University of Brawijaya

bkg
Not a member yet
    137686 research outputs found

    Pengaruh Suhu Penuangan Terhadap Fluiditas dan Kekasaran Propeller ADC12 + Ni Investment Casting

    No full text
    Indonesia, selain dikenal sebagai negara agraris, juga dikenal sebagai negara maritim. Berdasarkan letak geografisnya, sebagian besar penduduknya bermukim di daerah pesisir laut yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Permasalahan yang timbul adalah banyak nelayan yang menghadapi kendala dalam hal kegagalan pada propeler mereka. Oleh karena itu, dilakukan pengujian terhadap proses manufaktur propeller guna menciptakan propeller yang lebih baik. Pengecoran digunakan untuk membuat bagian mesin dengan bentuk yang kompleks seperti propeller. Temperatur tuang merupakan salah satu unsur penting yang harus diperhatikan dalam memproduksi produk pengecoran karena faktor ini sangat berpengaruh terhadap kualitas coran yang meliputi mikrostruktur dan sifat

    Karakterisasi Buih dan Sifat Fisikokimia Bubuk Kelopak Bunga Rosela Ungu (Hibiscus sabdariffa L.) Hasil Pengeringan Buih dengan Berbagai Jenis Pengemulsi

    No full text
    Rosela ungu merupakan tanaman golongan herbal yang tumbuh di negara beriklim tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Secara umum, bagian kelopak tanaman rosela ungu dalam bentuk bubuk banyak diaplikasikan sebagai minuman fungsional, pewarna alami, dan lain-lain karena mengandung nutrien dan kaya akan senyawa bioaktif sehingga dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Di Indonesia, pembuatan bubuk kelopak bunga rosela umumnya dilakukan secara tradisional, yakni pengeringan langsung di bawah sinar matahari sehingga menyebabkan perubahan warna, rasa, kandungan senyawa bioaktif yang rentan terdegradasi oleh keberadaan cahaya (contohnya antosianin), serta berpotensi untuk terkontaminasi akibat pengeringan terbuka. Salah satu alternatif pengolahan yang sesuai dalam pembuatan bubuk kelopak bunga rosela supaya kandungan senyawa bioaktifnya tetap terjaga adalah menggunakan metode pengeringan buih. Pengeringan buih merupakan metode pengeringan yang mampu mempercepat proses penguapan air sehingga kandungan senyawa bioaktif yang tidak stabil terhadap suhu tinggi tetap terjaga. Tujuan penelitian ini adalah mengkarakterisasi buih, sifat fisikokimia, aktivitas antioksidan, dan kandungan fitokimia bubuk kelopak bunga rosela ungu hasil pengeringan metode pengeringan buih. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif karena sesuai dengan tujuan penelitian, yakni eksplorasi. Batasan penelitian ini adalah jumlah ulangan tidak mencukupi derajat bebas galat yang ditentukan akibat keterbatasan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemulsi yang sesuai digunakan untuk pembuatan bubuk kelopak bunga rosela ungu adalah TBM (HLB = 16,25±0,91), dibuktikan dengan nilai HLB yang lebih tinggi dibandingkan pengemulsi lainnya. Nilai TBM yang lebih tinggi menunjukkan korelasi positif terhadap sifat fisik buih, yakni menghasilkan buih dengan pengembangan, densitas, dan stabilitas yang optimal sehingga akan mempersingkat durasi pengeringan. Hal tersebut akan mempengaruhi karakteristik fisik dan dan kimia bubuk kelopak bunga rosela ungu. Bubuk kelopak bunga rosela ungu dengan penambahan pengemulsi TBM memiliki karakteristik kimia lebih baik, dibuktikan dengan kandungan total antosianin (3,97±0,42 mg sianidin-3-glukosida/g), total fenolik (6,67±0,26 mg GAE/g), aktivitas antioksidan (inhibisi DPPH = 41,93±1,00% dan ABTS = 90,41±0,99%), serta jumlah senyawa bioaktif terdeteksi (6 senyawa) lebih tinggi dibandingkan sampel bubuk dengan penambahan pengemulsi SP dan SSL. Berbanding terbalik dengan TBM, pengemulsi SSL (HLB = 12,15±1,53) memiliki nilai HLB terendah sehingga stabilitas buih yang dihasilkan rendah. Kondisi ini menyebabkan durasi pengeringan menjadi lebih lama dan memicu terjadinya degradasi senyawa yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, pengemulsi dengan nilai HLB <12 tidak disarankan untuk digunakan sebagai bahan pembuih dalam metode pengeringan buih

    Pengaruh Tingkat Kekompakan Permukiman terhadap Kualitas Hidup Masyarakat Kota Malang

    No full text
    Kota Malang merupakan salah satu kota yang juga mengalami fenomena urban sprawl. Urban sprawl menyebabkan berbagai dampak negatif, salah satunya adalah penurunan kualitas hidup masyarakat. Pada beberapa kelompok permukiman, masyarakat dinilai masih memiliki kualitas hidup yang rendah. Konsep yang dirancang untuk mengatasi permasalahan ini adalah penerapan kota kompak. Konsep kota kompak dikatakan mampu mendorong kesejahteraan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Maka, untuk mengembangkan konsep kota kompak yang sesuai untuk diimplementasikan di Kota Malang, perlu dilakukan perumusan model pengaruh tingkat kekompakan permukiman terhadap kualitas hidup masyarakat. Teknik analisis yang digunakan berupa analisis kualitas hidup masyarakat, analisis tingkat kekompakan permukiman, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perumahan formal, indeks kualitas hidup masyarakat berada pada nilai 0,85, sedangkan pada perumahan informal, indeks kualitas hidup masyarakat berada pada nilai 0,80. Indeks kekompakan permukiman untuk perumahan formal berada pada nilai 0,21, sedangkan pada perumahan informal, indeks kekompakan permukiman berada pada nilai 0,20. Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara tingkat kekompakan permukiman dengan kualitas hidup masyarakat baik pada perumahan formal maupun perumahan informal. Pada model regresi perumahan formal maupun perumahan informal, variabel dengan pengaruh paling besar pada adalah kepadatan fasilitas publik dengan nilai standardized coefficient sebesar 1,061 untuk perumahan formal dan 1,032 untuk perumahan informal. Pemenuhan fasilitas publik merupakan hal utama dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat agar masyarakat dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan akan fasilitas publik, sehingga beberapa variabel seperti pendidikan dan kesehatan pada kualitas hidup masyarakat terpenuhi

    Tingkat Keterkendalian Harga Bahan Pangan Di Kabupaten Lamongan Triwulan I Tahun 2024.

    No full text
    Pangan merupakan kebutuhan utama manusia yang harus dipenuhi setiap saat yang digunakan sebagai sumber energi. Ketersediaan pangan merupakan aspek penting dalam mewujudkan ketahanan pangan dikarenakan penyediaan pangan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Keterbatasan menyediakan bahan pangan akan mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat. Selain itu, terjadinya penurunan hasil panen juga berdampak pada permintaan konsumen yang tidak terpenuhi. Hal tersebut, akan menyebabkan adanya keterbatasan persediaan bahan pangan, yang akan menjadi salah satu penyebab ketidakstabilan harga yang berdampak pada konsumen, produsen hingga pasar. Penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat fluktuasi harga bahan pangan dan tingkat harga serta tingkat keterkendalian harga bahan pangan di Kabupaten Lamongan Triwulan I Tahun 2024. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga eceran harian bahan pangan pokok dan tingkat disparitas pasar di Kabupaten Lamongan Triwulan I Tahun 2024. Kedua untuk mengetahui perkembangan harga eceran bulanan bahan pangan pokok di Kabupaten Lamongan Triwulan I Tahun 2024. Kemudian untuk mengetahui dan menganalisis tingkat fluktuasi serta tingkat keterkendalian harga bulanan bahan pangan pokok di Kabupaten Lamongan Triwulan I Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif statistik. Penelitian dilakukan di Kabupaten Lamongan pada empat pasar di Kabupaten Lamongan yaitu Pasar Babat, Pasar Blimbing, Pasar Mantup, dan Pasar Sidoharjo. Data yang digunakan yaitu jenis data sekunder (data panel) pada Triwulan I (Januari-Maret) Tahun 2024 pada 24 jenis bahan pangan yang diperoleh dari website Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok Jawa Timur (SISKAPERBAPO, 2024). Metode analisis data yang digunakan yaitu menggunakan metode deskriptif statistik. Perhitungan Koefisien Variasi digunakan untuk mengetahui fluktuasi harga dan disparitas harga, dan untuk mengetahui tingkat keterkendalian harga bahan pangan menggunakan perbandingan tingkat fluktuasi harga bahan pangan di Kabupaten Lamongan dengan tingkat harga acuan. Berdasarkan data pergerakan harga eceran harian bahan pangan, rata-rata harga bahan pangan stabil dengan trend meningkat. Dilihat dari intensitas perubahannya, pergerakan harga eceran harian bahan pangan di Kabupaten Lamongan selama triwulan I Tahun 2024 sebagian besar dikategorikan jarang berubah. Dikatakan jarang berubah karena frekuensi perubahan harga kurang dari 30 kali yang terjadi pada bahan pangan seperti beras premium, beras medium, gula kristal putih, minyak goreng kemasan premium, daging sapi paha belakang, daging ayam ras, telur ayam ras, terigu protein sedang, kedelai lokal, cabai merah keriting bawang merah, bawang putih, kacang hijau, kacang tanah, kubis, kentang, wortel dan buncis tergolong jarang berubah harganya. Pergerakan harga eceran bulanan bahan pangan di Kabupaten Lamongan selama Triwulan I 2024 terjadi disetiap pasar, kecuali jenis bahan pangan daging ayam kampung, telur ayam kampung dan kedelai impor. Dimana nilai perubahan harganya sebesar 0,00%. Nilai tersebut dikatakan tidak mengalami kenaikan selama Triwulan I Tahun 2024. Perkembangan fluktuasi harga eceran bulanan bahan pangan dalam hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil perubahan fluktuasi hampir terjadi pada semua komoditas bahan pangan pada 4 pasar yang diamati di Kabupaten Lamongan. Fluktuasi tertinggi terjadi pada cabai rawit merah selama Triwulan I (Januari-Maret) Tahun 2024. Tingkat keterkendalian harga konsumen bahan pangan di Kabupaten Lamongan selama Triwulan I 2024 hampir keseluruhan terkendali berdasarkan tingkat fluktuasinya. Sedangkan dari tingkat harga acuan ada beberapa jenis bahan pangan yang tidak terkendali seperti beras premium, beras medium, kedelai impor, kedelai lokal, cabai merah keriting, cabai merah besar dan cabai rawit merah. Tingkat keterkendalian berdasarkan pasar dan bulan tergolong terkendali dilihat dari fluktuasinya, sedangkan dilihat dari harga acuan tergolong tidak terkendali

    Pengaruh Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Dalam Sediaan Spray Gel Terhadap Luas Luka Pada Luka Bakar Derajat IIA

    No full text
    Luas luka bakar adalah luka pada permukaan tubuh akibat kontak langsung dengan penyebab luka bakar yang meluas dan digunakan sebagai pedoman penentuan derajat luka serta menunjukkan seberapa baik proses penyembuhan luka berlangsung, dikarenakan luas luka dapat diukur secara obyektif dan dinilai secara kuantitatif. Daun kersen (Muntingia calabura L.) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid sebagai antiinflamasi, tanin sebagai astringen, dan saponin sebagai antibakteri yang dapat bermanfaat dalam membantu proses penyembuhan luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kersen dalam sediaan spray gel terhadap luas luka bakar derajat IIA pada tikus putih galur wistar. Metode penelitian yang digunakan, yaitu simple random sampling, dengan 25 tikus sebagai sampel yang dibagi menjadi 5 kelompok penelitian, yaitu K(-) normal saline, K(+) basis spray gel, ekstrak daun kersen P1 (12,5%), P2 (15%), dan P3 (17,5%). Luka bakar dibuat pada punggung tikus dan dirawat selama 14 hari. Area luka yang telah difoto dianalisis menggunakan CorelDRAW. Hasil luas luka dianalisis menggunakan SPSS 29. Hasil uji Kruskal Wallis didapatkan asymp. Sig (0.001) > a (0.05), yang artinya terdapat pengaruh pemberian ekstrak daun kersen terhadap pengecilan luas luka bakar secara bermakna. Hasil uji Mann Whitney didapatkan nilai asymp. Sig (0.009) > a (0.05) antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kersen berpengaruh terhadap pengecilan luas luka bakar derajat IIA

    Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, Growth, Firm Size dan Collateralizable Assets Terhadap Kebijakan Dividen (Studi Kasus pada Perusahaan Non Keuangan LQ45 di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2022)

    No full text
    Arus globalisasi yang pesat memicu persaingan bisnis yang ketat, sehingga perusahaan memerlukan modal cukup untuk bertahan. Pasar modal menjadi sumber dana eksternal, di mana perusahaan dapat memperjualbelikan sekuritas untuk membiayai usahanya. Investasi saham menawarkan potensi keuntungan tinggi dengan risiko tinggi, yang berasal dari capital gain dan dividen. Kebijakan dividen yang mencerminkan pembagian laba kepada pemegang saham, dipengaruhi oleh kondisi keuangan perusahaan. Rasio Dividend Payout Ratio digunakan untuk menilai pembagian laba sebagai dividen. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian explanatory dengan pendekatan kuantitatif dengan menganalis pengaruh enam variabel yang terdiri dari profitabilitas, likuiditas, Leverage, Growth in Assets, Firm size, dan Collateralizable assets terhadap Deviden Payout Ratio. Penelitian ini menguji pengaruh variabel-variabel tersebut pada perusahaan LQ45 di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2022, dengan data dari laporan keuangan yang dipublikasikan di situs Bursa Efek Indonesia. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih sampel perusahaan non-keuangan yang konsisten dalam indeks LQ45 dan membagikan dividen selama periode penelitian. Data dianalisis menggunakan software EViews 13. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya profitabilitas yang diukur dengan Return On Assets (ROA) memiliki pengaruh signifikan terhadap Dividend Payout Ratio (DPR), sementara likuiditas (Current Ratio), leverage (Debt to Equity Ratio), Growth in Assets, Firm Size, dan Collateralizable Assets tidak memiliki pengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor internal tersebut tidak selalu menjadi pertimbangan utama dalam pembagian dividen. Sebaliknya, kondisi keuangan dan proyeksi kinerja perusahaan lebih berperan dalam menentukan kebijakan dividen. Penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan dividen dipengaruhi oleh berbagai faktor yang memerlukan pertimbangan mendalam dari manajemen perusahaan

    Studi Kasus: Penerapan Afirmasi Positif dengan Butterfly Hug pada Pasien Harga Diri Rendah Situasional

    No full text
    Harga diri rendah situasional merupakan kondisi munculnya pandangan negatif tentang makna diri sebagai respons terhadap situasi saat ini (Keliat et al, 2019). Jika tidak diatasi dapat menyebabkan ansietas, perasaan tidak berdaya dan keputusasaan. Selain itu harga diri rendah juga dapat menyebabkan masalah keperawatan jiwa tahap gangguan yang lainnya seperti isolasi sosial, perilaku kekerasan, hingga risiko bunuh diri (Nguyen et al, 2019). Untuk mengatasi harga diri rendah situasional dilakukan afirmasi positif dengan butterfly hug yang merupakan kombinasi metode stimulasi bilateral (gerakan mata dan sentuhan) disertai pengucapan berulang terkait nilai-nilai positif pada diri sendiri (Keliat et al, 2019). Tujuan dilakukannya studi kasus ini untuk mengetahui efektivitas intervensi afirmasi positif dengan butterfly hug pada pasien harga diri rendah situasional. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada satu pasien dengan harga diri rendah situasional selama 8 hari dengan total 6 SP. Instrumen untuk menyeleksi responden menggunakan Self-Reporting Questionnaire (SRQ). Instrumen untuk mengetahui tingkat harga diri klien menggunakan Rosenberg Self Esteem Scale (RSES). Afirmasi positif dengan butterfly hug masuk dalam SP 2 dan dilakukan bertahap dari 2 kali sehari hingga 4 kali sehari selama 5 menit setiap sesinya. Selain itu klien juga dilatih melakukan kegiatan positif secara bertahap. Setelah diberikan intervensi, total tanda gejala pasien berkurang dari 11 ke 1 . Kemampuan klien dalam mengatasi HDRS meningkat dari 1 ke 10. Terdapat peningkatan skor RSES dari 12 (harga diri rendah) hingga 22 (harga diri normal). Selain itu, terdapat pengurangan total skor pada SRQ dari 14 menjadi 7. Dengan begitu, afirmasi positif dengan butterfly hug mampu meningkatkan harga diri seseoran

    Pengaruh Scarcity Messages dan Customer Perceived Value terhadap Impulse Buying (Survei Online pada Mahasiswa FIA Universitas Brawijaya yang Pernah Melakukan Belanja Online di Media Sosial)

    No full text
    Pesatnya perkembangan teknologi yang diiringi dengan perubahan perilaku konsumen Indonesia yang cenderung konsumtif membuat para pelaku bisnis atau pemasar harus mampu memanfaatkan kondisi tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan penentuan strategi pemasaran yang tepat dan penciptaan nilai dari suatu produk guna menarik lebih banyak konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh Scarcity Messages dan Customer Perceived Value baik secara parsial maupun simultan terhadap Impulse Buying. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksplanatory research melalui pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan kepada mahasiswa FIA Universitas Brawijaya yang pernah melakukan pembelian tidak terencana (impulse buying) di media sosial dengan jumlah sampel sebanyak 116 responden. Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner online dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS for Windows ver 26 sebagai alat analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Scarcity Messages yang diterapkan dan Customer Perceived Value yang diciptakan berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap Impulse Buying yang terdapat pada mahasiswa FIA Universitas Brawijaya. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah konsumen akan tertarik terhadap produk-produk langka atau eksklusif yang mempunyai nilai dan manfaat bagi mereka. Semakin langka dan bernilai suatu produk, maka perilaku impulse buying akan semakin meningkat

    Hubungan Kompetensi Dengan Penerapan Keselamatan Pasien Pada Mahasiswa

    No full text
    Keselamatan pasien merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang serius yang banyak menyebabkan kematian akibat dari kesalahan medis. Di Indonesia, kejadian kesalahan penerapan keselamatan pasien juga masih ditemukan baik dari perawat maupun mahasiswa yang sedang berpraktik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kompetensi dengan penerapan keselamatan pasien pada mahasiswa profesi ners. Metode penelitian adalah analitik korelasioanal dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian terdiri dari 96 mahasiswa profesi ners di Jawa Timur. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kompetensi adalah Health Professional Education in Patient Safety Survey (H-PEPSS) dan alat ukur penerapan keselamatan pasien adalah The safety Care Activity Scale. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi baik dan kurang sama besar sebanyak 48 responden (50%). Penerapan keselamatan pasien menunjukkan kategori baik sebanyak 50 responden (52,1%), dan penerapan keselamatan pasien kurang sebanyak 46 responden (47,9%). Hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan p-value 0,000 dengan koefisien korelasi 0,608 yang artinya korelasi bersifat kuat dan searah. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan antara kompetensi dengan penerapan keselamatan pasien, dimana semakin tinggi kompetensi maka semakin tinggi penerapan keselamatan pasien. Penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi dan penerapan keselamatan pasien dan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan sampel yang lebih luas

    Terapi Akupresur untuk Mengurangi Mual dan Muntah Akibat Kemoterapi Pada Pasien Kanker Serviks di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang: Studi Kasus

    No full text
    Kanker Serviks merupakan suatu penyakit keganasan yang banyak diderita oleh wanita. Kemoterapi merupakan suatu prosedur pengobatan yang diberikan pada penderita kanker untuk menghambat pertumbuhan sel. Salah satu keluhan yang paling umum dirasakan oleh pasien yang sedang menjalani kemoterapi adalah mual dan muntah. Mual dan muntah akibat kemoterapi berbeda karena terjadi secara berkepanjangan dan mempengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari terapi akupresur dalam mengurangi mual dan muntah akibat kemoterapi. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan sampel berjumlah satu orang. Intervensi yang dilakukan yakni terapi akupresur pada titik P6 dan ST36 selama tiga hari. Skor mual dan muntah dalam penelitian ini dihitung menggunakan The Rhodes Index Nausea, Vomiting, and Retching (INVR). Hasil dari penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa skor INVR pasien menurun tiap harinya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi akupresur pada titik P6 dan ST36 dapat mengurangi rasa mual dan muntah akibat kemoterapi

    80,320

    full texts

    137,686

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    bkg
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇