137686 research outputs found
Sort by
Implementasi Tarif Jasa Laundry Menggunakan Metode Activity Based Costing Pada UMKM Joyo Laundry
Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tarif jasa UMKM
Joyo Laundry dan membandingkannya dengan tarif yang dihitung
menggunakan metode Activity Based Costing. Latar belakang penelitian ini
didasarkan pada kebutuhan UMKM untuk menetapkan tarif yang akurat
guna memastikan profitabilitas dan daya saing.
Penelitian ini menggunakan studi kasus pada UMKM Joyo Laundry.
Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pemilik, observasi langsung
dan dokumentasi. Kemudian data dilakukan analisis menggunakan metode
Activity Based Costing untuk menghitung harga pokok dan membandingkan
tarif jasa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan harga pokok
menggunakan metode Activity Based Costing memberikan gambaran lebih
akurat tentang biaya setiap jenis layanan. Tarif jasa yang diterapkan oleh
UMKM Joyo Laundry cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan tarif yang
dihitung menggunakan metode Activity Based Costing, hal ini menunjukkan
adanya potensi untuk meningkatkan profitabilitas dengan penyesuaian tarif.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa UMKM Joyo Laundry belum
memiliki perhitungan harga pokok yang akurat untuk menentukan tarif jasa
yang tepat. UMKM disarankan untuk mempertimbangkan penyesuaian tarif
jasa berdasarkan perhitungan Activity Based Costing untuk meningkatkan
profitabilitas
Analisis Penggunaan Media Sosial Instagram Sebagai media Branding Aset.Id
Pesatnya perkembangan teknologi digital dan informasi membuat
strategi yang digunakan untuk memasarkan produk dari suatu perusahaan
berkembang. Dengan banyaknya pengguna, Instagram menjadi salah satu
media yang potensial untuk digunakan sebagai media promosi sebuah
produk maupun merek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
penggunaan media sosial Instagram sebagai media branding Aset.id. dan
strategi penggunaan media sosial Instagram Aset.id. Jenis penelitian ini
adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu
wawancara, dokumentasi, observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa: Aset.id menghadapi masalah dalam kegiatan branding di
Instagram, meskipun telah memanfaatkan berbagai fitur seperti profil, feed,
reels, hashtag, story, Instagram ads, insight, caption, komentar, dan direct
message engagement yang diterima sedikit. Hal ini dikarenakan terdapat
penggunaan fitur yang belum dimanfaatkan dengan maksimal dan strategi
yang hanya berfokus untuk mengenalkan merek dan produk serta
menghasilkan leads. Tidak adanya tujuan membangun engagement
mengakibatkan belum ada upaya untuk meningkatkan keterlibatan audiens.
Penelitian ini menghasilkan usulan berupa strategi untuk meningkatkan
enggagement pada akun Instagram Aset.i
Analisis Pajak Penghasilan Pasal 21 Pt.X Pasca Penerapan Pmk 66 Tahun 2023
Pajak Penghasilan Pasal 21 merupakan salah satu bagian dari sumber
pendapatan negara yang bertujuan untuk mendanai kebutuhan pemerintah
dalam menyelenggarakan berbagai program dan layanan publik, seperti
pendidikan, kesehatan, infrastruktur, keamanan dan lain sebagainya. Pada
tahun 2023, menteri keuangan mengeluarkan peraturan terbaru yaitu
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 66 Tahun 2023 yang diberlakukan
mulai tanggal 1 Juli yang mengatur tentang perubahan perlakuan Pajak
Penghasilan atas Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan
atau jasa yang diterima atau diperoleh dalam bentuk natura dan/atau
kenikmatan. Objek penelitian pada Wajib Pajak pada PT.X. Tujuan
penelitian untuk mengetahui perubahan pada penerapan perhitungan Pajak
Penghasilan Pasal 21 setelah diterapkannya PMK 66 Tahun 2023. Penelitian
disusun dengan menggunakan metode analisis kualitatif, sedangkan
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengamatan melalui
pihak ketiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apabila menggunakan
metode gross up, maka PPh 21 akan menambah bruto dan diakui sebagai
tunjangan PPh 21 dimana nilai tunjangan PPh 21 harus sama dengan PPh
21 yang dibayar. Metode ini mengakibatkan PPh 21 yang dibayarkan
perusahaan akan lebih besar, namun PPh Badannya menjadi lebih kecil dan
dalam hal ini biaya tunjangan PPh 21 boleh diakui sebagai pengurang
penghasilan sehingga tidak perlu adanya koreksi fiskal. Sedangkan dengan
menggunakan metode gross, PPh 21 akan lebih kecil karena pada saat
menanggung PPh 21, perusahaan akan dicatat sebagai beban PPh 21 dan
tidak menambah bruto. Dan atas beban PPh 21 ini tidak boleh dijadikan
sebagai pengurang penghasilan, sehingga wajib dikoreksi fiskal. PT.X perlu
memaksimalkan perhitungan perpajakannya dengan menggunakan metode
gross up karena dampak dari perhitungan ini yaitu PPh Badan akan menjadi
lebih kecil
Strategi Minimasi Risiko Implementasi Good Manufacturing Practices Dengan Integrasi Fuzzy Failure Mode And Effect Analysis Dan Analytical Hierarchy Process (Studi Kasus Di Umkm Lucky Milk, Kota Batu)
Produksi susu di Indonesia, terutama di Jawa Timur terus mengalami peningkatan
setiap tahunnya dengan tingkat produksi susu tertinggi antara lain Kota Wisata Batu. Pada
tahun 2022, Kota Batu merupakan kota dengan produksi susu tertinggi di Jawa Timur
dengan jumlah 25.322.017 kg. Angka produksi susu yang tinggi dapat menjadi peluang
besar bagi para pelaku industri di Kota Batu, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil,
dan menengah (UMKM) untuk terus berinovasi mengembangkan produk olahan susu agar
meningkatkan nilai tambah. UMKM Lucky Milk merupakan salah satu UMKM di Kota Batu
yang bergerak di bidang olahan susu berupa permen susu. Dalam memproduksi permen
susu, UMKM Lucky Milk tentunya memperhatikan kualitas produk agar sesuai dengan yang
diharapkan oleh konsumen. Agar produk terjamin kualitasnya, diperlukan penerapan GMP
secara menyeluruh. Namun dalam upaya penerapan GMP, terdapat berbagai macam risiko
yang perlu diminimasi agar GMP dapat diterapkan secara maksimal. Tujuan penelitian ini
adalah untuk menganalisis kinerja UMKM, menganalisis tingkat prioritas risiko, dan
menentukan strategi minimasi risiko dalam implementasi GMP.
Penelitian dilaksanakan di UMKM Lucky Milk, Kota Batu pada bulan November 2023
hingga Mei 2024. Metode penelitian menggunakan integrasi metode Fuzzy Failure Mode
and Effect Analysis (Fuzzy FMEA) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan
responden pakar sejumlah 3 orang yang terdiri dari pemilik, staf produksi, dan staf
administrasi. Variabel yang digunakan berupa 14 aspek GMP berdasarkan Peraturan
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia nomor
HK.03.1.23.04.12.2206 tahun 2012 tentang Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri
Rumah Tangga (CPPB-IRT). Aspek GMP yang memiliki tingkat kesesuaian <80% akan
dianalisis lebih lanjut dengan Fuzzy FMEA untuk menganalisis risiko pada proses produksi
berdasarkan tiga faktor yaitu severity (S), occurrence (O), dan detection (D). Metode AHP
digunakan untuk menentukan strategi minimasi risiko dalam implementasi GMP di UMKM
Lucky Milk berdasarkan nilai FRPN tertinggi yang diperoleh dari metode Fuzzy FMEA.
Hasil penelitian menunjukkan 3 aspek GMP belum diterapkan sepenuhnya yaitu
bangunan dan fasilitas, penarikan produk, serta pencatatan dan dokumentasi. Diperoleh
risiko tertinggi pada setiap aspek, yaitu kesehatan dan produktivitas karyawan yang tidak
baik (A2) dengan FRPN 0,915, rendahnya reputasi UMKM (B1) dengan FRPN 0,859, serta
administrasi laporan keuangan tidak tercatat dengan baik (C3) dengan FRPN 2,365.
Dilakukan penentuan alternatif strategi minimasi risiko yaitu pembersihan area produksi
secara rutin (AA1) dengan bobot 0,589, pembuatan SOP terkait penarikan produk (AB1)
dengan bobot 0,415, dan pelatihan karyawan terkait pencatatan keuangan (AC1) dengan
bobot 0,602.
Kesimpulan pada penelitian ini yaitu menerapkan AA1 sebagai strategi minimasi
risiko A2, menerapkan AB1 sebagai strategi minimasi risiko B1, dan menerapkan AC1
sebagai strategi minimasi risiko C3. Saran untuk UMKM Lucky Milk yaitu dengan
menerapkan implikasi manajerial secara menyeluruh untuk minimasi risiko dalam
implementasi GMP, baik itu risiko yang sudah terjadi maupun yang berpotensi terjadi. Saran
untuk penelitian selanjutnya yaitu memfokuskan identifikasi risiko berdasarkan poin pada
setiap aspek GMP yang tidak sesuai, sehingga alternatif minimasi dapat lebih terfokus pada
poin ketidaksesuaian yang dialami langsung oleh UMKM
Evaluasi Penerapan Perpustakaan Keliling Sebagai Sarana Promosi Layanan Perpustakaan Kabupaten Cilacap
Layanan perpustakaan keliling merupakan salah satu bagian dari
pelayanan perpustakaan umum atau daerah yang mendatangi pembaca
dengan menggunakan kendaraan. Artikel ini bertujuan untuk
mengevaluasi salah satu Program Dinas Perpustakaan Kabupaten Cilacap
yaitu meningkatkan layanan perpuaskaan keliling daerah kabupaten
Cilacap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode deskriptif melalui teknik pengumpulan data berupa Wawancara
dan Observasi. Sumber data yang diperoleh berasal dari petugas
perpustakaan keliling, dan pemustaka perpustakaan keliling daerah
Cilacap. Penelitian ini menggunakan model Evaluasi Analisis Sistem
(System Analysis Evaluation Model) atau sering disebut dengan
Management Evaluation Model, dengan tahapan proses dan keluaran.
Dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini secara keseluruhan
menunjukan bahwa layanan perpustakaan keliling daerah kabupaten
Cilacap sudah baik dan maksimal dalam pelaksaannya. Namun terdapat
beberapa kekurangan dalam tahap pelaksanaannya. Pada tahapan
Process, aspek yang belum optimal yaitu perpustakaan keliling belum
memiliki SOP (Standar Operational Prosedur), kurangnya minat
membaca ditempat, dan pinjam meminjam koleksi di perpustakaan
keliling. Pada tahapan output, aspek yang belum optimal yaitu survai
kepuasan pengunjung yang diadakan satu tahun sekali. Berdasarkan
penelitian tersebut, direkomendasikan kepada pengurus perpustakaan
keliling daerah kabupaten Cilacap untuk membuat Standar Operational
Prosedur, lebih mempromosikan lagi jadwal perpustakaan keliling kepada
masyarakat. Pada aspek kinerja perpustakaan keliling diharapkan dapat
menjadi sarana pelayanan pendidikan tambahan yang lebih dapat
diterima masyarakat luas khususnya pada kabupaten Cilacap
Perancangan Antarmuka Pengguna Aplikasi Adopsi Hewan Kota Jakarta Berbasis Mobile Dengan Metode Goal-Directed Design
Perancangan Desain Aplikasi Adopsi Hewan menggunakan metode Goal
Directed Design bertujuan untuk menciptakan antarmuka yang optimal dan
penggalaman pengguna yang nyaman. Metode ini melibatkan tahapan
research, modelling, requirement, framework, dan support. Dalam desain
aplikasi ini memiliki fitur chat, filter, profile hewan, status pemesanan, dan
tracking kurir, semuanya dirancang untuk kenyamanan pengguna.
Penelitihan yang dilakukan ini mempunyai tujuan untuk mempermudah
proses adopsi hewan. Penelitihan ini diuji menggunakan metode pengujian
System Usability Scale (SUS) untuk memastikan desain aplikasi adopsi
hewan memenuhi kebutuhan pengguna dengan efektif dan efisien
Analisis Implementasi Perhitungan PPh Pasal 21 Menggunakan Metode Gross UP Untuk Mengoptimalkan Tax Planning PPh Badan Pada PT. A
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi
perhitungan PPh 21 menggunakan metode gross up dalam
mengoptimalkan tax planning PPh Badan pada PT. A tahun 2022. Jenis
penelitian yang digunakan penulis adalah jenis penelitian deskriptif
dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui
wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, objek yang diangkat
penulis yaitu perhitungan PPh Pasal 21 menggunakan metode gross up
pada PT. A serta membandingkan perhitungan sebelum dan sesudah
menggunakan metode gross up. Dari Hasil penelitian yang dilakukan
diketahui bahwa perhitungan menggunakan metode gross up dapat
menguntungkan kedua belah pihak, dari sisi karyawan menguntungkan
karena perusahaan memberikan tunjangan sebesar PPh 21 terutang
dibebankan kepada perusahaan sehingga take home pay yang diterima
oleh karyawan tidak berkurang. Sedangkan dari sisi perusahaan
menguntungkan karena beban pajak yang dihasilkan merupakan biayabiaya yang dapat menjadi pengurang pajak
Evaluasi Penggunaan Sistem Informasi Pelayanan Dan Pemberdayaan Masyarakat Pasar (Siladamas) Di Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Dan Perdagangan Kabupaten Tuban
Teknologi mulai diterapkan di berbagai instansi pemerintahan
seluruh Indonesia, salah satunya adalah Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan
menengah Dan Perdagangan Kabupaten Tuban. Pada prakteknya Dinas
Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Dan Perdagangan Kabupaten Tuban
memadukan sistem informasi dengan sebuah layanan, inovasi layanan
tersebut bernama Sistem Informasi Pelayanan dan Pemberdayaan
Masyarakat Pasar (SILADAMAS). SILADAMAS merupakan sistem informasi
berbasis web yang digunakan untuk mengelola administrasi pasar secara
elektronik. Tugas Akhir ini bertujuan untuk mendeskripsikan evaluasi Sistem
Informasi Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Pasar (SILADAMAS) di
Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Dan Perdagangan Kabupaten
Tuban. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
penelitian kualitatif dengan metode pendekatan deskriptif. Teknik analisis
data dalam penelitian ini menggunakan analisis data model deskriptif yang
terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa sejak diterapkannya website SILADAMAS
pada tahun 2018, dapat mengatasi permasalahan yang terjadi dalam
pengelolaan manajemen pasar daerah di Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan
Menengah Dan Perdagangan Kabupaten Tuban, yang mana sebelum
adanya website SILADAMAS, pengelolaan data pedagang masih dilakukan
secara manual dan juga sistem pembayaran retribusi pasar juga masih
belum terkontrol dengan baik. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui
bahwa website SILADAMAS sudah baik tetapi masih memiliki beberapa
kekurangan yang perlu diperbaiki serta memaksimalkan guna menunjang
efektivitas serta produktivitas dalam kegiatan pengelolaan administrasi.
Oleh karena itu, penting bagi Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah
Dan Perdagangan Kabupaten Tuban untuk selalu mengevaluasi website
SILADAMA
Mikroenkapsulasi Ekstrak Antioksidan Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) Menggunakan Metode Microwave-assisted Encapsulation (MAEC) Dengan Variasi Daya dan Energi Microwave
Dalam pengolahan produk buah delima, banyak dihasilkan produk samping
seperti kulit dan bijinya. Masyarakat umumnya hanya mengonsumsi daging buah
delima saja dan kulitnya hanya menjadi limbah. Padahal kulit buah delima
menempati sekitar 26-30% dari total beratnya dan aktivitas antioksidannya lebih
tinggi jika dibandingkan dengan daging buahnya. Kulit buah delima mengandung
zat bioaktif terutama senyawa fenolik seperti polifenol, flavonoid, dan tanin.
Senyawa tersebut cenderung rentan terhadap panas atau suhu tinggi, oksigen,
paparan cahaya, dan pH sehingga dapat mengurangi aktivitas dan stabilitasnya.
Cara yang dapat dilakukan untuk melindungi senyawa polifenol dari kerusakan
kimia adalah dengan teknik mikroenkapsulasi. Salah satu metode
mikroenkapsulasi adalah Microwave-assisted Encapsulation (MAEC), dimana
metode ini memanfaatkan radiasi gelombang mikro. Daya dan energi microwave
merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi pada proses
mikroenkapsulasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh daya dan energi microwave terhadap mikrokapsul ekstrak kulit buah
delima.
Penelitian ini dirancang menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok
Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor perlakuan, yaitu daya microwave (320 W & 400
W) dan energi microwave (163,2 kJ, 172,8 kJ, 182,4 kJ, dan 192 kJ) sebanyak 3
kali ulangan. Parameter yang diuji adalah total fenol, total flavonoid, aktivitas
antioksidan IC50, efisiensi enkapsulasi, kadar air, kelarutan, rendemen, dan warna.
Data hasil pengujian tersebut dianalisis menggunakan ANOVA dengan selang
kepercayaan 95%. Apabila terdapat pengaruh yang signifikan, maka dilakukan uji
lanjut BNJ atau Tukey, dan jika terdapat interaksi antar faktor maka dilakukan uji
lanjut DMRT. Perlakuan terbaik ditentukan menggunakan metode De Garmo.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan daya dan energi microwave
berpengaruh nyata terhadap total fenol, total flavonoid, aktivitas antioksidan IC50,
efisiensi enkapsulasi, kadar air, kelarutan, dan warna, namun tidak berpengaruh
nyata terhadap rendemen mikrokapsul ekstrak kulit buah delima. Perlakuan terbaik
diperoleh mikrokapsul dengan perlakuan daya 320 W dan energi microwave
sebesar 182,4 kJ, dimana mikrokapsul ini menghasilkan nilai antioksidan IC50
sebesar 144,2 ppm, total fenol 21,5 mg GAE/g, total flavonoid 7,3 mg QuE/g,
efisiensi enkapsulasi 46,4%, kadar air 6,6%, kelarutan 89,7%, warna °Hue 66,9°,
dan rendemen 17,1%. Ekstrak kulit buah delima dan mikrokapsul perlakuan terbaik
kemudian dilakukan analisis Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), dan
hasilnya menunjukkan adanya senyawa fenolik pada ekstrak dan mikrokapsul
tersebut
Mikroenkapsulasi Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) Dengan Metode Microwave-Assisted Encapsulation: Kajian Jenis dan Konsentrasi Penyalut
Delima (Punica granatum L.) merupakan salah satu jenis tanaman perdu
dengan kandungan gizi yang tinggi yang memiliki potensi sebagai sumber bahan
pangan fungsional. Hampir seluruh bagian dari tanaman delima memiliki khasiat
bagi tubuh manusia, salah satunya adalah bagian kulitnya. Sebagian besar industri
pangan hanya menggunakan buah delima saja dan membuang kulitnya, padahal
kulit buah delima memiliki senyawa antioksidan yang lebih banyak jika
dibandingkan dengan bagian lainnya. Senyawa pada kulit buah delima diambil
dengan melakukan ekstraksi, namun ekstrak ini tidak stabil terhadap kondisi
lingkungan yang ekstrem. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk melindungi
komponen bioaktif pada bahan pangan adalah mikroenkapsulasi.
Mikroenkapsulasi merupakan suatu teknologi pengemasan atau pelapisan pada
bahan padat, cair ataupun gas dengan menggunakan bahan penyalut. Bahan
penyalut merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi efisiensi proses
mikroenkapsulasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh jenis dan konsentrasi penyalut terhadap mikrokapsul ekstrak kulit buah
delima.
Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Tersarang (Nested
Design) dengan dua faktor perlakuan, yaitu jenis penyalut (maltodekstrin, gum
arab, dan kombinasi maltodekstrin-gum arab) dan konsentrasi penyalut (7,5%,
10%, dan 12,5%) dengan 3 kali pengulangan. Parameter yang diuji adalah total
fenol, total flavonoid, aktivitas antioksidan IC50, kadar air, kelarutan, rendemen, dan
warna. Data yang dihasilkan akan dianalisis dengan menggunakan ANOVA selang
kepercayaan 95% pada Minitab. Apabila hasil yang diperoleh beda nyata, maka
dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ atau Tukey. Perlakuan terbaik ditentukan dengan
metode De Garmo.
Hasil penelitian menunjukkan perbedaan jenis dan konsentrasi penyalut
memberikan penyaruh nyata terhadap mikrokapsul ekstrak kulit buah delima. Hasil
perlakuan terbaik diperoleh dari jenis maltodekstrin dengan konsentrasi 7,5%.
Hasil yang didapatkan dari mikrokapsul tersebut adalah nilai total fenol 25,21 mg
GAE/g, nilai total flavonoid 8,64 mg QE/g, aktivitas antioksidan IC50 143,43 ppm,
nilai efisiensi enkapsulasi 57,61%, kadar air 6,31%, kelarutan 90,91%, rendemen
12,95%, dan warna (hue) 63,12o
.Pada hasil mikrokapsul ekstrak kulit buah delima
terbaik dan ekstrak kulit buah delima juga dilakukan analisis dengan menggunakan
Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) yang menunjukkan adanya
senyawa fenolik dan flavonoid