137686 research outputs found
Sort by
Optimasi Ukuran Partikel, Konsentrasi HCl, dan Konsentrasi CaCl2 Terhadap\ud Karakteristik Fisikokimia Alginat dari Rumput Laut Cokelat Turbinaria conoides
Alginat merupakan polisakarida yang menjadi struktur komponen dari
rumput laut cokelat, dimana 40% alginat terdapat di dalam getah intraselular dan
dinding sel rumput laut cokelat dengan sifat yang tidak dapat larut dalam kalsium,
magnesium, potassium, dan garam sodium. Alginat merupakan senyawa
heteropolisakarida dari hasil pembentukan rantai monomer asam manuronat dan
asam guluronat. Terdapat dua metode ekstraksi alginat yang dapat dilakukan,
yaitu metode asam dengan bantuan asam klorida (HCl) pada proses perendaman
dan metode kalsium dengan bantuan kalsium klorida (CaCl2). Alginat dapat
diaplikasikan sebagai pengemulsi dan penstabil pada produk pangan, pengental,
adsorben ion-ion logam, industri tekstil, kertas, farmasi, kedokteran, dan industri
kosmetik.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2024 hingga Mei 2024 di
Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan Divisi Perekayasaan Hasil Perikanan.
Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan dua tahapan yaitu
penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Ekstraksi alginat dilakukan
menggunakan jalur kalsium. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk mencari
batas bawah dan batas atas, berdasarkan hasil uji alginat yang menghasilkan
viskositas sesuai standar FCC, yaitu 10-5.000 cPs. Kemudian, hasil dimasukkan
ke dalam aplikasi Design Expert 13 untuk mendapatkan titik tengah dan formulasi
untuk penelitian utama. Penelitian utama dilakukan untuk mencari titik optimum
berdasarkan formulasi yang telah ditentukan dari 3 variabel bebas berupa ukuran
partikel, konsentrasi HCl, dan konsentrasi CaCl2. Penelitian utama dilakukan
menggunakan metode RSM (Response Surface Method) dengan tipe BBD (BoxBehnken Design) pada aplikasi Design Expert 13. Penelitian utama terdiri dari lima
tahap, yaitu rancangan formulasi, penetapan dan uji formulasi, analisis respon,
optimasi, dan verifikasi. Variabel terikat pada penelitian ini yaitu viskositas,
rendemen, kadar air, kadar abu, kadar abu tak larut asam, kadar lemak, kadar
protein, dan derajat putih. Penentuan gugus fungsional alginat dilakukan
menggunakan analisis FTIR-ATR.
Hasil penelitian menunjukkan viskositas, rendemen, dan kadar air
menunjukkan nilai 20,21 cPs-39 cPs, 48,67%-60,48%, 7%-10% sehingga masuk
rentang standar FCC. Kadar abu menunjukkan nilai 67%-76% sehingga tidak
masuk standar FCC. Respon lain berupa kadar abu tak larut asam, kadar lemak,
protein, derajat putih dan derajat keasaman menunjukkan nilai 2,5%-10,7%,
0,05%-0,93%, 0,69%-1,3%, 61,52-76,21, dan 6-8,5. Berdasarkan hasil penelitian
dapat disimpulkan bahwa perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait optimasi ini
agar keempat nilai respon masuk standar FCC
Pembuatan Landing Page Penargetan Lokal Untuk Membantu Pemasaran Pada Website Kemasay.Com
Proyek ini berfokus pada pembuatan landing page penargetan lokal
untuk membantu pemasaran website kemasay.com, sebuah UMKM di
Malang yang bergerak di bidang cetak kemasan. Dengan menggunakan
platform WordPress, diharapkan landing page ini dapat meningkatkan
visibilitas dan interaktivitas website, memperkuat branding, serta
meningkatkan kehadiran digital di pasar lokal. Melalui observasi dan studi
literatur, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan landing page yang
efektif dalam menarik audiens lokal dan mendukung pemasaran digital yang
efisien
Redesain Interior Kantor HMP Arsitek Jakarta Yang Diadaptasikan dengan Pendekatan Activity Based Working Pada Kebutuhan Ruang Kerja Kantor
Kantor adalah merupakan pusat pengelolaan informasi, di mana berbagai
aktivitas terkait informasi dilakukan, mulai dari penerimaan, pengumpulan,
pengolahan, penyimpanan, hingga pendistribusian. Activity Based Working
merupakan transformasi strategi dalam bekerja dengan mengatur penataan
ruang kerja untuk menunjang berbagai aktivitas dalam menjalankan tugas
dan fungsi organisasi dengan mempertimbangkan karakteristik organisasi
dan pegawai. Penulisan ini merupakan acuan designer untuk mendesign
Penelitian bertujuan untuk Redesain Interior Kantor HMP Arsitek Jakarta
Yang Diadaptasikan Dengan Pendekatan Activity Based Working Pada
Kebutuhan Ruang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur,
observasi lapangan, serta desain. Hasil dari penelitian ini adalah Re-desain
Kantor HMP Arsitek konsep modern natural dengan pendekatan Activity
Based Working dan tata letak ruang yang baik dan desain yang dapat
menujang aktivitas pengguna ruang
Analisis Persepsi Petani Kedelai Terhadap Perubahan Iklim dan Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani dalam Melakukan Strategi Adaptasi (Kasus di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk).
Perubahan iklim menjadi permasalahan yang sedang dihadapi oleh
masyarakat di seluruh lapisan bumi akibat terjadinya pemanasan global. Sektor
pertanian merupakan sektor yang sangat rentan terhadap perubahan iklim. Penurunan
produksi pertanian akibat perubahan iklim diprediksi akan menurun khususnya
tanaman pangan seperti kedelai. Rendahnya produksi kedelai dalam negeri belum
mencapai tingkat permintaan pasar dan mengakibatkan defisit kedelai sehingga harus
melakukan kegiatan impor. Salah satu desa produsen kedelai adalah Desa Mlorah,
Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk dan daerah tersebut merasakan dampak
negatif dari fenomena perubahan iklim. Upaya pencegahan dampak perubahan iklim
yang dirasakan petani dapat dilakukan dengan strategi adaptasi. Meskipun banyak
strategi adaptasi yang dapat dipilih, tidak semua petani melakukannya karena
beberapa faktor yang mampu mempengaruhi keputusan petani dalam melakukan
strategi adaptasi perubahan iklim.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) menganalisis persepsi petani
kedelai terhadap perubahan iklim di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten
Nganjuk, (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani
kedelai dalam melakukan strategi adaptasi perubahan iklim di Desa Mlorah,
Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, dan (3) menganalisis dampak strategi
adaptasi perubahan iklim terhadap produktivitas usahatani yang dilakukan oleh
petani kedelai di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Total petani
kedelai yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 68 petani yang terbagi
menjadi 20 petani yang tidak melakukan strategi adaptasi perubahan iklim dan 48
petani yang melakukan strategi adaptasi perubahan iklim. Metode yang digunakan
dalam mencapai tujuan pertama yaitu analisis deskriptif, mencapai tujuan kedua
menggunakan analisis probit dengan maximum likelihood estimation (MLE),
mencapai tujuan ketiga menggunakan analisis Propensity Score Matching.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani kedelai terhadap tiga
indikator perubahan iklim yaitu menurunnya curah hujan, meningkatnya suhu udara,
serta musim kemarau dan musim penghujan tidak dapat diprediksi dikategorikan
berubah. Hasil analisis probit terdapat empat variabel yang menjadi faktor-faktor
yang mempengaruhi keputusan petani kedelai dalam melakukan strategi adaptasi
perubahan iklim antara lain umur petani, pengalaman berusahatani, keanggotaan
dalam kelompok tani, dan persepsi petani terhadap perubahan iklim. Hasil analisis
Propensity Score Matching, setelah dilakukan pencocokan diperoleh hasil bahwa
dengan adanya adopsi strategi adaptasi perubahan iklim berupa penggunaan kedelai
varietas Wilis dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas
usahatani kedelai di Desa Mlorah dengan selisih secara statistik sebesar 0,335 ton/ha.
Saran yang dapat diberikan adalah pemerintah perlu mendorong regenerasi petani
kedelai, memberikan pelatihan terkait inovasi baru, mendorong keikutsertaan dalam
kelompok tani bagi petani yang belum bergabung serta menyedikan data yang
relevan dan mudah diakses oleh petani terkait kondisi iklim aktual
Perancangan Sistem Informasi Keuangan dalam Pengelolaan Pet Shop Berbasis Perangkat Lunak Microsoft Access.
Banyaknya jenis usaha UMKM yang muncul, menjadi sebuah ancaman karena terjadi
peningkatan persaingan. Pengelolaan keuangan dalam menjalankan bisnis perlu
diperhatikan agar usaha yang dijalani dapat bertahan dalam jangka panjang. Salah satu
komponen manajemen keuangan adalah laporan keuangan yang dapat memberikan
informasi keuangan. Khun Koen Pet Shop merupakan salah satu UMKM yang melakukan
penjualan kebutuhan hewan peliharaan. Meskipun kegiatan penjualan berjalan lancar,
pencatatan data keuangan secara manual dan data disimpan tidak terstruktur menyebabkan
selisih pencatatan yang menyebabkan perbedaan antara kondisi real dan yang dicatat. Selain
itu, laporan keuangan yang dibuat belum lengkap. Dilakukan analisis PIECES terhadap
kondisi existing usaha untuk mengetahui keadaan sistem yang telah ada. Untuk
menyelesaikan permasalahan pencatatan dan pelaporan keuangan diperlukan adanya suatu
sistem pencatatan terintegrasi dengan sistem informasi keuangan serta prosedur pencatatan
keuangan dalam pembuatan laporan keuangan yaitu laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi. Pembuatan laporan penjualan jasa grooming dan penitipan juga dilakukan untuk
menampilkan informasi penjualan.
Pembuatan sistem informasi keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan dilakukan
dengan siklus akuntansi untuk pembuatan laporan, dan system development life cycle
(SDLC) untuk pembuatan sistem informasi. Identifikasi transaksi dan pencatatan data
keuangan dilanjutkan dengan pengelompokkan akun ke buku besar. Kemudian dilakukan
peringkasan akun ke neraca saldo dan diakhiri dengan pembuatan laporan laba rugi dan
laporan posisi keuangan. Transaksi penjualan jasa diinputkan saat terjadi penjualan dan akan
menghasilkan laporan yang menampilkan keuntungan yang diperoleh. Laporan total
keuntungan menampilkan keuntungan total penjualan barang dan jasa. Perancangan basis
data dilakukan dengan identifikasi proyek, inisiasi proyek dan perencanaan, analisis data
yang menghasilkan model konseptual, perancangan logika, perancangan fisik, implementasi
basis data yang mencakupi verifikasi dan validasi sistem, dan diakhiri dengan penggunaan
sistem basis data dengan pengujian sistem.
Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah sistem informasi keuangan dengan
manajemen basis data Microsoft Access yang memiliki 8 tabel dan menghasilkan 4 laporan.
Proses pencatatan keuangan dilakukan dengan siklus akuntansi dimulai dari penentuan akun,
pencatatan pada form input transaksi, report buku besar, peringkasan dengan report neraca
saldo dan pelaporan keuangan dengan report laporan laba rugi dan report laporan posisi
keuangan. Sistem informasi keuangan dibuat dengan SDLC yang melalui 7 tahapan. Sistem
informasi keuangan memiliki 8 tabel, 10 form, dan 8 report. Informasi yang dihasilkan
sistem adalah informasi keuangan yaitu jurnal umum, buku besar, dan neraca saldo.
Informasi laporan keuangan yaitu laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan. Informasi
laporan penjualan jasa yaitu laporan jasa grooming dan laporan jasa penitipan. Informasi
keuntungan dapat dilihat pada laporan keuntungan total. Berdasarkan pengujian, sistem
informasi keuangan telah terverifikasi dan tervalidasi
Rancang Bangun Sistem Informasi Pemesanan Pada Shumai Dimsum Berbasis Web
Rancang Bangun Sistem Informasi Pemesanan pada Shumai Dimsum
Berbasis Web bertujuan untuk memudahkan konsumen dalam melakukan
pemesanan serta untuk meminimalisir terjadinya antrean pada kasir agar
tidak terjadi salah memproses pesanan. Sebelumnya proses transaksi pada
shumai dimsumtelah menggunakan aplikasi kasir, namun hal tersebut
masih belum menunjang proses transaksi apabila outlet sedang ramai
pengunjung. Perancangan sistem informasi pemesanan pada shumai
dimsum menggunakan metode waterfall, dimana metode ini memiliki
beberapa tahapan yaitu: analisis permasalahan, desain, implementasi, uji
coba, dan pemeliharaan. Web dibangun menggunakan bahasa
pemrograman PHP dan database MySQL
Korelasi Aktivitas Masyarakat Perkotaan Terhadap Fenomena Urban Heat Island (UHI) Di Kota Tangerang Selatan
Penelitian ini membahas pengaruh peningkatan suhu permukaan terhadap beberapa
faktor di Kota Tangerang Selatan dengan menggunakan variabel independen seperti
kepadatan penduduk, tutupan lahan, NDVI (Normalized Difference Vegetation Index),
NDBI (Normalized Difference Built-up Index), dan NDWI (Normalized Difference Wetness
Index). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda
untuk mengukur pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap peningkatan suhu permukaan.
Kota Tangerang Selatan dipilih sebagai lokasi penelitian karena mengalami perkembangan
pesat dan dampak urbanisasi yang signifikan, termasuk perubahan tutupan lahan dan
peningkatan suhu perkotaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kepadatan penduduk dan lahan
terbangun berkontribusi besar terhadap kenaikan suhu perkotaan, yang dikenal dengan
fenomena Urban Heat Island (UHI). Data dari tahun 2019 hingga 2023 menunjukkan
perubahan signifikan dalam tutupan lahan, dengan lahan tidak terbangun berkurang dan
digantikan oleh lahan terbangun. Analisis menggunakan citra satelit Landsat 8 menunjukkan
korelasi yang kuat antara peningkatan NDBI dan penurunan NDVI dengan peningkatan suhu
permukaan. Ini mengindikasikan bahwa lahan terbangun yang tinggi dan vegetasi yang
rendah memperburuk kondisi UHI di Kota Tangerang Selatan.
Penelitian ini juga menemukan bahwa adanya peningkatan aktivitas antropogenik
seperti penggunaan mesin pendingin dan emisi kendaraan berkontribusi terhadap kenaikan
suhu. Penggunaan regresi linear berganda dalam penelitian ini memberikan gambaran yang
jelas tentang pengaruh variabel independen terhadap suhu permukaan. Analisis NDWI
menunjukkan bahwa area dengan kelembapan yang lebih tinggi cenderung memiliki suhu
yang lebih rendah, yang menegaskan pentingnya keberadaan lahan basah dalam mengurangi
efek UHI
Probabilitas Perpindahan Moda dari Kendaraan Pribadi ke KRL Commuter Line Rute Citayam – Jakarta Kota
Kota Depok merupakan kota peyangga Ibu Kota Jakarta dengan fungsi Kawasan
permukiman, menyebabkan tingginya pergerakan antar kota. Kota Depok menyumbang
jumlah komuter terbesar menuju wilayah Jakarta dibandingkan kota penyangga lainnya.
Namun, sebagian besar pelaku perjalanan rute Depok – Jakarta masih enggan berpindah dari
kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Tingginya pergerakan antar kota menyebabkan
terjadinya kemacetan di beberapa ruas jalan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk
mengetahui faktor yang mempengaruhi pelaku perjalanan dalam memilih moda serta
peluang terjadinya perpindahan moda dari kendaraan pribadi ke KRL Commuter Line.
Dengan analisis statistik deskriptif, diketahui bahwa responden yang menggunakan motor
(motor dan motor1), mobil (mobil dan mobil1) dan KRL Commuter Line melakukan tujuan
perjalanan ekonomi/bekerja dan melakukan perjalanan pada pagi hari pukul 05.00-09.00
WIB. Pada segi pekerjaan, didominasi sebagai pegawai swasta. Adapun dalam penilaian
pelayanan commuter line, pengguna kendaraan pribadi menilai pelayanan KRL Commuter
Line kurang memuaskan dan masih kurang baik. Terdapat penilaian kebijakan transportasi
yang masih dianggap kurang mengikat dan kurang mengendalikan pengunaan kendaraan
pribadi. Dari pemodelan yang dihasilkan, apabila nilai karakteristik tingkat pelayanan KRL
Commuter Line serta kebijakan transportasi dimaksimalkaan, maka terjadi peningkatan
peluang berpindahnya pelaku perjalanan dari kendaraan pribadi ke KRL Commuter Line
sebesar 44,98% dari peluang eksisting yaitu 15,41%
Strategi Pengembangan Usaha pada UMKM Abi Culinary di Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur
Tidak ada abstrak pada dokumen atau file asl
Pengaruh Penggunaan RCA yang telah diperbaiki oleh Bakteri Micrococcus luteus dengan Penambahan Kadar Glukosa terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton
Meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk mendukung kemajuan ekonomi
menyebabkan peningkatan permintaan akan beton sebagai bahan konstruksi. Meningkatnya
penggunaan beton mengakibatkan limbah beton yang makin bertambah. Penggunaan
kembali limbah beton sebagai Recycled Coarse Aggregate (RCA) telah menjadi solusi yang
berkelanjutan dalam industri konstruksi. Meskipun demikian, kualitas RCA memengaruhi
kualitas beton yang dihasilkan, sehingga diperlukan metode perbaikan seperti metode
biodeposisi untuk meningkatkan kualitasnya.
Metode biodeposisi merupakan kemampuan bakteri micrococcus luteus untuk
menghasilkan pengendapan CaCO3. Kadar glukosa yang dipakai dalam studi ini, yaitu 0,1%;
0,2%; dan 0,3%. Penambahan kadar glukosa juga dipakai sebagai sumber karbon dipakai
untuk menginduksi bakteri dalam menghasilkan eksopolisakarida. Kemudian, pengujian
kuat tekan dan modulus elastisitas dilaksanakan ketika umur beton mencapai 28 hari dengan
memakai compression testing machine (CTM) dan extensometer.
Beton dengan variasi RCA-0,1% yang merupakan RCA yang telah diperbaiki dengan
penambahan kadar glukosa sebanyak 0,1% memiliki hasil kuat tekan dan modulus elastisitas
yang lebih tinggi dibandingkan dengan beton variasi lain. Hal ini menunjukkan jika makin
tinggi kadar glukosa yang ditambah di larutan bakteri maka akan makin mengurangi nilai
kuat tekan beton. Penambahan kadar glukosa yang makin tinggi juga akan mengganggu
proses dari pengendapan kalsium karbonat karena akan meningkatkan kadar
eksopolisakarida yang akan mengikat ikatan ion kalsium. Penulis menyaranakan untuk
menggunakan RCA dari kondisi dan sumber yang sama agar data yang dihasilkan lebih
akurat serta menambahkan pembahasan mengenai analisis biaya untuk membandingkan
efisiensi dengan penggunaan agregat kasar alami