University of Brawijaya

bkg
Not a member yet
    137686 research outputs found

    Pengaruh Dosis Pupuk NPK 15:15:15 dan Pupuk Kascing terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus)

    No full text
    Okra (Abelmoschus esculentus) termasuk dalam famili malvaceae (kapas�kapasan) dan banyak ditanam di daerah beriklim tropis dan subtropis termasuk di Indonesia. Hasil tanaman okra masih sulit ditemui pada pasar tradisional atau pasar modern di Indonesia, sedangkan indonesia memiliki peluang dalam mengekspor okra dengan jumlah dan harga jual yang tinggi sehingga budidaya tanaman okra berpotensi baik untuk dikembangkan oleh petani. Salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman okra yaitu melalui pemupukan berimbang antara pupuk anorganik dan pupuk organik. Pupuk anorganik dalam proses budidaya terbukti dalam jangka waktu pendek mampu meningkatkan produksi tanaman, namun pupuk anorganik tidak ramah lingkungan sehingga perlu adanya alternatif pupuk organik untuk menjaga kualitas tanah dan meningkatkan hasil tanaman okra. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian pupuk NPK dan pupuk kascing yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra. Hipotesis penelitian ini adalah pemberian pupuk NPK sebanyak 400 kg/ha dan pupuk kascing 10 ton.ha -1 memberikan pengaruh terhadap parameter pertumbuhan dan hasil tanaman okra. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Universitas Brawijaya PSDKU Kediri di Jalan Pringgodani, Desa Mrican, Kabupaten Kediri, Jawa Timur pada bulan Januari sampai Maret 2024. Penelitian merupakan percobaan faktorial yang disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari 2 faktor, yaitu : Faktor I , dosis pupuk kascing terdiri dari 2 taraf , K1 = Pupuk kascing 0 ton.ha-1, K2 = Pupuk kascing 10 ton.ha-1 . Faktor II, dosis pupuk NPK terdiri dari 5 taraf yaitu P1 = Pupuk NPK 100 kg.ha-1 , P2 = Pupuk NPK 200 kg.ha-1 , P3 = Pupuk NPK 300 kg.ha-1 , P4 = Pupuk NPK 400 kg.ha-1 , P5 = Pupuk NPK 500 kg.ha�1 . Data yang diperoleh dari hasil pengamatan selanjutnya diuji dengan analisis ragam (uji F) dengan taraf kesalahan 5% dan jika terdapat pengaruh pada setiap perlakuan maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5% untuk mengetahui tingkat pengaruh antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan pupuk kascing dan pupuk NPK pada hasil tanaman okra parameter panjang buah dan diameter buah. Secara terpisah perlakuan pupuk kascing dan pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra. Perlakuan pupuk kascing 10 ton/ha dan pupuk NPK 500 kg/ha memberikan rerata hasil tertinggi pada pertumbuhan dan hasil okra antara lain jumlah daun, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, dan berat buah per petak panen

    Pengaruh Media Sosial Instagram Terhadap Pembelian Bouquet Bunga

    No full text
    Teknologi terus berkembang pesat dan menghadirkan inovasi-inovasi yang mengubah cara manusia berkomunikasi. Internet merupakan salah satu contoh adanya perkembangan teknologi. Data survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (2023) menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 215 juta jiwa. Internet memainkan peran penting dalam pertumbuhan bisnis online. Peningkatan pengguna internet di Indonesia mendorong pertumbuhan bisnis online melalui pemasaran online, terutama melalui media sosial. Instagram menjadi media strategis bagi pemasar dengan fitur visual menarik seperti Story, IGTV, Live, Reels, dan belanja. Strategi promosi dapat diterapkan oleh pelaku usaha dengan memahami konsep AIDA (Attention, Interest, Desire, dan Action). Model AIDA dapat membantu dalam mengetahui tahapan pembelian konsumen konsumen. CF Florist merupakan salah satu bisnis florist di Kota Malang yang memanfaatkan Instagram sebagai platform pemasaran. CF Florist aktif melakukan promosi melalui Instagram dengan menggunggah foto dan video hasil penjualan setiap hari. Penggunaan kata menarik dan lagu dalam setiap IG Story merupakan strategi untuk menarik perhatian konsumen. Namun, terdapat kelemahan pada caption yang terkesan monoton, karena hampir semua postingan memiliki caption yang sama, perbedaan hanya pada penulisan harga. Kurangnya highlight testimoni konsumen pada akun Instagram CF Florist membuat konsumen sulit mengetahui ulasan terbaru yang dapat membantu keputusan pembelian konsumen. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu Model AIDA dan keputusan pembelian, yang mana Attention (X1), Interest (X2), dan Desire (X3) sebagai variabel independen dan keputusan pembelian (Y) sebagai variabel dependen. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mendeskripsikan karakteristik responden berdasarkan faktor demografi di CF Florist, Kota Malang; (2) mendeskripsikan persepsi media sosial Instagram dengan model AIDA di CF Florist, Kota Malang; (3) mendeskripsikan keputusan pembelian konsumen terhadap bouquet bunga di CF Florist, Kota Malang; dan (4) menganalisis pengaruh media sosial Instagram dengan model AIDA terhadap keputusan pembelian bouquet bunga di CF Florist, Kota Malang. Penelitian ini akan dilakukan di CF Florist dengan menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi kepustakaan. Wawancara menggunakan kuesioner melalui Google Form yang disebarkan secara online. Analisis yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda dengan aplikasi SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial Instagram secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian bouquet bunga. Variabel Attention dan Desire berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian bouquet bunga. Sedangkan, variabel Interest berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian bouquet bunga. Saran untuk x meningkatkan variabel Attention, yaitu penggunaan caption yang lebih variatif dan menambahkan testimoni pada highlight. Variabel Interest dapat ditingkatkan dengan membuat konten yang melibatkan audiens, serta memanfaatkan fitur Instagram seperti Reels dan Live untuk menjangkau konsumen lebih luas. Pada variabel Desire, disarankan penambahan informasi mengenai keunggulan produk pada caption dan penawaran paket bundling untuk meningkatkan daya tarik

    Bioaktivitas Ekstrak Limbah Jamu Kunyit terhadap Hama Sitophilus zeamais pada Beras

    No full text
    Selama proses penyimpanan beras, dapat timbul serangan Sitophilus zeamais (Motschulsky) (Coleoptera: Curculionidae) yang menimbulkan kerusakan dan kerugian. Oleh karenanya, diperlukan teknik pengendalian yang efektif, efisien, aman, dan sesuai konsep pengendalian hama terpadu (PHT), salah satunya melalui aplikasi pestisida nabati dari kunyit (Curcuma longa L.). Kunyit mengandung senyawa felonik yaitu kurkumin yang berpotensi sebagai insektisida. Efektivitas ekstrak kunyit yang diperoleh dari limbah jamu sebagai pestisida nabati belum banyak diketahui. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai bioaktivitas ekstrak limbah jamu kunyit (ELJK) terhadap hama S. zeamais pada beras. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2023 sampai dengan Maret 2024 di Laboratorium Toksikologi Pestisida dan Laboratorium Hama Tumbuhan, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB). Tahapan penelitian yang dilakukan yaitu persiapan penelitian berupa identifikasi serangga uji, sterilisasi pakan, perbanyakan serangga uji, pembuatan ELJK dengan metode maserasi dan pelarut n-heksana 96%, serta uji pendahuluan. Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan penelitian meliputi analisis senyawa bioaktif dalam ELJK menggunakan uji Gas Chromatography�Mass Spectrometry (GC-MS) di Laboratorium Kimia, FMIPA UB, uji aktivitas fumigan, uji aktivitas antifeedant, dan uji aktivitas repelensi. Uji pendahuluan menggunakan lima perlakuan dengan dua kali ulangan, sehingga didapatkan 10 satuan percobaan. Total serangga uji yang diperlukan pada uji tersebut adalah 300 individu S. zeamais. Perlakuan terdiri dari kontrol, 60, 80, 100, dan 120 ppm ELJK yang dilarutkan dalam 1 ml aseton. Data aktivitas fumigan yang diperoleh dari uji pendahuluan, kemudian ditabulasi dan dilakukan perhitungan LC50 dan LC95, sehingga diperoleh nilai LC50 adalah 108,260 ppm dan LC95 adalah 358,516 ppm. Hasil perhitungan nilai LC tersebut akan digunakan sebagai acuan dalam penentuan nilai konsentrasi pada uji utama. Oleh karenanya, diperoleh konsentrasi pada uji utama adalah 0 (kontrol), 75, 150, 225, 300, dan 375 ppm. Pengujian dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan dengan empat kali ulangan, sehingga didapatkan 24 satuan percobaan. Total serangga uji yang diperlukan pada pengujian tersebut adalah 720 individu S. zeamais. Pada setiap pengujian, perlakuan ELJK diaplikasikan pada kertas saring 7×9 cm dan dikeringanginkan sekitar 5 menit. Pada uji aktivitas fumigan, dilakukan pengamatan imago S. zeamais yang mati pada interval 6, 12, 24, 48, 72 jam setelah aplikasi (JSA). Pada uji aktivitas antifeedant, bobot beras dihitung pada hari ke 7 setelah S. zeamais diinfestasi pada wadah berisi 50 gram beras. Uji aktivitas repelensi dilakukan pengamatan pada 2 JSA dengan menghitung total imago S. zeamais yang respon pada kontrol dan perlakuan. Data yang sudah diperoleh ditabulasikan dengan microsoft excel 2016 dan data dianalis ragam. Apabila hasil analisis ragam perlakuan berbeda nyata, maka diuji lanjut dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5% dalam program SPSS statistic ver 25. Selain itu, dilakukan analisis probit pada data mortalitas dengan microsoft excel untuk menentukan LC50, LC95, dan LT50. ii Hasil uji GC-MS dalam ELJK diperoleh 20 senyawa dengan tujuh senyawa yang berpotensi sebagai insektisida. Senyawa tersebut meliputi ethyl p�methoxycinnamate, cinnamic acid ethyl ester, borneol, 3-Carene, trans�Caryophyllene, α-Turmerone, dan curcumene. Perlakuan ELJK pada berbagai konsentrasi berpengaruh nyata dalam meningkatkan aktivitas fumigan, antifeedant, dan repelensi pada S. zeamais. Perlakuan ELJK yang paling efektif dengan hasil terbaik adalah nilai rerata aktivitas fumigan 91,50% pada 375 ppm yang sama dengan 86,67% pada 300 ppm; antifeedant index 89,5% pada 375 ppm; dan rerata indeks repelensi 93,33% pada 375 ppm yang tergolong dalam tingkat repelensi sangat kuat pada imago S. zeamais. Nilai LC50 ELJK pada waktu pengamatan 72 JSA adalah 109,44 ppm. Sedangkan, nilai LT50 ELJK pada konsentrasi 375 ppm adalah 23,88 jam

    : Implementasi Prosedur Audit Investigasi PT. XYZ Oleh KAP Branch Office Surabaya

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis implementasi pelaksanaan proses audit investigasi dan kemampuan audit investigator terhadap pelaksanaan prosedur audit pembuktian kecurangan pada kasus PT.XYZ. Penelitian ini juga termasuk dalam penelitian studi kasus (case study), karena penelitian hanya berfokus pada implementasi pelaksanaan proses audit investigasi dan hambatan terhadap pelaksanaan prosedur audit pembuktian kecurangan pada kasus PT.XYZ. Penelitian kasus sebagai suatu penelitian yang dilaksanakan secara intensif, terinci dan mendalam terhadap suatu organisasi, Lembaga atau fenomena tertentu. Dilihat dari segi keluasan wilayah penelitian, studi kasus hanya dilaksanakan pada wilayah yang sempit, namun dengan sifat yang lebih mendalam

    Rancangan Penerapan Google Contacts sebagai Touchpoints Customer pada Café Lakon Rakyat

    No full text
    Pelanggan adalah aset berharga di bisnis modern yang kompetitif. Mendapatkan pelanggan baru memerlukan banyak sumber daya, namun mempertahankan mereka sama pentingnya. Customer Relationship Management (CRM) membangun dan memelihara hubungan dengan pelanggan, meningkatkan pendapatan melalui up-selling atau cross-selling, serta mengelola interaksi pelanggan untuk memenuhi harapan mereka, membuat mereka nyaman dan loyal, serta membantu pertumbuhan bisnis. Customer experience, yang mencakup persepsi pelanggan saat berinteraksi dengan merek, memainkan peran penting dalam loyalitas pelanggan. Mengelola database membantu personalisasi interaksi melalui touchpoints seperti situs web, e-mail, dan media sosial. Google Contacts dapat digunakan dalam CRM untuk menyimpan dan mengelola informasi pelanggan, memperkuat hubungan, dan mengoptimalkan strategi pemasaran. Cafe Lakon Rakyat perlu menerapkan CRM untuk membangun hubungan erat dengan pelanggan, mengumpulkan feedback, dan menciptakan komunitas loyal. Penelitian ini merancang dan menerapkan Google Contacts untuk mengelola database pelanggan Cafe Lakon Rakyat, diharapkan meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan serta menjadi referensi bagi bisnis cafe lainnya. Dengan pengelolaan database yang efektif, Cafe Lakon Rakyat dapat bersaing dan mencapai keberlanjutan bisnis jangka panjang

    Implementasi Prinsip 5C Dalam Pemberian Kredit Pedesaan (Kupedes) (Studi Pada Bri Unit Cisayong)

    No full text
    Menurut Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya ke masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Cisayong merupakan salah satu unitdari 10 unit dalam cakupan wilayah bank BRI Cabang Cisayong. Bank BRI Unit Cisayong memiliki produk kredit unggulan yaitu Kredit Umum Pedesaan (Kupedes). Kredit Umum Pedesaan adalah kredit yang bersifat umum, individual, selektif dan berbunga wajar yang bertujuan untuk mengembangkan atau meningkatkan usaha mikro yang layak. Adanya Kredit Umum Pedesaan (Kupedes) yang diberikan oleh BRI ini, maka diharapkan masyarakat dapat mengembangkan atau meningkatkan usaha kecil yang layak. Sasaran pasar produk Kupedes adalah perorangan atau perusahaan yangusahanya dinilai mampu. Program ini diketahui sebagai salah satu pelayanan BRI sebagai penyalur kredit ringan untuk masyarakat pedesaan. Jadi, dengan adanya produk Kupedes ini akan sangat berguna bagi perusahaan mikro khususnya di daerah Cisayong dan sekitarnya. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer yaitu hasil wawancara dengan Bapak Iwan, Ibu Kursiti, dan Bapak Dika selaku nasabah bank. Dan data sekunder yang digunakan yaitu dokumen-dokumen dari PT Bank Rakyat Indonesia Unit Cisayong terkait 5C

    Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Reputasi Merek Hotel (Studi Kasus Departemen Quality Contiues Improvement Hotel InterContinental Bali Resort)

    No full text
    Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara kualitas pelayanan dan reputasi merek dalam konteks industri perhotelan, dengan fokus khusus pada salah satu hotel yang ada di Bali. Hotel InterContinental Bali Resort ini sangat dikenal karena komitmennya terhadap pelayanan yang baik dan berkualitas tinggi, yang dimana diatur oleh Departemen Quality Control and Improvement (QCI). Sebagai salah satu hotel bintang 5 terkemuka di Bali, mempertahankan dan meningkatkan reputasi merek adalah aspek penting dan krusial bagi Hotel Intercontinental Bali Resort dalam menghadapi persaingan di pasar perhotelan yang sangat kompetitif. Tujuan utama dari judul skripsi ini adalah untuk menguji sejauh mana dimensi-dimensi kualitas layanan yang diterapkan oleh Departemen Quality Continues Improvement (QCI) mempengaruhi reputasi merek Hotel Intercontinental Bali Resort. Dimensi kualitas pelayanan yang menjadi fokus penelitian meliputi tangibility (aspek fisik dan fasilitas hotel), reliability (keandalan dalam memberikan pelayanan yang dijanjikan), responsiveness (ketanggapan dan kesigapan staf dalam merespons kebutuhan tamu), assurance (kepastian dan keyakinan yang diberikan kepada tamu mengenai kemampuan staf), serta empathy (kepedulian dan perhatian staf terhadap kebutuhan individual tamu). Dalam penelitian ini, mengandalkan pendekatan kuantitatif dan memanfaatkan metode survei untuk mengumpulkan data yang diisi oleh tamu hotel yang telah merasakan langsung pelayanan dari Departemen Quality Continues Improvement (QCI). Pada penelitian ini didapatkan 91 responden yang merupakan tamu Hotel InterContinental Bali Resort. Kuesioner yang didistribusikan mengukur persepsi tamu terhadap kualitas pelayanan dan bagaimana hal itu akan mempengaruhi pandangan mereka terhadap reputasi merek hotel. Proses pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana melalui perangkat lunak SPSS. Analisis Regresi Linear diterapkan untuk menetapkan untuk menentukan dan mengevaluasi seberapa kuat hubungan antara variable kualitas pelayanan terhadap reputasi merek hotel. Berdasarkan data hasil kuisioner yang telah dijawab oleh responden, Kualitas Pelayanan paling tinggi dipengaruhi oleh indikator “Pihak hotel InterContinental Bali Resort selalu bersedia membantu tamunya” dengan ratarata 3,77. Sedangkan pada variabel Reputasi Merek, Reputasi Merek paling tinggi dipengaruhi oleh oleh indikator “Jika anda ke Bali, anda akan memilih Hotel InterContinental Bali Resort untuk menginap dibeberapa tahun berikutnya” dan “Anda berharap hubungan dengan Hotel dapat berkelanjutan dalam jangka waktu yang Panjang” disertai nilai rata-rata 3,68. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa variabel Kualitas Pelayanan memiliki pengaruh positif da signifikan terhadap reputasi merek dengan nilai thitung > ttabel yaitu 20.322 > 1.662. Kualitas Pelayanan menunjukkan pengaruh positif dengan koefisien beta sebesar 0,274 terhadap Reputasi Merek. Dengan demikian, dengan adanya peningkatan Kualitas Pelayanan maka akan meningkatkan Reputasi Merek hotel. Kualitas Pelayanan memiliki kontribusi untuk mempengaruhi Kinerja Karyawan sebesar 82,3% yang tergolong kuat, sementara 17,7% sisanya dipengaruhi oleh variable-variabel lain yang tidak tercakup dalam penelitian ini. Hal ini menggarisbawahi pentingnya kualitas pelayanan yang berkelanjutan dalam berbagai aspek kualitas pelayanan untuk meningkatkan dan mempertahankan reputasi merek hotel. Departemen Quality Continues Improvement QCI memainkan peran kunci dalam memantau dan meningkatkan kualitas pelayanan untuk memastikan bahwa standar layanan selalu terpenuhi atau bahkan terlampaui. Setelah melakukan penelitian, Bagi Hotel untuk tetap mempertahankan Kualitas Pelayanan yang baik dan optimal untuk menghasilkan pelayanan yang memuaskan bagi para tamu yang datang dan memiliki kegiatan di Hotel InterContinental Bali Resort dan mendukung peningkatan loyalitas pelanggan serta memperkuat posisi kompetitif hotel di industri perhotelan. Jika perusahaan ingin meningkatkan reputasi merek hotel tentunya perusahaan harus meningkatkan serta dengan memperhatikan tingkat kepuasan tamu terhadap kualitas layanan yang dberikan

    Investigasi Dampak Aktivitas Agrikultur pada Kualitas Air Sungai di Daerah Tangkapan DAS Brantas terhadap Perubahan Musim di Indonesia.

    No full text
    Daerah Aliran Sungai Brantas (DAS Brantas) merupakan salah satu karunia bagi masyarakat di pulau Jawa bagian timur. Sampai hari ini masih teramat banyak masyarakat yang menggunakan DAS Brantas dalam memenuhi kebutuhan hidup akan air, diantaranya: untuk mengaliri lahan pertanian, mandi, mencuci, memasak, dan juga minum. Dengan banyaknya masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada Daerah Aliran Sungai Brantas, penting untuk masyarakat mengetahui apakah air tersebut memiliki kandungan pencemaran. Sumber pencemaran dapat datang dari berbagai macam aktivitas manusia, salah satunya ialah aktivitas agrikultur. Industri agrikultur merupakan salah satu sumber penghasilan terbesar yang ada di Indonesia, oleh sebab itu penting untuk melihat apakah industri ini ikut menyumbangkan pencemaran pada sungai. Dikarenakan keterkaitannya antara sungai dan industri agrikultur tidak dapat di pisahkan. Melalui kerjasama Teknik Pengairan Universitas Brawijaya dan TU Delft, dilakukan penelitian untuk melihat keadaan kualitas air pada DAS Brantas di bulan Juni hingga Agustus 2023. Total titik sampel kualitas airl adalah 142 poin sampel, yang tersebar pada lima daerah tangkapan di dalam DAS Brantas, diantaranya: Daerah Tangkapan Brantas Hulu, Metro, Bango-Sari, Amprong, dan Manten. Namun setelah berlangsung pengumpulan dan pengolahan data, disadari bahwa faktor musim juga memegang peranan penting dalam sistem agrikultur atau pertanian di Indonesia. Dengan begitu pengambilan dilakukan kembali pada Desember hingga Januari 2024 untuk melihat perbedaan antara dua musim yang terjadi terhadap kualitas air Daerah Aliran Sungai Brantas. Data-data bulan Juni hingga Agustus mewakili musim kemarau di Indonesia, sedangkan data-data Bulan Desember hingga Januri mewakili musim hujan di Indonesia. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan menggunakan uji korelasi regresi linear dapat disimpulkan adanya hubungan erat antara tata guna lahan pertanian dan kualitas air sungai di Daerah Aliran Sungai Brantas. Keterkaitan ini tentunya tidak terlepas pada perubahan dan keberlangsungan musim di Indonesia. Dengan begitu, informasi yang dihasilkan pada penelitian ini akan di berikan pada laman Brantasae untuk memberikan pengetahuan bagi masyarakat Indonesia terkusus daerah Jawa Timur. Sehingga informasi mengenai pencemaran sungai di titik-titik sampel pengambilan dapat diwaspadai

    Pengaruh Perbedaan Lama Waktu Penyimpanan Terhadap Mutu Krengsengan Daging Domba Ditinjau Dari Kadar Air, Kadar Protein Dan Kadar Kalori

    No full text
    Pangan merupakan segala jenis makanan atau minuman yang berasal dari sumber hayati yang dibutuhkan manusia untuk bertumbuh dan berkembang serta mampu beraktifitas. Pada umumnya bahan pangan tersusun atas karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air. Salah satu bahan pangan yang berasal dari hewani yaitu daging domba. Domba merupakan ternak yang cepat berkembangbiak sehingga memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan. Indonesia sendiri memiliki berbagai olahan daging yang khas dari setiap daerah yang memiliki rasa, bahan dasar, aroma, bentuk, pengolahan dan bumbu yang berbeda-beda. Salah satu olahan daging adalah krengsengan. Krengsengan adalah hidangan yang umumnya dari daging kambing. Krengsengan dimasak dengan penambahan bumbu khas, krengsengan banyak ditemui di daerah Jawa Timur. Daging merupakan salah satu bahan pangan yang bersifat mudah rusak (perishable food), hal ini disebabkan karena daging mengandung unsur zat gizi yang baik. Unsur utama daging adalah air, protein, lemak, vitamin dan mineral yang mengakibatkan daging mudah rusak dan menjadi media pertumbuhan mikroorganisme terutama bakteri. Pembekuan atau freezing dapat menghambat pertumbuhan bakteri, karena suhu dingin akan menurunkan energi kinetik semua molekul dalam sistem, sehingga menurunkan kecepatan reaksi kimia termasuk aktivitas metabolisme sel bakteri. Pendinginan ix krengsengan daging domba diharapkan dapat memperpanjang masa simpan dan juga menjaga kualitas krengsengan dalam rentang waktu lebih lama. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penyimpanan krengsengan daging domba pada freezer terhadap kadar air, kadar protein dan kadar kalori dengan rentang waktu penyimpanan nol sampai 14 hari, sehingga penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan menambah pengetahuan tentang olahan krengsengan daging domba sebagai sarana pembelajaran dan referensi untuk penelitian berikutnya. Penelitian ini dilakukan pada bulan September hingga Oktober 2023. Pembuatan krengsengan daging domba dilaksanakan di PT. KTHR (Kelompok Ternak Hutan Rakyat) Malang. Analisis di laboratorium THT (Teknologi Hasil Ternak) Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dan pada PT. SIG (Saraswanti Indo Gentech) Surabaya. Materi penelitian ini adalah krengsengan yang dibuat dari daging domba berjenis Gibas betina dengan usia 5 bulan, dengan perlakuan penyimpanan pada freezer (-18oC). Metode yang digunakan adalah percobaan dengan penggunaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari (P0) perlakuan tanpa penyimpanan; (P1) penyimpanan selama 7 hari; (P2) penyimpanan selama 14 hari. Variabel yang diamati adalah kadar air, kadar protein dan kadar kalori. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilakukan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penyimpanan krengsengan daging domba pada freezer memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar protein, dan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar kalori, sedangkan kadar air tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05). Nilai P0, P1 dan P2 untuk kadar air yaitu 59,42%, 58,20% dan 54,37%, kadar protein yaitu 17,18%, 13,92% dan 13,34%, serta kadar kalori yaitu 166,52 kkal, 177,01 kkal dan 185,97 kkal. Penyimpanan krengsengan daging domba pada freezer dapat menurunkan kadar air dan x kadar protein pada tiap perlakuannya, namun pada kadar kalori menurun pada penyimpanan 7 hari (P1) dan meningkat pada penyimpanan 14 hari (P2). Kesimpulan penelitian adalah perlakuan lama penyimpanan krengsengan daging domba pada freezer dengan lama waktu 0 hari, 7 hari dan 14 hari memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap kadar protein dengan rata-rata nilai 13,34%-17,18% dan memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kadar kalori dengan rata-rata nilai 166,52 kkal – 185,97 kkal, serta tidak berpengaruh terhadap kadar air dengan rata-rata nilai 54,37%-59,42%. Berdasarkan hasil penelitian disarankan penyimpanan krengsengan daging domba dapat disimpan pada suhu -18oC selama 7 hari menggunakan kemasan plastik standing pouch berbahan polypropylene (PP) secara vakum untuk mempertahankan kualitasnya. Minimnya literatur yang membahas mengenai penyimpanan olahan daging pada freezer dengan lama waktu dan literatur mengenai olahan krengsengan menjadi hambatan dalam proses penelitia

    Efektifitas Bawang Putih Sebagai Alternatif Pengganti Antibiotic Growth Promoter Pada Pakan Broiler (Studi Literatur)

    No full text
    Broiler merupakan sumber protein hewani yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia, karena rasa dagingnya enak, kandungan gizi yang tinggi dan memiliki harga yang relative murah. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi produksi broiler diantaranya adalah jumlah DOC, pakan, tenaga kerja, vaksin, obat, vitamin, dan pemanas. Pakan merupakan salah satu pemegang peran penting kerena tinggi atau rendahnya produktifitas ternak ditentukan oleh pakan. Pakan komersial yang digunakan umumnya campuran dari beberapa jenis bahan baku seperti bahan sumber energi, lemak, vitamin, mineral, protein seperti protein hewani dan protein nabati, dan antibiotik serta bahan lainnya yang diperlukan. Industri broiler di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan yang harus segera diatasi yaitu adalah rendahnya efisiensi produksi broiler, yang disebabkan oleh tingginya harga pakan broiler dan tuntutan konsumen yang menginginkan daging broiler yang rendah lemak seperti kolesterol, tetapi tinggi protein, dan bebas mikrobia patogen serta bebas antibiotik. Pada tahun 2017 pemerintah mengeluarkan kebijakan pelarangan penggunaan antibiotik pada pakan ternak. Penggunaan AGP telah diatur oleh pemerintah dan terdapat pada UU No 18 tahun 2009 dan Permentan No 14 tahun 2017. Pemerintah melarang penggunaan AGP di dalam pembuatan pakan ternak dikarenakan tingginya resistensi bakteri terhadap banyak jenis antibiotik, bahkan antibiotik yang dipersiapkan untuk menangani kasus bakteri multi-resisten. Banyak penelitian telah di lakukan untuk mempelajari potensi bahan tambahan pakan alami guna meningkatkan produktivitas broiler. Salah satunya bawang putih

    80,320

    full texts

    137,686

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    bkg
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇