137686 research outputs found
Sort by
Rancang Bangun Website Company Profile pada PT Kresna Karya Teknologi
Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun
website company profile untuk PT Kresna Karya Teknologi. Perusahaan ini
bergerak di industri otomasi dan membutuhkan website yang mampu
menampilkan profil perusahaan secara profesional, informatif, dan menarik.
Tujuan: Untuk merancang dan membangun aplikasi website company
profile di PT Kresna Karya Teknologi. Metode: Metode penelitian ini
meliputi analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, dan pengujian.
Proses analisis kebutuhan dilakukan dengan wawancara untuk
mengidentifikasi fitur-fitur yang diperlukan, seperti informasi tentang
perusahaan, layanan dan portofolio proyek. Website dibangun
menggunakan PHP dan MySQL untuk mengelola konten dinamis dan
database perusahaan Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah website
company profile yang berhasil dibangun sesuai spesifikasi yang ditentukan.
Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode black-box untuk
memastikan website berfungsi dengan baik dan memenuhi kebutuhan
pengguna. Kesimpulan: Penelitian menunjukkan bahwa website company
profile yang dirancang dapat meningkatkan citra profesional PT Kresna
Karya Teknologi dan mempermudah akses informasi bagi klien dan mitra
bisni
Efektivitas Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SIP: SIMRS Khanza
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Khanza adalah sebuah
sistem yang dirancang untuk memberikan informasi guna mendukung
pengambilan keputusan di rumah sakit. Sejak tahun 2022, RSUD SIP telah
mulai menggunakan SIMRS Khanza. Namun, penggunaan SIMRS ini belum
sepenuhnya optimal di Instalasi Farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi seberapa efektif SIMRS Khanza dalam membantu proses
pengambilan keputusan, khususnya terkait Data Stock Persediaan.
Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan menggunakan metode
wawancara mendalam. Informan utama dalam penelitian ini adalah
operator SIMRS Khanza, yaitu Penanggung Jawab Gudang Farmasi dan
Penanggung Jawab Admin Farmasi, serta Kepala Instalasi Farmasi dan
Direktur sebagai informan pendukung. Efektivitas SIMRS Khanza dinilai dari
lima perspektif: kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan,
kepuasan pengguna, dan manfaat bersih. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa penerapan SIMRS Khanza di RSUD SIP belum efektif, terutama
dalam aspek kualitas informasi, kepuasan pengguna, dan manfaat bersih.
Informasi persediaan yang dihasilkan oleh SIMRS Khanza di RSUD SIP
dinilai belum memadai dalam hal keakuratan, relevansi, dan kelengkapan.
Penelitian ini juga mendukung pandangan bahwa sistem informasi
manajemen yang sama tidak selalu dapat diterapkan secara efektif di
organisasi yang berbeda, meskipun dalam industri yang sama. Hal ini
disebabkan oleh perbedaan konteks seperti lingkungan, struktur organisasi,
regulasi, sistem pemasaran, dan budaya di setiap perusahaan
Rancangan Infografis Sistem Informasi Peminjaman dan Pengembalian Buku di Perpustakaan SMKN 2 Malang
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu bentuk
satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan
pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP, MTs,
atau bentuk lain yang sederajat. Guna mendukung pembelajaran dan
pemenuhan kebutuhan informasi siswa dan siswi SMK, perpustakaan
sekolah memiliki peranan yang sangat penting. Perpustakaan memiliki
fungsi sebagai pusat kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan
pendidikan seperti yang tercantum dalam kurikulum sekolah, pusat
penelitian sederhana yang memungkinkan para siswa mengembakan
kreativitas dan imajinasinya,dan pusat membaca buku-buku hiburan.
Penggunaan layanan peminjaman dan pengembalian buku di SMK
Negeri 2 Malang dalam periode 2020-2023 menunjukkan adanya
fluktuasi dalam jumlah peminjaman dan pengembalian buku di
perpustakaan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh penulis
selama mengikuti program magang, layanan peminjaman dan
pengembalian buku di Perpustakaan SMKN 2 Malang sudah cukup baik.
Hal tersebut dapat terlihat dari alur yang telah ada. Namun, terkadang
siswa tidak mengerti bagaimana cara untuk meminjam ataupun
mengembalikan. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang kerap kali
bingung ketika berada di perpustakaan dan akan meminjam buku. Oleh
karena itu, penulis rasa infografis diperlukan agarsiswa dapat mengetahui
bagaimana alur peminjaman dan pengembalianbuku di Perpustakaan
SMKN 2 Malang
Implementasi Pemindahbukuan Terhadap Kesalahan Pengisian Kode Billing PPN atas Jasa Luar Negeri Pada PT. X (Studi Kasus Klien KKP I Gede Arianta)
Setiap perusahaan pasti berupaya untuk mengembangkan bisnisnya
hingga dapat bersaing di pasar global. Salah satu cara untuk
mewujudkannya adalah dengan memanfaatkan jasa dari luar negeri.
Penggunaan jasa luar negeri ini tentu menimbulkan adanya kewajiban
perpajakan seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Jasa Luar Negeri
yang perlu dilaksanakan oleh perusahaan, seperti pada PT. X yang
memanfaatkan jasa konsultan bisnis yang berasal dari luar negeri. Dalam
pemenuhan kewajiban perpajakannya, PT. X melakukan kesalahan dalam
pengisian kode billing PPN atas Jasa Luar Negeri yang menyebabkan PT. X
harus melakukan permohonan Pemindahbukuan. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui implementasi pemindahbukuan atas kesalahan
pengisian kode billing PPN atas Jasa Luar Negeri. Penyusunan penelitian ini
menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Penulis akan
menggunakan teknik penyelesaian berupa pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan terkait PPN atas Jasa Luar Negeri
dan Pemindahbukuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
implementasi Pemindahbukuan terhadap kesalahan pengisian kode billing
PPN atas Jasa Luar Negeri berpengaruh pada pengkreditan PPN atas Jasa
Luar Negeri sebagai Pajak Masukan
Desain User Interface/User Experience Aplikasi Tukanginaja Berbasis Mobile Menggunakan Metode Design Thinking
Seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap layanan
perbaikan dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan akan aplikasi mobile
yang mampu menghubungkan pengguna dengan layanan tukang secara
efisien dan ramah pengguna. Pemilihan judul tugas akhir ini didasarkan
pada pentingnya merancang antarmuka pengguna yang mudah digunakan
dan menarik untuk memastikan kepuasan pengguna, serta menggunakan
metode Design Thinking yang terbukti efektif dalam menciptakan solusi
berbasis kebutuhan pengguna. Hasil tugas akhir ini menunjukkan bahwa
desain UI/UX yang dikembangkan mendapatkan respons positif dari
pengguna, dengan skor System Usability Scale (SUS) sebesar 84.21 yang
menandakan tingkat kegunaan yang sangat baik. Manfaat dari tugas akhir
ini adalah terciptanya aplikasi Tukanginaja yang tidak hanya fungsional
tetapi juga memiliki antarmuka yang mudah digunakan dan disukai oleh
pengguna. Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pengguna
dalam mendapatkan layanan tukang serta memberikan pengalaman
pengguna yang memuaskan
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap pada Sopir Jeep dalam Mitigitasi Bencana Pra Erupsi Gunung Bromo
Pengetahuan yang memadai tentang tanda-tanda awal erupsi, prosedur
evakuasi, dan langkah-langkah keselamatan sangat penting untuk mengurangi
risiko terhadap keselamatan sopir jeep dan para wisatawan. Sikap sopir jeep
dalam menghadapi potensi bencana juga berperan penting, karena sikap yang
baik dapat mengarah pada tindakan yang cepat dan tepat dalam situasi darurat,
sehingga mengurangi dampak negatif yang mungkin timbul dari erupsi Gunung
Bromo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan
sikap pada sopir jeep dalam mitigasi bencana pra erupsi Gunung Bromo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan
pada sopir jeep di Komunitas BTS Trans 4x4 yang yang berasal dari daerah
Gubugklakah, Kec. Poncokusumo, Kab. Malang sejumlah 85 responden. Pada
hasil penelitian ini didapatkan tingkat pengetahuan sopir jeep masuk dalam
kategori cukup dan sikap sopir jeep masuk dalam kategori cukup. Hasil uji
Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara
tingkat pengetahuan dengan sikap sopir jeep dengan nilai p-value sebesar 0.007
(p<0.01). Terdapat hubungan yang positif dan searah antara tingkat pengetahuan
dan sikap pada sopir jeep dalam mitigasi bencana pra erupsi Gunung Bromo. Hal
ini berarti semakin baik pengetahuan tentang mitigasi bencana maka semakin baik
pula sikap mitigasi bencananya. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan hasil
penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi yang berkaitan dengan mitigasi
bencana pra erupsi. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi
beberapa aspek yang mungkin belum tercover dalam penelitian ini
Kajian Optimasi Ekstraksi Gingerol dan Shogaol pada Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) serta Aktivitas Antioksidannya Menggunakan Metode UltrasoundAssisted Extraction Tipe Probe
Gingerol merupakan salah satu senyawa bioaktif dominan yang terkandung dalam jahe
merah (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum). Gingerol dapat terkonversi menjadi shogaol
melalui proses dehidrasi. Kedua senyawa bioaktif tersebut dikenal memiliki aktivitas
biologis sebagai antioksidan yang baik yang dapat diperoleh melalui proses ekstraksi. Proses
ekstraksi dengan metode Ultrasound-Assisted Extraction (UAE) sedang banyak diteliti
karena menunjukkan hasil yang lebih baik dalam hal yield. UAE menerapkan gelombang
ultrasonik untuk memperoleh senyawa target melalui gelembung kavitasi. Terdapat 2 jenis
alat UAE, yaitu langsung atau tipe probe dan tidak langsung atau tipe bath. Tipe probe lebih
efisien dibandingkan dengan tipe bath, karena memiliki kontrol yang lebih baik terhadap
beberapa parameter ekstraksi serta gelombang yang berkontak langsung dengan bahan
menghasilkan tekanan yang lebih kuat. Pengaruh preparasi bahan baku berupa potongan jahe
merah segar maupun bubuk jahe merah kering mempengaruhi kadar gingerol dan shogaol
dalam oleoresin. Hal ini karena, gingerol dapat berubah menjadi shogaol selama proses
pengeringan atau terkena suhu tinggi. Peningkatan waktu ekstraksi dapat meningkatkan
kadar senyawa target dalam oleoresin, tetapi paparan ultrasonik yang terlalu lama dapat
menyebabkan kerusakan pada zat terlarut dan degradasi senyawa target. Pemanfaatan mode
operasi ultrasonikasi menjadi solusi untuk mengakomodasi waktu ekstraksi ultrasonik yang
lebih lama. Berdasarkan penelitian sebelumnya, mode pulsed dinyatakan lebih unggul dalam
hal efisiensi hasil ekstraksi dan konsumsi energi jika dibandingkan dengan mode continuous.
Proses ekstraksi pada penelitian ini menggunakan variasi preparasi bahan baku (segar
dan kering), mode operasi ultrasonikasi (pulsed dan continuous), dan waktu ekstraksi (5, 10
dan 15 menit). Prosedur dimulai dengan preparasi bahan baku hingga didapat bubuk jahe
merah kering berukuran 90 mesh dan potongan jahe merah segar. Setelah itu, 10 mg jahe
merah kering diekstraksi menggunakan ultrasonic probe dengan kontrol suhu menggunakan
es batu dan 200 mL pelarut etanol 96% (rasio solid-solvent 1:20). Untuk penggunaan jahe
merah segar dilakukan penimbangan massa berdasarkan kadar air jahe merah segar, yaitu
sebesar 85%. Setelah itu, dilakukan pemisahan sampel menggunakan kertas saring Whatman
No. 40 dan pemisahan pelarut menggunakan rotary vacuum evaporator. Hasil ekstraksi,
dilakukan analisis kadar [6]-Gingerol dan [6]-Shogaolnya menggunakan HPLC dan aktivitas
antioksidannya. Selain itu, oleoresin dengan kondisi operasi optimum akan dianalisis nilai
indeks bias, densitas, dan putaran optiknya sebagai parameter mutu kualitas kelayakan
Pengaruh Waktu Pemberian Terapi Cermin Terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas Atas pada Pasien Stroke Iskemik di RSUD dr. H Moh Anwar Sumenep
Penderita stroke iskemik di Indonesia mengalami peningkatan setiap
tahunnya. Mayoritas penderita stroke iskemik mengalami hemiparesis atau
kelemahan otot ekstremitas atas yang mengganggu Activity Daily Living (ADL).
Salah satu terapi non farmakologis yang dapat meningkatkan kekuatan otot
ekstremitas atas pada pasien stroke iskemik adalah terapi cermin. Terapi cermin
yang diberikan dalam waktu 1 minggu dan 2 minggu terbukti efektif terhadap
peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui pengaruh waktu pemberian terapi cermin terhadap kekuatan otot
ekstremitas atas pada pasien stroke iskemik. Metode yang digunakan yaitu Quasy
Experimental dengan pendekatan two group pretest-posttest design. Penelitian ini
melibatkan 32 pasien stroke iskemik yang dipilih menggunakan teknik purposive
sampling. Responden dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan 1
minggu dan kelompok perlakuan 2 minggu. Kelompok perlakuan 1 minggu
diberikan terapi cermin 1x/hari selama 1 minggu dan kelompok perlakuan 2
minggu diberikan terapi cermin 2x/hari selama 2 minggu. Instrumen yang
digunakan penelitian ini untuk mengukur kuantitas kekuatan otot yaitu Handgrip
Dynamometer dan untuk mengukur kualitas kekuatan otot menggunakan Action
Research Arm Test (ARAT). Pengukuran kekuatan otot dilakukan sebelum dan
sesudah terapi cermin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh
pemberian terapi cermin terhadap kuantitas kekuatan otot (p=0,000) dan kualitas
kekuatan otot (p=0,000) pada kelompok perlakuan 1 minggu dan kelompok
perlakuan 2 minggu. Namun, hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat
perbedaan signifikan kuantitas kekuatan otot (p=0,985) dan kualitas kekuatan otot
(p=0,273) pada kedua kelompok. Terapi cermin dapat direkomendasikan sebagai
terapi rehabilita
Hubungan Stimulasi Orang Tua Terhadap Tingkat Perkembangan Anak Pada Usia 1-3 Tahun dengan Riwayat Berat Badan Lahir Rendah di Malang
Anak yang lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) memiliki
pertumbuhan organ yang masih belum sempurna dan memicu adanya
kemungkinan risiko mengalami hambatan perkembangan sehingga perlu
diberikan stimulasi yang baik agar anak tidak mengalami keterlambatan
perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stimulasi
orang tua terhadap tingkat perkembangan anak pada usia 1-3 tahun dengan
riwayat berat badan lahir rendah di Malang. Penelitian ini menggunakan desain
analasis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Total responden penelitian
ini sebanyak 31 orang yang merupakan ibu dengan anak riwayat berat badan lahir
rendah pada usia 1–3 tahun di kota Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan
November–Desember selama 8 minggu. Instrumen penelitian menggunakan
Kuesioner Home Observation for Measure of the Environment (HOME) dan
Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP). Uji korelasi yang digunakan yaitu
Spearman Rank dengan p value <0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
sebagian besar orang tua memberikan stimulasi yang baik (83,9%) dan sebagian
besar responden memiliki anak dengan perkembangan sesuai (90,3%). Hasil
analisis hubungan antara stimulasi orang tua terhadap perkembangan anak 1-3
tahun dengan riwayat berat badan lahir rendah menunjukkan nilai p value 0,007
yang menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan. Berdasarkan nilai
korelasi koefisien didapatkan hasil positif sebesar 0,477 yang menunjukkan bahwa
kedua variabel memiliki tingkat hubungan yang cukup dan memiliki hubungan yang
searah dimana semakin baik stimulasi yang diberikan oleh orang tua maka
perkembangan anak akan semakin optima
Strategi Pengembangan Base Farm Sebagai Taman Edukasi Untuk Pendidikan Usia Dini (Studi di Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri)
Rendahnya minat generasi muda kita terhadap sektor pertanian menjadi
masalah besar bagi keberlangsungan pertanian di Indonesia. Karena Indonesia
membutuhkan generasi penerus bagi keberlanjutan pertanian sebagai sektor
pangan. Oleh karena itu diperlukan peran dari pemerintah maupun masyakat untuk
meningkatkan minat para generasi muda dalam dunia pertanian (CNBC Indonesia,
2021). Salah satunya dengan membuat atau mendirikan taman edukasi pertanian
bagi anak usia dini, seperti halnya Taman Edukasi Base Farm.
Taman Edukasi Base Farm merupakan satu-satunya taman edukasi di Kota
Kediri yang dikelola langsung oleh salah satu Kelompok Wanita Tani di Kota
Kediri. Taman Edukasi Base Farm memiliki potensi dalam pengembangan
lokasinya sebagai taman edukasi untuk pendidikan pertanian usia dini. Namun
berdasarkan hasil observasi, diketahui bahwa jumlah anak usia dini (PAUD, TK,
SD) yang melakukan kunjungan di Bangun Sejahtera (Base Farm) belakangan ini
mengalami penurunan. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan
kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang akan timbul dalam usaha
pengembangan Base Farm sebagai taman edukasi 2) Merumuskan strategi prioritas
yang tepat dalam meningkatkan jumlah pengunjung taman edukasi Base Farm
untuk pendidikan usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
kuantitatif. Data yang digunakan adalah primer dan sekunder, sedangkan metode
pengumpulan data dengan wawancara, kuesioner, dan observasi. Penelitian ini
menggunakan 8 responden dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data
menggunakan analisis SWOT (Strenght-Weakness-Opportunity-Threats) dan
analisis QSPM (Q uantitative Strategic Planning Matrix).
Hasil dari analisis matriks IFAS dan EFAS menunjukkan total skor faktor
internal sebesar 3.35 dan faktor eksternal sebesar 3.31. Hasil nilai tersebut
menunjukkan posisi Taman Edukasi Base Farm Kota Kediri dalam matriks IE
(Internal-Eksternal) saat penelitian berlangsung berada pada kuadran I yang
menunjukkan bahwa strategi yang cocok untuk Taman Edukasi Base Farm Kota
Kediri pada posisi ini antara lain strategi penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan
pengembangan produk. Strategi yang telah disusun sesuai prioritasnya berdasarkan
hasil analisis metode QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) yang dapat
digunakan oleh Taman Edukasi Base Farm Kota Kediri adalah (1) Melakukan
promosi dan penawaran paket harga ke lembaga pendidikan (2) Meningkatkan
infrastruktur teknologi yang lebih canggih untuk mengembangkan program
pembelajaran di luar kelas yang inovatif dan menarik (3) Pemanfaatan hubungan
dengan pemerintah untuk mendapatkan dukungan finansial dan pelatihan guna
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengurus dalam pertanian
berkelanjutan