teknologi pengolahan
sampah. Tantangan dari kurangnya dukungan pemerintah, persaingan bisnis, dan ancaman invasi
hama diatasi dengan menggunakan hubungan kemitraan untuk mendapatkan dukungan lebih lanjut,
meningkatkan kualitas layanan, dan menambah fasilitas penunjang. Melalui pendekatan ini, Farm
Micro BSF berupaya untuk tetap kompetitif dan berkelanjutan dalam jangka panjang
Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan Sak Emkm Pada Umkm Makanan Tauhwa Pak Mulyana
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penyusunan laporan
keuangan berdasarkan SAK EMKM pada UMKM Makanan Tauhwa Pak
Mulyana yang beralamatkan di Jalan Buya Hamka, Kabupaten Jombang.
Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang menggunakan metode
pengumpulan data melalui wawancara langsung terhadap pemilik UMKM
Makanan Tauhwa Pak Mulyana dan dokumentasi mengenai bukti-bukti yang
dimiliki UMKM Makanan Tauhwa Pak Mulyana. Hasil penelitian ini
mengungkapkan bahwa UMKM Makanan Tauhwa Pak Mulyana belum
memiliki laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
Pencatatan keuangan yang dilakukan masih sangat sederhana yaitu hanya
mencatat penjualan dan pembelian dalam buku. Penelitian ini menghasilkan
laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
Indonesia untuk Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (EMKM) untuk UMKM
Makanan Tauhwa Pak Mulyana yang terdiri dari Laporan Laba Rugi, Laporan
Posisi Keuangan (Neraca), dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK)
untuk periode Januari 2024
“Implementasi Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Menengah Entitas Mikro Kecil Menengah (SAK EMKM) Pada UMKM Ahas Berkah Ibrahim
UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia, dengan
kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan
tenaga kerja. Namun, mereka sering menghadapi kendala dalam
penyusunan laporan keuangan yang akurat sesuai dengan standar
akuntansi, terutama karena keterbatasan pemahaman dan kemampuan
sumber daya manusia (SDM). Penelitian ini berfokus pada penerapan
Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK
EMKM) untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan UMKM, khususnya
UMKM Ahas Berkah Ibrahim di Kota Batu, yang bergerak di bidang
penjualan minuman seperti yoghurt dan susu. Menggunakan metode
deskriptif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengumpulkan
data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa UMKM Ahas Berkah Ibrahim belum memiliki sistem
akuntansi yang terintegrasi dan sering mencampurkan uang pribadi dengan
uang usaha, yang menciptakan ketidakpastian mengenai laba dan rugi
setiap bulannya. Selain itu, pencatatan transaksi secara kasat mata tanpa
rinci menyulitkan penilaian kinerja keuangan. Dengan penerapan SAK
EMKM, UMKM ini dapat memperoleh visibilitas yang lebih baik terhadap
seluruh transaksi, membantu melacak laba dan rugi secara lebih rinci, serta
meningkatkan efisiensi dan akurasi proses akuntansi. Penerapan standar ini
juga memungkinkan UMKM untuk memenuhi persyaratan dan prosedur
yang diperlukan dalam penyusunan laporan keuangan yang akurat dan
sesuai standar. Ini diharapkan dapat membantu UMKM dalam pengambilan
keputusan bisnis yang lebih baik dan mendukung pertumbuhan usaha di
masa depan. Penelitan ini menghasilkan laporan keuangan yang sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah
untuk UMKM Ahas Berkah Ibrahim yang terdiri dari Laporan Laba Rugi,
Laporan Posisi Keuangan(Neraca), dan Catatan Atas Laporan Keuangan
(CALK) untuk periode Desember 2023
“Implementasi Pengakuan dan Penyusutan Pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea & Cukai Tipe Madya Cukai Malang
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengakuan dan
penyusutan, tentang perlakuan akuntansi atas aset tetap serta manajemen
pengelolaan barang milik negara yang berlokasi di Kantor Pengawasan dan
Pelayanan Bea & Cukai Tipe Madya Cukai Malang Jalan Surabaya Nomor 2,
Kota Malang, Jawa Timur. Dalam penelitian ini jenis metode yang digunakan
adalah metode kualitatif, sumber data yang diperoleh sebagai penunjang
penelitian ini adalah melalui proses wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Penelitian ini menggunakan Pernyataan Standar Akuntansi
Pemerintahan sebagai pembanding antara pengakuan dan penyusutan aset
tetap yang diterapkan pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea & Cukai
Tipe Madya Cukai Malang dengan PSAP No.07 yang mengatur tentang aset
tetap. Hasil dari penelitian ini secara garis besar pengakuan dan penyusutan
aset tetap di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea & Cukai Tipe Madya
Cukai Malang telah sesuai dengan PSAP No.07. Hanya saja pada daftar
inventaris aset seharusnya bisa disertakan tanggal perolehan dan tanggal
berakhirnya masa manfaat sebuah aset untuk memudahkan dalam
penghitungan penyusutan dan diharapkan juga Kantor Pengawasan dan
Pelayanan Bea & Cukai Tipe Madya Cukai Malang dapat meninjau ulang
setiap akhir tahun pada setiap aset yang mengalami penyusutan untuk
melihat apakah ada perubahan masa manfaat aset sesuai dengan kondisi
fisik aset pada periode tersebut
Studi Efisiensi Proses Delignifikasi Berbasis Sodium Terhadap Limbah Sabut Kelapa
Sabut kelapa merupakan limbah yang mengandung lignoselulosa dari kelapa tetapi
penggunaanya kurang optimal. Kandungan selulosa yang terdapat pada sabut kelapa
mencapai 43,44%, dengan 3 – 12% berupa hemiselulosa. Selulosa yang terkandung di
dalam sabut kelapa dapat dimanfaatkan sebagai pembuatan bioethanol, kertas, pulp,
sebagai adsorben untuk menyerap zat-zat pencemaran dalam air dan sintesis senyawa
superabsorben aerogel. Namun, dari banyaknya pemanfaatan selulosa, keberadaan lignin di
dalam selulosa perlu mendapat perhatian khusus karena sifatnya yang kaku, keras, tidak
larut dalam air dapat menghambat proses pemanfaatan limbah sabut kelapa. Proses Kraft,
yang telah secara umum digunakan dalam industri pulp dan paper, sangat dihindari dalam
penelitian ini karena proses ini mengakibatkan kehilangan lignin dan selulosa dalam
jumlah besar. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dilakukan studi komparasi dari
berbagai metode delignifikasi berbasis sodium terhadap limbah sabut kelapa untuk
mendapatkan proses yang paling efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh berbagai metode proses delignifikasi berbasis sodium terhadap kadar lignin dan
selulosa pada pulp, serta mengetahui efisiensi waktu dan konsumsi energinya. Variabel
bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maserasi, metode microwave,
metode hidrotermal dan metode refluks. Variabel tetap yang ada dalam penelitian ini
adalah larutan NaOH 6%, rasio perbandingan larutan NaOH 6% dengan sabut kelapa 20
mL/gram, suhu 100
C pada metode refluks dan hidrotermal, waktu 4 jam pada metode
refluks, maserasi dan hidrotermal dan waktu 30 menit untuk metode microwave. Variabel
terikat yang diamati adalah kadar selulosa dan kadar lignin.
o
Bahan yang digunakan dalam
penelitian ini antara lain sabut kelapa, NaOH 6%, H2SO4, dan akuades.
Penelitian ini diawali dengan mengayak sabut kelapa dengan ukuran 120 mesh kemudian
dicampur dengan larutan NaOH 6% dengan rasio 20 mL/gram. Pada metode refluks
campuran sabut kelapa dan NaOH 6% di refluks selama 4 jam dengan suhu 100
C, setelah
itu difiltrasi dengan corong buchner. Pada metode maserasi sabut kelapa direndam dalam
larutan NaOH 6% selama 4 jam pada suhu ruang, setelah itu difiltrasi dengan corong
buchner. Pada metode hidrotermal campuran sabut kelapa dan NaOH 6% dimasukkan ke
dalam reaktor hidrotermal kemudian di oven pada suhu 100
o
C selama 4 jam, setelah itu
difiltrasi dengan corong buchner. Pada metode microwave campuran sabut kelapa dan
larutan NaOH 6% dimasukkan ke dalam gelas beaker ditutup dengan alumunium foil
kemudian di microwave dengan daya 50% selama 30 menit, setelah itu difiltrasi dengan
corong buchner. Setelah seluruh metode selesai dilaksanakan, sampel dikeringkan pada
suhu 100
o
o
C selama 10 menit kemudian dilakukan analisa chesson, SEM dan FTIR
Ripitabilitas Bobot Badan Dan Ukuran Tubuh Pada Domba Lokal Umur 1-2 Tahun
Domba lokal merupakan plasma nutfah yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
Salah satu upaya dalam meningkatkan produktivitas domba lokal yaitu dengan meningkatkan
mutu genetik melalui seleksi untuk memilih ternak unggul.
Keberhasilan dalam seleksi dapat dicapai apabila seleksi didasarkan pada kemampuan
genetik individu. Salah satu parameter potensi individu dapat dilihat dari nilai MPPA ( Most
Probable Producing Ability ) yang merupakan nilai perkiraan maksimum kemampuan produksi
ternak betina, yang dihitung atau diduga berdasarkan catatan performan. Seleksi juga akan
efektif bila didasarkan pada nilai pengulangan (ripitabilitas). Ripitabilitas merupakan gambaran
dari bagian ragam fenotipe suatu sifat dalam populasi yang disebabkan oleh perbedaan antar
individu yang bersifat permanen, meliputi faktor genetik dan faktor lingkungan.
Penelitian ini dilaksanakan di PT Juara Agroniaga Sejahtera, Desa Jepangrejo,
Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia pada tanggal 01 Agustus
2023 – 14 November 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui estimasi nilai
ripitabilitas dan MPPA (Most Probable Producing Ability) pada ukuran tubuh dan bobot badan
Domba Ekor Tipis (DET). Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 91 ekor domba
lokal betina. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dimana
variabel yang diamati adalah bobot badan dan ukuran tubuh (panjang badan, tinggi badan,
lingkar dada). Pengukuran dilakukan menggunakan mistar/tongkat ukur dan penimbangan
menggunakan timbangan digital. Nilai Ripitabilitas diestimasi dengan metode korelasi
antarkelas (interclass correlation). Nilai ripitabilitas yang diperoleh digunakan untuk
menghitung nilai MPPA (Most Probable Producing Ability). Data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah data pengukuran periode I, II, dan III domba yang berumur 1 - 2 tahun
MPPA positif menunjukkan bahwa performan domba lokal berada di atas rata-rata
populasi. MPPA negatif menunjukkan bahwa performan DET berada dibawah rata-rata
populasi. Domba lokal dengan nilai MPPA positif pada semua sifat yaitu domba dengan tag
K018, K020, K019, K005, K021, B049, K004, K029, K014, K006, K010, K009, K023, B038,
B076, B102, B095, K025, K026, B046, dan B071. Berdasarkan hasil penelitian, dapat
disimpulkan bahwa estimasi nilai ripitabilitas bobot badan dan ukuran tubuh (panjang badan,
tinggi pundak, lingkar dada) pada domba lokal umur 1-2 tahun tergolong tinggi, dengan nilai
ripitabilitas tertinggi ditemukan pada variabel bobot badan. Dari 91 ekor domba lokal, terdapat
21 ekor (23,08%) yang memiliki estimasi nilai MPPA positif pada semua sifat
Kualitas Sosis Ayam Fermentasi Dengan Penambahan Jenis Kefir Komersial Ditinjau Dari pH, Kadar Air, WHC, Susut Masak dan Tekstur
Sosis ayam merupakan produk olahan daging yang terbuat dari daging ayam giling
dengan penambahan tepung, bumbu-bumbu dan bahan tambahan lainnya yang dimasukkan ke
dalam casing sosis berbentuk silindris. Sosis ayam fermentasi merupakan produk olahan
daging yang dibuat dengan menambahkan bakteri asam laktat. Fermentasi dilakukan dengan
memanfaatkan peran bakteri asam laktat yang bertujuan untuk menghasilkan sekaligus
meningkatkan citarasa, aroma dan meningkatkan lama simpan produk. Kefir merupakan
minuman susu probiotik yang mengandung bakteri asam laktat dan yeast, sehingga
memberikan kesehatan bagi tubuh karena mengandung mikroba yang dapat menghambat
pertumbuhan bakteri patogen, selain itu juga dapat merangsang gerak peristaltik saluran
pencernaan. Bakteri asam laktat dalam starter kefir sebagai pembentuk asam terdiri dari
Lactobacillus ssp, Streptococcus ssp, Bifidobacterium ssp, Leuconostoc ssp, Lactococcus spp
dan Saccharomyces. Penambahan jenis starter kefir komersial diharapkan mampu
menghasilkan nilai pH, kadar air, WHC, susut masak dan tekstur sosis ayam fermentasi yang
terbaik.
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 6 September sampai 6 November 2023, yang
dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi dan Fisiko Kimia Teknologi Hasil Ternak, Fakultas
Peternakan, Universitas Brawijaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
penambahan jenis starter kefir komersial yang terbaik terhadap kualitas pH, kadar air, WHC,
susut masak dan tekstur sosis ayam fermentasi. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat
memberikan inovasi dalam menghasilkan produk yang bermutu, meningkatkan pemahaman
tentang penggunaan starter kefir sebagai bahan tambahan dan mengedukasi manfaat konsumsi
produk pangan yang mengandung manfaat bagi tubuh sebagai sumber probiotik.
Materi yang digunakan dalam penelitian adalah sosis fermentasi yang terbuat dari
daging ayam, gula, garam, susu full cream, es batu, jahe bubuk, lada bubuk, pala bubuk,
bawang putih bubuk, ISP, STPP, tepung tapioka dan starter kefir komersial merk (10
Prebiotik, Turki dan Yogourmet). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan.
Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pH, kadar air, WHC,susut masak dan
tekstur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat
perbedaan antar perlakuan diuji dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jenis starter kefir komersial dalam
pembuatan sosis ayam fermentasi tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap pH,
kadar air, WHC dan tekstur, tetapi memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap susut
masak sosis ayam fermentasi. Nilai rataan pH 3.20 - 3.44, kadar air 65.66% - 66.70%, WHC
16.40% - 17.98%, susut masak 4.62% - 7.28% dan tekstur 3.40 N – 4.06 N Berdasarkan
penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa penambahan jenis starter kefir
komersial tidak memengaruhi nilai pH, kadar air, WHC dan tekstur, tetapi berpengaruh
terhadap susut masak sosis ayam fermentasi, namun perlakuan jenis starter kefir 10 Prebiotik
yang terbaik ditinjau dari kadar air 65.66% + 0.72, WHC 17.98% + 0.80 dan tekstur 3.40 +
v
0.50. Saran dari penelitian yang telah dilakukan adalah perlu dilakukan penelitian lebih lanjut
terkait durasi waktu inkubasi pada sosis ayam fermentasi dengan penambahan jenis starter
kefir komersial menggunakan merk kefir 10 Prebiotik, kefir Turki dan kefir Yogourmet untuk
mengetahui kerja bakteri asam laktat (BAL) terhadap daya simpan produk