137686 research outputs found
Sort by
Efektivitas Peraturan dalam Mewujudkan Keberlanjutan Sumber Daya Ikan Ekor Kuning di Taman Nasional Karimunjawa
Kawasan Karimunjawa merupakan salah satu kawasan yang ditetapkan
sebagai Taman Nasional. Sebagai kawasan pelestarian alam, pemanfaatan
sumber daya pada area Taman Nasional Karimunjawa dikelola dengan sistem
zonasi. Zonasi merupakan pembagian suatu kawasan menjadi beberapa wilayah
fungsional. Penetapan batas-batas fungsional dilakukan dengan
mempertimbangan kondisi, potensi, daya dukung, dan proses ekologis dari
sumber daya yang dimiliki. Melalui Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah
Nomor 4 Tahun 2014, pemerintah mewujudkan tatanan dalam mengelola sumber
daya beserta lingkungannya secara berkelanjutan.
Pemanfaatan sumber daya perikanan oleh masyarakat dilakukan melalui
kegiatan penangkapan, budidaya hingga pengolahan. Kegiatan penangkapan ikan
di Indonesia masih disominasi dengan perikanan tangkap skala kecil. Kementrian
Kelautan dan Perikanan melalui Peraturan Menteri Nomor 18 Tahun 2021 tentang
penempatan alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan ikan di Wilayah
Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia dan laut lepas serta penataan
andon penangkapan ikan, mengatur penangkapan ikan yang terintegrasi dalam
alat tangkap hingga wilayah penangkapan. Pemaanfaatan sumber daya perikanan
juga dilakukan oleh masyarakat di kawasan Taman Nasional Karimunjawa melalui
kegiatan penangkapan ikan, budidaya, dan pariwisata. Target tangkapan
masyarakat Karimunjawa adalah ikan karang dan ikan pelagis. Jenis ikan karang
yang menjadi tangkapan utama nelayan Karimunjawa adalah famili Caesionidae,
terutama jenis ikan ekor kuning.
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dan
menganalisis hasil produksi pada sektor perikanan tangkap ikan ekor kuning di
Taman Nasional Karimunjawa, mengetahui dan menganaisis pelaksanaan
peraturan dalam keberlanjutan sumber daya ikan ekor kuning, serta mengetahui
dan menganalisis efektivitas penerapan peraturan dalam keberlanjutan sumber
daya ikan ekor kuning di Taman Nasional Karimunjawa. Penelitian ini dilakukan di
Taman Nasional Karimunjawa, Jawa Tengah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif
kuantitatif, menjelaskan fenomena dengan data (angka) apa adanya tanpa
bermaksud untuk menguji suatu hipotesis tertentu. Penarikan Kesimpulan
dilakukan dari penjabaran informasi yang diperoleh dari fenomena yang diamati.
Populasi penelitian ini adalah nelayan ikan karang Taman Nasional Karimunjawa
dengan sampel sebanyak 30 orang responden. Pengambilan sampel
menggunakan metode purposive sampling dan snowball sampling. Data yang
dibutuhkan didapatkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Skala
pengukuran yang digunakan yaitu Skala Likert dengan analisis data menggunakan
Microsoft Excel.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa hasil produksi ikan ekor kuning pada
7 tahun terakhir mengalami fluktuasi, hal ini juga terjadi pada nilai produksi ikan
ekor kuning. Pelaksanaan Permen KKP No. 18 Tahun 2021 dan PERDA PROV.
Jawa Tengah No. 4 Tahun 2014 dalam keberlanjutan sumber daya ikan ekor kuning dilihat dari aspek sosial dan ekologi. Pada aspek ekologi, diketahui bahwa
masyarakat nelayan ikan ekor kuning di kawasan Karimunjawa menggunakan alat
tangkap yang ramah lingkungan seperti bubu, pancing ulur hingga spearfishing.
Penangkapan ikan ekor kuning untuk saat ini dirasakan nelayan semakin sulit dan
densitas kelimpahannya pun semakin sdikit. Pada aspek sosial adanya peraturan
mampu membantu dalam menghilangkan intensitas konflik sosial dan membantu
masyarakat nelayan ikan ekor kuning dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.
Efektivitas peraturan dalam mewujudkan keberlanjutan sumber daya ikan
ekor kuning di Taman Nasional Karimunjawa pada indikator input mendapatkan
nilai skror 69,9% yang dimana masuk pada kategori efektif. Indikator conversion
mendapatkan nilai skor 67,8% dengan kriteria efektif. Indikator output
mendapatkan nilai skor 89,5% dengan kriteria sangat efektif. PERMEN KKP No.
18 Tahun 2021 tentang penempatan alat penangkapan ikan dan alat bantu
penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia
dan laut lepas serta penataan andon penengkapan ikan dan PERDA PROV. Jawa
Tengah No. 4 Tahun 2014 tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau
kecil Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 - 2034 berjalan dengan efektif dalam
mewujudkan keberlanjutan sumberdaya ikan ekor kuning di kawasan Taman
Nasional Karimunjawa. Masyarakat nelayan ikan ekor kuning merasakan adanya
pengaruh yang diberikan dari diterapkannya peraturan tersebut. Hadirnya
peraturan ini mampu membantu masyarakat dalam mengatasi konflik sosial yang
terjadi, terutama berkaitan dengan penangkapan ikan ekor kuning.
Saran yang dapat diberikan dalam meningkatkan efektivitas peran
stakeholder terkait pelaksanaan peraturan dapat dilakukan dengan memberikan
kontribusi dalam mewujudkan penangkapan ikan yang berkelanjutan oleh nelayan
dengan cara berpartisipasi dalam mematuhi aturan dan tidak melakukan
pelanggaran. Meningkatkan pengetahuan nelayan oleh pemangku kebijakan
setempat dengan cara melalui sosialisasi maupun pelatihan serta patroli yang
dilakukan secara rutin
Pengaruh Pemberian Kombinasi Pupuk Organik Cair Daun Turi Putih (Sesbania grandiflora) dan Salinitas Terhadap Laju Pertumbuhan, Biomassa, serta Kandungan Protein Nannochloropsis oculata
Nannochloropsis oculata merupakan salah satu plankton yang sering
dimanfaatkan sebagai pakan alami pada kegiatan budidaya, khususnya budidaya laut
karena mempunyai kandungan gizi seperti protein sebesar 52,11%; lemak 27,64%;
karbohidrat 16,00%; EPA 30,50%; serta vitamin C 0,85%. Kandungan serta kemampuan
N. oculata dalam memenuhi kebutuhan nutrisi organisme budidaya menjadikan
permintaan N. oculata meningkat dan mengakibatkan pupuk anorganik untuk kultur N.
oculata juga mengalami peningkatan harga. Masalah ini dapat diatasi dengan
memberikan pupuk organik cair dari daun turi putih sebagai solusi alternatif.
Permasalahan lainnya adalah parameter air seperti salinitas berpengaruh terhadap kultur
N. oculata, karena salinitas dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kandungan nutrisi
mikroalga.
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pemberian kombinasi
pupuk organik cair daun turi putih (Sesbania grandiflora) dan salinitas terhadap laju
pertumbuhan, biomassa, dan kandungan protein N. oculata, serta menentukan dosis
terbaik dari pupuk organik cair daun turi putih dan salinitas untuk laju pertumbuhan,
biomassa, serta kandungan protein N. oculata yang tertinggi. Penelitian ini dilaksanakan
di Laboratorium Budidaya Ikan Divisi Reproduksi Ikan, Laboratorium Budidaya Ikan Divisi
Penyakit dan Kesehatan Ikan, serta UPT Perikanan Air Tawar Sumberpasir, Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, Malang pada 29 Maret-31 Mei 2024.
Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) Faktorial. Penelitian ini menggunakan dosis pupuk organik cair daun turi
putih sebesar 3 ml/L; 6 ml/L; dan 9ml/L serta salinitas 25 ppt; 30 ppt; dan 35 ppt sebagai
perlakuan uji. Perlakuan kontrol menggunakan pupuk walne 1 ml/L dan salinitas 30 ppt.
Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan parameter utama adalah laju
pertumbuhan, biomassa, serta kandungan protein. Parameter penunjang adalah suhu,
pH, nitrat, dan fosfat.
Berdasarkan hasil penelitian, kombinasi pupuk organik cair daun turi putih dan
salinitas menunjukkan pengaruh terhadap laju pertumbuhan, biomassa, dan kandungan
protein N. oculata dengan perlakuan kombinasi terbaik berada pada perlakuan uji dosis
pupuk organik cair daun turi putih 9 ml/L dan salinitas 25 ppt dengan hasil kepadatan
tertinggi 490 × 10⁴ sel/ml; laju pertumbuhan 0,265/hari; biomassa 1,177 mg/L; kandungan
protein 509 mg/L; serapan nitrat 82,3%; dan serapan fosfat 72,4%.Dosis pupuk organik
cair daun turi putih 9 ml/L dan salinitas 25 ppt menghasilkan laju pertumbuhan, biomassaa,
serta kandungan protein N. oculata tertingg
Pengaruh Sertifikasi Halal Terhadap Peningkatan Penjualan dengan Orientasi Kewirausahaan Sebagai Moderasi Pada UMKM di Jawa Timur
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM merupakan pilar utama
perekonomian suatu negara terutama di negara berkembang seperti negara
Indonesia. Melihat peran UMKM dalam perekonomian sangat besar, sehingga
keberadaan dan keberlanjutan UMKM penting untuk diperhatikan. Selain itu,
karena pentingnya UMKM maka perlu untuk meningkatkan dan mengembangkan
kualitas UMKM agar mampu bertahan serta bersaing dengan pelaku usaha lain.
Salah satu tren yang sedang diperhatikan oleh nasional maupun internasional adalah
mengenai kehalalan produk. Melihat potensi tersebut dan untuk menghadapi
persaingan global, maka UMKM dituntut untuk mengikuti tren pasar sehingga
dapat menghasilkan produk yang berkualitas, kompetitif, dan berdaya saing tinggi.
Kemampuan proaktif dari pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya
menjadi salah satu ciri usaha yang memiliki orientasi wirausaha. Berdasarkan
uraian tersebut maka penelitian mengenai seberapa besar pengaruh sertifikasi halal
dan orientasi kewirausahaan yang dimiliki oleh UMKM terhadap salah satu kinerja
usaha yaitu peningkatan penjualan UMKM. Lokasi penelitian dilaksanakan di
wilayah Jawa Timur dengan target responden adalah Usaha Mikro, Kecil dan
Menengah atau UMKM makanan dan minuman yang sudah memiliki sertifikasi
halal dan dilakukan selama bulan Oktober-Desember 2024.
Penelitian ini menggunakan pendekatan secara kuantitatif dan analisis
statistik deskriptif. Metode kuantitatif digunakan pada penelitian untuk melihat
hubungan antar variabel, yaitu variabel sertifikasi halal, orientasi kewirausahaan,
dan peningkatan penjualan. Metode penentuan responden yang dilakukan pada
penelitian ini adalah dengan teknik non-probability sampling dengan jenis
purposive sampling menggunakan metode Structural Equation Modeling - Partial
Least Square (SEM-PLS) dengan aplikasi WarpPLS 8.0.
Hasil penelitian yang telah dilakukan antara lain variabel sertifikasi halal
memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap peningkatan penjualan
karena memiliki nilai path coefficients dan p-value masing-masing sebesar 0,44 dan
<0,001. Selanjutnya variabel orientasi kewirausahaan memperkuat hubungan dari
sertifikasi halal dan peningkatan penjualan karena memiliki nilai path coefficients
dan p-value masing-masing sebesar 0,26 dan <0,001 yang menunjukkan pengaruh
yang positif dan signifikan
Analisis Pengaruh Strategi Marketing Mix Dengan Konsep Sustainable Marketing Terhadap Keputusan Pembelian Pisang Sunpride (Studi kasus di PT Sewu Segar Nusantara)
Peningkatan produksi pisang setiap tahunnya sebesar 9,7% hingga
mencapai 9,6 juta ton pada tahun 2022 di Indonesia. Hal ini berhubungan dengan
tingkat konsumsi pisang yang mempengaruhi permintaan dan penawaran produk
pisang. Tingginya permintaan dan minat masyarakat untuk mengonsumsi pisang
menjadikan peluang bagi para pelaku usaha. Oleh karena itu, strategi pemasaran
yang tepat diperlukan untuk menghadapi persaingan pasar yang kompetitif.
Penerapan strategi marketing mix dengan konsep sustainable marketing penting
dilakukan karena tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan konsumen, tetapi
juga pada keberlanjutan produk pisang. Oleh karena itu, penerapan sustainable
marketing mix nyatanya memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan brand
image dari perusahaan. Aktivitas pemasaran yang baik maka citra perusahaan akan
semakin positif dan berdampak pada keputusan pembelian konsumen. Melalui
brand image yang positif maka konsumen akan mampu mengenali dan
mengevaluasi suatu produk tertentu, sehingga brand image secara tidak langsung
akan meningkatkan kredibilitas merk perusahaan. Dengan demikian, penelitian
mengenai pengaruh strategi marketing mix dengan konsep sustainable marketing
disebut sustainable marketing mix dengan aspek customer solution, customer cost,
convenience dan communication terhadap keputusan pembelian konsumen pisang
perlu dilakukan. Sehingga, hal ini dapat meningkatkan pendapatan dan potensi
keberlanjutan pisang Sunpride di PT Sewu Segar Nusantara melalui brand image
positif yang diukur dari pengaruh strategi pemasaran yang tepat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi sustainable
marketing mix terhadap brand image pisang Sunpride serta menganalisis pengaruh
brand image terhadap keputusan pembelian konsumen pisang Sunpride di PT Sewu
Segar Nusantara. Penelitian ini dilakukan di PT Sewu Segar Nusantara pada bulan
Januari hingga April 2024 melalui pendekatan kuantitatif. Penelitian ini
menggunakan teknik nonprobability sampling melalui convenience sampling
dengan jumlah responden yaitu 110. Alat analisis yang digunakan yaitu
menggunakan analisis PLS-SEM dengan aplikasi WarPLS 7.0.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel customer
solution, convenience dan communication berpengaruh positif dan signifikan
terhadap brand image maupun keputusan pembelian pisang Sunpride. Sementara
itu, variabel brand image juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap
keputusan pembelian pisang Sunpride. Namun, variabel customer cost tidak
berpengaruh signifikan terhadap brand image maupun keputusan pembelian pisang
Sunpride. Hal ini disebabkan oleh penetapan harga produk yang lebih tinggi
dibandingkan kompetitor menyebabkan rendahnya daya saing produk. Sehingga,
strategi penetapan harga, penyesuaian harga produk dengan kualitasnya, tingkat
permintaan konsumen dan segmentasi target pasar perlu diperhatikan agar dapat
meningkatkan keputusan pembelian melalui frekuensi pembelian dan unsur
kesadaran pembelian yang tinggi terhadap pisang Sunpride
Tingkat Kerentanan Rumah Tangga Petani Melon Terhadap Dampak Risiko Usaha Tani (Kajian Di Desa Kayulemah Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro)
Konsep penghidupan merupakan suatu konsep yang erat kaitannya
dengan kesejahteraan individu, kelompok, atau masyarakat. Konsep ini
mengandalkan modal atau aset-aset livelihood meliputi aset manusia, aset alam,
aset keuangan, aset fisik, dan aset sosial sebagai landasan bertahan hidup. Dalam
konsep penghidupan terdapat pendekatan livelihood vulnerability index atau nilai
indeks yang digunakan untuk mengukur tingkat kerentanan terhadap penguasaan
aset-aset penghidupan, dimana nilai indeks kerentanan akan berbanding terbalik
dengan tingkat kesejahteraan dan ketercapaian penghidupan berkelanjutan
(sustainable livelihood). Penelitian ini dilakukan untuk melihat kondisi real dari
keadaan penghidupan keluarga petani melon di Desa Kayulemah melalui
pendekatan LVI di tengah kesenjangan antara tingkat kesejahteraan petani dan
hadirnya pertanian melon yang diberbagai literatur disebutkan dapat menjadi
produk pertanian unggulan dan mampu meningkatkan taraf kesejahteraan petani
melalui peningkatan pendapatan.
Desa Kayulemah Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro dipilih
secara purposive dengan dasar sebagai sentra pertanian melon di kecamatan
Sumberrejo, dimana penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 76 orang
petani melon dari total 325 populasi petani melon yang ada di Desa Kayulemah.
Tahap ketercapaian tujuan dalam penelitian ini di bagi kedalam tiga poin yaitu
menganalisis tingkat kerentanan rumah tangga petani melon melalui pendekatan
LVI, menganalisis tingkat risiko usaha tani melon berdasarkan nilai koefisien
variasi dan tingkat risiko pada peta risiko serta menganalisis pengaruh tingkat
kerentanan rumah tangga petani melon terhadap dampak risiko usaha tani
menggunakan SEM-PLS.
Hasil penelitian menunjukkan tingkat kerentanan rumah tangga petani
melon Di Desa Kayulemah berada di taraf rendah dengan nilai total LVI sebesar
0,17, Sedangkan nilai indeks kerentanan dari setiap komponen utamanya secara
berurutan dari paling rentan adalah aset manusia dengan nilai 0,21 disusul oleh
aset sosial dengan nilai 0,19 kemudian sebesar 0,18 untuk aset fisik, dan untuk
aset alam serta aset keuangan menempati posisi akses terkuat dengan nilai indeks
paling kecil yaitu sebesar 0,15. Untuk tingkat risiko produksi nilai koefisien variasi
menunjukkan tingkat risiko produksi berada pada kategori rendah dengan nilai
0,43 (0,43<1), dan untuk tingkat risiko dari peta risiko menunjukkan nilai tingkat
risiko (R) sebesar 7,1 untuk risiko iklim atau cuaca, R sebesar 9 untuk risiko hama
dan penyakit, dan R sebesar 4 untuk risiko manusia dengan total tingkat risiko (R)
sebesar 7,1 yang berarti tingkat risiko berada pada taraf sedang (zona kuning).
Sedangkan hasil dari analisis menggunakan SEM-PLS sebagai poin terakhir
menunjukkan adanya pengaruh tingkat kerentanan yang disusun dari indeks
kerentanan (LVI) aset-aset penghidupan sebagai X1-X5 memiliki pengaruh
(langsung) terhadap dampak risiko usaha tani (Y1), pengaruh yang diberikan
adalah sebesar 66,6% oleh variabel dalam penelitian, dan sisanya dipengaruhi
oleh variabel lain diluar penelitian. Arah dari pengaruh masing-masing variabel X
viii
terhadap Y1 adalah positif, dengan arti bahwa jika ada peningkatan kerentanan
(X) terhadap aset penghidupan petani maka akan meningkatkan dampak dari
risiko usaha tani yang dialami (Y1). Pengaruh langsung kedua yaitu pengaruh Y1
terhadap Y2 menunjukkan arah sebaliknya, arah negatif menandakan bahwa jika
ada peningkatan dampak risiko yang dialami sebagai Y1, maka tingkat kinerja
usaha tani sebagai Y2 akan mengalami penurunan. Sementara itu sebagai
jawaban atas hipotesis dengan pengaruh tidak langsung Variabel Y1 berhasil
memediasi pengaruh antara tingkat kerentanan aset penghidupan sebagai X1-X5
terhadap Y2 dengan pengaruh sebesar 34,4% dan sisanya dipengaruhi oleh
variabel lain diluar variabel yang diteliti.
Saran yang bisa diberikan atas penelitian ini adalah peningkatan terhadap
peran pemerintah melalui pihak-pihak terkait untuk bisa terus memelihara terlebih
lagi meningkatkan kualitas penghidupan rumah tangga petani melon di Desa
Kayulemah yang sudah baik dengan pemanfaatan sumber daya yang masih
tersedia, pemerintah kemudian juga bisa mendistribusikan atau meng-copy
kesuksesan ini ke wilayah-wilayah lain dengan karakteristik serupa sehingga
kesejahteraan petani di Kabupaten Bojonegoro khususnya bisa meningkat
Strategi Pengurangan Food waste Pada Generasi Z Dengan Pendekatan Theory Of Planned Behavior Extend di Kota Malang
Isu terkait permasalahan limbah makanan atau food waste telah menjadi
perhatian global karena dampaknya yang signifikan terhadap lingkungan, ekonomi,
dan masyarakat. Food waste menyebabkan dampak lingkungan yang signifikan
terkait emisi gas rumah kaca, degradasi lahan, dan pemanfaatan air serta energi
secara Stidak berkelanjutan. Diproyeksikan pada tahun 2030, pemborosan pangan
akan meningkat sebesar 44% dari tingkat pemborosan saat ini, hingga mencapai
aproksimasi 2.1 miliar ton. Kota Malang menjadi salah satu penyunmbang sampah
makanan dengan sebanyak 40% dari total timbulan sampah rumah tangga di Kota
Malang yang sebagian besar berasal dari sisa makanan. Penelitian mengenai strategi
pengurangan food waste pada generasi Z akan dilakukan dengan pendekatan Theory
Of Planned Behavior Extend di kota malang. Hal ini mencakup sikap, norma
subjektif, persepsi kontrol perilaku, pengetahuan dan perilaku pengurangan food
waste melalui niat.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan sikap, norma subjektif,
persepsi kontrol perilaku dan pengetahuan melalui niat generasi Z terhadap perilaku
pengurangan food waste pada Kota Malang. (2) Menganalisis pengaruh sikap,
norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, dan pengetahuan terhadap niat sebagai
mediasi dan perilaku upaya pengurangan food waste di Kota Malang.(3)
memberikan strategi peningkatan perilaku pengurangan food waste generasi Z di
Kota Malang dengan pendekatan Theory of Planned Behavior dalam food waste.
Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis
structural equation model-partial least square (SEM-PLS) software WarpPLS
versi 8.0. Teknik pengambilan sampel menggunakan qouta sampling dengan total
sampel penelitian sebanyak 100 sampel yang berada pada Kota Malang dengan
melakukan persebaran kuisioner secara offline melalui wawancara dan online
menggunakan google form, WhatsApp, dan Instagram dengan memiliki kriteria
responden yang generasi Z yang berusia 17-27 tahun.
Hasil penelitian menunjukan bahwa sikap, norma subjektif dan pengetahuan
mempengaruhi pada niat perilaku pengurangan food waste. Variabel yang paling
besar pengaruhnya adalah variabel pengetahuan. Indikator pada variabel
pengetahuan yang paling mempengaruhi adalah indikator dampak lingkungan. Hal
ini dapat diketahui bahwa pengetahuan akan generasi Z terhadap dampak
lingkungan mempengaruhi dalam perilaku pengurangan food waste. Saran bagi
penelitian ini yaitu pemerintah dapat memanfaatkan melalui social marketing
dengan melakukan kampanye edukasi skala besar tentang dampak food waste
dengan berkolaborasi kepada influencer, selain itu restoran atau rumah makan
memberikan tampilkan foto/ilustrasi ukuran porsi di menu, menyediakan porsi
pilihan sesuai ukuran (kecil, sedang, besar), adapun saran bagi peneliti selanjutnya
ialah melakukan eksplorasi variabel lain yang memengaruhi food waste (budaya,
kebijakan, infrastruktur) dan dapat menggunakan pendekatan mixed method
(kuantitatif & kualitatif) untuk pemahaman yang lebih mendalam
Implementasi E-Layanan PBB P-2 Dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pelayanan PBB P-2 Pada BPKAD Kabupaten Pati
Pada era digital saat ini, penggunaan teknologi informasi telah menjadi
suatu kebutuhan yang mendesak, termasuk dalam penyelenggaraan
pelayanan publik seperti Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan
(PBB-P2) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Implementasi teknologi informasi ini memiliki potensi yang besar dalam
meningkatkan kualitas pelayanan dengan mempercepat proses, meningkatkan
akurasi data, serta meningkatkan pelayanan yang lebih transparan.
Peningkatan pelayanan pajak dengan menggunakan pendekatan teknologi
informasi, pendekatan tersebut mengacu pada mekanisme layanan pajak
untuk meminimalisir permasalahan dalam memberikan pelayanan pajak.
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui peningkatan kualitas pelayanan
Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta melakukan
proses perbaikan dan pengembangan pelayanan di Kabupaten Pati melalui
aplikasi E-Layanan PBB-P2 dan Untuk mengurangi image negatif terhadap
petugas E-Layanan PBB-P2. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
permasalahan dalam pengelolaan PBB-P2 di BPKAD Kabupaten Pati yang belum
optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif
deskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan
sekunder. Teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil pengimplementasian E-Layanan PBB-P2 di Kantor BPKAD Kabupaten Pati
memiliki dampak yang sangat besar pada peningkatan kualitas pelayanan serta
wajib pajak. Namun, masih terdapat kendala dalam pengimplementasian E�Layanan PBB-P2 yakni sedang dalam proses peralihan. Pengaruh perbaikan
dari aplikasi E-Layanan PBB-P2 dengan pengadaan sosialisasi keliling ke tiap
kecamatan bahkan desa-desa dan pengadaan program Gebyar Lunas PBB-P2
tiap tahunnya
Bioassessment Sungai Panguluran Hilir Menggunakan Makroinvertebrata Di Desa Sumber Agung Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang Jawa Timur
Pengelolaan DAS merupakan upaya manusia dalam mengatur hubungan
timbal balik antara sumber daya alam dengan manusia agar terwujud kelestarian
dan keserasian ekosistem. Adanya bencana banjir dan tanah longsor menjadi
permasalahan di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Penggunaan dan alih fungsi
lahan dapat menyebabkan gangguan sistem hidrologi DAS beserta sungainya
seperti erosi dan limpasan permukaan serta bencana seperti longsor, banjir, dan
kekeringan. Pemantauan secara biologis dapat dilakukan melalui studi
bioassessment. Pemilihan metode bioasessment merupakan metode yang tepat
digunakan karena menggunakan indikator biologi yaitu makroinvertebrata yang
menetap di dasar sungai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga
bulan April tahun 2023 di Sungai Panguluran hilir, Desa Sumber Agung,
Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan
ialah metode survei, dengan 5 titik stasiun berdasarkan tata guna lahan yang
berbeda. Pengambilan sampel makroinvertebrata menggunakan jaring kicking
dengan mesh size 500 µm sejauh 10 m. Parameter lingkungan yang diukur antara
lain kecepatan arus, substrat, TOM, dan ammonia dikarenakan berhubungan
langsung dengan makroinvertebrata. Analisis data menggunakan kepadatan relatif
(KR) dan indeks modifikasi BMWP-ASPT. Hasil pengukuran parameter lingkungan
antara lain kecepatan arus berkisar antara 0,31–0,95 m/detik, substrat kerikil,
pasir, batuan besar, dan batu. Hasil pengukuran suhu didapatkan suhu berkisar
antara 23–28 oC, pH 6,7–8,45, DO 6,8 –7,4 mg/L, TOM berkisar 2,52–8,84 mg/L,
dan amonia berkisar 0,02–0,10 mg/L. Hasil pengamatan kesadahan di Sungai
Panguluran Hilir dengan kisaran tersebut tergolong dalam perairan moderat
(Moderately Hard). Hasil ini menunjukkan bahwa kondisi perairan sesuai dengan
kondisi hidup makroinvertebrata yang ditemukan. Hasil identifikasi menunjukan
makroinvertebrata yang ditemukan berjumlah 26 famili meliputi dari 10 kelas dan
2 ordo (Trichoptera, Coleoptera, Diptera, Odonata, Lepidoptera, Plecoptera,
Ephemeroptera, Tricladida, Decapoda, Oligochaeta, Gastropoda, Hemiptera).
Jumlah famili terendah terdapat pada stasiun 4 dengan famili yang ditemukan
sejumlah 7 famili, sedangkan jumlah famili tertinggi ditemukan pada stasiun 3
dengan jumlah 16 famili. Hydropsychidae memiliki KR tertinggi sebesar 87%
(stasiun 1),Baetidae memiliki KR tertinggi sebesar 36,02% (stasiun 2), 75,47%
(stasiun 3), 81,10% (Stasiun 4), dan 46,39% (stasiun 5). Nilai ASPT terendah pada
stasiun 1 sebesar 4,43 (cukup buruk). Nilai ASPT tertinggi pada stasiun 3 yaitu
6,69 (sangat baik sekali) dengan land use perkebunan kopi dan cengkeh. Hasil
analisis indeks modifikasi BMWP-ASPT menunjukan status perairan sangat baik
sekali pada stasiun 2 (Dusun Krajan), 3 (Dusun Sidodadi), 4 (Dusun Poh Kecik),
dan 5 (Dusun Kembus), sedangkan stasiun 1 yang terletak di Dusun Kramatan
menunjukkan status cukup buruk. Saran yang dapat diberikan antara lain bagi
Pemerintah Desa Sumber Agung untuk melakukan pengawasan pada limbah
permukiman pada stasiun 1 dan serta mengawasi penggunaan pupuk pada
stasiun 2,3,4, dan 5
Impementasi Penjaminan Mutu Bahan Baku Sebagai Strategi Mitigasi Risiko Usaha Agroindustri Gula Merah Rakyat di Desa Tumpukrenteng Kecamatan Turen Kabupaten Malang
Gula merah merupakan produk olahan yang terbuat dari pemekatan nira
secara tradisional dengan proses pemanasan yang dilakukan oleh pengrajin gula
merah. Berdasarkan data Kementerian Pertanian diketahui bahwa konsumsi gula
merah pada tahun 2018 sebesar 7,4% pada tahun 2021. Desa Tumpukrenteng
Kabupaten Malang memiliki potensi dalam penghasil gula merah tradisional. Pada
data BPS tahun 2017-2021, pemintaan gula merah secara nasional yakni sebesar 5
juta ton/tahun, akan tetapi permintaan tersebut hanya dapat dipenuhi sebesar 2,5 juta
ton/tahun. Hal tersebut dapat menjadi peluang bagi agroindustri gula merah tradisonal
untuk memenuhi permintaan akan produk gula merah. Akan tetapi, dalam
pelaksanaannya UMKM gula merah rentan terhadap beberapa risiko. Adanya risiko
yang dihadapi mengharuskan UMKM untuk melakukan mitigasi risiko dengan baik
yakni dengan mengimplementasikan penjaminan mutu bahan baku.
Penelitian ini bertujuan untuk, (1) Mengidentifikasi risiko kebijakan, risiko
hasil produksi gula merah, dan risiko harga, (2) Mendeskripsikan implementasi
penjaminan mutu bahan baku, (3) Menganalisis strategi mitigasi risiko pada
agroindustri gula merah di Desa Tumpukrenteng Kecamatan Turen. Teknik penentuan
informan dilakukan dengan purposive dan informan kunci pada penelitian ini yakni
pelaku usaha UMKM agroindustri gula merah rakyat di Desa Tumpukrenteng serta
informan pendukung yakni ketua GAPOKTAN Sadar Tani. Teknik pengumpulan data
dengan observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Teknik analisis data
digunakannya model analisis Miles and Huberman. Keabsahan atau uji kredibilitas
data dilakukan dengan triangulasi data.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat risiko kebijakan yang dihadapi berupa
pencabutan subsidi pupuk ZA yang menyebabkan menurunnya kualitas dan kuantitas
tebu yang dihasilkan. Risiko hasil produksi yang dihadapi ialah penurunan hasil
produksi gula merah akibat rendahnya kualitas dan kuantias tebu serta cuaca yang
tidak menentu. Risiko harga yang dihadapi yakni peningkatan harga bahan baku tebu
dengan harga gula merah cenderung konstan. Implementasi penjaminan mutu bahan
baku yang dilakukan yakni penerapan kriteria MBS dimana agroindustri Bapak
Muhaimin dan Bapak Usman menggunakan pengukuran brix sehingga pengukuran
kualitas tebu lebih akurat. Penjaminan mutu proses produksi ketiga agroindustri tetap
berorientasi pada kualitas dengan penggunaan bahan lain dan melakukan penyaringan
busa. Pada penjaminan mutu output produk gula merah telah ditetapkan standar fisik
yang berorientasi pada SNI dimana pada dasarnya gula merah yang dihasilkan sesuai
dengan permintaan pasar. Strategi integrasi vertikal yang diterapkan Bapak Muhaimin
yakni dengan melakukan penjaminan mutu serta memiliki penguasaan sektor hulu
hingga hilir menyebabkan agroindustri lebih tangguh dalam memitigasi risiko
dibandingkan dengan agroindustri milik Bapak Usman dan Bapak Pujianto
Analisis Bioekonomi Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) yang didaratkan di PPP Pondokdadap Kabupaten Malang
Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Pondokdadap yang terletak di Dusun
Sendang Biru, Kabupaten Malang merupakan tempat pendaratan ikan tuna,
tongkol, dan cakalang (TTC) terbesar di Malang. Penangkapan ikan cakalang
merupakan sumber mata pencaharian utama bagi para nelayan Sendang Biru
sehingga menyebabkan tingginya permintaan untuk ikan cakalang dan produksi
cakalang juga akan semakin meningkat. Produksi cakalang pada tahun 2020
mencapai 1.776 ton/tahun dan masuk pada kondisi over-exploited. Sumber daya
perikanan merupakan kekayaan milik bersama dan bersifat terbuka yang berarti
semua masyarakat dapat memanfaatkannya. Persaingan dapat timbul dari hal
tersebut dan membawa dampak akan terjadinya eksploitasi sumber daya yang
merajalela dan tidak terkendali sehingga menyebabkan penangkapan berlebih
secara ekonomi. Optimalisasi pengelolaan sumber daya perikanan dalam
mencegah terjadinya pemanfaatan yang berlebihan perlu dilakukan.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2024 di PPP
Pondokdadap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tangkapan dalam
keadaan Maximum Sustainable Yield (MSY), Maximum Economic Yield (MEY),
Jumlah Tangkapan yang Diperbolehkan (JTB), dan Open Access (OA) pada
perikanan cakalang di PPP Pondokdadap. Data primer yang digunakan dalam
penelitian berasal dari hasil wawancara terkait biaya operasional penangkapan.
Data sekunder yang digunakan berupa data produksi tahun 2014-2023 dan
kajian literatur. Analisis potensi tangkapan lestari yang digunakan adalah Model
Schaefer dan Walter Hilborn. Analisis bioekonomi yang digunakan adalah Model
Gordon-Schaefer.
Hasil yang didapat untuk upaya penangkapan maksimum lestari (fMSY)
adalah sebesar 2.345 trip/tahun, sedangkan untuk hasil tangkapan maksimum
lestari (YMSY) sebesar 3.132 ton/tahun. Total jumlah tangkapan yang
diperbolehkan (YJTB) adalah 2.161 ton/tahun. Hasil perhitungan tingkat
pemanfaatan model Schaefer diperoleh tingkat pemanfaatan ikan cakalang
sebesar 133% yang tergolong over-exploited atau sumber daya ikan sudah
melebihi dari batas ekploitasi. Analisis model Walter Hilborn tidak dapat
digunakan karena masing-masing cara memiliki nilai parameter biologi yang
bersifat negatif yang menjadikan analisis ini tidak sesuai dengan kriteria dan
akan menghasilkan bias pada hasil analisisnya. Hasil analisis bioekonomi pada
kondisi Maximum Economic Yield (MEY) diperoleh estimasi hasil tangkapan YMEY
3.054 ton/tahun dan fMEY 1.976 trip/tahun, sehingga didapatkan keuntungan
29,621 milyar rupiah dan pada kondisi Open Access (OA) diperoleh nilai YOA
sebesar 1.663 ton/tahun dan fOA sebesar 3.952 trip/tahun dimana keuntungan
yang diperoleh sebesar 0 rupiah