137686 research outputs found
Sort by
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening (Studi pada Karyawan PT Inter Teknik Balikpapan)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang gaya kepemimpinan, motivasi
kerja, dan kinerja karyawan pada PT Inter Teknik Balikpapan, menguji pengaruh
gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan PT Inter Teknik Balikpapan,
menguji pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja karyawan PT Inter
Teknik Balikpapan, menguji pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan,
dan menguji pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan melalui
motivasi kerja karyawan PT Inter Teknik Balikpapan. Penelitian ini menggunakan
motede penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
karyawan PT Inter Teknik Balikpapan dengan sampel sebanyak 76 responden
melalui penyebaran kuesioner. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu
non-probability sampling dengan jenis simple random sampling. Analisis data
dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial
dengan alat bantu SPSS versi 26. Hasil dari penelitian yang dilakukan memperoleh
hasil bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja karyawan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,972 dan hasil uji t nilai
sig 0,000 nilai t tabel 1,991, gaya kepemimpinan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dengan nilai koefisien
regresi sebesar 0,919 dan hasil uji t nilai sig 0,000
nilai t tabel 1,991, motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja karyawan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,972 dan hasil uji t nilai
sig 0,000 nilai t tabel 1,991, dan gaya kepemimpinan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan melalui motivasi
kerja dengan nilai koefisien regresi sebesar 1,783 dengan nilai sig 0,000<0,05
Analisis Efisiensi Teknis Usaha tani Wortel di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Konsumsi wortel di Jawa Timur terus mengalami peningkatan sejalan dengan
rata-rata pengeluaran (Rupiah/Kapita/Minggu) sayuran wortel mulai dari tahun
2019-2022 sebesar 35%. Hasil produksi wortel di Jawa Timur selama 4 tahun
terakhir mengalami fluktuasi, untuk itu upaya peningkatan produksi dapat
dilakukan diantaranya dengan ekstensifikasi dan intensifikasi. Peningkatan
produksi wortel melalui ekstensifikasi atau peningkatan luasan lahan tidak dapat
dilakukan karena semakin menurunnya luasan lahan, sehingga perlu dilakukan
peningkatan produksi melalui intensifikasi yaitu dengan pengolahan lahan
menggunakan sumber daya sebaik-baiknya salah satunya yaitu dengan perbaikan
penggunaan input produksinya. Kecamatan Bumiaji merupakan salah satu wilayah
sentra produksi wortel, terdapat perbedaan produktivitas potensial sebesar 25 ton/ha
dengan produktivitas aktual sebesar 18 ton/ha, terdapat peluang untuk
pengoptimalan produksi dengan mengalokasikan input produksi seefisien mungkin.
Penelitian ini dilakukan di Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji Kota
Batu sebagai wilayah sentra dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dari faktor
produksi diantaranya luas lahan, benih, pupuk kandang, pupuk kimia, nutrisi,
pestisida dan tenaga kerja terhadap tingkat efisiensi usaha tani serta menganalisis
pengaruh faktor sosial terhadap inefisiensi usaha tani wortel. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan fungsi produksi cobb douglas
stochastic frontier. Penentuan populasi sampel menggunakan proportional random
sampling dengan populasi gabungan kelompok tani Anjasmoro sebanyak 174
petani kemudian sampel 64 responden petani dari perhitungan Slovin. Penelitian ini
dilaksanakan mulai bulan Januari 2024 – Mei 2024 dengan pengumpulan data
melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan akan
diolah menggunakan aplikasi frontier 4.1
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh nyata
secara positif terhadap produksi wortel diantaranya yaitu luas lahan, benih, pupuk
kandang dan nutrisi mikro dalam taraf kepercayaan 10%. Faktor produksi yang
berpengaruh positif dan tidak nyata yaitu pupuk kimia dan faktor produksi yang
berpengaruh negatif dan tidak nyata yaitu pestisida dan tenaga kerja. Efisiensi
teknis usaha tani wortel di Desa Sumber Brantas masih tergolong kurang efisien
dengan nilai efisiensi sebesar 77%, sehingga masih terdapat peluang untuk
meningkatkan efisiensi sebesar 23%. Faktor sosial juga memberikan pengaruh
nyata secara positif terhadap inefisiensi teknis diantaranya yaitu jumlah anggota
keluarga dan status kepemilikan lahan.
Berdasarkan kesimpulan pada penelitian ini maka saran yang dapat diberikan
yaitu (1) Penggunaan faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi
wortel diantaranya yaitu luas lahan, benih, pupuk kandang dan nutrisi dengan
maksimal dan mengurangi penggunaan faktor produksi diantaranya yaitu pupuk
kimia, pestisida dan tenaga kerja untuk pengoptimalan produksi yang dapat di
capai. (2) Peningkatan peluang sebesar 23% dengan input produksi yang sesuai dan pengelolaan yang sesuai dengan prosedur penggunaan, sehingga mengantisipasi
adanya pemborosan penggunaan input produksi. (3) Faktor sosial petani dalam
meningkatkan efisiensi dapat dilakukan dengan mengikutsertakan anggota keluarga
sebagai tenaga kerja untuk mengalokasikan seefisien mungkin terhadap usaha tani.
Terkait kepemilikan lahan, petani akan lebih efisien ketika memiliki lahan milik
sendiri, karena pengolahan lahan dapat dilakukan dengan konsep Good
Agricultural Practice (GAP) untuk investasi jangka panjang
Analisis Mikroplastik dan Biosorpsi Mikroplastik Ukuran 0,42–0,59 mm oleh Biofilm yang tumbuh di Sungai Metro, Kota Malang, Jawa Timur
Sebagai salah satu sungai di Kota Malang, Sungai Metro dimanfaatkan
oleh masyarakat yang ada di sekitar sungai adalah untuk mendukung kehidupan
sehari-hari seperti mandi, cuci, serta tempat pembuangan air limbah dari aktivitas
rumah tangga. Aktivitas manusia tersebut membuat adanya pencemaran sampah
di sekitar aliran Sungai Metro. Sampah yang banyak ditemukan di aliran Sungai
Metro berupa sampah plastik. Sampah plastik bisa tahan hingga puluhan tahun
dan berdegradasi menjadi ukuran lebih kecil <5 mm (mikroplastik). Salah satu cara
dalam mengatasi pencemaran mikroplastik di perairan adalah dengan melakukan
biosorpsi. Keberhasilan biosorpsi sangat dipengaruhi oleh pemilihan makhluk
hidup atau bagian makhluk hidup yang digunakan untuk mengadsorpsi
(biosorbent).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik mikroplastik pada
air dan biofilm di Sungai Metro dan mengetahui karakteristik kinetik adsorpsi
mikroplastik ukuran 0,42–0,59 mm oleh biofilm di Sungai Metro, Kota Malang,
Jawa Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2024 hingga bulan Juni
2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan
eksperimental. Penentuan titik lokasi pengambilan sampel dilakukan dengan
metode purposive sampling. Prosedur penelitian dilakukan dengan mengambil
sampel air dan batu yang ditumbuhi oleh biofilm untuk dianalisis di laboratorium.
Analisis data menggunakan model persamaan kinetik adsorpsi yaitu pseudo first
order dan pseudo second order.
Hasil identifikasi mikroplastik pada air sungai dan matriks biofilm ditemukan
6 bentuk mikroplastik yaitu fragmen, pelet, film, foam, fiber, dan filamen. Bentuk
mikroplastik yang paling mendominasi pada air sungai adalah fragmen dengan
rata-rata sebesar 19,67 partikel/L, sedangkan pada matriks biofilm didominasi oleh
fragmen dengan rata-rata sebesar 39 partikel/gram. Hasil Identifikasi warna
mikroplastik yang ditemukan pada air sungai terdapat 8 warna yaitu warna hitam,
hijau, biru, putih, coklat, kuning, ungu, dan bening. Warna mikroplastik yang paling
mendominasi pada air sungai adalah warna hitam dengan rata-rata sebesar 26,67
partikel/L. Sedangkan pada matriks biofilm terdapat 10 warna mikroplastik yaitu
warna hitam, hijau, biru, putih, coklat, jingga, ungu, bening, abu-abu, dan merah.
Warna mikroplastik yang paling mendominasi pada matriks biofilm adalah warna
hitam dengan jumlah rata-rata sebesar 47,33 partikel/gram.
Biofilm dapat mengadsorpsi mikroplastik dalam waktu yang relatif singkat
dimana dalam kisaran waktu 5 menit biofilm dapat mengadsorpsi 0,031 gram
mikroplastik dan hasil dapat dibaca menggunakan model pseudo second order
yang didapatkan nilai R2 sebesar 0,97. Proses adsorpsi ini menunjukkan bahwa
biofilm dapat dijadikan sebagai adsorbent dalam pengelolaan lingkungan perairan.
Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk penelitian lebih lebih lanjut
kemampuan adsorpsi mikroplastik yang dilakukan oleh biofilm. Hal ini dalam
rangka untuk mengatasi masalah pencemaran mikroplastik di perairan
Analisis Komunitas Gastropoda di wilayah timur Ekosistem Mangrove Blekok, Situbondo, Jawa Timur
Ekosistem mangrove adalah hubungan timbal balik antara komunitas yang
didominansi oleh vegetasi mangrove dengan organisme yang tumbuh dan
berkembang di daerah tropis dan subtropic. Mangrove mempunyai fungsi biologis
yang berguna sebagai tempat pemijahan, tempat berlindung, tempat mencari
makan dan tempat asuhan bagi fauna. Gastropoda merupakan fauna yang berada
di ekosistem mangrove. Gastropoda memiliki peranan penting berkaitan dengan
rantai makanan yaitu sebagai herbivor dan detrivor. Kepadatan komunitas
gastropoda dipengaruhi oleh faktor kondisi lingkungan seperti salinitas, bahan
organik pada tanah dan makanan. Informasi mengenai komunitas gastropoda
pada ekosistem mangrove dan hubungannya dengan bahan organik tanah serta
tekstur tanah di wilayah timur Kampung Blekok masih terbatas. Hal tersebut
menjadi dasar penelitian mengenai komunitas gastropoda yang berada pada
mangrove di Kampung Blekok. Penelitian dan pengamatan dilaksanakan pada 24–
26 Januari 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode
survei. Penentuan titik area pengamatan ditentukan menggunakan teknik
purposive sampling dengan tiga area di muara, tengah ekosistem mangrove dan
dekat tambak. Pengambilan sampel gastropoda menggunakan transek ukuran
10x10 m2
. Pengambilan gastropoda pada transek secara bersamaan diambil juga
sampel tanah dengan kedalaman ±10 cm, untuk dianalisis tekstur tanah dan
kandungan bahan organiknya. Analisis struktur komunitas gastropoda yaitu
menghitung kepadatan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi. Analisis
deskriptif digunakan untuk menganalisis hubungan tekstur tanah dan tanah
dengan gastropoda. Komunitas gastropoda pada wilayah timur Kampung Blekok
ditemukan 8 jenis spesies. Nilai kepadatan tertinggi pada batang dan tanah secara
berurutan 610 dan 1050 ind/ha berada pada area dekat tambak dan tengah
mangrove. Nilai indeks keanekaragaman (H’) pada batang dan tanah secara
memiliki nilai berkisar 0,94–1,85 tergolong dalam kriteria rendah hingga sedang.
Nilai indeks keseragaman (E) pada batang dan tanah memiliki nilai kisaran
sebesar 0,59–0,97 tergolong pada kategori tinggi. Nilai indeks dominansi (D) pada
batang dan tanah berkisar pada nilai 0.16–0,44 tergolong pada kategori rendah
hingga sedang. Kepadatan gastropoda akan meningkat apabila tesktur tanah
dengan partikel lebih halus karena bahan organik akan lebih mudah mengendap,
sehingga pada area dekat muara dan area tengah ekosistem mangrove dengan
tekstur lempung berdebu memiliki bahan organik yang lebih tinggi sebesar 16,39%
dan 10,81% dengan kepadatan gastropoda lebih unggul dibanding dengan
kepadatan area dekat tambak yang memiliki tesktur berpasir dengan bahan
organik 6,87% dimana kelimpahan gastropoda sebesar 640 ind/ha
Penggunaan Mulsa Sebagai Upaya Upaya Peningkatan Efisiensi Absorbsi (Ea) dan Produksi Tanaman Padi Gogo (Oryza sativa L.) Var Inpago 13
Budidaya tanaman padi di Indonesia dapat dibedakan sesuai tempat
tumbuh tanaman, yakni padi sawah, padi lahan kering (padi gogo), dan padi rawa. Pengembangan budidaya padi gogo pada lahan kering merupakan alternatif
strategis dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan nasional, karena potensi
lahan kering yang cukup luas. Jarak tanam yang berbeda dapat mempengaruhi
populasi tanaman pada lahan dan penerimaan efisiensi absorbsi energi matahari
yang bertujuan untuk menunjang pertumbuhan dan hasil tanaman juga berbeda
pada masing-masing jarak tanam dan perlakuan. Penelitian akan dilaksanakan
pada bulan Agustus-Desember 2023. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan
Fakultas Pertanian, di Jatimulyo, Malang, Jawa Timur. Alat-alat yang akan
digunakan dalam penelitian ini antara lain Altimeter, Cultivator untuk pengolah
lahan, Leaf Area Meter tipe LI-3100, knapsack sprayer electric, timbangan Nict
Voor tipe PS 1200, Oven Memmert tipe 21037 FNR, Bahan yang digunakan
antara lain, benih padi gogo Inpago 13, mulsa jerami, mulsa plastik hitam perak, NPK majemuk (15:15:15), KCL, Ferthipos, dan Urea (46% N). Penelitian ini menggunakan Penelitian menggunakan Rancangan Petak
Terbagi (RPT) diulang 3 kali dengan petak utama yaitu Jenis Mulsa dengan tiga
perlakuan yaitu tanpa mulsa (M0), mulsa jerami (M1) dan Mulsa Plastik Hitam
Perak (M2) dengan anak petak yaitu Tata Letak dengan perlakuan (T1) bujur
sangkar 30 cm × 30 cm (populasi 111.111 tan.ha
-1),(T2) bujur sangkar 20 cm × 20
cm (populasi 250.000 tan.ha
-1) dan (T3) jajar legowo 40 × 20 × 12,5 cm (populasi
266.666 tan.ha
-1). Variabel yang diamati meliputi parameter pertumbuhan
(panjang tanaman, jumlah anakan per tanaman, jumlah daun per tanaman, luas
daun per tanaman, bobot kering total tanaman per rumpun), parameter hasil
(jumlah anakan produktif per tanaman, gabah kering giling per tanaman, gabah
kering giling per m2
, hasil gabah kering per ha, bobot 1000 butir gabah, jumlah
bulir per malai) pengamatan berat kering gulma, dan perhitungan efisiensi
absorbsi (Ea). Data yang diperoleh dilakukan pengujian menggunakan analisis
ragam BNJ pada taraf 5% untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan. Dari analisis data pengamatan Mulsa Plastik Hitam Perak berpengaruh
terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, bobot 1000 butir dan indeks luas daun, namun tidak berpengaruh terhadap jumlah daun, luas daun, bobot kering tanaman, anakan produktif, bobot gabah kering tanaman, m2
, ha dan jumlah bulir padi. Jajar
legowo berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman, luas daun, berat gabah
kering tanaman, per m2 dan per ha. Letak persegi 30 cm x 30 cm berpengaruh
nyata terhadap jumlah daun, jumlah anakan, berat kering, berat gabah per tanaman
dan jumlah gabah. Jarak Tanam jajar legowo 40 20 x 12,5 cm dengan mulsa
plastik hitam perak tidak mampu meningkatkan efisiensi absorbsi pada tanaman
padi gogo. Interaksi antara perlakuan jenis mulsa dan tata letak berpengaruh nyata
terhadap panjang tanaman, bobot kering total tanaman per rumpun, jumlah bulir
per malai, gabah kering giling per rumpun, gabah kering giling per m2
, gabah
kering giling per ha, bobot 1000 butir gabah kerin
Analisis Status Stok Perikanan Udang Bintik (Metapenaeus brevicornis) di Perairan Kotabaru, Kalimantan Selatan
Perikanan udang bintik di Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan
merupakan perikanan yang masih berskala kecil. Perikanan udang bintik di
Perairan Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan ini juga menjadi fokus terhadap
status stok perikanannya. Udang bintik ini salah satu spesies yang menjadi bahan
utama pada olahan industri pangan. Hasil dari olahan industri pangan tersebut
berbentuk krupuk udang dengan nama produk yaitu FINNA yang di produksi oleh
PT. Sekar Laut Tbk. Perusahaan ini salah satu industri yang memanfaatkan
perikanan udang, khususnya udang bintik, di Perairan Kotabaru sebagai bahan
utama dalam olahan krupuk udang yang di ekspor ke pasar global, untuk
ketercapaiannya dibutuhkan sertifikasi perikanan Marine Stewardship Council
(MSC). Penelitian ini dilakukan terutama untuk: 1). Menganalisis hubungan antara
panjang dan berat dari udang bintik (Metapeneaus brevicornis), 2).
Mengidentifikasi hubungan antara panjang pertama kali matang gonad atau length
at first maturity (Lm) dengan panjang pertama kali tertangkap atau length at first
capture (Lc) dari udang bintik (Metapeneaus brevicornis), dan 3). Mengestimasi
nilai rasio potensi pemijahan dari udang bintik (Metapeneaus brevicornis).
Data Primer yang digunakan yaitu Panjang karapas udang, berat udang,
data Tingkat Kematangan Gonad (TKG) udang bintik (M. brevicornis), data titik
penangkapan dan komposisi hasil tangkapan merupakan data primer yang
dikumpulkan langsung oleh peneliti. Data Sekunder yang digunakan Produksi
tahunan terhadap jumlah tangkapan yang memiliki fungsi untuk membantu
menggambarkan profil perikanan di Perairan Kotabaru, Kalimantan Selatan. Data
produksi tahunan yang dibutuhkan untuk mengetahui presentasenya adalah
Laporan status stok pada perikanan udang di Perairan Kotabaru, Kalimantan
Selatan. Data panjang dan berat ikan didapatkan dengan melakukan pengukuran
terhadap sampel pada udang yang ditangkap dengan menggunakan Trammel net.
Panjang karapas udang diukur menggunakan Jangka Sorong dan berat udang
diukur menggunakan timbangan digital. Pengukuran panjang dan berat dilakukan
setiap hari dari bulan Januari 2024 – Maret 2023. Data panjang dan berat
didapatkan dari beberapa sampel pada udang bintik (M. brevicornis). Data Tingkat
Kematangan Gonad (TKG) didapatkan dengan melakukan identifikasi pada bagian
gonad dalam udang.
Hasil analisis panjang pertama kali matang gonad (Lm) dan panjang
pertama kali terangkap (Lc) menunjukkan bahwa udang bintik (M.brevicornis) yang
berada di perairan kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan memiliki nilai Lm dan Lc
sebesar 33,5 mm dan 56,5 mm dengan selisih 23 mm. Hal tersebut menunjukkan
bahwa hasil tangkapan nelayan Kotabaru didominasi oleh udang dengan ukuran
layak tangkap, dengan lanjutan dari Analisa Hasil analisis berupa diagram
lingkaran menunjukkan bahwa nilai SPR udang bintik (M.brevicornis) yang berada
di perairan kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 43% dengan status
pemanfaatan moderate, faktor hasil analisa SPR 43% karena kecilnya skala
perikanan udang di perairan kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan dan pengaruh
dari musim penangkapan yang ada. Kesimpulan yang didapatkan dari hasil analisis Status Stok Perikanan
udang bintik (M. brevicornis) di Perairan Kotabaru, Kalimantan Selatan adalah
hubungan panjang dan berat udang bintik (Metapenaeus brevicornis) adalah
alometrik negatiif yang berarti pertumbuhan panjang lebih cepat daripada
pertumbuhan berat, Panjang pertama kali matang gonad (Lm) Lebih kecil daripada
Panjang pertama kali tertangkap (Lc) artinya kegiatan penangkapan di perairiran
Kotabaru Kalimantan Selatan hasil tangkapannya sudah mencapai tingkat
kematangan pada gonad, dan analisis LB-SPR, nilai SPR udang bintik yang di
daratkan di perairan Kotabaru, Kalimantan Selatan sebesar 43% dan status
pemanfaatannya kurang (under exploited).
Saran dari adanya kegiatan penelitian mengenai analisis Status Stok
Perikanan udang bintik (M. brevicornis) di Perairan Kotabaru, Kalimantan Selatan
adalah Alat tangkap yang digunakan untuk kegiatan penangkapan harus
dipertahankan agar status stok udang bintik tetap berkelanjutan dan penelitian
selanjutnya dilakukan mengenai status stok perikanan udang bintik yang tidak
memberikan dampak pada perikanan lain
Analisis Peran Media Sosial Sebagai Media Promosi Digital Destinasi Ekowisata (Studi terhadap Wisata Kebun Raya Mangrove Kota Surabaya).
Pemanfaatan kemajuan teknologi dinilai sebagai cara yang paling efektif
untuk melakukan kegiatan promosi, hal ini dapat dilakukan dengan metode digital
promotion (Yanti, 2019). Salah satu industri yang memanfaatkan hal tersebut
adalah industri pariwisata. Hal ini tentu sangat berguna dan diperlukan, karena
banyak sekali calon pengunjung atau wisatawan yang mencari informasi melalui
media sosial (A. N. Andina et al., 2022). Kebun Raya Mangrove Surabaya
merupakan satu-satunya Kebun Raya yang pertama kali mengkhususkan kawasan
bakau sebagai daya tariknya di Indonesia (sumber: cnnindonesia.com). Terdapat 5
aspek utama Kebun Raya Mangrove Kota Surabaya adalah sebagai berikut: 1.
Konservasi; 2. Edukasi; 3. Jasa Lingkungan; 4. Ekowisata; 5. Penelitian (data
wawancara peneliti, 2024). Dan untuk memenuhi kriteria ketahanan pangan Kebun
Raya Mangrove Kota Surabaya menjadi pusat pengembangan Mangrove sebagai
sumber alternatif pangan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.
Rumusan masalahn penelitian sebagai berikut: (1) Bagaimana persebarn informasi
destinasi Kebun Raya Mangrove Kota Surabaya? (2) Bagaimana peran media sosial
dalam persebaran konten promosi dengan model AISAS pada Kebun Raya
Mangrove Kota Surabaya? Dan (3) Bagaimana keterlibatan masyarakat dalam
kegiatan promosi destinasi Kebun Raya Mangrove Kota Surabaya? Peneliti
menggunakan data primer dan data sekunder yang didapatkan melalui informan
serta dokumen. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi,
wawancara, serta dokumentasi. Terdapat 4 tahapan analisis data, yaitu
pengumpulan data, pereduksian data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini, yaitu (1) Persebaran informasi destinasi Kebun
Raya Mangrove Kota Surabaya yang dilakukan oleh pengelola destinasi dapat
dikatakan kurang, terutama dalam hal pemasaran digital, (2) Peran media sosial
dalam persebaran konten promosi dengan model AISAS pada Kebun Raya
Mangrove Kota Surabaya cenderung kurang maksimal dikarenakan keterbatasan
penggunaan media sosial, dan (3) Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan promosi
destinasi Kebun Raya Mangrove Kota Surabaya dinilai belum ada, dikarenakan
masyarakat pekerja belum dilibatkan dalam konten promosi yang dibuat oleh
penglola, selain itu masyarakat saat ini tidak terlalu peduli terkait kegiatan promosi
yang dilakukan oleh pihak pengelola
Pengaruh Padat Tebar yang Berbeda terhadap Kelulushidupan dan Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei)
Tingginya minat akan udang vaname mendorong para pembudidaya
untuk meningkatkan hasil produksi salah satunya dengan menyempurnakan
teknik budidaya yang akan diterapkan. Budidaya udang vaname dengan pola
super intensif merupakan salah satu sistem budidaya yang dapat dilakukan untuk
meningkatkan nilai produktivitas. Padat tebar untuk budidaya superintensif
adalah berkisar antara 217 – 385 ekor/m2
. Padat tebar memiliki peran penting
dalam kegiatan budidaya guna menentukan jumlah komoditas yang akan ditebar
pada kolam budidaya. Perbedaan padat tebar memiliki pengaruh pada
pertumbuhan dan kelangsungan hidup komoditas yang di budidayakan. Padat
tebar yang tinggi akan memberikan pengaruh peningkatan akan memberikan
pengaruh signifikan pada tingkat kualitas media pemeliharaan. Kualitas media
budidaya yang buruk akan berpengaruh pada komoditas yang di budidayakan.
Hal ini menjadi alasan perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk
mengetahui padat tebar yang baik untuk melakukan kegiatan budidaya udang
vaname.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Februari 2024 yang
dilaksanakan di Nucleus Center Balai Produksi Induk Udang Unggul dan
Kekerangan (BPIU2K), Karangasem, Bali. Penelitian ini menggunakan metode
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yang dilakukan
pengulangan selama 3 kali. Perlakuan ini meliputi padat tebar udang vaname
sebanyak 100 ekor/m2
, 200 ekor/m2
, 300 ekor/m2 selama 4 minggu. Parameter
utama yang diamati adalah kelulushidupan/survival rate (SR) dan pertumbuhan
udang vaname ditambah dengan parameter penunjang meliputi suhu, Oksigen
Terlarut, pH, salinitas, dan amonia.
Hasil penelitian ini adalah padat tebar yang optimal bagi tingkat
kelulushidupan dan laju pertumbuhan udang vaname adalah sebanyak 100
ekor/m2 dengan masing-masing nilai kelulushidupan sebesar 90%, nilai
pertumbuhan mutlak sebesar 16,05 gram, dan nilai pertumbuhan spesifik adalah
sebesar 7,49%/har
Analisis Hematologi Ikan Bandeng (Chanos chanos) yang Terpapar Logam Berat Timbal (Pb) di Perairan Pantai LamonganSidoarjo Jawa Timur
Wilayah pesisir yang dimiliki Indonesia dapat dimanfaatkan untuk berbagai
kegiatan antara lain transportasi, daerah penangkapan ikan oleh nelayan, kegiatan
industri, pelabuhan dan pemukiman. Pemanfaatan wilayah perairan pada akhirnya
berpotensi menghasilkan limbah yang dapat menurunkan kualitas perairan dan
berdampak buruk terhadap lingkungan sekitarnya. Limbah yang masuk ke
perairan salah satunya adalah logam berat. Perairan di pantai utara Jawa Timur
sepanjang daerah Lamongan, Gresik, Surabaya hingga Sidoarjo diduga telah
megalami pencemaran logam berat karena banyak ditemukan kawasan industri
berbahan baku logam. Penelitian terdahulu melaporkan paparan logam berat telah
menyebabkan terjadinya perubahan profil hematologi ikan secara kualitatif dan
kuantitatif.
Lima lokasi pengambilan sampel ditentukan menggunakan teknik
purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel yang dipertimbangkan
memiliki atribut-atribut tertentu. Alasan meggunakan teknik purposive sampling ini
karena sesuai digunakan untuk penelitian kuantitatif atau penelitian yang tidak
melakukan generalisasi. Lima lokasi yang telah ditentukan merupakan kawasan
pantai yang dikelilingi oleh kegiatan industry dan pernah ditemukan kandungan
logam berat dengan konsentrasi yang melebihi baku mutu dan terakumulasi dalam
biota perairan yang hidup di sana. Lima stasiun tersebut antara lain, Pantai
Kalanganyar Sidoarjo, Pantai Gununganyar Surabaya, Pantai Ujungpangkah
Gresik, Pantai Paciran Lamongan, dan Pantai Brondong Lamongan.
Hasil rata-rata kadar logam berat timbal pada sampel air dari titik 1 hingga
titik 5 secara beruntun yaitu 0,147 mg/L, 0,19 mg/L, 0,133 mg/L, 0,173 mg/L, dan
0,157 mg/L. Rata-rata kadar logam berat timbal pada sampel ginjal ikan secara
berurutan yaitu 0,145 mg/L, 0,155 mg/L, 0,13 mg/L 0,1 mg/L, dan 0,125 mg/L.
Berdasarkan data tersebut nilai logam berat timbal di air dan ginjal ikan melebihi
baku mutu di PP No. 22 Tahun 2021. Pengaruh logam berat di air terhadap
hematologi berdasarkan koefisien determinasi (R2) yaitu pengaruh logam berat
terhadap eritrosit sebesar 26,4%, leukosit 79,6%, hemoglobin 68,1%, hematokrit
79,5%, makronuklei 54,7%, mikronuklei 64,1%, trombosit 55,8%, monosit 67,3%,
limfosit 49,7%, basinofil sebesar 0,7%, pengaruh terhadap eusinofil sebesar 1,1%,
neutrofil 37,7%. Pengaruh logam berat di ginjal terhadap hematologi berdasarkan
koefisien determinasi (R2) yaitu pengaruh logam berat terhadap eritrosit sebesar
26,7%, leukosit 90,8%, hemoglobin 32,9%, hematokrit 85,5%, makronuklei 4,6%,
mikronuklei 0,1%, trombosit 5,3%, monosit 6%, limfosit 4,2%, basinofil 0,1%,
eusinofil 35%, neutrofil 10,2%. Pengaruh logam berat di air terhadap kualitas air
berdasarkan koefisien determinasi (R2) yaitu pengaruh logam berat terhadap suhu
sebesar 71,8%, kecerahan 21,5%, kecepatan arus 0,6%, alkalinitas 0,6%, pH
33,9%, salinitas 75,5%, DO 68,3%, TSS 0,1%, TDS 2,2%, nitrat 1,6%, ammonia
0,4%, orthofosfat 2,5%, CO2 21,3%, TOM 6,3%, ammonium 27%, nitrit 4%, COD
0,2%, BOD 5,1%
Pengaruh Social Media Marketing dan Electronic Word of Mouth terhadap Keputusan Pembelian Produk Skintific (Survei pada Mahasiswa Pengguna TikTok di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya)
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh variabel independen, yaitu
Social Media Marketing (X1) dan Electronic Word of Mouth (X2), baik secara
bersamaan maupun secara terpisah terhadap variabel dependen Keputusan
Pembelian (Y) produk Skintific. Jenis penelitian ini adalah explanatory research
dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui survei dengan
menggunakan kuesioner yang disebar secara online kepada 97 responden yang
merupakan Mahasiswa Sarjana Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya
yang menggunakan Aplikasi TikTok. Sampel diambil dengan menggunakan teknik
purposive sampling, dan analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan
analisis regresi linier berganda. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan
software SPSS versi 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) variabel
Social Media Marketing (X1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap
Keputusan Pembelian (Y); (2) variabel Electronic Word of Mouth (X2) secara
parsial berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y); dan (3) variabel
Social Media Marketing (X1) dan Electronic Word of Mouth (X2) secara simultan
berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y)